Official Blog FOREXimf.com

Posts

Tips Trading Forex Memanfaatkan Indeks Dolar

Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai apa itu indeks dollar. Kalau Anda sudah baca artikelnya, mudah-mudahan Anda masih ingat simbolnya. Apa, hayo? Ya. Simbolnya biasanya USDX, DX, atau DXY.

Nah, setelah membaca artikel tersebut, mungkin Anda jadi bertanya-tanya, “OK, saya sudah tahu apa itu indeks dolar, lalu untuk apa?”

Kata orang, janji adalah hutang. Di artikel sebelumnya, saya berjanji akan membahas bagaimana cara memanfaatkan indeks dolar dalam trading forex. Maka di artikel ini saya akan melunasi hutang itu.

Anda pasti tahu kan, bahwa sangat banyak currency pair yang ditransaksikan dengan melibatkan USD. Yang terkenal di antaranya adalah EURUSD, GBPUSD, USDJPY, USDCHF, USDCAD, NZDUSD, AUDUSD.

Artinya jika kita mentransaksikan currency pairs tersebut, indeks dolar bisa kita manfaatkan untuk melengkapi analisa kita. Indeks dolar bisa memberikan perspektif lain tentang kondisi USD, apakah dia menguat atau cenderung melemah terhadap mata uang dunia. Dalam dunia forex, pergerakan indeks dolar bisa kita pergunakan sebagai “indikator kekuatan” USD.

EURUSD vs DXY

Ada yang menarik dan tidak banyak yang mengetahui hal ini: pergerakan EURUSD dan indeks dolar (selanjutnya kita sebut DXY) itu secara umum berlawanan arah.

Eh, kok bisa begitu?

Karena, seperti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya, lebih dari 50% dari komposisi DXY itu adalah euro! Tepatnya 57,60%.

Coba lihat perbandingan grafik berikut ini:

indeks dolar, trading forex, forex trading

Grafik di sebelah atas adalah pergerakan DXY, sementara grafik yang ada di sebelah bawah adalah pergerakan EURUSD. Pergerakan yang terekam adalah sejak 26 Oktober 2018 hingga 5 November 2018, dalam timeframe H1.

Perhatikan garis merah yang saya gambar. Tiap kali DXY naik, EURUSD turun dan sebaliknya. Seakan-akan dua gambar itu seperti bayangan dalam cermin.

Fakta ini bisa kita manfaatkan ketika kita akan trading EURUSD. Bahkan ada trader yang memanfaatkan DXY sebagai indikator teknikal untuk EURUSD.

Jika DXY bergerak dengan signifikan, hampir bisa kita pastikan bahwa para pelaku pasar akan bereaksi pada pergerakan tersebut. Bahkan sebenarnya, baik DXY maupun para pelaku pasar saling bereaksi satu sama lain. Misalnya, jika terjadi penembusan (breakout) yang signifikan atas sebuah major currency pair (misalnya EURUSD dan/atau GBPUSD), maka biasanya DXY juga akan bergerak signifikan.

Intinya, para pelaku pasar menganggap DXY merupakan indikator kunci bagi arah USD terhadap mata uang utama dunia.

“OK, Pak Eko. Jadi cara tradingnya bagaimana?”

Sabar dong. Saya baru mau membahas hal itu.

Jadi, karena EURUSD dan DXY itu ibarat saudara kembar tetapi beda tabiat, maka ketika kita akan mentransaksikan EURUSD, ada baiknya pantau juga kondisi DXY.

Katakanlah kita melihat ada sinyal sell di EURUSD, maka coba intip juga DXY. Jika pada saat yang sama muncul sinyal bullish di DXY, maka kekuatan sinyal sell di EURUSD itu akan bertambah kuat. Dengan kata lain, sinyal sell tersebut; yang mungkin biasanya akurasinya hanya 70%; bisa meningkat menjadi 80%.

DXY vs Major Currency Pairs, Bagaimana?

Nah, sekarang bagaimana dengan mata uang lain?

Sama saja dengan trik pada EURUSD di atas, hanya saja mungkin tidak sesignifikan pada EURUSD.

Tetapi setidaknya bisa kita manfaatkan juga, mengingat DXY adalah indikator bagi kekuatan USD secara umum.

Yang perlu kita ingat adalah di mana posisi USD pada currency pair yang akan kita transaksikan? Apakah ia sebagai base currency, atau counter currency?

Eh, sebentar, Anda tahu kan apa itu base dan counter currency?

Dalam currency pair (pasangan mata uang), base currency itu adalah mata uang yang ditulis di sebelah kiri. Sebagian orang menyebutnya first currency.

Sebaliknya counter currency ditulis di sebelah kanan. Ada juga yang menyebutnya second currency atau quote currency.

Jadi, misalnya kita mentransaksikan USDCHF, maka USD bertindak sebagai base currency dan CHF adalah counter currency. Pada EURUSD, misalnya, adalah kebalikannya.

Jadi, jika kita mentransaksikan pair yang USD-nya sebagai base currency (seperti USDCHF, USDJPY, atau USDCAD), kenaikan DXY kemungkinan besar juga diikuti oleh kenaikan pair tersebut.

Gampangnya, begini:

  • Jika USD adalah base currency (USD/XXX), maka arah pair tersebut cenderung searah dengan DXY.
  • Jika USD adalah counter currency (XXX/USD), maka arah pair tersebut cenderung berlawanan arah dengan DXY.

Nah, dengan ini “hutang” saya dianggap lunas, ya?

Oh, menurut Anda belum? Kalau masih ada yang ingin Anda tanyakan, silakan hubungi saya melalui Live Chat yang tersedia di website kami ini.

Salam.

Mengenal Indeks Dollar Dalam Forex Trading

Selama ini Anda mungkin akrab dengan istilah indeks saham, atau yang sering disebut dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Di luar negeri, Anda mungkin juga sering mendengar indeks-indeks saham lain semisal HangSeng (Hongkong), Nikkei (Jepang), Dow Jones Industrial Average (DJIA/Amerika Serikat) dan lain-lain. Semua itu terkait dengan perdagangan saham. Nah, bagaimana di trading forex, apakah ada indeks juga?

Ada. Indeks yang paling terkenal adalah indeks dolar (dollar index), yang mengukur pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap beberapa mata uang dunia. Simbolnya biasanya USDX, DX, atau DXY.

Indeks dolar ini muncul dari perhitungan tertentu terhadap beberapa mata uang dunia (basket of foreign currencies) terhadap USD.

OK, kita tidak akan berlama-lama berkutat di soal definisi ini. Kita bedah saja, apa sih sebenarnya indeks dolar ini?

Currency Basket

Indeks dolar terbentuk dari perhitungan yang melibatkan enam mata uang dunia, yaitu:

  • Euro (EUR)
  • Yen (JPY)
  • Poundsterling (GBP)
  • Canadian dollar (CAD)
  • Krona (SEK)
  • Swiss Franc (CHF)

Pertanyaannya, “Jika perhitungan indeks dolar hanya melibatkan enam mata uang, berapa banyak negara yang terlibat?”

Menurut Anda berapa? Enam? Salah.

Yang benar adalah: 24 (dua puluh empat).

Lho, kok 24?

Lha, iya, karena memang ada 24 negara yang terlibat. Sembilan belas di antaranya adalah negara yang merupakan anggota Uni Eropa yang mempergunakan euro sebagai mata uangnya. Ditambah dengan lima negara lain yaitu Jepang, Inggris, Kanada, Swedia dan Swiss. Jadi 19 + 5 = 24.

Memang 24 negara ini hanyalah sebagian kecil dari total negara yang ada di muka bumi ini, tetapi banyak mata uang lain yang juga mengikuti pergerakan indeks dolar ini. Itulah yang menyebabkan indeks dolar (selanjutnya kita sebut DXY saja ya) bisa menjadi indikator yang cukup baik untuk mengukur kekuatan USD secara umum.

Komposisi DXY

Nah, sekarang Anda sudah tahu bahwa indeks dolar terbentuk dari enam mata uang yang melibatkan 24 negara. Sekarang, yuk kita lihat komposisinya:

  • Euro (EUR): 57,60%
  • Yen (JPY): 13,60%
  • Poundsterling (GBP): 11,90%
  • Canadian dollar (CAD): 9,10%
  • Krona (SEK): 4,20%
  • Swiss Franc (CHF): 3,60%

Bisa kita lihat bahwa euro memiliki porsi paling besar dalam indeks dolar, yaitu 57,60%. Bisa dimengerti mengingat ada 19 negara yang mempergunakan euro.

Posisi ke-2 ditempati oleh yen Jepang. Masuk akal juga karena Jepang merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Pertanyaannya (lagi), “Ketika EURUSD turun, ke mana indeks dolar bergerak?”

Ingat bahwa euro memiliki porsi yang besar dalam indeks dolar, maka kemudian indeks dolar ini mendapatkan julukan “indeks anti Euro”.

Karena besarnya pengaruh euro dalam indeks dolar, maka para trader meyakini bahwa pergerakan keduanya biasanya hampir seimbang dan berlawanan. Kita akan membahas hal itu di tulisan yang lain, setelah artikel ini.

Memahami Pergerakan Indeks Dolar

Seperti halnya pasangan mata uang lain, pergerakan DXY juga bisa dilihat dalam chart.

trading forex, indeks dolar, forex trading

DXY dihitung selama 24 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu. Selain itu, penguatan atau pelemahan relatif DXY dihitung berdasarkan angka indeks 100.00.

Mengapa 100.00? Karena indeks dolar sendiri dimulai di bulan Maret tahun 1973, ketika negara-negara besar dunia melakukan pertemuan di Washington DC dan semua negara tersebut menyepakati untuk menerapkan kurs berubah (floating rate) untuk masing-masing nilai mata uang mereka. Permulaan indeks tersebut dikenal dengan sebutan “base period”.

Jadi, misalnya, DXY sekarang berada di angka 95.95. Itu artinya DXY telah melemah sebesar 4.05% dari angka permulaan indeks tersebut.

Perhitungannya: 

Seandainya DXY sekarang berada di angka 110.00, artinya nilai indeks dolar telah menguat sebesar 10% dari angka permulaannya.

Mau tahu bagaimana perhitungan DXY? Ini dia rumusnya: 

Sudah paham? Tidak? Ya tidak apa-apa. Cuma untuk diketahui saja, siapa tahu ada yang penasaran. 😊

Di tulisan berikutnya, kita akan membahas bagaimana mempergunakan indeks dolar sebagai strategi trading forex.

Tunggu saja.


Silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.

Lowest Spread + Trading Service = Excellent!

Apa yang menjadi pertimbangan Anda ketika memilih broker forex? Lowest spread? Komisi per lot? Layanan?

Biasanya salah satu hal di atas adalah menjadi pertimbangan orang dalam memilih broker. Tetapi biasanya yang paling diperhatikan adalah spread dan komisi.

Spread Rendah

Kebanyakan trader menginginkan trading dengan spread yang serendah mungkin.

Spread yang ketat lebih diminati karena untuk “mengejar” BEP (break event point) untuk transaksi yang Anda buat relatif akan menjadi lebih kecil. Misalnya spread untuk EURUSD adalah 0.3 pip (0.00003 point).

Contohnya, Anda melakukan transaksi buy EUR/USD di harga 1.16100 (Bid)/1.16103 (Ask), maka transaksi tersebut akan dieksekusi di harga 1.16103 (harga Ask). Pada saat itu juga Anda akan mengalami floating loss sebesar spread yang berlaku saat itu, yaitu minus 0.3 pip (0.00003 point). Dalam pengalaman saya, 0.3 pip tidak butuh waktu yang lama. Di market Asia mungkin hanya secepat Anda berhitung 1 sampai 3 saja, apalagi jika market Eropa dan Amerika, akan lebih cepat lagi.

Akan berbeda ceritanya jika spread yang berlaku selebar – misalnya – 3.0 pips. Ketika Anda buy di harga 1.16100 (Bid)/1.16130 (Ask), maka Anda harus menunggu harga naik minimal sejauh 30 pips untuk bisa BEP.

Apakah Anda berpikiran seperti itu? Mari kita pikir lagi.

Tidak Sekedar Spread

Oke, Anda mungkin sudah menemukan broker dengan spread yang ketat. Tapi apakah itu satu-satunya hal yang perlu dilihat?

Anda tentu paham bahwa market forex itu bekerja dalam format “24 x 5”; 24 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu. Maka dari itu pastikan Anda juga memilih broker yang memliki layanan “24×5” juga bagi para nasabahnya, supaya Anda tidak perlu sampai kebingungan seandainya menghadapi kendala teknis dalam trading.

Seiring makin canggihnya teknologi, chatting sudah bukan menjadi barang asing lagi. Fasilitas “Live Chat” juga seharusnya dimiliki oleh broker. Pastikan Anda memilih broker yang memiliki layanan seperti itu.

Chat room “Customer Service” FOREXimf.com menyediakan chat room “Customer Service” yang online 24 jam sehari, 5 hari kerja dalam seminggu. Ada juga chat room “Market Analyst” yang online mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap hari kerja. Kedua chat room itu dipastikan TETAP ONLINE meskipun Anda sedang menikmati hari libur nasional. Pokoknya, selama masih ada pasar internasional yang aktif, kedua chat room itu tetap aktif. Itulah salah satu bentuk pelayanan prima yang disediakan untuk nasabah FOREXimf.com.

Tidak hanya itu, untuk nasabah FOREXimf.com bahkan ada nomor WhatsApp khusus yang disediakan jika Anda ingin berkomunikasi langsung dengan tim Market Analyst. Bahkan Anda bisa mendapatkan signal trading terkini yang di-broadcast melalui nomor tersebut langsung ke HP Anda.

Anda tertarik untuk melakukan forex trading dengan lowest spread plus layanan prima? Segera klik Open Real Account sekarang juga. Kami tidak sabar untuk segera bisa melayani Anda.


Jika Anda menginginkan analisa dan berita fundamental real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami di kolom komentar.

 

Strategi Trading Forex Camarilla Pivot

Teknik pivot points merupakan salah satu strategi trading forex yang banyak dipergunakan trader untuk mengidentifikasi level-level yang potensial sebagai support dan resistance. Sederhananya, pivot point dan level-level support dan resistance yang dihasilkan melalui perhitungan tertentu dianggap merupakan area di mana harga berpotensi akan berubah arah.

Pivot point menjadi sangat menarik karena setidaknya salah satu penyebab: ia sangat obyektif. Tidak seperti indikator teknikal lain yang memerlukan interpretasi yang tentu sangat dipengaruhi oleh “jam terbang” yang dimiliki si trader. Bahkan tidak seperti Fibonacci retracements yang masih memerlukan preferensi si trader dalam menentukan swing high dan swing low.

Penerapan Strategi Pivot

Strategi trading yang berdasar pada pivot points biasanya dipergunakan sebagai strategi trading jangka pendek. Para trader yang mempergunakannya biasanya mencari pergerakan yang tidak terlalu besar, cocok dengan gaya trading intraday mereka.

Seperti halnya strategi trading yang memanfaatkan support dan resistance, para trader bisa memilih apakah mereka akan menerapkan strategi bounce/range-bound, breakout, atau bahkan keduanya.

Para trader yang menganut paham range-bound biasanya memanfaatkan pivot untuk mencari titik-titik reversal (balik arah). Mereka akan mencari peluang buy di area support dan mencari peluang sell di area resistane.

Sebaliknya, para trader yang bergaya breakout akan menunggu hingga support tembus untuk mencari peluang sell. Sebaliknya mereka akan menunggu tembusnya resistance untuk mencari peluang buy.

Mengenal Strategi Camarilla Pivot

Strategi Camarilla pivot (selanjutnya kita sebut Camarilla) merupakan salah satu turunan strategi pivot points.

Strategi ini mirip dengan nenek moyangnya, si pivot points itu sendiri, tetapi lebih komplit untuk dipergunakan sebagai sebuah strategi trading. Strategi ini diciptakan oleh Nick Stott sekitar tahun 1989 dan masih populer hingga saat ini.

Pada dasarnya ada tujuh garis yang menjadi bagian penting dari strategi ini, yaitu:

  • H5 = long breakout target
  • H4 = long breakout
  • H3 = short pivot
  • Pivot Point (PP)
  • L3 = long pivot
  • L4 = short breakout
  • L5 = short breakout target

Level-level tersebut di atas diperoleh melalui rumus berikut:

H5 = (H/L) × C
H4 = C+ RANGE × 1,1/2
H3 = C+ RANGE × 1,1/4

PP = (H + L + C) / 3

L3 = C– RANGE × 1,1/4
L4 = C– RANGE × 1,1/2
L5 = C– (H5 – C)

di mana:

C = Closing Price (harga penutupan hari sebelumnya)

H = High (harga tertinggi hari sebelumnya)

L = Low (harga terendah hari sebelumnya)

RANGE = harga tertinggi – harga terendah hari sebelumnya

 

Kalau digambarkan di chart, kira-kira bentuknya akan seperti ini:

strategi trading forex, strategi forex, strategi trading forex camarilla

 

Strategi Camarilla

Sebenarnya ada banyak teknik yang bisa dikembangkan, tetapi tetap dasarnya adalah bounce dan breakout trading.

Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda coba:

Teknik bounce: jika harga dibuka di antara H3 dan L3

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak sedikit ke bawah L3 namun kemudian berhasil kembali bergerak naik ke atas garis L3. Beberapa trader memilih untuk mengombinasikan dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Ada juga yang mengombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis H3. Target maksimal di H4 atau H5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di bawah garis L4.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak sedikit ke atas H3 namun kemudian berhasil kembali bergerak turun ke bawah garis H3. Anda bisa mengombinasikannya dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Bisa juga dikombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis L3. Target maksimal di L4 atau L5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di atas garis H4.

Teknik breakout:

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak naik dan tembus ke atas garis H4. Tempatkan target di garis H5 dan stop loss di bawah garis H3.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak turun dan tembus ke bawah garis L4. Tempatkan target di garis L5 dan stop loss di atas garis L3.

Demikian strategi dasar teknik Camarilla. Jika ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com.

Selamat mencoba.


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

 

Signal Follower vs Independent Trader: Lebih Baik Mana?

Suatu sore, ketika saya tengah tenggelam dalam keasyikan melakukan backtesting sebuah sistem trading yang katanya bisa menghasilkan trading signal akurat, seorang kenalan menghubungi saya melalui WhatsApp.

Dab, ada waktu nggak sore ini?” katanya.

Saya menjawab dengan pertanyaan, “Ada apa, Dab?” Kami memang sering saling menyapa dengan sebutan “dab”, sebuah kata dalam bahasa prokem Yogya yang artinya “Mas (kakak laki-laki). Saya cukup lama tinggal di Yogyakarta, sejak SMA hingga lulus kuliah. Di sanalah kami berkenalan dan kemudian menjadi cukup akrab.

Sebenarnya saya malas diganggu ketika sedang “on fire mengerjakan sesuatu. Distraksi sekecil apa pun bisa serta-merta memadamkan semangat saya. Sulit bagi saya untuk bisa kembali menemukan momentum. Itulah sebabnya saya senantiasa mengenakan headset dan menyalakan musik di kantor ketika sedang mengerjakan sesuatu, supaya saya tak perlu terdistraksi oleh bunyi apa pun. Biasanya saya pilih Mozart atau jazz. Lagipula bisa menenangkan saya, membuat saya bisa berpikir lebih lancar.

“Aku pengen sinau trading,” katanya.

“Sinauadalah kata dalam bahasa Jawa yang artinya belajar. Saya paham dia hanya berbasa-basi untuk menghormati saya. Lha wong dia memang sudah bisa dan biasa trading, kok. Cukup berpengalaman, malah. Tetapi berbeda dengan saya, ia lebih banyak trading saham. Ia pernah trading forex tetapi tidak begitu berhasil. Saya mengerti ia hanya ingin berdiskusi dan saya suka berdiskusi tentang trading karena bisa memperkaya pengetahuan dan memperluas wawasan saya.

“OK. Jam piro? Di mana?”

“Habis maghrib, di tempat kita biasa ngopi dulu.” Ia menyebutkan sebuah coffee shop yang cukup terkenal di Bandung. “Gimana?” lanjutnya.

“OK. Sip,” balasku menutup percakapan.

Petang itu kami pun bertemu. Setelah sejenak berbasa-basi dan tertawa tentang kisah-kisah jenaka masa lalu, kami memulai percakapan sesungguhnya. Tentang trading, seperti yang sebelumnya telah kami bicarakan melalui WhasApp. Ia memulai dengan memperlihatkan demo account di laptop yang ia bawa.

Dab, aku pengen trading forex lagi, tapi pengalaman loss yang terakhir cukup membuatku harus lebih berhati-hati,” katanya membuka percakapan.

Loss dalam trading itu biasa, Dab,” kata saya. “Dirimu sebagai trader berpengalaman pasti pahamlah.”

Iyo, bener. Tapi karater forex ini beda dengan saham, Dab. Aku kan masih baru di forex. Jadi sepertinya harus sinau lagi pada dirimu,” katanya.

Halah, gombalmu!” kataku. Kami tertawa bersama.

“Jadi, kemarin aku googling strategi forex, lalu aku menemukan ini,” katanya sambil memutar laptopnya hingga layarnya menghadap kepadaku. Layar itu memperlihatkan situs sebuah trading signal provider berbayar. “Bagaimana menurutmu? Aku tertarik berlangganan,” katanya meminta pendapat saya.

“Tidak ada masalah. Tapi kalau bisa, coba lihat track record mereka dulu. Ada program trial-nya tidak?” kata saya.

“Hm… tidak ada.”

“Kalau begitu, jangan pilih yang itu. Cari yang ada program trial-nya.”

“Memangnya ada yang seperti itu?” tanyanya.

“Ada,” jawab saya. “Bahkan trading signal-nya gratis.”

“Ah, mosok?” Ketidakpercayaan jelas terlihat di wajahnya.

“Kamu coba program trading signal trial dari FOREXimf.com deh. Ada waktu seminggu untuk trial. Gratis. Setelah itu, kalau kamu cocok dan puas, bisa lanjut seumur hidupmu dan tetap gratis,” kata saya.

“Yang bener, Dab?” katanya, masih kurang yakin.

“Iya, bener. Kamu cukup buka live account saja di situ dan trading signal akan kamu dapatkan cuma-cuma selama kamu jadi nasabah aktif di sana. Tidak hanya itu, kamu juga bisa berdiskusi dengan tim Market Analyst seperti kita diskusi saat ini,” jawabku.

“Wah, menarik, Dab!” katanya antusias sambil menjentikkan jarinya. Saya tahu dia antusias, karena kebiasannya menjentikkan jari itu ketika mendengar atau melihat sesuatu yang menurutnya bagus.

“Iyalah. Sana, cepet daftar!”

“Sip, sip. Tapi nanti dulu. Sebenarnya aku mau tanya padamu, menurutmu lebih baik mana: signal follower atau independent trader?” tanyanya.

Saya balik bertanya, “Yang kamu maksud dengan independent trader itu yang seperti apa?”

“Ya… trader yang mandiri. Yang tidak bergantung pada orang lain kalau mau trading. Yang bisa menganalisa sendiri, mengambil keputusan sendiri,” jawabnya.

Independent trader itu baik, signal follower pun tak buruk,” jawab saya.

Saya melanjutkan, “Keuntungan menjadi independent trader adalah kita tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk bisa mendapatkan trading signal. Tetapi untuk menjadi seorang trader yang mandiri tentu tidak instan. Ada waktu dan mungkin bahkan biaya yang harus kita sediakan. Kita juga harus betul-betul berkomitmen untuk itu. Kamu tahu sendiri bagaimana upayaku selama bertahun-tahun, bahkan hingga satu dekade lebih, mendedikasikan diriku mempelajari forex trading.”

Ia manggut-manggut tanda setuju.

Saya melanjutkan, “Di sisi lain, menjadi signal follower juga tidak salah. Asalkan, tidak mengikuti secara buta. Artinya, kalau kita mau jadi signal follower, setidaknya kita harus tahu dasar-dasar analisa dan trading dulu. Di antaranya dan yang paling penting adalah money management dan risk management. Jadi, di saat kita mau mengikuti trading signal yang diberikan oleh signal provider, kita tahu di mana batasan resikonya hingga berapa lot maksimal yang boleh kita pergunakan.

“Nah, di FOREXimf.com, kamu bisa mendapatkan semua itu. Trading signal diberikan tiap kali tim Market Analyst berhasil mendapatkan sinyal yang confirmed, dan kamu bisa berdiskusi dengan mereka tentang posisi yang akan kamu ambil. Jadi itu semacam one stop trading service, kamu dapat trading signal, edukasi sekaligus konsultasi. Enak, kan?

“Jadi, sekali lagi, menjadi signal follower tidak ada salahnya, bahan sama baiknya dengan trader mandiri, asalkan, ya itu tadi: kita sebaiknya punya dasar pengetahuannya dulu. Dengan konsep di FOREXimf.com, kamu secara tidak langsung ‘dilatih’ untuk bisa mengenali peluang secara mandiri juga. Jadi dua-duanya bisa dapat: pertama mungkin jadi signal follower dulu, kemudian menjadi independent trader karena setiap trading signal yang dikirim selalu disertai penjelasan secara teknikal, apa yang menjadi alasan teknikalnya. Misalnya, ada pola candlestick tertentu, atau sinya indikator tertentu.

“Pada gilirannya, karena terbiasa ‘dididik’ melalui trading signal, akhirnya kamu akan jadi trader mandiri juga, Dab. Nantinya, kalau kamu melihat ada peluang, kamu bisa konsultasikan juga dengan tim Market Analyst FOREXimf.com. Biar kamu lebih yakin.

Nah, kalau kamu sudah benar-benar mandiri, trading signal dari FOREXimf.com sudah menjadi semacam ‘asisten pribadi’-mu yang tugasnya memberikan informasi setiap peluang yang muncul seandainya kamu sedang tidak ada waktu mantengin chart. Tinggal tunggu kabar dari tim Market Analyst FOREXimf.com, kamu tingga cek, menurutmu valid atau tidak. Enak, to?” saya menjelaskan panjang lebar.

Matanya berbinar. “Berapa biayanya?” tanyanya.

“Kamu ini lho…. Kan tadi sudah kukatakan: GRATIS. Kamu bisa trial seminggu, lalu setelah kamu buka live account, kamu bisa dapat semua layanan itu GRATIS,” jawab saya.

“Wah, kenapa aku nggak tahu dari dulu?” katanya.

Lha, kamu selama ini ke mana saja?”

Lalu kami kembali tertawa bersama-sama.

Seminggu kemudian, ada pesan di WhatsApp saya, “Dab, aku sudah coba trial untuk signal trading dari FOREXimf.com. Hari ini aku mau buka live account. Thanks, Dab!”

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami di kolom komentar.

Tips Menghindari “False Signal” Dalam Trading Forex

Salah satu metode analisa dalam trading forex adalah analisa teknikal dan charting alias analisa teknikal yang memanfaatkan grafik pergerakan harga (price chart/chart) merupakan salah satu metode analisa teknikal yang paling populer. Para chartist mempergunakan chart untuk kemudian memanfaatkannya untuk memproduksi trading signal yang akurat. Atau, setidaknya diharapkan untuk menjadi akurat, atau mendekati akurat.

Permasalahan yang sering dijumpai kemudian biasanya adalah kemunculan “false signal”, atau sinyal salah. Ada juga yang menamakan “fake signalalias sinyal “palsu”. Sinyal “palsu” semacam ini biasa muncul dari indikator teknikal, baik itu yang standar maupun yang costum.

