harga perak

Misteri Jatuhnya Harga Perak

Tanggal 7 Juli 2017 ketika pasar Jepang belum lama dibuka, harga perak mengalami kejatuhan – yang disebut “flash crash– sejauh kira-kira 7 hingga 10 persen sebelum kemudian berhasil pulih dan mengalami rebound tajam mendekati harga sebelum tragedi itu terjadi. Ditengarai, ada yang melakukan transaksi jual pada kontrak futures perak senilai lebih dari $450 juta.

Harga perak sempat tertekan ke kisaran $14.34 sebelum kembali mengalami rebound.

Pernyataan tidak resmi dari sumber terkait mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah “kesalahan” dan mereka sedang “mengerahkan semua tenaga” untuk menyelesaikannya. Jika memang benar demikian, maka dugaan fat finger syndrome mungkin bisa dikesampingkan.

Ada pula kemungkinan bahwa aksi jual yang agresif tersebut – senilai $450 juta – dilakukan oleh pihak yang memang menginginkan harga perak jatuh. Mungkin ada hedge fund atau siapa pun yang memiliki posisi short pada kontrak perak sehingga posisi mereka itu berhasil meraup keuntungan yang besar.

Apa saja kemungkinannya?

Jatuhnya harga perak telah menjadi topik perdebatan yang hangat dalam beberapa hari terakhir pasca flash crash yang terjadi. Seperti biasa, muncul berbagai spekulasi – bahkan tuduhan – mengenai apa sebenarnya penyebab kejatuhan tersebut.

harga perak

Dugaan pertama adalah kemungkinan “fat finger syndrome sebagai penyebab. Fat finger adalah istilah yang dipergunakan ketika seseorang melakukan kesalahan input yang kemudian menyebabkan terjadinya transaksi yang keliru dalam jumlah besar. Biasanya kesalahan yang terjadi adalah memasukkan angka nol terlalu banyak.

Dugaan lain adalah terjadinya penurunan likuiditas yang terjadi secara tiba-tiba hingga memicu kepanikan (panic selling). Jika kita perhatikan, harga memang telah bergerak dalam range yang relatif tipis sejak tanggal 4 hingga 6 Juli. Hal ini dianggap bisa memupuk kekhawatiran bahwa perak telah menjadi aset yang tidak likuid sejak akuisisi JP Morgan baru-baru ini. Konon, ada yang mencurigai JP Morgan melakukan praktek yang melanggar undang-undang antimonopoli.

Teori stop loss order juga diajukan oleh sementara pihak sebagai pemicu kejadian luar biasa tersebut. Secara spesifik, tercapainya stop loss order secara cepat dalam beberapa kali dapat dengan mudah memperbesar efek sell-off, meskipun awalnya mungkin tidak memicu terjadinya pelemahan. Apalagi banyak trader komiditas di Amerika Serikat yang saat itu sedang berlibur saat itu, maka sangat mungkin mereka menerapkan strategi “set and forgetpada transaksi yang mereka lakukan.

Sebenarnya ada banyak kemungkinan yang berpotensi menjadi penyebab terhantamnya harga perak Jumat lalu, namun mungkin kita tidak akan bisa membahasnya satu per satu. Bahkan mungkin saja kejadian tersebut merupakan akibat dari kombinasi beberapa kemungkinan yang dibahas di atas.

Meskipin demikian, setidaknya saat ini harga perak terlihat mulai bergerak stabil sehingga akan menjadi lebih mudah dalam melakukan analisa terhadap pergerakan harga perak secara teknikal.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =