Analisa Forex

USDCHF Berpotensi Rebound, Bias Bullish

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 1.00628-1.00502 (cari konfirmasi sinyal BULLISH)

Support: 1.00628, 1.00502, 1.00297

Resistance: 1.00707, 1.00833, 1.00959

Komentar:

USDCHF masih bergerak dalam uptrend dengan koreksi ke area support di kisaran 1.00628-1.00502. Strategi hari ini, tunggu konfirmasi sinyal bullish di area support tersebut sebelum membuka posisi buy dengan potensi rebound hingga kisaran 1.00707-1.00833. Sebaliknya hati-hati jika support 1.00502 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USDCHF hingga kisaran 1.00423-1.00297.

USDCHF 15 Februari 2017

 

0 Comments

USDJPY Masih Bullish, Namun Momentum Berkurang

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 113.658-113.349 (cari konfirmasi sinyal BULLISH)

Support: 113.658, 113.349, 112.849

Resistance: 114.158, 114.467, 114.813

Komentar:

Harga mulai bergerak sideway dengan potensi pola continuation symmetrical triangle di chart H1. Strategi hari ini, tunggu konfirmasi sinyal buy jika terjadi koreksi ke area support di kisaran 113.658-113.349 dengan potensi rebound hingga kisaran 113.849-114.158. Sebaliknya hati-hati jika support 113.349 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan USDJPY hingga kisaran 113.158-112.849.

USDJPY 14 Februari 2017

 

0 Comments

Hangseng Menguji Support, Perhatikan Jika Tembus

Preferensi : Bearish

Area Acuan : 20687 – 20814 (cari konfirmasi Bearish)

Support : 20152, 20356, 20483

Resistance : 20687, 20814, 21018

Komentar :

Bias intraday Hangseng menunjukkan potensi Bearish terlihat stochastic dan oscilator mengarah ke bawah. Saat ini harga berusaha menguji support dikisaran 20483, apabila support tersebut berhasil tertembus berpotensi menekan hangseng lebih lanjut hingga kisaran 20152 – 20356. Sebagai alternatif perhatikan resistance di area 20687 – 20814 untuk mencari konfirmasi Sell dengan potensi hangseng kembali tertekan hingga kisaran 20483 – 20585. Namun waspadai apabila resistance dikisaran 20814 berhasil tertembus karena berpotensi mengangkat hangseng lebih lanjut hingga kisaran 21018.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

0 Comments

USDCHF Sideways, Perhatikan Support Resistance

USDCHF masih dalam kondisi sideways, saat ini harga terjebak di antara 0.9729 – 0.9788 yang menjadi support resistance hari ini, perhatikan kedua level tersebut untuk mencari sinyal masuk posisi. Ada beberapa skenario yang bisa diperhatikan.

Skenario pertama, peluang beli bisa diambil jika resistance di kisaran 0.9788 berhasil tertembus karena hal tersebut berpotensi mengangkat USDCHF lebih lanjut dengan target dikisaran 0.9848. Sebagai alternatif peluang Jual juga bisa diambil jika support dikisaran 0.9729 berhasil tertembus karena hal tersebut berpotensi menekan USDCHF lebih lanjut dengan target dikisaran 0.9675.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : Sideways, Perhatikan Support di 0.9729 dan Resistance di 0.9788

Support      : 0.9634, 0.9675, 0.9729

Resistance : 0.9788, 0.9848, 0.9901

0 Comments

Bias Bullish AUDUSD Masih Terlihat, Waspadai Support 0.7365

Bias intraday AUDUSD menunjukkan bullish, meski dari stochastic oscilator memberikan peluang bagi AUDUSD untuk terkoreksi. Oleh karena itu skenario hari ini mencari sinyal Buy dengan beberapa skenario yang bisa diperhatikan.

Skenario pertama tunggu resistance dikisaran 0.7416 berhasil tertembus karena hal ini berpotensi mengangkat AUDUSD lebih lanjut dengan target dikisaran 0.7436 – 0.7458. Sebagai alternatif perhatikan support di area 0.7365 – 0.7385 untuk mencari konfirmasi sinyal Buy dengan potensi AUDUSD kembali pullback dengan target pertama menguji resistance dikisaran 0.7416.

Namun waspadai apabila suport dikisaran 0.7365 berhasil tertembus karena hal ini berpotensi mengubah bias intraday menjadi bearish dan menekan AUDUSD lebih lanjut dengan target menguji support dikisaran 0.7332

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : Bullish, perhatikan support di 0.7365 dan Resistance di 0.7416

Support    : 0.7332, 0.7365, 0.7385

Resistance : 0.7416, 0.7436, 0.7458

0 Comments

Bearish Emas Tertahan Support di 1147.45

Bias intraday emas saat ini masih dalam kondisi Bearish, meski demikian perhatikan jika support di level 1147.45 berhasil bertahan karena berpotensi emas untuk pullback. Dari stochastic oscilator dan CCI masih memberikan ruang bagi emas untuk terkoreksi terlebih dahulu. Ada beberapa skenario yang bisa diperhatikan saat ini

Pertama perhatikan support di level 1147.45 dimana peluang SELL bisa diambil jika support tersebut berhasil tertembus karena hal ini berpotensi menekan emas lebih lanjut dengan target dikisaran 1131.75.

Sebagai alternatif perhatikan resistance di level 1172.80, dimana peluang SELL bisa diambil jika emas pullback dan tidak berhasil menembus resistance tersebut karena emas berpotensi kembali rebound dengan target dikisaran 1147.45 – 1163.10

Namun hati hati apabila resistance di level 1172.80 berhasil tertembus karena hal ini berpotensi mengangkat emas lebih lanjut dengan target akan menguji resistance berikutnya dikisaran level 1180.65 – 1188.50

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : Bearish, perhatikan support di 1147.45 dan resistance di 1172.80

Support      : 1131.75, 1140.00, 1147.45

Resistance : 1163.10, 1172.80, 1188.50

0 Comments

Hangseng Bearish, Peluang Jual Saat Koreksi

Hangseng terlihat masih dalam bias BEARISH, hal ini terlihat dari harga yang bergerak di bawah Moving Average meskipun jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI memberikan peluang bagi hangseng untuk terkoreksi. Skenario untuk hari ini yaitu mencari peluang SELL setidaknya dengan dua skenario yang bisa diperhatikan.

Skenario pertama tunggu support di level 23265 berhasil tertembus karena hal ini berpeluang bagi hangseng untuk melanjutkan bias bearishnya dengan target dikisaran 22900 – 23039.

Skenario kedua yaitu perhatikan resistance di area 23621 – 23744, dimana peluang SELL bisa diambil jika harga terkoreksi masuk di area tersebut dengan potensi hangseng akan rebound dikisaran 23265 – 23491.

Tetapi waspadai jika resistance di level 23764 berhasil tertembus karena hal ini berpeluang mengangkat hangseng lebih lanjut dengan target dikisaran 23856 – 23996

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : bearish, perhatikan support di 23265 dan resistance di area 23631 – 23744

Support      : 22900, 23039, 23265

Resistance : 23621, 23744, 23996

0 Comments

Hangseng Rebound, Waspadai Support di 22828

Analisa Forex – Hangseng terpantau kembali rebound setelah tidak berhasil menembus trendline sepertri terlihat pada grafik di bawah. Untuk hari ini ada beberapa skenario yang bisa dimafaatkan, pertama jika hangseng turun perhatian support di area 22828 – 22915 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan potensi hangseng akan pullback dikisaran 23112 – 23288.

Tetapi hati hati jika support di level 22828 berhasil tertembus karena akan mengubah bias menjadi bearish dan menekan hangseng lebih lanjut dengan target dikisaran 22544. Sebagai alternatif perhatikan jika resistance di level 23288 berhasil tertembus karena akan mengangkat hangseng lebih lanjut dengan target dikisaran 23463.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : konsolidasi, perhatikan support resistance

Support      : 22544, 22828, 22916

Resistance : 23112, 23288, 23463

0 Comments

Nikkei Bullish, Perhatikan Resistance di Level 15140

Analisa Forex – Nikkei masih dalam bias bullish, terlihat dari trendline yang terbentuk seperti terlihat pada grafik 1 jam-an dibawah, saat ini Nikkei tertahan level 15140 yang menjadi resistance untuk hari ini dimana jika level tersebut berhasil tertembus maka Nikkei akan melanjutkan bias bullishnya dengan target dikisaran 15285 – 15375.

Namun jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI yang berada di area over bought memberikan peluang bagi Nikkei untuk turun, oleh karena itu perhatikan support di kisaran 14900 untuk mencari konfirmasi sinyal beli. Tetapi hati hati jika support di level 14900 berhasil tertembus akan menekan Nikkei lebih lanjut dengan target dikisaran 14760

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : Bias Bullish, Waspadai support di level 14900

Support      : 14760, 14830, 14900

Resistance : 15140, 15285, 15375

0 Comments

Emas Tertahan Trendline, Perhatikan Resistance di 1212.90

Analisa Forex – Emas saat ini masih berusaha menapaki bias bullishnya meskipun saat ini terlihat tertahan oleh trend line yaitu dikisaran level 1212.90 yang menjadi resistance kunci untuk hari ini, jika level tersebut berhasil tertembus maka peluang emas untuk naik terbuka lebar dengan target dikisaran 1222.40

Namun jika dilihat dari stochastic oscilator dan CCI yang berada di area over bought memberikan peluang bagi emas untuk terkoreksi, oleh karena itu sebagai alternatif perhatikan support di area 1197.45 – 1202.20 untuk mencari konfirmasi sinyal beli, tetapi hati hati apabila emas berhasil menembus support di level 1197.45 karena hal ini akan mengubah bias menjadi bearish dengan target emas akan mencoba menguji support di level 1182.65.

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Preferensi : Bias Bullish, Waspadai jika Support di level 1197.45 berhasil tertembus

Support      : 1182.65, 1197.45, 1202.20

Resistance : 1212.90, 1222.40, 1231.90

0 Comments

Posts

Indikator “Andrews’ Pitchfork” Untuk Forex Trading (Bagian-1)

Analisa teknikal merupakan salah satu metode analisa yang lazim dipergunakan dalam forex trading. Manfaat yang diberikan di antaranya adalah memungkinkan seorang trader untuk “melacak” pergerakan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan trend yang tengah berlangsung. Bukan hanya trend yang bisa menjadi patokan, namun juga banyak “alat” lain seperti pengenalan pola pergerakan harga, juga indikator-indikator teknikal. Salah satu di antara banyak “alat” dalam analisa teknikal adalah “Andrews’ Pitchfork”, yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Dari namanya, mungkin Anda sudah bisa menduga bahwa Andrews’ Pitchfork dinamai sesuai dengan nama kreatornya. Anda benar, karena penciptanya adalah Dr. Alan H. Andrews. Ia adalah seorang fisikawan yang lahir dari keluarga yang dekat dengan dunia finansial. Ayahnya adalah seorang konsultan investasi sehingga hampir tiap hari ia akrab dengan perbincangan seputar pasar finansial. Dengan kecerdasannya – dan kesadarannya akan pentingnya pendidikan – ia berhasil lulus dari Harvard dan MIT, dua universitas yang sangat bergengsi di Amerika Serikat karena kualitasnya.

Namun Andrews tidak sendirian, ia mendapat bantuan dari Roger W. Babson dan George Marechal.

Perkenalan pertama dengan Andrews’ Pitchfork

Andrew’s Pitchfork sebenarnya bukan indikator melainkan termasuk dalam keluarga “Line Studies”. Termasuk dalam keluarga Line Studies ini adalah trendline, channel, Fibonacci Retracement dan lain-lain. Namun demikian, untuk mempermudah penyebutan, baiklah kita anggap saja Andrew’s Pitchfork adalah indikator teknikal.

OK, jadi apa dan bagaimana sebenarnya indikator ini?

Pada dasarnya, ia adalah indikator yang bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi support dan resistance dengan bantuan tiga trendline sejajar. Tiga trendline itu terbentuk dari penempatan tiga titik acuan setelah menentukan trend yang jelas.

Bisa dikatakan indikator ini mirip dengan channel, hanya saja ia memiliki tiga garis, sementara channel pada umumnya hanya memiliki dua garis (atas dan bawah). Ketiga garis pada Andrews’ Pitchfork diperoleh dengan menggunakan tiga titik acuan yang merupakan titik-titik puncak dan lembah yang signifikan.

Berikut ini adalah penampakan Andrews Pitchfork dengan tiga titik acuan yang merupakan puncak dan lembah yang signifikan.

forex trading, strategi trading, belajar forex

Gambar 1: Andrews’ Pitchfork dengan 3 titik acuannya, digambar pada chart XAU/USD.

Garis yang berada di tengah channel yang terbentuk yang disebut “median line”. Itulah sebabnya metode analisa seperti ini juga kerap disebut sebagai “median line studies”. Pada Andrews’ Pitchfork, median line itu disebut “helve” (tangkai), sementara dua garis channel yang berada di atas dan bawah disebut “teeth” (gigi). Pitchfork sendiri berarti garpu rumput dalam bahasa Indonesia, sehingga penamaan “tangkai” dan “gigi” itu mengacu pada bentuk garpu rumput yang memiliki tangkai dan gigi. Kedua “gigi” itu sebenarnya adalah channel, di mana garis yag berada di atas menjadi resistance sedangkan yang di bawah menjadi support.

Ada 80% kemungkinan harga akan kembali bergerak menuju helve jika telah berada di garis atas atau bawah, namun jangan lupa bahwa ada juga kemungkinan harga akan menembus garis atas atau bawah tersebut jika tekanan bullish atau bearish sangat kuat, bahkan bisa mengubah arah trend.

Penerapan

Untuk menggambar Andrews’ Pitchfork, sebelumnya Anda harus melihat ada trend. Ingat, trend memiliki aturan: uptrend adalah sederetan puncak dan lembah yang semakin tinggi, sedangkan downtrend adalah sederetan puncah dan lembah yang semakin rendah. Lihat di sini untuk menyegarkan memori Anda tentang trend.

Pada gambar di atas terlihat bahwa XAU/USD mulai bergerak turun dari puncak Titik 1. Sebelum Titik 2, Anda juga bisa melihat ada lembah yang lebih tinggi, ini artinya Titik 2 merupakan lembah yang lebih rendah daripada lembah sebelumnya. Kemudian dari Titik 1 hingga Titik 3 Anda juga bisa melihat puncak yang terbentuk juga semakin rendah. Dengan demikian, pergerakan dari Titik 1 hingga Titik 3 merupakan downtrend untuk jangka pendek.

Setelah pitchfork tergambar dengan baik, langkah selanjutnya adalah mencoba mencari peluang jual atau beli. Untuk melakukan trading, Anda bisa memanfaatkan area di antara sepanjang channel, atau Anda bisa menunggu hingga salah satu garis channel (teeth/gigi) tembus untuk menerapkan breakout trading.

Metode yang juga sering dipergunakan adalah bounce trading dengan memanfaatkan channel sebagai support dan resistane serta helve (median line) sebagai pivot.

Ada beberapa aturan dasar yang diterapkan untuk trading berdasarkan Andrews’ Pitchfork ini:

  1. Sell ketika harga berada di area channel atas, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel bawah.
  2. Buy ketika harga berada di area channel bawah, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel atas.
  3. Pada saat downtrend, buy jika channel atas tembus.
  4. Pada saat uptrend, sell jika channel bawah tembus.

Di artikel selanjutnya akan dibahas contoh penerapan trading dengan mempergunakan Andrews’ Pitchfork.

Sampai jumpa.

0 Comments

WEEKLY OUTLOOK FOREXimf 5 – 9 MEI 2014 – APPROVED

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

Angka inflasi di Eropa ternyata lebih buruk daripada perkiraan. Draghi mungkin akan semakin dipusingkan oleh hal tersebut. Di Amerika Serikat, kita bisa melihat ada perbedaan antara lemahnya GDP di kuartal I dan data yang menjanjikan di kuartal II. Federal Reserve menyadari perbedaan tersebut dan sepertinya akan menjadi pertimbangan untuk melanjutkan tapering.

Non-Farm Payrolls memperlihatkan angka yang menakjubkan: pertambahan 288 ribu pekerjan dan memicu penguatan USD. Meskipun demikian, dalam hitungan jam, dollar kembali melemah.

Pekan lalu merupakan pekan yang sibuk dan diakhiri dengan “drama” Non-Farm Payrolls dan meninggalkan semacam ketidakpastian tentang pergerakan pasar. Di pekan ini, beberapa data penting termasuk data US ISM Non-Manufacturing PMI, Trade Balance,  pernyataan Janet Yellen, keputusan suku bunga Australia, Inggris dan Eurozone. Data-data tersebut diperkirakan akan memicu volatilitas pasar.

1.       US ISM Non-Manufacturing PMI: Senin, 21.00 WIB

Sektor jasa di Amerika Serikat mengalami rebound di bulan Maret ke 53,1 setelah sempat jatuh ke 51,6 di bulan Februari. Indeks pegawai yang tedaftar mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 6,1 poin menjadi 53,6. Lebih jauh lagi, komponen-komponen lain seperti pesanan baru dan ekspor naik, mengindikasikan bahwa perekonomian AS terus berkembang. Sektor jasa AS diperkirakan akan naik lagi menjadi 54,3.

2.       Keputusan suku bunga Australia: Selasa, 11.30 WIB

Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,5% pasca data tenaga kerja yang sedikit membaik melebih perkiraan. Lebih jauh lagi, biro statistik Australia melaporkan naiknya sektor penjualan eceran sebesar 1,2% di bulan Januari, melebihi perkiraan pasar. Kali ini RBA pun diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneternya.

3.       US Trade Balance: Selasa, 19.30 WIB

Defisit neraca perdagangan AS bertambah di bulan Februari menjadi $42.3 milyar, yang merupakan defisit terbesar sejak lima bulan terakhir karena rendahnya permintaan untuk ekspor. Sektor ekspor jatuh 1,1% menjadi $190.4 milyar seiring jatuhnya pemesanan pesawat komersial, komputer dan hasil pertanian. Sementara itu impor meingkat 0,4% menjadi $232.7 milyar, kebanyakan kendaraan bermotor dan pakaian. Naiknya defisit ini menyebabkan beberapa ekonom menurunkan estimasi mereka untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di kuartal I. Meskipun demikian, para analis masih yakin bahwa defisit akan berkurang di tahun ini. Defisit kali ini diperkirakan akan berkurang menjadi $40.1 milyar.

4.       Pidato Janet Yellen: Rabu, 21.00 WIB

Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di Washington D.C. di depan Joint Economic Committee of Congress. Sesi tanya-jawab kemungkinan akan memberikan informasi mengenai isu-isu penting tentang kebijakan moneter. Akan menjadi menarik untuk mendengar pandangan Yellen tentang kelanjutan program tapering dan laporan tenaga kerja.

5.       Data tenaga kerja Australia: Kamis, 08.30 WIB

Tingkat pengangguran di Australia turun untuk bulan ke-4 berturut-turut menjadi 5,8% di bulan Maret, setelah sebelumya sempat berada di 6,1% di bulan Februari. Pertambahan 18.100 pekerjaan di bulan Maret dan 48.200 di bulan Februari membantu turunnya tingkat pengangguran tersebut, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Australia. Meskipun demikian, Menteri Tenaga Kerja Eric Abtetz memperingatkan agar berhati-hati dalam menyikapi data tersebut. Lapangan pekerjaan di Australia diperkirakan akan bertambah 9.600 sementara tingkat penganggiran diperkirakan akan mencapai 5,9%.

6.       Keputusan suku bunga Inggris: Kamis, 18.00 WIB

Bank of England (BoE) menahan suku bunga acuan di level terendah sepanjang masa yaitu 0,50%, di tengah berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Inggris. Bank sentral Inggris tersebut juga melanjutkan program stimulus sebesar 375 milyar pounds, dalam bentuk obligasi pemerintah yang telah dibeli sejak lima tahun terakhir. Para analis memperkirakan BoE tidak akan mengubah suku bunga hingga tahun depan.

7.       Keputusan suku bunga Eurozone: Thursday, 11:45, Press Conference at 12:30

European Central Bank (ECB) bisa saja akan memangkas suku bunga pinjaman sebesar 0.10% dan mempertahankan suku bunga simpanan di level 0% dalam rangka menekan euro tanpa perlu mempergunakan kebijakan lain. Draghi menghadapi dilema. Ia mungkin akan lebih menginginkan euro lebih lemah terhadap USD dan Yuan tanpa perlu mengambil kebijakan moneter atau fiskal.

8.       US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Jumlah warga negara AS yang mengklaim tunjangan pengangguran meningkat di pekan lalu menjadi 344.000. Di pekan sebelumya tercatat angka 330.000. Angka tersebut lebih tinggi daripada perkiraan analis, yaitu 317.000. Meskipun demikian, kenaikan tersebut mungkin disebabkan oleh penyesuaian karena hari libur Paskah. Para analis masih yakin bahwa angka sesungguhnya lebih rendah. Data US Jobless claims pekan ini diperkirakan naik sebesar is 328,000.

9.       US JOLTS Job Openings: Friday, 14:00

JOLT (Job Openings and Labor Turnover Summary) naik ke level tertinggi enam tahun di bulan Februari ke angka 4,17 juta. Kenaikan ini merupakan indikasi pertumbuhan ekonomi AS karena semakin banyak orang yang mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi permintaan pasar. Meskipun demikian, jumlah orang yang berhenti dari pekerjaannya masih berada di kisaran 1,7%. Semakin tinggi angka tersebut berarti bahwa para pekerja masih cukup percaya diri untuk bisa mendapatkan pekerjaan baru. Janet Yellen menganggap data-data ini merupakan indikator penting untuk menilai sektor tenaga kerja. Data JOLT pekan ini diperkirakan mencapai 4,21 juta.

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBPUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 11-55-04

 

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan area support yang berada di kisaran level 1.6840 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6882-1.6919.

Namun berhati-hatilah jika support 1.6840 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6800-1.6761 di pekan ini.

AUD/USD

AUDUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 11-57-39

 

AUD/USD terlihat bergerak dalam channel bearish (down channel) sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Dengan demikian outlook mingguan masih bearish untuk AUD/USD. Saat analisis ini dibuat, pair tersebut bergerak di kisaran upper channel dan stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Potensi pergerakan pekan ini adalah bearish mengincar kisaran 0.9240-0.9201.

Berhati-hatilah jika resistance 0.9310 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan bepotensi akan mengangkat AUD/USD menuju kisaran 0.9335-0.9377 di pekan ini.

GOLD

GOLD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-27-23

 

Penguatan harga emas tertahan oleh resistance yang berada di 1307.14. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam, pada saat analisis ini dibuat. Maka dari itu harga emas berpotensi akan kembali bergerak bearish menuju kisaran 1283.19-1268.40 di pekan ini, jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance 1307.14 tembus.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus, dan berpotensi akan mengangkat harga emas menuju kisaran 1316.29-1331.08.

 

KOSPI

KOSPI IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-10-31

Pekan ini Kospi berada dalam bias bearish. MA 20 telah memotong ke bawah MA 50 di chart 4 jam. Kospi menguji support 254.80 pada saat analisis ini dibuat. Jika support tersebut tembus, Kospi berpotensi akan terus melemah hingga kisaran 242.62-240.15.

Meskipun demikian perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisran 259.43 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 256.95-254.80. Namun berhati-hatilah jika terjadi akselerasi ke atas 259.43 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi menuju kisaran 261.85-264.05.

HANGSENG

HANGSENG IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-11-47

Di chart 4 jam, HangSeng masih bergerak dalam down channel dan sedang menguji support 21682. HangSeng berpotensi akan terus tertekan jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 21400-21085.

Di sisi lain, perhatikan juga bahwa stochastic dan CCI telah memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pull-back hingga area upper channel. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan target kembali ke kisaran 21682.

Namun berhati-hatilah jika resistance 22283 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng menuju kisaran 22600-22883.

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan area support yang berada di kisaran level 1.6840 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6882-1.6919.

Namun berhati-hatilah jika support 1.6840 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6800-1.6761 di pekan ini.

AUD/USD

0 Comments

Analisa Forex Mingguan 21-25 APRIL 2014

weekly_outlook

 

FUNDAMENTAL ISSUES

Sterling dan dollar mencatat penguatan di pekan lalu, sementara euro dan yen melemah. Data perumahan Amerika Serikat, sentimen bisnis Jerman, data Durable Goods Orders dan Unemployment Claims AS merupakan fokus utama kalender ekonomi.

Perekonomian Amerika Serikat mulai pulih dari efek musim dingin yang buruk seiring penguatan data retail sales dan aktivitas pabrikan serta membaiknya sektor tenaga kerja. Indeks Philly Fed melebihi perkiraan di bulan April, memberikan bukti lebih jauh bahwa ekonomi mulai membaik. Secara umum, ekonomi AS masih menunjukkan kemajuan yang stabil.

Di kawasan Eropa, Mario Draghi berhasil menekan euro. Pounsterling menguat karena penurunan angka tingkat pengangguran yang tajam hingga ke level terendah multi-tahun.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu diperhatikan di pekan ini:

 1.       US Existing Home Sales: Selasa, 21.00 WIB

Angka penjualan rumah yang sudah ada di AS sedikit berkurang di bulan Februari, menyentuh level terendah sejak 19 bulan terakhir. Hal ini merupakan efek dari cuaca buruk di musim dingin yang baru lalu, diperparah pula oleh berkurangnya peminat. Meskipun demikian, seiring dengan berakhirnnya musim dingin, para analis memperkirakan jumlah penjualan akan bertambah kali ini, menjadi 4,57 juta.

2.       Data China: HSBC Flash Manufacturing PMI: Rabu, 08.45 WIB

Indeks PMI dianggap sebagai salah satu tolok ukur yang paling bisa dipercaya untuk ekonomi China. Setelah sebelumnya sempat mengecewakan, kali ini diharapkan akan mengalami kenaikan kecil ke 48,4. Sebagai catatan, angka di bahwa 50 dianggap sebagai indikasi kontraksi.

3.       US New Home Sales: Rabu, 21.00 WIB

Jumlah transaksi pembelian rumah baru di AS berkurang menjadi 444.000 di bulan Februari (kurun tahunan) akibat musim dingin yang buruk. Penjualan ini turun 3,3% dari revisi di bulan Januari. Meskipun demikian, para ekonom memperkirakan akan ada kenaikan di musim semi ini. Membaiknya sektor tenaga kerja dan tingkat kepercayaan konsumen akan membantu penjualan rumah baru di bulan Maret. Data yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan mencapai 455.000.

4.       RBNZ rate decision: Kamis, 04.00 WIB

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis points menjadi 2,75%, sejalan dengan perkiraan pasar. Dalam pernyataannya, Gubernur RBNZ Graeme Wheeler mengatakan bahwa infasi telah meningkat dan diperkirakan akan berlanjut hingga dua tahun ke depan. Menaikkan suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengontrol laju inflasi. Wheeler sendiri membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga hingga dua tahun ke depan. RBNZ diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level 3%. Data inflasi yang lemah diperkirakan akan membuat RBNZ akan lebih dovish.

5.       German Ifo Business Climate: Kamis, 15.00 WIB

Di bulan Maret, sentimen bisnis Jerman turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan, menyentuh 110,7 di tengah konfil yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Sebelumnya, angka tersebut berada di 111,3 di bulan Februari.  Para pelaku bisnis khawatir konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan akan mempengaruhi ekonomi Jerman, mengingat Jerman memenuhi lebih dari sepertiga kebutuhan gas dan minyaknya dari Rusia. Jika konflik semakin memuncak, banyak perusahaan Jerman akan berada dalam bahaya. Untuk data kali ini, sentiment bisnis Jerman diperkriakan akan turun ke 110,5.

6.       Pidato Mario Draghi: Kamis, 16.00 WIB

Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato pada sebuah konferensi di Amsterdam. Ia kemungkinan akan berbicara mengenai rendahnya inflasi di kawasan euro. Pasar diperkirakan akan bergerak volatile merespon pidato Draghi.

7.       US Core Durable Goods Orders: Kamis, 19.30 WIB

Pemesanan barang tahan lama di AS naik sebesar 2,2% di bulan Februari menyusul penurunan di bulan sebelumna sebesar 1,3%. Sementara itu, Core Durable Goods Orders naik sebesar 0,2% setelah sebelumnya sempat naik 0,9% di bulan Januari. Data tersebut tercatat turun di bawah perkiraan. Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama diperkriakan akan melemah dibandingkan kuartal IV tahun lalu akibat cuaca dingin. Data Durable goods orders selanjutnya diperkirakan naik ke 2,1%, sementra Core durable goods orders diperkirakan akan naik 0.6%.

8.       US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran pekan lalu tetap rendah di 304.000. Angka ini berada di dekat level pra-resesi. Aktivitas pabrikan telah meningkat di bulan April, yang merupakan indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi memperoleh momentumnya setelah musim dingin yang buruk. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran di pekan ini akan naik sebesar 5.000 menjadi 309.000.

 

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBP 28

GBP/USD terkoreksi mendekati area support yang berada di kisaran 1.6727-1.6770. Stochastic dan CCI bergerak mixed di chart 4 jam. MA 20 dan MA 50 masih bergerak naik di chart 4 jam. Bias mingguan masih bullish selama support 1.6727 bertahan. Perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6797-1.6841.

Berhati-hatilah jika support 1.6727 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.6700-1.6656.

AUD/USD

AUD28

Bias mingguan untuk AUD/USD saat ini adalah bearish. Pada saat analisis ini dibuat, pair tersebut tengah menguji support di 0.9320. Bias bearish akan menjadi semakin kuat jika support tersebut tembus dan berpotensi akan menekan aussie hingga kisaran 0.9287-0.9250.

Perhatikan juga bahwa CCI masih memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback di pekan ini. Sebagai alternatif, perhatikan area resistance yang berada di 0.9390 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi sasaran di kisaran 0.9287-0.9250. Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 0.9390 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Aussie setidaknya hingga kisaran 0.9247-0.9460 di pekan ini.

GOLD

Gold28

Harga emas berada dalam tekanan. Perhatikan level 1281.67 sebagai area support kunci untuk pekan ini. Penembuan ke bawah support tersebut kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 1270.01-1256.97.

Namun perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance 1306.38 (Fibonacci 50%) untuk mencari konfirmasi sinyal  bearish dengan potensi bearish hingga kisaran 1293.33-1281.67. Berhati-hatilah jika resistance 1306.38 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1319.42-1331.08 pekan ini.

NIKKEI

nikkei 28

Nikkei terangkat hingga area resistance 14658. Bias bullish akan menjadi semakin kuat jika resistance tersebut tembus, dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 14850-15160. Meskipun demikian waspadalah sebab stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka sebagai skenario alternatif perhatikan area support di kisaran 14347-14156 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14466-14658.

Berhati-hatilah jika support 14156 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 14037-13845.

HANGSENG

HANGSENG 28

Meskipun HangSeng telah bergerak di bawah 22857 namun masih tertahan oleh support dinamis yang disediakan oleh MA 50 di chart 4 jam. Rebound masih berpotensi terjadi jika resistance 22857 tembus dan berpotesi akan mengangkat HangSeng hingga kisaran 23151-23413.

Namun jika resistance 22857 tersebut bertahan maka bisa jadi HangSeng akan terus melemah mengincar area support di kisaran 22563-22301.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan 21-25 APRIL 2014

weekly_outlook

 

FUNDAMENTAL ISSUES

Sterling dan dollar mencatat penguatan di pekan lalu, sementara euro dan yen melemah. Data perumahan Amerika Serikat, sentimen bisnis Jerman, data Durable Goods Orders dan Unemployment Claims AS merupakan fokus utama kalender ekonomi.

