Strategi Trading, Forex Trading, Belajar Trading

Belajar Menjalankan Strategi Trading Forex Jangka Pendek

Strategi trading forex jangka pendek bisa sangat menguntungkan, namun juga memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi. Dalam hal ini, bukan besarnya potensi kerugian, melainkan karena kerugian bisa saja terjadi dalam hitungan menit hingga satu hari. Berbeda dengan strategi jangka panjang, di mana seorang trader bisa lebih santai, trading jangka pendek membutuhkan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi. Untuk bisa berhasil, Anda harus memahami dan benar-benar memahami risk-reward ratio dalam setiap transaksi, lebih detil daripada trading jangka panjang. Anda tidak hanya dituntut untuk bisa mendeteksi setiap peluang yang muncul, namun juga harus bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan mendadak pada pergerakan harga. Untuk itu, kali ini kita akan belajar mengenai dasar-dasar mengenali peluang dan bagaimana cara memafaatkannya.

Ada beberapa konsep dasar yang harus Anda pahami – dan tentu saja kuasai – untuk bisa melakukan trading jangka pendek. Yuk, kita telaah satu per satu.

Mengenali potensi

Dengan mengenali potensi, Anda akan bisa mengetahui mana yang boleh Anda ambil dan mana yang harus dihindari. Seringkali para trader terjebak pada situasi yang tidak menguntungkan karena sebelumnya mereka menyangka bahwa hanya dengan memanfaatkan rilis data ekonomi maka mereka akan bisa membukukan keuntungan yang fantastis.

Padahal, pada saat kita membaca data ekonomi tertentu, pasar telah terlebih dahulu menyerap berita/data tersebut dan seringkali telah bereaksi justru sebelum data tersebut dirilis. Oleh karenanya kita harus bisa mencari petunjuk kapan tepatnya kita harus membuka dan menutup posisi. Untuk itu, ada langkah-langkah yang harus diikuti.

Pertama kali Anda harus mengenali trend yang sedang berlangsung. Jika Anda melihat trend yang sedang berlangsung adalah uptrend, maka Anda sebaiknya mencari peluang beli. Sebaliknya, jika pasar sedang berada dalam keadaan downtrend, sebaiknya carilah peluang jual. Ini sangat penting. Jika Anda belum memahami konsep trend ini, ada baiknya Anda belajar mengenai konsep trend (baca di sini) dan penerapan strateginya dalam trading forex (baca di sini).

Pembatasan resiko

Membatasi resiko merupakan salah satu aspek yang terpenting yang ikut menentukan sukses atau tidaknya strategi yang Anda jalankan ketika Anda trading forex. Sangat penting meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, penggunaan stop-loss menjadi mutlak diperlukan untuk melindungi posisi Anda dari perubahan pasar yang ekstrim dan mendadak. Ada banyak teknik menempatkan stop-loss ini, namun pada umumnya disarankan untuk membatasi resiko Anda tidak lebih dari 10% dari modal Anda tiap kali melakukan transaksi.

Libatkan analisa teknikal

Diakui atau tidak, pasar selalu bereaksi atas berita, data, hingga rumor apa pun yang beredar. Reaksi tersebut terlihat dari naik atau turunnya harga. Itu artinya semua informasi – entah itu data inflasi, isu kebijakan moneter, atau isu politik – dengan sendirinya “terlebur” ke dalam perilaku pergerakan harga.

Berbicara mengenali peluang lewat pergerakan harga, berarti Anda memerlukan keterlibatan analisa teknikal. Mau tak mau, Anda harus belajar analisa teknikal lebih dalam lagi. Dalam strategi trading forex – terutama jangka pendek – analisa teknikal merupakan alat yang sangat penting.

Apa saja yang minimal harus Anda ketahui, terkait analisa teknikal? Berikut ini saya coba ulas.

Indikator

Ada beberapa indikator yang bisa Anda pergunakan untuk menentukan kapan membuka posisi beli atau jual. Di FOREXimf.com, tim analis kami mempergunakan stochastic oscillator dan Commodity Channel Index (CCI).

