Official Blog FOREXimf.com

Posts

Waspada Broker Forex Bodong

Kemajuan teknologi informasi membuat bisnis forex trading semakin populer. Dimanapun Anda berada,  akses untuk mendapatkan informasi tentang forex melalui Google, sangatlah mudah. Dengan mencari kata kunci “forex”, Anda pasti akan mendapatkan berbagai macam informasi seperti broker forex/pialang, strategi trading, hingga penawaran jasa dari orang – orang tertentu untuk mengelola dana Anda.

Informasi mengenai broker/pialang, biasanya selalu muncul di  pencarian Google. Apa itu pialang atau broker? Pialang atau broker adalah pihak yang bisa memfasilitasi masyarakat untuk melakukan transaksi forex secara online. Di Indonesia lebih di kenal dengan istilah Pialang Berjangka. Di Indonesia perdagangan forex secara derivatif dan komoditi berjangka difasilitasi oleh bursa berjangka. Hingga saat ini, hanya ada dua bursa berjangka di Indonesia. Kesatu adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan kedua adalah Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa tersebut beroperasi di bawah pemantauan dan dengan izin pemerintah Republik Indonesia.

Hati – Hati Penipuan

Ketertarikan terhadap bisnis trading forex belum di imbangi dengan pemahaman bisnis ini dengan baik.  Di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum memahami mengenai bagaimana sebenarnya trading forex ini. Celakanya, hal ini menjadi celah bagi orang – orang yang tidak bertanggung jawab.  Ketidatahuan masyarakat ini dimanfaatkan dengan berpura-pura menyediakan jasa untuk mengelola dana investasi forex dengan janji keuntungan yang mengiurkan.

Nah, apa sebenarnya yang harus Anda waspadai sebelum memutuskan untuk bergelut dalam trading forex? Mari kita ulas satu per satu.

Cek Legalitas Broker

Mengapa harus yang jelas legalitasnya? Pastinya adalah untuk melindungi Anda dari penipuan – penipuan yang marak di bisnis ini. Bayangkan saja Anda melakukan trading melalui pialang yang tidak jelas legalitasnya, atau bisa dikatakan tidak memiliki legalitas lalu broker tersebut kabur atau bangkrut. Siapa yang akan bertanggung jawab jika hal tersebut terjadi? Kemana Anda akan mengadu? Bisa dipastikan pemerintah pun tidak akan mau bertanggung jawab, karena pemerintah tidak menjamin perusahaan atau perorangan yang tidak terdaftar secara resmi di badan regulasi Indonesia.

Di Indonesia, bisnis trading forex diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Salah satu hal yang dijelaskan dalam Undang-Undang tersebut adalah bahwa setiap broker (Pialang Berjangka) yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Jadi, jika Anda sudah berniat untuk terjun di bisnis ini ini, pastikan Anda melakukannya bersama Pialang Berjangka yang sudah terdaftar dan mengantongi izin dari Bappebti. Salah satunya adalah FOREXimf.com yang sudah memperoleh izin dengan nomor 736/BAPPEBTI/SI/6/2005 atas nama PT International Mitra Futures.

Cek Rekening Perusahaan

Ketika Anda telah memilih Pialang Berjangka untuk anda bertransaksi, Anda pasti akan diminta untuk menyetorkan sejumlah dana yang digunakan sebagai modal melakukan transaksi. Anda harus waspada ketika melihat rekening yang menggunakan nama pribadi atau peseorangan. Seharusnya Anda melakukan penyetoran dana ke rekening khusus yang disebut segregated account atau “rekening terpisah” dengan rekening perusahaan. Rekening terpisah ini diawasi secara ketat oleh Lembaga Kliring Berjangka Indonesia.

Dana yang tertampung dalam rekening terpisah hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan kewajiban yang timbul dari transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Apa maksudnya? Salah satu contohnya adalah ketika nasabah mengalami kerugian, maka kerugian itu akan dibebankan ke dana nasabah yang tersimpan di rekening terpisah. Dan begitupun sebaliknya jika nasabah mengalami keuntungan, maka dana nasabah yang ada di rekening terpisah itu akan bertambah.

Rekening terpisah ini juga merupakan salah satu “pengaman” bagi dana nasabah, karena pialang berjangka tidak bisa mempergunakan dana tersebut untuk kepentingan lain selain yang telah disebutkan diatas. Kesimpulannya, hanya nasabah saja yang bisa mengakses dana yang tersimpan di rekening terpisah itu.

Tetap waspada, jika ada pialang yang sudah mendapatkan izin dari Bappebti, namun mereka tetap  menggiring nasabah untuk menyetorkan dana ke rekening yang bukan rekening terpisah dan tidak terdaftar di Bappebti. Jangan harap dana Anda akan selamat.

Jadi, jika Anda yakin ingin membuka akun trading, sebaiknya cek terlebih dahulu nomor rekening tujuan penyetoran dana Anda. Anda bisa mengeceknya di link website resmi Bappebti: http://www.bappebti.go.id/. Jika rekeningnya tidak terdaftar, sebaiknya urungkan niat Anda untuk menyetorkan dana Anda.

Cek Pelayanannya

Pelayanan adalah hak harus di dapatkan oleh nasabah. Waspadai jika pilang tersebut tidak memberikan pelayanan yang seharusnya diberikan. Lebih penting lagi: apakah pialang tersebut menyediakan pelayanan khusus untuk edukasi?

Edukasi sangatlah penting bagi nasabah yang ingin terjun dalam bisnis ini. Perlu dipahami bahwa bisnis ini menawarkan potensi keuntungan yang besar dan cepat, namun juga memiliki tingkat resiko yang tinggi. Oleh karena itu, pendampingan untuk bisnis ini sangatlah di perlukan.

Bayangkan jika Anda melakukan bertransaksi tanpa mengetahui seluk beluk bisnisnya. Lebih parah lagi, jika Anda tidak tahu bagaimana cara melakukan analisa yang benar, mengatur modal dan meminimalkan resiko. Pelajarilah terlebih dahulu bisnis ini dengan seksama.

Kami, FOREXimf.com siap membantu Anda. Silakan coba dan buktikan manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membuka akun di tempat kami dengan simulasi di sini

Selamat bergabung trader !!

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang tips terhindar broker forex bodong di kolom komentar.

Mungkinkah Harga Minyak Mentah Rebound?

Harga minyak mentah jenis US West Texas Intermediate telah mengalami koreksi cukup dalam sejak menyentuh level tertinggi tahun ini di kisaran $75.25 per barrel. Saat ini, harga terpantau bergerak di kisaran $67.75 per barrel. Yang menarik adalah bahwa secara teknikal harga bergerak di area support yang dibentuk oleh MA 50 dan MA 100 yang terlihat di chart Daily. Jika diperhatikan, area support saat ini adalah kisaran $66.35 hingga $69.42 per barrel.

Harga Minyak Mentah

Kondisi pasar saat ini berdasarkan stochastic oscillator di chart yang sama hampir memperlihatkan indikasi jenuh jual (overold). Ini adalah momen yang krusial, karena konfirmasi sinyal bullish di area support saat ini berpotensi akan memberikan sinyal beli yang cukup kuat. Apalagi kalau kita coba melihat chart Weekly, di mana kita bisa melihat trend naik yang cukup baik ditandai dengan trendline. Harga juga sudah semakin mendekati trendline tersebut.

Kita tahu, bahwa trendline juga bisa berfungsi sebagai area support. Stochastic juga semakin mendekati kondisi oversold di chart Weekly.

Harga Minyak Mentah

Berdasarkan analisa teknikal tersebut, kita bisa menarik kesimpulan sementara bahwa secara umum ada peluang rebound pada minyak mentah.

Yang perlu kita lakukan adalah mengunggu konfirmasi sinyal bullish di area support. Untuk konfirmasinya, kami akan mengacu ke chart Daily, tepatnya di kisaran $66.35 hingga $69.42. Potensi rebound-nya sendiri adalah hingga kisaran $70.80 hingga $72.50. Jika Anda membuka posisi 1 lot di kontrak oil, maka peluang keuntungan yang bisa Anda peroleh adalah sekitar 300 hingga 500 pips, atau setara 30 hingga 50 juta rupiah.

Area yang perlu diwaspadai adalah area support $63.60, karena skenario bullish ini kemungkinan tidak akan berhasil jika harga berhasil tembus ke bawah level tersebut. Jika harga minyak tembus ke bawah $63.60 per barrel, ada kemungkinan harga minyak mentah akan terus melemah ke area support selanjutnya yaitu kisaran $60.84 hingga $57.75 per barrel.

Kesimpulan

Minyak mentah saat ini masih bergerak dalam uptrend. Area entry­-nya adalah kisaran $66.35 hingga $69.42, di mana Anda bisa mencoba mencari konfirmasi sinyal beli. Target rebound adalah kisaran $70.80 hingga $72.50.

Area antisipasi adalah $63.60, karena skenario bullish ini bisa gagal jika harga tembus ke bawah support tersebut dan membuka peluang bearish hingga kisaran  $60.84 hingga $57.75 per barrel.

Selamat “berburu”.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Berapa Akurasi Signal Trading Yang Bagus?

Pertanyaan yang saya jadikan judul di atas adalah pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya, di samping pertanyaan senada seperti, “Berapa persen akurasi signal trading Bapak?”.

Banyak trader (biasanya pemula) sangat mendewakan akurasi. Begitu mendewakannya sehingga mereka beranggapan bahwa strategi trading yang baik adalah yang akurasinya adalah 100%.

Pertanyaannya, mungkinkah akurasi dari analisa seorang trader (atau analis) mencapai angka 100%?

Bisa.

Lho, kok bisa? Bukankah selama ini saya mengatakan bahwa tidak mungkin akurasi bisa 100%, karena manusia tidak mungkin maha benar?

“Bisa” di sini tentu bukan tanpa syarat dan yang pasti: tidak SELAMANYA benar.

Bagaimana ceritanya?

Mari kita ambil contoh kasus. Ini kisah nyata.

Ada seorang trader (pemula, tentu saja), sebut saja bernama Budi, datang kepada kami dan mengabarkan bahwa ia pernah mengikuti signal trading yang disediakan seseorang dengan akurasi hampir 99%. Kabar itu menjadi lebih menarik ketika ia bersaksi bahwa modalnya bisa berkembang sebesar lebih dari 100% hanya dalam waktu seminggu.

Terus terang, cerita seperti itu bukan kisah baru bagi saya. Saya teramat sering mendengar kisah yang bahkan lebih fantastis daripada itu.

Lalu apakah itu berarti tidak mungkin modal berkembang sampai 100% dalam seminggu? Saya tidak bilang begitu. Mungkin saja, bahkan sangat mungkin.

Hanya saja, ada satu hal yang sering dilupakan (atau mungkin bahkan tidak diketahui) para trader, yaitu bahwa performa strategi/signal trading di masa kini tidak mencerminkan performa di masa lampau maupun di masa depan. Artinya, tetap ada kemungkinan starategi/signal trading tersebut akan mengalami “masa kelam” di masa mendatang. Nothing on this earth is perfectly perfect.

Trader Top Dunia Pun Pernah Loss

Pada kenyataannya, bahkan trader-trader kelas dunia pun pernah mengalami kerugian. Mereka bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang sangat berdedikasi di bidang trading serta kualitas mereka pun sudah dibuktikan oleh dunia. Sebut saja nama seperti Ed Seykota, trader kawakan yang sudah berkecimpung di dunia trading sejak tahun 1970. Simak petuahnya yang paling terkenal, “The elements of good trading are: 1) cutting losses, 2) cutting losses, and 3) cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.

Jadi, menurut Ed Seykota, ada tiga elemen trading yang baik, yaitu cut loss, cut loss dan cut loss. Kita akan berkesempatan sukses dalam trading, menurut Seykota, jika kita mengikuti tiga aturan tersebut.

Artinya, bahkan trader sekaliber Ed Seykota pun mengakui bahwa tidak mungkin ia senantiasa benar. Ada kalanya analisanya salah dan ia harus melakukan cut loss.

Dan Ed Seykota masih survive sampai sekarang sebagai trader yang bukan trader biasa. Bahkan Jack D. Schwager, pakar trading lain yang juga merupakan penulis buku best seller “Market Wizards, menyebut bahwa “pencapaiannya (Seykota) sudah semestinya menempatkannya sebagai salah satu trader terbaik di masa kita.”

Bukan hanya Ed Seykota yang menegaskan bahwa mereka pernah “salah”. Sebut saja nama-nama seperti Victor “Trader Vic” Sperandeo, Marty Schwartz, Paul Tudor Jones, Randy McKay. Mereka secara implisit maupun eksplisit mengakui bahwa mereka pernah merugi.

Mengapa saya paparkan hal ini? Karena ini berhubungan dengan judul artikel ini. Yang ingin saya sampaikan adalah, bahkan trader top kelas dunia pun pernah rugi dan kerugian yang mereka alami tak mempengaruhi kesuksesan mereka sebagai trader top.

Lalu harus bagaimana, dong?

Di atas sudah saya ceritakan tentang kesaksian pak Andi. Lalu apakah kesaksian pak Andi di atas itu bohong?

Tidak begitu juga.

Bahkan saya tertarik untuk mencoba signal yang diceritakan pak Andi itu. Kita harus terbuka pada hal-hal baru, tetapi ingatlah apa yang akan saya tuliskan di paragraf selanjutnya.

Silakan Anda meyakini bahwa sebuah strategi/signal trading benar-benar bagus, tetapi Anda tetap harus menyadari bahwa strategi/signal trading itu adalah buatan manusia. Manusia memiliki keterbatasan, sehingga strategi yang ia hasilkan mungkin saja – seperti yang saya sebut di atas – suatu saat akan menemui kegagalan.