Jika false signal terlalu sering muncul, cukup sering seorang trader merasa “tertipu” oleh indikator teknikal yang ia pergunakan, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak lagi mempergunakan indikator teknikal tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang indikator teknikal tidak mungkin bisa “sempurna”, dalam arti “selalu benar”. Lebih jauh lagi, trader yang mempergunakan indikator tersebut pun adalah manusia biasa yang bisa jadi salah menginterpretasikan kondisi indikator teknikal saat ia akan membuka posisi.

Jadi, memang bisa jadi indikator teknikalnya yang kurang berkualitas, bisa pula ada faktor “human error, di mana interpretasi seorang trader berbeda dengan apa yang terjadi sesungguhnya.

Dalam tulisan ini, kita akan membatasi pembahasan pada menghindari false signal pada indikator teknikal standar yang ada di MetaTrader. Kalau kita mau membahas semua indikator custom yang beredar di dunia forex, saya khawatir itu membutuhkan waktu setidaknya dua periode jabatan presiden RI.

Indikator Teknikal

Mari kita pahami dulu apa yang sebenarnya dimaksud dengan indikator teknikal. Berdasarkan definisi MetaTrader, indikator teknikal adalah “manipulasi matematis” atas harga dan/atau volume yang bertujuan untuk memperkirakan pergerakan harga di masa datang. Keputusan trading mengenai bagaimana dan kapan waktunya untuk membuka atau menutup posisi bisa dibuat berdasarkan sinyal-sinyal dari indikator teknikal.

Menurut fungsinya, indikator teknikal bisa dibagi ke dalam dua kelompok:

  • Indikator trend
  • Indikator osilator

Indikator trend membantu kita untuk mengamati arah harga dan mendeteksi perubahan arah secara langsung ataupun dengan jeda waktu tertentu. Osilator memungkinkan kita mencari “momentum pembalikan” arah.

Perhatikan kata “manipulasi matematis” dalam definisi indikator teknikal di atas. Ini berarti adalah bahwa indikator teknikal sebenarnya adalah “produk” dari pergerakan harga yang telah terjadi, karena ia mengolah data yang ada dan melalui algoritma tertentu memberikan “signal” yang kemudian diinterpretasi sebagai sinyal jual atau beli.

Dengan demikian, permasalahannya kemudian adalah interpretasi dari penggunan indikator tersebut, yaitu trader.

Salah Interpretasi

Indikator teknikal tidak hanya memanfaatkan data pergerakan harga yang telah terjadi tetapi juga pergerakan harga yang SEDANG terjadi. Itulah mengapa – kalau Anda perhatikan – indikator teknikal senantiasa bergerak atau berubah (naik-turun, muncul-hilang, atau berubah warna) mengikuti pergerakan harga terkini.

Ambil contoh, Parabolic SAR. Anda akan sering menemukan titik SAR muncul di bawah bar/candlestick, tetapi kemudian titik tersebut hilang dan berpindah tempat ke atas bar/candlestick yang Anda amati. Itu karena sebelumnya (berdasarkan algoritma pemrogramannya) titik SAR memang semestinya berada di bawah bar/candlestick, tetapi karena harga terus berubah dan membuat perhitungan SAR-nya pun berubah, maka titik SAR kemudian “berpindah tempat”.

Intinya, indikator teknikal bisa berubah sesuai dengan kondisi market.

Contoh kasus Parabolic SAR di atas hanya salah satu contoh saja. Mungkin Anda sering mendengar ada rekan trader Anda yang berceloteh, “Wah, stochastic-nya nipu! Tadi udah crossing naik, eh dia turun lagi!”

Sebenarnya, Saudara-Saudara, stochastic tidak menipu. Kitalah yang sering salah menginterpretasi kondisi stochastic. Bahwa sinyal dari stochastic bisa gagal, ya. Tetapi dia tidak menipu.

Tunggu Konfirmasi Closing Bar/Candlestick

Untuk menghindari “salah paham” atau salah interpretasi yang melahirkan false signal, Anda perlu menunggu sampai sinyal yang muncul dari indikator teknikal itu betul-betul terkonfirmasi.

Di atas sudah saya jelaskan bahwa indikator teknikal bisa berubah mengikuti perkembangan harga terkini, maka kuncinya adalah Anda harus menunggu hingga bar/candlestick yang Anda pergunakan betul-betul sudah “komplit”. Maksudnya bagaimana?

“Komplit” di sini maksudnya adalah sudah “closed”.

Mari kembali ke tuduhan “stochastic menipu” tadi. Contohnya, jika Anda mempergunakan candlestick time frame H1, maka untuk mengonfirmasi sinyal dari stochastic pastikan “umur” candlestick-nya sudah satu jam. Tunggu hingga candlestick tersebut closed, persis satu jam. Sinyal yang diberikan oleh stochastic (buy atau sell) akan lebih confirmed jika candlestick-nya sudah betul-betul closed.

Pergunakan Beberapa Indikator

Cara lain untuk meminimalisir “false signal adalah dengan mengombinasikan beberapa indikator teknikal. Cara ini cukup banyak dipergunakan oleh trader-trader berpengalaman. Kombinasi beberapa indikator inilah yang kemudian biasa disebut sebagai strategi trading.

Dengan mempergunakan beberapa indikator teknikal, Anda akan bisa melihat “sudut pandang” lain. Misalnya Anda memadukan Moving Average (MA) dengan stochastic. Ketika stochastic memperlihatkan sinyal buy tetapi  MA justru mengarah ke bawah, Anda bisa berhati-hati karena sinyal buy yang muncul mungkin tidak terlalu kuat, atau mungkin false, karena melawan trend yang sedang terjadi.

Tetapi ingat, sebaiknya tidak mempergunakan terlalu banyak indikator untuk menghindari kebingungan. Disarankan untuk mempergunakan maksimal tiga indikator berbeda dalam satu chart.

Selamat mencoba.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang tips menghindari false signal di kolom komentar.

Waspada Broker Forex Bodong

Kemajuan teknologi informasi membuat bisnis forex trading semakin populer. Dimanapun Anda berada,  akses untuk mendapatkan informasi tentang forex melalui Google, sangatlah mudah. Dengan mencari kata kunci “forex”, Anda pasti akan mendapatkan berbagai macam informasi seperti broker forex/pialang, strategi trading, hingga penawaran jasa dari orang – orang tertentu untuk mengelola dana Anda.

Informasi mengenai broker/pialang, biasanya selalu muncul di  pencarian Google. Apa itu pialang atau broker? Pialang atau broker adalah pihak yang bisa memfasilitasi masyarakat untuk melakukan transaksi forex secara online. Di Indonesia lebih di kenal dengan istilah Pialang Berjangka. Di Indonesia perdagangan forex secara derivatif dan komoditi berjangka difasilitasi oleh bursa berjangka. Hingga saat ini, hanya ada dua bursa berjangka di Indonesia. Kesatu adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan kedua adalah Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa tersebut beroperasi di bawah pemantauan dan dengan izin pemerintah Republik Indonesia.

