Kumpulan artikel berbagai strategi forex dari blog FOREXimf. Membahas berbagai strategi yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading forex.

Strategi Trading Forex 100% Berhasil, Mungkinkah?

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, saya mau bertanya. Siapa di antara Anda yang menafsirkan bahwa strategi yang akan saya paparkan kali ini adalah strategi trading forex tanpa loss? Jika Anda menafsirkan demikian, bersiaplah untuk kecewa.

Eits, tunggu dulu. Anda perlu tahu bahwa meskipun ada transaksi yang mengalami loss, strategi yang akan saya paparkan kali ini tetap sering dipergunakan untuk meraih potensi keuntungan. Apa nama strategi itu? Namanya adalah: MARTINGALE.

Apa Itu Martingale?

Sebenarnya strategi ini sangat sering dipraktekkan di meja judi semacam kasino (tempat judi) di Las Vegas. Konon, strategi inilah yang menyebabkan kasino-kasino jaman now menerapkan aturan berupa pembatasan jumlah taruhan maksimun dan minimum. Masalah utama dalam menerapkan strategi ini adalah bahwa Anda mutlak memerlukan dana yang sangat – sangatBESAR. Bahkan saya sendiri sering mengatakan bahwa untuk menerapkan strategi ini agar bisa bekerja 100%, Anda membutuhkan sumber dana yang “tidak terhingga”.

google-review-foreximf

Strategi martingale dibangun di atas teori (setidaknya hipotesa) bahwa harga akan senantiasa mengalami koreksi. Saya ingatkan sekali lagi: tanpa sokongan modal yang cukup besar, penerapan strategi ini hanya akan membawa Anda menuju kegagalan.

Strategi ini sendiri mulai dipopulerkan di abad ke-18. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli matematika Perancis bernama Paul Pierre Levy. Aslinya, strategi ini berasal dari teknik bertaruh “doubling down”.

Di meja judi, dengan sistem doubling down, jumlah “taruhan” justru akan digandakan tiap kali mengalami kekalahan. Dengan demikian pada suatu saat semua kekalahan akan tertutup oleh satu kali kemenangan.

Mari kita ambil contoh. Anggaplah Anda sedang “bertaruh” dengan saya. Kita bertaruh lempar koin, yang memiliki dua sisi yaitu sisi “gambar” dan sisi “angka”. Anggaplah besar taruhan kita adalah $1 untuk tiap kali tos (lempar koin). Ingat, tiap kali kalah, Anda akan menggandakan taruhan Anda.

Ingat juga bahwa Anda akan konsisten bertaruh hanya untuk kemunculan sisi “angka”. Meskipun Anda bisa jadi akan beberapa kali kalah, tetapi pada suatu waktu semua kekalahan Anda itu akan terbayar.

Hasil dari “permainan” kita akan saya ilustrasikan dalam tabel berikut:

Dari tabel di atas bisa Anda lihat bahwa dari tos ke-2 hingga ke-6 Anda selalu kalah. Tetapi pada tos ke-7, pilihan Anda muncul dan Anda memenangkan $32. Ketika ditotal, semua kekalahan Anda langsung terbayar dan hasilnya Anda untung sebesar $2.

Tetapi itu asumsinya adalah pada tos ke-10 Anda menang. Jika ternyata sisi “angka” tak kunjung muncul, maka pertanyaannya adalah, “Masih cukupkah uang Anda untuk melanjutkan permainan?”

Aplikasi Martingale Sebagai Strategi Trading

Contoh di atas adalah ilustrasi hasil yang mungkin muncul jika Anda berjudi. Kemunculan sisi “angka” atau “gambar” murni karena keberuntungan (atau kesialan) semata. Tetapi ketika trading, Anda akan melihat bahwa pergerakan harga mata uang cenderung bergerak dalam trend tertentu (price moves in trend) dan trend tersebut bisa berlangsung cukup panjang. Kunci pertama Anda adalah menentukan posisi pertama yang benar (buy atau sell).

Selain itu, trend juga memiliki “koreksi”. Jadi meskipun posisi pertama Anda salah, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar kesalahan tersebut ketika terjadi koreksi.

