Butuh Strategi trading forex? Atau ingin belajar cara membuatnya? Temukan semuanya di FOREXimf.com.

Strategi Trading Forex ”London Breakout”

Strategi trading forex “London breakout” merupakan salah satu strategi yang cukup populer dalam forex. Dalam perkembangannya, masing-masing trader/analis yang mengembangkan strategi ini memberikan nama yang berbeda-beda, tetapi konsepnya sama yaitu memanfaatkan pergerakan menjelang pembukaan market London.

Strategi yang termasuk dalam kategori mechanical trading system ini didesain untuk “menangkap” pergerakan cepat yang terjadi menjelang pembukaan pasar London. Untuk bisa mempergunakan strategi ini Anda membutuhkan kemampuan dasar mempergunakan MetaTrader, minimal menggambar kotak dan garis horizontal di chart, plus beberapa jam memantau sesi London.

google-review-foreximf

Saya kira tidak perlu saya beritahu lagi bahwa sebelum pasar London buka sudah ada pasar di sesi Asia yang telah berjalan. Biasanya memang aktivitas pasar yang paling tinggi terlihat pada sesi Eropa, maka dengan strategi ini kita akan mencoba untuk mencari peluang dengan berpatokan pada range harga yang tercipta pada saat sesi Asia.

Sebenarnya Anda tidak perlu mempergunakan indikator apa pun untuk menjalankan strategi trading forex “London Breakout” ini. Meskipun demikian, kalau Anda bisa menemukan indikator “market hour” di internet atau marketplace MetaTrader, itu akan cukup membantu. Tetapi, indikator itu sifatnya opsional, tak ada pun tidak masalah. Yang penting Anda tahu bagaimana cara membuat kotak dan garis horizontal di MetaTrader.

Strategi

Jadi, menjelang memasuki sesi London, Anda telah memiliki range harga sebagai acuan yang terbentuk dari pergerakan di sesi Asia. Adapun range yang dimaksud sebenarnya bukanlah range sesi Asia secara keseluruhan, melainkan tiga jam terakhir saja. Currency pair yang paling cocok untuk strategi ini adalah GBPUSD, EURUSD dan NZDUSD.

Agar penjelasannya lebih mudah, strateginya akan saya rangkum sebagai berikut:

  1. Pergunakan time frame
  2. Buat kotak di chart dengan tiga candlestick terakhir yang muncul sebelum sesi London dimulai. Jika Anda mempergunakan FOREXimf Trader berplatform MetaTrader, maka candlestick yang menjadi acuan adalah candlestick dari pukul 07:00 sampai 09:00 waktu MetaTrader.
  3. Berdasarkan “kotak” tersebut di atas, gambarlah dua garis horizontal yang masing-masing berfungsi sebagai support dan resistance. Artinya Anda harus menggambar satu garis horizontal di sisi atas “kotak” tersebut dan satu garis horizontal lainnya di sisi bawah “kotak”.
  4. Tempatkan Stop Order:
    1. Buy Stop kira-kira 5 pips di atas resistance, tempatkan SL di level Sell Stop
    2. Sell Stop kira-kira 5 pips di bawah support, tempatkan SL di level Buy Stop
  5. Jika salah satu Stop Order tereksekusi (done), Anda harus segera menghapus (cancel) Stop Order yang menjadi lawannya. Artinya jika Buy Stop yang tereksekusi maka segeralah batalkan oder Sell Stop dan sebaliknya.

Gambar di bawah ini bisa memperjelas strategi yang saya paparkan di atas:

strategi trading forex, strategi london breakout

 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagaimana mechanical trading system lain, strategi trading forex “London Breakout” ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya adalah:

  • Tidak memerlukan indikator teknikal yang rumit
  • Relatif mudah untuk dimengerti dan diterapkan
  • Murni mempergunakan price action, sehingga mengurangi resiko terlambat masuk posisi

Kelemahannya adalah:

  • Ada potensi “terjebak” oleh bull trap atau bear trap
  • Pada hari Senin atau Jumat sering muncul pergerakan yang “tidak biasa”, sehingga peluang yang muncul di hari tersebut cenderung kurang akurat.

Seperti biasa, saya menyarankan Anda untuk mempelajari dan melatih strategi ini terlebih dahulu di demo account sebelum menjalankannya di real account Anda, sebab belum tentu strategi ini cocok untuk Anda.

Jangan lupa, meskipun mempergunakan demo account Anda tetap harus memperlakukannya seperti real account, terutama dalam hal penempatan SL. Pembiasaan melalui demo account akan membentuk habit yang baik sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

Strategi Trading Forex Short-Term: Reversal Bollinger

Anda mungkin sudah sangat mengenal Bollinger Band. Mungkin juga sudah mempergunakannya dalam melakukan forex trading. Kali ini saya akan membahas salah satu strategi trading forex yang mempergunakan Bollinger Band dalam sebuah mechanical trading system yang sederhana untuk transaksi jangka pendek.

