Berita Forex

Perkiraan Data Ekonomi, Tgl 17 Agustus 2017

FOMC Meeting Minutes : Kamis, 01:00 WIB. Ini adalah notulen dari keputusan FOMC bulan Juli. The Fed mencoba untuk menghindari petunjuk tentang kenaikan suku bunga lain di tahun ini dan pernyataan tersebut akhirnya dianggap dovish. Karena pertemuan tidak disertai dengan konferensi pers maka risalah rapat akan memberi wawasan lebih jauh tentang pemikiran the Fed.

Laporan Pekerjaan Australia : Kamis, 08:30 WIB. Setelah beberapa bulan mengalami hal yang luar biasa. Australia merilis laporan pekerjaan “normal” dengan kenutungan 14K. Pengangguran mencapai 5,6% di bulan Juni. Pekerjaan penuh waktu diperoleh saat pekerjaan paruh waktu hilang. Apakah untuk bulan Juli masih akan membaik ?

Indeks Manufaktur Fed Philly AS : Kamis, 19:30 WIB. Indikator awal sektor manufaktur dirilis mengecewakan dengan penurunan menjadi 19,5 poin di bulan Juli. Data segar untuk bulan Agustus akan menarik untuk dilihat dimana data klaim pengangguran AS akan dirilis pada saat yang sama,  dengan perkiraan 18.5.

Sterling Menguat Setelah Data Pekerjaan

Pound menguat ke level tertinggi di hari ini terhadap dolar pada perdagangan hari rabu setelah laporan pekerjaan terbaru Inggris yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran turun ke titik terendah sejak 1975.

GBP / USD menyentuh level tertinggi di 1.2904 dan saat ini berada di 1.2892.

Tingkat pengangguran dalam tiga bulan sampai Juni turun menjadi 4.4% menurut kantor statistik nasional mengatakan, lebih rendah dari perkiraan tidak berubah di 4,5%.

Pendapatan mingguan rata-rata naik 2.1% YoY dalam tiga bulan sampai Juni, lebih baik dari perkiraan ekonom yang meningkat 1.8% dan naik dari 1.9% dalam tiga bulan sampai Mei. Tidak termasuk bonus, pendapatan juga naik sebesar 2.1%, sedikit lebih baik dari perkiraan 2.0%.

Laporan tersebut muncul sehari setelah angka yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan di Inggris secara tidak terduga bertahan stabil pada 2.6% di bulan Juli.

Dalam penilaian terakhir ekonomi yang dirilis pekan lalu, Bank of England mengatakan bahwa ekspektasi inflasi akan mencapai puncaknya pada 3% di bulan Oktober dan memangkas proyeksi pertumbuhan upah.

Gubernur BoE Mark Carney memperingatkan bahwa “unsur ketidakpastian Brexit” mencegah perusahaan memberikan kenaikan upah yang lebih besar.

Di tempat lain, sterling lebih tinggi terhadap euro, dengan EUR / GBP turun 0.16% pada 0.9102.

Euro jatuh ke posisi terendah hari ini menyusul laporan bahwa Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi tidak akan menyampaikan informasi kebijakan moneter terbaru di konferensi Jackson Hole AS di Amerika Serikat.

Apresiasi USD Hantam Emas dan Minyak

Grafik harga emas turun lebih lanjut pada hari Selasa karena data penjualan eceran AS yang kuat membuat greenback terus bergerak lebih tinggi bahkan mencapai titik teringgi nya sejak 27 juli lalu dan di saat yang sama berkurangnya ketegangan perang rudal antara AS dan Korea Utara yang telah mengurangi permintaan pasar untuk aset safe haven.

Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, trading emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 1,22% pada $1.274,98, terendah sejak 9 Agustus.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Kontrak Desember mengakhiri sesi Senin 0,28% lebih rendah pada $ 1.290,40 per ounce.

Harga emas sensitif terhadap pergerakan tingkat suku bunga Fed dan dolar AS. Greenback yang lebih kuat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing, sementara kenaikan suku bunga AS mengangkat peluang untuk menahan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti bullion.

Sementara itu di hari yang sama harga minyak memperpanjang aksi jual yang berat, terbebani oleh dolar AS yang lebih kuat dan tanda-tanda melemahnya permintaan minyak di China.

Harga minyak mentah AS turun 0,53 persen menjadi $47,34 per barel.

Penjualan Retail AS Positif, Greenback Menguat

Berita forex hari ini, Dolar AS terus menguat terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa, didorong oleh tiga data ekonomi yang solid, terutama penjualan ritel AS yang optimis, dan mendorong prospek pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal ketiga.

Greenback menguat lebih jauh setelah data menunjukkan bahwa penjualan ritel AS meningkat pada tingkat yang lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Juli. Data ini naik dari 0,3% ke 0,6% dan data penjualan ritel inti melonjak dari 0,1% ke 0,5%.