Perekonomian Amerika Serikat mulai pulih dari efek musim dingin yang buruk seiring penguatan data retail sales dan aktivitas pabrikan serta membaiknya sektor tenaga kerja. Indeks Philly Fed melebihi perkiraan di bulan April, memberikan bukti lebih jauh bahwa ekonomi mulai membaik. Secara umum, ekonomi AS masih menunjukkan kemajuan yang stabil.

Di kawasan Eropa, Mario Draghi berhasil menekan euro. Pounsterling menguat karena penurunan angka tingkat pengangguran yang tajam hingga ke level terendah multi-tahun.

Berikut ini adalah data-data ekonomi yang perlu diperhatikan di pekan ini:

1.  US Existing Home Sales: Selasa, 21.00 WIB

Angka penjualan rumah yang sudah ada di AS sedikit berkurang di bulan Februari, menyentuh level terendah sejak 19 bulan terakhir. Hal ini merupakan efek dari cuaca buruk di musim dingin yang baru lalu, diperparah pula oleh berkurangnya peminat. Meskipun demikian, seiring dengan berakhirnnya musim dingin, para analis memperkirakan jumlah penjualan akan bertambah kali ini, menjadi 4,57 juta.

2. Data China: HSBC Flash Manufacturing PMI: Rabu, 08.45 WIB

Indeks PMI dianggap sebagai salah satu tolok ukur yang paling bisa dipercaya untuk ekonomi China. Setelah sebelumnya sempat mengecewakan, kali ini diharapkan akan mengalami kenaikan kecil ke 48,4. Sebagai catatan, angka di bahwa 50 dianggap sebagai indikasi kontraksi.

3. US New Home Sales: Rabu, 21.00 WIB

Jumlah transaksi pembelian rumah baru di AS berkurang menjadi 444.000 di bulan Februari (kurun tahunan) akibat musim dingin yang buruk. Penjualan ini turun 3,3% dari revisi di bulan Januari. Meskipun demikian, para ekonom memperkirakan akan ada kenaikan di musim semi ini. Membaiknya sektor tenaga kerja dan tingkat kepercayaan konsumen akan membantu penjualan rumah baru di bulan Maret. Data yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan mencapai 455.000.

4. RBNZ rate decision: Kamis, 04.00 WIB

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis points menjadi 2,75%, sejalan dengan perkiraan pasar. Dalam pernyataannya, Gubernur RBNZ Graeme Wheeler mengatakan bahwa infasi telah meningkat dan diperkirakan akan berlanjut hingga dua tahun ke depan. Menaikkan suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengontrol laju inflasi. Wheeler sendiri membuka kemungkinan untuk kenaikan suku bunga hingga dua tahun ke depan. RBNZ diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya ke level 3%. Data inflasi yang lemah diperkirakan akan membuat RBNZ akan lebih dovish.

5. German Ifo Business Climate: Kamis, 15.00 WIB

Di bulan Maret, sentimen bisnis Jerman turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan, menyentuh 110,7 di tengah konfil yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Sebelumnya, angka tersebut berada di 111,3 di bulan Februari.  Para pelaku bisnis khawatir konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan akan mempengaruhi ekonomi Jerman, mengingat Jerman memenuhi lebih dari sepertiga kebutuhan gas dan minyaknya dari Rusia. Jika konflik semakin memuncak, banyak perusahaan Jerman akan berada dalam bahaya. Untuk data kali ini, sentiment bisnis Jerman diperkriakan akan turun ke 110,5.

6. Pidato Mario Draghi: Kamis, 16.00 WIB

Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato pada sebuah konferensi di Amsterdam. Ia kemungkinan akan berbicara mengenai rendahnya inflasi di kawasan euro. Pasar diperkirakan akan bergerak volatile merespon pidato Draghi.

7. US Core Durable Goods Orders: Kamis, 19.30 WIB

Pemesanan barang tahan lama di AS naik sebesar 2,2% di bulan Februari menyusul penurunan di bulan sebelumna sebesar 1,3%. Sementara itu, Core Durable Goods Orders naik sebesar 0,2% setelah sebelumnya sempat naik 0,9% di bulan Januari. Data tersebut tercatat turun di bawah perkiraan. Pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama diperkriakan akan melemah dibandingkan kuartal IV tahun lalu akibat cuaca dingin. Data Durable goods orders selanjutnya diperkirakan naik ke 2,1%, sementra Core durable goods orders diperkirakan akan naik 0.6%.

8. US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Jumlah klaim pengangguran pekan lalu tetap rendah di 304.000. Angka ini berada di dekat level pra-resesi. Aktivitas pabrikan telah meningkat di bulan April, yang merupakan indikasi bahwa pertumbuhan ekonomi memperoleh momentumnya setelah musim dingin yang buruk. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran di pekan ini akan naik sebesar 5.000 menjadi 309.000.

 

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

gbp 22

 

GBP/USD terkoreksi mendekati area support yang berada di kisaran 1.6727-1.6770. Stochastic dan CCI bergerak mixed di chart 4 jam. MA 20 dan MA 50 masih bergerak naik di chart 4 jam. Bias mingguan masih bullish selama support 1.6727 bertahan. Perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6797-1.6841.

Berhati-hatilah jika support 1.6727 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan sterling hingga kisaran 1.6700-1.6656.

AUD/USD

aud22

 

Bias mingguan untuk AUD/USD saat ini adalah bearish. Pada saat analisis ini dibuat, pair tersebut tengah menguji support di 0.9320. Bias bearish akan menjadi semakin kuat jika support tersebut tembus dan berpotensi akan menekan aussie hingga kisaran 0.9287-0.9250.

Perhatikan juga bahwa CCI masih memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback di pekan ini. Sebagai alternatif, perhatikan area resistance yang berada di 0.9390 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi sasaran di kisaran 0.9287-0.9250. Sebaliknya berhati-hatilah jika resistance 0.9390 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Aussie setidaknya hingga kisaran 0.9247-0.9460 di pekan ini.

GOLD

gold22

 

Harga emas berada dalam tekanan. Perhatikan level 1281.67 sebagai area support kunci untuk pekan ini. Penembuan ke bawah support tersebut kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan bearish lanjutan hingga kisaran 1270.01-1256.97.

Namun perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance 1306.38 (Fibonacci 50%) untuk mencari konfirmasi sinyal  bearish dengan potensi bearish hingga kisaran 1293.33-1281.67. Berhati-hatilah jika resistance 1306.38 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1319.42-1331.08 pekan ini.

NIKKEI

nikkei 22

 

Nikkei terangkat hingga area resistance 14658. Bias bullish akan menjadi semakin kuat jika resistance tersebut tembus, dengan potensi pergerakan bullish hingga kisaran 14850-15160. Meskipun demikian waspadalah sebab stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka sebagai skenario alternatif perhatikan area support di kisaran 14347-14156 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14466-14658.

Berhati-hatilah jika support 14156 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 14037-13845.

HANGSENG

hangseng 22

 

Meskipun HangSeng telah bergerak di bawah 22857 namun masih tertahan oleh support dinamis yang disediakan oleh MA 50 di chart 4 jam. Rebound masih berpotensi terjadi jika resistance 22857 tembus dan berpotesi akan mengangkat HangSeng hingga kisaran 23151-23413.

Namun jika resistance 22857 tersebut bertahan maka bisa jadi HangSeng akan terus melemah mengincar area support di kisaran 22563-22301.

0 Comments

Analisa Forex Mingguan10-14 MARET 2014

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

USD mendapat hantaman yang cukup berat menyusul nada dovish dari minutes FOMC yang dirilis. Ketua Fed Janet Yellen juga mengejutkan pasar dengan mengatakan bahwa program stimulus akan berakhir dalam enal bulan. Meskipun demikian, jobless claims  dirilis dengan hasil positif, jatuh menjadi 32.000 dari sebelumnya 300.000, yang merupakan level terendah sejak Desember 2013. Ini menjadi indikasi bahwa pertumbuhan tenaga kerja AS semakin solid.

1.       US Retail sales: Senin, 19.30 WIB

U.S. retail sales bertambah melebihi perkiraan di buan Februari, setelah kondisi musim dingin yang buruk memperlambat aktivitas. Angka retail sales naik 0,3%, menyusul penurunan sebesar 0,6% di bulan Januari. Rilis tersebut lebih tinggi 0,2 persen daripada perkiraan. Analis memperkirakan angka tersebut akan membaik di bulan-bulan mendatang. Data berikutnya diperkirakan akan naik 0,8%, sementara core sales diperkirakan naik 0,5%.

2.       UK inflation data: Kamis, 15.30 WIB

Tingkat inflasi Inggris jatuh ke level terendah empat tahun ke 1,7% di bulan Februari, di tengah jatuhnya harga bensin sebesar 0,8%. Ini merupakan penurunan ke dua kali berturut-turut di bawah target inflai BOE: 2%. Perdana Menteri David Cameron mencatat bahwa data-data tersebut mendukung strategi ekonomi pemerintah untuk memberikan stabilitas dan rasa aman bagi para pekerja keras. Namun Catherine McKinnell dari Partai Buruh berkata bahwa harga-harga masih akan tetap naik lebih cepat. CPI berikutanya diperkirakan naik 1,6%.

3.       German ZEW Economic Sentiment: Selasa, 16.00 WIB

Sentimen investor di Jerman terus turun di bulan Maret, memasuki bulan ke tiga berturut-turut ke 46,6 poin, dari sebelumnya 55,7 di bulan Februari. Rilis tersebut lebih rendah daripada perkiraan yaitu 52,8. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh melemahnya emerging market, penguatan euro, meningkatnya resiko deflasi serta berlanjutnya ketegangan di Ukraina. Data ZEW selanjutnya diperkirakan mencapai 46,3.

4.       US Inflation data: Selasa, 19.30 WIB

Inflasi AS tetap moderat di bulan Februari. Data CPI turun 0,1% untuk bulan ke dua berturut-turut setelah jatuhnya harga bensin. Untuk basis tahunan, CPI hanya naik 1,1%, melemah dibandingkan data Januari yang naik 1,6%. Sementara itu core CPI, di luar komponen makanan dan energy, naik 0,1% tiga bulan berturut-turut dan tetap di level 1,6% untuk basis tahunan. Data CPI dan Core CPI diperkirakan akan naik 0,1%.

5.       Pidato Janet Yellen: Selasa, 19.45 WIB, dan Rabu 23.15 WIB

Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di Stone Mountain dan New York. Yellen mungkin akan berbicara mengenai perbaikan sektor tenaga kerja AS dan proses tapering yang sedang berjalan, durasinya serta efeknya terhadap perekonomian AS. Pasar kemungkinan akan volatile mencermati Yellen, terutama setelah komentar terakhirnya yang memicu rally USD.

6.       UK employment data: Rabu, 15.30 WIB

Tingkat pengangguran Inggris tetap stabil di level 7,2%. Namun jumlah warga negara yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran berkurang melebihi perkiraan, mencapai 34.600 mengindikasikan bahwa sektor tenaga kerja terus membaik. Bank of England diperkirakan akan dilaksanakan di kuartal ke dua tahun 2015. Angka klaim pengangguran di Inggris diperkirakan akan turun sebesar 30.200, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap 7,2%.

7.       US Building Permits: Rabu, 19.30 WIB

Angka izin mendirikan bangunan bertambah di bulan Februari menjadi 1,018 juta unit. Ini merupakan angka tertinggi empat bulan melampaui perkiraan analis. Namun berlawanan dengan data ini, data US housing starts justru turun sebesar 0,2% di bulan Februari. Meskipun demikian naiknya angka izin mendirikan bangunan memastikan pertumbuhan di industri perumahan. Diperkirakan, izin mendirikan bangunan mencapai 1 juta.

8.       US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Jumlah warga negara AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun tajam pekan lalu, menyentuh level terendah sejak Desember 2013 menjadi 300.000. Ini menjadi indikasi pulihnya sektor tenaga kerja AS, didukung oleh cuaca dan cepatnya pertumbuhan di sektor tenaga. Data selanjutnya diperkirakan naik menjadi 316.000.

9.       US Philly Fed Manufacturing Index: Kamis, 21.00 WIB

Aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia melambung di bulan Maret, menyentuh 9 poin setalah di bulan Februari sempat tercatat minus 6,3. Ini sedikit menghapuskan kekhawatiran akan prospek ekonomi AS. Aktivitas manufaktur selanjutnya diperkirakan akan membaik lebih lanjut menjadi 9,6 poin.

 

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBPUSD 14

 

GBP/USD terkoreksi dan telah memasuki area di antara MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam. Bias mingguan masih bullish selama support 1.6684 bertahan. Perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6756-1.6819.

Namun level 1.6684 tersebut menjadi support kunci mingguan yang jika tembus diperkirakan akan menekan poundsterling lebih rendah lagi hingga kisaran 1.6613-1.6549.

AUD/USD

AUDUSD 14

 

AUD/USD masih bergerak dalam uptrend sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Perhatikan area trendline serta level 0.9357 (Fibonacci 50%) untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 0.9411-0.9460.

Sebaliknya berhati-hatilah jika support 0.9357 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie setidaknya hingga kisaran 0.9302-0.9253 di pekan ini.

GOLD

GBPUSD 14

 

Harga emas mulai bergerak naik. Perhatikan level 1328.99 sebagai area resistance kunci untuk pekan ini. Akselerasi ke atas resistance tersebut kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 1341.26-1354.99.

Namun waspadai kemungkinan koreksi karena CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support 1302.99 (Fibonacci 50%) untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1316.72-1328.99. Berhati-hatilah jika support 1302.99 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1289.87-1277.00 pekan ini.

NIKKEI

NIKKEI 14

 

Nikkei masih berada di bawah tekanan, menguji support 13840. Bias bearish akan menjadi semakin kuat jika support tersebut tembus, dengan potensi pergerakan bearish hingga kisaran 13521-13165. Meskipun demikian waspadalah sebab stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bullish di chart 4 jam. Maka sebagai skenario alternatif perhatikan area resistance di 14515 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 14159-13840.

Berhati-hatilah jika resistance 14515 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bullish mengincar area 14871-15190.

HANGSENG

HANGSENG 14

 

HangSeng terkoreksi dari mendekati area support di kisaran 22857. Perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 22151-23413.

Berhati-hatilah jika support 22857 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 22563-22301.

 

note:

Bagi anda yang masih baru mengenal bisnis forex trading ini, jangan takut dan ragu untuk  belajar forex trading dan mengetahui lebih dalam tentang dunia forex trading ini.

0 Comments

WEEKLY OUTLOOK IMF 7 – 11 APRIL 2014

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

Data Non-Farm Payrolls (NFP) sedikit mengecewakan dengan angka 192.000 di bulan Maret. Ekspektasi pasar lebih tinggi karena musim dingin yang buruk telah berlalu. Meskipun demikian, rilis angka NFP tersebut masih mengindikasikan pemulihan ekonomi. Tapering masih berpeluang untuk berlanjut. Komentar dovish dari Mario Draghi menekan euro. Pasar sedang menantikan apakah ECB akan melancarkan Quantitative Easing.

1. Keputusan suku bunga Jepang: Selasa
Bank of Japan menahan kebijakan moneternya, dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi. Ancaman deflasi telah mereda sementara BOJ berjuang untuk mencapai tingkat inflasi 2%. BOJ juga telah meningkatkan penilaiannya akan invetasi di tengah meingkatnya aktivitas bisnis. Ini merupakan langkah pertama yang diambil oleh BOJ setelah menaikkan pajak penjualan.

2. US JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Summary): Selasa, 21.00 WIB
Amerika Serikat meningkatkan pembukaan lapangan pekerjaan menjadi 3,974 juta di bulan Januari. Bagaimanapun, data tersebut lbeih rendah daripada perkiraan pasar yaitu 4,015 juta. Tingkat perekrutan masih berada di level 3,3%. Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, menganggap data JOLTS sebagai data penting yang menjadi indikator perekrutan yag baik. Di bulan Februari, data pembukaan pekerjaan baru diperkirakan mencapai 3,99 juta.

3. FOMC Meeting Minutes: Kamis, 01.00 WIB
Ini merupakan minutes pertama bagi Yellen, yang mengumumkan pemangkasan stimulus menjadi $55 milyar. Pasar akan mencari petunjuk mengenai kapan kenaikan suku bunga akan dilakukan, rencana yang sempat disampaikan Yellen dalam konferensi persnya dan memicu rally USD.

4. Australian employment data: Kamis, 08.30 WIB
Tenaga kerja Australia naik 47.300 di bulan Februari, menyusul kenaikan sebesar 18.000 di bulan Januari. Namun tingkat pengangguran masih berada di level tertinggi sepuluh tahun yaitu 6%. RBA and Departemen Keuangan Australia percaya bahwa tingkat pengangguran akan naik di bulan mendatang karena perekonomian tengah berjuang di masa transisi sejak memudarnya sektor pertambangan. Penambahan tenaga kerna diperkirakan akan sebesar 14.300 dan tingkat pengangguran tetap di level 6%.

5. Keputusan suku bunga Inggris: Kamis, 18.00 WIB
Di bulan Maret, BoE mempertahankan suku bunganya di level terendah lima tahun yaitu 0,5%. Monetary Policy Committee memutuskan untuk kembali membeli obligasi pemerintah melalui program quantitative easing yang selesai di bulan Maret. Bulan ini, diperkirakan tidak ada perubahan tingkat suku bunga.

6. US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB.
Jumlah warga negara Amerika Serikat yang mendaftarkan diri untuk klaim jaminan pengangguran meningkat melebih perkiraan di pekan lalu, emncapar angka 326.000. Meskipun demikian, secara umum sektor tenaga kerja AS masih terindikasi membaik. Pekan ini, angka initial claims diperkirakan akan turun menjadi 314.000.

7. G20 Meetings: Kamis-Jumat
Pertemuan G20 yang dilangsungkan di Washington DC dihadiri oleh menteri-menteri keuangan dan para pejabat bank sentral dari 20 negara industri termasuk negara-negara anggota G7: Kanada, Italia, Perancis, Jerman, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat. Diskusi tersebut tertutup bagi pers namun para pejabat terkait biasanya akan menyampaikan pernyataan kepada wartawan setelah ada kesimpulan dari pertemuan tersebut.

8. US Federal Budget Balance: Jumat, 01.00 WIB
Pengeluaran meningkat di bulan Februari, namun peningkatan di tahun ini masih lebih rendah 32% dibandingkan tahun lalu. Defisit anggaran mencapai $193,5 milyar, turun dibandingkan dengan defisit bulan Februari 2013 yaitu $203,5 milyar. Kabar baiknya, defisit anggaran tersebut telah berkurang ke level sekitar 3% GDP. Defisit anggaran pemerintah AS diperkriakan akan kembali membaik -$127,5 milyar.

9. US PPI : Jumat, 19.30 WIB
Harga-harga barang jadi sedikit jatuh di bulan Februari, sebesar 0,1%. Di bulan sebelumnya, PPI naik 0,2%. Untuk basis tahunan, harga produsen naik 0,9%, yang merupakan kenaikan terkecilsejak 12 bulan terakhir. Penurunan angkat ini mengisyaratkan rendahnnya inflasi. Meskipun demikian, para pejabat di Federal Reserve memperlihatkan perhatikan mereka tentang rendahnya inflasi yang berlanjut ini. Jika inflasi tetap berada di bawah target,maka Federal Reserve kemungkinan akan berhenti memangkas stimulus. Data PPI kali ini diperkirakan akan naik 0,1%.

10. US UoM Consumer Sentiment: Friday, 20.55 WIB
Sentimen konsumen AS turun di bulan Maret menjadi 79,9 setelah di bulan sebelumnya sempt berada di 81,6. Level bulan Maret tersebut merupakan level terendah sejak November 2013. Sementara itu, laporan Conference Board consumer confidence naik menjadi 82.3, yang merupakan level tertinggi sejak the 2008. Consumer sentiment kali ini diperkirakan akan naik ke 81,2.

TECHNICAL OUTLOOK

EUR/USD

EUR/USD

 

Euro masih melemah terhadap USD hingga mencapai area 1.3672. Level tersebut menjadi support kunci mingguan yang jika tembus diperkirakan akan menekan euro lebih rendah lagi hingga kisaran 1.3637-1.3598.

Meskipun demikian perhatikan bahwa stochastic dan CCI bergerak naik di chart 4 jam. Sebagai skenario bearish alternatif, perhatikan area resistance di kisaran level 1.3728-1.3763 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.3707-1.3672. Namun berhati-hatilah jika pekan ini resistance 1.3763 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro setidaknya hingga kisaran 1.3784-1.3819.

AUD/USD

AUD/USD

 

AUD/USD bergerak dalam fase konsolidasi dan berpotensi untuk membentuk pola “broadening formation” (area berwarna biru muda). Pada umumnya pola ini adalah pola bearish. Harga bergerak menguji resistance di 0.9303 sementara sinyal bearish terlihat di stochastic dan CCI 4 jam. Maka dari itu untuk saat ini preferensi untuk AUD/USD adalah bearish dengan potensi target di area support 0.9204-0.9137.

Namun pola tersebut akan gagal dan bias mingguan akan kembali menjadi bullish jika resistance 0.9303 tembus dan Aussie kemungkinan besar akan bergerak menguat menuju kisaran 0.9370-0.9400.

GOLD

GOLD

 

Harga emas secara umum masih berada di bawah tekanan. Pullback terjadi ke area resistance di kisaran 1301.94-1317.36. Stochastic dan CCI emperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 1 jam. Untuk pekan ini perhatikan konfirmasi sinyal bearish di area resistance tersebut dengan potensi target di kisaran 1292.41-1277.00.

Namun berhati-hatilah jika resistance 1317.36 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1326.89-1342.30 pekan ini.

NIKKEI

NIKKEI

 

Nikkei terkoreksi memasuki area yang berada di antara MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam, juga mendekati area support yang berada di kisaran 14781-14479. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Untuk pekan ini, bias Nikkei adalah bullish terutama jika sinyal bullish terkonfirmasi di area support atau di antara MA tersebut di atas, dengan potensi rebound hingga kisaran 14919-15190.

Berhati-hatilah jika support 14479 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 14311-14040.

HANGSENG

HANGSENG

 

HangSeng terkoreksi dari area resistance 22743. Perhatikan area support di kisaran 22096-21696 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 22343-22743.

Berhati-hatilah jika support 21696 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 21449-21049.

 

Bagi anda yang masih baru mengenal bisnis forex trading ini, jangan takut dan ragu untuk  belajar forex trading dan mengetahui lebih dalam tentang dunia forex trading ini.  Semoga Bermanfaat.

0 Comments

WEEKLY OUTLOOK IMF 10-14 FEBRUARI 2014

weekly-outlook-Febuari 10 300x336

FUNDAMENTAL ISSUE

USD dan JPY mengalami pelemahan di pekan lalu. Data non-farm payrolls yang dirilis Jumat lalu masih meninggalkan keraguan. Di pekan ini ada beberapa berita atau data fundamental yang perlu dicermati, seperti testimoni Janet Yellen di depan Senat AS, pidato Mark Carney, data tenaga kerja Australia, retail sales dan consumer confidence AS.

  1. Pidato Janet Yellen: Selasa, 22.00 WIB. Ketua Fed yang baru, Janet Yellen, akan memberikan testimoni di depan senat AS. Ini merupakan testimoni publik pertamanya sebagai ketua Fed. Yellen akan harus berbicara mengenai kelanjutan dari rencana tapering, prospek suku bunga dan neraca anggaran Fed.
  2. Pidato Mark Carney: Rabu, 17.30 WIB. Gubernur Bank of England Mark Carney akan berbicara tentang laporan inflasi di London. Para ekonom memperkirakan bahwa Mark Carney akan menaikkan suku bunga acuan dari 0,5% karena adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi Inggris. BOE kemungkinan akan menjadi bank sentral yang pertama menaikkan suku bunga, dan kemungkinan akan diikuti oleh Fed. Rendahnya tingkat pengangguran di Inggris kemungkinan akan melatarbelakangi langkah tersebut.
  3. Pidato Mario Draghi: Rabu, 10:30 GMT. Presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan akan berpidato di Brussels. Ada kemungkinan ia akan berbicara tentang keputusan ECB yang mempertahankan suku bunga dan kebijakan moneter karena lambatnya laju inflasi. Pasar kemungkinan besar akan bergerak dalam volatilitas yang cukup tinggi oleh pernyataan Draghi.
  4. Data ketenagakerjaan Australia (Employment Change & Unemployment Rate): Kamis, 07.30 WIB. Tingkat pengangguran di Australia tetap di 5,8% pada bulan Desember, sementara lapangan pekerjaan berkurang sebesar 22.600 menjadi 11.629.500. Penurunan terutama terjadi pada karyawan full-time, yang berkurang sebanyak 31.600, sementara tenaga part-time meningkat sebesar 9.000. Namun demikian, ekonom memperkirakan pertumbuhan tenaga kerja Australia meningkat selama tahun ini, di mana diperkirakan akan ada penambahan 15.300 pekerjaan. Sementara itu tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat menjadi 5,9%.
  5.  US Retail Sales: Kamis 20.30 WIB. Penjualan ritel AS meningkat di bulan Desember akibat naiknya penjualan pakaian dan akuisisi online. Namun di sisi lain ternyata data penjualan eceran mengecewakan di musim belanja liburan. Penjualan ritel meningkat hanya sebesar 0,2% di bulan Desember. Mobil dan truk turun 1,8% karena cuaca sangat dingin. Namun, data core retail sales yang tidak mencakup mobil, gas dan bahan bangunan naik tipis 0,7%, yang sebenarnya lebih bisa mencerminkan keadaan ekonomi AS. Angka retail sales diproyeksikan tetap tidak berubah, sedangkan core retail sales diperkirakan akan naik 0,2%.
  6. US Unemplyment Claims: Kamis, 20.30 WIB. Jumlah orang yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun melebihi perkiraan pekan lalu, turun 20.000 sampai 331.000. Ini menunjukkan rendahnya tingkat PHK dan meningkatnya lapangan pekerjaan. Namun kondisi cuaca yang parah dapat membawa volatilitas lebih lanjut untuk pasar tenaga kerja dalam beberapa minggu mendatang. Jumlah klaim baru diperkirakan akan mencapai 331.000.

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBPUSD IMF WEEKLY 10-02-2014 8-37-58

 

Pullback terjadi pada GBP/USD. Pair tersebut saat ini telah berada di area acuan Fibonacci yaitu kisaran 1.6394-1.6482. Di chart 4 jam, stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli. Jika sinyal bearish terkonfirmasi di dalam area acuan Fibonacci tersebut, maka GBP/USD diperkirakan akan melanjutkan pergerakan bearish untuk mengincar kisaran 1.6339-1.6251.

Berhati-hatilah jika resistance 1.6482 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan mengincar kisaran 1.6536-1.6624.

 

EUR/USD

EURUSD IMF WEEKLY 10-02-2014 8-39-36

 

EUR/USD terlihat menguji resistance 1.3638 di chart 4 jam. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli. Preferensi untuk pekan ini masih bearish selama resistance 1.3638 bertahan dan diikuti oleh kemunculan sinyal bearish, dengan sasaran terdekat di 1.3576. Tembus ke bawah 1.3576 akan memperkuat bias bearish sehingga EUR/USD diperkirakan akan terus tertekan hingga 1.3538-1.3476.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa harga telah bergerak di atas MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam. Bias mingguan akan berubah menjadi bullish kondisi ini diikuti oleh tembusnya resistance 1.3638. Jika itu terjadi, euro diperkirakan akan menguat di pekan ini dengan sasaran hingga kisaran 1.3676-1.3738.

 

GOLD

GOLD IMF WEEKLY 10-02-2014 8-42-12

 

Gambaran besar untuk outlook mingguan emas adalah sideway namun memang cenderung akan bergerak bearish. Harga saat ini bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam, menguji support 1242.67 saat analisis ini dibuat. Jika support tersebut tembus, harga emas diperkirakan akan melanjutkan pelemahan dengan sasaran area support selanjutnya di 1231.46.

Namun mungkin akan ada pullback ke area resistance 1255.22 mengingat ada indikasi oversold di chart 4 jam. Maka dari itu perhatikan area resistance tersebut untuk mencari alternatif sinyal bearish dengan potensi target kembali ke kisaran 1242.67-1231.46.

Terus awasi resistance 1255.22 karena bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus. Jika itu terjadi, harga emas diperkirakan akan bergerak naik menuju kisaran 1267.76-1278.97.

 

NIKKEI

NIKKEI IMF WEEKLY 10-02-2014 8-43-10

 

Nikkei masih berada dalam bias bearish sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Bias bearish tersebut akan semakin kuat jika support 14580 tembus. Jika itu terjadi, Nikkei diperkirakan akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 14390-14178.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI mulai memperlihatkan indikasi bullish di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback ke area resistance di kisaran 14888-15077. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi hingga kisaran 14770-14580.

Sebaliknya, akselerasi ke atas 15077 akan  mengubah bias menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish hingga kisaran 15195-15385. Berhati-hatilah pada  kemungkinan breakout valid yang akan memungkinkan pergerakan bullish tersebut.

0 Comments

Cara Menentukan Stop Loss

Dalam forex trading, seringkali posisi kita tidak sesuai dengan pergerakan pasar. Karena itu sering kali kita harus tegas pada diri kita sendiri dengan meng”eksekusi” stop loss.  Stop loss adalah salah satu bentuk manajemen resiko dalam trading. Istilah stop loss berarti menutup posisi yang sedang posisi rugi pada level tertentu, karena kita memprediksi bahwa jika posisi tersebut tidak ditutup maka kerugian akan menjadi bertambah besar. Untuk menutup posisi itu kita harus memastikan bahwa kondisi market benar-benar akan bergerak lebih jauh berlawanan dengan posisi kita.

Stop Loss

Cara Menentukan Stop Loss

Ada beberapa cara menentukan level stop loss berdasarkan strateginya :

1. Stop loss pada blind trading
Blind trading adalah trading yang menitik beratkan pada money management , sehingga sering kali entry point, exit point, target profit termasuk stop loss pada blind trading bukanlah hasil sebuah analisa melainkan karena perhitungan matematis sebuah strategi trading. Misalnya : Open buy sebesar 5% equity pada saat harga open baru terbentuk , target profit 10 point , stop loss 10 point. Dari contoh diatas seorang blind trader tidak memerlukan sebuah analisa dalam menentukan stop loss. Karena begitu transaksinya kalah, dia akan melakukan strategi selanjutnya.

2. Stop loss pada real trading.
Trading yang benar adalah dengan membuka posisi yang selalu didahului dengan analisa. Dalam trading jenis ini stop loss dapat ditentukan dengan tiga cara yaitu :

a. Menggunakan indikator
Indikator yang sering digunakan sebagai level stop loss adalah Parabolic SAR. Aturan mainnya adalah membuka posisi dengan stop loss nya adalah pada nilai Parabolic SAR saat itu. Itu adalah salah satu  indikator yang dapat dipilih dalam menentukan stop loss. Sebenarnya masih banyak indikator yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan stop loss. Pemilihan indikator ini tergantung pola trading dari trader itu sendiri.

b. Menggunakan Garis Support atau Resistance
Support atau resistance adalah level harga yang biasanya dijadikan titik pantul market. Sehingga  kita bisa menempatkan posisi stop loss dibelakang garis support dan resistance dengan asumsi bahwa level tersebut tidak akan tersentuh karena market akan memantul sebelum mengenai level stop loss. Apabila garis support dan resistance berhasil ditembus maka harga akan terus melaju, sehingga sudah benar jika kita menempatkan stop loss di belakang garis support dan resistance.

c. Menggunakan garis trend
Garis trend juga bisa dijadikan level stop loss dengan alasan bahwa selama trend itu belum berakhir, grafik akan selalu berada di depan garis trend. Sehingga jika grafik menyeberang garis trend, bisa dipastikan harga akan terus bergerak menjauh berlawanan dengan posisi kita.

Itu dia beberapa cara menentukan stop loss yang bisa digunakan dalam trading Anda.  Mungkin seringkali masalah stop loss ini menjadi “mimpi buruk” untuk para trader. Tapi lebih baik mengambil stop loss dari pada kerugian kita menjadi lebih besar lagi, yang nantinya berakibat memberikan efek trauma pada pola trading kita.

Yang harus diperhatikan adalah bahwa harus ada sedikit jarak antara level stop loss dengan yang dijadikan acuan penentuan level stop loss, sehingga tidak sampai terjadi market yang menyentuh stop loss kita lalu market berbalik arah. Jadi intinya stop loss adalah wajar (bahkan untuk trader profesional sekalipun), lagi pula selalu ada peluang yang baru tiap harinya di pasar.

Salam

0 Comments

WEEKLY OUTLOOK IMF 3-7 FEBRUARI 2014

weekly-outlook-Febuari 03 -07Febuari

FUNDAMENTAL ISSUE

Pasar didominasi oleh aksi risk aversion (penghindaran resiko) dan ini memberi tenaga bagi dolar dan yen. Di pekan ini, pasar akan memperhatikan keputusan suku bunga ECB dan data US Non-farm Paurolls, di samping keputusan suku bunga Inggris dan Australia.
The Fed mengumumkan tapering untuk yang ke dua kalinya sebagaimana perkiraan pasar. GDP yang kuat menandai kebangkitan USD. Berikut ini adalah ulasan beberapa data fundamental penting (big figures) yang perlu diperhatikan di pekan ini:

  1. US ISM Manufacturing PMI: Senin, 22.00 WIB. Data manufaktur mengalami peningkatan di Desember lalu, didorong oleh kenaikan pesanan. Peningkatan pesanan mendorong perusahaan untuk merekrut pekerja lebih banyak. Pemulihan global juga memperbaiki investasi bisnis. Untuk data berikutnya diperkirakan akan turun ke 56,2.
  2. Keputusan suku bunga Australia: Selasa, 10.30 WIB. Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunganya di level 2,5% pada bulan Desember. Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Australia tidak sesuai harapan di tahun 2013 karena penurunan di sektor pertambangan. Namun permintaan swasta di luar sektor pertambangan diperkirakan akan tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat. “Dewan RBA akan terus menilai prospek dan menyesuaikan kebijakan yang diperlukan,” kata Stevens. Diperkirakan RBA belum akan mengubah suku bunganya.
  3. ADP Non-Farm Employment: Rabu, 20.15 WIB. Pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta AS naik 238.000 di bulan Desember, jauh lebih baik daripada perkiraan yaitu 119.000. Rilis ini lebih tinggi sebesar 9,000 dibandingkan dengan bulan November. Selama tahun 2013, lapangan pekerjaan di sektor pengadaan barang naik 286.000 sementara di sektor jasa naik 170.000 di bulan Desember. Ini menunjukkan pertumbuhan eknomi di 2014. Data berikutnya diperkirakan hanya akan bertambah 191.000.
  4. US ISM Non-Manufacturing PMI: Rabu, 22.00 WIB. Sektor jasa AS menurun di bulan Desember, karena berkurangnya permintaan pada akhir tahun. Meskipun demikian sektor jasa ini menunjukkan beberapa tanda-tanda yang perbaikan. Sektor jasa AS diperkirakan akan rebound ke 53,8.
  5. Keputusan suku bunga Inggris: Kamis, 19.00 WIB. BoE mempertahankan suku bunga di level 0,5% dan mempertahankan stimulus sebesar £375 milyar. Para ekonom berpendapat bahwa bank sentral akan harus mengubah kebijakan karena ada tanda-tanda lanjutan pemulihan di pasar Inggris. Mark Carney mengatakan Agustus lalu ia tidak berniat untuk menaikkan suku bunga sampai pengangguran turun menjadi 7,0%. Jika semua berjalan dengan baik, Carney diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga di pertengahan tahun 2014. Namun untuk kali ini, BoE sepertinya tidak akan menaikkan suku bunga.
  6. Keputusan Suku Bunga ECB: Kamis, 19.45 WIB. ECB diperkirakan akan menahan suku bunga, tapi mungkin akan mengatur acuan untuk suku bunga deposito pada bulan Maret. Inflasi terus menurun di Jerman dan Zona Euro. Draghi dan kawan-kawan mungkin akan semakin sulit untuk menahan deflasi. Jika dalam pernyataannya Draghi memberikan “petunjuk” bagi pemangkasan suku bunga, maka euro kemungkinan akan semakin tertekan.
  7. US Trade Balance: Kamis, 20.30 WIB. Defisit perdagangan AS berkurang ke level terendah dalam empat tahun pada bulan November, yaitu sebesar $34,3 milyar. Data ini lebih baik daripadai data bulan sebelumnya, yaitu 39,3 milyar. Para ekonom memperkirakan defisit perdagangan mencapai $40,2 milyar pada bulan November. Peningkatan ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB (GDP) Kuartal 4. Untuk rilis data selanjutnya, defisit neraca perdagangan AS diperkirakan akan melebar menjadi $35,8 milyar.
  8. US Unemployment Claims: Kamis, 20.30 WIB. Klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran AS naik tipis 19.000 minggu lalu ke level tertinggi satu bulan yaitu 348.000 klaim. Namun ada tanda-tanda positif untuk pertumbuhan di kuartal ketiga dan keempat menunjukkan hal-hal ini menjadi lebih baik dan akan terus seperti itu pada bulan-bulan mendatang. Jumlah klaim pengangguran diperkirakan akan turun menjadi 334.000.
  9. US Non-Farm Payrolls dan Unemployment Rate: Jumat, 20.30 WIB. Data yang menjadi primadona untuk pekan ini adalah US Non-farm Payrolls. Data ini meningkat 74.000 pada bulan Desember, jauh di bawah perkiraan ekonom yaitu 196.000. Namun pelemahan ini sangat mungkin berhubungan dengan kondisi cuaca dingin yang sangat buruk yang menerpa AS. Sementara itu, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 6,7% dari 7% pada bulan November. Tingkat partisipasi angkatan kerja terus menurun, mencapai 62,8%. Angka Non-farm Payrolls diperkirakan akan tumbuh sebesar 185.000, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap 6,7%.

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBPUSD WEEKLY IMF 03-02-2014 8-33-18

GBP/USD saat ini berada di bawah tekanan. Di chart 4 jam, MA 20 telah berpotongan ke bawah MA 50. Hal ini memberikan bias bearish untuk outlook mingguan dan akan lebih terkonfirmasi jika support 1.6418 tembus. Jika itu terjadi, GBP/USD diperkirakan akan melanjutkan pergerakan bearish untuk mengincar kisaran 1.6369-1.6314.

Di sisi lain, perhatikan bahwa CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 1 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback ke area resistance yang berada di kisaran 1.6497-1.6545. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan sasaran hingga kisaran 1.6467-1.6418.

Berhati-hatilah jika resistance 1.6545 tembus karena dengan demikian bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan mengincar kisaran 1.6576-1.6624.

EUR/USD

EURUSD WEEKLY 03-02-2014 8-32-58

EUR/USD berada di bawah tekanan bearish yang kuat. MA 20 telah berpotongan dengan MA 50 di chart 4 jam, mengarah ke bawah. Pada saat analisis ini dibuat, pair tersebut masih menguji support yang berada di area 1.3478. Tekanan bearish diperkirakan akan menjadi semakin besar jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 1.3417-1.3348.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI 4 jam memperlihatkan indikasi jenuh jual. Maka dari itu, sebagai skenario alternatif, waspadai kemungkinan pullback di pekan ini, mengincar area resistance di kisaran 1.3577-1.3639. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 1.3539-1.3478.

Perhatikan juga resistance 1.3639. Bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus. Jika itu terjadi, euro diperkirakan akan menguat di pekan ini dengan sasaran hingga kisaran 1.3677-1.3738.

GOLD

GOLD WEEKLY IF 03-02-2014 8-35-56

Gambaran besar untuk outlook mingguan emas adalah sideway namun memang cenderung akan bergerak bearish. Harga saat ini bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart 4 jam, menguji support 1242.67 saat analisis ini dibuat. Jika support tersebut tembus, harga emas diperkirakan akan melanjutkan pelemahan dengan sasaran area support selanjutnya di 1231.46.

Namun mungkin akan ada pullback ke area resistance 1255.22 mengingat ada indikasi oversold di chart 4 jam. Maka dari itu perhatikan area resistance tersebut untuk mencari alternatif sinyal bearish dengan potensi target kembali ke kisaran 1242.67-1231.46.

Terus awasi resistance 1255.22 karena bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus. Jika itu terjadi, harga emas diperkirakan akan bergerak naik menuju kisaran 1267.76-1278.97.

HANGSENG

HangSeng WEEKLY IMF 03-02-2014 8-34-42

HangSeng secara umum berada dalam bias bearish dan tekanan bearish tersebut diperkirakan akan menjadi semakin besar jika support 21658 tembus. Jika itu terjadi, HangSeng diperkirakan akan terus bergerak turun dengan sasaran di kisaran 21307-20914.

Di sisi lain, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi oversold di chart 4 jam. Maka dari itu, sebagai skenario alternatif, waspadai kemungkinan pullback hingga ke area resistance di kisaran 22226-22578. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 22009-21658.

Berhati-hatilah jika resistance 22578 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng menuju kisaran 22795-23146.

Nikkei

NIKKEI WEEKLY IMF 03-02-2014 10-39-03

 

Nikkei masih berada dalam bias bearish sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Bias bearish tersebut akan semakin kuat jika support 14580 tembus. Jika itu terjadi, Nikkei diperkirakan akan melanjutkan pelemahan hingga kisaran 14390-14178.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI mulai memperlihatkan indikasi bullish di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback ke area resistance di kisaran 14888-15077. Perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi hingga kisaran 14770-14580.

Sebaliknya, akselerasi ke atas 15077 akan  mengubah bias menjadi bullish dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish hingga kisaran 15195-15385.

