Posts

Sukses Trading Forex Dalam 5 Langkah

Salah satu pertanyaan yang paling banyak dilontarkan para pemula adalah bagaimana sebenarnya cara yang tepat memulai trading forex. Banyak sekali orang yang memulai trading hanya berbekal langganan sinyal trading, atau bahkan membayar mahal untuk training/workshop yang membahas strategi trading padahal mereka sebenarnya belum mengenal forex. Bahkan istilah “lot” atau “pip” pun mungkin belum mereka pahami.

Trader yang memulai trading tanpa pengetahuan yang cukup itu ibarat orang yang nekad terjun ke dalam danau padahal dia tidak bisa berenang. Hasilnya? Maut. Ya sih, memang ada beberapa yang selamat. Beberapa lho ya, hanya b-e-b-e-r-a-p-a. Itu pun karena mereka beruntung bisa segera bertemu dengan orang yang dengan sigap “melemparkan pelampung” ke arah mereka. Yang kurang beruntung? Lewat.

Anda perlu tahu bahwa trading itu bukan sekedar memelototi chart dan mencampuradukkan berbagai macam indikator. Trading itu adalah skill yang harus senantiasa diasah dengan konsisten tiap kali Anda melakukan transaksi.

Oh ya, perlu saya ingatkan lagi bahwa tidak ada yang namanya holy grail dalam trading. Bagi Anda yang baru mengenal istilah tersebut, “holy grail” adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebut suatu sistem atau strategi trading yang menjamin akurasinya. Dengan kata lain: tidak mungkin loss. Sekali lagi: hal seperti itu tidak ada!

Jadi, sebelum Anda terjebak dalam pencarian tak berujung untuk “holy grail”, izinkan saya untuk berbagi sedikit pengalaman untuk Anda yang baru ingin memulai forex trading.

  1. Pelajari dulu dasar-dasar trading

    Tidak ada seorang karateka pun yang menyandang sabuk hitam dalam semalam. Ia tentu harus memulai dari sabuk putih, mempelajari kuda-kuda, kihon, kata, kumite dan lain sebagainya. Butuh proses dan waktu yang tidak singkat untuk setidaknya menjadi karateka sabuk hitam.

    Trading pun demikian. Jangan mimpi bisa jadi trader dahsyat hanya karena Anda telah mengikuti sehari atau dua hari workshop tanpa sebelumnya memiliki dasar pengetahuan tentang trading. Setidaknya Anda harus tahu dulu apa itu lot, contract size, leverage, margin, risk management dan trading plan. Anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu trend, support dan resistance. Barulah Anda layak mempelajari teknik-teknik trading yang lebih kompleks.

  1. Berlatih mengenali pola

    Anda pernah melihat bagaimana atlet tenis meja dengan mudah melakukan servis dan memainkan bola yang bergerak demikian cepat? Mereka tidak mendapatkan keahlian itu hanya dalam sehari. Dibutuhkan banyak latihan dan memperhatikan arah pergerakan bola.

    Dalam analisa (teknikal) ada konsep “history repeats itself”. Sejarah selalu berulang. Dalam konteks ini yang berulang sebenarnya adalah pola, baik itu pola pergerakan harga ataupun pola indikator teknikal. Dengan mengenali pola-pola tertentu, Anda akan bisa memperkirakan ke mana kira-kira harga akan bergerak dengan mengacu pada “perilakunya” dari masa ke masa.

  1. Kembangkan trading plan

    Ini tahap yang akan menentukan akan jadi trader seperti apa Anda nanti. Di tahap ini Anda akan mendesain strategi yang akan Anda pergunakan dan tentu saja untuk bisa melaksanakan tahapan ini Anda harus sudah sukses menjalani dua tahap sebelumnya.

    Di tahap ini Anda bisa melakukan eksperimen dengan beberapa indikator teknikal yang berbeda, beberapa currency pair yang berbeda dan nantinya Anda akan menemukan strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda sebagai trader.

    Boleh saja Anda mencoba mengadopsi strategi trader lain yang telah sukses, tetapi Anda harus ingat bahwa satu strategi yang sukses dipakai orang lain belum tentu akan sukses juga di tangan Anda. Ini karena salah satu syarat strategi yang baik – seperti yang saya sebutkan di paragraph sebelum ini – adalah strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda.

  1. Coba strategi di akun demo

    Ya… ya… memang ada trader yang melewatkan tahapan demo dan langsung trading dengan live account karena ingin segera mendapatkan hasil dari trading. Memang ada pula yang bisa sukses tanpa melalui demo. Ada. Tidak semua.

    Demo memungkinkan Anda untuk menguji profitabilitas strategi trading Anda. Tidak hanya itu, demo juga bisa mengasah skill Anda.

    Di tahapan inilah Anda akan bisa mempelajari di mana kekuatan dan – yang lebih penting – kelemahan Anda dan strategi trading Anda. Jika Anda belum bisa profit konsisten di akun demo, saya tidak sarankan untuk buru-buru menggunakan live account.

    Konsisten profit di akun demo, barulah kemudian pergunakan real money.

