Posts

Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

0 Comments

Indikator “Andrews’ Pitchfork” Untuk Forex Trading (Bagian-1)

Analisa teknikal merupakan salah satu metode analisa yang lazim dipergunakan dalam forex trading. Manfaat yang diberikan di antaranya adalah memungkinkan seorang trader untuk “melacak” pergerakan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan trend yang tengah berlangsung. Bukan hanya trend yang bisa menjadi patokan, namun juga banyak “alat” lain seperti pengenalan pola pergerakan harga, juga indikator-indikator teknikal. Salah satu di antara banyak “alat” dalam analisa teknikal adalah “Andrews’ Pitchfork”, yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Dari namanya, mungkin Anda sudah bisa menduga bahwa Andrews’ Pitchfork dinamai sesuai dengan nama kreatornya. Anda benar, karena penciptanya adalah Dr. Alan H. Andrews. Ia adalah seorang fisikawan yang lahir dari keluarga yang dekat dengan dunia finansial. Ayahnya adalah seorang konsultan investasi sehingga hampir tiap hari ia akrab dengan perbincangan seputar pasar finansial. Dengan kecerdasannya – dan kesadarannya akan pentingnya pendidikan – ia berhasil lulus dari Harvard dan MIT, dua universitas yang sangat bergengsi di Amerika Serikat karena kualitasnya.

Namun Andrews tidak sendirian, ia mendapat bantuan dari Roger W. Babson dan George Marechal.

Perkenalan pertama dengan Andrews’ Pitchfork

Andrew’s Pitchfork sebenarnya bukan indikator melainkan termasuk dalam keluarga “Line Studies”. Termasuk dalam keluarga Line Studies ini adalah trendline, channel, Fibonacci Retracement dan lain-lain. Namun demikian, untuk mempermudah penyebutan, baiklah kita anggap saja Andrew’s Pitchfork adalah indikator teknikal.

OK, jadi apa dan bagaimana sebenarnya indikator ini?

Pada dasarnya, ia adalah indikator yang bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi support dan resistance dengan bantuan tiga trendline sejajar. Tiga trendline itu terbentuk dari penempatan tiga titik acuan setelah menentukan trend yang jelas.

Bisa dikatakan indikator ini mirip dengan channel, hanya saja ia memiliki tiga garis, sementara channel pada umumnya hanya memiliki dua garis (atas dan bawah). Ketiga garis pada Andrews’ Pitchfork diperoleh dengan menggunakan tiga titik acuan yang merupakan titik-titik puncak dan lembah yang signifikan.

Berikut ini adalah penampakan Andrews Pitchfork dengan tiga titik acuan yang merupakan puncak dan lembah yang signifikan.

forex trading, strategi trading, belajar forex

Gambar 1: Andrews’ Pitchfork dengan 3 titik acuannya, digambar pada chart XAU/USD.

Garis yang berada di tengah channel yang terbentuk yang disebut “median line”. Itulah sebabnya metode analisa seperti ini juga kerap disebut sebagai “median line studies”. Pada Andrews’ Pitchfork, median line itu disebut “helve” (tangkai), sementara dua garis channel yang berada di atas dan bawah disebut “teeth” (gigi). Pitchfork sendiri berarti garpu rumput dalam bahasa Indonesia, sehingga penamaan “tangkai” dan “gigi” itu mengacu pada bentuk garpu rumput yang memiliki tangkai dan gigi. Kedua “gigi” itu sebenarnya adalah channel, di mana garis yag berada di atas menjadi resistance sedangkan yang di bawah menjadi support.

Ada 80% kemungkinan harga akan kembali bergerak menuju helve jika telah berada di garis atas atau bawah, namun jangan lupa bahwa ada juga kemungkinan harga akan menembus garis atas atau bawah tersebut jika tekanan bullish atau bearish sangat kuat, bahkan bisa mengubah arah trend.

Penerapan

Untuk menggambar Andrews’ Pitchfork, sebelumnya Anda harus melihat ada trend. Ingat, trend memiliki aturan: uptrend adalah sederetan puncak dan lembah yang semakin tinggi, sedangkan downtrend adalah sederetan puncah dan lembah yang semakin rendah. Lihat di sini untuk menyegarkan memori Anda tentang trend.

Pada gambar di atas terlihat bahwa XAU/USD mulai bergerak turun dari puncak Titik 1. Sebelum Titik 2, Anda juga bisa melihat ada lembah yang lebih tinggi, ini artinya Titik 2 merupakan lembah yang lebih rendah daripada lembah sebelumnya. Kemudian dari Titik 1 hingga Titik 3 Anda juga bisa melihat puncak yang terbentuk juga semakin rendah. Dengan demikian, pergerakan dari Titik 1 hingga Titik 3 merupakan downtrend untuk jangka pendek.

Setelah pitchfork tergambar dengan baik, langkah selanjutnya adalah mencoba mencari peluang jual atau beli. Untuk melakukan trading, Anda bisa memanfaatkan area di antara sepanjang channel, atau Anda bisa menunggu hingga salah satu garis channel (teeth/gigi) tembus untuk menerapkan breakout trading.

Metode yang juga sering dipergunakan adalah bounce trading dengan memanfaatkan channel sebagai support dan resistane serta helve (median line) sebagai pivot.

Ada beberapa aturan dasar yang diterapkan untuk trading berdasarkan Andrews’ Pitchfork ini:

  1. Sell ketika harga berada di area channel atas, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel bawah.
  2. Buy ketika harga berada di area channel bawah, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel atas.
  3. Pada saat downtrend, buy jika channel atas tembus.
  4. Pada saat uptrend, sell jika channel bawah tembus.

Di artikel selanjutnya akan dibahas contoh penerapan trading dengan mempergunakan Andrews’ Pitchfork.

Sampai jumpa.

0 Comments

Belajar Menjalankan Strategi Trading Forex Jangka Pendek

Strategi trading forex jangka pendek bisa sangat menguntungkan, namun juga memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Dalam hal ini, bukan besarnya potensi kerugian, melainkan karena kerugian bisa saja terjadi dalam hitungan menit hingga satu hari. Berbeda dengan strategi jangka panjang, di mana seorang trader bisa lebih santai, trading jangka pendek membutuhkan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi. Untuk bisa berhasil, Anda harus memahami dan benar-benar memahami risk-reward ratio dalam setiap transaksi, lebih detil daripada trading jangka panjang. Anda tidak hanya dituntut untuk bisa mendeteksi setiap peluang yang muncul, namun juga harus bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan mendadak pada pergerakan harga. Untuk itu, kali ini kita akan belajar mengenai dasar-dasar mengenali peluang dan bagaimana cara memafaatkannya.