Data lainnya yaitu harga impor, yang berkontribusi terhadap inflasi bagi bisnis dan konsumen, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada barang dan jasa impor, dilaporkan oleh Bureau of Labor Statistics meningkat dari -0,2% ke +0,1%.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Sebelumnya dolar AS meraih dukungan setelah pada hari Senin Presiden Federal Reserve New York William Dudley mengatakan bahwa dia menyukai kenaikan suku bunga lain tahun ini jika kondisi ekonomi berevolusi sesuai dengan ekspektasinya.

Saat berita ini diturunkan USDJPY menguat 0,88% menjadi 110,62, tertinggi sejak 8 Agustus, sementara USDCHF naik 0,30% menjadi 0,9743.

Permintaan terhadap safe haven yen dan Swissie melemah setelah pada hari Selasa Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya telah menunda keputusan mengenai rencana untuk menembakkan rudal ke Guam, teritori dan pangkalan militer AS di Pasifik Barat, sambil tetap memantau langkah AS selanjutnya.

Pada saat yang sama, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa tidak akan ada aksi militer di semenanjung Korea tanpa persetujuan Seoul dan bahwa pemerintahannya akan mencegah pecahnya perang dengan segala cara.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan tertimbang enam mata uang utama, naik 0,57% pada level 93,87, tertinggi sejak 27 Juli.

Perkiraan Data Ekonomi, Tgl 16 – 17 Agustus 2017

Data Perumahan AS : Rabu, 19:30 WIB. Izin pembangunan di AS terus meningkat dengan mencapai tingkat tahunan 1,28 juta di bulan Juni. Diperkirakan ada sebuah slide kecil menjadi 1,24 juta.

FOMC Meeting Minutes : Kamis, 01:00 WIB. Ini adalah notulen dari keputusan FOMC bulan Juli. The Fed mencoba untuk menghindari petunjuk tentang kenaikan suku bunga lain di tahun ini dan pernyataan tersebut akhirnya dianggap dovish. Karena pertemuan tidak disertai dengan konferensi pers maka risalah rapat akan memberi wawasan lebih jauh tentang pemikiran the Fed.

 

Sterling Sentuh Posisi Terendah Pasca Data Inflasi

Pound meluncur ke posisi terendah hari ini terhadap dolar AS pada hari Selasa setelah data yang menunjukkan bahwa tingkat inflasi tahunan Inggris secara tak terduga bertahan pada bulan Juli, mengurangi tekanan pada Bank of England untuk menaikkan suku bunga.

GBP / USD turun 0.36% menjadi 1.2918 dari sekitar 1.2950 menjelang laporan.

Harga konsumen naik 2.6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut kantor statistik nasional mengatakan, sedikit di bawah ekspektasi ekonom untuk kenaikan tahunan sebesar 2.7%.

Turunnya harga bahan bakar motor diimbangi oleh kenaikan harga untuk pakaian, peralatan dan makanan, kata ONS.

Tidak termasuk harga minyak dan komponen volatile lainnya seperti makanan, inflasi harga konsumen inti naik 2.4% dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan ekspektasi ekonom sebesar 2.5%.

Dalam penilaian terakhir ekonomi yang dirilis pekan lalu, BoE mengatakan memperkirakan inflasi akan mencapai puncaknya pada 3% di bulan Oktober.

Dua pembuat kebijakan memilih untuk menaikkan tingkat suku bunga pada pertemuan terakhir BoE namun Gubernur Mark Carney mengatakan bahwa ketidakpastian yang timbul dari Brexit mendukung kasus tersebut untuk mempertahankan suku bunga ditahan.

Sterling juga melemah terhadap euro, dengan EUR / GBP naik 0.17% menjadi 0,9102 dari sekitar 0.9074 sebelumnya.

Emas Kembali Tertekan Setelah USD Menguat

Pada perdagangan sesi awal hari ini, emas bergerak tertekan setelah redanya ketegangan Korea Utara sehingga membuat harga emas sempat melemah $6,20 atau 0,48% di level $1281,65 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak September di Comex melemah $0,01 atau 0,03% di level $17,07 per troy ounce.

Kondisi trading emas dalam beberapa waktu ini masih di level tinggi meskipun situasi safe haven telah berakhir. Ini dapat dipastikan merupakan bentuk pertahanannya yang diuntungkan dengan penguatan sebelumnya karena fokus the Fed yang ingin memperbaiki kondisi defisit neracanya $4,5 trilyun.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Kalaupun masih ada koreksi harga bila data penjualan eceran AS membaik, maka itupun koreksi emas tampak tidak akan besar, karena sebetulnya faktor the Fed yang ingin memperbaiki neraca tentu membawa konsekuensi bahwa indeks dolar harus melemah karena the Fed akan banyak melepas kepemilikan surat hutangnya ke pasar umum dalam waktu dekat, yang artinya pula dolar AS dibiarkan untuk melemah dalam jangka yang menengah.

Nampaknya hari ini merupakan lanjutan jual bagi emas untuk kembali menjauhi level psikologis $1300 per troyounce dengan adanya dukungan dari situasi yang mulai kondusif di Korea Utara. Dampak ini mengakhiri situasi safe haven emas dan diperkirakan bisa terjadi hingga akhir pekan ini

Tensi Geopolitik Mereda, USD Perkasa

Berita forex, pada sesi awal pekan ini nilai tukar dolar AS beranjak naik terhadap sejumlah mata uang global karena ketegangan geopolitik antara AS dan Korea Utara mulai mereda sementara data ekonomi Jepang yang optimis menghidupkan kembali sentimen pada aset berisiko.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,42% menjadi 93,42.

