Kumpulan artikel berbagai strategi forex dari blog FOREXimf. Membahas berbagai strategi yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading forex.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Strategi Trading Forex: Double Bollinger Bands

Anda mungkin sering mendengar – atau bahkan menggunakan – salah satu indikator teknikal yang bernama “Bollinger Bands”(selanjutnya kita sebut BB). Wajar jika Anda sering mendengarnya, karena indikator yang dinamai dengan nama penciptanya ini (John Bollinger) memang salah satu indikator teknikal yang cukup terkenal di kalangan forex trader.

Kebanyakan trader hanya memasang satu BB saja di chart mereka. Nah, kali ini kita akan mencoba membahas salah satu strategi trading yang memanfaatkan DUA BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini biasa dikenal dengan nama Strategi Trading Forex dengan Double Bollinger Bands. Agar lebih mudah, kita sebut saja strategi trading “Double-BB”.

Mechanical Trading System

Sebagaimana strategi trading yang mempergunakan indikator teknikal, maka Double-BB ini juga merupakan mechanical trading system, yaitu sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal untuk memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena trader yang menggunakan sistem trading seperti ini seharusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Sebenarnya mechanical trading system lebih “ringan” daripada analisa teknikal yang kompleks, semisal mempergunakan price pattern atau candlestick pattern. Itulah sebabnya metode ini cukup bersahabat bagi trader yang “kurang sabar” dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisa dengan mempergunakan analisa teknikal yang lebih kompleks. Jadi, metode trading ini lebih sederhana.  Tetapi ingat, karena itulah metode trading seperti ini terkadang memiliki tingkat kesuksesan yang cukup rendah. Ada kelebihan (sederhana), ada pula kelemahannya.

Intinya, Anda harus menyadari bahwa dalam dunia analisa teknikal tidak ada yang namanya “holy grail”, yaitu suatu sistem yang dipercaya “anti-loss”. Tetap saja ada peluang untuk kerugian.

Bagaimana Sebenarnya Double-BB Ini?

Seperti yang disebutkan di atas, Double-BB mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini sangat sederhana, karena meskipun nanti akan ada candlestick yang terlibat namun pada dasarnya Anda tidak perlu pusing menghafalkan nama-nama candlestick pattern.

Strategi ini tidak mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu di depan chart. Bahkan Anda hanya perlu melongok chart daily (D1) beberapa menit saja setiap harinya.  Jika Anda melihat ada peluang trading berdasarkan sistem ini, maka Anda bisa membuka posisi. Jika tidak, Anda tinggal kembali melihat chart di keesokan harinya. Tidak perlu melihat time-frame lain, indikator teknikal lain, dan sebagainya.

Cara Menerapkan Double-BB

Seperti yang saya janjikan, metode ini sangat sederhana. Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Itu saja.

Pasang indikator BB di chart Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period: 20
Deviations: 2
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, karena deviations yang dimasukkan bernilai 2 (dua), maka untuk selanjutnya BB yang ini kita sebut sebagai BB-2.

Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi kali ini di kotak deviations masukkan angka 1 (satu). BB yang ini selanjutnya kita namakan BB-1. Jadi pengaturannya adalah:

Period: 20
Deviations: 1
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Dalam contoh ini, saya menggunakan dua warna yang berbeda untuk masing-masing BB, yaitu warna merah untuk BB-2 dan biru untuk BB-1. Tentu saja Anda bebas memilih warna favorit.

Sudah, itu saja yang perlu Anda pasang di chart Anda. Oh ya, jangan lupa: pasang di chart DAILY (D1). Di bawah ini adalah contoh penampakannya.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, kalau Anda perhatikan chart di atas, Anda akan bisa melihat bahwa BB-2 berada di luar sementara BB-1 berada di dalam. Perhatikan bahwa middle band BB-1 dan BB-2 letaknya sama persis, karena memang perbedaan deviasi (deviations) tidak akan mempengaruhi letak middle band.

OK, sekarang kita masuk ke bagian yang agak “rumit”.

Jangan panik dulu. Yang “rumit” sebenarnya adalah cara menjelaskannya, bukan menggunakannya. Itu karena saya tidak bisa menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjelaskan cara kerja strategi ini. Jadi mungkin ada baiknya Anda siapkan dulu secangkir cappuccino dan beberapa cemilan.

Cappuccino Anda sudah siap? Kalau begitu, mari kita lanjutkan.

Aturan BUY

Untuk membuka posisi buy:

  • Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi di masih bawah upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini. Chart di bawah ini adalah screen capture pergerakan USDJPY di chart D1. Bagian yang di-highlight merupakan candlestick tanggal 15, 18 dan 19 Agustus 2014.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Aturan SELL

Untuk membuka posisi sell:

  • Pastikan ada candlestick yang close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Penutup

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Anda bisa mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart sebagai salah satu strategi trading forex yang sederhana. Ini adalah salah satu contoh mechanical trading system yang sederhana.

Ingat selalu bahwa tidak ada jaminan bahwa akurasi strategi trading ini adalah 100%, maka dari itu selalu perhatikan pembatasan resiko dan pengaturan modal Anda.