Dalam strategi sederhana ini, Bollinger Band bekerja untuk mencari titik balik (reversal) dalam sebuah trend. Anda mungkin telah mengetahui bahwa garis-garis pada Bollinger Band bisa dimanfaatkan sebagai area support dan resistance dinamis.

google-review-foreximf

Tidak seperti indikator berbasis trend lainnya, keberadaan upper dan lower band pada Bollinger Band membuat indikator ini bisa dimanfaatkan saat market sideway, tentunya dengan teknitk tertentu. Nah, kali ini saya akan membahas teknik tersebut.

Menariknya, teknik yang akan saya paparkan kali ini cukup efektif dipergunakan saat sideway, atau kondisi trending yang tidak terlalu curam. Tetapi waspadalah karena kondisi sideway biasanya diikuti oleh penyempitan Bollinger Band (Bollinger squeeze). Squeeze cuku sering diikuti oleh rally pasca penembusan upper atau lower band. Untuk memperkecil resiko maka teknik ini juga mengikutsertakan salah satu indikator osilator, yaitu RSI yang bisa memberikan informasi dini mengenai kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Penggunaan RSI diharapkan akan bisa memberikan filter yang lebih baik

Sebagai sinyal untuk melakukan transaksi, strategi ini memanfaatkan kemunculan pola candlestick yang memperlihatkan terjadinya false-break ke atas upper band atau ke bawah lower band. Tentu saja teknik ini hanya bisa menjanjikan potensi rebound jangka pendek saja. Dengan demikian, penempatan target profit (TP) tidak bisa terlalu jauh.

OK, tanpa perlu panjang-lebar, pemaparan berikut ini adalah aturan penggunaan strategi ini.

Pair: currency pair yang tidak terlau fluktuatif, disarankan di USDCAD.

Time frame: H1 ke atas

Indikator Teknikal:

  • Bollinger Band:
    • Period: 50
    • Deviations: 2
    • Apply to: close
  • RSI:
    • Period: 5
    • Apply to: close

Sinyal Trading:

  • Sinyal sell:
    • Jika harga high dari candlestick yang dijadikan acuan lebih tinggi daripada upper band dan harga close-nya berada di bawah upper band.
    • RSI sudah crossing dari atas 75 (ke bawah).
strategi trading forex, bolinger band

Entry sell setelah candlestick acuan close di bawah upper band

  • Sinyal buy:
    • Jika harga low dari candlestick yang dijadikan acuan lebih rendah daripada lower band dan harga close-nya berada di atas lower band.
    • RSI sudah crossing dari bawah 25 (ke atas).
strategi trading forex, bolinger band

Entry buy setelah candlestick acuan close di atas lower band

Strategi exit:

  • Tempatkan SL sejauh 50 pips di atas high candlestick acuan
  • Penempatan TP:
    • Target I: middle band
    • Target II: lower band (untuk posisi sell)/upper band (untuk posisi buy)
    • Tips: jika harga sudah menyentuh target pertama, disarankan untuk mengaktifkan trailing stop atau menutup sebagian posisi (partial close).
strategi trading forex, bolinger band

Close sebagian posisi atau aktifkan trailing stop ketika harga mencapai target I (middle band)

strategi trading forex, bolinger band

Close semua posisi ketika harga mencapai target II (lower band)

 

Peringatan!

Sebagaimana mechanical trading system sederhana lainnya, tidak ada jaminan bahwa strategi ini akan selalu menghasilkan keuntungan. Dalam trading, Anda harus memadukan sistem trading forex Anda dengan risk management dan money management yang baik dan sesuai dengan kekuatan modal Anda.

Selamat mencoba.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

Mengulas Sistem Trading Forex “3 LITTLE PIGS“

Berbicara mengenai sistem trading, tidak ada sistem trading forex yang sempurna dalam dunia trading. Saya telah sering berkunjung ke berbagai forum untuk mencari-cari sistem terbaik dan akhirnya saya menemukan “ 3 Little Pigs Trading System “. Sistem ini sangatlah sederhana namun luar biasa efektif. Bagaimana sistemnya ? Berikut ini saya akan memberikan langkah – langkah untuk menggunakan sistem ini. Yuk mari kita bahas satu persatu.

  1. Ringkasan Sistem

    Sistem ini berdasarkan 3 kerangka waktu ( time frame ) yakni mingguan, harian dan 4 jam. Berikut ini ketentuan jika anda ingin menggunakan sistem ini :

    • Menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 55 pada time frame mingguan

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 21 pada time frame harian

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 34 pada time frame 4 Jam

  1. Mata Uang

    Anda bisa menggunakan sistem ini untuk pair – pair berikut yakni AUD/USD, EUR/GBP, EUR/JPY, EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/CHF, USD/JPY

  1. Entry Buy / Sell

    Berikut ini ketentuan untuk mengambil posisi :

    • Posisi BUY

      • Harga berada di atas SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di atas SMA periode 21 pada time frame harian

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di atas SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi buy.

    • Posisi SELL

      • Harga berada di bawah SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di bawah SMA periode 21 pada time frame harian, saya akan masuk

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di bawah SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi sell

    Berikut ini contoh pengambilan posisi sell pada pair EUR/USD :

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

Stoploss

Stoploss diperlukan untuk membatasi kerugian. Pertama, periksa indikator Average True Range (ATR) periode 14 dan ditambahkan ke semua grafik 4 jam. Kedua, tambahkan level tertinggi dan level rendah yang ada pada ATR (ditampilkan di sebelah kanan) dan kalikan dengan 25%, lalu saya menempatkan stoplossnya di atas / bawah 34 SMA pada jangka waktu 4 Jam. Untuk memperjelas saya akan lampirkan contoh langsung untuk Anda :

 trading forex, forex indonesia, forex

Gambar diatas adalah gambar EUR/USD untuk time frame 4 Jam dan mengasumsikan bahwa harga berada di bawah SMA 55 pada time frame mingguan dan SMA 21 pada time frame harian. Harga telah menyentuh 34 SMA dan telah ditutup di bawah itu. Tinggi dan Rendah dari ATR (14) adalah 28 dan 12 yang jika ditambah menjadi 40. Lalu saya ambil 25% dari nilai tersebut menjadi 10 point. Untuk mendapatkan Stop lossnya, saya tambahkan ini dari saat closing value SMA 34 menjadi 1.33846 (1.33746 + 100).

TARGET

Di sesuaikan dengan risk dan reward ratio minimal 1: 1 atau menggunakan trailing stop.

Informasi Tambahan

  1. Jangan pernah entry, jika salah satu timeframe tidak sesuai dengan ketentuan
  2. Jangan lupa tempatkan stoploss

Kelemahan

  1. Tidak cocok untuk trader agresif
  2. Diperlukan kesabaran untuk entry ke pasar

Silakan coba sistem trading forex ini di demo akun kami. Jika Anda cocok dengan sistem trading ini, Anda bisa mencoba di akun real FOREXIMF.com. Selamat mencoba, happy trading

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Mungkin saat ini Anda – atau bahkan trader sedunia – bertanya-tanya kapankah penurunan harga minyak mentah akan berakhir? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan langkah dalam bertransaksi minyak mentah.

Venezuela darurat ekonomi

Di antara semua negara produsen minyak, Venezuela merupakan yang paling giat untuk melobi para pemimpin negara lain untuk menyesuaikan tingkat produksi minyak. Menteri perminyakan Venezuela yang baru, Eulogio del Pino, telah terbang dari Moskow ke Riyadh dan dilanjutkan ke Doha untuk mencoba meyakinkan para pejabat di sana untuk melakukan sesuatu demi menstabilkan harga minyak dunia.

Jika kita lihat perekonomian Venezuela secara umum, kita akan bisa memahami mengapa Venezuela begitu bersemangat untuk mencapai kesepakatan tersebut. Minyak mentah memegang porsi 95% dari sektor ekspor Venezuela dan 25% dari keseluruhan PDB (GDP) mereka. Ini artinya, Venezuela akan merasa aman dan bahagia jika harga minyak dunia diperdagangkan di atas $100 per barrel dan – tentu saja – tidak jika harga minyak berada di kisaran harga sekarang ($26-30/barrel).

Di awal tahun ini, presiden Venezuela telah menyatakan status darurat ekonomi, karena perekonomian negara tersebut telah mengalami penyusutan dalam delapan kuartal berturut-turut. Para ekonom memperkirakan bahwa Venezuela baru akan tenang jika setidaknya harga minyak kembali ke kisaran $111/barrel, itu pun baru level impas saja.

Empat negara memutuskan untuk mempertahankan produksi

Upaya Venezuela tersebut membuahkan hasil, meskipun tidak seperti yang diharapkan. Setidaknya, kegigihan Venezuela direspon dengan bertemunya negara anggota OPEC dan non-OPEC dalam sebuah perundingan. Pertemuan yang bersifat darurat tersebut dihadiri oleh Iran, Aljazair, Nigeria, dan Ekuador di akhir pekan yang lain. Kemudian tiga hari yang lalu Rusia, Venezuela dan Qatar juga turut serta ke meja perundingan. Sayangnya perundingan tersebut tidak berhasil membuahkan kesepakatan yang solid.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai “raja minyak” masih bersikap keras kepala dengan menolak pemangkasan produksi. Sebagian analis berpendapat bahwa Saudi sepertinya lebih tertarik untuk meraih kembali pasar mereka dari para pesaing. Bisa dipahami karena harga minyak dunia saat ini masih jauh berada di atas ongkos produksi minyak mereka. Kejatuhan harga minyak sangat memungkinkan para pesaing untuk keluar dari gelanggang. Sayangnya, fakta yang terjadi tidak seperti itu.

Lalu muncul kabar yang kembali membuat harga minyak sempat terkoreksi pada tanggal 16 Februari 2016. Qatar, Venezuela, Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk mempertahankan produksi minyak mereka di angka yang sama dengan jumlah produksi di bulan Januari. Hal ini tentu meredupkan harapan akan pemangkasan produksi yang masif.

Iran memutuskan untuk tidak ikut serta dalam kesepakatan itu, sehingga masih sedikit memberikan harapan meredanya oversupply minyak mentah dunia. Saat ini, dunia masih mengalami kelebihan persediaan antara 1 hingga 2 juta barrel per hari.