Trend dan koreksi sendiri merupakan sebuah keniscayaan dalam pergerakan harga. Dengan demikian, unsur “spekulatif” dalam penerapan martingale dalam trading bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir. Apalagi jika dikombinasikan dengan analisa teknikal dalam menentukan pembukaan posisi.

Coba Anda simak ilustrasi berikut ini:

strategi trading forex, martingale

Anda bisa melihat bahwa ketika harga naik ke 1.50500 maka si Trader sudah mengalami kerugian sebesar 500 pips (-$500). Dengan sistem martingale, di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar dua lot, digandakan dari  posisi sebelumnya yang hanya 1 lot. Ketika harga naik lagi ke 1.51000, si Trader sudah mengalami kerugian sebesar -$2,000 dan di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar 4 lot.

Ketika harga kembali ke 1.50500, barulah kerugiannya berubah menjadi keuntungan sebesar 1500 pips atau $1,500.

Pertanyaan yang sama kembali muncul, “Sampai sejauh mana modal Anda kuat menahan pergerakan harga?”

Saya lantas membuat hitung-hitungan sederhana. Jika Anda ingin menerapkan martingale dengan memulai transaksi dengan besaran 0.1 lot dengan multiplier (pengali) dua, kira-kira modal yang Anda butuhkan akan seperti ilustrasi di bawah ini:

Interval (jarak) antar posisi : 500 pips
Lot awal : 0.1
Multiplier (pengali) : 2
Deposit awal : USD 50,000
Posisi : Sell

 

Output:

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa dengan modal $50,000 Anda bisa menahan pergerakan harga hingga 3500 pips. Jika harga tak mengalami koreksi dan terus naik, maka modal sebesar itu bisa habis.

Maka jika Anda ingin menjalankan strategi trading forex ini, modal yang Anda butuhkan sangatlah besar. Bahkan mungkin Anda harus menyiapkan sumber dana yang tak terbatas, seperti yang saya sampaikan di awal. Artinya, resikonya pun mungkin unlimited.

So, the choice is yours. Choose wisely.

Strategi Trading Forex ”London Breakout”

Strategi trading forex “London breakout” merupakan salah satu strategi yang cukup populer dalam forex. Dalam perkembangannya, masing-masing trader/analis yang mengembangkan strategi ini memberikan nama yang berbeda-beda, tetapi konsepnya sama yaitu memanfaatkan pergerakan menjelang pembukaan market London.

Strategi yang termasuk dalam kategori mechanical trading system ini didesain untuk “menangkap” pergerakan cepat yang terjadi menjelang pembukaan pasar London. Untuk bisa mempergunakan strategi ini Anda membutuhkan kemampuan dasar mempergunakan MetaTrader, minimal menggambar kotak dan garis horizontal di chart, plus beberapa jam memantau sesi London.

google-review-foreximf

Saya kira tidak perlu saya beritahu lagi bahwa sebelum pasar London buka sudah ada pasar di sesi Asia yang telah berjalan. Biasanya memang aktivitas pasar yang paling tinggi terlihat pada sesi Eropa, maka dengan strategi ini kita akan mencoba untuk mencari peluang dengan berpatokan pada range harga yang tercipta pada saat sesi Asia.

Sebenarnya Anda tidak perlu mempergunakan indikator apa pun untuk menjalankan strategi trading forex “London Breakout” ini. Meskipun demikian, kalau Anda bisa menemukan indikator “market hour” di internet atau marketplace MetaTrader, itu akan cukup membantu. Tetapi, indikator itu sifatnya opsional, tak ada pun tidak masalah. Yang penting Anda tahu bagaimana cara membuat kotak dan garis horizontal di MetaTrader.

Strategi

Jadi, menjelang memasuki sesi London, Anda telah memiliki range harga sebagai acuan yang terbentuk dari pergerakan di sesi Asia. Adapun range yang dimaksud sebenarnya bukanlah range sesi Asia secara keseluruhan, melainkan tiga jam terakhir saja. Currency pair yang paling cocok untuk strategi ini adalah GBPUSD, EURUSD dan NZDUSD.