Jika ada yang ingin Anda konsultasikan terkait strategi ini, silakan hubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Selamat mencoba.

Strategi Forex Trading Dengan Price Action: Mungkinkah?

Dalam analisa teknikal, muncul banyak sekali metode cara melakukan analisa. Salah satunya menggunakan metode strategi forex trading dengan price action. Mungkin di suatu ketika Anda tanpa sengaja melihat seorang trader forex melakukan analisa tanpa mempergunakan indikator teknikal apa pun. Ia hanya mempergunakan garis-garis horizontal, diagonal atau mungkin bahkan vertikal. Betul-betul tidak ada satu pun indikator teknikal di chart yang ia perhatikan.

Kira-kira apa reaksi Anda ketika melihatnya? Kagum? Heran? Atau justru menganggapnya aneh?

Jika Anda merasa heran atau menganggapnya aneh, mungkin itu karena Anda terbiasa dengan model analisa yang mempergunakan banyak warna-warni indikator teknikal. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa sebenarnya memang ada metode analisa yang tidak memanfaatkan indikator teknikal sama sekali yang biasa disebut dengan naked trading.

Para penganut naked trading hanya mempergunakan grafik pergerakan harga (candlestick atau bar chart) sebagai acuan analisa mereka, atau yang biasa disebut dengan price action. Nah, tulisan kali ini mencoba untuk memperkenalkan naked trading mempergunakan price action, sebagai salah satu metode yang (sebenarnya) cukup popular di kalangan trader forex.

Price Action

Kita mulai dari definisi price action trading itu sendiri.

Dengan bahasa yang disederhanakan (setidaknya saya berupaya untuk menyederhanakannya), price action trading adalah teknik trading yang memungkinkan Anda untuk “membaca” potensi pergerakan pasar dan membuat keputusan berdasarkan pergerakan harga saja. Jadi tidak mengandalkan indikator teknikal.

“Aliran” ini berkembang karena menganggap bahwa (kebanyakan) indikator teknikal itu bersifat lagging, alias telat. Itu karena output dari mayoritas indikator teknikal merupakan “produk” dari perhitungan berdasarkan pergerakan harga yang telah terjadi. Dengan kata lain, indikator teknikal memberikan informasi berdasarkan pergerakan harga “di masa lalu”.

Nah, mungkin ada pertanyaan: mengapa melakukan analisa berdasarkan informasi “dari masa lalu”, sementara faktor terpenting dalam trading adalah apa yang dilakukan pasar saat ini dan apa yang kemungkinan besar akan mereka lakukan dalam waktu dekat?

Jawabannya adalah bahwa dengan mempergunakan strategi tertentu, informasi pergerakan harga “dari masa lalu” bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya dalam waktu dekat. Hanya saja, metode price action tidak mempergunakan indikator teknikal yang dianggap lagging.

Metode ini hanya memanfaatkan chart pergerakan harga, biasanya dengan mempelajari pola-pola candlestick atau pola yang terbentuk dari sekumpulan candlestick atau bar chart. Contoh pola-pola tersebut bisa Anda pelajari di sini.

Contoh Strategi

Di atas sudah disebutkan bahwa pola candlestick merupakan salah satu implementasi price action trading. Nah, sekarang saya mencoba untuk memberikan contoh penggunaan candlestick pattern sebagai strategi trading.

Kita ambil contoh penggunaan pola morning star sebagai strategi buy.

Morning star adalah pola candlestick (candlestick pattern) yang terbentuk oleh tiga buah candlestick chart.

Morning star dapat Anda kenali memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari sebuah downtrend.
  2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa merupakan candlestick bullish ataupun bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada “keragu-raguan” di pasar.
  3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola morning star.

Bentuk polanya lebih kurang seperti berikut ini:

Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Contoh strategi yang bisa diterapkan adalah strategi “agresif” dan “konservatif”. Bagaimana penerapannya?

  • Strategi agresif

    Anda bisa membuka posisi buy segera setelah candlestick yang ke-3 selesai (closed). Stop loss ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

  • Strategi konservatif

    Posisi buy dibuka hanya apabila pergerakan harga telah tembus ke atas harga tertinggi yang dibentuk oleh pola tersebut. Stop loss bisa ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-3 atau ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Metode ini hanyalah salah satu dari sekian banyak metode analisa yang bisa Anda pelajari dan pergunakan. Tentu saja tidak ada metode analisa atau strategi trading forex yang sempurna. Demikian juga dengan metode price action. Tetap ada ruang untuk kesalahan, atau kemungkinan pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan. Oleh karena itu, tetaplah pergunakan manajemen resiko dan manajamen modal yang baik dan pastikan metode yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan karakter Anda sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

Memanfaatkan Range Rata-Rata Harian Dalam Forex Trading

Salah satu strategi forex  yang biasa dipergunakan trader forex adalah Strategi Forex Range Harian yaitu memanfaatkan range rata-rata harian.  Banyak yang berpendapat bahwa jika harga telah bergerak dan mencapai range hariannya maka itulah waktunya untuk membuka posisi. Artinya jika harga bergerak naik dan telah mencapai range rata-rata harian maka itu saatnya untuk sell, dan sebaliknya.