Secara teknikal, harga minyak masih dalam downtrend

Sementara pertemuan-pertemuan dan spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan di antara para produsen minyak masih berlangsung, secara teknikal harga minyak masih berada dalam downtrend untuk jangka menengah.

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Grafik di atas merupakan pergerakan harga minyak per barrel dalam time-frame H4. Sejak Oktober 2015 hingga hari ini (19 Februari 2016) harga minyak terlihat bergerak dalam downtrend. Memang harga telah berhasil tembus ke atas trendline turun yang terlihat, namun masih terlihat ada resistance teknikal di area kisaran $34.80. Ada kemungkinan penguatan harga minyak dunia akan tertahan dulu di area tersebut.

Harga minyak mentah kemungkinan baru akan melanjutkan penguatan jika resistance di 34.80 tersebut tembus, dengan target penguatan lanjutan hingga ke kisran 38.35 untuk jangka menengah.

Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?

Harga minyak mentah dunia terperosok hingga tembus ke bawah $30 per barrel. Apa yang terjadi? Bagaimana potensi pergerakan selanjutnya?

Untuk harga minyak mentah dunia, level harga $20 per barrel merupakan level yang perlu diperhatikan. Rata-rata ongkos produksi per barrel minyak mentah berdasarkan ongkos produksi 20 negara penghasil minyak terbesar di dunia berada di kisaran angka itu, tepatnya sekitar $27. Dengan demikian, secara fundamental harga minyak mentah sulit untuk bertahan lama di bawah $20 per barrel. Pertanyaannya kemudian adalah: berapa lama dan di mana batas bawahnya?

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Sumber: UCube by Rystad Energy; Interactive published Nov. 23, 2015

West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami kejatuhan hingga $29.93 per barrel pada tanggal 12 Januari 2016. Harga itu merupakan level terendah sejak Desember 2003, yang artinya terendah dalam 12 tahun terakhir.

Masalah Biaya Operasional

Jatuhnya harga minyak akibat rendahnya permintaan dari negara berkembang (sehingga persediaan menjadi terlalu berlimpah) bisa jadi akan mengundang masalah bagi perusahaan minyak dan mereka akan menghadapi masalah biaya operasional. Menurut perkiraan pemerintah Malaysia, mereka akan mengalami kerugian sebesar 300 juta ringgit (sekitar $68 juta) setiap penurunan harga minyak mentah sebesar satu dollar. Conoco Phillips kehilangan pendapatan bersih sebesar $1,79 juta tiap kuartal untuk setiap penurunan harga minyak sebesar 10 USD.

British Petroleum Plc (Inggris) terpaksa harus memutus hubungan kerja dengan  4.000 pekerjanya, Petroleo Brasileiro SA (Brasil) memangkas rencana anggaran menjadi $98,4 milyar dari sebelumnya $130 milyar. Sementara itu Petronas (Malaysia) menyatakan bersiap untuk menghadapi tahun-tahun yang berat.

U.S. Energy Information Administration merevisi perkiraannya untuk harga minyak WTI di tahun 2016 sebesar 24% menjadi $38.54 per barrel. Mereka memperkisakan bahwa harga minyak akan kembali mencapai keseimbangan di tahun 2017.

Penguatan USD juga bisa mempengaruhi harga minyak dan membuat harga tertekan di bawah $30.

Tekanan yang dialami harga minyak dunia saat ini seolah mengabaikan pernyataan Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, menjelang penghujung tahun lalu. Al-Badri menyatakan bahwa harga minyak tidak akan terus mengalami penurunan dan akan naik paling tidak dalam beberapa bulan hingga setahun mendatang. Ini karena produksi negara-negara non-OPEC telah mengalami penurunan hingga 400-500 ribu barrel per hari dan di tahun 2016 OPEC tidak akan melakukan produksi di harga minyak yang sekarang.

Pandangan Teknikal

Harga minyak secara teknikal memang sedang berada di bawah tekanan. Untuk outlook jangka pendek hingga menengah, bias bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah. Namun untuk outlook jangka panjang, terlihat bahwa harga minyak mentah saat ini berada di area support teknikal jangka panjang, yaitu kisaran $33.20 (harga terendah tahun 2009) hingga $16.70 (terendah tahun 2001). Secara teknikal, area support adalah area yang tepat untuk membuka posisi buy. Dengan kata lain, area support – sekali lagi secara teknikal – adalah area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Trader komoditi yang melihat peluang ini biasanya mencoba untuk mencari sinyal teknikal guna membuka posisi buy untuk jangka panjang. Apalagi stochastic dan CCI di chart bulanan telah memperlihatkan indikasi jenuh jual (oversold). Memang benar bahwa indikasi oversold belum tentu akan diikuti oleh kenaikan harga, namun area support yang terlihat membuat indikasi oversold itu menjadi berarti.

Adapun potensi rebound harga minyak untuk sementara adalah kisaran $38-40 per barrel sebagai target jangka menengah. Secara teknikal, agak berat untuk melihat rebound yang lebih tinggi untuk tahun ini, kecuali jika harga minyak mampu tembus ke atas $40 per barrel. Jika pun itu terjadi, target pergerakan realistis selanjutnya hanyalah hingga kisaran $50-60 per barrel.

