forex trading

Memanfaatkan Analisa Fundamental Dalam Forex Trading (Bagian-1)

Dalam forex trading, kita mengenal dua jenis analisa, yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental. Dalam analisa teknikal dipercaya bahwa semua berita dan sentimen pasar tercermin pada pergerakan harga, sehingga obyek analisa teknikal adalah pergerakan harga itu sendiri, alias chart/grafik. Analisa teknikal pada dasarnya mencoba untuk mencari tahu potensi arah pergerakan harga berdasarkan data historis pergerakan harga, karena dipercaya bahwa pola-pola tertentu cenderung berulang dari masa ke masa (history repeats itself).

Sementara itu, fokus analisa fundamental lebih kepada mempelajari penyebab pergerakan harga. Analisa fundamental sebenarnya tidak dimaksudkan untuk memperkirakan arah pasar selanjutnya; setidaknya tidak secara langsung. Namun peristiwa ekonomi tertentu biasanya berdampak pada perkembangan pasar untuk jangka panjang, sehingga analisa yang dibangun berdasarkan analisa fundamental biasanya lebih valid untuk jangka waktu yang panjang.

Apa sih sebenarnya analisa fundamental itu?

Analisa fundamental memiliki unsur ekonomi dan politik. Analisa fundamental mempelajari keadaan ekonomi dan politik suatu negara untuk memperkirakan dampaknya terhadap nilai mata uang negara tersebut. Seorang trader forex yang trading dengan mempergunakan analisa fundamental harus selalu mengikuti perkembangan data ekonomi seperti tingkat pengangguran, inflasi, suku bunga, juga berita-berita hangat lain yang menjadi fokus pasar. Dengan mengetahui hubungan antara ekonomi suatu negara terhadap mata uangnya, maka pada tahap tertentu seorang trader bisa memperkirakan apakah permintaan (demand) dan/atau penawaran (supply) atas mata uang tersebut akan naik atau turun.

Hal tersebut akan memberikan keuntungan tersendiri bagi si trader. Dalam teori ekonomi, naiknya supply yang tak diimbangi oleh naiknya demand akan diikuti oleh penurunan harga, dan sebaliknya. Dengan mengetahui potensi supply & demand, seorang trader akan mendapatkan “peringatan dini” apakah nilai mata uang negara tersebut akan menguat atau melemah.

Penggunaan data ekonomi

Data ekonomi biasanya diumumkan oleh pemerintah dan institusi independen yang mengumpulkan serta menganalisanya. Ada beberapa data ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh trader untuk mengetahui apakah perekonomian suatu negara membaik atau sebaliknya: memburuk.

Jika laporan data ekonomi suatu negara membaik, maka besar kemungkinan para investor (lokal maupun asing, baik itu korporat maupun perorangan) akan tertarik untuk berinvestasi di negara tersebut. Nah, untuk bisa berinvestasi di negara tersebut, mereka tentu membutuhkan mata uang lokal. Maka, jika kondisi ekonomi diyakini akan memberikan return on investment (ROI) yang bagus, permintaan akan mata uang domestik akan naik yang pada gilirannya akan mengapresiasi mata uang tersebut.

Big figures

Meskipun di atas telah disampaikan bahwa analisa fundamental lebih valid untuk jangka panjang, ada juga beberapa data ekonomi yang tergolong “big figures” yang bisa memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga bahkan dalam waktu singkat. Rilis data tersebut dimanfaatkan oleh para trader forex untuk mencoba mengambil peluang untuk trading jangka pendek (day trading).

Berikut ini dibahas beberapa data ekonomi yang tergolong big figures.

US Non-farm Payrolls (NFP)

Data ini dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics. Mengukur perubahan jumlah pekerja di bulan sebelumnya, namun tidak termasuk industri pertanian. Dirilis sebulan sekali, biasanya di hari Jumat pertama setelah bulan tersebut berakhir. Misalnya, data yang diumumkan di Jumat pertama Februari merupakan data yang dikumpulkan di bulan Januari.

Terciptanya lapangan pekerjaan merupakan indikator penting untuk proyeksi tingkat belanja masyarakat, yang merupakan indikator bagi hampir semua aktivitas ekonomi.

Jika angka dirilis lebih baik daripada perkiraan biasanya akan memberikan sentimen positif bagi USD, apalagi jika dirilis lebih baik daripada data sebelumnya.

Unemployment rate

Data ini merupakan persentase dari total tenaga kerja yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Seperti NFP, data ini dirilis sebulan sekali bersamaan dengan pengumuman data NFP. Angka yang dirilis juga merupakan data yang dikumpulkan di bulan sebelumnya. Biasa juga disebut “jobless rate”.

Tingkat pengangguran merupakan indikator yang penting untuk mengukur tingkat “kesehatan” perekonomian suatu negara karena tingkat belanja masyarakat erat kaitannya dengan kondisi sektor tenaga kerja. Data ini juga merupakan salah satu data yang dicermati oleh dewan gubernur bank sentral sebagai pertimbangan untuk menetapkan arah kebijakan moneter.

Berkebalikan dengan NFP, justru jika angka data ini dirilis lebih besar daripada perkiraan maka biasanya akan memberikan sentimen negatif bagi mata uang negara yang bersangkutan.

Interest rate decision

Merupakan pengumuman keputusan suku bunga acuan oleh bank sentral. Suku bunga jangka pendek merupakan faktor yang paling penting yang mempengaruhi nilai mata uang.

Suku bunga merupakan kebijakan moneter yang diputuskan melalui rapat dewan gubernur. Berikut ini daftar bank sentral utama dunia dan ketua/presiden/gubernurnya:

  1. The Federal Reserve (Amerika Serikat; biasa disingkat The Fed) diketuai Janet Yellen.
  2. Bank of England (Inggris; disingkat BoE) diketuai Mark Carney.
  3. European Central Bank (untuk kawasan Euro; disingkat ECB). Presiden ECB sekarang adalah Mario Draghi.
  4. Bank of Japan (Jepang; disingkat BOJ). Gubernur BOJ sekarang adalah Haruhiko Kuroda.
  5. Swiss National Bank (Swiss; disingkat SNB), diketuai oleh Thomas Jordan.
  6. Reserve Bank of Australia (Australia; disingkat RBA), gubernur sekarang adalah Glenn Stevens.
  7. Reserve Bank of New Zealand (Selandia Baru; disingkat RBNZ), gubernur sekarang adalah Alan Bollard.
  8. Bank of Canada (Kanada; disingkat BoC), gubernur sekarang adalah Stephen Poloz.

Jika suku bunga dinaikkan, maka dalam waktu singkat pasar biasanya akan merespon dengan mengapresiasi mata uang yang bersangkutan (mata uang menguat). Sebaliknya jika suku bunga diturunkan, biasanya mata uang yang bersangkutan akan terdepresiasi (melemah).

Di tulisan berikutnya, Anda akan mempelajari lebih banyak lagi data ekonomi yang termasuk big figure serta dampaknya terhadap pergerakan harga.

Tetap pantau blog ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =