strategi forex, trading forex

Rahasia Menyusun Strategi Trading Forex

“Halo. Kami menyediakan sinyal trading forex terbaik berdasarkan strategi forex yang telah kami kembangkan. Akurasi hingga 99%. Dapatkan hanya dengan USD 150 per bulan.”

Apakah Anda pernah menerima e-mail, atau penawaran di Facebook, atau dari mana saja yang senada dengan kalimat pembuka di atas? Jika ya, apakah Anda pernah mencoba menggunakan jasa sinyal trading forex dari mereka? Jika ya, apakah hasilnya memuaskan?

Untuk pertanyaan yang terakhir, meskipun Anda menjawab “tidak” atau “ya”, saya akan tetap menanyakan pertanyaan ini: “Apakah Anda ingin bisa menciptakan strategi trading forex Anda sendiri?”

Jika Anda kembali menjawab “ya”, welcome! Silakan baca artikel ini sampai selesai. 🙂

Banyak jalan menuju Roma

Trader mana pun tentu ingin bisa memiliki strategi forex yang bagus. Ada banyak cara untuk itu, misalnya dengan mencari di internet, atau memanfaatkan jasa sinyal trading forex berbayar seperti yang dicontohkan di atas. (Namun hati-hati dengan klaim “akurasi hingga 99%”, karena klaim seperti itu biasanya hanya omong kosong belaka!)

Mengikuti seminar atau kursus pun bisa menjadi alternatif. Ada seminar atau kursus yang menawarkan sistem trading tertentu bagi para pesertanya. Ini tentu lebih menghemat waktu dan tenaga. Hanya saja biaya untuk pelatihan trading forex seperti itu biasanya sangat mahal. Bahkan seringkali terlalu mahal, jika dibandingkan dengan ilmu yang diperoleh. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan teori yang diajarkan dengan biaya yang jauh lebih murah, bahkan gratis!

Padahal, tahukah Anda bahwa sebenarnya Anda pun bisa membangun sendiri strategi forex Anda? Bahkan bisa sangat menyenangkan, mudah dan – percaya atau tidak – lebih cepat daripada yang Anda pikirkan.

Semua ingin menang, tapi tak semua tahu caranya

Mengapa kebanyakan trader gagal membangun strategi forex-nya sendiri? Karena tidak semua orang tahu bagaimana caranya.

Untuk bisa menyusun sebuah strategi trading forex, Anda tentu harus memiliki akses ke grafik pergerakan harga. FOREXimf.com menyediakan platform trading berbasis MetaTrader yang bisa Anda pergunakan untuk itu.

Selain itu, Anda juga perlu membuat catatan-catatan untuk menuangkan ide-ide Anda. Ide-ide inilah yang nantinya akan Anda aplikasikan ke dalam strategi forex yang akan Anda susun dan Anda uji di platform trading.

Mengapa perlu membuat sendiri

Strategi forex yang Anda susun sendiri pasti akan lebih sesuai dengan karakteristik Anda sebagai trader. Pada gilirannya, strategi tersebut akan memberikan hasil yang memuaskan, karena Anda tahu persis di mana kelebihan dan kekurangannya. Anda akan bisa memaksimalkan kelebihannya dan menutupi kekurangannya dengan mudah, karena Anda sendirilah yang menciptakannya.

Berbeda jika Anda menggunakan strategi milik orang lain. Sudah pasti orang itu menciptakan strategi yang cocok dengan dirinya sendiri, padahal belum tentu gaya trading orang tersebut sama dengan gaya trading Anda.

Kapan dan di mana?

Sebelum Anda menyusun strategi trading forex Anda sendiri, ada baiknya untuk menetapkan terlebih dahulu tipe trader seperti apa Anda ini. Apakah day trader, atau justru Anda adalah tipe investor yang suka menahan posisi untuk jangka waktu panjang?

Ini nanti erat kaitannya dengan penggunaan time frame. Apakah Anda akan menggunakan time frame satu menitan, satu jam, atau bahkan bulanan? Pastikan Anda memilih time frame yang sesuai dengan karakter Anda. Jangan lupa, semakin panjang time frame yang Anda pilih, maka semakin panjang pula nantinya posisi trading Anda akan terbuka.

Setelah itu, Anda perlu juga menetapkan fokus Anda. Di instrumen mana nantinya Anda akan bertransaksi? Forex, indeks saham, atau komoditi? Jika misalnya forex: di currency pair mana saja? Jika indeks saham: Asia atau USA? Fokus sangat penting bagi trader untuk mengoptimalkan pembacaan analisa dan pemantauan pasar. (Baca: “Don’t Put Your Eggs In One Basket” Dalam Trading Forex)

Indikator apa yang digunakan?