Hati – Hati Penipuan

Ketertarikan terhadap bisnis trading forex belum di imbangi dengan pemahaman bisnis ini dengan baik.  Di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum memahami mengenai bagaimana sebenarnya trading forex ini. Celakanya, hal ini menjadi celah bagi orang – orang yang tidak bertanggung jawab.  Ketidatahuan masyarakat ini dimanfaatkan dengan berpura-pura menyediakan jasa untuk mengelola dana investasi forex dengan janji keuntungan yang mengiurkan.

Nah, apa sebenarnya yang harus Anda waspadai sebelum memutuskan untuk bergelut dalam trading forex? Mari kita ulas satu per satu.

Cek Legalitas Broker

Mengapa harus yang jelas legalitasnya? Pastinya adalah untuk melindungi Anda dari penipuan – penipuan yang marak di bisnis ini. Bayangkan saja Anda melakukan trading melalui pialang yang tidak jelas legalitasnya, atau bisa dikatakan tidak memiliki legalitas lalu broker tersebut kabur atau bangkrut. Siapa yang akan bertanggung jawab jika hal tersebut terjadi? Kemana Anda akan mengadu? Bisa dipastikan pemerintah pun tidak akan mau bertanggung jawab, karena pemerintah tidak menjamin perusahaan atau perorangan yang tidak terdaftar secara resmi di badan regulasi Indonesia.

Di Indonesia, bisnis trading forex diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Salah satu hal yang dijelaskan dalam Undang-Undang tersebut adalah bahwa setiap broker (Pialang Berjangka) yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Jadi, jika Anda sudah berniat untuk terjun di bisnis ini ini, pastikan Anda melakukannya bersama Pialang Berjangka yang sudah terdaftar dan mengantongi izin dari Bappebti. Salah satunya adalah FOREXimf.com yang sudah memperoleh izin dengan nomor 736/BAPPEBTI/SI/6/2005 atas nama PT International Mitra Futures.

Cek Rekening Perusahaan

Ketika Anda telah memilih Pialang Berjangka untuk anda bertransaksi, Anda pasti akan diminta untuk menyetorkan sejumlah dana yang digunakan sebagai modal melakukan transaksi. Anda harus waspada ketika melihat rekening yang menggunakan nama pribadi atau peseorangan. Seharusnya Anda melakukan penyetoran dana ke rekening khusus yang disebut segregated account atau “rekening terpisah” dengan rekening perusahaan. Rekening terpisah ini diawasi secara ketat oleh Lembaga Kliring Berjangka Indonesia.

Dana yang tertampung dalam rekening terpisah hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan kewajiban yang timbul dari transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Apa maksudnya? Salah satu contohnya adalah ketika nasabah mengalami kerugian, maka kerugian itu akan dibebankan ke dana nasabah yang tersimpan di rekening terpisah. Dan begitupun sebaliknya jika nasabah mengalami keuntungan, maka dana nasabah yang ada di rekening terpisah itu akan bertambah.

Rekening terpisah ini juga merupakan salah satu “pengaman” bagi dana nasabah, karena pialang berjangka tidak bisa mempergunakan dana tersebut untuk kepentingan lain selain yang telah disebutkan diatas. Kesimpulannya, hanya nasabah saja yang bisa mengakses dana yang tersimpan di rekening terpisah itu.

Tetap waspada, jika ada pialang yang sudah mendapatkan izin dari Bappebti, namun mereka tetap  menggiring nasabah untuk menyetorkan dana ke rekening yang bukan rekening terpisah dan tidak terdaftar di Bappebti. Jangan harap dana Anda akan selamat.

Jadi, jika Anda yakin ingin membuka akun trading, sebaiknya cek terlebih dahulu nomor rekening tujuan penyetoran dana Anda. Anda bisa mengeceknya di link website resmi Bappebti: http://www.bappebti.go.id/. Jika rekeningnya tidak terdaftar, sebaiknya urungkan niat Anda untuk menyetorkan dana Anda.

Cek Pelayanannya

Pelayanan adalah hak harus di dapatkan oleh nasabah. Waspadai jika pilang tersebut tidak memberikan pelayanan yang seharusnya diberikan. Lebih penting lagi: apakah pialang tersebut menyediakan pelayanan khusus untuk edukasi?

Edukasi sangatlah penting bagi nasabah yang ingin terjun dalam bisnis ini. Perlu dipahami bahwa bisnis ini menawarkan potensi keuntungan yang besar dan cepat, namun juga memiliki tingkat resiko yang tinggi. Oleh karena itu, pendampingan untuk bisnis ini sangatlah di perlukan.

Bayangkan jika Anda melakukan bertransaksi tanpa mengetahui seluk beluk bisnisnya. Lebih parah lagi, jika Anda tidak tahu bagaimana cara melakukan analisa yang benar, mengatur modal dan meminimalkan resiko. Pelajarilah terlebih dahulu bisnis ini dengan seksama.

Kami, FOREXimf.com siap membantu Anda. Silakan coba dan buktikan manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membuka akun di tempat kami dengan simulasi di sini

Selamat bergabung trader !!

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang tips terhindar broker forex bodong di kolom komentar.

Mungkinkah Harga Minyak Mentah Rebound?

Harga minyak mentah jenis US West Texas Intermediate telah mengalami koreksi cukup dalam sejak menyentuh level tertinggi tahun ini di kisaran $75.25 per barrel. Saat ini, harga terpantau bergerak di kisaran $67.75 per barrel. Yang menarik adalah bahwa secara teknikal harga bergerak di area support yang dibentuk oleh MA 50 dan MA 100 yang terlihat di chart Daily. Jika diperhatikan, area support saat ini adalah kisaran $66.35 hingga $69.42 per barrel.

Harga Minyak Mentah

Kondisi pasar saat ini berdasarkan stochastic oscillator di chart yang sama hampir memperlihatkan indikasi jenuh jual (overold). Ini adalah momen yang krusial, karena konfirmasi sinyal bullish di area support saat ini berpotensi akan memberikan sinyal beli yang cukup kuat. Apalagi kalau kita coba melihat chart Weekly, di mana kita bisa melihat trend naik yang cukup baik ditandai dengan trendline. Harga juga sudah semakin mendekati trendline tersebut.

Kita tahu, bahwa trendline juga bisa berfungsi sebagai area support. Stochastic juga semakin mendekati kondisi oversold di chart Weekly.

Harga Minyak Mentah

Berdasarkan analisa teknikal tersebut, kita bisa menarik kesimpulan sementara bahwa secara umum ada peluang rebound pada minyak mentah.

Yang perlu kita lakukan adalah mengunggu konfirmasi sinyal bullish di area support. Untuk konfirmasinya, kami akan mengacu ke chart Daily, tepatnya di kisaran $66.35 hingga $69.42. Potensi rebound-nya sendiri adalah hingga kisaran $70.80 hingga $72.50. Jika Anda membuka posisi 1 lot di kontrak oil, maka peluang keuntungan yang bisa Anda peroleh adalah sekitar 300 hingga 500 pips, atau setara 30 hingga 50 juta rupiah.

Area yang perlu diwaspadai adalah area support $63.60, karena skenario bullish ini kemungkinan tidak akan berhasil jika harga berhasil tembus ke bawah level tersebut. Jika harga minyak tembus ke bawah $63.60 per barrel, ada kemungkinan harga minyak mentah akan terus melemah ke area support selanjutnya yaitu kisaran $60.84 hingga $57.75 per barrel.