Agar penjelasannya lebih mudah, strateginya akan saya rangkum sebagai berikut:

  1. Pergunakan time frame
  2. Buat kotak di chart dengan tiga candlestick terakhir yang muncul sebelum sesi London dimulai. Jika Anda mempergunakan FOREXimf Trader berplatform MetaTrader, maka candlestick yang menjadi acuan adalah candlestick dari pukul 07:00 sampai 09:00 waktu MetaTrader.
  3. Berdasarkan “kotak” tersebut di atas, gambarlah dua garis horizontal yang masing-masing berfungsi sebagai support dan resistance. Artinya Anda harus menggambar satu garis horizontal di sisi atas “kotak” tersebut dan satu garis horizontal lainnya di sisi bawah “kotak”.
  4. Tempatkan Stop Order:
    1. Buy Stop kira-kira 5 pips di atas resistance, tempatkan SL di level Sell Stop
    2. Sell Stop kira-kira 5 pips di bawah support, tempatkan SL di level Buy Stop
  5. Jika salah satu Stop Order tereksekusi (done), Anda harus segera menghapus (cancel) Stop Order yang menjadi lawannya. Artinya jika Buy Stop yang tereksekusi maka segeralah batalkan oder Sell Stop dan sebaliknya.

Gambar di bawah ini bisa memperjelas strategi yang saya paparkan di atas:

strategi trading forex, strategi london breakout

 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagaimana mechanical trading system lain, strategi trading forex “London Breakout” ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya adalah:

  • Tidak memerlukan indikator teknikal yang rumit
  • Relatif mudah untuk dimengerti dan diterapkan
  • Murni mempergunakan price action, sehingga mengurangi resiko terlambat masuk posisi

Kelemahannya adalah:

  • Ada potensi “terjebak” oleh bull trap atau bear trap
  • Pada hari Senin atau Jumat sering muncul pergerakan yang “tidak biasa”, sehingga peluang yang muncul di hari tersebut cenderung kurang akurat.

Seperti biasa, saya menyarankan Anda untuk mempelajari dan melatih strategi ini terlebih dahulu di demo account sebelum menjalankannya di real account Anda, sebab belum tentu strategi ini cocok untuk Anda.

Jangan lupa, meskipun mempergunakan demo account Anda tetap harus memperlakukannya seperti real account, terutama dalam hal penempatan SL. Pembiasaan melalui demo account akan membentuk habit yang baik sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

Strategi Trading Forex Short-Term: Reversal Bollinger

Anda mungkin sudah sangat mengenal Bollinger Band. Mungkin juga sudah mempergunakannya dalam melakukan forex trading. Kali ini saya akan membahas salah satu strategi trading forex yang mempergunakan Bollinger Band dalam sebuah mechanical trading system yang sederhana untuk transaksi jangka pendek.

Dalam strategi sederhana ini, Bollinger Band bekerja untuk mencari titik balik (reversal) dalam sebuah trend. Anda mungkin telah mengetahui bahwa garis-garis pada Bollinger Band bisa dimanfaatkan sebagai area support dan resistance dinamis.

google-review-foreximf

Tidak seperti indikator berbasis trend lainnya, keberadaan upper dan lower band pada Bollinger Band membuat indikator ini bisa dimanfaatkan saat market sideway, tentunya dengan teknitk tertentu. Nah, kali ini saya akan membahas teknik tersebut.

Menariknya, teknik yang akan saya paparkan kali ini cukup efektif dipergunakan saat sideway, atau kondisi trending yang tidak terlalu curam. Tetapi waspadalah karena kondisi sideway biasanya diikuti oleh penyempitan Bollinger Band (Bollinger squeeze). Squeeze cuku sering diikuti oleh rally pasca penembusan upper atau lower band. Untuk memperkecil resiko maka teknik ini juga mengikutsertakan salah satu indikator osilator, yaitu RSI yang bisa memberikan informasi dini mengenai kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Penggunaan RSI diharapkan akan bisa memberikan filter yang lebih baik

Sebagai sinyal untuk melakukan transaksi, strategi ini memanfaatkan kemunculan pola candlestick yang memperlihatkan terjadinya false-break ke atas upper band atau ke bawah lower band. Tentu saja teknik ini hanya bisa menjanjikan potensi rebound jangka pendek saja. Dengan demikian, penempatan target profit (TP) tidak bisa terlalu jauh.

OK, tanpa perlu panjang-lebar, pemaparan berikut ini adalah aturan penggunaan strategi ini.

Pair: currency pair yang tidak terlau fluktuatif, disarankan di USDCAD.

Time frame: H1 ke atas

Indikator Teknikal:

  • Bollinger Band:
    • Period: 50
    • Deviations: 2
    • Apply to: close
  • RSI:
    • Period: 5
    • Apply to: close

Sinyal Trading:

  • Sinyal sell:
    • Jika harga high dari candlestick yang dijadikan acuan lebih tinggi daripada upper band dan harga close-nya berada di bawah upper band.
    • RSI sudah crossing dari atas 75 (ke bawah).
strategi trading forex, bolinger band

Entry sell setelah candlestick acuan close di bawah upper band

  • Sinyal buy:
    • Jika harga low dari candlestick yang dijadikan acuan lebih rendah daripada lower band dan harga close-nya berada di atas lower band.
    • RSI sudah crossing dari bawah 25 (ke atas).
strategi trading forex, bolinger band

Entry buy setelah candlestick acuan close di atas lower band

Strategi exit:

  • Tempatkan SL sejauh 50 pips di atas high candlestick acuan
  • Penempatan TP:
    • Target I: middle band
    • Target II: lower band (untuk posisi sell)/upper band (untuk posisi buy)
    • Tips: jika harga sudah menyentuh target pertama, disarankan untuk mengaktifkan trailing stop atau menutup sebagian posisi (partial close).
strategi trading forex, bolinger band

Close sebagian posisi atau aktifkan trailing stop ketika harga mencapai target I (middle band)

strategi trading forex, bolinger band

Close semua posisi ketika harga mencapai target II (lower band)

 

Peringatan!

Sebagaimana mechanical trading system sederhana lainnya, tidak ada jaminan bahwa strategi ini akan selalu menghasilkan keuntungan. Dalam trading, Anda harus memadukan sistem trading forex Anda dengan risk management dan money management yang baik dan sesuai dengan kekuatan modal Anda.

Selamat mencoba.

Dua Fakta Tak Terelakkan Dalam Forex Trading

Ada dua fakta yang tak terelakkan dalam forex trading, namun sayangnya tidak banyak yang menyadari dua fakta ini. Padahal jika Anda benar-benar mengingat dua hal ini maka Anda akan memiliki kemampuan psikologis untuk menanggulangi kegalauan pasca loss.

Apa saja dua hal itu? Ini dia:

  1. Hal Tak Terduga Bisa Terjadi Kapan Saja

Ini fakta. Hadapi saja. Sebesar apa pun usaha Anda dalam melakukan analisa, secanggih apa pun teknik analisa yang Anda pergunakan, Anda tidak akan bisa benar-benar yakin serratus persen bahwa pasar akan bergerak persis seperti yang Anda inginkan. Akuilah.

Pasar selalu menemukan cara untuk mengejutkan Anda, dalam arti positif maupun negatif. OK, kita tidak akan membahas kejutan positifnya karena semua orang pasti akan bahagia jika mendapatkan kejutan yang positif dari pasar. Yang kita bicarakan adalah kejutan dalam bentuk pergerakan yang berlawanan dengan kehendak Anda, mungkin dilatarbelakangi oleh intervensi bank sentral, atau mungkin salah seorang gubernur bank sentral utama entah karena angin apa mengeluarkan pernyataan yang dovish. Siapa tahu?

Sebagai contoh, masih ingatkah Anda dengan kejadian di bulan Januari 2015, ketika Swiss National Bank memberi “kejutan” pada pasar dengan menghapus patokan kurs Swiss franc  terhadap euro? Belum lagi kalau kita membicarakan bencana alam, atau jika seandainya Korea Utara tiba-tiba meluncurkan rudal nuklir ke arah Amerika Serikat. Kim Jong Un tidak mungkin akan menggelar konferensi pers dulu sebelum menyerang musuhnya kan?