Hal yang perlu ditekankan adalah kedua indikator teknikal hanya memberi petunjuk berupa: kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold), serta sinyal buy (beli) dan sell (jual). Kedua indikator tersebut bukanlah merupakan patokan arah trend, seperti yang salah dipahami kebanyakan trader.

Oleh karena itu, pastikan sinyal yang muncul dari kedua indikator tersebut adalah sinyal yang searah dengan trend. Jadi, jika Anda ingin membuka posisi buy, maka sebagai strategi tradingnya Anda harus mengonfirmasi bahwa sinyal buy muncul di stochastic dan CCI ketika harga berada dalam uptrend. Sebaliknya, sinyal sell yang bisa dianggap valid adalah sinyal sell yang muncul saat downtrend. Itulah kaidah menggunakan indikator dalam trading forex.

Untuk belajar stochastic untuk forex, silakan kunjungi laman ini; untuk CCI bisa di sini. Anda juga bisa mempelajari kombinasi trendline dengan indikator tersebut di sini.

Pattern

Selain indikator, pola-pola pergerakan harga – yang biasa disebut price pattern ­– telah lama terbukti bisa memberikan petunjuk akan potensi pergerakan pasar selanjutnya. Meskipun tidak 100% akurat (akurasinya “hanya” sekitar 70%), namun kita tahu bahwa kombinasi dengan manajemen resiko yang baik bisa memberikan hasil yang memuaskan.

Anda tidak perlu menghafalkan segala jenis pattern. Cukup kenali beberapa pattern yang populer saja, seperti head and shoulders, triangle, double top dan double bottom.

Keep it simple!

Tetaplah melakukan analisa dengan metode yang sesederhana mungkin. Ingat, trading jangka pendek memanfaatkan peluang dalam tempo yang sesingkat mungkin. Jika metode analisa Anda rumit, otomatis akan membutuhkan waktu untuk mengonfirmasi peluang yang muncul. Peluang kemungkinan besar akan terlewatkan.

Di samping itu, semakin rumit metodeAnda, maka semakin berat beban yang diterima otak Anda. Padalah, dalam trading forex, Anda harus se-rileks mungkin. Belajarlah membuat strategi forex yang sederhana.

Kesimpulan

Trading jangka pendek bisa mempergunakan beberapa metode analisa, namun yang paling penting adalah Anda harus mengerti apa yang harus dipergunakan dan kapan mempergunakannya. Jika Anda benar-benar telah memahaminya, Anda tetap akan bisa mencari peluang dan memanfaatkannya seoptimal mungkin dalam keadaan pasar seperti apa pun.

Tak bosan-bosannya saya ingatkan: pergunakanlah modal Anda dengan bijak dan displinlah pada trading plan Anda. Batasi resiko, pergunakan stop loss, jangan over-trade. Jika Anda langgar semua itu, maka trading jangka pendek tak akan memberikan apa pun bagi Anda, kecuali bencana.

Selamat trading. 🙂

2 replies
  1. Muhammad Bayu says:

    Selamat Pagi Pak Eko,o,iya dalam artikel bapak diatas bapak menuliskan ” Pertama kali Anda harus mengenali trend yang sedang berlangsung. Jika Anda melihat trend yang sedang berlangsung adalah uptrend, maka Anda sebaiknya mencari peluang beli. Sebaliknya, jika pasar sedang berada dalam keadaan downtrend, sebaiknya carilah peluang jual. ”
    yang ingin saya tanyakan apakah strategi trading jangka pendek ini tetap menggunakan fibo dan sinyal konfirmasi dengan menggunakan indi CCI dan Stoch pak.

    Terima Kasih

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Boleh saja. Bahkan kalau diperhatikan, analisa teknikal yang kami update setiap hari adalah analisa teknikal untuk short-term trading (day-trading termasuk short-term trading). Di situ kami juga mempergunakan Fibonacci retracement, stochastic dan CCI.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − five =