Namun apa yang terjadi jika seandainya harga minyak terus turun? Tampaknya kisaran $16.70 untuk sementara menjadi level ekstrim yang mungkin bisa dicapai harga minyak tahun ini.

Let’s wait and see.

5 Trader Forex Top Dunia Versi FOREXimf.com

Mungkin selama ini Anda bertanya-tanya, jika memang forex trading benar-benar berpotensi menghasilkan keuntungan yang sangat besar, apakah memang ada trader forex yang pernah merasakan manisnya keuntungan dari forex?

Jawabannya adalah: ada. Saya adalah salah satunya. Tetapi jika Anda bertanya kembali, apakah saya sudah pernah merasakan keuntungan milyaran rupiah dari trading forex, demi kejujuran saya jawab: belum. Tetapi saya tahu setidaknya ada lima orang di dunia ini yang pernah merasakannya.

Inilah mereka.

    1. Bill Lipschutz

Bill LipschutzBill Lipschutz lahir dan dibesarkan di Farmingdale, New York. Ia lahir tahun 1956. Sejak muda ia terkenal sangat cerdas, khususnya di bidang matematika. Ia berhasil memperoleh gelar BA di Cornell College in Fine Arts dan kemudian mendapatkan gelar Master di bidang keuangan pada tahun 1982.

Bill muda sangat suka membaca dan mempelajari apa pun yang terkait dengan saham dan pasar uang. Saat ia tinggal di Cornell, ia melakukan investasi di saham sebanyak $12,000 (dua belas ribu USD), yang dalam beberapa bulan selanjutnya berhasil dilipatgandakannya menjadi sekitar $250,000 (dua ratus lima puluh ribu USD). Prestasi yang sangat jarang bisa terjadi dalam dunia trading. Namun tak lama kemudian ia segera mengalami kerugian yang luar biasa hingga menguras habis keuntungan yang didapatkannya sebelumnya. Suatu bukti bahwa trader paling hebat pun bisa salah dan rugi besar. Lalu ia berkenalan dengan forex trading.

Bill saat ini terkenal sebagai seorang trader forex. Ia dikenal mampu menghasilkan lebih dari 300 juta dollar dalam setahun hanya dari transaksi forex.

    1. George Soros

George SorosSiapa yang tak mengenal orang ini? Saya bahkan pernah membuat artikel mengenainya di sini.

Soros merupakan pria yang lahir di Budapest, Hungaria pada tanggal 12 Agustus 1930. Selain sebagai pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, ia juga dikenal sebagai aktivis politik berkebangsaan Amerika Serikat.

Ia lulus dari London School of Economics dan berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak rekor dalam dunia keuangan. Ia pernah berhasil membukukan keuntungan sebesar 1 milyar dollar dalam satu hari perdagangan hanya dari satu transaks. Namanya pun tercatat sebagai pelaku peristiwa yang dikenal dengan Black Wednesday di mana poundsterling kocar-kacir dan Sors berhasil meraup keuntungan sebesar 1 milyar poundsterling, yang kemudian menyebabkan ia dijuluki “the man who broke Bank of England” (pria yang membuat Bank of England bangkrut). Bank of England adalah bank sentral Kerajaan Inggris Raya.

Namanya juga disebut-sebut saat krisis finansial mulai melanda Asia Tenggara di medio 1997. Perdana Menteri Malaysia waktu itu, Mahathir Mohamad, menuding Soros-lah penyebab krisis tersebut. Bahkan Mahathir sempat mengungkit-ungkit garis keturunan Soros sebagai seorang keturunan Yahudi dan membawa sentimen anti-semitisme.

Soros telah banyak menulis buku mengenai investasi. Ia juga dikenal sebagai dermawan dan diketahui telah mendonasikan hingga 7 milyar USD untuk kegiatan amal dan sosial.

    1. John R. Taylor, Jr.

John R. Taylor, Jr.Lulus dari Princeton University, John memulai karir di sektor keuangan sebagai analis politik untuk Chemical Bank. Hanya setahun menempati posisi tersebut, ia menjadi analis pasar uang untuk bank tersebut dan membuktikan bahwa ia memiliki kesempatan yang luar biasa untuk membangun jaringan di pasar keuangan dunia.

John R. Taylor, Jr. merupakan pemilik FX Concepts, sebuah perusahaan pengelolaan modal untuk diperdagangkan di pasar keuangan. Ia juga merupakan seorang perintis sistem trading yang berbasis komputer, mengembangkan berbagai macam model untuk transaksi forex online yang efektif.

    1. Stanley Druckenmiller

Stanley DruckenmillerStanley lahir di Pittsburgh, Pennsylvania pada tanggal 14 Juni 1953. Ia memulai karirnya sebagai analis minyak mentah untuk Pittsburgh National Bank. Sejak lulus dari Bowdoin College, ia telah berganti banyak pekerjaan. Awalnya, ia keluar dari PNB untuk mendirikan Duquesne Capital Management di tahun 1981, kemudian ia mulai bekerja untuk George Soros di Quantum Fund pada tahun 1988.