Ada beberapa konsep dasar yang harus Anda pahami – dan tentu saja kuasai – untuk bisa melakukan trading jangka pendek. Yuk, kita telaah satu per satu.

Mengenali potensi

Dengan mengenali potensi, Anda akan bisa mengetahui mana yang boleh Anda ambil dan mana yang harus dihindari. Seringkali para trader terjebak pada situasi yang tidak menguntungkan karena sebelumnya mereka menyangka bahwa hanya dengan memanfaatkan rilis data ekonomi maka mereka akan bisa membukukan keuntungan yang fantastis.

Padahal, pada saat kita membaca data ekonomi tertentu, pasar telah terlebih dahulu menyerap berita/data tersebut dan seringkali telah bereaksi justru sebelum data tersebut dirilis. Oleh karenanya kita harus bisa mencari petunjuk kapan tepatnya kita harus membuka dan menutup posisi. Untuk itu, ada langkah-langkah yang harus diikuti.

Pertama kali Anda harus mengenali trend yang sedang berlangsung. Jika Anda melihat trend yang sedang berlangsung adalah uptrend, maka Anda sebaiknya mencari peluang beli. Sebaliknya, jika pasar sedang berada dalam keadaan downtrend, sebaiknya carilah peluang jual. Ini sangat penting. Jika Anda belum memahami konsep trend ini, ada baiknya Anda belajar mengenai konsep trend (baca di sini) dan penerapan strateginya dalam trading forex (baca di sini).

Pembatasan resiko

Membatasi resiko merupakan salah satu aspek yang terpenting yang ikut menentukan sukses atau tidaknya strategi yang Anda jalankan ketika Anda trading forex. Sangat penting meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, penggunaan stop-loss menjadi mutlak diperlukan untuk melindungi posisi Anda dari perubahan pasar yang ekstrim dan mendadak. Ada banyak teknik menempatkan stop-loss ini, namun pada umumnya disarankan untuk membatasi resiko Anda tidak lebih dari 10% dari modal Anda tiap kali melakukan transaksi.

Libatkan analisa teknikal

Diakui atau tidak, pasar selalu bereaksi atas berita, data, hingga rumor apa pun yang beredar. Reaksi tersebut terlihat dari naik atau turunnya harga. Itu artinya semua informasi – entah itu data inflasi, isu kebijakan moneter, atau isu politik – dengan sendirinya “terlebur” ke dalam perilaku pergerakan harga.

Berbicara mengenali peluang lewat pergerakan harga, berarti Anda memerlukan keterlibatan analisa teknikal. Mau tak mau, Anda harus belajar analisa teknikal lebih dalam lagi. Dalam strategi trading forex – terutama jangka pendek – analisa teknikal merupakan alat yang sangat penting.

Apa saja yang minimal harus Anda ketahui, terkait analisa teknikal? Berikut ini saya coba ulas.

Indikator

Ada beberapa indikator yang bisa Anda pergunakan untuk menentukan kapan membuka posisi beli atau jual. Di FOREXimf.com, tim analis kami mempergunakan stochastic oscillator dan Commodity Channel Index (CCI).

Hal yang perlu ditekankan adalah kedua indikator teknikal hanya memberi petunjuk berupa: kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold), serta sinyal buy (beli) dan sell (jual). Kedua indikator tersebut bukanlah merupakan patokan arah trend, seperti yang salah dipahami kebanyakan trader.

Oleh karena itu, pastikan sinyal yang muncul dari kedua indikator tersebut adalah sinyal yang searah dengan trend. Jadi, jika Anda ingin membuka posisi buy, maka sebagai strategi tradingnya Anda harus mengonfirmasi bahwa sinyal buy muncul di stochastic dan CCI ketika harga berada dalam uptrend. Sebaliknya, sinyal sell yang bisa dianggap valid adalah sinyal sell yang muncul saat downtrend. Itulah kaidah menggunakan indikator dalam trading forex.

Untuk belajar stochastic untuk forex, silakan kunjungi laman ini; untuk CCI bisa di sini. Anda juga bisa mempelajari kombinasi trendline dengan indikator tersebut di sini.

Pattern

Selain indikator, pola-pola pergerakan harga – yang biasa disebut price pattern ­- telah lama terbukti bisa memberikan petunjuk akan potensi pergerakan pasar selanjutnya. Meskipun tidak 100% akurat (akurasinya “hanya” sekitar 70%), namun kita tahu bahwa kombinasi dengan manajemen resiko yang baik bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Anda tidak perlu menghafalkan segala jenis pattern. Cukup kenali beberapa pattern yang populer saja, seperti head and shoulders, triangle, double top dan double bottom.

Keep it simple!

Tetaplah melakukan analisa dengan metode yang sesederhana mungkin. Ingat, trading jangka pendek memanfaatkan peluang dalam tempo yang sesingkat mungkin. Jika metode analisa Anda rumit, otomatis akan membutuhkan waktu untuk mengonfirmasi peluang yang muncul. Peluang kemungkinan besar akan terlewatkan.

Di samping itu, semakin rumit metodeAnda, maka semakin berat beban yang diterima otak Anda. Padalah, dalam trading forex, Anda harus se-rileks mungkin. Belajarlah membuat strategi forex yang sederhana.

Kesimpulan

Trading jangka pendek bisa mempergunakan beberapa metode analisa, namun yang paling penting adalah Anda harus mengerti apa yang harus dipergunakan dan kapan mempergunakannya. Jika Anda benar-benar telah memahaminya, Anda tetap akan bisa mencari peluang dan memanfaatkannya seoptimal mungkin dalam keadaan pasar seperti apa pun.

Tak bosan-bosannya saya ingatkan: pergunakanlah modal Anda dengan bijak dan displinlah pada trading plan Anda. Batasi resiko, pergunakan stop loss, jangan over-trade. Jika Anda langgar semua itu, maka trading jangka pendek tak akan memberikan apa pun bagi Anda, kecuali bencana.

Selamat trading. :)

2 Comments

Sukses Trading Forex: Proses, Belajar, Strategi

Apakah Anda ingin menjadi trader yang sukses? Apakah Anda mempersiapkan forex trading sebagai salah satu sumber pemasukan Anda? Apakah Anda sudah belajar cara memanfaatkan peluang di pasar forex dengan baik? Yang lebih penting lagi: apakah Anda mengetahui bahwa untuk menjadi trader sukses membutuhkan proses yang tidak pendek?

Proses merupakan peristiwa yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Semua hal di dunia ini membutuhkan proses. Tidak ada satu pun hal yang terjadi tanpa proses. Tidak ada yang benar-benar instan. Joko Widodo tidak mendadak menjadi presiden Republik Indonesia, ia juga melalui proses. Prabowo Subianto tidak mendadak menjadi jenderal, ia juga mengalami lelah dan “tersiksanya” menjadi seorang taruna. Mie instan sekalipun membutuhkan proses hingga bisa kita nikmati di piring kita. Betul?

Begitu juga dalam forex trading. Para “Turtle Traders” asuhan Richard Dennis pun melalui proses hingga bisa menjadi kelompok trader yang disegani di dunia. Mereka belajar strategi trading dengan tekun dan konsisten sebelum Dennis melepas mereka untuk bertransaksi dengan real account.

Tidak mustahil

Menjadi trader sukses bukanlah hal yang mustahil. Richard Dennis telah membuktikan bahwa siapa pun bisa menjadi trader yang handal. Hanya saja, Anda harus melalui proses yang benar untuk bisa sampai ke tahap tersebut.

Kesalahan paling umum yang dilakukan para trader pemula adalah mereka cepat putus asa (padahal putus asa itu berdosa!) ketika menemui kegagalan (baca: kerugian) dalam perjalanan trading mereka. Lalu dengan mudah mereka mengatakan, “Trading itu sulit!” Atau, ada juga yang mengatakan, “Dunia trading bukan untuk saya.”

Padahal, jatuh-bangun dalam perjalanan belajar forex adalah proses yang memang harus dilalui. Kerugian (baca: resiko) merupakan bagian yang tak mungkin bisa dipisahkan dari trading. Anda tidak akan bisa menghilangkan faktor resiko; yang bisa Anda lakukan adalah mengelola resiko itu dengan baik dan mengoptimalkan keuntungan yang ada.

Berlatih strategi

Berlatih merupakan hal yang harus Anda lakukan. Ini merupakan salah satu proses yang harus Anda lalui. Tentu saja, Anda juga harus merelakan sebagian waktu Anda untuk itu.

Sarana berlatih yang paling aman adalah demo account. Dengan demo account, Anda akan bisa mempraktekkan teknik-teknik yang telah Anda pelajari sebelumnya. Anda juga akan bisa menemukan strategi forex yang tepat, yang sesuai dengan karakter Anda.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, mau tidak mau ada waktu yang harus disisihkan untuk berlatih. Pergunakanlah demo account sebagai sarana simulasi dengan keadaan pasar yang sesungguhnya paling tidak dalam tiga bulan. Jangan ragu untuk meminta tips atau saran dari para trader yang kompeten, misalnya tim Market Analyst FOREXimf.com. Anda bisa bertanya melalui Live Chat.

Disiplin

Dalam melakukan simulasi di demo account, Anda harus memperlakukan transaksi yang Anda buat seolah-olah merupakan transaksi sesungguhnya. Artinya, Anda harus menerapkan trading plan yang Anda buat dengan disiplin.

Banyak pemula yang tidak menganggap serius demo account mereka. Padahal, itulah saat yang tepat untuk berlatih mengasah kepekaan Anda sebelum terjun langsung menggunakan real account. Senyampang masih simulasi, justru itulah saatnya melatih kedisiplinan Anda. Selain itu, Anda juga bisa mengevaluasi dan belajar mengembangkan teknik dan strategi trading yang tepat di pasar forex.

Tekad

Tekad merupakan modal yang penting, jika Anda memang sungguh-sungguh ingin menjadi trader yang sukses. Mudah diucapkan, namun tidak semudah itu melaksanakannya.

Masalah tekad ini, tidak ada orang lain yang bisa membantu. Hanya Anda sendiri yang bisa membantu diri Anda. Begitupun, Anda bisa memperkuat tekad Anda dengan banyak membaca kisah inspiratif dari para trader sukses, atau bercermin pada trader sukses yang Anda kenal. Kisah “Turtle Traders” yang disebutkan di awal artikel ini mungkin bisa membantu Anda untuk memperkuat motivasi Anda. Mereka berangkat dari NOL, bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang pasar finansial sedikit pun. Tetapi pada kenyataannya mereka berhasil menjadi legenda.

Berani

Tidak ada satu bisnis pun yang bisa berhasil tanpa keberanian pelakunya menghadapi resiko. Begitupun dalam forex trading.

Namun ingat, berani berbeda dengan nekad. Keberanian selalu dibarengi oleh pertimbangan yang matang. Dalam hal menghadapi resiko, keberanian Anda harus selalu diiringi dengan perhitungan yang tepat dalam mengelola modal dan membatasi resiko.

Jadi, selamat berjuang!

6 Comments

4 Strategi Trading Forex Kurangi Resiko Loss Besar

trading forex

Dalam trading forex, tidak selamanya transaksi yang Anda buat berbuah profit yang manis. Ada kalanya kerugian datang menghampiri Anda. Banyak penyebab terjadinya kerugian, karena memang tidak ada sistem atau strategi forex yang sempurna.

Namun kadangkala kerugian yang terjadi menjadi terlalu besar. Nah, dalam kasus seperti itu, biasanya ada faktor “human error” di situ. Anda mungkin melupakan beberapa hal yang penting yang berkaitan dengan manajemen modal dan manajemen resiko, misalnya stop loss. Ujung-ujungnya resiko menjadi tak terkendali dan kerugian yang Anda alami menjadi terlalu besar. Anda tentu tidak mau ini terjadi kan?

Nah, untuk menghindari hal seperti itu dalam aktivitas trading forex Anda, berikut ini ada lima cara untuk mengurangi resiko loss yang terlalu besar.

PERTAMA: Check & Re-check

Melakukan transaksi sangatlah mudah. Anda tinggal menekan tombol di mouse Anda dan… klik! Transaksi pun terjadi. Sekali transaksi tersebut dilakukan, tidak akan bisa Anda batalkan (kecuali untuk “pending order”).

Tetapi ingat! Sebagaimana yang disampaikan di awal tulisan ini, Anda tentu sudah paham bahwa bisa jadi pasar bergerak melawan keinginan Anda. Oleh sebab itulah Anda selalu harus membatasi resiko dalam setiap transaksi yang Anda lakukan dengan cara menempatkan stop loss dengan benar. Jangan pernah lupa mengecek apakah Anda telah memasang stop loss tiap kali Anda melakukan transaksi. Dalam setiap webinar, tim FOREXimf.com tak pernah bosan mengingatkan hal tersebut.

Membatasi resiko tidak hanya terbatas pada menempatkan level stop loss saja, namun juga erat kaitannya dengan membatasi volume transaksi yang Anda buat, dalam hal ini adalah jumlah lot. Besaran lot dan level stop loss tergantung pada seberapa besar modal Anda dan seberapa besar resiko yang siap Anda tanggung.

