Kumpulan artikel berbagai strategi forex dari blog FOREXimf. Membahas berbagai strategi yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading forex.

Sejarah Trading Forex yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Trading forex memiliki jejak sejarah yang cukup lama. Mulai dari era trading emas hingga trading forex online. Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah terciptanya perdagangan tersebut dunia ini? berikut ulasannya.

Memang topik ini tidak berkaitan dengan kemampuan Anda meraih keuntungan dalam  trading, namun tidak ada salahnya mempelajari fakta-fakta penting terkait bisnis yang kita jalani ini. Setidaknya kita bisa bercerita kepada orang yang ingin tahu apa itu forex trading.

Sejarah Forex: Sistem Standar Emas

Gold Standard System atau sistem keuangan standar emas tercipta pada tahun 1875, yang merupakan suatu peristiwa paling penting dana sejarah pasar uang.

Sebelum standar emas diciptakan, negara-negara di dunia pada umumnya mempergunakan emas dan perak sebagai alat pembayaran internasional.

Masalah utama penggunaan emas dan perak untuk alat pembayaran adalah bahwa nilai kedua logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran global.

Sebagai contoh, penemuan sebuah tambang emas baru biasanya (waktu itu) akan menekan harga emas.

Ide yang mendasari terciptanya sistem standar emas ini adalah bahwa pemerintah menjamin nilai tukar suatu mata uang terhadap sejumlah emas, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, suatu mata uang di-back up oleh sejumlah emas.

Dengan demikian jelaslah bahwa pemerintah membutuhkan sejumlah cadangan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan akan pertukaran mata uang.

Selama akhir abad ke-19, semua negara ekonomi maju telah mematok sejumlah mata uang senilai dengan satu ons emas.

Seiring dengan berjalannya waktu, perbedaan harga antara satu ons emas di antara dua mata uang yang berbeda menjadi kurs valuta asing antara dua mata uang tersebut. Ini menjadi definisi awal valuta asing dalam sejarah.

Standar emas ternyata runtuh selama permulaan Perang Dunia I. Karena meningkatnya ketegangan dengan Jerman, negara-negara di Eropa merasa bahwa mereka harus menyelesaikan proyek-proyek militer yang besar. Maka mulailah mereka mencetak uang untuk membiayai proyek-proyek tersebut.

Beban finansial dari proyek-proyek tersebut sangat besar sehingga tidak tersedia cukup emas untuk mem-back up uang yang telah dicetak dalam jumlah besar tersebut dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Although the gold standard would make a small comeback during the years between the wars, most countries had dropped it again by the onset of World War II. However, gold never stopped being the ultimate form of monetary value.

Meskipun standar emas sempat kembali dipergunakan setelah Perang Dunia I usai, namun kebanyakan negara kembali “merusak” sistem tersebut pada saat permulaan Perang Dunia II. Meskipun demikian, emas tidak pernah berhenti menjadi cadangan devisa yang terbaik.

Baca juga: Alasan Kenapa Anda Harus Trading Emas

Sejarah Forex: Bretton Woods System

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara yang tergabung dalam aliansi Sekutu merasa bahwa mereka perlu membangun sebuah sistem moneter untuk mengisi kekosongan akibat ditinggalkannya sistem standar emas.

Pada bulan Juli tahun 1944, lebih dari 700 perwakilan Sekutu mengadakan pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan kesepakatan yang kita kenal dengan nama Bretton Woods System sebagai bentuk pengelolaan moneter internasional.

Singkatnya, Bretton Woods menetapkan sebagai berikut:

  • Merupakan metode dengan kurs valas tetap
  • US dollar menggantikan peran standar emas menjadi mata uang cadangan utama
  • Pembentukan tiga badan internasional untuk memantau aktivitas ekonomi dunia: International Monetary Fund (IMF), International Bank for Reconstruction and Development, serta General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

Fitur utama dari sistem Bretton Woods adalah USD menggantikan emas sebagai standar utama nilai tukar untuk mata uang dunia.

Lebih jauh lagi, USD menjadi satu-satunya mata uang di dunia yang akan dilindungi oleh cadangan emas. Inilah yang di kemudian hari menjadi alasan utama gagalnya sistem Bretton Woods.

Dalam sekitar 25 tahun kemudian, sistem tersebut mengalami beberapa masalah.

Di awal tahun 1970-an, cadangan emas Amerika Serikat (AS) sangat sedikit sehingga Departemen Keuangan AS tidak mempunyai cukup emas untuk membiayai semua USD yang dimiliki oleh bank-bank sentral negara-negara di dunia.

Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden AS kala itu, Richard Nixon mengambil langkah untuk menolak semua permintaan penukaran USD ke emas. Inilah akhir era Bretton Woods.

Meskipun sistem Bretton Woods tidak bertahan lama, namun sistem tersebut meninggalkan jejak yang masih memiliki dampak yang signifikan hingga hari ini.

Jejaknya tertinggal dalam bentuk tiga badan yang dibentuk waktu diresmikannya sistem tersebut, yaitu:

  1. IMF
  2. Bank for Reconstruction and Development (sekarang merupakan bagian dari World Bank)
  3. GATT, yang kemudian bertransformasi menjadi World Trade Organization (WTO).

Demikianlah sekelumit sejarah tentang forex trading.

Terima kasih.
Semoga bermanfaat.

Korelasi Emas, Minyak Mentah dan Forex yang Wajib Anda Ketahui!

Pergerakan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Ketika harga emas menguat, maka harga USD akan melemah, begitupun sebaliknya.

Dalam dunia trading forex, hal tersebut dipercaya karena ketika “risk appetite” meningkat, investor kembali berburu dollar dan biasanya dengan menjual asset safe-haven mereka, dalam hal ini emas.

Sebaliknya jika  terjadi “ketidakpastian ekonomi”, para investor cenderung akan menukar dolar mereka dengan emas.

Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas

Akhir-akhir ini, meskipun “hubungan perbandingan terbalik” antara emas dengan USD masih berlangsung, nampaknya tidak terlalu “seharmonis” dulu lagi.

Ini karena ternyata USD juga sudah hampir dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga ketika ada masalah pada perekonomian dunia, para investor juga melarikan modal mereka ke USD.

Lalu bagaimana hubungan emas dengan mata uang lain?

Emas dan AUDUSD

Saat ini Australia merupakan penghasil emas terbesar ke-3 di dunia. Sebagai informasi saja, dalam kurun waktu satu tahun – biasanya produksi emas dunia mencapai nilai $5 milyar.

Perhatikan grafik harga emas berikut ini:

Grafik Pergerakan Harga Emas terhadap AUDUSD

Kalau kita cermati grafik emas di atas, kita bisa melihat bahwa pergerakan harga emas cenderung searah dengan pergerakan AUDUSD.

Artinya:

  • Ketika harga emas naik, AUDUSD juga ikut naik
  • Ketika harga emas turun, AUDUSD juga ikut naik

Dalam bahasa analisa teknikal, kita bisa mengatakan bahwa pergerakan harga emas dan AUDUSD memiliki korelasi positif.

Baca juga:

Berdasarkan data pergerakan harganya, koherensi antara AUDUSD dengan harga emas mendekati 80%.

Emas dan USDCHF

Berbeda dengan yang sebelumnya, USDCHF memiliki korelasi negatif dengan pergerakan harga emas.

Grafik Perbandingan Pergerakan Harga Emas dengan USDCHF

Dari grafik harga emas di atas bisa kita lihat bahwa:

  • Ketika harga emas turun, USDCHF cenderung naik
  • Ketika harga emas naik, USDCHF cenderung turun

Ternyata alasan di balik fakta tersebut adalah bahwa 25% uang yang dimiliki Swiss di-back up oleh cadangan emas.

Menarik bukan?

Minyak Mentah dan USDCAD

Sekarang kita akan coba mengintip jenis “emas” yang lain, yang biasa disebut “emas hitam” alias minyak mentah.

Komoditi ini sekarang menjadi salah satu komoditi yang penting bagi dunia, bahkan (mungkin) lebih penting daripada emas.

Bisa kita katakan bahwa dunia kita ini saat ini sudah “kecanduan minyak”.

Anda masih bisa hidup tanpa emas, tetapi coba bayangkan jika saat ini sama sekali tidak ada minyak.

Itu artinya tidak akan ada bensin, solar, gas (LPG), bahkan mungkin listrik.

Artinya Anda akan mengalami kesulitan untuk pergi ke kantor, memasak, dan membaca artikel ini di internet. Oleh sebab itu, hingga saat ini minyak masih menjadi primadona energi dunia.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Salah satu produsen minyak terbesar dunia adalah Kanada. Negara ini mengekspor setidaknya sekitar dua juta barel minyak per hari Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut membuat Kanada menjadi penyuplai minyak terbesar bagi AS, yang membuat Kanada menjadi “bandar minyak” bagi AS.

Nah, karena besarnya ekspor minyak Kanada ke AS, maka terciptalah permintaan yang sangat besar pula akan dollar Kanada (CAD).

Perlu Anda catat bahwa perekonomian Kanada bergantung pada ekspor. Sekitar 85% ekspornya dikirim ke AS. Oleh karena itu USDCAD sangat dipengaruhi oleh bagaimana para konsumen AS bereaksi atas perubahan harga minyak mentah.

Jika permintaan (barang) di AS meningkat, itu artinya para industrialis harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Artinya: more oil, please!

Naiknya permintaan minyak akan menaikkan harga minyak tersebut.

Jika harga minyak naik, maka CAD pun akan ikut menguat. Ketika CAD menguat terhadap USD, maka USDCAD akan turun.

Sebaliknya, jika permintaan di AS menurun, para industrialis akan menurunkan produksi mereka juga. Artinya, permintaan minyak akan turun dan membuat permintaan akan CAD ikut turun juga.

Jika permintaan akan CAD turun, maka CAD akan melemah. Jika CAD melemah terhadap USD, maka Anda tentu sudah bisa mengetahui ke mana USDCAD akan bergerak.

Ya. USDCAD akan naik.

Grafik Pergerakan Harga Minyak terhadap USDCAD

Dari uraian dan grafik yang disajikan di atas, Anda bisa melihat bahwa minyak mentah dan USDCAD memiliki korelasi negatif.

Artinya:

  • Jika harga minyak mentah turun, USDCAD cenderung naik
  • Jika harga minyak mentah naik, USDCAD cenderung turun

Apa Manfaatnya Untuk Trader?

Ketika Anda sudah mengetahui hubungan antara emas dan minyak mentah terhadap forex, Anda tentu akan bisa memikirkan strategi apa yang akan Anda jalankan.

Misalnya, ketika Anda mendengar atau membaca ada peluang harga minyak akan naik, maka Anda bisa mempergunakan informasi ini untuk membuka posisi sell pada USDCAD.

Atau, Anda membaca berita bahwa harga emas akan turun, maka Anda bisa membuka posisi buy pada USDCHF. Atau bahkan Anda bisa membuka juga posisi sell pada XAUUSD pada saat yang sama.

Hanya saja Anda harus tetap ingat untuk selalu membatasi resiko, karena tidak mungkin ada strategi yang selalu benar.

Baca juga: 3 Strategi Trading para Trader Professional

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai trading emas (komoditi) ataupun trading forex, silakan ajukan pertanyaan Anda melalui kolom komentar atau langsung menghubungi tim Market Analyst FOREXimf melalui fitur Live Chat.

Terima Kasih.
Semoga bermanfaat.

Analisa Fundamental Vs Analisa Teknikal

Suatu bagian penting yang harus diketahui dari setiap pemula adalah mengetahui perbedaan antara analisa fundamental dan analisa teknikal.

Banyak investor/trader menggunakan analisa fundamental atau teknikal ketika mereka masuk ke dalam pasar uang.

Seperti namanya, analisa fundamental digunakan untuk mengetahui tentang dasar-dasar ekonomi, neraca, laporan laba rugi, dll.

Di sisi lain analisa teknikal, berkaitan dengan mempelajari kinerja sejarah pergerakan harga dengan mengukurnya kepada pergerakan harga di masa depan.

Analisa Fundamental Vs Analisa Teknikal

Teknikal Vs. Fundamental

Nah dalam penjelasan selanjutnya, kita akan melihat perbedaan antara kedua metode analisa.

Analisa Fundamental

Beberapa investor atau trader legendaris mengatakan bahwa analisa fundamental adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui tentang segala sesuatu mengenai pergerakan harga.

Tujuan dasar dari seorang analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca, laporan laba rugi, dll.

Seorang analis Fundamental banyak menghabiskan waktu mereka untuk mengetahui tentang keadaan ekonomi suatu negara. Mereka melakukan analisa suku bunga yang berlaku dan indeks harga konsumen.

Hal tersebut tidak biasa bagi seorang analis teknikal; dimana faktor dalam pengaruh iklim ekonomi global terhadap prospek pergerakan harga dapat mempengaruhi harga.