Hal-hal tak terduga seperti ini bisa menimbulkan gejolak pasar dan sangat-sangat kecil kemungkinannya Anda akan mengetahui hal itu akan terjadi meskipun Anda sangat detil dalam memperhatikan grafik, kalender ekonomi dan memantau berita setiap saat.

  1. Trading Adalah Bentuk Nyata Teori Peluang

Ada dua hal penting dalam “memainkan” teori peluang dalam forex trading :

Pertama, Anda harus “memastikan” bahwa posisi yang akan Anda ambil searah dengan trend yang sedang berlangsung.

Kedua, Anda harus menyadari bahwa tetap ada kemungkinan harga akan bergerak berlawanan dengan posisi yang Anda ambil, meskipun berdasarkan riset peluang bahwa posisi yang Anda ambil akan membuahkan profit – katakanlah – sebesar 70%. Artinya, ada 30% peluang bahwa posisi Anda akan berakhir dengan kerugian. Untuk itulah pembatasan resiko diperlukan.

Contoh kasusnya, katakanlah Anda melihat bahwa GBPUSD saat ini  bergerak di kisaran 1.00000. Anggaplah level tersebut – berdasarkan analisa – merupakan level support yang kuat sekaligus level support psikologis.

Anda sudah menyadari bahwa tidak mungkin Anda bisa 100% yakin GBPUSD akan mengalami rebound, tetapi pada saat yang sama Anda bisa memperkirakan bahwa peluang untuk rebound (bullish) saat itu lebih besar daripada peluang bearish karena level 1.00000 itu adalah strong support.

Dalam situasi seperti ini, tidak terlalu penting apakah Anda akan untung atau rugi, karena Anda sangat paham bahwa keputusan yang Anda ambil betul-betul berdasarkan kemungkinan.

Anda mungkin akan mengalami kerugian dan itu tidak akan menjadi masalah berarti bagi Anda, karena toh Anda sudah menyadari kemungkinan tersebut. Mungkin juga Anda akan mendapatkan keuntungan, yang tentu memang Anda harapkan.

Jadi, apa pun kondisi yang akan Anda dapati, tidak akan menjadi masalah yang terlalu berarti. Kalau untung, ya syukur. Kalau rugi, Anda akan move on dengan mudah.

Mengapa bisa move on dengan mudah?

Karena sejak awal Anda sudah membatasi resiko. Anda menempatkan stop loss dengan baik serta membatasi volume transaksi dengan menyesuaikan jumlah lot berdasarkan perhitungan position sizing. Anda sudah punya trading plan yang matang. Anda sudah siap untuk segala kemungkinan.

Jika Anda sudah siap untuk menerima segala kemungkinan, tidak akan ada hal yang bisa membuat Anda terlalu kecewa.

Jadi, jangan pernah lupakan tips yang kami bagikan ini agar Anda senantiasa bisa trading forex tanpa dihantui rasa kecewa yang terlalu dalam.

Strategi Trading Forex : Scalping “1-Minute”

Istilah scalping di dunia trading forex mungkin sudah menjadi istilah umum, bahkan mungkin di kalangan trader pemula. Apa sih sebenarnya scalping itu?

Scalping merupakan salah satu metode trading forex yang bersandar pada analisa teknikal. Metode ini bertujuan untuk mencoba meraih peluang profit dengan cara melakukan transaksi dalam waktu singkat dan target yang tidak terlalu besar. Itulah sebabnya mengapa kebanyakan pelaku scalping (biasa disebut dengan scalper) cenderung melakukan banyak transaksi dalam sehari.

Tanpa berpanjang lebar, mari kita pelajari bersama salah satu strategi scalping yang cukup populer.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Strategi Scalping “1-Minute

Strategi ini merupakan strategi scalping yang populer dan relatif cocok digunakan di kalangan trader pemula. Meskipun demikian, itu bukan berarti bahwa metode ini tidak membutuhkan disiplin dan konsentrasi yang tinggi. Srategi scalping ini menuntut Anda untuk menyediakan waktu khusus untuk trading setidaknya beberapa jam dalam sehari tanpa distraksi.