Anda pernah mendengar teori seperti itu? Atau pernah mempergunakannya?

Sayangnya, ternyata pada kenyataannya tidaklah semudah itu. Jika Anda memang pernah mempergunakannya tentu Anda juga akan menemui bahwa memang tidak sesederhana itu.

Nah, kali ini saya ingin berbagi tips cara mempergunakan informasi range rata-rata harian untuk tujuan menetapkan target profit.

Bisakah Dipergunakan Untuk Buka Posisi?

Beberapa pendapat menyatakan: tidak aman. Ini karena kita hanya bisa mendapatkan informasi – setidaknya perkiraan – seberapa besar volatilitas harga pada hari itu. Kita tidak bisa mengetahui berapa pips sebenarnya harga akan bergerak (ke atas atau ke bawah). Pergerakan harga seringkali sangat bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental.

Artinya, meskipun kita mengetahui bahwa range rata-rata harian adalah – misalnya – 1000 pips, tetapi jika kemudian bank sentral negara tersebut mengumumkan bahwa mereka akan melakukan pemangkasan suku bunga, bisa jadi pasar akan bergerak lebih dari 1000 pips.

Inilah salah satu alasan mengapa kita sebaiknya menyadari bahwa ada inkonsistensi range harian. Apa pun bisa terjadi pada pasar kapan saja.

Lho, apakah ini berarti bahwa range harian adalah informasi yang tidak berguna dalam forex trading?

Tidak juga. Yang saya maksud adalah sebaiknya hindari mempergunakan informasi tersebut untuk membuka posisi. Kalaupun Anda mau melakukan itu, sebaiknya betul-betul harus dipertimbangkan dengan matang. Pastikan Anda memiliki strategi yang betul-betul bisa mengantisipasi perubahan arah (dan jarak!) pergerakan harga.

Penggunaan Untuk Target Profit

Dengan cara ini, Anda akan tetap bisa mempertahankan posisi dan kembali menganalisa reaksi pasar ketika harga mencapai range rata-rata hariannya. Jika pergerakan harga berlanjut, Anda bisa mempertahankan posisi Anda. Sebaliknya, jika terlihat tanda-tanda bahwa pasar mulai jenuh,  maka Anda bisa memperkirakan bahwa momentum pergerakan harga sudah mulai menurun dan itu kemungkinan adalah saat yang tepat untuk menutup posisi.

Strategi ini akan membuat Anda bisa “mengamankan” profit yang sudah didapatkan dari transaksi yang telah Anda lakukan. Tetapi ingat bahwa cara ini haruslah menjadi bagian dari strategi trading Anda secara keseluruhan.

Demikian juga jika ternyata kondisi trading Anda mengalami loss. Jika harga telah bergerak melampaui range rata-rata hariannya, ada kemungkinan pasar akan benar-benar berbalik arah berlawanan dengan posisi yang Anda ambil.

Range Rata-Rata Harian Major Pairs

Jadi, berapa besar sih sebenarnya range rata-rata harian di forex?

Sebagai penutup, di sini saya menyajikan data rata-rata range harian untuk enam major currency pairs dalam setahun terakhir mulai Februari 2016. Mudah-mudahan membantu.

Pair Range Rata-Rata Harian
EURUSD 846.6 pips
GBPUSD 1457.2 pips
AUDUSD 761.7 pips
NZDUSD 774.1 pips
USDJPY 1188.2 pips
USDCHF 728.7 pips

3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016

Tahun 2016 baru saja berakhir. Pergerakan pasar di tahun 2016 bisa dikatakan agak “ramai” dan sebenarnya ada setidaknya tiga hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai bekal untuk menghadapi pasar trading forex di tahun-tahun berikutnya. Apa saja ya, kira-kira? Yuk, kita mulai.

1. Jangan terburu-buru “mengejar” even besar

Volatilitas memang adalah “sahabat baik” bagi trader-trader jangka pendek dan pada kenyataannya memang saat terbaik dalam “menangkap” peluang dalam volatilitas adalah ketika ada data ekonomi atau berita geopolitik yang besar.

Di tahun 2016 sendiri kita bisa melihat ada beberapa even besar yang memicu volatilitas dengan signifikan, semisal referendum Brexit dan pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS).

Banyak trader yang mencoba untuk “menerka” pergerakan harga bahkan sebelum kedua even besar tersebut diwartakan. Mereka yang “bertaruh” bahwa Inggris akan tetap berada di dalam keanggotaan Uni Eropa, atau mereka yang yakin bahwa Donald Trump tidak akan memenangkan pilpres AS,  ternyata tidak sukses meraih keuntungan. Bahkan “kubu” trader yang beranggapan kemenangan Donald Trump akan berakibat buruk bagi USD juga harus bertekuk lutut ketika sentimen pasar berbalik 180 derajat dengan cepat.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah bahwa ada kalanya kita harus bersabar untuk membiarkan gejolak pasar sedikit mereda sebelum mengambil keputusan. Karena seringkali ada banyak peluang untuk menangkap koreksi-koreksi kecil seiring pembentukan trend yang jelas, yang mana hal itu bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

2. Ingat selalu: “The trend is your friend”

Kalimat “the trend is your friend” ini – mungkin – bagi sebagian trader terdengar usang, itulah mungkin sebabnya mengapa mereka cenderung mengabaikan konsep trading yang paling dasar ini.

Tugas utama kita sebagai trader adalah me-manage resiko ketika kita salah. Salah satu implementasinya adalah sebisa mungkin memperkecil kerugian. Sebaliknya, manakala kita benar (profit), maka tantangan yang dihadapi adalah memaksimalkan keuntungan tersebut dan hal ini dimungkinkan jika kita melakukan transaksi yang searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Itulah hal yang menarik dari trading forex. Jika manajemen resiko dijalankan dengan benar dan dikombinasikan dengan mematuhi konsep “the trend is your friend”, maka potensi untuk memperbesar keuntungan akan jauh lebih besar daripada resikonya.

3. Setialah pada trading plan

Kesalahan klasik dan selalu berulang – dan merupakan “dosa besar” dalam trading – yang sering dilakukan trader adalah “pengkhianatan” terhadap trading plan yang disusunnya sendiri.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang trader mengkhianati trading plan-nya sendiri. Di antaranya adalah hilangnya rasa percaya diri akibat kerugian yang baru dialami.

Anda seharusnya menganggap setiap transaksi sebagai “awal yang baru”, agar Anda tetap bisa mempertahankan kepercayaan diri. Jangan biarkan kerugian yang dialami membuat Anda menjadi terlalu berhati-hati sehingga menurunkan batas toleransi resiko dari yang telah ditetapkan dalam trading plan. Jangan batasi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan oleh strategi yang sebenarnya sudah bagus hanya karena ketakutan akan mengalami kerugian lagi. Menurunkan batas toleransi resiko hanya karena ketakutan seperti ini justru akan mempersulit langkah Anda untuk menutupi kerugian yang telah terjadi sebelumnya.

Tidak ada alasan untuk – misalnya – menurunkan toleransi resiko per transaksi dari 10% menjadi 5% hanya karena Anda mengalami kerugian sebelumnya. Yang seharusnya bisa masuk posisi sebesar 1 lot, direduksi menjadi 0.5 lot. Ini tidak perlu.

Sebaliknya, banyak pula trader yang lantas merasa terlalu percaya diri karena baru mendapatkan keuntungan yang besar. Sebagai contoh, ada trader yang sempat memperoleh untung besar karena berhasil mendapat peluang dari pergerakan GBPUSD saat referendum Brexit. Di transaksi selanjutnya, karena merasa jumawa, ia menjadi lebih agresif dan melipatgandakan lot. Ini berbahaya karena ketika ia mengalami kerugian maka hal tersebut dengan cepat melenyapkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya. Kesalahan fatal dalam manajemen resiko.

Semoga di tahun 2017 ini kita bisa meningkatkan performa trading forex dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di tahun 2016.

Selamat menyambut tahun baru, semoga semakin sukses.

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut. Anda bisa saja mengujinya dengan metode forward testing mempergunakan demo account, tetapi sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting.

Mengapa Melakukan Backtesting?

Salah satu keuntungan melakukan backtesting adalah Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali di sini. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau “robot trading” yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk cara trading manual.

Sebenarnya cara ini jugalah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau. Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live. Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan “repaint”.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu. Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa “kembali ke masa lampau” dan “merasakan” pergerakan di masa itu. Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4. Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”. Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut. Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu. Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya “rekaman”, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut. Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode. Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan. Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

strategi forex trading, forex trading, forex trading

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

Trik Optimalkan Peluang: Efektifkan Modal Trading Forex Anda

Salah satu pertanyaan yang cukup sering berulang saya terima selama menjadi trainer di dunia forex trading adalah, “Pak, kalau saya punya $10,000, berapa lot saya bisa buka posisi?”

Kalau tak salah ingat, ada setidaknya lima kali saya menulis tentang position sizing di website ini – mulai dari gambaran umum hingga detil perhitungannya.

Position sizing adalah tentang cara mengatur berapa besar lot yang bisa Anda pergunakan dalam membuka posisi trading. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah seorang trader agar tidak terjebak dalam kondisi overtrade, yaitu kondisi ketika ia membuka posisi terlalu banyak melebihi yang seharusnya. Dengan demikian, trader tersebut akan terhindar dari resiko yang terlalu besar karena posisi yang diambil dengan sendirinya sudah memperhitungkan besaran resiko tersebut.

Tetapi ternyata yang tidak banyak disadari adalah bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga berguna untuk mengefektifkan strategi dan modal Anda.

Strategi harus cocok dengan modal

Masih ingatkah Anda dengan konsep Mind-Method-Money dalam trading? Kalau lupa, izinkan saya ingatkan lagi.