Pengalaman bekerja dengan George Soros terbukti baik untuk Stanley Druckenmiller, karena tidak hanya berhasil mendapatkan keuntungan lebih dari 30% di Quantum Fund, ia juga berjasa membantu Soros dalam meraih keuntungan legendaris saat Black Wednesday, peristiwa yang sangat dikenang dalam sejarah forex trading.

Ia kembali ke Duquesne di tahun 2000 dan bekerja penuh waktu di sana sekarang. Ia juga telah mendirikan sebuah organisasi nirlaba di bidang edukasi.

    1. Andrew Krieger

Andrew KriegerAndrew Krieger lahir tahun 1955 dan lulus dari Wharton Business School di University of Pennsylvania yang bergengsi. Ia menjadi terkenal ketika ia menjual dollar New Zealand atau yang dikenal dengan sebutan “Kiwi” senilai sekitar 600 juta hingga 1 milyar USD yang melebihi sirkulasi suplai uang sesungguhnya di New Zealand saat itu. Andrew kemudian berhasil membukukan keuntungan sebesar 300 juta USD dari transaksi tersebut di tahun 1987, ketika ia bekerja di Bankers Trust.

Andrew pindah ke Soros Management Fund di tahun 1988, kemudian pindah ke Northbridge Capital Management. Ia juga dikenal sebagai dermawan. Saat terjadi bencana tsunami pada tahun 2004, ia menyumbangkan sebesar 350 ribu USD untuk korban tsunami.

Kapan Sebaiknya Anda Membeli Emas?

harga+emas

Emas, siapa yang tak mengenalnya? Selain biasa dipergunakan sebagai bahan untuk membuat perhiasan, logam mulia tersebut juga dipergunakan sebagai standar keuangan di seluruh dunia. Di bidang investasi, emas kerap dianggap sebagai aset aman (safe-haven), karena terbukti mampu mengantisipasi inflasi.

Berinvestasi emas memang menggiurkan. Pertanyaannya: kapan sebaiknya Anda membeli atau menjual emas?

Sebelum berbicara mengenai timing dalam bertransaksi emas, Anda perlu mengetahui 2 cara berinvestasi emas, yaitu:

  1. Jual-beli emas fisik, berupa emas batangan atau koin
  2. Trading emas online, jual beli kontrak emas melalui broker

Anda bebas memilih cara yang Anda sukai. Namun ada baiknya Anda mengetahui bahwa cara nomor 2 memberikan beberapa kemudahan bagi Anda. Di antara kemudahan-kemudahan tersebut adalah:

  • Anda bisa melakukan transaksi dari mana pun dan kapan pun (24 jam sehari, 5 hari seminggu) karena Anda hanya membutuhkan seperangkat komputer/smartphone yang terkoneksi ke internet.
  • Anda tidak perlu memusingkan cara dan tempat penyimpanan emas karena semuanya dilakukan secara online
  • Modal yang jauh lebih murah (di bawah akan dijelaskan)

Harga emas pada umumnya mengikuti harga emas global dari bursa New York Merchantile Exchange (pasar komoditas emas terbesar di dunia) di Amerika atau LOCO London. Harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika dalam satuan “troy ounce”. 1 troy ounce emas setara dengan 31,1 gram emas.

Untuk berinvestasi secara online, Anda perlu mengetahui tips-tips berikut:

1. Gunakan MetaTrader

MetaTrader adalah platform trading berupa program komputer yang bisa membantu Anda dalam memantau harga emas sekaligus mentransaksikannya secara online.

MetaTrader sangat mudah untuk dipergunakan. Program ini bisa dipasang (di-install) di komputer, laptop, bahkan smartphone Anda, sehingga akan lebih memudahkan Anda untuk memantau pergerakan harga serta melakukan transaksi online di mana pun.

Anda bisa memperoleh program ini di  melalui registrasi demo account kami.

2. Tentukan Level “Support” dan “Resistance”

Level “support” dan “resistance” merupakan kunci yang bisa membantu Anda untuk menentukan waktu dan level harga yang tepat dalam membeli atau menjual emas.

“Support” merupakan suatu area di mana harga diperkirakan akan berhenti bergerak turun. Di area support, harga cenderung akan kembali naik. Di area inilah Anda sebaiknya membeli emas.

Sedangkan “resistance” merupakan suatu area di mana harga diperkirakan akan berhenti bergerak naik. Di area tersebut, harga cenderung akan kembali bergerak turun lagi. Nah, di area itulah Anda sebaiknya menjual emas.

Anda bisa mempelajari lebih jauh mengenai “support” dan “resistance” ini di halaman edukasi kami. Di halaman edukasi tersebut, Anda juga bisa mempelajari trik-trik analisis lain yang bisa Anda manfaatkan untuk bertransaksi emas. Anda tinggal menelusuri konten yang tersedia mulai dari Kelas Pemula, Dasar, Lanjutan hingga Mahir.

Berikut ini adalah aplikasi salah satu strategi yang bisa Anda pergunakan untuk bertransaksi emas secara online melalui platform MetaTrader:

a. Jalankan MetaTrader di komputer atau laptop Anda.

b. Jika seandainya Anda ingin melakukan transaksi jangka panjang, Anda bisa meng-klik timeframe W1 (Weekly) yang bisa Anda lihat di MetaTrader Anda. Contohnya adalah seperti yang terlihat di gambar berikut:

Time Frame Artikel Emas Weekly

c. Klik pilihan Line Chart (Anda juga bisa menggunakan candlesticks)

Tombol Chart Artikel Emas

d. Lalu tarik garis di titik-titik yang dapat berlaku sebagai support dan resistance.

Perhatikan gambar berikut ini sebagai contoh:

Support Resistance Artikel Emas Line Chart

Apakah Anda bisa melihat garis-garis merah di hijau pada gambar di atas? Nah, garis-garis merah tersebut adalah area support, sementara garis-garis hijau adalah area resistance. Anda bisa membeli emas di area support atau menjual emas ketika harga sudah berada di area resistance (perhatikan area kuning pada gambar).

Begitulah caranya. Mudah, bukan?

Tentu saja Anda harus menyesuaikan besaran transaksi yang Anda lakukan dengan modal yang Anda miliki. Ini erat kaitannya dengan manajemen resiko dan manajemen modal, yang juga bisa Anda pelajari di halaman edukasi kami.

3. Segera Lakukan Transaksi!

Setelah Anda mengetahui saat yang tepat untuk berinvestasi emas, sekarang anda sudah bisa memulai transaksi.

Jika Anda ingin bermain emas fisik, Anda perlu memikirkan seberapa besar dana yang Anda perlukan.

Berdasarkan contoh di atas, bisa Anda lihat bahwa area $1,200 per troy ounce merupakan area yang baik untuk membeli emas. Karena 1 troy ounce = 31,1 gram, itu artinya harga emas per gram adalah 1200 dibagi 31,1, yaitu sekitar $38.58. Dengan asumsi 1 USD = Rp 11.000,- maka harga per gram emas saat itu adalah sekitar Rp 424.380,-

Dalam trading online, satuan transaksinya adalah “LOT”, di mana 1 lot sama dengan 100 troy ounce (3,11 kilogram). Jika Anda membeli 1 lot emas di harga $1,200, berarti transaksi Anda senilai $120 ribu. Dengan asumsi 1 dollar sama dengan 11.000 rupiah, artinya seharusnya Anda menyediakan modal sebesar 1,32 milyar rupiah untuk bisa melakukan transaksi tersebut di atas!

Tetapi tenanglah, karena dalam online trading Anda tidak perlu menyediakan modal sebesar itu karena adanya leverage. Anda cukup menyediakan modal sebesar $1,000 saja untuk melakukan transaksi tersebut. Tidak, Anda tidak salah baca. Memang hanya seribu dollar saja! Dengan modal yang jauh lebih kecil, Anda bisa memperoleh keuntungan dengan persentase yang jauh lebih besar daripada modal awal.

Perhatikan tabel berikut sebagai ilustrasi pembanding transaksi emas fisik dengan online trading.

Tabel Perbandingan Trading Emas Fisik vs Online

Jadi, cara mana yang akan Anda akan pilih? Jual-beli emas secara fisik atau online? [icon color=”#94d800″ size=”18px” target=”_blank” name=”awesome-smile”]

Untuk mencoba transaksi emas online, Anda bisa segera membuka demo account. Atau, jika Anda memang sudah tertarik untuk langsung bertransaksi, silakan buka real account sekarang juga. Tim edukasi FOREXimf.com selalu siap membantu Anda.

Rahasia Menggunakan Berita Fundamental Dalam Trading Forex

Analisa fundamental adalah hal-hal yang mewakili ekonomi suatu negara secara umum. Biasanya analisa ini diwakili oleh berita (news) yang berulang secara periodik dan mampu mengerakan pasar pada saat itu. Pengaruh dari fundamental ini pada umumnya bersifat sementara walau kadang bisa mempengaruhi trend secara makro di waktu mendatang.

Berbeda dengan analisa teknikal yang memanfaatkan “history” pergerakan harga, dalam analisa fundamental Anda justru akan mencoba untuk “menangkap” peluang yang mungkin akan muncul mengiringi berita atau data ekonomi terkait negara tertentu yang tentu akan mempengaruhi mata uang negara tersebut.  Dengan mengamati dan mempelajari data-data ekonomi tersebut, seakan-akan Anda mencoba untuk “mengintip” kemungkinan pergerakan harga selanjutnya.

Sebenarnya bagaimana caranya?

Sebenarnya Anda bisa memanfaatkan sumber seperti www.forexfactory.com. Website tersebut menyajikan data-data ekonomi dari beberapa negara penting yang dianggap bisa menggerakkan pasar.

Namun Anda harus ingat bahwa hal tersebut bukan berarti tanpa resiko. Anda harus tetap ingat bahwa tingkat pergerakan volatilitas harga meningkat saat berita di rilis dan cukup sulit untuk menduga kemana harga akan bergerak. Untuk itulah Anda memerlukan strategi yang juga akan dipaparkan dalam artikel ini.