Contohnya begini: katakanlah Anda memiliki uang sebesar USD 100,000 (seratus ribu) dalam akun trading forex Anda. Dari USD 100,000 tersebut, tetapkan berapa besar resiko yang siap Anda tanggung untuk tiap transaksi, misalnya 10%. Itu artinya resiko kerugian maksimal yang Anda hadapi hanya sebesar USD 1,000 (seribu) tiap kali Anda melakukan transaksi.

Lalu lakukanlah analisa teknikal untuk bisa menemukan level-level support atau resistance. Level-level support atau resistance tersebut bisa Anda jadikan sebagai patokan stop loss. Jika Anda mengambil posisi buy, maka patokan stop loss-nya adalah area support, sebaliknya jika posisi Anda sell maka patokan stop loss-nya adalah area resistance.

Dalam melakukan analisa pun Anda harus melakukan check & re-check juga. Pastikan sinyal yang muncul telah benar-benar sesuai dengan aturan strategi trading Anda.

Kembali ke pembatasan resiko. Misalkan Anda melihat bahwa level stop loss saat itu berada dalam jarak 500 pips (asumsi harga menggunakan 5 desimal) dari level entry, yang artinya sebesar USD 500. Jika batasan resiko Anda adalah USD 1,000 maka itu artinya Anda hanya boleh melakukan transaksi maksimal sebesar 2 (dua) lot, tak lebih. Periksa lagi, apakah Anda benar-benar memasukkan angka 2 (dua), atau 20 (dua puluh)? Di tahun 2010, ada seorang trader futures di bursa New York yang salah memasukkan besaran transaksinya. Niatnya mau bertransaksi sebesar USD 16 MILLION (juta) saja, namun ia justru memasukkan USD 16 BILLION (milyar)! Seribu kali lipatnya!

Anda juga perlu memeriksa kembali apakah Anda melakukan transaksi di currency pair yang benar? Pernah terjadi pada rekan saya: ia bermaksud membuka posisi pada pair USD/CHF, namun ternyata ia mengeksekusi transaksi tersebut di pair AUD/USD. Konyol kan?

Nah, dengan demikian setidaknya ada empat hal yang perlu Anda periksa dan periksa lagi: menempatkan stop loss, besaran lot, aturan strategi trading-nya, dan currency pair-nya.

KE DUA: Selalu Setia Pada Trading Plan

Strategi forex secanggih apa pun tak akan berhasil jika Anda tak mematuhi aturan-aturan yang ada di dalamnya. Sebaliknya seringkali trader yang menggunakan strategi forex sederhana bisa secara konsisten meraih keuntungan karena ia konsisten pada trading plan-nya.

Trading plan dalam trading forex mencakup setidaknya tiga hal: money management (kaitannya dengan penggunaan modal per transaksi), risk management (pembatasan resiko) dan strategi trading. Di poin pertama telah disinggung mengenai hal-hal tersebut.

Jika Anda sudah menyusun dan menetapkan trading plan, maka jalankanlah dengan sungguh-sungguh. Jika sistem trading Anda belum memperbolehkan untuk membuka posisi, jangan memaksakan harus membuka posisi. Jangan pula memperbesar batasan resiko Anda, dan sialnya inilah “penyakit” yang hingga kini masih menjangkiti mayoritas trader.

KE TIGA: Ambil Waktu Rehat

Terkadang ada waktunya Anda tak bisa mengikuti pergerakan pasar dan kerugian beruntun pun terjadi. Pada saat seperti itu seringkali Anda menjadi sangat emosional dan kondisi psikologi seperti itu bisa berujung pada setidaknya dua hal: Anda menjadi takut untuk melakukan transaksi lagi, atau Anda justru menjadi semakin kalap dan melakukan transaksi yang tidak sejalan dengan trading plan Anda.

Jika suatu saat Anda merasakan setidaknya satu dari dua perasaan di atas, saya sarankan untuk berhenti dahulu untuk beberapa waktu. Menepilah sebentar dari hiruk-pikuk trading forex dan pergunakan waktu tersebut untuk mengevaluasi hasil trading Anda. Ada kalanya Anda harus merevisi strategi forex Anda, atau setidaknya menemukan bahwa pasar memang sedang tidak sesuai bagi Anda untuk menerapkan strategi tersebut.

Jika kondisi mental Anda sudah pulih, yaitu ketika tak lagi ada perasaan takut atau “dendam” karena telah loss, barulah Anda boleh kembali terjun ke pasar.

KE EMPAT: Cairkan Keuntungan Anda

Apa tujuan Anda trading? Tentu untuk memperoleh uang kan? Maka petiklah buah kerja keras Anda itu. Tariklah keuntungan dari akun trading Anda secara berkala, misalnya sebulan sekali.

Tariklah keuntungan tersebut jika balance Anda telah bertambah dari USD 10,000 menjadi USD 10,100; meskipun seandainya target bulanan Anda adalah USD 1,000. Ada kalanya target Anda tidak tercapai. Tidak apa-apa. Nikmati saja dulu hasil jerih payah Anda tersebut. Belilah barang-barang yang telah lama Anda incar, atau pergunakan untuk mentraktir teman-teman Anda makan dan katakanlah dengan bangga, “Ini hasil trading gue!” :)

Jika keuntungan itu tidak Anda ambil, dikhawatirkan Anda akan terlena ketika suatu saat transaksi Anda terseret oleh pasar. Ada kemungkinan Anda akan berpikir, “Ah, profit yang kemarin masih ada. HAJAR LAGI.” Ini berbahaya!

The Bottomline

Cukup banyak trader yang heran, mengapa keuntungan yang telah ia peroleh bisa raib dengan cepat. Selain faktor pasar, ternyata mereka seringkali mengabaikan empat poin yang telah dipaparkan dalam artikel ini.

Mudah-mudahan, artikel ini bisa membantu Anda.

Selamat trading. :)

2 Comments

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian I)

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian I)

 

Trading adalah aktivitas utama di pasar forex, komoditi ataupun indeks saham. Istilah “trading” di pasar finansial berarti tindakan menjual dan/atau membeli instrumen-instrumen finansial dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Penting bagi Anda untuk mengetahui tipe-tipe trading serta pilihan strategi apa saja yang bisa diterapkan sesuai dengan tipe trading tersebut. Anda bisa memilih tipe dan strategi mana yang sesuai dengan karakter Anda, karena salah satu kunci keberhasilan dalam trading adalah memilih strategi yang cocok dengan karakter Anda.