Untuk itu, pergunakanlah risk management dan money management yang sesuai dengan modal Anda. Batasi resiko, pergunakan modal dengan bijak. Jika dua hal ini Anda terapkan dengan baik, Anda akan menemukan bahwa akurasi bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kesuksesan trading.

Beberapa pekan terakhir ini saya menguji sebuah strategi trading secara live, mempergunakan real account, yang katanya memiliki akurasi tinggi. Ternyata betul, akurasinya tinggi. Tetapi sayangnya, penerapan risk management-nya tidak terlalu bagus. Akhirnya? Minus, Saudara-Saudara.

Di bawah ini saya tunjukkan sebagian penting dari Detailed Statement-nya.

signal trading, signal trading forex

Dengan akurasi mencapai 81,4 persen, bisa disimpulkan bahwa kira-kira 8 dari 10 transaksi yang dilakukan berdasarkan strategi tersebut membuahkan profit, tetapi dua transaksi yang lain (yang berakhir loss) mampu MENGHAPUS semua keuntungan dari 8 transaksi sebelumnya.

Itu adalah bukti bahwa akurasi bukanlah segalanya. Dari Detailed Statement di atas, bisa kita lihat bahwa dari 43 transaksi yang dilakukan, hanya 8 yang merugi. Tetapi hasil keseluruhan masih rugi.

Tetapi bukan berarti akurasi tidak penting lho. Tetap penting, tetapi tidak akan bermakna jika tidak diimbangi dengan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik.

Jadi, menjawab pertanyaan judul di atas mungkin bisa saya sampaikan seperti ini:

Strategi atau signal trading yang bagus tidak dilihat dari akurasinya, melainkan dari akumulasi hasil semua transaksi yang dilakukan. Kalau akumulasi hasil transaksinya positif, berarti strategi/signal tersebut cocok untuk Anda. Jika sebaliknya, mungkin tidak cocok untuk Anda.

Tetapi pertanyaan seperti judul artikel ini tidak pernah berhenti saya terima. Baiklah. Saya sebutkan saja, bahwa asalkan akurasi signal dari strategi trading Anda tidak kurang dari 50%, itu sudah cukup baik. Asalkan – sekali lagi – diperkuat dengan risk management dan money management yang tepat.

Selamat berburu signal trading.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Mengapa Pengumuman Suku Bunga Penting Bagi Trader Forex?

Tingkat suku bunga merupakan salah satu data ekonomi yang bisa menggerakkan pasar. Bahkan mungkin bisa dikatakan bahwa pengumuman tingkat suku bungalah yang sebenarnya menjadi “primadona” pasar. Mungkin merupakan faktor terbesar dalam menentukan nilai sebuah mata uang.

Jadi, dengan mengetahui bagaimana bank sentral sebuah negara menetapkan kebijakan moneter, seperti tingkat suku bunga, merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui.

Salah satu hal yang paling mempengaruhi tingkat suku bunga bank sentral adalah stabilitas harga, atau “inflasi”. Secara sederhana, inflasi bisa diterjemahkan sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang konstan.

Gampangnya, inflasi adalah hal yang menyebabkan harga barang yang biasa kita konsumsi mengalami kenaikan dari waktu waktu. Lima tahun yang lalu mungkin Anda hanya membutuhkan uang sebesar Rp 15.000,- untuk membeli sebungkus rokok, tetapi sekarang mungkin Anda harus mengeluarkan uang setidaknya sebesar Rp 20.000,- untuk rokok yang sama.

Sebenarnya laju inflasi yang tidak terlalu tinggi bisa dimaklumi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika laju inflasi menjadi terlalu tinggi, bisa-bisa perekonomian negara yang bersangkutan akan terganggu. Itulah mengapa bank sentral selalu mengawasi berbagai indikator yang terkait dengan inflasi seperti CPI dan PPI.

Negara Bank Sentral
Amerika Serikat The Federal Reserve System (The Fed)
Australia Reserve Bank of Australia (RBA)
Inggris Bank of England (BoE)
Jepang Bank of Japan (BOJ)
Kanada Bank of Canada (BOC)
New Zealand Reserve Bank of New Zealand (RBNZ)
Swiss Swiss National Bank (SNB)
Uni Eropa European Central Bank (ECB)

Sebagai upaya untuk menjaga agar laju inflasi tetap berada di angka yang “nyaman”, bank-bank sentral biasanya mengatur tingkat suku bunga acuan. Jika suku bunga dinaikkan, biasanya inflasi melambat, demikian pula pertumbuhan ekonomi secara umum.

Hal ini terjadi karena dengan menerapkan suku bunga yang lebih tinggi, biasanya akan mengurangi minat konsumen dan pebisnis untuk mengajukan kredit pinjaman dan sebaliknya akan menaikkan minat menabung, sehingga ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

Mengapa orang jadi kurang suka mengajukan kredit? Karena biaya (bunga) untuk pinjaman akan menjadi lebih tinggi, sementara bunga untuk simpanan menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, apabila suku bunga berkurang alias diturunkan, konsumen dan pebisnis cenderung mengajukan kredit pinjaman karena bunganya akan menjadi lebih murah, sehingga akan mendorong belanja masyarakat dan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi.

suku bunga fed

Jadi apa hubungannya dengan pasar forex?

Jadi begini. Mata uang itu bergantung pada suku bunga karena menentukan aliran dana secara global, masuk dan keluar dari negara tertentu. Suku bunga merupakan salah satu pertimbangan investor asing untuk memutuskan apakah mereka akan berinvestasi di negara tersebut, atau tidak.

Sederhananya begini: jika Anda dihadapkan pada pilihan antara menabung di bank yang menawarkan jasa/bunga sebesar 1%, sementara bank yang lain menawarkan bunga 0,25%; bank mana yang Anda pilih?

Ya, memang bisa saja Anda memilih untuk menyimpan uang di bawah kasur… tetapi normalnya orang akan memilih opsi pertama: 1%, karena 1 jelas lebih besar daripada 0,25.

Nah, di mata uang pun berlaku hal seperti itu.

Semakin tinggi tingkat suku bunga sebuah negara, semakin besar potensi mata uangnya akan menguat. Sebaliknya mata uang negara yang memiliki tingkat suku bunga rendah akan rentan mengalami pelemahan. Tentu saja, ini bukan satu-satunya alasan mata uang menguat atau melemah, tetapi suku bunga adalah salah satu hal yang bisa memicu penguatan atau pelemahan mata uang tertentu.

Sederhana kan?

Rencana Kenaikan Suku Bunga Fed

Hari Kamis mendatang (2/8/2018) pukul 01.00 WIB, atau di hari Rabu (1/8/2018) pukul 14.00 waktu New York, Federal Reserve (Fed) akan mengumumkan tingkat suku bunga. Diperkirakan Fed kali ini akan menahan suku bunga di angka 2 persen.

