Posts

Cara Memilih Periode Indikator yang Tepat

Ketika kita fokus pada satu indikator dalam satu perdagangan, ada pertanyaan yang sering muncul mengenai berapa jumlah periode indikator yang harus ditetapkan atau digunakan pada setiap pair. Dua pertanyaan yang sering muncul periode indikator yang digunakan mengunakan pengaturan default atau para trader harus menggunakan pengaturan “tweak “?
Sebagai aturan umum, yang harus diketahui dan di pahami dengan mudah ketika jumlah periode indikator yang diatur membesar dari harga default, maka indikator akan menjadi kurang sensitif terhadap pergerakan harga seperti yang digunakan pada sejumlah besar waktu untuk menghitung (rata-rata) pergerakan harga. Akibatnya, kita sering melihat harga “terlambat bergerak turun atau naik”.
Sebaliknya ketika jumlah periode menurun dari harga default maka indikator akan menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan harga karena menggunakan waktu periode yang lebih sedikit, rentang waktu yang digunakan lebih singkat untuk menghitung data. Dalam hal ini kita akan melihat harga akan semakin “cepat bergerak ke atas atau ke bawah”.
Mari kita coba dengan menggunakan indikator RSI pada grafik harian dari EURCAD di bawah ini sebagai contoh…
periode-indikator

periode-indikator

Seperti yang sudah kita ketahui cara me-review indikator RSI dengan cepat,
indikator RSI akan memberikan sinyal beli ketika telah berada di bawah level 30 dan kemudian indikator bergerak dan menutup ke atas 30. Sinyal jual terjadi dari indiaktor RSI ketika harga telah berada di atas 70 dan kemudian bergerak dan menutup di bawah level 70.
Indikator RSI pertama pada grafik di bawah ini adalah standar dengan menggunkan periode standar 14. Berdasarkan kriteria di atas, sinyal beli atau jual dihasilkan di masing-masing lingkaran hijau dengan total 6 sinyal.
Pada versi kedua periode indikator di bawah ini kami telah memperpendek jumlah periode sampai menjadi 9. Seperti dapat dilihat, indikator menjadi jauh lebih sensitif dan perbedaan jumlah sinyal yang dihasilkan dengan mudah terlihat dengan total pada versi ini adalah 10 sinyal yang diberikan.
Jika kita bandingkan sinyal tersebut pada pergerakan harga di grafik, kita dapat
melihat bahwa beberapa sinyal yang valid akan menghasilkan pips sementara
sinyal yang lain hanya berumur pendek atau sering disebut sinyal entri palsu dapat kita lihat pada grafik.
Versi terakhir dari indikator RSI ditetapkan adalah periode 25. Kita bisa melihat efek smoothing bahwa peningkatan jumlah periode yang dimiliki. Terlihat, kami mencatat bahwa tidak satu sinyal yang dihasilkan selama dengan waktu yang dicakup oleh grafik. Ketika sinyal tidak muncul, bagaimanapun juga, itu akan memiliki tingkat yang lebih besar di balik keandalan baik periode 9 atau 14.
Sesudah semua hal di atas, maka seorang trader dapat mengatur periode berapa pun yang mereka temukan dan terbaik untuk menjadi gaya trading dan strategi mereka masing. Hal ini dapat dicapai melalui eksperimen dengan berbagai time frame dan hasil forward.
Untuk perdagangan jangka panjang jumlah periodenya mungkin akan semakin
meningkat. Sinyal perdagangan sedikit akan tetap sinyal yang dihasilkan akan
memiliki tingkat kehandalan yang lebih besar. (Sama seperti menggunakan grafik jangka panjang versus grafik jangka pendek). Sebaliknya, jika Anda mengurangi jumlah periode maka sinyal perdagangan yang akan dihasilkan lebih banyak tetapi mereka akan memiliki tidak memiliki keandalan yang cukup atau tingkat keandalan lebih rendah.
Jadi semuanya dikembalikan ke masing masing trader, periode yang mana akan
anda pilih?

Siklus Pasar

Sebagian besar fenomena yang kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu kejadian yang terjadi dalam satu siklus. Ini adalah fenomena yang sering terjadi pada satu musim, terbit dan terbenamnya matahari, pasang surut air laut, siang dan malam, bumi berputar untuk mengelilingi matahari, dll. Kami mengambil contoh ini untuk membuka pola pikir yang jarang sekali di pikirkan oleh banyak orang dalam fenomena siklus. Kita tahu, hari ini dunia telah memiliki instrumen yang cukup akurat untuk dapat memperkirakan kejadian alam tertentu di masa depan, yang berkisar dari badai cuaca, tabrakan dalam ruang alam semesta dan tsunami atau gempa.

Yang mendasari faktor dalam forecasting adalah serangkaian siklus yang berulang ulang dan pada dasarnya akan membentuk satu hipotesis. Metode yang sama diterapkan untuk analisis pada pergerakan pasar uang. Kita bisa menggunakan teori siklus pasar untuk meramalkan evolusi di pasar keuangan, yaitu kita dapat memprediksi kapan harga berada di level terendah dan level tertinggi dari sebuah siklus yang mungkin akan terjadi. Dengan menggunakan informasi ini, para trader, para analis dengan demikian dapat menguraikan strategi trading masing-masing ketika mereka sesudah mengetahui kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi dan tercermin dalam satu pergerakan harga mata uang.