Keuntungan dari analisa fundamental adalah jika ekonomi telah dilakukan secara konsisten dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar, dan membuat prospek ekonomi jangka panjang yang cerah.

Di lain pihak, analis fundamental percaya bahwa pasar saham tidak benar-benar mewakili nilai sebenarnya dari valuasi perusahaan karena sifat spekulatif dari pedagang.

Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham yang bagus untuk jangka waktu yang panjang, dan dapat memperoleh dividen dengan melihat investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut.

Analisis fundamental mungkin telah ada sejak zaman pasar saham pertama kali dibuka. Analisis fundamental terlihat lebih luas, dan mayoritas investor di seluruh dunia mendukung bentuk analisis model ini.

Analisa Teknikal

Analis teknikal cukup dengan melihat historis harga dalam rangka untuk memprediksi tren pergerakan harga masa depan.

Analis teknikal percaya bahwa tidak ada kebutuhan untuk melakukan analisa fundamental.

Bertentangan dengan pemikiran analis fundamental, analis teknikal percaya bahwa harga masa lalu memiliki kemampuan untuk ” memperbaiki ” pergerakan harga saat ini, dan saat ini harga yang bergerak merupakan sikap investor ke arah itu.

Analis teknikal jarang melihat atau memperhatkian pada kinerja ekonomi, mereka lebih tertarik untuk mengetahui tentang kinerja pergerakan harga.

Semua perhatian seorang analis teknikal difokuskan pada grafik harga historis. Mereka juga memprediksi dalam volume harga yang diperdagangkan.

Jadi pada dasarnya,seorang analis teknikal lebih tertarik untuk mengetahui bagaimana harga di jam berikutnya, hari, atau minggu.

Mereka tidak memiliki rencana jangka panjang untuk tetap berinvestasi, dan banyak kali transaksi dilakukan dalam sepersekian detik. Walaupun investasi memiliki waktu yang dapat dipelajari oleh analisa teknikal, yang telah mendapatkan beberapa momen di masa lalu.

Tetapi saat ini, banyak perusahaan pialang atau trader professional sekarang menggunakan kombinasi analisa fundamental dan teknikal untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik pada prospek investasi mereka.

Jika Anda pelajari, sebelum membuka posisi atau masuk ke pasar dengan maksud ingin mencapai keuntungan dalam jangka waktu panjang, Anda harus melihat dan melakukan analisa secara fundamental.

Di sisi lain, jika Anda mencari manfaat dari volatilitas harga di pasar dengan jangka waktu pendek, maka analisa teknikal akan mudah untuk dilakukan.

 


Kami berharap bahwa penjelasan terkait analisa teknikal dan analisa fundamental ini dapat membantu Anda dalam mengetahui perbedaan antara kedua bentuk analisa.

5 Langkah Mudah Menguji “Robot Trading” Bagi Pemula

Anda mungkin pernah mendengar istilah “robot trading”, yang sebenarnya adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk melakukan transaksi secara otomatis sesuai dengan algoritma (logika) yang telah dimasukkan ke program tersebut.

Istilah lain untuk “robot trading” ini adalah “automated trading” atau “expert advisor (EA)”. Semua broker di Indonesia yang menggunakan platform trading MetaTrader (MT4) biasanya mengaktifkan fitur ini.

Tim Analis dan Edukasi FOREXimf.com sering mendapatkan pertanyaan seputar cara menguji robot trading di platform MT4.

Sebenarnya ada dua cara pengujian; backtest dan forward test.

Backtest artinya menguji sebuah robot dengan cara menjalankannya di fitur simulasi MetaTrader yang disebut “Strategy Tester”.

Metode pengujian ini menggunakan data-data pergerakan harga yang telah terjadi di masa lampau.

Sedangkan forward test adalah menguji sebuah robot secara “live”.

Karena metode forward test cukup memakan waktu, maka biasanya para trader menggunakan metode backtest yang lebih cepat.

Kali ini, kita akan membahas 5 langkah mudah untuk menguji robot trading bagi pemula dengan metode backtest.

Cara Menguji Robot Trading

Sebelum kita mulai, pastikan Anda sudah mengetahui cara menggunakan MT4 dan cara menginstal EA atau robot trading tersebut.

Cara menginstal robot trading ke MT4 sangat mudah. Anda tinggal men-download robot yang Anda inginkan. Anda bisa mendapatkannya di internet atau mungkin diberikan oleh teman Anda.

File program robot tersebut akan memiliki ekstensi file (.mq4) atau (.ex4). Misalnya jika nama robot trading tersebut adalah “RobotTrading”, maka file programnya akan memiliki nama lengkap RobotTrading.mq4 atau RobotTrading.ex4.

Kemudian Anda tinggal mencari folder di mana Anda menginstal program MT4 Anda (misalnya di drive C: nama foldernya IM Futures Trader).

Masih di folder yang sama, carilah folder “MQL4”. Di dalam folder “MQL4” tersebut, Anda akan menemui folder “Experts”. Nah, simpanlah file robot Anda tersebut dalam folder “Experts” itu.

Jika sudah, barulah lakukan langkah pertama, yaitu membuka Strategy Tester. Caranya bisa dengan men-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”.

robot 1

Anda akan melihat sebuah panel yang muncul di bagian bawah platform MT4 Anda.

Langkah selanjutnya adalah memilih robot yang ingin Anda uji. Ini adalah langkah ke dua.

Robot 2

Langkah ke tiga adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk menguji robot tersebut.

Untuk melakukan hal ini, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut.

Misalnya jika Anda memilih “From: 2013.02.01 To: 2014.02.01”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Februari 2013 hingga 1 Februari 2014).

Robot 3

Anda juga harus memastikan bahwa data pergerakan harga yang Anda miliki cukup lengkap agar kualitas kelengkapan data Anda tidak kurang dari 90%.

Ini untuk menghindari adanya beberapa chart yang “menghilang”, seolah-olah ada gap namun sebenarnya tidak. Untuk melakukan hal ini, Anda bisa menekan tombol “F2” yang ada di keyboard Anda. Ini adalah langkah yang ke empat.

Kemudian di window yang muncul, klik dua kali pada currency pair yang akan Anda pergunakan untuk menjalankan backtest.

Anda juga harus memeriksa apakah time frame yang Anda pilih ada di database. Jika tidak ada, klik-lah time frame tersebut lalu klik tombol “Download” yang ada di bagian bawah.