Kalau kita pantau perkembangan berita terkait suku bunga Fed, ada peluang kenaikan suku bunga sebanyak dua kali lagi di tahun ini. Tetapi masih segar dalam ingatan ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam wawancaranya dengan CNBC tanggal 19 Juli 2018 mengatakan bahwa ia khawatir penguatan USD akan mengganggu eskpor AS. Ia juga kkhawatir Fed akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Pernyataan tersebut melemahkan USD saat itu, kendati kemudian juru bicara Gedung Putih memberikan “klarifikasi” bahwa Presiden tidak akan mengintervensi kebijakan Fed.

Seperti telah disampaikan, kali ini Fed diperkirakan akan menahan suku bunga di 2 persen. Ada kemungkinan USD akan melemah jika suku bunga Fed kali ini bertahan di angka tersebut, karena ekspektasi pasar sebenarnya adalah kenaikan suku bunga setidaknya dua kali lagi di tahun ini.

Bagaimana Peluang Pasar?

Secara umum hingga saat ini USD masih berada dalam trend penguatan untuk jangka panjang meskipun terjadi koreksi-koreksi merespon kondisi pasar dan fundamental terkini.

Kalaupun Fed memutuskan untuk menahan suku bunga kali ini, pelemahan yang terjadi pada USD kemungkinan hanya berupa koreksi (untuk view jangka panjang).

Untuk memanfaatkan hal tersebut, kami tertarik pada USDJPY yang menurut view jangka menengah sedang bergerak di area support. Jika yang terjadi adalah skenario pelemahan USD, maka penembusan ke bawah 110.575 kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan turun dengan potensi sasaran di kisaran 109.964-109.

Sebaliknya, jika ternyata USD tidak jadi melemah, penembusan ke atas 111.564 kemungkinan akan membawa USDJPY naik menuju kisaran 112.174-112.552.

suku bunga fed pada USDJPY

Bagaimana Cara Membaca Hasil Backtest Strategi Forex?

Menguji sebuah sistem atau strategi trading forex, atau Expert Advisor (EA) yang biasa dikenal dengan “robot trading”, bisa sangat memakan waktu. Tetapi untunglah ada sebuah alat yang bernama Strategy Tester di MetaTrader, sehingga kita bisa menguji sebuah sistem trading dengan mempergunakan data rekaman pergerakan harga dari beberapa tahun sebelumnya. Dengan demikian kita tidak perlu menguji sebuah sistem trading secara real time. Metode pengujian seperti ini disebut “backtesting”, yang bisa mempercepat proses pengujian sebuah sistem trading secara signfikan.

Kami biasa merekomendasikan pengujian dengan metode backtesting sebelum melakukan pengujian secara real time (biasa disebut forward testing). Tentu saja, setelah backtesting dijalankan, kita tetap memerlukan forward testing di pasar yang sesungguhnya, tetapi tujuan backtesting adalah untuk memberikan “informasi awal” mengenai sebuah sistem trading yang akan kita uji dan kemudian – jika hasilnya cukup memuaskan – kita pergunakan.

Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan hasil backtesting yang berkualitas, kita memerlukan rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya baik pula untuk menghindari overfitting. Overfitting adalah sebuah “kesalahan” yang disebabkan olah terbatasnya data yang dipergunakan. Oleh karena itu, untuk melakukan backtesting sebaiknya kita memiliki rekaman data pergerakan harag setidaknya tiga atau empat tahun.

Setelah melakukan backtesting, kita harus menganalisa hasil pengujian tersebut agar kita tahu apakah sistem trading atau EA tersebut sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Ada beberapa parameter yang harus kita lihat dan pahami dari hasil backtest tersebut.

Sekarang mari kita coba cermati contoh hasil backtest berikut ini:

strategi trading forex

Tenang, Anda tidak perlu mengetahui makna setiap angka dari hasil ini. Yang perlu Anda perhatikan adalah beberapa parameter kunci yang bisa dipergunakan apakah strategi ini adalah strategi pemenang atau bukan.

Berikut ini adalah beberapa parameter kunci dan apa yang bisa kita ketahui dari sistem trading tersebut.

Total net profit

Ini merupakan hasil total dari semua transaksi yang dilakukan oleh sistem trading yang kita uji. Sebuah strategi pemenang seharusnya menghasilkan keuntungan, bukannya kerugian. Parameter ini memberi tahu kita apa yang bisa terjadi jika Anda mempergunakan sistem ini sesuai dengan aturan yang melekat padanya. Ingat, ini bukanlah sebuah jaminan bahwa di masa datang sistem ini akan bekerja persis seperti hasil pengujiannya. Meskipun demikian, setidaknya parameter ini bisa memperlihatkan berapa besar keuntungan yang mungkin bisa kita dapatkan dengan mempergunakan sistem ini.

Maximal drawdown

Maximal drawdown memperlihatkan kerugian terbesar yang mungkin bisa terjadi. Angka ini sebaiknya tidak terlalu besar. Tentu saja, besar atau kecil itu relatif, tergantung pada berapa besar modal kita dan berapa besar toleransi resiko kita. Sebagai contoh, jika modal kita adalah $10,000 dan toleransi resiko kita hanya 20% dari modal tersebut, maka maximal drawdown-nya sebaiknya tidak lebih dari $2,000. Sederhananya, semakin kecil maximal drawdown-nya, semakin bagus.

Total trades

Ini adalah total transaksi yang dilakukan. Kita bisa menganalisa apakah sistem ini agresif atau tidak dengan membandingkan angka ini dengan jangka waktu yang kita pergunakan.

Contohnya, jika total transaksi yang terjadi adalah 200 transaksi dalam tiga bulan, artinya sistem trading ini menghasilkan rata-rata tiga transaksi per hari (dengan asumsi bahwa ada dua puluh hari kerja dalam sebulan). Artinya, strategi ini tidak terlalu agresif dan mungkin cocok untuk strategi trading intraday. Jika angkanya semakin kecil, maka mungkin akan lebih cocok untuk strategi trading jangka menengah atau mungkin jangka panjang.

Profit trades

Parameter ini menunjukkan jumlah transaksi yang menghasilkan keuntungan dan berapa persen porsinya dari seluruh transaksi yang dilakukan. Sederhananya, parameter ini memperlihatkan win ratio dari sistem yang kita uji. Semakin besar angkanya, semakin baik.

Bottomline

Seperti yang disebutkan di atas, backtesting sebaiknya diikuti dengan forward testing di pasar sesungguhnya. Hal ini perlu untuk memvalidasi semua hasil yang kita peroleh dari backtesting, juga penting untuk memperoleh bukti nyata bahwa kita berhasil menghindari overfitting selama proses backtest.

Metode backtest bisa membantu kita untuk mempercepat proses pengujian, tetapi pastikan Anda memiliki rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya cukup baik.

Demikian cara membaca backtest strategi trading forex. Selamat mencoba dan silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Indikator “Andrews’ Pitchfork” Untuk Forex Trading (Bagian-1)

Analisa teknikal merupakan salah satu metode analisa yang lazim dipergunakan dalam forex trading. Manfaat yang diberikan di antaranya adalah memungkinkan seorang trader untuk “melacak” pergerakan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan trend yang tengah berlangsung. Bukan hanya trend yang bisa menjadi patokan, namun juga banyak “alat” lain seperti pengenalan pola pergerakan harga, juga indikator-indikator teknikal. Salah satu di antara banyak “alat” dalam analisa teknikal adalah “Andrews’ Pitchfork”, yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Dari namanya, mungkin Anda sudah bisa menduga bahwa Andrews’ Pitchfork dinamai sesuai dengan nama kreatornya. Anda benar, karena penciptanya adalah Dr. Alan H. Andrews. Ia adalah seorang fisikawan yang lahir dari keluarga yang dekat dengan dunia finansial. Ayahnya adalah seorang konsultan investasi sehingga hampir tiap hari ia akrab dengan perbincangan seputar pasar finansial. Dengan kecerdasannya – dan kesadarannya akan pentingnya pendidikan – ia berhasil lulus dari Harvard dan MIT, dua universitas yang sangat bergengsi di Amerika Serikat karena kualitasnya.

Namun Andrews tidak sendirian, ia mendapat bantuan dari Roger W. Babson dan George Marechal.

Perkenalan pertama dengan Andrews’ Pitchfork

Andrew’s Pitchfork sebenarnya bukan indikator melainkan termasuk dalam keluarga “Line Studies”. Termasuk dalam keluarga Line Studies ini adalah trendline, channel, Fibonacci Retracement dan lain-lain. Namun demikian, untuk mempermudah penyebutan, baiklah kita anggap saja Andrew’s Pitchfork adalah indikator teknikal.

OK, jadi apa dan bagaimana sebenarnya indikator ini?

Pada dasarnya, ia adalah indikator yang bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi support dan resistance dengan bantuan tiga trendline sejajar. Tiga trendline itu terbentuk dari penempatan tiga titik acuan setelah menentukan trend yang jelas.

Bisa dikatakan indikator ini mirip dengan channel, hanya saja ia memiliki tiga garis, sementara channel pada umumnya hanya memiliki dua garis (atas dan bawah). Ketiga garis pada Andrews’ Pitchfork diperoleh dengan menggunakan tiga titik acuan yang merupakan titik-titik puncak dan lembah yang signifikan.

Berikut ini adalah penampakan Andrews Pitchfork dengan tiga titik acuan yang merupakan puncak dan lembah yang signifikan.

forex trading, strategi trading, belajar forex

Gambar 1: Andrews’ Pitchfork dengan 3 titik acuannya, digambar pada chart XAU/USD.

Garis yang berada di tengah channel yang terbentuk yang disebut “median line”. Itulah sebabnya metode analisa seperti ini juga kerap disebut sebagai “median line studies”. Pada Andrews’ Pitchfork, median line itu disebut “helve” (tangkai), sementara dua garis channel yang berada di atas dan bawah disebut “teeth” (gigi). Pitchfork sendiri berarti garpu rumput dalam bahasa Indonesia, sehingga penamaan “tangkai” dan “gigi” itu mengacu pada bentuk garpu rumput yang memiliki tangkai dan gigi. Kedua “gigi” itu sebenarnya adalah channel, di mana garis yag berada di atas menjadi resistance sedangkan yang di bawah menjadi support.

Ada 80% kemungkinan harga akan kembali bergerak menuju helve jika telah berada di garis atas atau bawah, namun jangan lupa bahwa ada juga kemungkinan harga akan menembus garis atas atau bawah tersebut jika tekanan bullish atau bearish sangat kuat, bahkan bisa mengubah arah trend.

Penerapan

Untuk menggambar Andrews’ Pitchfork, sebelumnya Anda harus melihat ada trend. Ingat, trend memiliki aturan: uptrend adalah sederetan puncak dan lembah yang semakin tinggi, sedangkan downtrend adalah sederetan puncah dan lembah yang semakin rendah. Lihat di sini untuk menyegarkan memori Anda tentang trend.

Pada gambar di atas terlihat bahwa XAU/USD mulai bergerak turun dari puncak Titik 1. Sebelum Titik 2, Anda juga bisa melihat ada lembah yang lebih tinggi, ini artinya Titik 2 merupakan lembah yang lebih rendah daripada lembah sebelumnya. Kemudian dari Titik 1 hingga Titik 3 Anda juga bisa melihat puncak yang terbentuk juga semakin rendah. Dengan demikian, pergerakan dari Titik 1 hingga Titik 3 merupakan downtrend untuk jangka pendek.

Setelah pitchfork tergambar dengan baik, langkah selanjutnya adalah mencoba mencari peluang jual atau beli. Untuk melakukan trading, Anda bisa memanfaatkan area di antara sepanjang channel, atau Anda bisa menunggu hingga salah satu garis channel (teeth/gigi) tembus untuk menerapkan breakout trading.

Metode yang juga sering dipergunakan adalah bounce trading dengan memanfaatkan channel sebagai support dan resistane serta helve (median line) sebagai pivot.

Ada beberapa aturan dasar yang diterapkan untuk trading berdasarkan Andrews’ Pitchfork ini:

  1. Sell ketika harga berada di area channel atas, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel bawah.
  2. Buy ketika harga berada di area channel bawah, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel atas.
  3. Pada saat downtrend, buy jika channel atas tembus.
  4. Pada saat uptrend, sell jika channel bawah tembus.

Di artikel selanjutnya akan dibahas contoh penerapan trading dengan mempergunakan Andrews’ Pitchfork.

Sampai jumpa.

Strategi Trading Forex: “Stop-Loss” Jadi “Stop-Profit”

Pasar forex merupakan lingkungan yang sangat dinamis dengan berbagai macam aspek yang perlu diperhatikan oleh seorang trader dalam menjalankan strategi forex-nya. Banyaknya hal penting yang harus diperhatikan terkadang membuat seorang trader melupakan hal-hal yang (dianggap) kecil, namun ternyata berdampak besar. Salah satu hal sering dianggap “kecil” itu adalah stop-loss, yang padahal ternyata bisa mengubah dunia Anda. Dalam belajar forex kali ini, kita akan belajar untuk lebih memahami “si kecil” yang ternyata besar ini.

Stop-loss – nama lengkapnya adalah stop-loss order – bisa menjadi alat yang sangat berguna, jika Anda tahu bagaimana menggunakannya. Yuk, kita kupas bersama.

Apakah stop-loss itu?

Stop-loss sebenarnya adalah order yang ditempatkan untuk menutup transaksi terbuka dengan tujuan untuk membatasi resiko kerugian. Misalnya, Anda membuka transaksi forex: Buy 1 lot AUD/USD di harga 0.81400. Sebagai strategi forex untuk membatasi resiko dalam trading Anda menempatkan stop-loss di harga 0.81000. Ini berarti jika harga kemudian turun ke 0.81000, maka transaksi Anda tersebut akan ditutup di harga 0.81000 dengan kerugian sebesar $400.

strategi forex, forex trading

Sisi positif dan negatif

Tidak ada orang yang mau mengalami kerugian, namun dalam trading mau tidak mau Anda harus belajar menghadapi resiko tersebut. Telah disebutkan sebelumnya bahwa Anda bisa membatasi resiko kerugian yang mungkin bisa Anda derita dengan menempatkan stop-loss.

Sisi positif dari menempatkan stop-loss adalah Anda tidak perlu terus menerus melihat grafik pergerakan harga. Cukup tempatkan level stop-loss dan resiko Anda sudah terbatasi dengan sendirinya, tanpa Anda perlu terpaku di depan monitor Anda. Bahkan – ekstrimnya – Anda boleh mematikan komputer Anda dan pergi berbelanja, bermain bilyar, atau menonton film kesukaan Anda. Resiko Anda sudah dibatasi oleh stop-loss.

Namun setiap hal memiliki sisi positif sekaligus negatif, demikian juga dengan stop-loss.

Bisa saja terjadi skenario seperti ini: stop-loss yang Anda tempatkan hanya “dicolek” oleh pergerakan harga, lalu kemudian harga berbalik arah dan justru menemui target profit Anda. Misalnya dalam contoh transaksi yang disebutkan di atas (Buy 1 lot AUD/USD di harga 0.81400; stop-loss di harga 0.81000): setelah harga menyentuh level 0.81000 (stop-loss) ternyata kemudian harga langsung rebound dan bahkan mencapai angka 0.81800. Cukup menyesakkan dada, ya?

Tetapi cobalah berpikir seperti ini: Anda TIDAK PERNAH tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dengan kata lain, Anda – bahkan siapa pun – tidak pernah tahu pasti pergerakan pasar selanjutnya. Dalam forex trading semua kemungkinan bisa terjadi: harga bisa saja rebound, namun JUGA BISA MELANJUTKAN PERGERAKAN TURUN sehingga kerugian Anda akan semakin besar dan strategi forex yang telah Anda susun dengan susah payah tak lagi berguna. Semua peluang terbuka.

Pertanyaannya kemudian adalah: apakah Anda sanggup menghadapi kerugian yang lebih besar daripada sekedar minus $400? Mana yang lebih menyakitkan: kehilangan $400 (sesuai dengan toleransi resiko Anda), atau mengalami kerugian yang jauh lebih besar lantaran Anda tak membatasi resiko Anda?

Yang paling penting adalah bahwa stop-loss memungkinkan seorang trader untuk segera membuat keputusan tanpa ada keterlibatan emosi. Orang cenderung “jatuh cinta” pada transaksinya; ia tak mau membuang transaksi itu meskipun kerugian semakin menggunung. Trader seperti itu selalu berharap dan berharap pasar akan berbalik arah. Padahal, dalam penantian itu, resiko yang dihadapinya semakin membesar.

Aturan menempatkan stop-loss

Dalam forex trading, Anda harus – bahkan WAJIB – belajar menerapkan strategi forex yang perlu untuk membatasi resiko. Semua trader sukses setuju dengan hal ini.

Kunci untuk memperkecil kemungkinan stop-loss “terjilat” oleh pergerakan harga adalah teknik penempatan stop-loss itu sendiri. Sebaiknya Anda mengikuti sinyal di time-frame yang tidak terlalu pendek untuk menghindari pergerakan harga yang tiba-tiba. Tempatkanlah stop-loss Anda beberapa pips di atas resistance kunci (jika posisi Anda adalah sell) atau di bawah support kunci (jika posisi Anda adalah buy). Secara teknikal, ada metode yang mengajarkan menempatkan sekitar 100-200 pips (untuk quote 5 desimal). Ada banyak metode menentukan resistance dan support kunci, Anda tinggal mempelajarinya saja.

Lebih penting lagi adalah menempatkan stop-loss sesuai dengan toleransi resiko yang sudah Anda tetapkan dalam trading plan. Misalnya, Anda memiliki modal sebesar $ 10,000 dan mengalokasikan resiko sebsar 5% per transaksi, maka stop-loss Anda tidak boleh lebih dari sebesar $500.

Tak sekedar membatasi kerugian

Asal muasal stop-loss memang bertujuan untuk membatasi kerugian, sesuai dengan namanya. Namun dalam perkembangannya, stop-loss ternyata bisa juga untuk membiarkan keuntungan yang telah Anda peroleh berpotensi menjadi semakin besar. Bagaimana caranya?

Teknik itu bernama “trailing stop”. Dalam kasus ini, “stop-loss” tak lagi berperan untuk membatasi kerugian, melainkan “mengunci” keuntungan di level tertentu. Seperti apa ceritanya?

Mari kita kembali ke contoh transaksi yang disebutkan sebelumnya. Asumsikan Anda melakukan forex trading dan membuka posisi Buy AUD/USD di harga 0.81400. Anda telah belajar bahwa Anda harus membatasi resiko, dan sebagai strategi forex-nya Anda menempatkan stop-loss di 0.81000.

Ternyata kemudian harga terus bergerak naik; katakanlah hingga ke 0.82000. Di level tersebut, Anda sudah memperoleh floating profit (unrealized profit) sebesar $600 (kondisi floating profit adalah ketika posisi Anda sudah untung namun posisi tersebut belum ditutup). Dalam kondisi tersebut, alih-alih menutup transaksi, Anda justru memindahkan (istilahnya amend) stop-loss yang tadinya berada di 0.81000 ke 0.81600. Dengan demikian, jika nanti harga turun dari 0.82000 ke 0.81600, posisi Anda akan ditutup di kisaran 0.81600, dengan hasil keuntungan sebesar $200.

strategi forex, forex trading

Kesimpulan

Dalam forex trading, stop-loss merupakan strategi forex yang paling mudah namun berdampak sangat signifikan dalam upaya Anda membatasi resiko. Memang benar bahwa ada cara lain seperti switching atau averaging, namun semua itu memiliki efek samping berupa beban psikologis yang jauh lebih besar.

Meskipun mudah sayangnya banyak trader yang “gagal” menggunakannya, entah itu untuk membatasi resiko maupun mengunci keuntungan. Anda harus memperlakukan stop-loss seperti premi asuransi, di mana Anda tidak pernah berharap akan menggunakannya namun ketika resiko terjadi, Anda tetap tenang karena Anda tahu bahwa Anda sudah memiliki pengaman.

Merugi memang tidak enak, namun lebih tidak enak lagi jika kerugian yang diderita semakin menggunung lantaran tidak dibatasi. Sakitnya tuh di dompet….

Jadi, pergunakanlah stop-loss.