Dolar AS mengurangi kerugiannya yang terjadi saat merosot pada hari Jum’at, setelah mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss berbalik melemah karena para investor menyambut baik komentar dari Sekretaris Pertahanan AS Jim Mattis dan Sekretaris Negara Rex Tillerson yang meremehkan risiko perang yang akan segera terjadi pada Semenanjung Korea.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Sementara itu, direktur CIA Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional HR McMaster di kesempatan terpisah mengatakan bahwa tidak akan ada indikasi perang dengan Korea Utara akan pecah. Namun dengan Venezuela, AS akan terus menekan Nicolas Maduro untuk tunduk dengan AS.

USD/CHF naik menjadi 0,9718, naik 1,07% sementara USD/JPY naik 0,56% menjadi 109,65 karena data ekonomi Jepang yang solid tidak mengurangi tekanan terhadap yen sehingga mata uang ini turun ke posisi terendah sesi tersebut terhadap greenback.

Selasa pagi ini USD/JPY kembali meneruskan pergerakan naiknya hingga sementara waktu mencatatkan level tertinggi di 110,02.

Selain itu faktor lain yang juga menambahkan sentimen positif pada greenback adalah penurunan euro dan sterling, karena pelaku pasar menunggu data inflasi Inggris yang dijadwalkan untuk dirilis hari Selasa. GBP/USD turun 0,51% menjadi 1,2964 sementara EUR/USD kehilangan 0,45% menjadi 1,1780.

Dari Amerika Utara dilaporkan USD/CAD naik 0,41% menjadi 1,2724 karena dolar Kanada yang sensitif terhadap minyak berada di bawah tekanan di tengah kemerosotan harga minyak pada sesi kemarin.

Perkiraan Data Ekonomi, Tgl 15 Agustus 2017

GDP Jerman : Selasa, 13:00 WIB. Negara ekonomi terbesar di Eropa mengalami tingkat pertumbuhan kuartalan sebesar 0.6%, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Eropa di kuartal tersebut. Diperkirakan tingkat pertumbuhan akan menguat sebesar 0.7%.

Data Inflasi Inggris : Selasa, 15:30 WIB. Brexit telah membuat pound bergerak lebih rendah sehingga membuat harga naik dan memicu kemungkinan kenaikan suku bunga BOE. Namun, penurunan baru-baru ini sebanyak 2.6% telah memicu keraguan apakah BOE memicu kenaikan suku bunga dalam waktu dekat ini. CPI adalah data kunci untuk pergerakan Sterling berikutnya. Diperkirakan CPI akan meningkat sebesar 2.7%.

Penjualan Ritel AS : Selasa, 19:30 WIB. Perekonomian AS sangat condong pada sektor konsumsi. Pada bulan Juni, semua ukuran penjualan eceran dirilis mengecewakan dengan penjualan utama turun sebesar 0,2% demikian juga penjualan inti. Penjualan ritel diprediksi akan meningkat sebesar 0,3% sementara penjualan inti diperkirakan sesuai dengan ekspektasi sebesar 0,4%.

Dollar AS Menguat Dari Level Terendah 1 Minggu

Dollar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan hari Senin, setelah ketegangan geopolitik antara AS dan Korea Utara sedikit mereda.

USD / JPY naik 0.49% menjadi 109.72, dari level terendah dua bulan di hari Jumat di 108,73, sementara USD / CHF naik 0,50% menjadi 0.9664.

Permintaan safe haven yen dan Swissie mereda setelah Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Sekretaris Negara Rex Tillerson menulis bahwa pemerintah AS akan terus mencari resolusi diplomatik dengan Pyongyang.

Dalam sebuah komentar yang dipublikasikan di Wall Street Journal pada hari Minggu, kedua pria tersebut mengatakan bahwa “AS tidak memiliki kepentingan dalam perubahan rezim atau percepatan reunifikasi Korea.”

Di Jepang, data pada hari Senin menunjukkan bahwa ekonomi negara tumbuh sebesar 1,0% pada kuartal kedua atau 4,0% dalam istilah tahunan, yang lebih tinggi dari ekspektasi 2,5%.

Di tempat lain, EUR / USD tergelincir 0.15% menjadi 1,1804, sementara GBP / USD turun 0.23% menjadi 1.2979.

Dolar Australia dan Selandia Baru melemah, dengan AUD / USD turun 0.28% pada 0,7873 dan dengan NZD / USD turun 0.33% menjadi 0,7295.

Statistik Selandia Baru mengatakan penjualan ritel meningkat sebesar 2,0% di kuartal kedua, mengalahkan ekspektasi kenaikan 0.7%.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa produksi industri China naik 6.4% pada bulan Juli, di bawah ekspektasi untuk kenaikan sebesar 7.2%.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0.25% pada 93.22, dari level terendah satu minggu di New York pada 92.83.