Trading forex itu mudah. Dapatkan kemudahannya bersama broker forex terbaik dan terpercaya di Indonesia.

Sukses Trading Forex Dalam 5 Langkah

Salah satu pertanyaan yang paling banyak dilontarkan para pemula adalah bagaimana sebenarnya cara yang tepat memulai trading forex. Banyak sekali orang yang memulai trading hanya berbekal langganan sinyal trading, atau bahkan membayar mahal untuk training/workshop yang membahas strategi trading padahal mereka sebenarnya belum mengenal forex. Bahkan istilah “lot” atau “pip” pun mungkin belum mereka pahami.

Trader yang memulai trading tanpa pengetahuan yang cukup itu ibarat orang yang nekad terjun ke dalam danau padahal dia tidak bisa berenang. Hasilnya? Maut. Ya sih, memang ada beberapa yang selamat. Beberapa lho ya, hanya b-e-b-e-r-a-p-a. Itu pun karena mereka beruntung bisa segera bertemu dengan orang yang dengan sigap “melemparkan pelampung” ke arah mereka. Yang kurang beruntung? Lewat.

Anda perlu tahu bahwa trading itu bukan sekedar memelototi chart dan mencampuradukkan berbagai macam indikator. Trading itu adalah skill yang harus senantiasa diasah dengan konsisten tiap kali Anda melakukan transaksi.

Oh ya, perlu saya ingatkan lagi bahwa tidak ada yang namanya holy grail dalam trading. Bagi Anda yang baru mengenal istilah tersebut, “holy grail” adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebut suatu sistem atau strategi trading yang menjamin akurasinya. Dengan kata lain: tidak mungkin loss. Sekali lagi: hal seperti itu tidak ada!

Jadi, sebelum Anda terjebak dalam pencarian tak berujung untuk “holy grail”, izinkan saya untuk berbagi sedikit pengalaman untuk Anda yang baru ingin memulai forex trading.

  1. Pelajari dulu dasar-dasar trading

    Tidak ada seorang karateka pun yang menyandang sabuk hitam dalam semalam. Ia tentu harus memulai dari sabuk putih, mempelajari kuda-kuda, kihon, kata, kumite dan lain sebagainya. Butuh proses dan waktu yang tidak singkat untuk setidaknya menjadi karateka sabuk hitam.

    Trading pun demikian. Jangan mimpi bisa jadi trader dahsyat hanya karena Anda telah mengikuti sehari atau dua hari workshop tanpa sebelumnya memiliki dasar pengetahuan tentang trading. Setidaknya Anda harus tahu dulu apa itu lot, contract size, leverage, margin, risk management dan trading plan. Anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu trend, support dan resistance. Barulah Anda layak mempelajari teknik-teknik trading yang lebih kompleks.

  1. Berlatih mengenali pola

    Anda pernah melihat bagaimana atlet tenis meja dengan mudah melakukan servis dan memainkan bola yang bergerak demikian cepat? Mereka tidak mendapatkan keahlian itu hanya dalam sehari. Dibutuhkan banyak latihan dan memperhatikan arah pergerakan bola.

    Dalam analisa (teknikal) ada konsep “history repeats itself”. Sejarah selalu berulang. Dalam konteks ini yang berulang sebenarnya adalah pola, baik itu pola pergerakan harga ataupun pola indikator teknikal. Dengan mengenali pola-pola tertentu, Anda akan bisa memperkirakan ke mana kira-kira harga akan bergerak dengan mengacu pada “perilakunya” dari masa ke masa.

  1. Kembangkan trading plan

    Ini tahap yang akan menentukan akan jadi trader seperti apa Anda nanti. Di tahap ini Anda akan mendesain strategi yang akan Anda pergunakan dan tentu saja untuk bisa melaksanakan tahapan ini Anda harus sudah sukses menjalani dua tahap sebelumnya.

    Di tahap ini Anda bisa melakukan eksperimen dengan beberapa indikator teknikal yang berbeda, beberapa currency pair yang berbeda dan nantinya Anda akan menemukan strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda sebagai trader.

    Boleh saja Anda mencoba mengadopsi strategi trader lain yang telah sukses, tetapi Anda harus ingat bahwa satu strategi yang sukses dipakai orang lain belum tentu akan sukses juga di tangan Anda. Ini karena salah satu syarat strategi yang baik – seperti yang saya sebutkan di paragraph sebelum ini – adalah strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda.

  1. Coba strategi di akun demo

    Ya… ya… memang ada trader yang melewatkan tahapan demo dan langsung trading dengan live account karena ingin segera mendapatkan hasil dari trading. Memang ada pula yang bisa sukses tanpa melalui demo. Ada. Tidak semua.

    Demo memungkinkan Anda untuk menguji profitabilitas strategi trading Anda. Tidak hanya itu, demo juga bisa mengasah skill Anda.

    Di tahapan inilah Anda akan bisa mempelajari di mana kekuatan dan – yang lebih penting – kelemahan Anda dan strategi trading Anda. Jika Anda belum bisa profit konsisten di akun demo, saya tidak sarankan untuk buru-buru menggunakan live account.

    Konsisten profit di akun demo, barulah kemudian pergunakan real money.

  1. Lakukan evaluasi

    Ini tahap yang paling penting sekaligus paling berat untuk dilakukan. Di tahapan ini Anda harus menguji apakah strategi yang Anda pergunakan benar-benar bisa menghasilkan profit yang konsisten atau tidak. Jika tidak, maka itu saatnya Anda melakukan perbaikan atas strategi tersebut.

    Dalam melakukan evaluasi Anda harus fair. Ada kalanya kesalahan bukan terletak pada strategi trading Anda melainkan pada ketidakdisiplinan Anda menjalankan trading plan. Terkadang orang tidak mau mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dan ini fatal bagi seorang trader.

Forex trading bukanlah jalan untuk menjadi kaya mendadak. Pun bukan game computer yang bisa Anda menangkan dengan mengetikkan beberapa kode curang (cheat code). Trading itu bisnis dan seperti bisnis pada umumnya butuh waktu, tenaga dan – tentu saja – modal yang cukup untuk “memenangkan permainan”-nya.

Semoga beruntung.

3 Alasan Fed Mungkin Naikkan Suku Bunga

Federal Reserve (Fed) dijadwalkan akan mengumumkan tingkat suku bunga mereka tanggal 15 Juni 2017 pukul 01.00 WIB. Diperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari 1 persen menjadi 1,25 persen.

Sementara itu di awal bulan kita telah mengetahui bahwa data US Non-Farm Payrolls (US NFP) untuk bulan Mei 2017 memperlihatkan kenaikan hanya sebesar 138.000 di bulan Mei, jauh di bawah perkiraan para ekonom yaitu 181.000. Kendati demikian, menurut laporan U.S. Bureau of Labour Statistics tingkat pengangguran mengalami sedikit perbaikan menjadi 4,3%.

Meskipun demikian, ada pendapat bahwa data US NFP yang mengecewakan tersebut tidak akan menjadi penghalang bagi Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Juni ini. Memang data yang negatif itu bisa saja akan menimbulkan keraguan, tetapi setidaknya tiga alasan di bawah ini bisa dipertimbangkan mengapa Fed kemungkinan akan tetap menaikkan suku bunga pada pertemuan di Kamis mendatang.

1.Fed bukanlah trader eceran, mereka itu adalah bank sentral

Ya, Fed adalah bank sentral yang merupakan pembuat kebijakan. Mereka bukanlah trader kecil seperti kita.

Setelah rilis data US NFP di awal bulan ini, USD mengalami pelemahan. Pasar sepertinya agak meragukan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga di bulan ini. Tetapi sepertinya agak naif jika kita berpikir bahwa Fed akan bereaksi hanya pada satu data ekonomi saja. Bank sentral sebesar Fed pastilah akan melihat trend suatu data ekonomi.

Jika diperhatikan, angka US NFP konsisten berada di kisaran 100.000 hingga 300.000 dalam beberapa tahun terakhir, sementara tingkat pengangguran berada di kisaran relatif rendah.

suku bunga fed, trading forex, strategi forex

2. Harga komoditi berpotensi terus menyumbang laju inflasi AS

Pasar komoditi seperti emas dan logam mulia akhir-akhir ini bergerak sangat volatile. Ada banyak faktor yang mempengaruhi harga komoditi, salah satunya adalah inflasi. Pasca berakhirnya kebijakan longgar China, para investor tampaknya mulai khawatir akan meningkatnya inflasi. Namun banyak juga investor yang sepertinya lupa bahwa salah satu faktor kunci yang bisa meningkatkan laju inflasi adalah pelemahan dollar. Kita tahu bahwa mayoritas harga komoditi adalah dalam dollar. Dengan kata lain, pelemahan dollar akan meningkatkan harga komoditi.

Rencana kebijakan ekonomi Donald Trump seperti pemangkasan pajak, penyederhanaan peraturan dan peningkatan pembangunan infrastruktur berhasil mendongkrak USD pasca pemilu. Ini karena ada pemikiran bahwa hal-hal tersebut akan mampu memberikan tenaga bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Tetapi agenda ekonomi Trump sepertinya tersendat. Belum terlihat tanda-tanda Trump akan merealisasikan stimulus dalam waktu dekat, sehingga kita mungkin belum akan melihat penguatan tajam pada USD dalam waktu dekat.

3. Data ADP Non-farm payrolls tak akan diabaikan

Sektor swasta AS menambah pekerja dalam jumlah yang signifikan bulan lalu. Di bulan Mei, sektor swasta merekrut 253.000 pekerja, jauh melebihi perkiraan ekonom yaitu 180.000.

Aktivitas sektor swasta ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS sebenarnya masih berada dalam kondisi yang baik dan dalam trend yang positif. Pelambatan yang terjadi pada angka US NFP bisa jadi karena memang pemerintah AS tidak terlalu banyak merekrut pegawai di tengah naiknya pemerintahan Trump.

Bagaimana Peluangnya?