Investasi Bodong Bukan Trading Forex Asli

Belum lama ini Anda mungkin pernah membaca di internet, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis semacam daftar yang berisi penyelenggara investasi yang tidak berizin atau tidak berada di bawah pengawasan OJK. Daftar tersebut cukup memancing keresahan mengingat ada beberapa pialang berjangka (yang memfasilitasi trading forex) turut menjadi “sasaran tembak” daftar ala OJK tersebut. Keresahan meningkat oleh judul berita media yang terkesan menyamaratakan bahwa semua nama yang ada di daftar tersebut adalah “investasi bodong” alias penipuan berkedok investasi.

Padahal, OJK sendiri telah dengan gamblang menyatakan: “Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar daftar perusahaan atau kegiatan yang tidak mendapatkan izin dan produk atau layanannya tak diawasi OJK.” Bagian yang dicetak tebal sebenarnya mempertegas bahwa tidak semua nama yang ada dalam daftar tersebut ilegal, melainkan bisa jadi memang tidak berada di bawah pengawasan OJK. Perdagangan berjangka, dalam hal ini diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Badan tersebut hingga saat ini masih berdiri dan memiliki otoritas sendiri, tidak dilebur ke dalam OJK seperti halnya BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan).

Maka jelaslah, pialang berjangka tidak ada urusannya dengan OJK sama sekali, kecuali jika suatu saat nanti BAPPEBTI pun dilebur ke OJK. Hingga saat ini pialang berjangka tak harus meminta izin apa pun dari OJK untuk beroperasi, melainkan cukup berbekal izin dari BAPPEBTI.

Trading forex

“Investasi Bodong” Kembali Marak?

Sialnya, memang cukup banyak investasi bodong yang bermodus investasi forex (valas) dan emas, produk yang hingga saat ini masih menjadi primadona perdagangan berjangka di Indonesia. Dalam daftar yang dirilis OJK tersebut, memang ada beberapa nama yang bermasalah di masyarakat.

Masyarakat sering terjebak penipuan bermodus investasi ini lantaran tingginya imbal hasil yang dijanjikan. Tak jarang para penipu itu menghembuskan janji-janji semanis madu berupa keuntungan puluhan bahkan ratusan kali lipat dari modal yang disetorkan. Tak ayal, impian untuk cepat kaya pun membuat para korban rela menyerahkan uang simpanan mereka dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda.

Jangan Lupakan Resiko

Ada satu hal yang dilupakan kebanyakan masyarakat kita: RESIKO. Dunia bisnis – termasuk investasi – selalu berjalan bersama resiko. Kerugian bisa terjadi kapan saja. Sayangnya para penipu lebih lihai merangkai kata dan mengumbar pesona demi mengeruk setiap rupiah dari calon-calon korbannya. Tak sekalipun mereka menyinggung resiko yang mungkin bisa terjadi. Semua yang disampaikan hanyalah untung, untung dan untung.

Padahal tidak ada satu pun bentuk bisnis yang bebas dari resiko kerugian. Dalam bisnis, berlaku konsep “high risk-high return”. Peluang selalu berbandung lurus dengan resiko. Dengan kata lain, semakin tinggi peluang keuntungan yang ditawarkan, maka semakin tinggi jugalah resiko yang menyertainya. Sadarilah hal ini, agar Anda tidak menjadi sasaran empuk para penipu.

Investasi Bukan Trading, Vise Versa

Ini topik klasik yang sepertinya sudah menjadi salah kaprah di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap setiap kegiatan yang melibatkan perputaran uang/modal adalah investasi, padahal tidak selalu demikian.

Investasi adalah ketika Anda mengalokasikan uang Anda ke suatu aset tertentu, misalnya rumah. Kemudian rumah tersebut Anda sewakan. Setiap tahun (atau bulan) Anda akan mendapatkan uang dari hasil menyewakan rumah tersebut. Rumah yang Anda beli (atau bangun) memberikan penghasilan untuk Anda dan status rumah tersebut tetap menjadi milik Anda.

Berbeda ceritanya jika Anda membeli satu unit rumah untuk Anda jual kembali. Selama rumah tersebut belum terjual kembali, Anda tidak akan memperoleh keuntungan apa pun secara finansial. Anda baru akan memperoleh keuntungan jika rumah tersebut Anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya. Keuntungan yang Anda peroleh adalah dari selisih harga jual dan harga belinya. Dalam kasus ini, rumah tersebut Anda perdagangkan alias Anda perjualbelikan. Dengan kata lain, Anda melakukan aktivitas trading, bukannya investasi.

Banyak orang yang tidak menyadari perbedaan kedua hal tersebut. Maka ketika Anda berbicara “investasi forex”, sebenarnya yang dimaksud adalah “trading forex”. Forex (valas) diperdagangkan dan keuntungan bisa diperoleh dari selisih pergerakan harga mata uang tersebut terhadap mata uang yang lain.

Trading Forex Bukan Skema Cepat Kaya

Trading forex adalah bisnis. Layaknya bisnis, tentu membutuhkan tahapan-tahapan dan waktu untuk bisa mencapai puncak kesuksesan.

Nilai mata uang (kurs) tidak pernah tetap. Penguatan atau pelemahan bisa terjadi setiap saat dan seringkali ekstrim. Resiko yang menyertai sangatlah tinggi. Oleh karena itu waspadalah Anda jika dijanjikan keuntungan tetap (fix income) dari trading forex hingga puluhan atau bahkan ratusan kali lipat dari modal awal seperti yang dilakukan pelaku investasi abal-abal itu. Saran saya, buang saja penawaran seperti itu ke tempat sampah, kecuali orang yang menawarkan hal itu berani berkata jujur, “Peluang keuntungan bisa ratusan persen, tapi resikonya adalah Anda bisa kehilangan seluruh modal Anda.”  Jika itu yang dikatakannya, bolehlah Anda berpikir untuk menitipkan modal Anda padanya.

Lebih daripada itu, dibutuhkan pengetahuan yang memadai untuk bisa memanfaatkan pergerakan pasar uang yang luar biasa dinamis. Tanpa pengetahuan itu, mustahil bagi siapa pun untuk bisa sukses di dunia trading forex.

Kekuatan modal pun turut menentukan. Potensi keuntungan yang Anda peroleh berbanding lurus dengan kekuatan modal Anda. Maka, berhati-hatilah jika misalnya ada seseorang yang datang kepada Anda dan berkata, “Berikan saya dua setengah juta, akan saya jadikan seratus dua puluh lima juta dalam sebulan.” Itu mimpi di siang bolong. Segeralah bangun. 🙂

Strategi Lepas Dari “Kegalauan” Trading Forex

Syahdan, tersebutlah seorang trader forex pendatang baru yang bernama Rudy. Ia mulai mencoba menginjakkan kakinya di dunia trading setelah mendengar gegap gempita yang tampaknya menarik baginya. Ia pun ingin merasakan manisnya keuntungan spektakuler menggunakan strategi forex yang canggih, seperti yang sering menjadi topik obrolan di antara teman-temannya.