Secara umum, ada tiga tipe trading dan beberapa strategi yang berkaitan dengan tipe trading tersebut, yaitu:

-          Day Trading

-          Swing Trading

-          Position Trading

“Day trading” dan “swing trading” adalah tipe trading jangka-pendek, sementara “position trading” lebih panjang. Setiap tipe tersebut memiliki tujuan dan target yang berbeda-beda, sehingga harus disesuaikan pula dengan karakter masing-masing trader yang menggunakannya.

Pada bagian pertama ini kita akan membahas tipe “Day Trading” dan empat pilihan strategi yang bisa diterapkan.

Trader yang menganut “day trading” melakukan transaksi jual atau beli dalam satu hari perdagangan saja, dengan harapan mereka akan bisa membukukan keuntungan di hari itu juga. Para “day trader” selalu menutup transaksi mereka di hari perdagangan yang sama ketika mereka membuka transaksi tersebut, baik dalam keadaan untung ataupun rugi. Tujuan utama seorang day trader adalah menghasilkan keuntungan yang secepat mungkin meskipun relatif kecil dalam satu hari perdagangan.

Ada empat pilihan strategi yang bisa dipergunakan oleh para day trader:

-          Scalping

“Scalping” adalah melakukan transaksi dengan target dan batasan resiko yang sangat kecil (5-10 pips) namun frekuensi transaksinya tinggi, atau dengan volume (lot) besar. Para scalper segera menutup transaksi segera ketika harga menemui target maupun resiko mereka. Strategi ini cukup beresiko terutama jika harga bergerak dengan cepat melawan arah transaksi Anda. Anda juga harus memiliki banyak waktu dan tenaga untuk memantau pergerakan psaar tanpa henti.

-          Fading

Trader yang menggunakan strategi ini justru melakukan transaksi melawan arah pasar. Mereka mengambil posisi buy justru ketika pasar sedang turun dan sell justru ketika harga sedang naik. Mereka berasumsi bahwa setiap pergerakan pasti memiliki koreksi dan itulah yang mereka coba untuk manfaatkan.

Hati-hati, strategi ini sangat beresiko karena melawan prinsip utama dalam trading, yaitu “follow the trend”. Terlebih, trader yang menerapkan strategi ini cenderung serakah, tetapi mereka memang tergolong “risk-taker”. Bagaimanapun, sangat tidak dianjurkan untuk menerapkan strategi ini.

-          Daily Pivot

Strategi ini berdasarkan berdasarkan alat analisis yang bernama pivot point, yang juga menyediakan informasi support dan resistance untuk pergerakan harian. Seorang pivot trader akan mengidentifikasi pergerakan pasar dan melakukan transaksi berdasarkan pivot ini.

Seorang trader yang menggunakan strategi pivot biasanya bertransaksi seperti robot dan tidak terlalu mempedulikan apa yang ada di balik pergerakan harga.

Berikut ini adalah rumus untuk menghitung pivot point:

rumus untuk menghitung pivot point

Jika Anda mengambil posisi buy di harga tertentu dan menggunakan support terdekat sebagai stop-loss, maka Anda sebaiknya memanfaatkan level resistance terdekat sebagai target profit.

Kelemahan strategi ini ini adalah jika pergerakan pasar menjadi “liar”, maka level stop-loss akan sering tersentuh. Maka dari itu strategi ini lebih cocok diterapkan di pasar yang tidak terlalu volatile.

-          Momentum Trading

Strategi ini merupakan “lawan” dari strategi fading yang telah dijelaskan di atas. Dalam strategi ini, seorang trader akan melakukan transaksi searah dengan pergerakan pasar. Ia akan mengambil posisi buy jika harga bergerak dalam trend naik, sebaliknya akan mengambil posisi sell jika pasar bergerak dalam trend turun. Strategi ini sesuai dengan prinsip dasar trading yang telah disinggung sebelumnya: “follow the trend”. Strategi inilah yang paling aman dalam trading.

Anda bisa mencoba untuk menggunakan beberapa indikator seperti moving average untuk mengidentifikasi arah trend. Anda juga bisa menggunakan indikator semacam RSI, MACD, stochastic, dan lain-lain untuk mencari momen yang tepat dalam membuka posisi buy atau sell.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tipe-tipe trading lainnya, yaitu “Swing Trading” dan “Position Trading”. Tetap ikuti blog ini.

 

 

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex. Kapan Anda ?

4 Comments

Kendalikan Trading Anda Agar Fokus Tak Terpecah

fokus+berita+forex

 

Tidak semua peluang yang Anda lihat harus Anda ambil. Pilihan yang bijak justru adalah membatasi jumlah transaksi Anda pada satu waktu.

Jika seandainya Anda sudah memiliki satu posisi terbuka di currency pair EUR/USD dan satu posisi terbuka di GBP/USD, maka fokus Anda akan sangat mudah terpecah jika Anda menambah lagi posisi terbuka di currency pair yang lain. Kecuali jika Anda adalah seorang trader yang sudah memiliki puluhan ribu jam trading dan Anda memiliki kemampuan konsentrasi tingkat tinggi, jangan lakukan hal tersebut.

Anda sebaiknya memusatkan perhatian dan konsentrasi Anda ke peluang yang memang memiliki kemungkinan berhasil yang paling tinggi. Lakukanlah transaksi pada peluang yang paling besar tersebut, lalu berkonsentrasilah pada transaksi tersebut saja agar perhatian Anda tak mudah terpecah. Analoginya, jika Anda hendak membeli buah-buahan di sebuah kios buah, Anda tentu hanya akan mencari buah yang kondisinya paling baik, bukan?

Banyak trader yang mengira bahwa jika semakin banyak jumlah posisi (transaksi) yang mereka lakukan dalam satu waktu maka peluang untuk mendapatkan keuntungan akan semakin besar. Sebenarnya pendapat ini kurang tepat. Semakin banyak posisi terbuka justru semakin menyibukkan otak Anda. Jika otak Anda menjadi semakin “sibuk”, maka Anda akan semakin sulit untuk fokus pada trading plan Anda.

Sayangnya, itulah kesalahan yang umum dilakukan oleh para trader, terutama pemula. Mereka membuka beberapa transaksi sekaligus dalam satu waktu secara simultan. Latar belakangnya lagi-lagi adalah ketidaksabaran dan keserakahan. Padahal hal ini berbahaya, karena sekejap saja konsentrasi Anda buyar, maka ucapkanlah selamat tinggal pada uang Anda!

Sungguh disayangkan. Itulah yang terjadi.

Anda harus memahami bahwa Anda hanyalah seorang manusia biasa yang umumnya hanya bisa memusatkan perhatian Anda hanya pada satu atau dua hal pada saat yang bersamaan. Maka dari itu bersabarlah. Janganlah terlalu bernafsu untuk melakukan beberapa transaksi sekaligus. Lakukanlah satu per satu. Maksimal dua posisi terbuka dalam waktu yang bersamaan.

Memang, jika pun Anda melakukan saran di atas tidak akan menjamin bahwa Anda akan memperoleh keuntungan secara konsisten. Hal tersebut membutuhkan proses dan jalan yang tidak pendek. Namun yakinlah, saran ini menjamin bahwa Anda tidak akan mengalami kerugian terlalu banyak dan akan memperpanjang karir trading Anda. Cukup panjang hingga Anda mampu menghasilkan profit secara konsisten. Pada saat itulah Anda akan merasakan manfaatnya.

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex.  Kapan Anda ?

0 Comments

Menjadi Trader Sempurna ? Lupakan !

Menjadi Trader Sempurna. Lupakan

Pernahkah Anda merasa bahwa Anda harus bisa menemukan rahasia trading yang belum pernah diketahui orang lain sebelumnya? Atau pernahkah Anda merasa bahwa apa yang Anda lakukan selama ini – sebagai trader – belum cukup jika belum bisa menemukan rahasia tersebut?

Ada segolongan trader yang sangat – ya, sangat – terobsesi untuk bisa menjadi trader yang “sempurna”. Golongan ini tidak pernah berhenti untuk selalu mencari hal-hal yang baru, selalu mencari pengalaman baru dan mengembangkan teori serta cara trading mereka. Sayangnya tidak pernah ada hal yang bisa membuat mereka puas. Sialnya, golongan ini selalu mencatatkan prestasi trading yang menurun dari waktu ke waktu. Sia-sia, bukan?

Coba Anda renungkan: untuk apa bersusah payah menghabiskan waktu untuk mencari “rahasia” yang sebenarnya tidak perlu? Untuk apa jika menguras pikiran untuk merancang sistem trading yang “sempurna”? Untuk apa mencari sesuatu yang tak pernah ada?

Ya, tidak pernah ada sistem trading yang sempurna, dengan ataupun tanpa tanda petik. Sistem trading yang sempurna hanyalah mitos. Bahkan sistem yang menggunakan banyak aturan maupun indikator pun bukanlah sebuah sistem trading yang sempurna. Di saat pasar tidak bersetuju dengan logika yang dibangun oleh sistem trading Anda, maka saat itulah Anda harus mau menerima kenyataan dan berkata, “Oke, saatnya cut loss.”

Benar bahwa tidak ada seorang pun yang ingin menjadi trader yang sembrono atau asal-asalan, namun di sisi lain Anda tidak harus menjadi trader yang sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna, sehingga konsekuensinya adalah tidak ada satu sistem trading pun yang sempurna.

Coba simak kisah berikut ini:

Ada seseorang – sebut saja namanya Badu – yang sejak dulu adalah seorang siswa yang pintar di sekolah. Nilai rapornya tidak pernah di bawah sembilan. Ia selalu berada di rangking pertama di kelas. Lulus kuliah pun dengan predikat cum laude dengan IPK nyaris empat. Ia adalah siswa dengan nilai “sempurna”.

Kemudin ada Iwan. Iwan adalah siswa “rata-rata”. Di kelas pun tak pernah tembus rangking sepuluh besar, paling hebat hanya urutan ke 11 atau 12. Prestasi kuliahnya pun biasa saja. Nilai akademisnya lebih didominasi B dan C.

Beberapa tahun kemudia, Badu bertemu Iwan. Tahukah Anda di mana Badu bertemu dengan Iwan? Mereka bertemu di sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Iwan, di mana Badu bekerja sebagai General Manager.

Kisah ini bukan fiktif, meskipun menggunakan nama samaran. Namun bukan pula dimaksudkan untuk menyepelekan nilai-nilai akademis. Tidak sama sekali. Anda tentu sudah cukup dewasa dalam menilai maksud sebenarnya dari tulisan ini. Nilai akademis itu penting dan menjadi pintar tentu adalah hal yang perlu, namun bukan itu inti tulisan ini.

Inti tulisan ini adalah: sebagai trader, daripada berusaha untuk menjadi “sempurna”, sebaiknya Anda lebih fokus pada menemukan kemungkinan yang lebih baik untuk menjadi sukses. Bisa jadi profit yang Anda hasilkan tiap kali melakukan transaksi jumlahnya tidak sefantastis yang diimpikan oleh sang “trader sempurna”, namun Anda justru akan punya lebih bayak waktu untuk mengembangkan kemampuan Anda. Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dan – tentunya – menghasilkan profit. Anda akan lebih santai karena Anda tidak terlampau gelisah untuk bisa mencetak transaksi-transaksi yang sempurna. Anda tidak akan stres, yang justru sering dirasakan oleh para perfeksionis.

Trading itu adalah tentang kemungkinan-kemungkinan. Mengenai peluang. Untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan, Anda harus melakukan transaksi sesering mungkin agar teori peluang  bekerja dengan baik. Semakin sering Anda mencoba, maka semakin tinggi peluang Anda untuk memperoleh keuntungan. Tentu ada resiko yang menyertai, tapi – hey – bukankah resiko berbanding lurus dengan peluang? Semakin tinggi resikonya, semakin besar pula peluangnya.

Selama sistem trading Anda cukup bisa membuktikan bahwa ada peluang yang bisa Anda raih – katakanlah kemungkinannya 70% Anda akan untung – dan Anda menerapkan money management serta risk management yang baik, tak perlu khawatir. Anda akan mampu untuk “membayar” kerugian dari 30% kemungkinan transaksi yang berakhir dengan loss. Jadi tak perlu memiliki sistem trading yang 90% atau bahkan 100% akurat.

Jika Anda adalah seorang perfeksionis, selalu mendambakan sistem trading yang sempurna, maka Anda akan selalu menghadapi hambatan ketika akan memulai trading. Anda tidak akan pernah mau melakukan transaksi jika Anda tidak yakin 100% bahwa transaksi itu akan berbuah untung. Anda ingin setiap transaksi Anda memiliki nilai A, bukannya B apalagi C.

Cobalah beranikan diri Anda untuk hanya mendapatkan nilai C. Trader dengan nilai A mungkin memang lebih pintar, namun trader dengan nilai C mungkin justru akan lebih kaya, seperti Iwan dalam kisah di atas.

 

 

note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex.  Kapan Anda ?