Robot 4

Sangat disarankan untuk mengikutsertakan data tick 1 menit (1 Minute/M1) agar hasil backtest Anda menjadi lebih akurat.

Hanya saja, langkah ini akan memakan banyak tempat di hard disk Anda.

Berdasarkan pengalaman, beberapa robot kemungkinan akan menyebabkan MT4 mengalami crash alias tidak bisa berjalan.

Jika data pergerakan harga yang Anda miliki sudah cukup lengkap, barulah Anda bisa menjalankan backtest.

Selanjutnya, langkah ke lima adalah meng-klik tombol “Start”, lalu biarkan program berjalan dengan sendirinya.

Setelah beberapa detik, atau menit, atau bahkan jam (tergantung pada berapa panjang rentang waktu yang Anda pilih serta kemampuan komputer Anda), Anda akan bisa melihat hasil backtest Anda tersebut di tab “Graph” atau “Result” yang ada di panel Strategy Tester.

Namun perlu Anda ingat bahwa hasil tersebut berdasarkan performa robot tersebut “di masa lalu” dan tidak menjamin bahwa robot tersebut akan memberikan hasil yang sama di masa mendatang.

Oleh karena itu, disarankan Anda menggunakan rentang waktu yang panjang (misalnya tiga tahun) sebagai data pergerakan harga dalam melakukan backtest.

Di kesempatan lain, kita akan membahas bagaimana cara membaca hasil backtest untuk mengetahui kualitas robot yang Anda uji.

Selamat mencoba.

 


Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di Trading Forex.  Kapan Anda ?

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara forex trading berarti berbicara juga tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet.

Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya 3 strategi trading yang biasa digunakan oleh para trader profesional.

1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental yang Kuat

Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam.

Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun.

Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

2. Gunakan “Angka Bulat” sebagai Acuan Support & Resistance

Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti;

  • 1.50000
  • 1.0000
  • 0.50000
  • 100.000, dsb.

Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti;

  • 1.38775
  • 1.58837
  • 139.387, dsb.

Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci.

Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut.

Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

3. Menggunakan Kombinasi Indikator Teknikal

Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus.

Dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com dengan menggunakan:

  1. Stochastic Oscillator
  2. Commodity Channel Index (CCI)
  3. Moving Average
  4. Fibonacci Retracement

Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis.

Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik.

Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja.

Namun jika diperkuat oleh MA; yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell).

Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah.

Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda.

Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda.

Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan oleh orang lain, belum tentu strategi yang sama tersebut bisa berhasil juga pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

 


Masih ada pertanyaan?
Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat (Senin s/d Jumat, dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Hadiri pula WEBINAR GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini.

Rahasia Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental

Analisa fundamental merupakan suatu proses analisa terkait dengan hal-hal yang mewakili ekonomi suatu negara secara umum.

Analisa ini biasanya diwakili oleh berita (news) yang berulang secara periodik, dan mampu mengerakan pasar pada saat itu.

Berita fundamental ini cukup berpengaruh meskipun pada umumnya bersifat sementara. Namun adanya berita fundamental ini terkadang bisa mempengaruhi trend secara makro di waktu mendatang.

Berbeda dengan analisa teknikal yang memanfaatkan “history” pergerakan harga, dalam analisa fundamental; Anda justru akan mencoba untuk “menangkap” peluang yang mungkin akan muncul mengiringi berita atau data ekonomi terkait negara tertentu yang tentu akan mempengaruhi mata uang negara tersebut.

Dengan mengamati dan mempelajari data-data ekonomi tersebut, seakan-akan Anda mencoba untuk “mengintip” kemungkinan pergerakan harga selanjutnya.

Cara Melakukan Analisa Berita

Ada banyak cara.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan informasi yang terdapat dalam website Forex Factory.

Website tersebut menyajikan sejumlah data-data ekonomi dari beberapa negara penting yang dianggap dapat menggerakkan pasar.

Namun Anda harus ingat bahwa hal tersebut bukan berarti tanpa resiko.

Anda harus tetap ingat bahwa tingkat pergerakan volatilitas harga meningkat saat berita di rilis, dan cukup sulit untuk menduga kemana harga akan bergerak. Perlu adanya strategi untuk menghadapi situasi seperti ini.

Forex Factory & Analisa Fundamental

Dengan memanfaatkan informasi yang ada pada forexfactory.com, kita bisa mencoba melakukan analisa untuk menghadapi situasi tersebut. Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Menyamakan Zona Waktu

6-2-2014 2-41-16 PM

Pertama-tama, klik link untuk angka jam di sebelah tombol “Login”.

*Anda bisa melihat link tersebut dalam bentuk jam yang terletak dekat dengan date & today calendar.

6-2-2014 2-45-41 PM

 

  • Pada bagian Time Zone, Pilih “(GMT+7:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta”
  • Kemudian pada bagian DST, pilih “DST Off”
  • Lalu klik “Save Settings”

2. Filter (Menyaring) Berita

Secara default, forexfactory.com akan menampilkan semua berita yang terkait dengan sejumlah mata uang utama yang cukup panjang dan rumit.

Jika Anda hanya menginginkan berita-berita yang terkait dengan mata uang yang sedang Anda trading-kan, Anda bisa melakukan filter berita seperti contoh dibawah ini:

  • Klik menu “Filter” yang terdapat pada bagian kanan website

6-2-2014 2-47-20 PM

  • Pilih mata uang yang ingin Anda amati

6-2-2014 2-49-08 PM

  • Pilih tingkat pengaruh dari berita

Tingkatan pengaruh berita:
– Merah (High Impact)
– Orange (Medium Impact)
– Kuning (Low Impact)
– Putih (Non Economic)

  • Pilih Tipe Berita
  • Kemudian klik tombol “Apply Filter”

3. Melakukan Analisa Berita

Setelah menerapkan filter berita diatas, daftar berita selama satu minggu yang ditampilkan pun akan jauh lebih mudah dan cepat untuk diamati.

Sebelum melangkah ke cara melakukan analisa berita fundamental, sebaiknya Anda pahami dulu menu-menu yang terdapat didalamnya. Berikut penjelasan:

  1. Date & Time: Tanggal dan waktu dari berita
  2. Currency: Mata uang yang dipengaruhi berita
  3. Impact: Tingkat pengaruh berita
  4. Detail: Menampilkan detail berita. Pengaruh dari berita ini dapat dipelajari dari informasi “usual  impact”
  5. Actual: angka yang akan dirilis
  6. Forecast: Prediksi berdasarkan analisis para ahli
  7. Previous: Angka periode sebelumnya untuk data yang sama

 

6-2-2014 2-52-06 PM

 

4. Mengartikan Berita dan Dampaknya

Untuk dapat mengerti arti dari berita yang ada dan dampaknya, Anda dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

 

5-29-2014 7-22-36 PM 1

 

  • Klik gambar folder (kolom “Detail”)

new 5-29-2014 7-23-31 PM

 

  • Kolom “Specs” untuk mengetahui detail berita
  • Kolom history untuk melihat hasil rilis data sebelumnya
  • “Usual Effect” merupakan dampak berita terhadap pergerakan mata uang negara yang bersangkutan.

Jika data rilis berwarna hijau berarti bagus untuk mata uang tersebut, jika data rilis berwarna merah berarti buruk untuk mata uang tersebut.

Strategi Trading Berdasarkan Berita Fundamental

Setelah Anda mengerti bagaimana cara menggunakan fitur-fitur yang dimiliki forexfactory, sekarang kita akan membahas bagaimana caranya memanfaatkan berita dalam strategi trading.

Perlu diingat bahwa sebaiknya Anda hanya memanfaatkan data-data ekonomi yang mempunyai dampak besar terhadap pergerakan harga, yaitu data yang memiliki icon yang berwarna merah.

123 5-29-2014 9-13-01 PM

6-2-2014 3-04-51 PM (icon berwarna merah) merupakan data-data ekonomi yang tergolong kedalam “data penting”, atau istilah lainnya adalah “big figure”.

Contoh yang paling populer adalah data non-farm payrolls Amerika Serikat (di Forexfactory.com namanya adalah Non-Farm Employment Change).

Dibawah ini adalah contoh strategi yang bisa Anda manfaatkan saat data non-farm payrolls akan dirilis.

Perhatikan grafik USD/JPY di bawah ini sebelum data di rilis:

5-30-2014 4-25-40 PM

  • Tentukan harga tertinggi dan harga terendah dari candle – candle pada hari bersangkutan. (sangat baik jika kondisi harga dalam keadaan sideways sebelum data di rilis)

12345 5-30-2014 4-25-40 PM

  • Pasang Pending Order Buy Stop di harga 103.157 dengan take profit dan stop loss masing – masing 30 point (risk and reward 1 : 1)
  • Pasang Pending Order Sell Stop di harga 102.828 dengan take profit dan stop loss masing – masing 30 point (risk and reward 1 : 1)
  • Jika salah satu pending order kena, maka tutuplah pending order lawannya.
  • Ternyata hasil data rilis bagus untuk USD (berwarna hijau) dan USD menguat dratis sekitar 50 point. Dalam contoh di bawah terlihat datanya naik dari 129K menjadi 175K, padahal “forecast”-nya hanya 151K.

new123 5-29-2014 9-13-01 PM

1asd 5-30-2014 4-25-40 PM

Efek data Non-farm Payrolls AS yang dirilis pada tanggal 9 Maret 2014 pukul 20.30 WIB terhadap pergerakan USD/JPY

Selain dari strategi ini, ada beberapa strategi lain yang mungkin cocok dengan gaya trading Anda nantinya, misalnya seperti:

  1. Strategi Trading Double Bollinger Bands
  2. Strategi Trading Scalping 1-Minute
  3. Strategi Short-Term Reversal Bollinger
  4. Strategi London Breakout
  5. Strategi Camarilla Pivot

Menurut Anda, bagaimana strategi trading berdasarkan analisa dari berita fundamental yang sudah dijelaskan dalam artikel ini?

Jika Anda ingin mencoba strategi ini, Anda bisa langsung mempraktikannya dengan menggunakan demo account yang ada di website FOREXimf.

Bagi Anda yang ingin bertanya langsung, Anda dapat menghubungi tim FOREXimf di nomor 0821-1505-1612.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda.

Selamat menganalisa.

 

 

Article by Garry Adrian

 

Editing & proofreading by Eko Trijuni

Berpikir Ala Militer Dalam Forex Trading

Saya sering – dan suka – mempergunakan analogi komandan tempur ketika menjelaskan strategi forex trading. Terutama ketika “mendongeng” tentang trading plan, money management dan psikologi trading.

Pelajari ketiga hal penting diatas melalui panduan belajar berikut ini:

Nggak tahu kenapa. Mungkin karena saya suka menonton film-film perang. Mungkin juga karena menjadi tentara adalah cita-cita masa kecil yang seiring perjalanan waktu terkubur entah di mana….

Yang jelas, analogi komandan tempur atau panglima perang sampai saat ini masih menjadi selingan favorit saya dalam workshop atau seminar yang saya bawakan. Yang juga jelas adalah bahwa forex trading memiliki resiko dan ketidakpastian. Mirip-miriplah seperti medan perang.

Karena itu, sama seperti pertempuran, yang tampil sebagai pemenang pastilah mereka yang bisa berpikir dan bertindak berani, sistematis, strategis dan disiplin. Mirip kan?

Jadi, sepertinya masuk akal kalau pendekatan strategi ala militer bisa diaplikasikan dalam trading.

Siklus OODA

Ada seorang pilot tempur di Angkatan Udara Amerika Serikat. Namanya adalah Kolonel John R. Boyd (23 Januari 1927 – 9 Maret 1997). Saat berkecamuk perang Korea pada tahun 1953, ia bertugas menerbangkan pesawat F-86 Sabre dan sering harus bermanuver menghadapi pesawat-pesawat MiG-15 milik Korea Utara. Ia selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya di udara dalam waktu kurang dari 40 detik. Karena itu ia mendapatkan julukan “Forty Second Boyd”.

Boyd kemudian memperkenalkan pola pengambilan keputusan yang disebut siklus OODA, singkatan dari Observe, Orient, Decide and Act. Tadinya konsep ini diterapkan oleh Boyd dalam dogfight alias pertempuran pesawat di udara, namun kemudian diterapkan dalam operasi tempur darat dan laut. Dalam perkembangannya, konsep ini juga diperkenalkan di dunia bisnis.

Singkatnya, siklus OODA menjelaskan bagaimana manusia bereaksi dalam situasi tertentu. Menurut Boyd,  respon manusia itu bisa dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah observasi (observe), di mana informasi dikumpulkan dengan mengandalkan panca indera.

Tahapan ke dua adalah orientasi (orient). Di tahap ini, orang akan menganalisis informasi yang diperoleh di tahap observasi lalu diinterpretasikan. Hasil interpretasi ini nanti akan mengarah langsung ke tahap ke tiga: decide.

Nah, tahap ke tiga ini adalah tahap pengambilan keputusan (decide). Di tahap ini orang akan akan memutuskan akan mengambil tindakan apa.

Terakhir, adalah tahap melakukan tindakan (act). Di sini orang akan menerapkan keputusan yang sudah dibuat. Lalu kembali lagi ke siklus observe untuk menilai efek dari tindakan yang dilakukan.

Bagaimana aplikasi OODA dalam forex trading?

Oke, sebelumnya tolong pahami ini: sangat penting bagi trader untuk TIDAK merasa bingung atau tidak yakin. Bahkan ini lebih penting daripada mengendalikan fear and greed, lho!

Orang Jawa mengenal filosofi: ojo kagetan. Jangan gampang terkejut. Juga, ojo gumunan. Jangan gampang heran, atau bingung.

Seringkali trader forex kaget ketika terjadi pergerakan yang lebar dan tiba-tiba, terutama jika arahnya melawan posisinya. Karena kaget, kemudian bingung, “Harus ngapain nih gue?” Panik. Ketika ia sudah bisa menguasai diri, pasar mungkin sudah bergerak ke mana-mana dan ia tinggal menyesali yang sudah terjadi.

Ada pameo di dunia perang yang berbunyi, “Pertahanan adalah inti dari setiap peperangan.” Jadi, harusnya pasukan yang baik bisa melindungi bentengnya dan tahu persis apa yang harus dilakukan untuk itu.

Nah, sebagai trader pun harus demikian. Kita harus bisa melindungi modal kita dan tahu apa yang harus dilakukan jika seandainya pasar sewaktu-waktu membombardir kita dengan fluktuasi liar.

Untuk itu kita memerlukan latihan. Nah, berikut ini ada tiga tips untuk membantu program latihan Anda. Get ready, Cadet!

  1. Biasakan berpikir, “Bagaimana jika saya salah?”

    Kita tidak akan pernah bisa senantiasa 100% akurat memperkirakan arah harga. Makanya kita harus bersiap seandainya perkiraan kita salah. Dengan demikian kita akan selalu terbiasa mempersiapkan “plan B” jika seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan kita. Contoh “plan B” paling mudah adalah mempersiapkan startegi stop loss, atau strategi lainnya.

  1. Selalu pelajari kondisi dan perilaku pasar 

    Selalu amati pasar (observe) hingga Anda bisa mengenali potensi arah pasar. Ini bisa membantu Anda untuk lebih cepat menginterpretasi pasar (orient), mengambil keputusan (decide) dan tindakan (act) dengan cepat dalam berbagai situasi. Miriplah dengan yang dilakukan John Boyd ketika mengecoh pilot tempur Korea Utara di tahun

  2. Jangan malu minta bantuan

    Need backup!

    Kalimat itu sering saya dengar waktu masih kecanduan main game Counter Strike. Hehe. Biasanya kalimat itu terdengar ketika seseorang membutuhkan bantuan ketika ingin melakukan serangan, atau sedang kewalahan menghadapi musuh.

    (Bagi Anda yang tidak tahu, game itu adalah permainan simulasi pertempuran melawan teroris.)

    Sepintar-pintarnya kita sebagai trader, tetap saja informasi yang kita miliki terbatas. Ada kalanya juga kita merasa tidak bisa melihat gambaran pasar dengan jelas. Jadi, tidak ada salahanya meminta pendapat dari orang lain. Mungkin ada beberapa celah yang tidak terlihat oleh kita tetapi bisa dilihat oleh rekan kita.

Ingatlah selalu: trader yang sukses adalah trader yang siap secara mental untuk mengambil keputusan strategi dalam kondisi seperti apa pun, meskipun sehari-harinya senantiasa menghadapi ketidakpastian.

Trader yang sukses selalu bisa mengamati kondisi pasar, cepat melakukan interpretasi sehingga bisa mengambil keputusan yang cepat tetapi tetap dalam koridor kehati-hatian, dan tidak ragu mengambil keputusan.

Anda siap?

Bagaimana menurut Anda mengenai strategi trading forex menggunakan pola berfikir ala militer?

Apakah Anda juga berfikir ala militer?

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Profit Konsisten Dengan 5 Tips Sederhana

Saya yakin sebagai trader Anda pasti ingin bisa menghasilkan profit secara konsisten. Maka penting bagi Anda untuk mengevaluasi metode dan strategi trading forex secara rutin.

Percayalah, selalu ada metode atau strategi baru yang bisa Anda temukan dan bisa dipadukan dengan strategi trading yang sekarang Anda miliki. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi sebaiknya jika metode dan strategi yang Anda pergunakan saat ini sudah bisa menghasilkan keuntungan dengan baik, hal-hal baru yang Anda temukan cukup Anda tambahkan sebagai modifikasi tanpa mengubah “struktur asli” strategi Anda.

Misalnya, Anda sudah cukup nyaman mempergunakan metode Fibonacci dan stochastic, lalu suatu saat Anda menemukan metode baru yang bisa memperbesar potensi keuntungan jika dikombinasikan dengan metode Fibo dan stochastic Anda. Silakan padukan, tetapi tetaplah mempergunakan Fibo dan stochastic sebagai metode utama dalam pengambilan keputusan.

Juga penting untuk memiliki aturan/rule yang presisi dan tegas untuk mengantisipasi jika pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan Anda.

Untuk itu, saya ingin berbagi lima tips sederhana. Sederhana saja, tidak perlu terlalu rumit.

  1. Belajarlah untuk membatasi kerugian

    Sebenarnya rahasia trading sukses itu tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan profit, tetapi juga kemampuan menghindari kerugian. Oke, mungkin kita tidak 100% bisa terhindar dari kerugian, tetapi setidaknya bisa kita batasi.

    Kemampuan membatasi kerugian itu dengan sendirinya akan membantu Anda untuk memperbesar keuntungan.

    Untuk membatasi kerugian, para trader pada umumnya akan mempergunakan strategi tertentu. Yang paling mudah di antaranya adalah stop loss.

    Trailing stop juga dapat dipergunakan untuk menjaga agar keuntungan yang sudah diperoleh dari sebuah posisi terbuka dapat dijaga agar tak berubah menjadi kerugian.

  1. Ketahui batasan resiko sebelum membuka posisi

    Untuk bisa menempatkan stop loss dengan pas, Anda juga perlu mengetahui seberapa besar toleransi resiko Anda. Seberapa besar kerugian yang mampu Anda terima, secara finansial maupun secara psikis?

    Masing-masing trader memiliki besaran yang berbeda-beda. Itulah pertanyaan “berapa pips SL-nya?” sebaiknya diikuti dengan perrtanyaan “berapa dolar kerugian yang mampu saya terima?”

    Ini juga akan berpengaruh pada besaran lot yang boleh Anda pakai. Semakin besar SL-nya, seharusnya lot-nya akan semakin kecil, demikian sebaliknya. Hal tentang ini bisa Anda baca lebih detil dalam tulisan saya tentang position sizing.

    Toleransi resiko ini sebaiknya sudah Anda “pegang erat-erat” dalam trading plan yang sudah Anda susun sebelumnya.

    Penting juga menetapkan batasan kerugian maksimal setiap bulannya. Ketika kerugian sudah mencapai batasan itu, sebaiknya berhentilah dahulu. Lakukan evaluasi, perbaiki mana yang perlu diperbaiki, baru lanjutkan.

    Kalau kemudian Anda berhasil mengumpulkan keuntungan, silakan tarik keuntungan itu dan bersenang-senanglah. Tetapi ada baiknya sisihkan sebagian keuntungan itu dan masukkan ke dalam akun trading “cadangan”. Dengan demikian sedikit demi sedikit Anda akan memperbesar modal Anda.

  1. Kuasai metode dan strategi yang Anda pergunakan

    Tidak mungkin Anda bisa mengambil keputusan dengan baik jika bahkan Anda sendiri tak memahami metode dan strategi yang Anda pergunakan. Trader yang baik adalah trader yang sangat memahami metode dan strategi yang ia pergunakan: apa kelebihan dan kelemahannya.

    Hindari menggunakan metode dan strategi yang terlalu kompleks dan rumit. Ingat, Anda ini trader. Anda tak perlu terlihat seperti Albert Einstein, yang bahkan konon pernah berkata, “Everything should be made as simple as it can be.”

    Metode dan strategi yang Anda pergunakan juga sebaiknya cocok dengan gaya trading Anda dan, yang paling penting, cocok dengan kekuatan modal Anda. Jika sebuah strategi menuntut toleransi resiko yang lebih besar daripada toleransi resiko (modal) Anda, sebaiknya jangan dipergunakan.

  1. Bersabarlah

    Membuka dan menutup posisi dalam trading membutuhkan analisa terbaik dari Anda. Jangan terburu-buru membuka posisi hanya karena takut kehilangan peluang, atau terburu-buru menutup posisi hanya karena khawatir profit berubah menjadi loss.

    Timing adalah krusial dalam trading, maka pastikan Anda memilih waktu yang tepat untuk melakukan eksekusi. Untuk bisa menentukan timing yang tepat, tidak bisa tidak, Anda harus melakukan analisa seobyektif mungkin.

  1. Never give up and stick to the plan!

    Banyak trader yang menyerah karena mengalami kerugian beruntun. Banyak trader yang gagal karena kerugian beruntun itu jadi menggunung. Hampir semua trader yang mengalami hal itu tidak menyadari bahwa kerugian yang menggunung adalah buah dari mengabaikan poin 1 sampai 4 di atas.

    Jadi, sangat penting bagi Anda untuk menguasai poin 1 sampai 4 di atas. Jangan hanya poinnya, pahamilah penjelasannya juga. Jangan hanya dipahami, praktekkanlah.

5 tips di atas memang sangat sederhana, tetapi sekali Anda mampu konsekuen menjalankannya, hasilnya tidak sederhana. Pertanyaannya, siapkah Anda menjalankannya? Anda sendiri yang menentukan.


Jika Anda merasa artikel kami berguna, silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami di kolom komentar.

 

Strategi Trading Forex Camarilla Pivot

Teknik pivot points merupakan salah satu strategi trading forex yang banyak dipergunakan trader untuk mengidentifikasi level-level yang potensial sebagai support dan resistance. Sederhananya, pivot point dan level-level support dan resistance yang dihasilkan melalui perhitungan tertentu dianggap merupakan area di mana harga berpotensi akan berubah arah.

Pivot point menjadi sangat menarik karena setidaknya salah satu penyebab: ia sangat obyektif. Tidak seperti indikator teknikal lain yang memerlukan interpretasi yang tentu sangat dipengaruhi oleh “jam terbang” yang dimiliki si trader. Bahkan tidak seperti Fibonacci retracements yang masih memerlukan preferensi si trader dalam menentukan swing high dan swing low.

Penerapan Strategi Pivot

Strategi trading yang berdasar pada pivot points biasanya dipergunakan sebagai strategi trading jangka pendek. Para trader yang mempergunakannya biasanya mencari pergerakan yang tidak terlalu besar, cocok dengan gaya trading intraday mereka.

Seperti halnya strategi trading yang memanfaatkan support dan resistance, para trader bisa memilih apakah mereka akan menerapkan strategi bounce/range-bound, breakout, atau bahkan keduanya.

Para trader yang menganut paham range-bound biasanya memanfaatkan pivot untuk mencari titik-titik reversal (balik arah). Mereka akan mencari peluang buy di area support dan mencari peluang sell di area resistane.

Sebaliknya, para trader yang bergaya breakout akan menunggu hingga support tembus untuk mencari peluang sell. Sebaliknya mereka akan menunggu tembusnya resistance untuk mencari peluang buy.

Mengenal Strategi Camarilla Pivot

Strategi Camarilla pivot (selanjutnya kita sebut Camarilla) merupakan salah satu turunan strategi pivot points.

Strategi ini mirip dengan nenek moyangnya, si pivot points itu sendiri, tetapi lebih komplit untuk dipergunakan sebagai sebuah strategi trading. Strategi ini diciptakan oleh Nick Stott sekitar tahun 1989 dan masih populer hingga saat ini.

Pada dasarnya ada tujuh garis yang menjadi bagian penting dari strategi ini, yaitu:

  • H5 = long breakout target
  • H4 = long breakout
  • H3 = short pivot
  • Pivot Point (PP)
  • L3 = long pivot
  • L4 = short breakout
  • L5 = short breakout target

Level-level tersebut di atas diperoleh melalui rumus berikut:

H5 = (H/L) × C
H4 = C+ RANGE × 1,1/2
H3 = C+ RANGE × 1,1/4

PP = (H + L + C) / 3

L3 = C– RANGE × 1,1/4
L4 = C– RANGE × 1,1/2
L5 = C– (H5 – C)

di mana:

C = Closing Price (harga penutupan hari sebelumnya)

H = High (harga tertinggi hari sebelumnya)

L = Low (harga terendah hari sebelumnya)

RANGE = harga tertinggi – harga terendah hari sebelumnya

 

Kalau digambarkan di chart, kira-kira bentuknya akan seperti ini:

strategi trading forex, strategi forex, strategi trading forex camarilla

 

Strategi Camarilla

Sebenarnya ada banyak teknik yang bisa dikembangkan, tetapi tetap dasarnya adalah bounce dan breakout trading.

Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda coba:

Teknik bounce: jika harga dibuka di antara H3 dan L3

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak sedikit ke bawah L3 namun kemudian berhasil kembali bergerak naik ke atas garis L3. Beberapa trader memilih untuk mengombinasikan dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Ada juga yang mengombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis H3. Target maksimal di H4 atau H5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di bawah garis L4.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak sedikit ke atas H3 namun kemudian berhasil kembali bergerak turun ke bawah garis H3. Anda bisa mengombinasikannya dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Bisa juga dikombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis L3. Target maksimal di L4 atau L5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan di atas garis H4.

Teknik breakout:

Anda bisa membuka posisi buy, jika:

Harga bergerak naik dan tembus ke atas garis H4. Tempatkan target di garis H5 dan stop loss di bawah garis H3.

Anda bisa membuka posisi sell, jika:

Harga bergerak turun dan tembus ke bawah garis L4. Tempatkan target di garis L5 dan stop loss di atas garis L3.

Demikian strategi dasar teknik Camarilla. Jika ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com.

Selamat mencoba.


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

 

Bagaimana Cara Membaca Hasil Backtest Strategi Forex?

Menguji sebuah sistem atau strategi trading forex, atau Expert Advisor (EA) yang biasa dikenal dengan “robot trading”, bisa sangat memakan waktu. Tetapi untunglah ada sebuah alat yang bernama Strategy Tester di MetaTrader, sehingga kita bisa menguji sebuah sistem trading dengan mempergunakan data rekaman pergerakan harga dari beberapa tahun sebelumnya. Dengan demikian kita tidak perlu menguji sebuah sistem trading secara real time. Metode pengujian seperti ini disebut “backtesting”, yang bisa mempercepat proses pengujian sebuah sistem trading secara signfikan.

Kami biasa merekomendasikan pengujian dengan metode backtesting sebelum melakukan pengujian secara real time (biasa disebut forward testing). Tentu saja, setelah backtesting dijalankan, kita tetap memerlukan forward testing di pasar yang sesungguhnya, tetapi tujuan backtesting adalah untuk memberikan “informasi awal” mengenai sebuah sistem trading yang akan kita uji dan kemudian – jika hasilnya cukup memuaskan – kita pergunakan.

Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan hasil backtesting yang berkualitas, kita memerlukan rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya baik pula untuk menghindari overfitting. Overfitting adalah sebuah “kesalahan” yang disebabkan olah terbatasnya data yang dipergunakan. Oleh karena itu, untuk melakukan backtesting sebaiknya kita memiliki rekaman data pergerakan harag setidaknya tiga atau empat tahun.

Setelah melakukan backtesting, kita harus menganalisa hasil pengujian tersebut agar kita tahu apakah sistem trading atau EA tersebut sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Ada beberapa parameter yang harus kita lihat dan pahami dari hasil backtest tersebut.

Sekarang mari kita coba cermati contoh hasil backtest berikut ini:

strategi trading forex

Tenang, Anda tidak perlu mengetahui makna setiap angka dari hasil ini. Yang perlu Anda perhatikan adalah beberapa parameter kunci yang bisa dipergunakan apakah strategi ini adalah strategi pemenang atau bukan.

Berikut ini adalah beberapa parameter kunci dan apa yang bisa kita ketahui dari sistem trading tersebut.

Total net profit

Ini merupakan hasil total dari semua transaksi yang dilakukan oleh sistem trading yang kita uji. Sebuah strategi pemenang seharusnya menghasilkan keuntungan, bukannya kerugian. Parameter ini memberi tahu kita apa yang bisa terjadi jika Anda mempergunakan sistem ini sesuai dengan aturan yang melekat padanya. Ingat, ini bukanlah sebuah jaminan bahwa di masa datang sistem ini akan bekerja persis seperti hasil pengujiannya. Meskipun demikian, setidaknya parameter ini bisa memperlihatkan berapa besar keuntungan yang mungkin bisa kita dapatkan dengan mempergunakan sistem ini.

Maximal drawdown

Maximal drawdown memperlihatkan kerugian terbesar yang mungkin bisa terjadi. Angka ini sebaiknya tidak terlalu besar. Tentu saja, besar atau kecil itu relatif, tergantung pada berapa besar modal kita dan berapa besar toleransi resiko kita. Sebagai contoh, jika modal kita adalah $10,000 dan toleransi resiko kita hanya 20% dari modal tersebut, maka maximal drawdown-nya sebaiknya tidak lebih dari $2,000. Sederhananya, semakin kecil maximal drawdown-nya, semakin bagus.

Total trades

Ini adalah total transaksi yang dilakukan. Kita bisa menganalisa apakah sistem ini agresif atau tidak dengan membandingkan angka ini dengan jangka waktu yang kita pergunakan.

Contohnya, jika total transaksi yang terjadi adalah 200 transaksi dalam tiga bulan, artinya sistem trading ini menghasilkan rata-rata tiga transaksi per hari (dengan asumsi bahwa ada dua puluh hari kerja dalam sebulan). Artinya, strategi ini tidak terlalu agresif dan mungkin cocok untuk strategi trading intraday. Jika angkanya semakin kecil, maka mungkin akan lebih cocok untuk strategi trading jangka menengah atau mungkin jangka panjang.

Profit trades

Parameter ini menunjukkan jumlah transaksi yang menghasilkan keuntungan dan berapa persen porsinya dari seluruh transaksi yang dilakukan. Sederhananya, parameter ini memperlihatkan win ratio dari sistem yang kita uji. Semakin besar angkanya, semakin baik.

Bottomline

Seperti yang disebutkan di atas, backtesting sebaiknya diikuti dengan forward testing di pasar sesungguhnya. Hal ini perlu untuk memvalidasi semua hasil yang kita peroleh dari backtesting, juga penting untuk memperoleh bukti nyata bahwa kita berhasil menghindari overfitting selama proses backtest.

Metode backtest bisa membantu kita untuk mempercepat proses pengujian, tetapi pastikan Anda memiliki rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya cukup baik.

Demikian cara membaca backtest strategi trading forex. Selamat mencoba dan silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.