0 Comments

WEEKLY OUTLOOK: 27-31 JANUARI 2014

FUNDAMENTAL ISSUES:

Yen Jepang berhasil menguat sngat siginfikan minggu lalu. Keputusan Fed merupakan peristiwa yang paling penting, disusul oleh rilis pertama dari data PDB (GDP) di AS dan Inggris.

Data penjualan rumah bekas (existing home sales) AS dirilis dengan angka yang cukup mengecewakan yaitu 4,87 juta. Meskipun bank sentral sedang mempersiapkan langkah untuk melancarkan tapering (pemangkasan stimulus) berikutnya. USD sempat melemah terhadap pound akibat tingkat pengangguran di Inggris yang dianggap tidak mengecewakan. USD juga sempat melemah terhadap euro akibat data PMI Jerman yang kuat.

Sementara itu, Aussie melemah terhadap USD dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Australia. Menjelang akhir minggu lalu, kekhawatiran akan membuuruknya sektor manufaktur China mendorong pelaku pasar untuk membeli yen yang dianggap sebagai mata uang safe haven.

Berikut ini adalah beberapa data fundamental yang perlu diperhatikan untuk pekan ini.

  1. German Ifo Business Climate (Sentimen Bisnis Ifo Jerman): Senin, 16.00 WIB. Di bulan Desember, sentimen bisnis Jerman dirilis di angka 109,5, naik tipis dari data blan November yaitu 109,3. Angka ini merupakan level tertinggi sejak April 2012. Para analis optimis tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014. Data ini diperkirakan akan mencapai angka 110,2.
  2. US New Home Sales (Penjualan Rumah Baru AS): Senin, 22.00 WIB. Di bulan November, angka penjualan rumah baru menurun sedikit menjadi 464.000 unit. Angka ini turun dari level tertinggi lima tahun yaitu 474.000 yang teratat di bulan Oktober. Para ekonom memperkirakan penjualan rumah baru akan jatuh lebih rendah lagi ke angka 449.000. Meskipun suku bunga KPR cukup tinggi, sektor pasar perumahan diharapkan akan meningkat di tahun ini. Untuk data penjualan rumah baru yang akan dirilis nanti, diperkirakan menurun menjadi 457.000.
  3. UK Prelim GDP (PDB Inggris): Selasa, 16.30 WIB. Ekonomi Inggris mengalami ekspansi ke level tertinggi tiga tahun pada kuartal ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi secara umum telah meningkat. Ini juga menandakan bahwa Inggris berada di jalur yang benar untuk pemulihan ekonomi. Aktivitas di sektor jasa naik tipis 75%, tapi produksinya masih 12% lebih rendah. Akan tetapi angka ini memperlihatkan bahwa Inggris telah terbebas dari tahun stagnasi ekonomi. Data UK Prelim GDP ini diperkirakan akan naik lagi 0,8%.
  4. US Core Durable Goods Orders (Pesanan Barang Tahan Lama AS): Selasa, 20.30 WIB. Meningkatnya data pesanan barang tahan lama menunjukkan perbaikan erkonomi AS secara umum. Data Durable Goods Orders diperkirakan akan naik 2,0% sementara Core Durable Goods Orders diprediksi akan meningkat 0,7%.
  5. US Consumer Confidence (Tingkat Kepercayaan Konsumen AS): Selasa, 22.00 WIB. Sentimen konsumen AS membaik di akhir tahun 2013, ketika tercatat mencapai angka 78,1, naik dari data bulan November yaitu 72. Angka ini menunjukkan optimisme tentang prospek pekerjaan di saat ini dan masa mendatang, karena menunjukkan bahwa fondasi aktivitas ekonomi AS cukup kuat. Para ekonom percaya bahwa pasar perumahan dan sektor manufaktur akan terus berkembang di tahun ini. Untuk rilis data selanjutnya, data sentimen konsumen AS ini diperkirakan akan tetap, tidak berubah.
  6. FOMC Statement (Pernyataan Resmi FOMC): Kamis, 02.00 WIB. Federal Reserve diperkirakan akan melakukan pemangkasan anggaran untuk pembelian obligasi (tapering) untuk kedua kalinya. Bernanke bersama anggota FOMC lainnya telah melakukan tapering pertama pada bulan Desember. FOMC diperkirakan akan tetap menjalankan tapering kecuali jika ada perubahan yang signifikan dalam perekonomian AS.
  7. Pidato Mark Carney: Rabu, 07.15 WIB. Gubernur BOE Mark Carney dijadwalkan untuk berpidato di Edinburgh. Carney berusaha keras untuk meyakinkan pasar bahwa tingkat pengangguran 7% tidak cukup menjadi alasan untuk menaikkan suku bunga. Pasar diperkirakan akan bergerak volatil merespon pernyataan-pernyataan Carney.
  8. USD Advance GDP (Kenaikan PDB AS): Kamis, 20.30 WIB. Pemulihan di sektor perumahan dan perbaikan yang sedang berlangsung di pasar kerja dan sektor manufaktur diperkirakan akan menaikkan GDP di kuartal ke-4. Ekonomi AS diperkirakan akan berkembang sebesar 3,2% pada kuartal keempat.
  9. US Unemployment Claims (Klaim Pengangguran AS): Kamis, 20.30 WIB. Di pekan lalu data ini meningkat sebesar 1.000 menjadi 326.000. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak signifikan. Sebagai catatan, 1,4 juta orang berhenti menerima tunjangan sejak program darurat mengenai tunjangan berakhir pada 28 Desember, sehingga analis memperkirakan data ini akan menurun karena program tunjangan telah berakhir. Namun demikian, ada tanda-tanda positif bagi pertumbuhan ekonomi seiring dengan naiknya tingkat kepercayaan konsumen dan penjualan ritel serta output manufaktur pada kuartal terakhir tahun 2013. Untuk rilis data selanjutnya, data Unemployment Claims ini diperkirakan kenaikan kecil menjadi 331.000.
  10. US Pending Home Sales (Penjualan Rumah Tertunda AS): Kamis, 22.00 WIB. Kontrak untuk membeli rumah AS yang ada naik 0,2% pada bulan November, tercatat sebagai kenaikan pertama dalam enam bulan. Para ekonom memperkirakan kenaikan lebih besar dari 1,0%. Namun kenaikan ini mungkin mengisyaratkan bahwa pasar perumahan mulai stabil setelah suku bunga KPR naik. Untuk rilis data Pending Home Sales selanjutnya, diperkirakan akan turun 0,1%.

TECHNICAL OUTLOOK:

INDEKS DOLLAR

DOLLAR WEEKLY OUTLOOK IMF 27-01-2014 7-38-24

Indeks dollar memperlihatkan pelemahan yang signifikan, sempat mencapai level 80.15 di pekan lalu, pasca terkonfirmasinya pola broadening formation di chart 4 jam. Pelemahan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi jika support 80.15 tembus sehingga berpotensi akan menekan indeks dollar lebih rendah lagi hingga kisaran 79.86-79.38.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa CCI mulai beranjak naik dari zona oversold. sehingga kita perlu mewaspadai pullback yang mungkin akan terjadi di minggu ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance 80.77 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target setidaknya kembali ke kisaran 80.44-80.15.

Bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance 80.77 tembus dan berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish menuju kisaran 81.10-81.39.

 

GBP/USD

GBPUSD WEEKLY OUTLOOK IMF 27-01-2014 7-34-13

Koreksi terjadi pada GBP/USD setelah pair tersebut sempat mencapai 1.6667 pekan lalu. Pada saat artikel ini ditulis, harga tengah menguji support 1.6488 (Fibonacci 50%). Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu, preferensi untuk pekan ini adalah bullish terutama jika sinyal bullish terkonfirmasi sebelum support 1.6488 tembus, dengan potensi rebound di kisaran 1.6582-1.6667.

Berhati-hatilah jika support 1.6488 tembus karena hal tersebut diperkirakan akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 1.6393-1.6308. Meskipun demikian, berhati-hatilah karena target itu baru akan mungkin tercapai jika terjadi breakout yang valid ke bawah 1.6488 setidaknya di chart 4 jam.

 

EUR/USD

EURUSD WEEKLY OUTLOOK IMF 27-01-2014 7-39-53

Berkebalikan dengan poundsterling, euro justru memperlihatkan penguatan terhadap USD. EUR/USD sempat mencapai kisaran 1.3738 pekan lalu. Bias bullish akan menjadi semakin kuat jika resistance tersebut tembus, dengan potensi penguatan euro hingga kisaran 1.3793-1.3584. MA 20 telah melakukan crossing ke atas MA 50 di chart 4 jam. Stochastic mendekati area oversold sementara CCI baru saja turun dari area overbought.

Koreksi terjadi mendekati area support mingguan yang berada di kisaran 1.3650-1.3595. Sebagai skenario bullish, perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.3684-1.3738. Namun berhati-hatilah jika support 1.3595 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro hingga kisaran 1.3561-1.3507.

 

GOLD

GOLD WEEKLY OUTLOOK IMF 27-01-2014 7-41-02

Emas kembali berada dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan resistance 1278.97 karena penguatan harga emas diperkirakan akan berlanjut di pekan ini jika resistance tersebut tembus, dengan potensi hingga kisaran 1290.18-1302.72.

Di sisi lain, perhatikan bahwa stochastic mulai bergerak turun dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli. Maka dari itu, sebagai skenario alternatif, perhatikan area support di 1255.22 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish seandainya koreksi mencapai area tersebut. Jika ada konfirmasi sinyal bullish sebelum support tersebut tembus, maka berpotensi akan terjadi rebound dengan sasaran di kisaran 1267.76-1278.97.

Berhati-hatilah jika support 1255.22 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan harga emas kemungkinan bisa tertekan hingga kisaran 1242.67-1231.46.

 

NIKKEI

NIKKEI WEEKLY OUTLOOK IMF 27-01-2014 7-41-45

Nikkei kembali tertekan dan menyentuh level 14925. MA 20 telah crossing ke bawah MA 50 di chart 4 jam. Tekanan bearish diperkirakan akan semakin besar jika support tersebut tembus sehingga Nikkei mungkin saja akan melanjutkan pelemahan setidaknya hingga kisaran 14678-14403.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu kita perlu mewaspadai kemungkinan pullback di pekan ini dengan sasaran hingga area resistance di kisaran 15324-15571. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target setidaknya untuk kembali ke kisaran 15172-14925.

Perhatikan juga resistance 15571 karena bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus. Jika itu terjadi, Nikkei diperkirakan akan pulih setidaknya untuk mengincar kisaran 15723-15970.

 

 

 

0 Comments