Mind berkaitan dengan sikap mental Anda sebagai trader. Bagaimana Anda mampu menjalankan trading plan Anda dengan baik, disiplin dan tanpa keraguan sedikit pun.

Method merupakan metode atau strategi trading yang Anda jalankan.

Money adalah modal Anda. Bagaimana Anda menggunakan dan mengaturnya.

Fokus kita kali ini adalah di money.

Anda mungkin cukup sering mendapatkan strategi trading tertentu baik dari internet atau kenalan dan menurut pengakuan mereka strategi tersebut cukup ampuh dalam mendulang profit. Pertanyaan yang seharusnya segera muncul dari Anda adalah: berapa besar modal yang diperlukan agar strategi tersebut berhasil dengan baik?

Sangat banyak strategi trading yang diklaim profitable namun ternyata tidak bekerja dengan baik ketika Anda pergunakan. Ada beberapa penyebab, di antaranya adalah Anda tidak memiliki modal yang tepat untuk strategi tersebut. Sangat mungkin trader yang sebelumnya sukses menjalankan strategi tersebut memiliki modal yang jauh lebih besar daripada modal Anda. Jadi, jangan memaksakan diri mempergunakan strategi yang sama jika modal yang Anda miliki jauh lebih kecil.

Jangan sia-siakan kekuatan Anda

Bagaimana jika seandainya Anda memiliki modal yang cukup besar? Berapa lot yang sebaiknya dibuka untuk bertransaksi?

Sebelum kita lanjutkan, perlu dipahami bahwa “kekuatan” di sini maksudnya adalah modal. Ini erat kaitannya dengan position sizing yang disinggung di atas.

Katakanlah Anda memiliki modal sebesar $10,000 atau setara dengan seratus juta rupiah. Lalu Anda akan melakukan transaksi, lantas muncullah pertanyaan seperti yang disebutkan di paragraf awal di atas.

Memang Anda boleh saja membuka posisi hanya 0.1 lot, misalnya. Tetapi apakah langkah itu akan efektif untuk mengoptimalkan peluang yang ada? Belum tentu, karena itu bisa berarti Anda menyia-nyiakan kekuatan modal Anda sesungguhnya.

Artinya, trading forex Anda menjadi kurang efektif.

Bagaimana agar trading jadi lebih efektif?

Di situlah peran position sizing.

Ingat bahwa dalam trading Anda juga perlu menetapkan batasan kerugian maksimal untuk setiap transaksi. Kalau modal Anda $10,000 dan batasan resiko untuk tiap trade adalah (misalnya) 10%, itu berarti kerugian (resiko) tiap transaksi tidak lebih dari $1,000.

Nah, anggaplah Anda akan melakukan transaksi di EUR/USD. Setelah sudah melakukan analisa teknikal, Anda melihat bahwa stop-loss semestinya ditempatkan sejauh 500 pips dari level posisi terbuka Anda. Dengan asumsi quote 5 desimal, di mana 1 pip(ette) = $1, maka besarnya stop-loss per lot adalah $500.

OK, jadi dengan skenario tersebut, berapa lot Anda bisa membuka posisi?

Ini jawabannya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Dengan perhitungan seperti di atas, maka seandainya Anda loss pun tidak akan melebihi batas toleransi resiko Anda. Dengan demikian Anda tetap bisa tenang.

Sebaliknya jika Anda mendapatkan keuntungan maka Anda telah membuat transaksi tersebut menjadi jauh lebih efektif daripada hanya membuka posisi sebesar 0.1 lot, misalnya.

Jadi jelas bahwa selain untuk membatasi resiko, position sizing juga bisa membuat trading Anda jauh lebih efektif tanpa perlu takut mengalami kerugian yang terlalu besar, karena memang sudah Anda batasi sejak awal sesuai dengan “tingkat kenyamanan” Anda sendiri.

Anda siap membuat strategi trading forex Anda jauh lebih efektif namun tetap dalam batas toleransi resiko? Pergunakanlah trik position sizing ini di akun trading Anda.

Penting! Ini Korelasi Emas Dan Minyak Mentah Dengan Forex

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa pergerakan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Ketika harga emas menguat, USD biasanya melemah dan sebaliknya. Di dunia forex trading, hal ini dipercaya karena ketika “risk appetite” meningkat, investor kembali berburu dolar dan biasanya dengan menjual asset safe-haven mereka, dalam hal ini emas. Sebaliknya jika  terjadi “ketidakpastian ekonomi”, para investor cenderung akan menukar dolar mereka dengan emas.

Akhir-akhir ini, meskipun “hubungan perbandingan terbalik” antara emas dengan USD masih berlangsung, nampaknya tidak terlalu “seharmonis” dulu lagi. Ini karena ternyata USD juga sudah hampir dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga ketika ada masalah pada perekonomian dunia, para investor juga melarikan modal mereka ke USD.

Tetapi bagaimana dengan mata uang lain?

Emas vs AUDUSD

Saat ini Australia merupakan penghasil emas terbesar ke-3 di dunia. Sebagai informasi saja, dalam setahun biasanya produksi emas dunia mencapai senilai $5 milyar dan itu jumlah yang sangat besar, Saudara-Saudara!

Mari kita intip grafik berikut ini:

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Kalau kita cermati grafik di atas, kita bisa melihat bahwa pergerakan harga emas cenderung searah dengan pergerakan AUDUSD.

Artinya:

  • Ketika harga emas NAIK, AUDUSD juga ikut NAIK
  • Ketika harga emas TURUN, AUDUSD juga ikut TURUN

Dalam bahasa analisa teknikal, kita bisa mengatakan bahwa pergerakan harga emas dan AUDUSD memiliki korelasi positif.

Berdasarkan data pergerakan harganya, koherensi antara AUDUSD dengan harga emas mendekati 80%.

Emas vs USDCHF

Bagaimana dengan Swiss franc? Berbeda dengan AUDUSD, ternyata USDCHF memiliki korelasi negatif dengan pergerakan harga emas.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Dari grafik di atas bisa kita lihat bahwa:

–          USDCHF cenderung NAIK ketika harga emas TURUN

–          USDCHF cenderung TURUN ketika harga emas NAIK

Ternyata alasan di balik fakta tersebut adalah bahwa 25% uang yang dimiliki Swiss di-back up oleh cadangan emas.

Menarik bukan?

Minyak Mentah vs. USDCAD

Sekarang kita akan coba mengintip jenis “emas” yang lain, yang biasa disebut “emas hitam” alias minyak mentah. Komoditi ini sekarang menjadi salah satu komoditi yang penting bagi dunia, bahkan (mungkin) lebih penting daripada emas.

Bisa kita katakan bahwa dunia kita ini saat ini sudah “kecanduan minyak”. Anda masih bisa hidup tanpa emas, tetapi coba bayangkan jika saat ini sama sekali tidak ada minyak. Itu artinya tidak akan ada bensin, solar, gas (LPG), bahkan mungkin listrik. Artinya Anda akan mengalami kesulitan untuk pergi ke kantor, memasak, dan membaca artikel ini di internet. Hingga saat ini, minyak masih menjadi primadona energi dunia.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Salah satu produsen minyak terbesar dunia adalah Kanada. Negara ini mengekspor setidaknya sekitar dua juta barel minyak per hari Amerika Serikat (AS). Hal tersebut membuat Kanada menjadi penyuplai minyak terbesar bagi AS, yang membuat Kanada menjadi “bandar minyak” bagi AS.

Nah, karena besarnya ekspor minyak Kanada ke AS maka terciptalah permintaan yang sangat besar pula akan dolar Kanada (CAD).

Perlu Anda catat bahwa perekonomian Kanada bergantung pada ekspor. Sekitar 85% ekspornya dikirim ke AS. Karena inilah USDCAD sangat dipengaruhi oleh bagaimana para konsumen AS bereaksi atas perubahan harga minyak mentah.

Jika permintaan (barang) di AS meningkat, itu artinya para industrialis harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Artinya: more oil, please!

Naiknya permintaan minyak akan menaikkan harga minyak tersebut. Jika harga minyak naik, CAD akan menguat pula. Nah, jika CAD menguat terhadap USD, apa yang akan terjadi pada USDCAD?

Benar. USDCAD akan TURUN.

Sebaliknya, jika permintaan di AS menurun, para industrialis akan menurunkan produksi mereka juga. Itu artinya, permintaan minyak akan turun juga dan ini akan membuat permintaan akan CAD juga akan turun. Jika permintaan akan CAD turun, maka CAD akan melemah.

Jika CAD melemah terhadap USD, maka Anda tentu sudah bisa mengetahui ke mana USDCAD akan bergerak.

Ya. USDCAD akan NAIK.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Dari uraian plus grafik yang disajikan di atas, Anda bisa melihat bahwa minyak mentah dan USDCAD memiliki korelasi negatif.

Artinya:

–          Jika harga minyak mentah TURUN, USDCAD cenderung NAIK

–          Jika harga minyak mentah NAIK, USDCAD cenderung TURUN

Apa Manfaatnya Untuk Trader?

Ketika Anda sudah mengetahui korelasi antara komoditi tertentu (misalnya emas dan minyak mentah) dengan forex, Anda tentu akan bisa memikirkan strategi apa yang akan Anda jalankan.

Misalnya, ketika Anda mendengar atau membaca ada peluang harga minyak akan naik, maka Anda bisa mempergunakan informasi ini untuk membuka posisi sell pada USDCAD.

Atau, Anda membaca berita bahwa harga emas akan turun, maka Anda bisa membuka posisi buy pada USDCHF. Atau bahkan Anda bisa membuka juga posisi sell pada XAUUSD pada saat yang sama.

Hanya saja Anda harus tetap ingat untuk selalu membatasi resiko, karena tidak mungkin ada strategi yang selalu benar.

Jika masih ada pertanyaan seputar komoditi dan forex, segera hubungi tim Market Analyst kami melalui Live Chat.

Semoga berguna.

Sulit Profit Dalam Trading Forex? Coba Baca Ini

Dalam forex trading, sebenarnya targetnya sederhana saja: Anda bisa bertahan untuk melakukan trading di hari berikutnya. Untuk membuka real account sungguh sangat mudah: Anda tinggal klik di sini, ikuti langkah-langkah selanjutnya lalu lakukan deposit. Tantangan sesungguhnya adalah mencapai memperoleh kemampuan trading yang sesungguhnya hingga Anda bisa menghasilkan profit yang konsisten.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sudah berada on the right track? Apakah mengalami kerugian otomatis akan membuat Anda menjadi trader yang buruk? Berapa banyak transaksi yang harus Anda lakukan sebelum benar-benar bisa menghasilkan profit? Apakah Anda harus merasa panik jika mengalami beberapa kali kerugian?

Tenang. Duduk santai dulu. Bersandar dengan santai, tarik nafas pelan-pelan, lalu buang nafas perlahan-lahan juga.

Sebenarnya Anda tidak perlu memusingkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Ingatlah bahwa loss merupakan bagian dari trading, sama halnya dengan profit. Meskipun demikian, tetap saja jika lebih banyak loss yang melanda daripada profit, berarti ada yang salah dengan proses trading Anda.

Nah, untuk itu ada setidaknya empat hal yang perlu Anda evaluasi untuk mengetahui di mana sebenarnya letak masalahnya. Tentu saja sebenarnya hal-hal tersebut sudah harus diketahui ketika Anda melakukan demo account. tetapi seandainya Anda belum sempat melakukan evaluasi ini tatkala menjalani demo account, berikut hal-hal yang perlu Anda pikirkan kembali:

  1. Apakah Anda melakukan kesalahan klasik dalam trading?

Manusia cenderung memiliki kebiasaan untuk melanggar aturan. Misalnya saja ketika seorang pemotor berkendara dengan kecepatan tinggi dan menyalip kendaraan di depannya, menyerobot jalur melawan arah arus lalu lintas dan merasa yakin bahwa semua akan baik-baik saja. Ia berpikir, “Ah, tidak akan terjadi apa-apa. Saya akan selamat.”

Trader pun demikian. Meskipun dalam setiap workshop, seminar, atau webinar selalu diingatkan bahwa lebih dari 95% trader tidak berhasil bertahan lebih dari satu bulan karena melakukan kesalahan-kesalahan klasik dalam trading forex; tetap saja ada golongan yang cukup bebal yang berpikir bahwa mereka akan “kebal” dari kesalahan-kesalahan klasik tersebut.

Ayo, coba sekarang cek apakah Anda merupakan salah satu dari “golongan bebal” tersebut. Jika memang ya, coba segera perbaiki dan hindari sekuat tenaga kesalahan-kesalahan yang sama di kemudian hari. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

  1. Apakah Anda memiliki sistem trading?

Boleh saya bertanya: bagaimana cara Anda mengambil keputusan dalam trading? Apakah Anda memilih currency pair yang pertama kali Anda lihat? Apakah Anda memilih indikator teknikal yang paling berwarna-warni dan melakukan buy atau sell berdasarkan sinyal dari indikator tersebut? Time-frame berapa yang biasanya Anda pergunakan? Atau, Anda trading berdasarkan feeling? Atau bahkan berdasarkan cuaca hari itu?

Trading tanpa sistem trading ibarat mencoba membuat sebuah artikel berkualitas namun yang Anda lakukan hanyalah menekan tombol keyboard secara acak, namun Anda berharap artikel tersebut akan memenangkan Pulitzer.

Oke, perumpamaan Pulitzer mungkin terlalu hiperbolis. Begini saja, trading tanpa sistem ibarat Anda bermain PlayStation tapi juga hanya menekan tombol di joystick secara acak dan sembarangan tapi berharap Anda akan memenangkan permainan. Ya, mungkin Anda akan memenangkan permainan sekali waktu, tetapi yang pasti Anda tidak akan tahu persis apa yang menyebabkan kemenangan tersebut.

Sebuah sistem atau strategi trading yang baik adalah alat yang membantu Anda untuk mencapai target keuntungan dengan konsisten. Jika Anda tidak tahu bagaimana cara membuatnya, mungkin cara sederhana yang pernah saya tulis di artikel lain berjudul “Rahasia Membuat Sistem Trading Sendiri” bisa membantu. Artikel tersebut ditulis dalam tiga bagian, saya sarankan membaca semuanya.

  1. Apakah Anda sudah menerapkan risk management?

Apakah Anda sudah membatasi jumlah lot sesuai dengan toleransi resiko Anda? Apakah Anda menerapkan position sizing? Apakah setiap transaksi Anda selalu memenuhi risk-to-reward-ratio yang baik?

Jangan lupa, trading tanpa risk management itu sama saja dengan gambling. Apalagi jika ternyata Anda melupakan poin nomor dua di atas. Lengkaplah sudah “dosa” Anda.