  1. Lakukan evaluasi

    Ini tahap yang paling penting sekaligus paling berat untuk dilakukan. Di tahapan ini Anda harus menguji apakah strategi yang Anda pergunakan benar-benar bisa menghasilkan profit yang konsisten atau tidak. Jika tidak, maka itu saatnya Anda melakukan perbaikan atas strategi tersebut.

    Dalam melakukan evaluasi Anda harus fair. Ada kalanya kesalahan bukan terletak pada strategi trading Anda melainkan pada ketidakdisiplinan Anda menjalankan trading plan. Terkadang orang tidak mau mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dan ini fatal bagi seorang trader.

Forex trading bukanlah jalan untuk menjadi kaya mendadak. Pun bukan game computer yang bisa Anda menangkan dengan mengetikkan beberapa kode curang (cheat code). Trading itu bisnis dan seperti bisnis pada umumnya butuh waktu, tenaga dan – tentu saja – modal yang cukup untuk “memenangkan permainan”-nya.

Semoga beruntung.

Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

Trading Plan Forex: Setiakah Anda Padanya?

Ketika trading forex, apakah Anda punya trading plan? Apakah Anda PERNAH punya trading plan namun telah Anda “khianati”?

Kalau Anda ternyata pernah berkhianat pada trading plan Anda, seharusnya Anda merasa bersalah, kendati memang “pengkhianatan” itu bisa disebabkan oleh beberapa hal. Mungkin Anda memang pribadi yang mudah bosan, atau pengalaman Anda yang masih minim membuat Anda berpaling dari trading plan Anda.

Memang ada orang yang sulit untuk mempertahankan fokus sehingga kebosanan melanda lantas Anda memutuskan untuk tidak lagi mematuhi trading plan yang (menurut Anda) membuang waktu. Atau, di suatu ketika Anda menjadi sangat emosional sehingga respon yang Anda munculkan adalah melabrak semua aturan dalam trading plan.

Ya, benar bahwa kehilangan fokus dan menjadi emosional itu biasa dalam trading, tetapi tidak berarti lantas “kebiasaan” tersebut menjadi hal yang boleh dimaafkan apabila berlanjut. Apalagi kalau berujung pada pengambilan keputusan yang gegabah dan terburu-buru. Contohnya, membuka posisi terlalu cepat, mengambil keuntungan terlalu dini, atau yang paling parah adalah membiarkan kerugian berlarut-larut. Ini berbahaya.

Memang kita tidak perlu berharap menjadi “super trader” yang serba sempurna. Ada saat-saat kita merasa lelah secara fisik maupun psikis sehingga sulit untuk kita memusatkan perhatian pada trading. Terlebih jika masih ada floating loss menghiasi terminal trading kita. Kondisi seperti itu sering memancing kita untuk berpikir, “Ah, persetan dengan trading plan. Begitu profit sedikit, saya akan close posisi ini. Yang penting cepat selesai.”

Ya, saya sendiri terkadang pun tidak kuat menunggu terlalu lama. Akan tetapi bukan berarti kita boleh menjadikan hal itu sebagai apologi dan menjadikannya kebiasaan yang buruk. Untuk mengantisipasinya, Anda perlu tetap bugar ketika trading. Bugar secara fisik maupun emosional.

Sialnya, kebanyakan trader yang melanggar trading plan adalah memang mereka yang kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Ia tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang ia lakukan, hingga ia menganggap biasa melanggar beberapa aturan dalam trading plan-nya. Biasanya ini terjadi pada mereka yang tidak memahami trading plan yang mereka pergunakan dan – biasanya – bukan mereka yang membuat perencanaan trading tersebut.

Faktor psikologis juga mempengaruhi tingkat kedisiplinan trader, terutama pemula. Para pemula biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang relatif rendah, terutama mereka yang bertubi-tubi mengalami kerugian. Mereka akan mudah ragu mengambil keputusan berdasarkan trading plan yang dipergunakan. Ragu dalam mengeksekusi transaksi karena takut loss, atau – yang lebih berbahaya – ragu dalam menutup posisi yang merugi karena khawatir bisa berbalik menjadi keuntungan dan ia akan menyesal.

Sering pula keputusan mengkhianati trading plan disebabkan oleh rumitnya trading plan yang dipergunakan. Lagi-lagi ini biasa melanda trader pemula yang tidak membangun sendiri trading plan-nya. Maka untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk membangun sendiri trading plan Anda dengan cara yang sesederhana mungkin, hingga mudah Anda mengerti dan terapkan. Ingat, patokannya adalah diri Anda sendiri. Jika Anda masih merasa kesulitan dalam memahami dan menjalankannya, berarti trading plan tersebut belum cocok untuk Anda.

Salah satu kunci untuk bisa memenangkan pertarungan di dunia trading forex adalah disiplin. Sekali Anda bisa menguasai “ilmu” kedisiplinan ini, maka langkah Anda akan membawa Anda semakin dekat dengan keuntungan.

Stress Bisa Berguna Dalam Forex Trading?

Forex trading pada gilirannya akan “memaksa” Anda untuk berhadap-hadapan dengan potensi resiko setiap hari. Karena ketidakpastian yang ada, Anda sering kali harus mengantisipasi kejadian yang sangat bisa jadi akan membuat Anda merasa stress. Secara psikologis, terserang stress merupakan reaksi normal yang terjadi selama trading. Sama normalnya seperti seekor elang yang memangsa seekor kelinci.

