WEEKLY OUTLOOK FOREXimf 5 – 9 MEI 2014 – APPROVED

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

Angka inflasi di Eropa ternyata lebih buruk daripada perkiraan. Draghi mungkin akan semakin dipusingkan oleh hal tersebut. Di Amerika Serikat, kita bisa melihat ada perbedaan antara lemahnya GDP di kuartal I dan data yang menjanjikan di kuartal II. Federal Reserve menyadari perbedaan tersebut dan sepertinya akan menjadi pertimbangan untuk melanjutkan tapering.

Non-Farm Payrolls memperlihatkan angka yang menakjubkan: pertambahan 288 ribu pekerjan dan memicu penguatan USD. Meskipun demikian, dalam hitungan jam, dollar kembali melemah.

Pekan lalu merupakan pekan yang sibuk dan diakhiri dengan “drama” Non-Farm Payrolls dan meninggalkan semacam ketidakpastian tentang pergerakan pasar. Di pekan ini, beberapa data penting termasuk data US ISM Non-Manufacturing PMI, Trade Balance,  pernyataan Janet Yellen, keputusan suku bunga Australia, Inggris dan Eurozone. Data-data tersebut diperkirakan akan memicu volatilitas pasar.

1.       US ISM Non-Manufacturing PMI: Senin, 21.00 WIB

Sektor jasa di Amerika Serikat mengalami rebound di bulan Maret ke 53,1 setelah sempat jatuh ke 51,6 di bulan Februari. Indeks pegawai yang tedaftar mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 6,1 poin menjadi 53,6. Lebih jauh lagi, komponen-komponen lain seperti pesanan baru dan ekspor naik, mengindikasikan bahwa perekonomian AS terus berkembang. Sektor jasa AS diperkirakan akan naik lagi menjadi 54,3.

2.       Keputusan suku bunga Australia: Selasa, 11.30 WIB

Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 2,5% pasca data tenaga kerja yang sedikit membaik melebih perkiraan. Lebih jauh lagi, biro statistik Australia melaporkan naiknya sektor penjualan eceran sebesar 1,2% di bulan Januari, melebihi perkiraan pasar. Kali ini RBA pun diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneternya.

3.       US Trade Balance: Selasa, 19.30 WIB

Defisit neraca perdagangan AS bertambah di bulan Februari menjadi $42.3 milyar, yang merupakan defisit terbesar sejak lima bulan terakhir karena rendahnya permintaan untuk ekspor. Sektor ekspor jatuh 1,1% menjadi $190.4 milyar seiring jatuhnya pemesanan pesawat komersial, komputer dan hasil pertanian. Sementara itu impor meingkat 0,4% menjadi $232.7 milyar, kebanyakan kendaraan bermotor dan pakaian. Naiknya defisit ini menyebabkan beberapa ekonom menurunkan estimasi mereka untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di kuartal I. Meskipun demikian, para analis masih yakin bahwa defisit akan berkurang di tahun ini. Defisit kali ini diperkirakan akan berkurang menjadi $40.1 milyar.

4.       Pidato Janet Yellen: Rabu, 21.00 WIB

Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara di Washington D.C. di depan Joint Economic Committee of Congress. Sesi tanya-jawab kemungkinan akan memberikan informasi mengenai isu-isu penting tentang kebijakan moneter. Akan menjadi menarik untuk mendengar pandangan Yellen tentang kelanjutan program tapering dan laporan tenaga kerja.

5.       Data tenaga kerja Australia: Kamis, 08.30 WIB

Tingkat pengangguran di Australia turun untuk bulan ke-4 berturut-turut menjadi 5,8% di bulan Maret, setelah sebelumya sempat berada di 6,1% di bulan Februari. Pertambahan 18.100 pekerjaan di bulan Maret dan 48.200 di bulan Februari membantu turunnya tingkat pengangguran tersebut, mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Australia. Meskipun demikian, Menteri Tenaga Kerja Eric Abtetz memperingatkan agar berhati-hati dalam menyikapi data tersebut. Lapangan pekerjaan di Australia diperkirakan akan bertambah 9.600 sementara tingkat penganggiran diperkirakan akan mencapai 5,9%.

6.       Keputusan suku bunga Inggris: Kamis, 18.00 WIB

Bank of England (BoE) menahan suku bunga acuan di level terendah sepanjang masa yaitu 0,50%, di tengah berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Inggris. Bank sentral Inggris tersebut juga melanjutkan program stimulus sebesar 375 milyar pounds, dalam bentuk obligasi pemerintah yang telah dibeli sejak lima tahun terakhir. Para analis memperkirakan BoE tidak akan mengubah suku bunga hingga tahun depan.

