Temukan tips dan trik yang bermanfaat untuk menuntun Anda menemukan strategi dan taktik yang tepat dalam trading. Tips dan trik forex trading ini kami rangkum khusus untuk Anda.

Liputan Khusus Pemilu Jerman: “Jika Merkel Kalah….”

Rakyat Jerman akan mengadakan pemilu. Calon kanselir incumbent Angela Merkel saat ini masih memimpin dalam berbagai polling. Bahkan isu yang dihembuskan oleh rivalnya, Martin Schulz, tentang imigrasi sepertinya tidak terlalu mempengaruhi popularitas Merkel di antara pada pendukungnya.

Di belahan dunia lain sebelumnya ada fenomena menarik bagaimana pemimpin politik yang telah “mapan” dikalahkan oleh pendatang baru di dunia politik. Sebut saja Donald Trump di Amerika Serikat dan Emmanuel Macron di Perancis. Maka meskipun Merkel sampai dengan saat ini masih memiliki benteng pertahanan politis yang kuat, bukan tidak mungkin fenomena yang terjadi di Amerika Serikat dan Perancis akan menyentuh Jerman juga. Saat ini rakyat Jerman memiliki alternatif pilihan yang mengusung semangat nasionalisme, anti imigrasi serta sentimen anti Islam yang akan menguasai parlemen.

Sistem pemerintahan Jerman memungkinan semua partai yang ada direpresentasikan dalam pemerintahan yang baru nanti, tetapi perubahan yang besar hampir bisa dipastikan akan terjadi jika Merkel tidak mampu meraih suara mayoritas.

Schulz Sang Penantang

Martin Schulz, pemimpin partai Sosial Demokrat, merupakan penantang utama Merkel. Schulz terus berupaya untuk menyusul popularitas Merkel meskipun polling memperlihatkan bahwa upaya itu sepertinya tidak terlalu berarti. Namun ada hal yang cukup bermakna karena penelitian terkini memperlihatkan bahwa isu-isu sosial mulai menjadi hal yang sangat penting bagi rakyat Jerman. Sosial Demokrat semestinya bisa bermain dan mengambil keuntungan di area ini sesuai dengan slogan Schulz, “Zeit für mehr Gerechtigkeit”, yang artinya adalah “Waktunya untuk menjadi lebih berkeadilan.”

Schulz telah berusaha keras untuk mengemukakan isu-isu kontroversial terkait imigrasi sepanjang debat yang disiarkan di televise dan masih berusaha untuk mengejar ketertinggalan melalui polling. Ia mengklaim bahwa masih ada 46% pemilih yang masih belum memutuskan akan memilih siapa.

Bagaimana Jika Merkel Kalah?

Apa yang akan terjadi di Uni Eropa jika seandainya Angela Merkel kalah dalam pertarungan politik Jerman ini?

Presiden Perancis Emmanuel Macron akan menjadi kekuatan politik yang dominan di Uni Eropa dan akan dengan leluasa memasukkan agenda integrasi. Meskipun demikian, kekhawatiran utama adalah ketidakpastian yang sangat mungkin akan muncul mengingat pemimpin yang masih “hijau” dan baru saja menyelaraskan koalisi dengan Jerman.

Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai prospek ekonomi Jerman  dan kepercayaan di level Uni Eropa. Saat ini perekonomian Jerman sedang bertumbuh seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran. Perubahan radikal yang terjadi di peta perpolitikan Jerman – kendati ada juga pendapat bahwa pesatnya perekonomian Jerman tidak berhubungan dengan Merkel – dikhawatirkan akan menghentikan laju pertumbuhan ekonomi tersebut.

Berkaca dari pengalaman sterling sepanjang proses Brexit, pasar tidak menyukai ketidakpastian seperti ini.

Jika terjadi kekecewaan di Jerman, meskipun kecil kemungkinannnya, akan menjadi berita baik bagi poundsterling dan menekan euro. Tetapi Macron mungkin telah membuat langkah-langkah pencegahan untuk menstabulkan euro.

Kita tunggu saja.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-2)

Dalam artikel di bagian pertama kita sudah membahas “anatomi” pasar sideways dan choppy; bagaimana bentuknya, apa yang membedakan kedua kondisi tersebut dan kondisi yang seperti apa yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuka posisi dalam forex trading. Sebagai penyegar, saya ingatkan kembali bahwa di artikel terdahulu dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan trading jika pasar masih dalam kondisi sideways, bukan choppy.

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya yang berjudul Tips Trading Forex Saat Market Sideways bagian yang pertama. Anda siap? Mari kita selesaikan urusan trik trading sideways market ini.

  1. Apa yang bisa dilakukan?

Ketika Anda bisa mengenali kondisi sideways – di mana Anda bisa melihat jarak yang jelas antar masing-masing gelombang dan ada jarak yang cukup lebar antara support dan resistance – langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy dan sell di antara support dan resistance tersebut.

Salah satu teknik yang bisa Anda pilih adalah bounce trading, atau biasa juga disebut range-bound trading. Konsep dasarnya adalah Anda menunggu hingga harga mencapai area support atau resistance, baru kemudian mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy (jika harga berada dekat area support) atau sinyal sell (jika harga berada di dekat area resistance).

Tetapi jangan salah sangka, teknik range-bound ini terkadang juga diwarnai oleh kejadian penembusan support atau resistance, tetapi breakout yang terjadi tidak boleh merupakan “valid breakout”. Kalaupun terjadi beberapa kali breakout, maka yang terjadi haruslah “false breakout”. Dalam kondisi sideways biasanya terjadi setidaknya satu kali false break dan kerap pula kemudian diikuti oleh pergerakan signifikan ke arah sebaliknya. Dengan kata lain, pemanfaatan false break sering memperbesar potensi keuntungan dalam range-bound trading.

Untuk mempelajari teknik range-bound trading (atau bounce trading), Anda bisa membaca salah satu bagian dari artikel di EduSpot yang berjudul Strategi Menggunakan Trendline.

Ilustrasi dari penjelasan di atas kira-kira seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Para trader biasanya juga memanfaatkan sinyal dari oscillator seperti stochastic atau CCI untuk membantu memberikan sinyal buy atau sell ketika harga berada di area support atau resistance. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa penggunaan oscillator seperti itu bukanlah satu-satunya metode, karena cukup banyak trader yang melakukan “blind entry”, yaitu masuk posisi ketika harga sudah menyentuh support (buy) atau resistance (sell) tanpa mempergunakan indikator teknikal lain.

trading forex, forex trading, tips trading forex

  1. Jangan Trading Saat Choppy Market

Jika pasar sedang bergerak choppy dan Anda tidak bisa melihat range trading yang jelas, maka pilihan yang terbaik biasanya adalah tidak melakukan trading. Yang perlu Anda lakukan adalah duduk manis dan mengamati pasar dan baru mencoba mencari peluang lagi jika Anda sudah bisa melihat ada range jelas yang terbentuk oleh pergerakan harga.

Jika Anda melihat sebuah pair bergerak choppy, maka pilihan terbaik adalah menghindar dari pair tersebut dan mencoba untuk mencari peluang di pair lain, sebab bisa jadi justru banyak peluang yang tercipta di pair lain. Jangan fanatik pada satu currency pair saja, karena itu sama saja dengan menyia-nyiakan potensi pasar yang memberikan akses ke banyak pair.

Semoga bermanfaat.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-1)

Ketika sedang bersemangat trading forex, mungkin Anda sering menemui kenyataan bahwa pasar bergerak sideways, atau sebagian trader menyebutnya “flat”. Ada pula yang menyebutnya dengan istilah yang lebih “kejam”, yaitu “pasar mati”. Bagaimana tips trading forex saat market sideways?

Banyak trader yang menghindari kondisi pasar seperti itu, karena mereka sering mengalami loss pada kondisi seperti itu. Mungkin Anda sendiri juga pernah mengalaminya, ketika Anda dengan berat hati terpaksa kehilangan keuntungan yang sebelumnya telah terkumpul gara-gara ditelan oleh kerugian selama pasar bergerak sideways. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah Anda tetap melakukan transaksi padahal strategi trading yang Anda miliki sebenarnya hanya cocok saat pasar dalam kondisi trending.

Meskipun demikian, sebenarnya tidak semua kondisi sideways adalah “jurang neraka” bagi trader forex. Sebenarnya ada kok, beberapa kondisi sideways yang cukup layak untuk “diperjuangkan”.

Nah, untuk itu kali ini saya akan mencoba menjabarkan beberapa tips yang bisa Anda coba ketika menemui pasar yang sedang bergerak dalam kondisi sideways.

  1. Perhatikan kondisi pasar: layak trading atau tidak

Kondisi sideways bisa menjadi layak untuk di-trading-kan JIKA Anda bisa melihat harga bergerak memantul-mantul dalam RANGE tertentu. Dengan kata lain, harga bergerak naik dan turun (berosilasi) di antara dua garis horizontal yang bisa Anda gambar di chart. Dua garis horizontal itulah yang biasa kita kenal dengan garis support dan resistance.

Tetapi ingat, Anda harus bisa melihat jelas bahwa ada “gelombang-gelombang” yang terjadi di antara support dan resistance tersebut dan ada jarak yang cukup di antara tiap-tiap gelombang. Itulah kondisi yang layak trading. Kondisi ini berbeda dengan kondisi choppy, yang akan saya jelaskan nanti.

Kira-kira, kondisi sideways yang saya maksud bentuknya kurang lebih akan seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Perhatikan bahwa dalam gambar di atas ada jarak yang terlihat jelas di antara support dan resistance, juga di antara tiap-tiap gelombang.

Lalu bagaimana dengan kondisi choppy? Lanjutkan saja membaca tulisan ini.

  1. Kondisi choppy: tidak layak trading

Kondisi choppy adalah istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan kondisi pasar yang berkonsolidasi dalam range yang sempit. Anda tidak bisa melihat gelombang-gelombang yang terjadi dengan jelas.

Kondisi seperti ini tidak layak trading karena jarak antara titik balik yang terjadi tidak cukup lebar sehingga tidak memungkinkan untuk menerapkan risk-to-reward ratio yang baik.

Kondisi choppy lebih kurang bentuknya seperti gambar di bawah ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Perhatikan bahwa pada gambar di atas, price action yang berada dalam kotak bergerak sangat choppy dan bergerak dalam range yang sangat sempit. Perhatikan pula bahwa dua MA yang terpasang bergerak sangat rapat. Itulah tanda-tanda choppy market yang sebaiknya Anda jauhi.

Trading saat choppy market sebenarnya lebih dekat kepada gambling. Apalagi secara psikologis kondisi seperti ini sulit untuk dihadapi dan Anda akan mudah terjebak dengan mengira akan terjadi breakout, padahal tidak.

Baik, sampai di sini dulu pembahasan mengenai pasar sideways dan choppy. Di tulisan selanjutnya akan saya bahas trik trading forex dalam kondisi pasar sideways.

Tetap pantau blog ini.

Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (2)

Artikel ini merupakan artikel ke-2 di blog ini yang membahas mengenai strategi trading forex mempergunakan indikator teknikal DeMarker, atau yang biasa disebut DeM. Jika Anda belum mengenal indikator ini, saya sarankan untuk membaca tulisan pertama yang membahas mengenai DeM ini. Di artikel tersebut dijelaskan tentang pengetahuan dasar mengenai DeM dan bagaimana cara membacanya. Para trader biasa mempergunakan DeM untuk memperkirakan kondisi overbought dan oversold dan tentunya juga untuk memperkirakan kapan waktunya untuk membuka atau menutup posisi.

Biasanya cara mempergunakan DeM adalah dengan memperhatikan area overbought dan oversold yang disediakan indikator ini. Tetapi ingat ya, bahwa seperti halnya indikator teknikal lain, DeM pun tidak bisa menjamin bahwa sinyal yang dihasilkan akan akurat 100%. Itu kabar buruknya.

Kabar baiknya adalah sinyal yang muncul biasanya cukup konsisten untuk memberikan clue kepada para trader untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan. Tentu saja nantinya kemampuan Anda dalam mengenali dan menginterpretasi sinyal yang muncul dari DeM – sebagaimana indikator/sistem trading pada umumnya – hanya akan mengalami peningkatan melalui pengalaman.

Oke, bagaimana menurut Anda kalau di artikel kali ini kita mencoba untuk membangun sebuah sistem trading sederhana dengan memanfaatkan DeM? Jika Anda setuju, silakan lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai.

Perlu Anda ingat bahwa sistem trading yang dipaparkan di sini adalah untuk keperluan edukasi semata. Anda akan melihat beberapa contoh setup atau “sinyal trading” yang diperlihatkan dalam contoh, namun (sebagaimana yang telah kita pahami Bersama) ingatlah bahwa hasil di masa lalu bukanlah merupakan cerminan (apalagi jaminan!) bahwa sistem ini akan menghasilkan prestasi yang sama persis di masa datang.

Setting sistem trading sederhana ini adalah:

  • DeMarker periode 14
  • Exponential Moving Average (EMA) periode 14

Penampakannya akan menjadi seperti ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Oke, sekarang kita bahas “aturan pakai”-nya.

Aturan yang berlaku untuk sinyal buy:

  1. Tunggu hingga DeM turun ke area oversold, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali “memotong” ke atas level 0.3.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke atas EMA 14 (candlestick harus sudah close).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi buy.
  4. Tempatkan stop-loss (SL) di area support yang signifikan.
  5. Untuk target profit, Anda bisa memilih untuk menempatkan “take profit” (TP) dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau membiarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke bawah EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke bawah EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Aturan yang berlaku untuk sinyal sell:

  1. Tunggu hingga DeM naik ke area overbought, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali “memotong” ke bawah level 0.7.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke bawah EMA 14 (ingat: candlestick-nya harus sudah close dulu).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi sell.
  4. Tempatkan SL di area resistance yang signifikan.
  5. Tempatkan TP dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau biarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke atas EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke atas EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah bahwa pada umumnya sistem trading yang mempergunakan moving average biasanya tidak bisa bekerja dengan baik pada keadaan market yang sideway. Jadi Anda harus senantiasa memperhatikan bagaimana kondisi market saat Anda akan menerapkan sistem ini.

Nah, sederhana kan? Begitupun, Anda harus tetap ingat bahwa selalu ada resiko yang menyertai setiap transaksi. Itu artinya Anda bisa mengalami loss kapan saja. Untuk itu Anda harus senantiasa bijaksana mempergunakan modal dan menempatkan SL dalam setiap transaksi.

Selamat mencoba.

Mengapa US Non-Farm Payroll Penting Dalam Forex Trading?

Saya berasumsi bahwa Anda sebagai insan yang berkecimpung dalam forex trading tentu sering mendengar istilah “US Non-farm Payrolls”. Atau mungkin Anda cukup sering ikut serta dalam gegap gempita gejolak pasar yang muncul saat data ekonomi yang satu ini dirilis. Anda mungkin juga sudah mengetahui beberapa trik yang bisa dipergunakan untuk memanfaatkan data tersebut.

Kali ini saya tidak akan membahas trik trading memanfaatkan US Non-farm Payrolls (selanjutnya disebut US-NFP) ini, karena sudah cukup sering saya dan tim membahas topik tersebut dalam berbagai webinar dan workshop. Kali ini saya justru tertarik untuk membahas mengenai apa dan bagaimana sih sebenarnya US-NFP itu. Bisa dikatakan saya mencoba untuk membahas US-NFP hanya dari sisi fundamentalnya saja tanpa melibatkan analisa teknikal.

Apa Itu US-NFP?

US-NFP adalah laporan yang mengukur pertumbuhan pekerjaan di luar sektor pertanian, wirausaha, pekerja rumah tangga, militer dan agensi intelijen. Data ini diumumkan oleh US Bureau of Labor Statistics bersamaan dengan laporan tingkat pengangguran, biasanya setiap hari Jumat pertama tiap bulan. Secara umum, laporan ini menampilkan data perubahan jumlah pekerja di luar sektor yang disebutkan di atas dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Seringkali dipergunakan untuk mengukur kesehatan perekonomian.

Meskipun biasanya diumumkan di hari Jumat pertama tiap bulannya pada pukul 08.30 waktu setempat (atau 19.30 WIB), terkadang publikasi data ini diundur ke Jumat ke-2 apabila ternyata hari pertama di bulan itu adalah Jumat.

forex trading, US Non-farm Payrolls, US-NFP
Data US-NFP dari waktu ke waktu (Sumber: Forexfactory.com)

Data US-NFP ini merupakan salah satu data yang tergolong high impact. Sebagian trader menyebutnya sebagai “data besar” atau big figure. Julukan tersebut diberikan karena biasanya harga pasar (terutama forex) bergerak sangat volatile dan signifikan ketika data ini diumumkan. Berikut adalah salah satu contoh pergerakan yang sempat kami abadikan ketika data US-NFP dirilis.

forex trading, US Non-farm Payrolls, US-NFP

Sepenting Apa Data US-NFP Ini?

Seperti yang telah disebutkan di atas, angka yang dipublikasikan dalam laporan US-NFP merupakan pertumbuhan pekerjaan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Selain itu laporan ini juga mengandung banyak petunjuk berharga bagi tenaga kerja yang memiliki dampak langsung ke pasar modal, nilai tukar USD dan harga emas.

US-NFP merupakan alat utama yang dipergunakan untuk menentukan kesehatan ekonomi Amerika Serikat secara umum. Total US-NFP mencakup kira-kira 80% dari jumlah pekerja yang memiliki andil dalam membentuk GDP (Gross Domestic Product/PDB) Amerika Serikat.

Data ini juga memperlihatkan statistik pengangguran Amerika Serikat, mencakup tingkat pengangguran secara umum, tingkat pengangguran jangka panjang dan tingkat pengangguran muda. Tingkat partisipasi tenaga kerja juga merupakan data statistik penting yang dipergunakan untuk mengukur seberapa tinggi sebenarnya tingkat pengangguran di negara tersebut.

Apa Saja Yang Dilaporkan?

Data statistik yang menyertai laporan US-NFP juga bisa menjadi panduan, sektor mana yang merekrut pekerja paling banyak, mana yang merekrut paling sedikit, juga di sektor mana terjadi pengurangan tenaga kerja.

Sektor pekerjaan yang masuk dalam daftar di antaranya adalah jasa profesional dan bisnis, layanan kesehatan, aktivitas finansial, pertambangan, konstruksi, manufaktur, penjualan grosir dan eceran, transportasi, informasi, rekreasi.

Laporan US-NFP juga menyediakan data tambahan seperti waktu dan upah kerja rata-rata per jam dan pertumbuhan upah. Laporan yang dipublikasikan setiap bulan sangat mungkin menyertakan revisi untuk laporan sebelumnya.

Biasanya, pertumbuhan upah yang terbaik terjadi di bulan Mei dengan perutmbuhan pekerja rata-rata sebesar 129.000, sementara bulan terburuk biasanya adalah di bulan Agustus dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 69.000 pekerja. Sejarah mencatat bahwa tahun 1994 merupakan tahun terbaik yang mencatatkan 3,85 juta pekerja sepanjang tahun tersebut. Sebaliknya tahun terburuk dalam sejarah US-NFP adalah tahun 2009, di mana terjadi pengurangan jumlah pekerja sebesar 5,05 juta.

Bagaimana Efeknya Terhadap Forex?

Trader forex biasanya memantau berbagai indikator ekonomi untuk mencari petunjuk tentang arah pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain US-NFP, beberapa data ekonomi yang biasanya juga dipantau adalah Consumer Price Index (CPI), data perumahan (housing starts, new home sales), Gross Domestic Product (GDP), initial claims serta unemployment rate.

Seperti halnya data ekonomi lain, perbedaan antara data aktual dengan perkiraan akan menentukan efek data tersebut terhadap pergerakan pasar. Jika angka US-NFP mengalami peningkatan, maka itu bisa menjadi indikasi bahwa perekonomian AS sedang tumbuh, demikian pula sebaliknya. Meskipun demikian, jika pertumbuhan angka US-NFP yang terjadi sangat tinggi dan cepat, ini juga bisa menjadi indikasi bahwa laju inflasi akan mengalami peningkatan pula.

Dalam konteks forex trading, angka aktual dan perkiraan US-NFP sangat dianggap serius. Jika US-NFP dipublikasikan lebih tinggi daripada perkiraan maka para spekulan pasar uang biasanya akan lebih suka membeli USD yang biasanya akan menyebabkan penguatan USD, demikian sebaliknya.

Pergerakan USD yang biasanya volatile inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para trader forex untuk mencoba meraih peluang keuntungan. Banyak teknik trading yang bisa dipergunakan untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Anda tertarik untuk mengetahui teknik apa saja yang bisa Anda pakai? Kalau ya, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui Live Chat.

Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (1)

Kali ini saya ingin membahas trik trading forex dengan mempergunakan salah satu indikator teknikal yang bernama DeMarker, atau biasa disebut “DeM”. Indikator ini bisa Anda temukan sebagai indikator bawaan dalam platform trading MetaTrader4.

Indikator teknikal yang satu ini termasuk keluarga “oscillator”, yang dirancang oleh Tom Demarker untuk memperkirakan seberapa tinggi tingkat permintaan atas suatu currency pair. Indikator ini juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Dalam perkembangan lebih lanjut juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan batasan resiko dan target.

DeM dimasukkan ke dalam keluarga “oscillator” karena fisiologinya membentuk kurva yang berfluktuasi di antara nilai nol dan 1 (satu). Beberapa varian lain dari indikator ini ada juga yang mempergunakan angka di antara 100 dan -100.

Pada pengaturan dasar, indikator ini memiliki level garis di nilai 0.30 dan 0.70 sebagai area “peringatan”. Jika kurva indikator berada di atas 0.70 maka pasar dianggap berada dalam kondisi overbought, sebaliknya jika berada di bawah 0.30 maka pasar dianggap berada dalam kondisi oversold.

Penampakan DeMarker

Penampakan indikator DeM di chart adalah sebagai berikut:

trik trading forex, indikator demarker, trading forex

DeM hanya memiliki satu kurva. Biasanya indikator ini juga dikombinasikan dengan indikator Exponential Moving Average (EMA) untuk mempertegas sinyal yang diberikan oleh DeM. Dalam setting kombinasi indikator ini, DeM berfungsi sebagai leading indicator yang dianggap bisa memberikan sinyal bahwa pasar berpotensi akan mengubah arah trend-nya. Sementara, EMA adalah lagging indicator yang berfungsi untuk mengonfirmasi sinyal dari DeM.

Indikator ini lebih banyak dipergunakan untuk mencari sinyal buy daripada sell, karena sinyal buy yang muncul biasanya jauh lebih valid daripada sinyal sell yang muncul. Jika kita mempergunakan DeM di time-frame yang lebih pendek maka ia akan menjadi lebih sensitif (memberikan lebih banyak sinyal), namun dengan demikian juga berpotensi memunculkan lebih banyak false signal.

Di artikel berikutnya, kita akan membahas bagaimana trik mempergunakan DeMarker dalam trading forex dan bagaimana cara membaca sinyal-sinyal yang beragam yang muncul dari indikator ini.

Sampai jumpa.

Brexit dan Pemilu Perancis

Emmanuel Macron adalah salah satu kandidat dalam pemilihan presiden di Perancis. Di pemilu putaran pertama, ia berhasil mengumpulkan 8,5 juta suara (23,9 persen) mengalahkan rivalnya Marine Le Pen yang hanya berhasil meraih 7,6 juta suara (21,4 persen). Karena tidak ada satu pun dari mereka yang menjadi mayoritas (kurang dari 50%), maka sesuai dengan aturan yang berlaku di Perancis akan dilaksanakan pemilu putaran ke dua.

Jika Macron menang, hal tersebut diyakini akan memperkecil kemungkinan terjadinya guncangan pada ekonomi dan politik Eropa.

Seperti yang kita ketahui, salah satu kampanye Marine Le Pen adalah agar Perancis mengikuti langkah Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Oleh sebagian pihak, sikapnya itu dipandang oleh sebagian pihak sebagai ancaman bagi keseluruhan proyek Eropa.

Jika Macron menang, besar kemungkinan kemenangannya itu akan disambut gembira oleh kalangan pebisnis yang menganggapnya sebagai sosok pragmatis yang pro-bisnis, kendati belum teruji dan belum memiliki pengalaman.

Efek Brexit?

Ada sementara argumen bahwa kebijakan Macron yang berpihak pada bisnis – misalnya memangkas pajak dari 33% menjadi 25% dan mempermudah pemecatan (juga perekrutan) pekerja – akan membuat Perancis menjadi tujuan investasi bisnis yang lebih menarik di Eropa. Perancis juga diharapkan akan menjadi basis bisnis yang potensial untuk Uni Eropa.

Sebagai contoh, kebanyakan bankir telah menempatkan Perancis hampir di level terbawah sebagai tujuan investasi. Macron diharapkan bisa membawa perubahan untuk hal tersebut.

Terkait Brexit, setidaknya ada dua alasan mengapa kemenangan Macron bisa berdampak bagi negosiasi Brexit.

Alasan pertama adalah niat Macron yang melakukan pemangkasan pajak dan mengurangi hak-hak pekerja. Agar bisa melancarkan programnya itu, pemerintahannya (kalau ia terpilih) harus mendapatkan dukungan dari sayap sosialis Perancis.

Jika Macron memang berniat untuk membuat Perancis menjadi negara tujuan investasi yang menarik, maka ia mau tidak mau harus betul-betul memperhatikan berbagai kepentingan dari dalam negeri dulu. Selama ini, telah banyak upaya yang dilakukan untuk mereformasi pasar tenaga kerja namun belum memperlihatkan hasil.

Alasan ke dua adalah mengenai stabilitas ekonomi Eropa. Ada ketakutan bahwa hengkangnya Inggris dari Uni Eropa akan memicu niat yang serupa di seantero Eropa. Macron dikenal sebagai salah satu supporter Uni Eropa dan ia tidak menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap Brexit.

Dengan demikian, ada cukup alasan untuk menekan Inggris dalam perundingan-perundingan terkait Brexit yang rencananya akan berlangsung hingga Maret 2019. Itu bisa berarti langkah Inggris setidaknya akan menjadi lebih ringan.

Bagaimana Jika Le Pen yang Menang?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu kampanye Le Pen adalah “Perancis keluar dari Uni Eropa”. Pemimpin Front Nasional itu pernah mengatakan bahwa ia lebih suka menjadi sekutu Inggris dalam negosiasi Brexit jika ia menjadi presiden Perancis.

Dalam sebuah wawancara dengan radio LBC Le Pen mengatakan, “Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti langkah Inggris dan bekerja sama dengan Inggris dalam negosiasi antara dua bangsa yang memiliki hubungan dagang yang telah berlangsung selama berabad-abad. Saya tidak bisa melihat alasan mengapa Perancis dan Inggris Raya tidak bisa memiliki hubungan yang sangat baik.”

Le Pen juga mengkritik Uni Eropa yang menurutnya “sok kuat” dan menurutnya dipengaruhi oleh Kanselir Jerman Angela Merkel.

“Saya tidak tahan dengan sikap pemerasan dan ancaman Uni Eropa atas Inggris. Struktur ini (Uni Eropa) tidak lagi bisa berjalan tanpa pemerasan dan ancaman.”

Dalam beberapa kesempatan Le Pen sering memuji keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Ia juga telah bertekad untuk melakukan hal yang sama jika ia terpilih menjadi presiden Perancis.

Brexit: Article 50 Sudah Dieksekusi, Bagaimana Selanjutnya? (Part-2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Brexit: Article 50 Sudah Dieksekusi, Bagaimana Selanjutnya? (Part-1). Tulisan yang dibagi menjadi dua bagian ini membahas apa yang selanjutnya akan terjadi yang merupakan rangkaian Brexit dari mulai dijalankannnya Article 50 of Lisbon Treaty hingga akhir masa negosiasi selama dua tahun ke depan.

Apa Saja yang Akan Dibahas Dalam Negosiasi?

Surat yang ditulis oleh PM Theresa May kepada Presiden Dewan Eropa Donald Tusk antara lain berisi garis besar berikut:

  • Kita seharusnya berdiskusi satu sama lain secara konstruktif dan penuh rasa hormat, dalam semangat kerja sama
  • Kita seharusnya selalu mengedepankan kepentingan rakyat
  • Kita seharusnya bekerja sama untuk mencapai perjanjian yang komprehensif
  • Kita harus bekerja sama untuk meminimalisir gangguan dan sebisa mungkin memberikan kepastian
  • Kita harus memperhatikan hubungan yang unik antara Inggris dengan Irlandia dan pentingnya proses perdamaian di Irlandia Utara
  • Kita seharusnya memulai pembicaraan teknis tentang area kebijakan yang rinci sesegera mungkin, namun kita harus memprioritaskan tantangan yang terbesar
  • Kita seharusnya terus bekerja sama dan melindungi kepentingan Eropa

Inggris mengatakan bahwa perjanjian dagang harus menjadi bagian dari negosiasi, sementara perwakilan Uni Eropa beranggapan bahwa pembicaraan tersebut harus dibicarakan secara terpisah.

Isu lain yang mungkin akan dibicarakan adalah hal-hal yang terkait pengaturan keamanan lintas perbatasan, memindahkan agensi-agensi Uni Eropa yang memiliki kantor pusat di Inggris dan kontribusi Inggris untuk dana pension pekerja sipil Uni Eropa; dan itu adalah perjanjian yang menurut beberapa laporan bisa memakan biaya hingga 50 miliar poundsterling.

Pemerintah Inggris telah mempublikasikan laporan sebelum referendum di tahun 2016 tentang proses pengunduran diri dari Uni Eropa. Dalam laporan tersebut juga dipaparkan hal-hal yang bisa jadi akan diperdebatkan.

Siapa Saja yang Akan Melakukan Negosiasi?

Komisi Eropa telah membentuk satuan kerja yang dikepalai oleh Michel Barnier, yang akan bertanggung jawab untuk melakukan negosiasi dengan Inggris.

Dari pihak Inggris, secara umum tanggung jawab negosiasi ini akan ditangani oleh perdana menteri langsung, didukung oleh Department of Exiting the European Union yang dipimpin oleh David Davis.

Bagaimana Jika Tidak Terjadi Kesepakatan Dalam Dua Tahun?

Seperti yang digambarkan di infografis yang dimuat dalam tulisan sebelumnya, Inggris tetap akan keluar dari Uni Eropa dan hubungan dagangnya dengan negara-negara lain (khususnya anggota Uni Eropa) akan diatur sesuai dengan aturan yang berlaku di World Trade Organization.

Beberapa menteri berpendapat bahwa mungkin akan ada masa transisi segera setelah Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa.

Apakah Parlemen Juga Akan Bersuara?

Article 50 menyatakan bahwa setiap kesepakatan harus disetujui oleh Parlemen Eropa, namun tidak mengatur tentang persetujuan parlemen negara yang akan keluar tersebut.

Meskipun demikian, PM Theresa May mengatakan di bulan Januari lalu bahwa House of Commons dan House of Lords akan melakukan pemilihan suara atas kesepakatan yang dicapai. Parlemen Inggris akan mencermati kesepakatan yang diraih oleh pemerintah melalui debat parlementer, memilih komite kerja dan mengambil suara atas rencana undang-undang yang diajukan.

Selama proses negosiasi, Inggris akan tetap menjadi anggota Uni Eropa, tetapi tidak lagi memiliki hak untuk menjadi pimpinan di Dewan Eropa untuk berkonsentrasi pada proses Brexit. Pemilihan pimpinan Dewan Eropa sendiri dijadwalkan akan diakukan di paruh ke dua tahun 2017.