Untuk peluang trading forex jangka pendek, saat ini pilihan kami jatuh pada GBPUSD karena berdasarkan data yang kami miliki volatilitas pair ini paling tinggi di antara major currency pair yang lain setidaknya dalam satu tahun terakhir.

Untuk trading jangka menengah, pilihan kami juga jatuh pada GBPUSD sejauh ini faktor fundamental dan teknikal masih bisa dikatakan sejalan. Kita tahu bahwa kisar-kira sepekan yang lalu Inggris baru saja melaksanakan pemilu dan hasilnya memberikan sentimen negatif bagi GBPUSD. Hingga saat ini, outlook jangka menengah untuk GBPUSD masih bearish.

Jika sentimen yang masih negatif ini diperkuat oleh naiknya suku bunga Fed – yang berarti penguatan USD – maka outlook bearish bagi GBPUSD diperkirakan akan bertambah kuat. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal ini kemungkinan akan membawa GBPUSD semakin rendah untuk jangka menengah.

suku bunga fed, trading forex, strategi forex

Apa pun strategi forex yang akan Anda terapkan, pastikan Anda memiliki trading plan dan mempergunakan manajemen modal serta manajemen resiko yang tepat.

Happy hunting.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-2)

Dalam artikel di bagian pertama kita sudah membahas “anatomi” pasar sideways dan choppy; bagaimana bentuknya, apa yang membedakan kedua kondisi tersebut dan kondisi yang seperti apa yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuka posisi dalam forex trading. Sebagai penyegar, saya ingatkan kembali bahwa di artikel terdahulu dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan trading jika pasar masih dalam kondisi sideways, bukan choppy.

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya yang berjudul Tips Trading Forex Saat Market Sideways bagian yang pertama. Anda siap? Mari kita selesaikan urusan trik trading sideways market ini.

  1. Apa yang bisa dilakukan?

Ketika Anda bisa mengenali kondisi sideways – di mana Anda bisa melihat jarak yang jelas antar masing-masing gelombang dan ada jarak yang cukup lebar antara support dan resistance – langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy dan sell di antara support dan resistance tersebut.

Salah satu teknik yang bisa Anda pilih adalah bounce trading, atau biasa juga disebut range-bound trading. Konsep dasarnya adalah Anda menunggu hingga harga mencapai area support atau resistance, baru kemudian mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy (jika harga berada dekat area support) atau sinyal sell (jika harga berada di dekat area resistance).

Tetapi jangan salah sangka, teknik range-bound ini terkadang juga diwarnai oleh kejadian penembusan support atau resistance, tetapi breakout yang terjadi tidak boleh merupakan “valid breakout”. Kalaupun terjadi beberapa kali breakout, maka yang terjadi haruslah “false breakout”. Dalam kondisi sideways biasanya terjadi setidaknya satu kali false break dan kerap pula kemudian diikuti oleh pergerakan signifikan ke arah sebaliknya. Dengan kata lain, pemanfaatan false break sering memperbesar potensi keuntungan dalam range-bound trading.

Untuk mempelajari teknik range-bound trading (atau bounce trading), Anda bisa membaca salah satu bagian dari artikel di EduSpot yang berjudul Strategi Menggunakan Trendline.

Ilustrasi dari penjelasan di atas kira-kira seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Para trader biasanya juga memanfaatkan sinyal dari oscillator seperti stochastic atau CCI untuk membantu memberikan sinyal buy atau sell ketika harga berada di area support atau resistance. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa penggunaan oscillator seperti itu bukanlah satu-satunya metode, karena cukup banyak trader yang melakukan “blind entry”, yaitu masuk posisi ketika harga sudah menyentuh support (buy) atau resistance (sell) tanpa mempergunakan indikator teknikal lain.

trading forex, forex trading, tips trading forex

  1. Jangan Trading Saat Choppy Market

Jika pasar sedang bergerak choppy dan Anda tidak bisa melihat range trading yang jelas, maka pilihan yang terbaik biasanya adalah tidak melakukan trading. Yang perlu Anda lakukan adalah duduk manis dan mengamati pasar dan baru mencoba mencari peluang lagi jika Anda sudah bisa melihat ada range jelas yang terbentuk oleh pergerakan harga.

Jika Anda melihat sebuah pair bergerak choppy, maka pilihan terbaik adalah menghindar dari pair tersebut dan mencoba untuk mencari peluang di pair lain, sebab bisa jadi justru banyak peluang yang tercipta di pair lain. Jangan fanatik pada satu currency pair saja, karena itu sama saja dengan menyia-nyiakan potensi pasar yang memberikan akses ke banyak pair.

Semoga bermanfaat.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-1)

Ketika sedang bersemangat trading forex, mungkin Anda sering menemui kenyataan bahwa pasar bergerak sideways, atau sebagian trader menyebutnya “flat”. Ada pula yang menyebutnya dengan istilah yang lebih “kejam”, yaitu “pasar mati”. Bagaimana tips trading forex saat market sideways?

Banyak trader yang menghindari kondisi pasar seperti itu, karena mereka sering mengalami loss pada kondisi seperti itu. Mungkin Anda sendiri juga pernah mengalaminya, ketika Anda dengan berat hati terpaksa kehilangan keuntungan yang sebelumnya telah terkumpul gara-gara ditelan oleh kerugian selama pasar bergerak sideways. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah Anda tetap melakukan transaksi padahal strategi trading yang Anda miliki sebenarnya hanya cocok saat pasar dalam kondisi trending.

Meskipun demikian, sebenarnya tidak semua kondisi sideways adalah “jurang neraka” bagi trader forex. Sebenarnya ada kok, beberapa kondisi sideways yang cukup layak untuk “diperjuangkan”.

Nah, untuk itu kali ini saya akan mencoba menjabarkan beberapa tips yang bisa Anda coba ketika menemui pasar yang sedang bergerak dalam kondisi sideways.

  1. Perhatikan kondisi pasar: layak trading atau tidak

Kondisi sideways bisa menjadi layak untuk di-trading-kan JIKA Anda bisa melihat harga bergerak memantul-mantul dalam RANGE tertentu. Dengan kata lain, harga bergerak naik dan turun (berosilasi) di antara dua garis horizontal yang bisa Anda gambar di chart. Dua garis horizontal itulah yang biasa kita kenal dengan garis support dan resistance.

Tetapi ingat, Anda harus bisa melihat jelas bahwa ada “gelombang-gelombang” yang terjadi di antara support dan resistance tersebut dan ada jarak yang cukup di antara tiap-tiap gelombang. Itulah kondisi yang layak trading. Kondisi ini berbeda dengan kondisi choppy, yang akan saya jelaskan nanti.

Kira-kira, kondisi sideways yang saya maksud bentuknya kurang lebih akan seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Perhatikan bahwa dalam gambar di atas ada jarak yang terlihat jelas di antara support dan resistance, juga di antara tiap-tiap gelombang.

Lalu bagaimana dengan kondisi choppy? Lanjutkan saja membaca tulisan ini.

  1. Kondisi choppy: tidak layak trading

Kondisi choppy adalah istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang berkonsolidasi dalam range yang sempit. Anda tidak bisa melihat gelombang-gelombang yang terjadi dengan jelas.

Kondisi seperti ini tidak layak trading karena jarak antara titik balik yang terjadi tidak cukup lebar sehingga tidak memungkinkan untuk menerapkan risk-to-reward ratio yang baik.

Kondisi choppy lebih kurang bentuknya seperti gambar di bawah ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Perhatikan bahwa pada gambar di atas, price action yang berada dalam kotak bergerak sangat choppy dan bergerak dalam range yang sangat sempit. Perhatikan pula bahwa dua MA yang terpasang bergerak sangat rapat. Itulah tanda-tanda choppy market yang sebaiknya Anda jauhi.

Trading saat choppy market sebenarnya lebih dekat kepada gambling. Apalagi secara psikologis kondisi seperti ini sulit untuk dihadapi dan Anda akan mudah terjebak dengan mengira akan terjadi breakout, padahal tidak.

Baik, sampai di sini dulu pembahasan mengenai pasar sideways dan choppy. Di tulisan selanjutnya akan saya bahas trik trading forex dalam kondisi pasar sideways.

Tetap pantau blog ini.

Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (2)

Artikel ini merupakan artikel ke-2 di blog ini yang membahas mengenai strategi trading forex mempergunakan indikator teknikal DeMarker, atau yang biasa disebut DeM. Jika Anda belum mengenal indikator ini, saya sarankan untuk membaca tulisan pertama yang membahas mengenai DeM ini. Di artikel tersebut dijelaskan tentang pengetahuan dasar mengenai DeM dan bagaimana cara membacanya. Para trader biasa mempergunakan DeM untuk memperkirakan kondisi overbought dan oversold dan tentunya juga untuk memperkirakan kapan waktunya untuk membuka atau menutup posisi.

Biasanya cara mempergunakan DeM adalah dengan memperhatikan area overbought dan oversold yang disediakan indikator ini. Tetapi ingat ya, bahwa seperti halnya indikator teknikal lain, DeM pun tidak bisa menjamin bahwa sinyal yang dihasilkan akan akurat 100%. Itu kabar buruknya.

Kabar baiknya adalah sinyal yang muncul biasanya cukup konsisten untuk memberikan clue kepada para trader untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan. Tentu saja nantinya kemampuan Anda dalam mengenali dan menginterpretasi sinyal yang muncul dari DeM – sebagaimana indikator/sistem trading pada umumnya – hanya akan mengalami peningkatan melalui pengalaman.

Oke, bagaimana menurut Anda kalau di artikel kali ini kita mencoba untuk membangun sebuah sistem trading sederhana dengan memanfaatkan DeM? Jika Anda setuju, silakan lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai.

Perlu Anda ingat bahwa sistem trading yang dipaparkan di sini adalah untuk keperluan edukasi semata. Anda akan melihat beberapa contoh setup atau “sinyal trading” yang diperlihatkan dalam contoh, namun (sebagaimana yang telah kita pahami Bersama) ingatlah bahwa hasil di masa lalu bukanlah merupakan cerminan (apalagi jaminan!) bahwa sistem ini akan menghasilkan prestasi yang sama persis di masa datang.