Lho, tunggu dulu… bukankah stress itu selalu buruk? Hal baik apa yang bisa dimanfaatkan dari stress?

Stress, dalam kadar tertentu, bisa bermanfaat jika bisa memberikan jalan untuk mengambil keputusan apakah akan “bertahan” atau “menghindar” jika Anda telah menjadi semakin waspada dan siap secara mental untuk menghadapi setiap kemungkinan. Jika diibaratkan, kondisi seperti itu seperti ketika seorang pendekar yang mendapatkan lecutan adrenalin ke otaknya dan kemudian pikirannya akan memberi perintah kepada tubuhnya untuk bereaksi secara spontan atas serangan lawannya. Dalam hal ini, stress justru berfungsi untuk melindungi diri.

Namun jika seorang trader yang tidak memiliki kemampuan untuk bereaksi secara positif terhadap stress, justru hal tersebut akan memperburuk performanya. Alih-alih meningkatkan kewaspadaan dan bereaksi pada sebuah situasi, ia justru akan tenggelam dalam ketakutan dan menjadi gugup atau bahkan diam terpaku. Pada situasi seperti itu ia tidak akan mampu membuat keputusan yang baik karena ia kehilangan kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus.

Bayangkan jika ketika Anda sedang menyeberang jalan kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil – atau lebih besar lagi: truk – melaju ke arah Anda dengan kecepatan tinggi. Bagaimana kira-kira Anda akan bereaksi?

Normalnya, ketika itu terjadi Anda akan berada dalam tingkat stress yang cukup tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk “bereaksi positif” terhadap stress yang muncul saat itu, Anda akan berlari untuk menyelamatkan diri. Jika tidak, Anda hanya akan terpaku di tengah jalan dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pada akhirnya, kemampuan dan kualitas reaksi Andalah yang akan membedakan hasil yang akan Anda terima. Dalam situasi kritis, kemampuan Anda mengatasi stress adalah hal yang menentukan apakah Anda akan selamat atau sekarat.

OK, lalu bagaimana agar hal tersebut bisa diaplikasikan dalam trading?

Langkah pertama adalah menyadari benar bahwa resiko adalah bagian yang tak terpisahkan dengan trading forex. Kerugian yang diderita dari sebuah transaksi, atau bahkan beberapa kali transaksi, bukanlah merupakan akhir dunia. Tentu saja jika Anda melakukan trading dengan manajemen resiko yang benar dan tepat. Sekali Anda menyadari fakta ini, Anda akan bisa fokus pada hal-hal yang mampu Anda lakukan.

Langkah ke dua adalah menyadari bahwa memang ada potensi Anda akan berada dalam tekanan. Anda harus bisa belajar bagaimana caranya bertindak dengan tenang, fokus dan rasional dalam situasi seperti itu. Anda harus berlatih untuk mengenali “potensi bahaya” kemudian menghindari situasi tersebut seperti halnya Anda menyelamatkan diri dari truk yang hampir menabrak Anda.

Menerima kekalahan juga adalah merupakan salah satu cara membangun respon positif. Anda akan bisa bersikap positif jika dan hanya jika anda berlatih sungguh-sungguh untuk itu. Dengan berlatih (Anda bisa mempergunakan akun demo lalu mengevaluasi respon Anda terhadap stress), reaksi negatif dengan sendirinya akan berkurang dan Anda bahkan bisa mempertajam intuisi Anda untuk menghindari “lubang-lubang jebakan” dalam trading, yang bisa muncul karena ketidakpastian pasar.

Cara termudah untuk bisa mencapai tahap “rileks” dalam trading forex tentu saja adalah dengan memiliki modal yang kuat, yang didukung oleh trading plan yang matang.

Jika Anda bisa berlatih dengan benar di akun demo, maka ketika dihadapkan pada situasi real Anda tidak lagi akan gugup, lalu terpaku, yang bisa menyebabkan kehancuran modal Anda.

Selamat berlatih mengendalikan stress. 

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (3)

Pada artikel sebelumnya Anda telah mengetahui langkah-langkah yang harus dilalui dalam membangun sebuah sistem trading forex, dalam hal ini adalah mechanical trading system. Ada setidaknya tujuh langkah yang harus dilakukan mulai dari perencanaan hingga pengujian sistem trading tersebut.

Di artikel penutup ini saya akan mencoba untuk memberikan contoh mudah sebuah sistem trading yang sederhana berdasarkan pemaparan yang telah dijabarkan di artikel sebelumnya.

Setup:

  • Time frame: Daily (D1)
  • Indikator trend:
  1. Simple Moving Average (SMA), periode: 20
  2. Simple Moving Average (SMA), periode: 50
  • Indikator konfirmator:
  1. Stochastic (5,3,3)
  2. RSI (14)

Aturan Trading:

Entry Rule:

  • Aturan BUY:
  1. SMA 20 telah memotong ke atas SMA 50 (golden cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke atas
  3. Tunggu hingga koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bullish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bullish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di atas 50 tetapi belum overbought
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi buy
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP
  • Aturan SELL:
  1. SMA 20 telah memotong ke bawah SMA 50 (death cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke bawah
  3. Tunggu hingga pull-back terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bearish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bearish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di bawah 50 tetapi belum oversold
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi sell
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP

Exit Rule:

  • Tutup posisi buy jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk death cross, atau jika nilai RSI jatuh ke bawah 50, atau jika Stop Loss tersentuh.
  • Tutup posisi sell jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk golden cross, atau jika nilai RSI naik ke atas 50, atau jika Stop Loss tersentuh.

Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana ilustrasi penerapannya.

Gambar-gambar di bawah ini akan menjelaskan contoh penerapan strategi buy berdasarkan sistem trading forex yang baru kita bangun ini.

Pada gambar berikut ini, Anda bisa melihat telah terjadi golden cross di chart daily pair USD/CAD.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Saat itu harga telah berada di atas SMA 20 dan SMA 50 namun stochastic telah memperlihatkan indikasi bearish sedangkan CCI berada dalam kondisi overbought. Nah, selanjutnya kita tinggal menunggu akan terjadi pull-back/koreksi ke area di antara kedua SMA tersebut.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Setelah pull-back/koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic. Ketika sinyal bullish terkonfirmasi di stochastic, pastikan nilai RSI telah berada di atas 50. Perlu diingat bahwa sinyal tersebut sebaiknya harus terkonfirmasi setelah candlestick closed.

Gambar berikut ini memperlihatkan pergerakan harga selanjutnya setelah sinyal buy terkonfirmasi berdasarkan sistem trading tersebut. Terlihat bahwa harga telah bergerak sejauh 2278 pips setelah buka posisi.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Pada saat itu Anda mungkin akan menutup posisi jika merasa sudah puas, namun sebenarnya berdasarkan sistem trading forex yang telah disusun di atas, sebaiknya posisi tersebut baru ditutup jika terjadi death cross atau nilai RSI jatuh ke bawah 50.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Perlu diingat bahwa sistem trading ini mempergunakan time-frame daily, sehingga sebenarnya lebih condong kepada gaya trading long-term. Oleh karena itu, wajar jika dalam contoh di atas transaksi yang dilakukan bisa mencapai keuntungan hingga lebih dari 13.000 pips!

Kesabaran adalah kunci. Kembali kepada konsep mechanical trading system, memang faktor emosi sebaiknya tidak terlalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Buy, sell dan close posisi Anda hanya jika ada sinyal valid yang telah terkofirmasi.

Nah, sistem trading yang saya paparkan ini hanya contoh saja. Anda bebas memodifikasi atau bahkan menciptakan sendiri sistem trading yang kira-kira sesuai dengan karakter dan gaya trading Anda dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dipaparkan mulai dari tulisan bagian pertama, bagian ke-2 hingga ke-3 ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (2)

Pada artikel sebelumnya, Anda telah mempelajari mengenai apa itu mechanical trading system. Nah, fokus utama artikel ini adalah untuk memandu Anda dalam step-by-step proses pembuatan sistem trading forex Anda sendiri. Meskipun tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuat sebuah sistem, namun untuk menguji sistem trading tersebut mutlak membutuhkan waktu. Maka dalam hal ini kesabaran Anda diperlukan.

Ada tujuh langkah yang harus Anda jalankan dalam membangun sebuah mechanical trading system.

Langkah 1: Tentukan time-frame

Hal pertama yang harus Anda tetapkan ketika membangun sistem trading Anda adalah menentukan tipe trader seperti apa Anda ini. Apakah Anda seorang day trader? Swing trader? Apakah Anda suka memantau chart setiap hari, sekali seminggu, atau mungkin sebulan sekali? Ketika Anda melakukan trading, berapa lama biasanya Anda menahan posisi terbuka?

Unsur-unsur tersebut di atas akan membantu Anda untuk menentukan time frame berapa yang akan Anda pergunakan. Meskipun misalnya Anda ingin bertransaksi menggunakan metode multiple time-frame analysis, tentukan time-frame utama mana yang biasanya Anda pergunakan untuk mencari entry signal.

Langkah 2: Tentukan indikator trend

Karena tujuan utama sistem trading adalah mengidentifikasi trend sedini mungkin, Anda selayaknya memanfaatkan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut. Misalnya moving average (MA), yang  merupakan salah satu indikator trend yang cukup populer.

Para trader biasanya mempergunakan dua buah MA dengan periode yang berbeda dan menunggu hingga terjadi perpotongan antara kedua MA tersebut. Metode ini merupakan metode dasar yang dikenal dengan metode “MA crossover”. Teknik yang paling sederhana dari metode ini merupakan cara tercepat dan termudah dalam mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Memang ada banyak metode lain dalam forex trading untuk mengenali trend, namun MA merupakan salah satu yang paling mudah untuk dipergunakan.

Langkah 3: Pergunakan indikator yang bisa mengonfirmasi trend

Target ke dua dari sebuah sistem trading adalah mampu menghindari whipsaw. Anda tentu tidak mau terjebak oleh sinyal palsu. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memastikan sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang berlangsung. Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator yang termasuk golongan momentum atau oscillator.

Ada banyak indikator teknikal yang bisa dipergunakan sebagai sinyal yang mengonfirmasi trend. Tim Market Analyst FOREXimf.com biasa mempergunakan stochastic dan CCI. Selain itu Anda juga bisa mempergunakan MACD atau RSI. Silakan Anda mencoba beberapa jenis indikator. Jika Anda sudah terbiasa maka Anda akan menemukan indikator mana yang sekiranya cocok dengan gaya trading Anda lalu masukkan ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

Langkah 4: Tetapkan batasan resiko

Dalam membangun sistem trading, sangat penting menentukan tingkat toleransi atau batasan resiko. Memang tidak banyak orang yang suka membicarakan kerugian, namun pada kenyataannya trader forex yang baik adalah trader yang mampu berpikir untuk membatasi berapa besar kerugian yang mungkin bisa ia derita. Mereka selalu memikirkan resiko terlebih dahulu sebelum membayangkan berapa besar keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Tingkat toleransi resiko pada masing-masing orang tentu berbeda-beda. Anda memang harus menentukan batasan resiko namun tetap harus dalam batas “kenyamanan” Anda sendiri. Jadi jangan bulat-bulat meniru trader lain yang toleransi resikonya lebih tinggi daripada Anda.

Ini erat kaitannya dengan money management,yang memegang peranan sangat penting dalam trading forex. Anda bisa membaca banyak topik tentang money management di website ini.

Langkah 5: Tentukan aturan entry dan exit

Setelah Anda menetapkan batasan resiko, langkah selanjutnya adalah menetapkan aturan entry (membuka posisi) dan exit (menutup transaksi).

Ada trader yang membuka posisi setelah semua indikator yang dipergunakan terlihat memberikan sinyal meskipun candlestick belum close.  Ada pula yang lebih suka menunggu hingga candlestick close.

Kami sendiri mengikuti pendapat yang ke-2, yaitu menunggu hingga candlestick close, karena seringkali ternyata indikator teknikal berubah setelah candlestick close dan sinyal yang tadinya tampak telah terkonfirmasi ternyata “menghilang”.

Namun sebenarnya itu hanya masalah gaya trading saja. Trader yang tidak merasa perlu menunggu konfirmasi candlestick biasanya adalah tipe trader yang agresif.

Sementara itu ada beberapa opsi untuk aturan exit. Salah satu cara adalah menggunakan trailing stop. Cara lain adalah menetapkan target dan hanya akan menutup transaksi ketika target telah tercapai. Banyak yang menggunakan support dan resistance sebagai acuan target, sementara ada pula yang hanya menetapkan target dalam bentuk sekian pip.

Anda juga bisa menggunakan “sinyal-kontra” sebagai aturan exit. Misalnya jika Anda masuk posisi buy berdasarkan MA golden cross (MA memotong dari bawah ke atas), maka Anda hanya akan menutup posisi tersebut jika terjadi MA death cross (MA memotong dari atas ke bawah) dan sebaliknya.

Oh ya, ingat bahwa aturan exit tidak hanya berlaku saat profit saja. Anda juga harus menerapkan aturan exit saat terjadi loss.

Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda akan selalu menjalankannya. Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu cepat sebelum kondisi atau aturan yang telah Anda tetapkan terpenuhi. Apa pun yang terjadi – ya, APA PUN YANG TERJADIstick to the plan!

Langkah 6: Tulis aturan sistem trading Anda dan PATUHI!

Inilah langkah paling penting dalam menciptakan sistem trading. Tuliskanlah aturan sistem trading Anda dan selalu patuhi. Sekali lagi: SELALU PATUHI. No matter what!

Disiplin adalah salah satu sikap yang HARUS dimiliki seorang trader. Tidak ada sistem trading yang bisa berhasil dengan baik jika Anda tidak disiplin dalam mematuhi aturan sistem trading tersebut.

Langkah 7: Uji Sistem Trading Anda

Cara termudah untuk menguji sistem trading yang baru Anda buat adalah mempergunakan Strategy Tester yang tersedia di MetaTrader. Cara ini biasa disebut backtesting. Terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin. Ini penting. Sangat penting.

Pergunakan data harga yang cukup. Minimal pergunakan data pergerakan harga dua atau tiga tahun ke belakang agar Anda tahu apakah sistem Anda bisa mengikuti dinamika pasar atau tidak. Jika hasil backtesting Anda cukup memuaskan, lanjutkan ke tahap pengujian ke-2, yaitu forward testing dengan menggunakan demo account.

Lakukan forward testing setidaknya dua bulan. Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk “merasakan” kinerja sistem trading Anda secara live. Selain itu, kesabaran dan kedisiplinan Anda akan kembali diuji dengan pergerakan market secara real time.

Setelah dua bulan, Anda akan mengetahui apakah sistem tersebut benar-benar bisa Anda pergunakan. Jika hasil demo account masih memuaskan dan Anda sudah cukup percaya diri dengan sistem trading yang Anda ciptakan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam real account.

Selamat! Anda telah berhasil menciptakan sistem trading forex Anda sendiri.

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (1)

Sejauh ini, Anda mungkin telah banyak mempelajari mengenai cara membuat trading plan dari FOREXimf.com. Anda mungkin telah mengetahui betapa pentingnya trading plan dalam trading forex. Anda juga telah mengetahui bahwa gaya trading setiap trader berbeda-beda, untuk itulah Anda perlu memiliki sistem trading yang sesuai dengan gaya trading Anda.

Nah, kali ini kami akan membagikan tips untuk Anda tentang bagaimana cara menciptakan sistem trading sendiri, khususnya sistem trading ala analisa teknikal, atau yang sering disebut dengan “mechanical trading system”.

Apakah mechanical trading system itu?

Mechanical trading system adalah sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal dan memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena semestinya trader yang menggunakan sistem trading seperti ini harusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Teorinya, sistem trading seperti ini semestinya akan mengeliminasi (atau setidaknya menekan hingga ke titik terendah) subyektivitas dan faktor emosi seorang trader, karena yang dilakukan hanyalah mengikuti aturan dari sistem tersebut APA PUN YANG TERJADI.

Anda mungkin pernah melakukan pencarian sistem trading di internet. Jika Anda mengetikkan kata kunci “sistem trading forex” atau “forex trading system”, bisa kami pastikan Anda akan menemukan banyak orang (bahkan terlalu banyak!) yang menawarkan sistem trading yang mereka  klaim sebagai “holy grail” dengan harga “hanya” beberapa juta rupiah saja.

Holy grail? Apa itu?

Dalam dunia trading, holy grail adalah istilah yang diberikan untuk sistem trading yang tak pernah salah dan tak pernah kalah. Sistem trading seperti itu diklaim akan menghasilkan keuntungan ribuan pips per minggu (bahkan konon per hari!) dan tak akan pernah menghasilkan transaksi yang merugi. Mereka – para penjual sistem tersebut – akan menampilkan semacam “hasil trading” berdasarkan sistem trading yang “sempurna” itu dan dijamin akan membuat mata Anda terbelalak kagum. Ada kemungkinan Anda akan segera melakukan transaksi internet banking dan mentransfer uang sejumlah “beberapa juta saja” ke penjual sistem tersebut, karena Anda berpikir harga itu sangat murah dibandingkan dengan apa yang akan Anda dapatkan.

Eh… tunggu dulu. Sebelum Anda telanjur membuang uang Anda, coba pikirkan kalimat terakhir di paragraf di atas. Pernahkah Anda mendengar peribahasa “ada harga, ada rupa”? Jika sistem trading tersebut memang SEHEBAT ITU, wajarkah dijual dengan harga yang murah?

Fakta pertama, ya memang mungkin ada sistem trading yang sangat luar biasa yang bisa menghasilkan keuntungan yang cukup mengundang decak kagum. Masalahnya, justru sistem seperti itu biasanya disimpan rapat-rapat oleh pembuatnya. Kalaupun ia “membagikannya”, biasanya ada “kompensasi” yang setimpal yang harus Anda keluarkan.

Fakta ke dua adalah, daripada Anda harus mengeluarkan beberapa juta rupiah untuk sistem trading yang belum tentu cocok dengan Anda, sebenarnya Anda bisa membuat sistem trading Anda sendiri dengan GRATIS. Jika Anda membuat sendiri, tentu cocok dengan karakteristik Anda sebagai trader. Inilah yang ingin kami bagikan pada Anda. Ada banyak orang di dunia maya ataupun dunia nyata yang menjual sistem trading, namun kami belum pernah melihat ada yang mau membantu Anda membuat sistem trading sendiri.

Sebenarnya membuat sistem trading sendiri tidaklah terlalu sulit. Yang sulit adalah bagaimana benar-benar disiplin mengikuti aturan yang telah Anda terapkan ketika membangun sistem trading tersebut.

Bagian pertama ini akan memberikan informasi yang Anda perlukan untuk mulai mengembangkan sistem trading yang tepat untuk Anda. Pada akhir tulisa, kami akan memberikan contoh sistem trading.

Tentukan Target Sistem Trading Anda

Mungkin Anda berpikiran untuk membuat sistem trading yang bisa mencetak profit ribuan (atau bahkan jutaan) dollar. Ya, itu pemikiran yang sangat luar biasa, namun sebenarnya bukan itu target yang benar.

Ketika Anda membangun sistem trading, target sistem tersebut sebenarnya hanya dua:

–          Mampu mengindentifikasi tren sedini mungkin

–          Mampu menghindari whipsaw (pergerakan harga naik-turun yang cepat dan ekstrim)

Jika sistem trading Anda mampu memenuhi dua target tersebut, peluang Anda untuk menjadi trader yang sukses akan menjadi semakin besar. Namun masalahnya, kedua hal tersebut seringkali bertolak belakang.

Jika Anda memiliki sistem yang target utamanya adalah mengidentifikasi perubahan tren sedini mungkin, ada kemungkinan Anda akan sering mendapatkan sinyal palsu. Sebaliknya, jika Anda memiliki sistem trading yang fokus menghindari whipsaw, ada kemungkinan Anda akan terlambat untuk mengambil posisi dan kehilangan kesempatan.

Tugas Anda ketika membangun sistem trading adalah menemukan “jalan tengah” antara kedua target tersebut. Anda harus mencari cara untuk bisa mengidentifikasi tren sedini mungkin namun juga bisa mereduksi kemunculan sinyal palsu.

Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas langkah-langkah menyusun sistem trading forex yang sederhana.

Sampai jumpa.

Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?

Harga minyak mentah dunia terperosok hingga tembus ke bawah $30 per barrel. Apa yang terjadi? Bagaimana potensi pergerakan selanjutnya?

Untuk harga minyak mentah dunia, level harga $20 per barrel merupakan level yang perlu diperhatikan. Rata-rata ongkos produksi per barrel minyak mentah berdasarkan ongkos produksi 20 negara penghasil minyak terbesar di dunia berada di kisaran angka itu, tepatnya sekitar $27. Dengan demikian, secara fundamental harga minyak mentah sulit untuk bertahan lama di bawah $20 per barrel. Pertanyaannya kemudian adalah: berapa lama dan di mana batas bawahnya?

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Sumber: UCube by Rystad Energy; Interactive published Nov. 23, 2015

West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami kejatuhan hingga $29.93 per barrel pada tanggal 12 Januari 2016. Harga itu merupakan level terendah sejak Desember 2003, yang artinya terendah dalam 12 tahun terakhir.

Masalah Biaya Operasional

Jatuhnya harga minyak akibat rendahnya permintaan dari negara berkembang (sehingga persediaan menjadi terlalu berlimpah) bisa jadi akan mengundang masalah bagi perusahaan minyak dan mereka akan menghadapi masalah biaya operasional. Menurut perkiraan pemerintah Malaysia, mereka akan mengalami kerugian sebesar 300 juta ringgit (sekitar $68 juta) setiap penurunan harga minyak mentah sebesar satu dollar. Conoco Phillips kehilangan pendapatan bersih sebesar $1,79 juta tiap kuartal untuk setiap penurunan harga minyak sebesar 10 USD.

British Petroleum Plc (Inggris) terpaksa harus memutus hubungan kerja dengan  4.000 pekerjanya, Petroleo Brasileiro SA (Brasil) memangkas rencana anggaran menjadi $98,4 milyar dari sebelumnya $130 milyar. Sementara itu Petronas (Malaysia) menyatakan bersiap untuk menghadapi tahun-tahun yang berat.

U.S. Energy Information Administration merevisi perkiraannya untuk harga minyak WTI di tahun 2016 sebesar 24% menjadi $38.54 per barrel. Mereka memperkisakan bahwa harga minyak akan kembali mencapai keseimbangan di tahun 2017.

Penguatan USD juga bisa mempengaruhi harga minyak dan membuat harga tertekan di bawah $30.

Tekanan yang dialami harga minyak dunia saat ini seolah mengabaikan pernyataan Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, menjelang penghujung tahun lalu. Al-Badri menyatakan bahwa harga minyak tidak akan terus mengalami penurunan dan akan naik paling tidak dalam beberapa bulan hingga setahun mendatang. Ini karena produksi negara-negara non-OPEC telah mengalami penurunan hingga 400-500 ribu barrel per hari dan di tahun 2016 OPEC tidak akan melakukan produksi di harga minyak yang sekarang.

Pandangan Teknikal

Harga minyak secara teknikal memang sedang berada di bawah tekanan. Untuk outlook jangka pendek hingga menengah, bias bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah. Namun untuk outlook jangka panjang, terlihat bahwa harga minyak mentah saat ini berada di area support teknikal jangka panjang, yaitu kisaran $33.20 (harga terendah tahun 2009) hingga $16.70 (terendah tahun 2001). Secara teknikal, area support adalah area yang tepat untuk membuka posisi buy. Dengan kata lain, area support – sekali lagi secara teknikal – adalah area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Trader komoditi yang melihat peluang ini biasanya mencoba untuk mencari sinyal teknikal guna membuka posisi buy untuk jangka panjang. Apalagi stochastic dan CCI di chart bulanan telah memperlihatkan indikasi jenuh jual (oversold). Memang benar bahwa indikasi oversold belum tentu akan diikuti oleh kenaikan harga, namun area support yang terlihat membuat indikasi oversold itu menjadi berarti.

Adapun potensi rebound harga minyak untuk sementara adalah kisaran $38-40 per barrel sebagai target jangka menengah. Secara teknikal, agak berat untuk melihat rebound yang lebih tinggi untuk tahun ini, kecuali jika harga minyak mampu tembus ke atas $40 per barrel. Jika pun itu terjadi, target pergerakan realistis selanjutnya hanyalah hingga kisaran $50-60 per barrel.

Namun apa yang terjadi jika seandainya harga minyak terus turun? Tampaknya kisaran $16.70 untuk sementara menjadi level ekstrim yang mungkin bisa dicapai harga minyak tahun ini.

Let’s wait and see.

Rahasia Menekan Biaya Transaksi Forex Trading

Ketika Anda akan memilih sebuah pialang berjangka (lebih populer dengan sebutan broker forex), apakah yang pertama kali Anda lihat? Apakah spread-nya? Apakah komisi yang dibebankan untuk setiap transaksi (makin murah makin bagus)? Apakah layanannya? Atau kemampuan para analisnya dalam menyediakan analisa forex trading?