Ada sangat banyak indikator teknikal. Anda tidak perlu mempergunakan semuanya. Lalu apa yang sebaiknya dipergunakan?

Anda bisa mengkombinasikan setidaknya DUA JENIS indikator. Strategi yang Anda susun sebaiknya bisa memberikan informasi mengenai trend dan petunjuk kapan sebaiknya membuka posisi (buy atau sell). Sebagai contoh, Anda bisa memasukkan Moving Average, Bollinger Band, atau Parabolic SAR sebagai indikator arah trend. Tidak perlu memasukkan tiga-tiganya, cukup pilih salah satu saja.

Sebagai petunjuk kapan waktunya buy atau sell, Anda bisa memilih stochastic oscillator, CCI, MACD, dan sebagainya. Juga tidak perlu memasukkan terlalu banyak. Maksimal dua osilator saja cukup.

Hindari memasukkan terlalu banyak indikator ke chart Anda, sebab hal itu berpotensi akan membuat Anda bingung. Dua atau tiga macam indikator saja sebenarnya sudah cukup baik, asalkan kedua fungsi yang disebutkan di atas (trend dan petunjuk masuk posisi) sudah terpenuhi.

Jika Anda sudah cukup mahir, bisa jadi Anda tak membutuhkan indikator teknikal sama sekali. Anda bisa mempergunakan pattern, misalnya. Yang jelas, Anda harus memilih: indikator mana yang akan Anda pergunakan, hanya akan menggunakan pattern, atau justru mengkombinasikanya.

Tentu saja, Anda harus mempelajari terlebih dahulu tiap-tiap indikator. Ini memang memakan waktu, namun Anda bisa mencobanya terlebih dahulu melalui Backtest. Setelah mencoba, Anda akan tahu indikator apa yang paling Anda sukai.

Susun dan uji coba

Susun indikator yang Anda pilih ke dalam aturan-aturan trading Anda. Misalnya, jika Anda menggunakan Moving Average, tetapkan periode berapa saja yang akan digunakan. Kemudian, dipadukan dengan indikator apa saja (ingat, jangan terlalu banyak).

Tetapkan aturan pada kondisi apa saja Anda boleh buy atau sell. Tak kalah pentingnya adalah Anda juga harus menetapkan berapa jauh level stop loss (SL) dan take profit (TP) berdasarkan strategi yang Anda susun itu. Terapkan risk to reward ratio serta money management yang baik pula. Pada langkah ini sebenarnya Anda sedang menyusun sebuah trading plan yang super-penting itu.

Langkah berikutnya adalah menguji strategi tersebut. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menguji sebuah strategi trading forex: forward testing dan backtesting.

Forward testing adalah menguji strategi dalam trading forex secara real time. Anda benar-benar mengikuti pasar secara “live”. Kekurangan metode ini adalah waktu yang diperlukan akan sangat panjang. Sebagai informasi, sebuah strategi akan dianggap baik jika mampu menghasilkan profit secara konsisten setidaknya dalam kurun waktu 1-2 tahun.

Untuk menyiasatinya Anda bisa menggunakan metode backtesting. Alat untuk melakukan backtest sudah dipersiapkan di MetaTrader, namanya “Strategy Tester”. Pergunakan data harga dua tahun terakhir misalnya. Contoh penggunaannya bisa Anda baca di sini.

Dalam melakukan uji coba, singkirkan keinginan untuk mendapatkan hasil sempurna. Hal itu hanya akan mengganggu obyektivitas Anda. Namanya juga “menguji”, tentu harus obyektif supaya kita tahu di mana kesalahan-kesalahan yang harus diperbaiki.

strategi forex, trading forex

Evaluasi

Setelah Anda menguji suatu strategi, lakukanlah evaluasi. Apakah hasilnya sudah cukup baik, atau justru buruk?

Parameter “hasil yang baik” di sini bukanlah “akurasi 99%”, melainkan apakah strategi tersebut bisa memperbesar modal dalam kurun waktu tertentu. Jangan terlalu serakah juga, keuntungan 10-15% per bulan sudah sangat baik lho!

Jika hasilnya sudah cukup baik, maka saatnya menerapkan strategi tersebut. Untuk amannya, gunakan demo account selama setidaknya satu-dua bulan. Jika sudah mantap, tak ada salahnya mempraktekkannya di real account.

Jika hasilnya buruk, ada dua hal yang bisa dilakukan: uji coba dengan pengaturan (setting) lain, atau ganti metode/indikatornya, lalu mulai dari tahap uji coba lagi.

Bagaimana, apakah Anda sudah siap menciptakan strategi trading forex Anda sendiri?

Selamat bereksperimen.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + eleven =