Plan The Trade, Trade The Plan

trading-planSistem trading yang sudah teruji, tentunya dapat menghasilkan keuntungan walaupun hasilnya tidak selalu maksimal. Kebanyakan orang selalu berusaha untuk memaksakan sebuah sistem trading. Sebagai contoh, seorang pelaku pasar yang sudah mempunyai sistem trading dengan target sebesar 30 pips merasa menyesal ketika pergerakan harga ternyata mencapai 200 pips. Atau, seorang pelaku pasar mengubah tingkat resiko atau stop loss, ketika level resiko tersebut akan tersentuh. Dengan kata lain, tidak ada kedisiplinan dalam bertransaksi. Musuh terbesar seorang trader adalah ketakutan. Dan oleh karena itu, anda harus membuat sebuah perencanaan trading yang matang, dan selanjutnya dijalankan dengan baik untuk meminimalkan ketakutan atau kebingungan pada saat bertransaksi.

Ketidakdisiplinan itu bisa berupa penyelewengan dari penerapan stategi transaksi ataupun dari strategi manajemen resiko. Dari sisi strategi transaksi, psychological error yang sering dilakukan adalah seperti terlalu cepat melakukan posisi transaksi ( buy atau sell), membesarkan nilai stop loss, melawan arah tren, menebak support ataupun resistance, dan sebagainya. Sedangkan dari sisi manajemen resiko, biasanya yang terjadi adalah membesarkan volume transaksi, terlalu banyak membuka posisi transaksi, gagal memproteksi keuntungan, dan sebagainya.

Plan-The-TradeKapan biasanya seorang trader melenceng dari rencana yang telah dibuat sebelumnya?  Ada tiga kondisi dimana seorang trader dapat kehilangan kedisiplinannya. Yang pertama adalah ketika sedang mengalami kerugian transaksi secara beruntun. Bayangkan apabila anda menempatkan sebuah posisi transaksi, lalu pergerakan tersebut tiba – tiba langsung bergerak berlawanan dengan arah transaksi anda. Setiap anda melakukan transaksi buy, harga tiba – tiba turun. Dan sebaliknya ketika anda menempatkan posisis sell, harga tiba – tiba naik. Biasanya, perasaan untuk membalas kerugian akan timbul dan kemudian logika pengambilan keputusan transaksi tidak lagi digunakan.

Kondisi yang kedua adalah ketika seorang trader sedang mengalami keuntungan secara beruntun. Bayangkan apabila keuntungan anda dalam satu bulan dapat mencapai 1000 persen atau dengan kata lain balance pada awal bulan bertambah sebesar 10 kali lipat. Perasaan yang timbul dalam kondisi ini adalah perasaan percaya diri yang berlebih dan kerakusan. Biasanya, pada bulan berikutnya anda tidak akan puas walaupun anda dapat menghasilkan keuntungan 100 persen karena yang anda lihat adalah dalam 1 bulan anda pernah menciptakan keuntungan 1000 persen, atau bahkan, anda dapat meremehkan aturan management resiko karena sudah merasa mencapai keuntungan 1000 persen.

Kondisi yang ketiga adalah ketika terlalu banyak informasi yang tidak perlu. Anda perlu ingat bahwa ilmu analisa teknikal tidak selalu seiringan hubungannya dengan analisa fundamental. Terkadang berita – berita fundamental akan memberikan sentiment yang berbeda dari analisa yang sudah anda buat. Perasaan ragu dalam diri seorang pelaku pasar dapat saja timbul dalam kondisi tersebut. Tidak hanya itu, seperti yang sudah kita bahas juga, walaupun sama – sama menggunakan analisa teknikal, pandangan setiap pelaku pasar dapat berbeda. Bayangkan apabila anda menerima informasi bahwa kebanyakan pelaku pasar dalam sebuah forum trader sedang menempatkan posisi transaksi yang berlawanan dengan anda. Dalam kondisi tersebut anda bisa saja malah menutup posisi transaksi.

Ketiga perilaku pelaku pasar diatas dapat dieliminasi oleh kesabaran dan kedisiplinan. Sayangnya tidak ada rumus untuk bisa meraih kedua hal tersebut selain latihan dan jam terbang. Anda dapat melatih kesabaran dan kedisiplinan ini dengan menggunakan demo account. Silahkan anda gunakan demo account tersebut untuk melatih kesabaran anda.

Selain itu, ingatlah Plan The Trade, Trade The Plan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 19 =