Salah satu (atau mungkin semua) hal yang disebutkan di atas mungkin menjadi pertimbangan Anda. Idealnya, Anda memang harus mendapatkan semua hal tersebut dari pialang pilihan Anda. Akan tetapi terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan transaksi, apakah Anda yakin bahwa pialang pilihan Anda sudah memberikan biaya yang termurah?

Bukan Hanya Spread

Kebanyakan trader mengira bahwa spread yang rendah adalah salah satu ciri pialang yang baik. Tidak sepenuhnya salah.

Memang spread yang kecil biasanya lebih diminati karena selisih harga yang harus Anda “kejar” untuk minimal mendapatkan kondisi break event point (BEP) untuk transaksi Anda akan menjadi lebih kecil.

Sebagai contoh, jika Anda melakukan transaksi buy EUR/USD di harga 1.14100 (Bid)/1.14115 (Ask), maka transaksi tersebut akan dieksekusi di harga 1.14115 (harga Ask). Pada saat itu juga Anda akan mengalami floating loss sebesar spread yang berlaku saat itu, yaitu minus 15 pips (quote lima desimal). Artinya, Anda tinggal menunggu harga naik sejauh 15 pips saja untuk memperoleh kondisi impas (BEP).

Akan berbeda ceritanya jika spread yang berlaku selebar – misalnya – 25 pips. Ketika Anda buy di harga 1.14100 (Bid)/1.14125 (Ask), maka Anda harus menunggu harga naik minimal sejauh 25 pips untuk bisa BEP.

Apakah Anda berpikiran seperti itu? Mari kita pikir lagi.

Lihat Juga Komisi

Masalahnya adalah spread bukan satu-satunya hal yang harus kita cermati.

Perlu diketahui bahwa semua pialang berjangka yang beroperasi secara legal di Indonesia (dalam hal ini mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) bisa dipastikan membebankan biaya atas setiap transaksi yang dilakukan. Biaya itu disebut dengan “komisi”.

Komisi ini ibarat “upah” yang harus Anda kepada pialang atas jasanya mengantarkan transaksi Anda ke bursa berjangka, entah itu Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa itu adalah bursa berjangka yang resmi beroperasi di Indonesia. Semua transaksi berjangka Anda (termasuk ketika Anda melakukan forex trading) akan diteruskan ke salah satu atau kedua bursa tersebut.

Di sinilah Anda harus lebih cermat. Mengapa?

Karena komisi juga merupakan salah satu parameter biaya transaksi yang Anda lakukan. Dengan demikian, cara menghitung biaya transaksi adalah:

Biaya Transaksi = Spread + Komisi

Mana Yang Lebih Murah?

Coba lihat contoh berikut ini:

Pialang A menetapkan spread sebesar 15 pips. Ingat ini adalah spread untuk quote dengan lima desimal. Jika di quote empat desimal, ini biasanya ditulis 1.5 (satu koma lima) pips. Komisi yang dibebankan adalah $30 per/lot.

Katakanlah Anda melakukan buy 1 lot di harga 1.14100 (Bid)/1.14115 (Ask), maka itu berarti biaya transaksi Anda saat itu adalah 15 pips ditambah $30. Artinya, biaya transaksi Anda adalah sebesar $45.

Dengan demikian, untuk mengejar BEP saja, bukan pergerakan naik 15 pips yang Anda butuhkan, melainkan 45 pips.

Sekarang coba kita lhat perhitungan biaya transaksi untuk forex trading di FOREXimf.

FOREXimf.com memang tidak menetapkan fixed spread, melainkan mengikuti pergerakan spread di market. Namun rata-rata spread yang sering muncul adalah di kisaran 25 pips. Sementara, komisi yang dibebankan untuk tiap transaksi adalah hanya $5 (lima USD) saja per lot.

Asumsikan Anda melakukan buy 1 lot di harga 1.14100 (Bid)/1.141125 (Ask), maka itu berarti biaya transaksi Anda saat itu adalah 25 pips ditambah $5. Artinya, biaya transaksi Anda adalah sebesar $30 saja.

Maka berdasarkan contoh di atas, pialang manakah yang membebankan biaya transaksi PALING RINGAN? 🙂

Ini pertanyaan retoris. Anda tentu sudah bisa menjawabnya dengan benar.

Jadi, jangan terlalu mudah terpesona pada rendahnya spread yang ditawarkan. Cermati juga berapa besar total biaya transaksi yang Anda perlukan. Semakin murah, semakin baik, karena akan lebih cepat dan mudah dalam mengejar keuntungan.

Tidak Sekedar Ringan

Biaya transaksi di FOREXimf.com sangat ringan, apalagi jika dlihat dari layanan yang bisa Anda dapatkan. Dengan membuka akun di FOREXimf.com Anda akan mendapatkan fasilitas analisa gratis melalui Live Chat bersama tim Market Analyst. Anda juga akan berkesempatan untuk menikmati layanan update peluang pasar langsung ke smartphone Anda melalui aplikasi WhatsApp. Ini berarti Anda bisa mendapatkan info peluang terkini di mana pun Anda berada.

Anda tertarik untuk melakukan forex trading dengan biaya ringan namun layanan prima? Segera klik Open Real Account sekarang juga. Kami tidak sabar untuk segera bisa melayani Anda.