  1. Apakah Anda selalu DISIPLIN?

Nah, ini adalah pertanyaan kunci yang paling penting. Apakah Anda selalu disiplin dalam menjalankan trading plan Anda? Sebab tak peduli secanggih apa pun sistem trading yang Anda miliki, seteliti apa pun perhitungan position sizing Anda, semua itu tak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya dengan disiplin.

Jadi, sudahkah Anda melakukan evaluasi hari ini?

Tak Perlu “Menang” Sepanjang Waktu Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, mengalami kerugian adalah hal yang lumrah. Tidak selamanya strategi trading Anda berhasil. Ada kalanya strategi Anda berujung kegagalan, meskipun misalnya Anda yakin bahwa strategi Anda mampu membuahkan keuntungan dan Anda telah mengikuti semua rule yang ada. Jika tidak berhati-hati, hal tersebut bisa membuat Anda menjadi kehilangan “semangat tempur” dan akhirnya pikiran-pikiran negatif memenuhi pikiran Anda.
Sayangnya, kerugian bisa terjadi pada kita semua. Maka ketika Anda merasa beberapa kegagalan mulai menurunkan semangat, sangat penting untuk tetap ingat pada satu pedoman: Anda boleh saja kalah di beberapa pertempuran, namun pada akhirnya Anda sangat mungkin akan memenangkan peperangan.
Banyak trader melakukan kesalahan dengan membiarkan perasaan-perasaan negatif mempengaruhi kegiatan trading mereka. Mereka berpikir, “Jika saya berhasil mendapatkan keuntungan hari ini, dan setiap hari sepanjang minggu ini, maka saya melakukan hal yang benar. Tetapi jika saya gagal hari ini, atau esok, atau sepanjang minggu, maka itu berarti saya melakukan hal yang mengerikan!”
Pemikiran seperti ini berdasar pada bagaiaman orang melihat trading seperti pekerjaan kantoran. Anda masuk pukul 9 pagi, pulang pukul 5 sore, melakukan pekerjaan selama 40 jam per minggu, menyelesaikan semua tugas, dan mendapatkan gaji yang besar. OK, Anda pun merasa bahwa Anda sudah bekerja dengan rajin dan produktif sepanjang pekan.
Tetapi, ketika Anda trading, tidak selalu hasil yang Anda terima sebanding dengan upaya yang telah Anda lakukan. Begitulah adanya. Ketika Anda tidak berhasil mencapai target, sangat mudah bagi Anda untuk merasa kecewa. Betul kan?
Memang, situasi seperti itu sering terjadi, tetapi sebagai trader kita sebaiknya tidak menyikapi trading seperti pekerjaan sehari-hari yang konvensional. Tidak ada jaminan puluhan bahkan ratusan jam waktu yang Anda habiskan untuk melakukan analisa pasti akan membuahkan keuntungan. Atau setidaknya target keuntungan yang Anda tetapkan mungkin tidak akan tercapai.
Bentuk target yang lebih baik daripada target keuntungan – meskipun terdengar aneh – adalah “target pembelajaran”.
Hm, apa pula itu?
Anda mungkin tidak mampu mencapai target keuntungan Anda; katakanlah target mingguan. Tetapi Anda akan selalu bisa mencapai “target pembelajaran”.
Dalam setiap hari Anda trading forex, sadarkah bahwa Anda sebenarnya telah memperoleh pengalaman yang berharga mengenai bagaimana cara menyikapi pasar? Anda akan senantiasa bisa mempelajari berbagai macam strategi dan bagaimana strategi-strategi tersebut bisa berhasil atau tidak. Jangan sekalipun Anda meremehkan pengalaman seperti ini!
Setiap hari, pembelajaran yang Anda peroleh dari pengalaman akan bertambah. Mungkin hal ini tidak akan memberikan hasil instan berupa keuntungan berlimpah, tetapi yang pasti secara perlahan namun pasti, naluri trading Anda akan semakin matang dan tajam.
Inilah salah satu implementasi “fokus pada proses, bukan pada hasil”.
Jika Anda hanya fokus pada berapa besar uang yang bisa Anda hasilkan, dan memperlakukan trading forex seperti pekerjaan sehari-hari di mana ada gaji yang pasti akan dibayar oleh perusahaan, maka Anda justru akan gagal dalam trading. Tetapi jika Anda fokus pada bagaimana cara mempertajam kemampuan trading dan rela “mengorbankan” sebagian waktu, tenaga dan pikiran; maka apa pun hasil trading Anda di hari ini justru akan mempercepat proses pematangan Anda untuk menjadi trader yang handal.
Ibarat peperangan, Anda boleh hanya memenangkan satu atau dua pertempuran dan kalah pada beberapa pertempuran lain, namun semakin sering Anda belajar dari kekalahan dalam satu atau dua pertempuran maka “naluri bertahan hidup” Anda akan semakin kuat. Pada saatnya, Anda akan bisa mengenali potensi bahaya lebih dini dan menghindarinya agar bisa terhindar dari kerusakan yang lebih besar. Anda juga akan semakin piawai dalam mengenali celah peluang dan bisa meraih kemenangan dengan lebih gemilang. Pada akhirnya, peperangan akan Anda menangkan.