Faktor Kegagalan pada Psikologi Trading

Ketika terjun di dunia trading hal yang pertama menjadi “goal” seorang trader adalah profit maksimal dan loss minimal. Hal ini adalah hal yang wajar. Untuk apa “capek-capek” menunggui chart jika hasil akhirnya bukan profit. Pastinya banyak diantara kita yang ingin cepat mendapatkan keuntungan dalam trading, dan bahkan cenderung menjadi serakah. Biasanya yang sering terjadi adalah mengambil setiap kesempatan yang muncul, ingin mendapatkan keuntungan yang lebih, dan menggunakan semua modal dalam sekali transaksi.

 

Padahal langkah tersebut bukanlah cara yang bijak untuk melakukan trading. Dibutuhkan  kedisiplinan tinggi dalam trading supaya kita mampu menjadikan transaksi trading tersebut bisa terus berlanjut dan juga menguntungkan. Untuk apa kita trading mendapat kan profit yang besar dalam 1 hari namun di keesokan harinya kita loss sampai memakan modal trading kita. Karena itu kita harus memanage psikologi trading kita. Karena yang bertanggung jawab dengan hal ini adalah diri kita sendiri. Karena itulah seringkali kita mendapati 2 trader yang mempunyai sistem trading yang sama bisa mendapatkan profit yang berbeda. Hal ini berhubungan erat dengan psikologi trading dari masing-masing kita.

 

psikologi trading

psikologi trading

Tentunya dalam trading kita harus menyiapkan analisa dan juga menetapkan batas-batas atau perencanaan dimana kita nantinya akan membuka posisi serta kapan waktunya untuk kita menutup posisi. Selain itu juga gunakan sistem stop loss pada saat membuka posisi, berjaga-jaga untuk menghindari kerugian lebih besar. Stop loss sering kali dianggap sebuah kegagalan dalam trading oleh sebagian besar trader. Padahal stop loss dan cut loss adalah hal yang biasa dalam dunia trading. Bahkan para trader professional juga masih sering melakukannya. Ini sangat perlu dilakukan untuk tetap terus menjaga kedisiplinan atau konsistensi kita dalam trading.  Jangan sampai kita trading tanpa menghitung atau menganalisa terlebih dahulu titik stop loss kita. Dan kita terus “membandel” dengan posisi kita yang nyata-nyata tidak sesuai dengan pergerakan pasar. Sehingga berakhir dengan margin call. Ketika hal ini terjadi para trader cenderung menjadi “takut” dan trauma untuk masuk ke dalam pasar kembali. Dan hal ini sangat berdampak buruk pada psikologi trading kita.

 

Hal lain yang berdampak buruk pada sistem trading kita adalah “keserakahan”. Akan lebih baik apabila kita mengambil profit yang sudah nyata di depan mata untuk menghindari harga berbalik (reversal). Namun apabila harga melanjutkan trendnya, kita boleh membuka lagi posisi yang baru dengan tetap selalu menjaga kewaspadaan. Memang tidak ada yang akan menjamin profit atau loss, tapi bukan berarti juga analisa tersebut tidak benar atau tidak perlu dilakukan. Oleh karena itu kita harus teliti dalam menganalisa waktu yang tepat pada saat membuka posisi. Tapi yang terpenting dari semuanya adalah ambil profit yang sudah nyata, dan jangan menunggu harga berbalik. Jadi kesimpulannya yang harus kita hindari adalah sikap “takut” dan “serakah” dalam trading.

1 reply
  1. Apip says:

    Salah satu hal fatal yang dapat merusak proses trading kita adalah nafsu atau keinginan yang cenderung ke keserakahan. Itu akan mempengaruhi eksekusi trading menjadi sebuah hal yang ceroboh.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =