forex trading, strategi forex, belajar forex

Pentingnya “Position Sizing” Dalam Forex Trading

Di antara banyak pertanyaan yang sering kami terima terkait manajemen modal dan manajemen resiko dalam forex trading, salah satunya adalah, “Berapa pips sebaiknya saya menempatkan stop-loss?” Dan biasanya kami menjawab, “Sesuaikan dengan modal dan pergunakan support dan resistance sebagai acuan.”

Ada setidaknya dua metode menentukan stop-loss. Ada technical stop yang berdasar pada support dan resistance (atau mungkin juga indikator ATR), ada juga equity stop yang berdasar pada batasan resiko terhadap modal. Yang terbaik adalah mengombinasikan kedua metode tersebut. Dari penggabungan kedua metode itulah kemudian lahir ‘position sizing’.

Apa itu “position sizing”?

Secara sederhana, kita bisa mengatakan bahwa position sizing adalah mengenai mengatur volume transaksi yang tepat dalam membuka posisi buy atau sell sesuai dengan batasan resiko dalam trading plan. Pengetahuan mengenai position sizing merupakan bagian dari manahemen modal, yang adalah salah satu hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang trader.

Maaf, saya ralat: bukan yang sangat penting, melainkan yang PALING penting, bersama dengan pengetahuan mengenai analisa dan penguasaan psikologi tentunya. Ingat 3M: Mind, Method, Money?

Ingatlah bahwa tugas trader pada dasarnya adalah “mengelola” resiko. Itulah sebabnya sebelum Anda memulai trading, Anda harus bisa memperhitungkan besaran transaksi yang akan Anda lakukan.

Sebenarnya menemukan berapa besar lot yang harus dibuka per transaksi cukup mudah. Yang Anda butuhkan hanyalah kemampuan berhitung sederhana ditambah beberapa informasi ini:

–          Berapa equity atau balance Anda?

–          Berapa persen batasan resiko yang sudah Anda tetapkan?

–          Apa currency pair yang Anda tradingkan?

–          Seberapa jauh stop-loss secara teknikal (dalam pips)?

Jika informasi tersebut sudah Anda peroleh, barulah Anda bisa mengutak-atik perhitungannya.

Cara menghitung

Asumsikan Anda memiliki balance sebesar $10,000. Anda sudah menetapkan bahwa resiko per transaksi yang sanggup Anda terima hanya sebesar 5% dari modal terakhir Anda, dalam hal ini adalah $500 (5% x $10,000).

Sekarang, ceritanya Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Tentunya Anda sudah melakukan analisa teknikal sebelumnya dan menemukan bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip = $1, maka besarnya stop-loss itu adalah $500.

Nah, jika batasan resiko Anda hanya sebesar $500, maka maksimum lot yang boleh Anda pasang hanya 1 lot saja. Perhitungannya:

forex trading, strategi forex, belajar forex

Dengan demikian, kalaupun transaksi Anda berakhir dengan kerugian, maka kerugian yang Anda derita tidak melebihi batasan resiko yang sudah Anda tetapkan.

Indirect currency pair

Perhitungan sebelumnya adalah jika Anda melakukan transaksi pada direct currency pair, yaitu pair yang memiliki USD sebagai counter currency, seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD. Semua pair tersebut, dalam format quote 5 desimal memiliki pip value sebesar $1/pip.

Nah, sekarang bagaimana jika Anda bertransaksi di indirect currency pair, misalnya USD/JPY?

Sebenarnya prinsipnya sama, hanya saja Anda harus mengkonversi lagi pip value-nya ke dalam USD. Untuk USD/JPY di FOREXimf, quote-nya dalam tiga desimal, sehingga pip value-nya adalah 100 JPY.

Untuk menjelaskannya, coba kita buat contoh kasus saja.

Misalnya balance terakhir Anda adalah $10,000. Batasan resiko per transaksi adalah 5% atau sama dengan $500. Anda telah melakukan analisa teknikal di USD/JPY dan membuka posisi BUY USD/JPY di harga 120.000. Anda menemukan bahwa secara teknikal batasan stop-loss-nya adalah 1000 pips, yaitu di 119.000.

Pertanyaannya: 1000 pips itu sama dengan berapa USD?

Tenang… tenang. Begini penjelasannya:

Kita sudah tahu bahwa 1 pip di USD/JPY senilai dengan 100 JPY. Artinya, stop-loss 1000 pips di USD/JPY sama dengan 100,000 JPY (seratus ribu yen). Jika nanti harga sampai di level stop-loss, yaitu 119.000, maka 100,000 JPY itu akan senilai dengan sekitar $840.34. Perhitungannya:

forex trading, strategi forex, belajar forex

Nah, sekarang besaran stop-loss dalam USD sudah diketahui. Langkah berikutnya adalah mengkalkulasi besaran lot maksimal yang boleh Anda ambil.

forex trading, strategi forex, belajar forex

Catatan: semua perhitungan di atas BELUM melibatkan komisi dan swap (jika ada).

Kesimpulan

Jadi bisa kita simpulkan bahwa manajemen resiko dalam forex trading tidak hanya mengenai di mana dan seberapa jauh stop-loss harus ditempatkan. Lebih penting lagi, manajemen resiko harus disertai dengan perhitungan yang matang yang disesuaikan dengan kekuatan modal yang Anda miliki. Hal ini untuk mencegah Anda melakukan overtrade, alias membuka posisi terlalu banyak yang justru bisa membahayakan modal Anda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 1 =