Kesimpulan

Minyak mentah saat ini masih bergerak dalam uptrend. Area entry­-nya adalah kisaran $66.35 hingga $69.42, di mana Anda bisa mencoba mencari konfirmasi sinyal beli. Target rebound adalah kisaran $70.80 hingga $72.50.

Area antisipasi adalah $63.60, karena skenario bullish ini bisa gagal jika harga tembus ke bawah support tersebut dan membuka peluang bearish hingga kisaran  $60.84 hingga $57.75 per barrel.

Selamat “berburu”.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Berapa Akurasi Signal Trading Yang Bagus?

Pertanyaan yang saya jadikan judul di atas adalah pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya, di samping pertanyaan senada seperti, “Berapa persen akurasi signal trading Bapak?”.

Banyak trader (biasanya pemula) sangat mendewakan akurasi. Begitu mendewakannya sehingga mereka beranggapan bahwa strategi trading yang baik adalah yang akurasinya adalah 100%.

Pertanyaannya, mungkinkah akurasi dari analisa seorang trader (atau analis) mencapai angka 100%?

Bisa.

Lho, kok bisa? Bukankah selama ini saya mengatakan bahwa tidak mungkin akurasi bisa 100%, karena manusia tidak mungkin maha benar?

“Bisa” di sini tentu bukan tanpa syarat dan yang pasti: tidak SELAMANYA benar.

Bagaimana ceritanya?

Mari kita ambil contoh kasus. Ini kisah nyata.

Ada seorang trader (pemula, tentu saja), sebut saja bernama Budi, datang kepada kami dan mengabarkan bahwa ia pernah mengikuti signal trading yang disediakan seseorang dengan akurasi hampir 99%. Kabar itu menjadi lebih menarik ketika ia bersaksi bahwa modalnya bisa berkembang sebesar lebih dari 100% hanya dalam waktu seminggu.

Terus terang, cerita seperti itu bukan kisah baru bagi saya. Saya teramat sering mendengar kisah yang bahkan lebih fantastis daripada itu.

Lalu apakah itu berarti tidak mungkin modal berkembang sampai 100% dalam seminggu? Saya tidak bilang begitu. Mungkin saja, bahkan sangat mungkin.

Hanya saja, ada satu hal yang sering dilupakan (atau mungkin bahkan tidak diketahui) para trader, yaitu bahwa performa strategi/signal trading di masa kini tidak mencerminkan performa di masa lampau maupun di masa depan. Artinya, tetap ada kemungkinan starategi/signal trading tersebut akan mengalami “masa kelam” di masa mendatang. Nothing on this earth is perfectly perfect.

Trader Top Dunia Pun Pernah Loss

Pada kenyataannya, bahkan trader-trader kelas dunia pun pernah mengalami kerugian. Mereka bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang sangat berdedikasi di bidang trading serta kualitas mereka pun sudah dibuktikan oleh dunia. Sebut saja nama seperti Ed Seykota, trader kawakan yang sudah berkecimpung di dunia trading sejak tahun 1970. Simak petuahnya yang paling terkenal, “The elements of good trading are: 1) cutting losses, 2) cutting losses, and 3) cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.

Jadi, menurut Ed Seykota, ada tiga elemen trading yang baik, yaitu cut loss, cut loss dan cut loss. Kita akan berkesempatan sukses dalam trading, menurut Seykota, jika kita mengikuti tiga aturan tersebut.

Artinya, bahkan trader sekaliber Ed Seykota pun mengakui bahwa tidak mungkin ia senantiasa benar. Ada kalanya analisanya salah dan ia harus melakukan cut loss.

Dan Ed Seykota masih survive sampai sekarang sebagai trader yang bukan trader biasa. Bahkan Jack D. Schwager, pakar trading lain yang juga merupakan penulis buku best seller “Market Wizards, menyebut bahwa “pencapaiannya (Seykota) sudah semestinya menempatkannya sebagai salah satu trader terbaik di masa kita.”

Bukan hanya Ed Seykota yang menegaskan bahwa mereka pernah “salah”. Sebut saja nama-nama seperti Victor “Trader Vic” Sperandeo, Marty Schwartz, Paul Tudor Jones, Randy McKay. Mereka secara implisit maupun eksplisit mengakui bahwa mereka pernah merugi.

Mengapa saya paparkan hal ini? Karena ini berhubungan dengan judul artikel ini. Yang ingin saya sampaikan adalah, bahkan trader top kelas dunia pun pernah rugi dan kerugian yang mereka alami tak mempengaruhi kesuksesan mereka sebagai trader top.

Lalu harus bagaimana, dong?

Di atas sudah saya ceritakan tentang kesaksian pak Andi. Lalu apakah kesaksian pak Andi di atas itu bohong?

Tidak begitu juga.

Bahkan saya tertarik untuk mencoba signal yang diceritakan pak Andi itu. Kita harus terbuka pada hal-hal baru, tetapi ingatlah apa yang akan saya tuliskan di paragraf selanjutnya.

Silakan Anda meyakini bahwa sebuah strategi/signal trading benar-benar bagus, tetapi Anda tetap harus menyadari bahwa strategi/signal trading itu adalah buatan manusia. Manusia memiliki keterbatasan, sehingga strategi yang ia hasilkan mungkin saja – seperti yang saya sebut di atas – suatu saat akan menemui kegagalan.

Untuk itu, pergunakanlah risk management dan money management yang sesuai dengan modal Anda. Batasi resiko, pergunakan modal dengan bijak. Jika dua hal ini Anda terapkan dengan baik, Anda akan menemukan bahwa akurasi bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kesuksesan trading.

Beberapa pekan terakhir ini saya menguji sebuah strategi trading secara live, mempergunakan real account, yang katanya memiliki akurasi tinggi. Ternyata betul, akurasinya tinggi. Tetapi sayangnya, penerapan risk management-nya tidak terlalu bagus. Akhirnya? Minus, Saudara-Saudara.

Di bawah ini saya tunjukkan sebagian penting dari Detailed Statement-nya.

signal trading, signal trading forex

Dengan akurasi mencapai 81,4 persen, bisa disimpulkan bahwa kira-kira 8 dari 10 transaksi yang dilakukan berdasarkan strategi tersebut membuahkan profit, tetapi dua transaksi yang lain (yang berakhir loss) mampu MENGHAPUS semua keuntungan dari 8 transaksi sebelumnya.

Itu adalah bukti bahwa akurasi bukanlah segalanya. Dari Detailed Statement di atas, bisa kita lihat bahwa dari 43 transaksi yang dilakukan, hanya 8 yang merugi. Tetapi hasil keseluruhan masih rugi.

Tetapi bukan berarti akurasi tidak penting lho. Tetap penting, tetapi tidak akan bermakna jika tidak diimbangi dengan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik.