7.       Keputusan suku bunga Eurozone: Thursday, 11:45, Press Conference at 12:30

European Central Bank (ECB) bisa saja akan memangkas suku bunga pinjaman sebesar 0.10% dan mempertahankan suku bunga simpanan di level 0% dalam rangka menekan euro tanpa perlu mempergunakan kebijakan lain. Draghi menghadapi dilema. Ia mungkin akan lebih menginginkan euro lebih lemah terhadap USD dan Yuan tanpa perlu mengambil kebijakan moneter atau fiskal.

8.       US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Jumlah warga negara AS yang mengklaim tunjangan pengangguran meningkat di pekan lalu menjadi 344.000. Di pekan sebelumya tercatat angka 330.000. Angka tersebut lebih tinggi daripada perkiraan analis, yaitu 317.000. Meskipun demikian, kenaikan tersebut mungkin disebabkan oleh penyesuaian karena hari libur Paskah. Para analis masih yakin bahwa angka sesungguhnya lebih rendah. Data US Jobless claims pekan ini diperkirakan naik sebesar is 328,000.

9.       US JOLTS Job Openings: Friday, 14:00

JOLT (Job Openings and Labor Turnover Summary) naik ke level tertinggi enam tahun di bulan Februari ke angka 4,17 juta. Kenaikan ini merupakan indikasi pertumbuhan ekonomi AS karena semakin banyak orang yang mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi permintaan pasar. Meskipun demikian, jumlah orang yang berhenti dari pekerjaannya masih berada di kisaran 1,7%. Semakin tinggi angka tersebut berarti bahwa para pekerja masih cukup percaya diri untuk bisa mendapatkan pekerjaan baru. Janet Yellen menganggap data-data ini merupakan indikator penting untuk menilai sektor tenaga kerja. Data JOLT pekan ini diperkirakan mencapai 4,21 juta.

TECHNICAL OUTLOOK

GBP/USD

GBPUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 11-55-04

 

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan area support yang berada di kisaran level 1.6840 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6882-1.6919.

Namun berhati-hatilah jika support 1.6840 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6800-1.6761 di pekan ini.

AUD/USD

AUDUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 11-57-39

 

AUD/USD terlihat bergerak dalam channel bearish (down channel) sebagaimana yang terlihat di chart 4 jam. Dengan demikian outlook mingguan masih bearish untuk AUD/USD. Saat analisis ini dibuat, pair tersebut bergerak di kisaran upper channel dan stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Potensi pergerakan pekan ini adalah bearish mengincar kisaran 0.9240-0.9201.

Berhati-hatilah jika resistance 0.9310 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan bepotensi akan mengangkat AUD/USD menuju kisaran 0.9335-0.9377 di pekan ini.

GOLD

GOLD IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-27-23

 

Penguatan harga emas tertahan oleh resistance yang berada di 1307.14. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam, pada saat analisis ini dibuat. Maka dari itu harga emas berpotensi akan kembali bergerak bearish menuju kisaran 1283.19-1268.40 di pekan ini, jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance 1307.14 tembus.

Sebaliknya, bias mingguan akan berubah menjadi bullish jika resistance tersebut tembus, dan berpotensi akan mengangkat harga emas menuju kisaran 1316.29-1331.08.

 

KOSPI

KOSPI IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-10-31

Pekan ini Kospi berada dalam bias bearish. MA 20 telah memotong ke bawah MA 50 di chart 4 jam. Kospi menguji support 254.80 pada saat analisis ini dibuat. Jika support tersebut tembus, Kospi berpotensi akan terus melemah hingga kisaran 242.62-240.15.

Meskipun demikian perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pullback pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area resistance di kisran 259.43 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi pergerakan hingga kisaran 256.95-254.80. Namun berhati-hatilah jika terjadi akselerasi ke atas 259.43 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi menuju kisaran 261.85-264.05.

HANGSENG

HANGSENG IMF WEEKLY OUTLOOK 05-05-2014 12-11-47

Di chart 4 jam, HangSeng masih bergerak dalam down channel dan sedang menguji support 21682. HangSeng berpotensi akan terus tertekan jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 21400-21085.

Di sisi lain, perhatikan juga bahwa stochastic dan CCI telah memperlihatkan indikasi jenuh jual di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan pull-back hingga area upper channel. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan target kembali ke kisaran 21682.

Namun berhati-hatilah jika resistance 22283 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat HangSeng menuju kisaran 22600-22883.

GBP/USD bergerak dalam bias bullish untuk outlook mingguan. Perhatikan area support yang berada di kisaran level 1.6840 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.6882-1.6919.

Namun berhati-hatilah jika support 1.6840 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan GBP/USD setidaknya hingga kisaran 1.6800-1.6761 di pekan ini.

AUD/USD

0 Comments