Oke. Anda pasti sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui trik-triknya. Kita mulai saja.

Mengenal Forexfactory.com

1. Menyamakan Zona Waktu

a.Klik link untuk angka jam di sebelah tombol “Login”. Anda bisa melihat link tersebut dalam bentuk jam yang terletak dekat dengan date & today calendar.

6-2-2014 2-41-16 PM

b. Pada bagian “Time Zone”, pilih “(GMT+7:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta”. Sedangkan pada bagian DST, pilih “DST Off”. Lalu klik “Save Settings”.

6-2-2014 2-45-41 PM2. Penyaringan Berita

Secara default www.forexfactory.com akan menampilkan semua berita dari beberapa mata uang utama yang cukup panjang dan rumit. Agar bisa fokus terhadap mata uang yang sedang di-trading-kan, berikut tips-tipsnya :

a. Klik menu “Filter” di bagian kanan website

6-2-2014 2-47-20 PMb. Pilih mata uang yang ingin diamati

c. Pilih tingkat pengaruh dari berita ( Merah : High Impact, Orange : Medium Impact, Kuning : Low Impact, Putih : Non Economic)

d. Pilih Type Berita

e. Klik tombol “ Apply Filter “

6-2-2014 2-49-08 PM3. Analisis Berita

Setelah melakukan langkah penyaringan diatas, maka daftar berita seminggu yang ditampilkan akan lebih jauh lebih pendek dan mudah untuk diamati. Berikut penjelasan dari menu-menunya :

a.Date dan time: Tanggal dan waktu dari berita

b.Currency: Mata uang yang dipengaruhi berita

c.Impact: Tingkat pengaruh berita

d.Detail: Tombol ini dapat ditekan untuk mendapatkan penjelasan lebih detail atas berita. Pengaruh berita ini dapat dipelajari dari informasi “usual  impact“

e.Actual: angka yang akan dirilis

f. Forecast: Prediksi berdasarkan analisis para ahli

g.Previous: Angka periode sebelumnya untuk data yang sama

6-2-2014 2-52-06 PM

4. Arti Berita dan Dampaknya

Untuk dapat mengerti arti dari berita tersebut dan dampaknya, Anda dapat melakukan hal berikut :

a. Klik gambar folder (kolom “Detail”)

5-29-2014 7-22-36 PM 1

b. Kolom “Specs” untuk mengetahui detail berita dan kolom history untuk melihat hasil rilis data sebelumnya. Bagian “Usual Effect” merupakan dampak berita terhadap pergerakan mata uang negara yang bersangkutan. Jika data rilis berwarna hijau berarti bagus untuk mata uang tersebut, jika data rilis berwarna merah berarti buruk untuk mata uang tersebut.

new 5-29-2014 7-23-31 PM

Strategi Trading

Nah, sekarang kita akan membahas mengenai strategi memanfaatkan berita. Perlu diingat bahwa sebaiknya Anda hanya memanfaatkan data-data ekonomi yang mempunyai dampak besar terhadap pergerakan harga, yaitu data yang memiliki ikon yang berwarna merah seperti ini:6-2-2014 3-04-51 PM , karena data data seperti itulah yang tergolong “data penting”, atau istilahnya “big figure”. Contoh yang paling populer adalah data non-farm payrolls Amerika Serikat (di Forexfactory.com namanya adalah Non-Farm Employment Change).

123 5-29-2014 9-13-01 PM

Berikut ini contoh strategi yang bisa Anda manfaatkan saat data non-farm payrolls akan dirilis. Perhatikan grafik USD/JPY di bawah ini sebelum data di rilis :

5-30-2014 4-25-40 PM

1. Tentukan harga tertinggi dan harga terendah dari candle – candle pada hari bersangkutan. (sangat baik jika kondisi harga dalam keadaan sideways sebelum data di rilis)

12345 5-30-2014 4-25-40 PM

2. Pasang Pending Order Buy Stop di harga 103.157 dengan take profit dan stop loss masing – masing 30 point (risk and reward 1 : 1)

3. Pasang Pending Order Sell Stop di harga 102.828 dengan take profit dan stop loss masing – masing 30 point (risk and reward 1 : 1)

4. Jika salah satu pending order kena, maka tutuplah pending order lawannya.

5. Ternyata hasil data rilis bagus untuk USD (berwarna hijau) dan USD menguat dratis sekitar 50 point. Dalam contoh di bawah terlihat datanya naik dari 129K menjadi 175K, padahal “forecast”-nya hanya 151K.

new123  5-29-2014 9-13-01 PM

1asd 5-30-2014 4-25-40 PM

Efek data Non-farm Payrolls AS yang dirilis pada tanggal 9 Maret 2014 pukul 20.30 WIB terhadap pergerakan USD/JPY

Jika Anda ingin mencoba strategi ini, Silahkan Anda dapat mencobanya di demo account kami dengan mengunjungi website kami di www.foreximf.com atau menghubungi tim kami di 0821-1505-1612. Semoga informasi diatas berguna bagi semua yang membacanya.

Selamat menganalisa.

 

Article by Garry Adrian

Editing & proofreading by Eko Trijuni