Ternyata kenyataan tak semanis impiannya. Transaksi demi transaksi berakhir dengan kerugian dan Rudy merasa kecewa. Ia tak habis pikir mengapa orang lain bisa berkali-kali memperoleh keuntungan besar sementara dirinya tak bisa mendapatkan hal yang serupa. Kalaupun dapat, keuntungan yang diperoleh jauh lebih kecil daripada kerugian yang diderita.

strategi forex

Petualangan Bermula

Kekecewaan Rudy mengantarkannya ke Google. Ia mengetikkan kata kunci “strategi forex”. Ia mengunduh dan mempelajari berpuluh-puluh artikel dan e-book tentang strategi forex. Namun, bukannya menjadi semakin paham, ia justru menjadi semakin bingung.

Suatu ketika ia melihat iklan training dan pelatihan trading. Rudy penasaran lagi dan ia memutuskan untuk mengikuti pelatihan yang berbiaya cukup mahal itu. Asal tahu saja, ada orang yang bersedia memberikan pelatihan dengan biaya berkisar hingga 10 juta rupiah untuk beberapa kali pertemuan. Tak masalah bagi Rudy, yang penting nanti ia bisa untung besar.

Namun apa yang didapatkannya? Nihil. Tragedi berulang. Ia kembali kehilangan uangnya. Kali ini rasa sakitnya dua kali lipat, karena ia merasa telah membuang-buang uang untuk pelatihan yang mahal namun menurutnya tak ada gunanya.

Jangan Serakah!

Hingga suatu ketika Rudy bertemu dengan seorang trader, sebut saja namanya Bobby. Kepada Bobby ia ceritakan semuanya. Bagi Bobby, ini bukan pertama kalinya ia dijadikan tempat “curhat” pada desperate traders. Bahkan sebelum Rudy menyelesaikan cerita pun, Bobby sudah memiliki jawaban yang sudah sangat sering ia ucapkan.

“Anda terlalu banyak penasaran,” kata Bobby. “Rasa penasaran memang perlu, namun Anda harus bisa mengendalikannya dan menyalurkannya dengan benar. Di luar sana, ada sangat banyak teori tentang trading. Trik-trik trading pun tak kalah melimpah. Tahukah Anda, bahwa Anda sebenarnya tak wajib mempelajari semuanya?”

“Tapi bukankah kita harus selalu menyempurnakan teknik trading kita?” tanya Rudy.

“Lalu apa definisi ‘teknik yang sempurna’ itu bagi Anda?” tanya Bobby.

“Yaitu teknik yang bisa menciptakan keuntungan ratusan bahkan ribuan kali lipat daripada modal kita. Itu kan prinsip ekonomi yang sangat dasar? Anda tentu tahu itu,” jawab Rudy ketus.

Bobby tersenyum dan berkata, “Tidakkah itu terdengar terlalu serakah? Dalam trading, yang perlu Anda lakukan adalah mengelola modal sebaik-baiknya agar mampu menghasilkan keuntungan yang optimal. Silakan pasang target, namun target haruslah realistis. Anda pun harus mengukur kekuatan sendiri. Bisakah Anda mengeruk sebuah gunung kapur hanya berbekal sebuah sekop, lalu mengantar hasil kerukan Anda ke kota dengan sebuah gerobak dorong?”

Rudy terdiam. Egonya ingin menjawab “bisa” untuk pertanyaan terakhir Bobby yang sesungguhnya retoris itu, namun ia sadar bahwa jawaban itu akan menjadi jawaban yang tidak realistis.

“Bung Rudy, cobalah untuk sedikit menurunkan standar ‘kesempurnaan’ Anda itu. Jangan memasang target hanya berdasarkan nominal rupiah semata namun coba lihat perkembangan modal Anda. Tak perlu muluk-muluk. 10 persen saja per bulan, misalnya. Bukankah itu artinya sama dengan 120% setahun?” lanjut Bobby.

Speed Is NOT The Key

“Lalu apakah saya harus puas dan pasrah dengan kemampuan saya yang payah ini?” tanya Rudy kesal.

“Tentu tidak. Anda tetap harus meningkatkan kemampuan Anda, namun tentu tidak instan. Tetaplah belajar, namun belajarlah dengan cara yang benar. Tak perlu terburu-buru. Pelajari satu per satu.”

Bobby melanjutkan perkataannya, “Trading forex itu ibarat bisnis, Bung. Untuk bisa sukses, yang pertama kali harus Anda miliki adalah dasar yang kuat, baru melangkah ke trik-trik yang lebih canggih. Semua harus dijalani tahap demi tahap dan butuh waktu, tidak instan. Kuncinya bukan di kecepatan, melainkan di konsistensi.Tujuan seorang trader semestinya bukan mencari keuntungan besar dalam waktu singkat, melainkan mempertahankan konsistensi dalam meraih keuntungan.”

Rudy kembali terdiam. Selama ini ia berpikir untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya melalui trading forex. Pemikiran itulah yang membuatnya “kalap” dalam mencoba berbagai macam strategi forex, namun ia tak pernah mencoba memperkuat pengetahuan dasar mengenai analisa. Ia bahkan tak pernah mengerti konsep trend yang benar, atau cara membaca support atau resistance. Tak heran ia selalu bingung dan menjalankan semua trik yang pernah ia baca secara acak. Terlalu banyak informasi yang ada di kepalanya, sehingga ia justru menjadi bingung mana yang harus ia pilih dan jalankan.

Tak Ada Yang Sempurna

“Tak akan pernah ada sistem trading yang sempurna,” kata Bobby, seolah bisa membaca pikiran Rudy. “Semakin keras Anda mencoba mencari sistem yang ‘loss-free’, Anda justru akan semakin stress. Semakin jauh pula jalan Anda menuju sukses dalam trading. Yang perlu Anda lakukan adalah memilih sistem trading yang paling Anda pahami dan paling sesuai dengan gaya trading Anda. Ingat, tak perlu mencoba ‘menggapai matahari’ dengan mengharapkan keuntungan ratusan persen. Tangan Anda akan ‘terbakar’ nanti. Perlahan saja, namun konsisten. Itu sudah cukup,” lanjut Bobby.

“Anda pun tak perlu merasa iri seandainya orang lain memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada Anda. Rezeki sudah diatur. Bersyukur sajalah. Mungkin saat ini giliran dia, namun jika Anda melakukan semuanya dengan benar, giliran Anda akan segera tiba,” kata Bobby lagi.

“Lalu di mana saya bisa belajar dengan benar?” tanya Rudy setengah putus asa.

FOREXimf.com menyediakan webinar bagi Anda yang sungguh-sungguh ingin belajar. Manfaatkanlah. Gali ilmu sebanyak mungkin dari mereka yang murah hati itu. Selamat belajar,” ujar Bobby menutup pembicaraan.

Entah mengapa Rudy merasa dadanya lega setelah obrolan bersama Bobby. Saat ini, ia menjadi salah satu peserta aktif dalam setiap webinar yang diadakan FOREXimf.com. Ia kini tak lagi galau.

*Terinspirasi kisah nyata, nama pelaku disamarkan demi alasan privasi