Setting sistem trading sederhana ini adalah:

  • DeMarker periode 14
  • Exponential Moving Average (EMA) periode 14

Penampakannya akan menjadi seperti ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Oke, sekarang kita bahas “aturan pakai”-nya.

Aturan yang berlaku untuk sinyal buy:

  1. Tunggu hingga DeM turun ke area oversold, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali “memotong” ke atas level 0.3.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke atas EMA 14 (candlestick harus sudah close).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi buy.
  4. Tempatkan stop-loss (SL) di area support yang signifikan.
  5. Untuk target profit, Anda bisa memilih untuk menempatkan “take profit” (TP) dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau membiarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke bawah EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke bawah EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Aturan yang berlaku untuk sinyal sell:

  1. Tunggu hingga DeM naik ke area overbought, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali “memotong” ke bawah level 0.7.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke bawah EMA 14 (ingat: candlestick-nya harus sudah close dulu).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi sell.
  4. Tempatkan SL di area resistance yang signifikan.
  5. Tempatkan TP dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau biarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke atas EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke atas EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah bahwa pada umumnya sistem trading yang mempergunakan moving average biasanya tidak bisa bekerja dengan baik pada keadaan market yang sideway. Jadi Anda harus senantiasa memperhatikan bagaimana kondisi market saat Anda akan menerapkan sistem ini.

Nah, sederhana kan? Begitupun, Anda harus tetap ingat bahwa selalu ada resiko yang menyertai setiap transaksi. Itu artinya Anda bisa mengalami loss kapan saja. Untuk itu Anda harus senantiasa bijaksana mempergunakan modal dan menempatkan SL dalam setiap transaksi.

Selamat mencoba.

Mengapa US Non-Farm Payroll Penting Dalam Forex Trading?

Saya berasumsi bahwa Anda sebagai insan yang berkecimpung dalam forex trading tentu sering mendengar istilah “US Non-farm Payrolls”. Atau mungkin Anda cukup sering ikut serta dalam gegap gempita gejolak pasar yang muncul saat data ekonomi yang satu ini dirilis. Anda mungkin juga sudah mengetahui beberapa trik yang bisa dipergunakan untuk memanfaatkan data tersebut.

Kali ini saya tidak akan membahas trik trading memanfaatkan US Non-farm Payrolls (selanjutnya disebut US-NFP) ini, karena sudah cukup sering saya dan tim membahas topik tersebut dalam berbagai webinar dan workshop. Kali ini saya justru tertarik untuk membahas mengenai apa dan bagaimana sih sebenarnya US-NFP itu. Bisa dikatakan saya mencoba untuk membahas US-NFP hanya dari sisi fundamentalnya saja tanpa melibatkan analisa teknikal.

Apa Itu US-NFP?

US-NFP adalah laporan yang mengukur pertumbuhan pekerjaan di luar sektor pertanian, wirausaha, pekerja rumah tangga, militer dan agensi intelijen. Data ini diumumkan oleh US Bureau of Labor Statistics bersamaan dengan laporan tingkat pengangguran, biasanya setiap hari Jumat pertama tiap bulan. Secara umum, laporan ini menampilkan data perubahan jumlah pekerja di luar sektor yang disebutkan di atas dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Seringkali dipergunakan untuk mengukur kesehatan perekonomian.

Meskipun biasanya diumumkan di hari Jumat pertama tiap bulannya pada pukul 08.30 waktu setempat (atau 19.30 WIB), terkadang publikasi data ini diundur ke Jumat ke-2 apabila ternyata hari pertama di bulan itu adalah Jumat.

forex trading, US Non-farm Payrolls, US-NFP
Data US-NFP dari waktu ke waktu (Sumber: Forexfactory.com)

Data US-NFP ini merupakan salah satu data yang tergolong high impact. Sebagian trader menyebutnya sebagai “data besar” atau big figure. Julukan tersebut diberikan karena biasanya harga pasar (terutama forex) bergerak sangat volatile dan signifikan ketika data ini diumumkan. Berikut adalah salah satu contoh pergerakan yang sempat kami abadikan ketika data US-NFP dirilis.

forex trading, US Non-farm Payrolls, US-NFP

Sepenting Apa Data US-NFP Ini?

Seperti yang telah disebutkan di atas, angka yang dipublikasikan dalam laporan US-NFP merupakan pertumbuhan pekerjaan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Selain itu laporan ini juga mengandung banyak petunjuk berharga bagi tenaga kerja yang memiliki dampak langsung ke pasar modal, nilai tukar USD dan harga emas.

US-NFP merupakan alat utama yang dipergunakan untuk menentukan kesehatan ekonomi Amerika Serikat secara umum. Total US-NFP mencakup kira-kira 80% dari jumlah pekerja yang memiliki andil dalam membentuk GDP (Gross Domestic Product/PDB) Amerika Serikat.

Data ini juga memperlihatkan statistik pengangguran Amerika Serikat, mencakup tingkat pengangguran secara umum, tingkat pengangguran jangka panjang dan tingkat pengangguran muda. Tingkat partisipasi tenaga kerja juga merupakan data statistik penting yang dipergunakan untuk mengukur seberapa tinggi sebenarnya tingkat pengangguran di negara tersebut.

Apa Saja Yang Dilaporkan?

Data statistik yang menyertai laporan US-NFP juga bisa menjadi panduan, sektor mana yang merekrut pekerja paling banyak, mana yang merekrut paling sedikit, juga di sektor mana terjadi pengurangan tenaga kerja.

Sektor pekerjaan yang masuk dalam daftar di antaranya adalah jasa profesional dan bisnis, layanan kesehatan, aktivitas finansial, pertambangan, konstruksi, manufaktur, penjualan grosir dan eceran, transportasi, informasi, rekreasi.

Laporan US-NFP juga menyediakan data tambahan seperti waktu dan upah kerja rata-rata per jam dan pertumbuhan upah. Laporan yang dipublikasikan setiap bulan sangat mungkin menyertakan revisi untuk laporan sebelumnya.

Biasanya, pertumbuhan upah yang terbaik terjadi di bulan Mei dengan perutmbuhan pekerja rata-rata sebesar 129.000, sementara bulan terburuk biasanya adalah di bulan Agustus dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 69.000 pekerja. Sejarah mencatat bahwa tahun 1994 merupakan tahun terbaik yang mencatatkan 3,85 juta pekerja sepanjang tahun tersebut. Sebaliknya tahun terburuk dalam sejarah US-NFP adalah tahun 2009, di mana terjadi pengurangan jumlah pekerja sebesar 5,05 juta.

Bagaimana Efeknya Terhadap Forex?

Trader forex biasanya memantau berbagai indikator ekonomi untuk mencari petunjuk tentang arah pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain US-NFP, beberapa data ekonomi yang biasanya juga dipantau adalah Consumer Price Index (CPI), data perumahan (housing starts, new home sales), Gross Domestic Product (GDP), initial claims serta unemployment rate.

Seperti halnya data ekonomi lain, perbedaan antara data aktual dengan perkiraan akan menentukan efek data tersebut terhadap pergerakan pasar. Jika angka US-NFP mengalami peningkatan, maka itu bisa menjadi indikasi bahwa perekonomian AS sedang tumbuh, demikian pula sebaliknya. Meskipun demikian, jika pertumbuhan angka US-NFP yang terjadi sangat tinggi dan cepat, ini juga bisa menjadi indikasi bahwa laju inflasi akan mengalami peningkatan pula.

Dalam konteks forex trading, angka aktual dan perkiraan US-NFP sangat dianggap serius. Jika US-NFP dipublikasikan lebih tinggi daripada perkiraan maka para spekulan pasar uang biasanya akan lebih suka membeli USD yang biasanya akan menyebabkan penguatan USD, demikian sebaliknya.

Pergerakan USD yang biasanya volatile inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para trader forex untuk mencoba meraih peluang keuntungan. Banyak teknik trading yang bisa dipergunakan untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Anda tertarik untuk mengetahui teknik apa saja yang bisa Anda pakai? Kalau ya, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui Live Chat.

Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (1)

Kali ini saya ingin membahas trik trading forex dengan mempergunakan salah satu indikator teknikal yang bernama DeMarker, atau biasa disebut “DeM”. Indikator ini bisa Anda temukan sebagai indikator bawaan dalam platform trading MetaTrader4.

Indikator teknikal yang satu ini termasuk keluarga “oscillator”, yang dirancang oleh Tom Demarker untuk memperkirakan seberapa tinggi tingkat permintaan atas suatu currency pair. Indikator ini juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Dalam perkembangan lebih lanjut juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan batasan resiko dan target.

DeM dimasukkan ke dalam keluarga “oscillator” karena fisiologinya membentuk kurva yang berfluktuasi di antara nilai nol dan 1 (satu). Beberapa varian lain dari indikator ini ada juga yang mempergunakan angka di antara 100 dan -100.

Pada pengaturan dasar, indikator ini memiliki level garis di nilai 0.30 dan 0.70 sebagai area “peringatan”. Jika kurva indikator berada di atas 0.70 maka pasar dianggap berada dalam kondisi overbought, sebaliknya jika berada di bawah 0.30 maka pasar dianggap berada dalam kondisi oversold.

Penampakan DeMarker

Penampakan indikator DeM di chart adalah sebagai berikut:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

DeM hanya memiliki satu kurva. Biasanya indikator ini juga dikombinasikan dengan indikator Exponential Moving Average (EMA) untuk mempertegas sinyal yang diberikan oleh DeM. Dalam setting kombinasi indikator ini, DeM berfungsi sebagai leading indicator yang dianggap bisa memberikan sinyal bahwa pasar berpotensi akan mengubah arah trend-nya. Sementara, EMA adalah lagging indicator yang berfungsi untuk mengonfirmasi sinyal dari DeM.

Indikator ini lebih banyak dipergunakan untuk mencari sinyal buy daripada sell, karena sinyal buy yang muncul biasanya jauh lebih valid daripada sinyal sell yang muncul. Jika kita mempergunakan DeM di time-frame yang lebih pendek maka ia akan menjadi lebih sensitif (memberikan lebih banyak sinyal), namun dengan demikian juga berpotensi memunculkan lebih banyak false signal.

Di artikel berikutnya, kita akan membahas bagaimana trik mempergunakan DeMarker dalam trading forex dan bagaimana cara membaca sinyal-sinyal yang beragam yang muncul dari indikator ini.

Sampai jumpa.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Strategi Trading Forex: Double Bollinger Bands

Anda mungkin sering mendengar – atau bahkan menggunakan – salah satu indikator teknikal yang bernama “Bollinger Bands”(selanjutnya kita sebut BB). Wajar jika Anda sering mendengarnya, karena indikator yang dinamai dengan nama penciptanya ini (John Bollinger) memang salah satu indikator teknikal yang cukup terkenal di kalangan forex trader.

Kebanyakan trader hanya memasang satu BB saja di chart mereka. Nah, kali ini kita akan mencoba membahas salah satu strategi trading yang memanfaatkan DUA BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini biasa dikenal dengan nama Strategi Trading Forex dengan Double Bollinger Bands. Agar lebih mudah, kita sebut saja strategi trading “Double-BB”.

Mechanical Trading System

Sebagaimana strategi trading yang mempergunakan indikator teknikal, maka Double-BB ini juga merupakan mechanical trading system, yaitu sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal untuk memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena trader yang menggunakan sistem trading seperti ini seharusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Sebenarnya mechanical trading system lebih “ringan” daripada analisa teknikal yang kompleks, semisal mempergunakan price pattern atau candlestick pattern. Itulah sebabnya metode ini cukup bersahabat bagi trader yang “kurang sabar” dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisa dengan mempergunakan analisa teknikal yang lebih kompleks. Jadi, metode trading ini lebih sederhana.  Tetapi ingat, karena itulah metode trading seperti ini terkadang memiliki tingkat kesuksesan yang cukup rendah. Ada kelebihan (sederhana), ada pula kelemahannya.

Intinya, Anda harus menyadari bahwa dalam dunia analisa teknikal tidak ada yang namanya “holy grail”, yaitu suatu sistem yang dipercaya “anti-loss”. Tetap saja ada peluang untuk kerugian.

Bagaimana Sebenarnya Double-BB Ini?

Seperti yang disebutkan di atas, Double-BB mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini sangat sederhana, karena meskipun nanti akan ada candlestick yang terlibat namun pada dasarnya Anda tidak perlu pusing menghafalkan nama-nama candlestick pattern.

Strategi ini tidak mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu di depan chart. Bahkan Anda hanya perlu melongok chart daily (D1) beberapa menit saja setiap harinya.  Jika Anda melihat ada peluang trading berdasarkan sistem ini, maka Anda bisa membuka posisi. Jika tidak, Anda tinggal kembali melihat chart di keesokan harinya. Tidak perlu melihat time-frame lain, indikator teknikal lain, dan sebagainya.

Cara Menerapkan Double-BB

Seperti yang saya janjikan, metode ini sangat sederhana. Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Itu saja.

Pasang indikator BB di chart Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period: 20
Deviations: 2
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, karena deviations yang dimasukkan bernilai 2 (dua), maka untuk selanjutnya BB yang ini kita sebut sebagai BB-2.

Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi kali ini di kotak deviations masukkan angka 1 (satu). BB yang ini selanjutnya kita namakan BB-1. Jadi pengaturannya adalah:

Period: 20
Deviations: 1
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Dalam contoh ini, saya menggunakan dua warna yang berbeda untuk masing-masing BB, yaitu warna merah untuk BB-2 dan biru untuk BB-1. Tentu saja Anda bebas memilih warna favorit.

Sudah, itu saja yang perlu Anda pasang di chart Anda. Oh ya, jangan lupa: pasang di chart DAILY (D1). Di bawah ini adalah contoh penampakannya.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, kalau Anda perhatikan chart di atas, Anda akan bisa melihat bahwa BB-2 berada di luar sementara BB-1 berada di dalam. Perhatikan bahwa middle band BB-1 dan BB-2 letaknya sama persis, karena memang perbedaan deviasi (deviations) tidak akan mempengaruhi letak middle band.

OK, sekarang kita masuk ke bagian yang agak “rumit”.

Jangan panik dulu. Yang “rumit” sebenarnya adalah cara menjelaskannya, bukan menggunakannya. Itu karena saya tidak bisa menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjelaskan cara kerja strategi ini. Jadi mungkin ada baiknya Anda siapkan dulu secangkir cappuccino dan beberapa cemilan.

Cappuccino Anda sudah siap? Kalau begitu, mari kita lanjutkan.

Aturan BUY

Untuk membuka posisi buy:

  • Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi di masih bawah upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini. Chart di bawah ini adalah screen capture pergerakan USDJPY di chart D1. Bagian yang di-highlight merupakan candlestick tanggal 15, 18 dan 19 Agustus 2014.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Aturan SELL

Untuk membuka posisi sell:

  • Pastikan ada candlestick yang close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Penutup

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Anda bisa mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart sebagai salah satu strategi trading forex yang sederhana. Ini adalah salah satu contoh mechanical trading system yang sederhana.

Ingat selalu bahwa tidak ada jaminan bahwa akurasi strategi trading ini adalah 100%, maka dari itu selalu perhatikan pembatasan resiko dan pengaturan modal Anda.

Jika ada yang ingin Anda konsultasikan terkait strategi ini, silakan hubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Selamat mencoba.

Strategi Forex Trading Dengan Price Action: Mungkinkah?

Dalam analisa teknikal, muncul banyak sekali metode cara melakukan analisa. Salah satunya menggunakan metode strategi forex trading dengan price action. Mungkin di suatu ketika Anda tanpa sengaja melihat seorang trader forex melakukan analisa tanpa mempergunakan indikator teknikal apa pun. Ia hanya mempergunakan garis-garis horizontal, diagonal atau mungkin bahkan vertikal. Betul-betul tidak ada satu pun indikator teknikal di chart yang ia perhatikan.

Kira-kira apa reaksi Anda ketika melihatnya? Kagum? Heran? Atau justru menganggapnya aneh?

Jika Anda merasa heran atau menganggapnya aneh, mungkin itu karena Anda terbiasa dengan model analisa yang mempergunakan banyak warna-warni indikator teknikal. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa sebenarnya memang ada metode analisa yang tidak memanfaatkan indikator teknikal sama sekali yang biasa disebut dengan naked trading.

Para penganut naked trading hanya mempergunakan grafik pergerakan harga (candlestick atau bar chart) sebagai acuan analisa mereka, atau yang biasa disebut dengan price action. Nah, tulisan kali ini mencoba untuk memperkenalkan naked trading mempergunakan price action, sebagai salah satu metode yang (sebenarnya) cukup popular di kalangan trader forex.

Price Action

Kita mulai dari definisi price action trading itu sendiri.

Dengan bahasa yang disederhanakan (setidaknya saya berupaya untuk menyederhanakannya), price action trading adalah teknik trading yang memungkinkan Anda untuk “membaca” potensi pergerakan pasar dan membuat keputusan berdasarkan pergerakan harga saja. Jadi tidak mengandalkan indikator teknikal.

“Aliran” ini berkembang karena menganggap bahwa (kebanyakan) indikator teknikal itu bersifat lagging, alias telat. Itu karena output dari mayoritas indikator teknikal merupakan “produk” dari perhitungan berdasarkan pergerakan harga yang telah terjadi. Dengan kata lain, indikator teknikal memberikan informasi berdasarkan pergerakan harga “di masa lalu”.

Nah, mungkin ada pertanyaan: mengapa melakukan analisa berdasarkan informasi “dari masa lalu”, sementara faktor terpenting dalam trading adalah apa yang dilakukan pasar saat ini dan apa yang kemungkinan besar akan mereka lakukan dalam waktu dekat?

Jawabannya adalah bahwa dengan mempergunakan strategi tertentu, informasi pergerakan harga “dari masa lalu” bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya dalam waktu dekat. Hanya saja, metode price action tidak mempergunakan indikator teknikal yang dianggap lagging.

Metode ini hanya memanfaatkan chart pergerakan harga, biasanya dengan mempelajari pola-pola candlestick atau pola yang terbentuk dari sekumpulan candlestick atau bar chart. Contoh pola-pola tersebut bisa Anda pelajari di sini.

Contoh Strategi

Di atas sudah disebutkan bahwa pola candlestick merupakan salah satu implementasi price action trading. Nah, sekarang saya mencoba untuk memberikan contoh penggunaan candlestick pattern sebagai strategi trading.

Kita ambil contoh penggunaan pola morning star sebagai strategi buy.

Morning star adalah pola candlestick (candlestick pattern) yang terbentuk oleh tiga buah candlestick chart.

Morning star dapat Anda kenali memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari sebuah downtrend.
  2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa merupakan candlestick bullish ataupun bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada “keragu-raguan” di pasar.
  3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola morning star.

Bentuk polanya lebih kurang seperti berikut ini:

Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Contoh strategi yang bisa diterapkan adalah strategi “agresif” dan “konservatif”. Bagaimana penerapannya?

  • Strategi agresif

    Anda bisa membuka posisi buy segera setelah candlestick yang ke-3 selesai (closed). Stop loss ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

  • Strategi konservatif

    Posisi buy dibuka hanya apabila pergerakan harga telah tembus ke atas harga tertinggi yang dibentuk oleh pola tersebut. Stop loss bisa ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-3 atau ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Metode ini hanyalah salah satu dari sekian banyak metode analisa yang bisa Anda pelajari dan pergunakan. Tentu saja tidak ada metode analisa atau strategi trading forex yang sempurna. Demikian juga dengan metode price action. Tetap ada ruang untuk kesalahan, atau kemungkinan pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan. Oleh karena itu, tetaplah pergunakan manajemen resiko dan manajamen modal yang baik dan pastikan metode yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan karakter Anda sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.