0 Comments

5 Langkah Mudah Menguji “Robot Trading” Bagi Pemula

 

 

Anda mungkin pernah mendengar istilah “robot trading”, yang sebenarnya adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk melakukan transaksi secara otomatis sesuai dengan algoritma (logika) yang telah dimasukkan ke program tersebut. Istilah lain untuk “robot trading” ini adalah “automated trading” atau “expert advisor (EA)”. Semua broker di Indonesia yang menggunakan platform trading MetaTrader (MT4) biasanya mengaktifkan fitur ini.

Tim Analis dan Edukasi FOREXimf.com sering mendapatkan pertanyaan seputar cara menguji robot trading di platform MT4. Sebenarnya ada dua cara pengujian; backtest dan forward test. Backtest artinya menguji sebuah robot dengan cara menjalankannya di fitur simulasi MetaTrader yang disebut “Strategy Tester”. Metode pengujian ini menggunakan data-data pergerakan harga yang telah terjadi di masa lampau. Sedangkan forward test adalah menguji sebuah robot secara “live”.

Karena metode forward test cukup memakan waktu, maka biasanya para trader menggunakan metode backtest yang lebih cepat. Kali ini, kita akan membahas 5 langkah mudah untuk menguji robot trading bagi pemula dengan metode backtest.

Sebelum kita mulai, pastikan Anda sudah mengetahui cara menggunakan MT4 dan cara menginstal EA atau robot trading tersebut. Cara menginstal robot trading ke MT4 sangat mudah. Anda tinggal men-download robot yang Anda inginkan. Anda bisa mendapatkannya di internet atau mungkin diberikan oleh teman Anda. File program robot tersebut akan memiliki ekstensi .mq4 atau .ex4. Jika nama robotnya misalnya adalah “RobotTrading”, maka file programnya akan memiliki nama lengkap RobotTrading.mq4 atau RobotTrading.ex4.

Kemudian Anda tinggal mencari folder di mana Anda menginstal program MT4 Anda (misalnya di drive C; nama foldernya IM Futures Trader). Masih di folder yang sama, carilah folder “MQL4”. Di dalam folder “MQL4” tersebut, Anda akan menemui folder “Experts”. Nah, simpanlah file robot Anda tersebut dalam folder “Experts” itu.

Jika sudah, barulah lakukan langkah pertama, yaitu membuka Strategy Tester. Caranya bisa dengan men-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”.

robot 1

 

Anda akan melihat sebuah panel yang muncul di bagian bawah platform MT4 Anda. Langkah selanjutnya adalah memilih robot yang ingin Anda uji. Ini adalah langkah ke dua.

Robot 2

 

Langkah ke tiga adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk menguji robot tersebut. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2013.02.01 To: 2014.02.01”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Februari 2013 hingga 1 Februari 2014).

Robot 3

 

Anda juga harus memastikan bahwa data pergerakan harga yang Anda miliki cukup lengkap agar kualitas kelengkapan data Anda tidak kurang dari 90%. Ini untuk menghindari adanya beberapa chart yang “menghilang”, seolah-olah ada gap namun sebenarnya tidak. Untuk melakukan hal ini, Anda bisa menekan tombol “F2” yang ada di keyboard Anda. Ini adalah langkah yang ke empat.

Kemudian di window yang muncul, klik dua kali pada currency pair yang akan Anda pergunakan untuk menjalankan backtest. Anda juga harus memeriksa apakah time frame yang Anda pilih ada di database. Jika tidak ada, klik-lah time frame tersebut lalu klik tombol “Download” yang ada di bagian bawah.

Robot 4

 

Sangat disarankan untuk mengikutsertakan data tick 1 menit (1 Minute/M1) agar hasil backtest Anda menjadi lebih akurat. Hanya saja, langkah ini akan memakan banyak tempat di hard disk Anda. Berdasarkan pengalaman, beberapa robot kemungkinan akan menyebabkan MT4 mengalami crash alias tidak bisa berjalan.

Jika data pergerakan harga yang Anda miliki sudah cukup lengkap, barulah Anda bisa menjalankan backtest. Selanjutnya, langkah ke lima adalah meng-klik tombol “Start”, lalu biarkan program berjalan dengan sendirinya.

Setelah beberapa detik, atau menit, atau bahkan jam (tergantung pada berapa panjang rentang waktu yang Anda pilih serta kemampuan komputer Anda), Anda akan bisa melihat hasil backtest Anda tersebut di tab “Graph” atau “Result” yang ada di panel Strategy Tester. Namun perlu Anda ingat bahwa hasil tersebut berdasarkan performa robot tersebut “di masa lalu” dan tidak menjamin bahwa robot tersebut akan memberikan hasil yang sama di masa mendatang. Oleh karena itu, disarankan Anda menggunakan rentang waktu yang panjang (misalnya tiga tahun) sebagai data pergerakan harga dalam melakukan backtest.

Di kesempatan lain, kita akan membahas bagaimana cara membaca hasil backtest untuk mengetahui kualitas robot yang Anda uji.

Selamat mencoba.

 

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di Trading Forex.  Kapan Anda ?

9 Comments

Rahasia Dahsyat Sukses Demo dan Real

Demo = Real Akun

Sebagai trader forex pemula, broker Anda biasanya menyarankan untuk terlebih dahulu melakukan simulasi menggunakan demo account sebelum melakukan trading di real account. Melalui simulasi, Anda akan bisa lebih menguasai keahlian dasar yang harus dimiliki seorang trader. Anda juga akan bisa membangun trading plan, menguasai manajemen resiko dan lebih mengerti psikologi trading tanpa harus mempertaruhkan uang Anda.

Ketika Anda bisa mempraktekkan teori yang sudah Anda pelajari dan bisa menghasilkan profit yang konsisten, maka kepercayaan diri Anda akan meningkat. Biasanya Anda akan beranggapan bahwa simulasi di demo account hanya membuang waktu saja, lalu Anda pun segera membuka real account. Anda berpikir bahwa tiga, empat, atau lima kali transaksi profit berturut-turut di demo account akan bisa Anda ulangi di real account. Benarkah?

SALAH!     

Pada kenyataannya, justru kebanyakan trader forex pemula menjadi frustrasi ketika mendapati bahwa ternyata tidak semudah itu. Mengapa bisa demikian?

Penyebabnya setidaknya adalah tiga hal berikut ini.

1. Emosi di Real Account Lebih Menggigit

Seorang trader sebisa mungkin berusaha untuk mengesampingkan emosi ketika membuat keputusan dalam trading. Meskipun demikian, tidaklah mungkin untuk benar-benar bisa menghilangkan emosi dari seorang manusia, terlebih jika uangnya yang menjadi “taruhan”.

Sebagai gambaran, coba bandingkan perasaan Anda ketika pertama kali melakukan transaksi di demo account dengan ketika Anda melakukan transaksi sesungguhnya dengan uang Anda. Apakah detak jantung Anda meningkat? Apakah Anda merasa darah Anda mengalir lebih deras? Apakah jemari Anda sedikit bergetar? Jika ya, mungkin itu entah karena Anda terlalu bersemangat atau justru luar biasa gugup menghadapi pengalaman pertama itu.

2. Simulasi Tidak Melibatkan Uang Sungguhan

Meskipun jika Anda mencoba untuk memperlakukan demo account Anda seperti real account, pada kenyataannya Anda sama sekali tidak menghadapi resiko. Anda bisa saja berkali-kali melakukan transaksi dan merugi, namun Anda sepenuhnya sangat sadar bahwa secara finansial Anda akan tetap aman. Bahkan jika Anda melakukan ratusan kali kesalahan dalam simulasi pun, Anda masih akan bisa merasa aman, karena faktanya Anda bisa sewaktu-waktu membuat demo account yang baru.

Ceritanya akan berbeda jika Anda mengalami hal tersebut dalam situasi trading yang sesungguhnya. Kegagalan demi kegagalan dalam trading berpotensi mencederai kepercayaan diri Anda. Pada gilirannya, hal tersebut akan mengaburkan obyektivitas Anda dalam mengambil keputusan selanjutnya.

3. Godaan untuk melanggar trading plan lebih kuat ketika trading di real account

Anda akan merasa lebih emosional karena berhadap-hadapan dengan resiko yang nyata. Akibatnya, godaan untuk melakukan kebiasaan buruk pun akan lebih kuat. Kebiasaan buruk tersebut adalah melanggar trading plan.

Ketika Anda mengira telah bisa menjalankan trading plan dengan disiplin, pada kenyataannya Anda mungkin justru akan melakukan kesalahan-kesalahan umum dalam trading. Misalnya adalah memperjauh level stop loss, menutup transaksi meskipun profit baru sedikit, atau melakukan aksi “trading balas dendam”; yaitu trading yang emosional demi membalas kerugian terdahulu.

Bagi sebagian trader, keinginan untuk membuktikan bahwa mereka bisa berhasil di real account sama seperti yang pernah mereka lakukan di demo account bahkan bisa memicu masalah baru. Misalnya overtrading dan melanggar trading plan mereka.

Nah, jadi apa yang seharusnya Anda lakukan agar bisa berhasil di real account sebagaimana di demo account, bahkan LEBIH SUKSES?

Cara yang baik untuk menjembatani jurang antara demo dan real account adalah MENDUPLIKASI sikap TRADING TANPA EMOSI seperti yang Anda lakukan di demo account.

Bagaimana cara melakukannya?

Fokuslah pada proses yang Anda lakukan, bukan pada profit yang dihasilkan. Lakukanlah transaksi satu per satu dan fokus pada penerapan trading plan serta manajemen resiko yang tepat. Pastikan alokasi resiko memang sejumlah uang yang sudah siap untuk Anda “korbankan”.

Jangan pedulikan apakah hasil transaksi tersebut akan untung atau rugi. Tidak perlu memikirkan hal tersebut. Jika prosesnya benar, maka hasilnya akan mengikuti. Hal ini akan membantu meringankan tekanan dan membantu Anda untuk lebih berkonsentrasi pada transaksi Anda. Mungkin ini terdengar terlalu utopis bagi Anda, namun percayalah bahwa itulah yang memang harus Anda lakukan.

Kemudian, biasakan untuk menulis jurnal trading Anda setiap kali Anda selesai melakukan transaksi, Ini adalah kebiasaan yang sangat baik.

Tuliskan semua yang terjadi. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut: mengapa hasilnya berbeda dengan ketika simulasi? Apakah reaksi serta keputusan Anda berbeda ketika trading sungguhan dibandingkan dengan saat simulasi? Hal apa yang semestinya Anda lakukan?

Dengan mencatat semua kesalahan di real account yang tidak pernah Anda lakukan di demo, Anda akan tahu permasalahan apa yang sesungguhnya harus Anda perbaiki.

Proses “naik kelas” dari demo ke real memang sangat menantang, namun itu tidak akan menghentikan Anda untuk bergerak naik. Anda hanya harus lebih santai dan memastikan bahwa Anda sepenuhnya sadar dan siap secara mental, yang diperlukan untuk trading sesungguhnya.

Selamat “naik kelas”.

2 Comments

Berita Forex

Penguatan Emas Terhenti

Emas menurun yang mengakhiri rally terpanjangnya sejak 2012, karena investor menarik kembali keluar dananya.

Penurunan emas tersebut menghentikan penguatannya selama tujuh hari berturut – turut yang diakibatkan karena Federal Reserve mengisyaratkan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bungannya. Selain itu pun, penguatan emas sebelumnya di dukung karena arab Saudi dan sekutunya yang mulai melakukan penyerangan ke Yaman.

Namun, berkurangnya klaim pengangguran di AS kembali memicu pemintaan terhadap dolar AS dan menurunkan permintaan untuk emas sebagai alternatif investasi.

“Kekuatan dolar akan terus menjadi musuh terbesar emas.” Chris Gaffney, the senior market strategist di EverBank Wealth Management St. Louis, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon.

Emas turun 0.8 persen menjadi $ 1,195.43 per ounce pada pukul 10:01 di New York.

Data Non-Farm Payrolls AS Luar Biasa

Berita Forex – Data non-farm payrolls AS yang di rilis pada hari jumat ini mengalami kenaikan sebesar 321.000 yang jauh melampaui perkiraan di 230.000. Data bulan sebelumnya pun direvisi yakni sebesar 243.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran AS dilaporkan stabil di angka 5.8%, namun average hourly earnings naik 0.4% melampaui estimasi 0.2% yang mengindikasikan akan adanya pertumbuhan upah yang sehat dikombinasi laporan non-farm payrolls AS yang naik ke 321,000. Hal ini merupakan pemulihan pasar tenaga kerja selama 10 bulan berturut-turut sekaligus merupakan pemulihan terpanjang sejak tahun 1999.

Perbaikan pasar tenaga kerja yang tampak ini semakin kian menguatkan Federal Reserve untuk segera bersiap menaikkan suku bunga acuannya pertamanya di tahun 2015.

Harga Emas spot terpantau mengalami pelemahan setelah data di rilis dimana melemah -0.87% di level $1,193.94 per troy ons, menjauhi titik tertinggi intraday di $1,207.46 dan level terendah hariannya di $1,192.88 per troy ons.