Pertanyaannya sekarang, apakah siklus pasar?

Mari kita memahami konsep dasar dari siklus pasar. Bayangkan dalam satu pergerakan harga mata uang bergerak naik dan turun yang digambarkan pada satu grafik dalam bentuk gelombang. Bagian bawah gelombang adalah titik terendah dan bagian atas gelombang adalah titik tertinggi. Setiap titik rendah terhubung ke titik tinggi, yaitu puncak gelombang. Waktu antara dua titik rendah atau dua titik yang paling tinggi dapat dianggap sebagai siklus. Bayangkan ini seperti hari terpanjang musim panas dan hari terpanjang berikutnya yang dapat kita lihat di penanggalan Sumeria dalam satu siklus musim. Harga sering mengulangi siklus selama periode waktu yang digunakan untuk menentukan trend dan kecenderungan yang digunakan sebagai dasar untuk metode forecasting peramalan dan karena itu, gambar di bawah adalah Euro / USD grafik harian, yang menunjukkan bahwa, dalam setiap 30 sampai 43 hari, pergerakan harga EUR/USD berada di harga terendah dan tertinggi.

Siklus Pasar

Siklus pasar dapat di bagi dalam beberapa kelompok yang berbeda, yaitu siklus pendek, menengah dan jangka panjang.

Siklus jangka menengah dan jangka panjang sering digunakan dalam analisis forex jangka panjang, dimana diperkirakan harga yang berada pada satu siklus pergerakan ada kurang lebih 20-45 candle dengan time frame harian atau hingga kurang lebih 30-50 candle dengan time frame mingguan. Analisis forex dengan menggunakan jangka pendek melibatkan periode 100-400 candle dengan time frame 1-jam.

Anda mungkin menemukan siklus yang lebih pendek, namun siklus jangka panjang yang paling banyak digunakan untuk menentukan trend pasar dari harga tertinggi dan harga terendah, yaitu pada saat para trader menggunakan kesempatan untuk membuka posisi beli atau membuka posisi jual.

Jadi metode ini juga dapat menambah satu masukan yang dapat dipertimbangkan ketika kita hendak masuk ke dalam pasar.

Analisa Forex

Potensi Bearish Divergen pada AUD/USD

AUD/USD

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Analisa Forex – Pergerakan AUD/USD pada grafik 1 jam-an terlihat berada dalam kondisi bullish. Pecahnya resistan 0.93554 membuka peluang harga akan melakukan pergerakan bullish lanjutan dimana resistan 0.93861 kemungkinan akan di sentuh oleh harga.

Sebaliknya waspadai juga karena secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi bearish divergen dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah. Jika Aussie melemah terhadap dollar dengan menembus support 0.93288 membuka potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support 0.92990.

USD/CHF

Forex,Trading Forex,Investasi Forex, Broker Forex, Online Trading Indonesia

Analisa Forex – Pergerakan USD/CHF pada grafik 1 jam-an berada dalam kondisi bearish. Secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah. Pecahnya support 0.89069 membuka potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support 0.88719.

Sebaliknya waspadai jika dollar menguat terhadap swiss franc dengan menembus resistan 0.89373 membuka peluang harga akan bergerak ke atas untuk melakukan fase rebound lanjutan menuju resistan berikutnya pada kisaran 0.89712.

Aussie Bias Bullish, Perhatikan Support di 0.9329

AUD/USD

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Analisa Forex – Dari chart TF 1H diatas Aussie terlihat cenderung dalam bias bullish meski untuk saat ini tengah mengalami fase konsolidasi, jika dilihat dari chart diatas Aussie terjebak di area 0.9329 – 0.9428, perhatikan support dan resistance tersebut, Jika Aussie berhasil menembus resistance di 0.9408 maka Aussie akan melanjutkan bias bullishnya, hal ini didukung dari stochastic oscilator yang berada di area oversold dengan target di level 0.9457.

Namun apabila Aussie turun dan berhasil menembus support di 0.9329 maka Aussie bisa berubah menjadi bias bearish dan selanjutnya Aussie akan mencoba test support berikutnya di level 0.9280.

USD/JPY

Trading Forex legal  Dengan Komisi Termurah di Indonesia

Analisa Forex – Dilhat dari Chart TF 1H diatas Yen cenderung masih dalam bias bearish meski saat ini tengah mengalami koreksi, hal ini didukung oleh stochastic yang mengarah keatas. Perhatikan resistance di level 101.70, jika level ini berhasil ditembus maka Yen bisa berubah menjadi bias bullish dan selanjutnya akan mencoba test resistance berikutnya di level 102.10.

Namun apabila resistance tersebut berhasil ditahan maka Yen berpeluang untuk kembali turun dan mencoba test support di level 101.49, dan jika level support ini berhasil ditembus maka Yen akan melanjutkan bias bearishnya untuk selanjutnya Yen akan mencoba test supoprt berikutnya di level 101.30