Jadi, menjawab pertanyaan judul di atas mungkin bisa saya sampaikan seperti ini:

Strategi atau signal trading yang bagus tidak dilihat dari akurasinya, melainkan dari akumulasi hasil semua transaksi yang dilakukan. Kalau akumulasi hasil transaksinya positif, berarti strategi/signal tersebut cocok untuk Anda. Jika sebaliknya, mungkin tidak cocok untuk Anda.

Tetapi pertanyaan seperti judul artikel ini tidak pernah berhenti saya terima. Baiklah. Saya sebutkan saja, bahwa asalkan akurasi signal dari strategi trading Anda tidak kurang dari 50%, itu sudah cukup baik. Asalkan – sekali lagi – diperkuat dengan risk management dan money management yang tepat.

Selamat berburu signal trading.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Mengapa Pengumuman Suku Bunga Penting Bagi Trader Forex?

Tingkat suku bunga merupakan salah satu data ekonomi yang bisa menggerakkan pasar. Bahkan mungkin bisa dikatakan bahwa pengumuman tingkat suku bungalah yang sebenarnya menjadi “primadona” pasar. Mungkin merupakan faktor terbesar dalam menentukan nilai sebuah mata uang.

Jadi, dengan mengetahui bagaimana bank sentral sebuah negara menetapkan kebijakan moneter, seperti tingkat suku bunga, merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui.

Salah satu hal yang paling mempengaruhi tingkat suku bunga bank sentral adalah stabilitas harga, atau “inflasi”. Secara sederhana, inflasi bisa diterjemahkan sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang konstan.

Gampangnya, inflasi adalah hal yang menyebabkan harga barang yang biasa kita konsumsi mengalami kenaikan dari waktu waktu. Lima tahun yang lalu mungkin Anda hanya membutuhkan uang sebesar Rp 15.000,- untuk membeli sebungkus rokok, tetapi sekarang mungkin Anda harus mengeluarkan uang setidaknya sebesar Rp 20.000,- untuk rokok yang sama.

Sebenarnya laju inflasi yang tidak terlalu tinggi bisa dimaklumi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika laju inflasi menjadi terlalu tinggi, bisa-bisa perekonomian negara yang bersangkutan akan terganggu. Itulah mengapa bank sentral selalu mengawasi berbagai indikator yang terkait dengan inflasi seperti CPI dan PPI.

Negara Bank Sentral
Amerika Serikat The Federal Reserve System (The Fed)
Australia Reserve Bank of Australia (RBA)
Inggris Bank of England (BoE)
Jepang Bank of Japan (BOJ)
Kanada Bank of Canada (BOC)
New Zealand Reserve Bank of New Zealand (RBNZ)
Swiss Swiss National Bank (SNB)
Uni Eropa European Central Bank (ECB)

Sebagai upaya untuk menjaga agar laju inflasi tetap berada di angka yang “nyaman”, bank-bank sentral biasanya mengatur tingkat suku bunga acuan. Jika suku bunga dinaikkan, biasanya inflasi melambat, demikian pula pertumbuhan ekonomi secara umum.

Hal ini terjadi karena dengan menerapkan suku bunga yang lebih tinggi, biasanya akan mengurangi minat konsumen dan pebisnis untuk mengajukan kredit pinjaman dan sebaliknya akan menaikkan minat menabung, sehingga ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

Mengapa orang jadi kurang suka mengajukan kredit? Karena biaya (bunga) untuk pinjaman akan menjadi lebih tinggi, sementara bunga untuk simpanan menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, apabila suku bunga berkurang alias diturunkan, konsumen dan pebisnis cenderung mengajukan kredit pinjaman karena bunganya akan menjadi lebih murah, sehingga akan mendorong belanja masyarakat dan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi.

suku bunga fed

Jadi apa hubungannya dengan pasar forex?

Jadi begini. Mata uang itu bergantung pada suku bunga karena menentukan aliran dana secara global, masuk dan keluar dari negara tertentu. Suku bunga merupakan salah satu pertimbangan investor asing untuk memutuskan apakah mereka akan berinvestasi di negara tersebut, atau tidak.

Sederhananya begini: jika Anda dihadapkan pada pilihan antara menabung di bank yang menawarkan jasa/bunga sebesar 1%, sementara bank yang lain menawarkan bunga 0,25%; bank mana yang Anda pilih?

Ya, memang bisa saja Anda memilih untuk menyimpan uang di bawah kasur… tetapi normalnya orang akan memilih opsi pertama: 1%, karena 1 jelas lebih besar daripada 0,25.

Nah, di mata uang pun berlaku hal seperti itu.

Semakin tinggi tingkat suku bunga sebuah negara, semakin besar potensi mata uangnya akan menguat. Sebaliknya mata uang negara yang memiliki tingkat suku bunga rendah akan rentan mengalami pelemahan. Tentu saja, ini bukan satu-satunya alasan mata uang menguat atau melemah, tetapi suku bunga adalah salah satu hal yang bisa memicu penguatan atau pelemahan mata uang tertentu.

Sederhana kan?

Rencana Kenaikan Suku Bunga Fed

Hari Kamis mendatang (2/8/2018) pukul 01.00 WIB, atau di hari Rabu (1/8/2018) pukul 14.00 waktu New York, Federal Reserve (Fed) akan mengumumkan tingkat suku bunga. Diperkirakan Fed kali ini akan menahan suku bunga di angka 2 persen.

Kalau kita pantau perkembangan berita terkait suku bunga Fed, ada peluang kenaikan suku bunga sebanyak dua kali lagi di tahun ini. Tetapi masih segar dalam ingatan ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam wawancaranya dengan CNBC tanggal 19 Juli 2018 mengatakan bahwa ia khawatir penguatan USD akan mengganggu eskpor AS. Ia juga kkhawatir Fed akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Pernyataan tersebut melemahkan USD saat itu, kendati kemudian juru bicara Gedung Putih memberikan “klarifikasi” bahwa Presiden tidak akan mengintervensi kebijakan Fed.

Seperti telah disampaikan, kali ini Fed diperkirakan akan menahan suku bunga di 2 persen. Ada kemungkinan USD akan melemah jika suku bunga Fed kali ini bertahan di angka tersebut, karena ekspektasi pasar sebenarnya adalah kenaikan suku bunga setidaknya dua kali lagi di tahun ini.

Bagaimana Peluang Pasar?

Secara umum hingga saat ini USD masih berada dalam trend penguatan untuk jangka panjang meskipun terjadi koreksi-koreksi merespon kondisi pasar dan fundamental terkini.

Kalaupun Fed memutuskan untuk menahan suku bunga kali ini, pelemahan yang terjadi pada USD kemungkinan hanya berupa koreksi (untuk view jangka panjang).

Untuk memanfaatkan hal tersebut, kami tertarik pada USDJPY yang menurut view jangka menengah sedang bergerak di area support. Jika yang terjadi adalah skenario pelemahan USD, maka penembusan ke bawah 110.575 kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan turun dengan potensi sasaran di kisaran 109.964-109.

Sebaliknya, jika ternyata USD tidak jadi melemah, penembusan ke atas 111.564 kemungkinan akan membawa USDJPY naik menuju kisaran 112.174-112.552.

suku bunga fed pada USDJPY