Apakah Sekarang Inggris Bisa Melakukan Negosiasi Dagang Dengan Negara Lain?

Tidak, karena biar bagaimanapun Inggris masih menjadi anggota Uni Eropa sehingga tidak bisa secara bebas melakukan negosiasi dagang dengan negara non-Uni Eropa lain.

Akan tetapi, akan tetap dimungkinkan untuk melakukan diskusi umum tentang perdagangan dan calon mitra dagang yang berminat terhadap proses negosiasi tersebut.

Brexit: Article 50 Sudah Dieksekusi, Bagaimana Selanjutnya? (Part-1)

Sembilan bulan setelah rakyat Inggris memutuskan melalui referendum bahwa Inggris harus keluar dari Uni Eropa (Brexit), Perdana Menteri Theresa May mengaktifkan mekanisme undang-undang yang akan merealisasikan hal tersebut, yaitu Pasal 50 Perjanjian Lisbon, atau yang biasa disebut Article 50 of Lisbon Treaty. Ia menandatangani sebuah surat yang memulai proses tersebut, yang kemudian diserahkan ke tangan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk.

Kemudian PM May memberikan pernyataan di depan House of Commons, di mana ia berkata bahwa sekarang adalah waktunya Inggris bersatu.

Apa Yang Akan Terjadi?

Akan ada perundingan dengan para pejabat Uni Eropa. Namun pekerjaan berat yang sesungguhnya belum akan dimulai hingga Mei atau Juni, ketika negosiasi dengan negara-negara anggota Uni Eropa rencananya akan dimulai.

Perundingan-perundingan tersebut diperkirakan akan berakhir di musim semi tahun depan. Setelah itu, segenap elemen pemerintahan Inggris akan membicarakan kesepakatan-kesepatakan yang telah tercapai untuk memungut suara.

Kapan Persisnya Inggris Akan Keluar Dari Uni Eropa?

Berdasarkan Article 50, proses negosiasi boleh memakan waktu selama dua tahun. Itu pun hanya bisa dilanjutkan jika ada persetujuan dari mayoritas negara anggota Uni Eropa.

Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam tempo dua tahun maka Inggris secara otomatis akan keluar dari Uni Eropa dan semua perjanjian yang telah ada – termasuk akses ke pasar tunggal – tidak lagi berlaku bagi Inggris. Jika ternyata demikian kasusnya, maka Brexit secara resmi akan terjadi pada tanggal 29 Maret 2019.

Apa Itu Article 50?

Article 50 adalah aturan yang berlaku bagi negara anggota Uni Eropa yang berniat untuk keluar dari persekutuan tersebut. Pasal tersebut dibuat sebagai bagian dari Perjanjian Lisbon yang ditandatangani oleh semua negara anggota Uni Eropa yang kemudian menjadi hukum yang mengikat sejak tahun 2009. Sebelum adanya perjanjian tersebut, tidak ada mekanisme formal yang mengatur jika ada negara yang ingin keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Kesepakatan yang terjadi harus disetujui oleh “mayoritas yang kompeten” (72% dari anggota yang tersisa, merepresentasikan 65% populasi) dan didukung oleh Anggota Parlemen Eropa.

Anda bisa membaca teks lengkap Article 50 of Lisbon Treaty.

Bisakah Prosesnya Dihentikan?

Belum pernah ada negara yang keluar dari Uni Eropa dan Article 50 tidak secara eksplisit menyatakan apakah proses tersebut bisa dihentikan. Pemerintah Inggris tidak bisa memberikan pernyataaan legal atas isu ini.

Meskipun demikian, dalam pidatonya di depan House of Commons, Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa “tidak akan ada jalan untuk kembali”.

Akan tetapi, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan ia yakin bahwa Article 50 memungkinkan hal tersebut.

Diplomat kawakan Inggris, Lord Kerr juga setuju dengan Donald Tusk. Lord Kerr turut merumuskan Article 50 dan ia berkata dalam wawancara dengan BBC di bulan November 2016, “Anda bisa mengubah pikiran sementara proses berlangsung.” Tetapi Lord Kerr juga mengatakan bahwa ia tak yakin ada politisi Inggris yang ingin kembali.

Mengapa Harus Menunggu Lama?

PM Theresa May pada Oktober tahun lalu mengatakan bahwa ia secara resmi akan mengabari Dewan Eropa di akhir Maret 2017. Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin terburu-buru memulai proses Brexit sebelum target-target yang diinginkan internal pemerintah Inggris sendiri belum disepakati.

brexit, article 50

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.