Melakukan puluhan transaksi dalam sehari merupakan hal yang lazim dalam scalping. Karena itulah jika akan menerapkan metode ini sebaiknya Anda memilih broker dengan spread dan komisi yang cukup rendah.

Konsep Strategi “1-Minute” ini sebagai berikut:

  • Dipergunakan untuk semua currency pair yang memiliki spread kecil
  • Time-frame: M1 (1 Minute)
  • Indikator:
    • Stochastic (5,3,3)
    • Exponential Moving Average (EMA) periode 50 dan 100
  • Waktu terbaik: sesi perdagangan London dan New York

Practice!

Sebelum kita lanjutkan, seperti biasa, saya menyarankan Anda untuk melakukan uji coba terlebih dahulu pada strategi ini sebelum dipraktekkan. Cara yang terbaik melakukan uji coba tanpa khawatir beresiko rugi adalah dengan mempergunakan demo account yang kami sediakan.

Mengapa perlu berlatih?

Alasan pertama adalah bahwa penting bagi Anda untuk mengenali pergerakan pasar. Dengan berlatih melalui demo account Anda akan mendapatkan pengalaman pergerakan pasar yang real time. Anda akan bisa mengenali kekurangan dan kelemahan strategi yang akan Anda jalankan. Anda juga akan tahu apakah strategi tersebut cocok dengan karakter Anda sebagai trader.

Nah, alasan ke-2, kalaupun ternyata strategi tersebut tidak cocok dengan karakter Anda dan hasilnya negative (rugi), tidak ada resiko finansial yang menimpa Anda.

Rule

Sekarang kita akan membahas strategi entry  dan exit.

  1. Aturan Buy:
    1. EMA 50 harus berada di atas EMA 100
    2. Tunggu koreksi ke area EMA
    3. Tunggu konfirmasi sinyal buy dari stochastic
    4. Tempatkan SL sekitar 20-30 pips di bawah level swing low terdekat
    5. Tempatkan TP sekitar 80-120 pips dari level entry
  2. Aturan Sell:
    1. EMA 50 harus berada di bawah EMA 100
    2. Tunggu koreksi ke area EMA
    3. Tunggu konfirmasi sinyal sell dari stochastic
    4. Tempatkan SL sekitar 20-30 pips di atas level swing high terdekat
    5. Tempatkan TP sekitar 80-120 pips dari level entry

Kelebihan dan Kelemahan

Setiap strategi pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Kita mulai dari kelebihannya dulu.

Kelebihan strategi ini adalah:

  • Resiko cukup kecil dari sisi kapital
  • Target yang diincar relatif kecil sehingga relatif lebih cepat untuk mencapai target
  • Bisa memanfaatkan pergerakan range yang sempit
  • Peluang lebih banyak, karena pergerakan kecil tercipta lebih sering daripada pergerakan yang besar

Nah, sekarang kita bahas juga kelemahannya:

  • Membutuhkan modal yang tidak kecil, karena semakin banyak peluang yang tercipta berarti juga semakin besar kemungkinan untuk mengalami kerugian.
  • Membutuhkan reaksi yang cepat, intuisi yang terasah dengan baik dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat. Hal-hal ini jarang ditemui pada trader pemula.
  • Terkadang cukup sulit untuk melakukan transaksi dengan risk to reward ratio yang baik.
  • Membutuhkan konsentrasi tinggi tanpa gangguan.
  • Trader yang kurang berpengalaman mungkin akan mudah mengalami stress.

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan di atas, maka bisa disimpulan bahwa jika Anda memutuskan untuk menjadi scalper, Anda harus memenuhi 10 kualifikasi berikut:

  1. Sabar
  2. Teliti
  3. Tidak mudah stress
  4. Bisa dengan cepat mengambil keputusan yang efektif di situasi genting
  5. Tidak emosional dalam trading
  6. Memiliki pengetahuan memadai tentang beragam metode trading
  7. Memiliki “jam terbang” tinggi
  8. Memiliki daya konsentrasi yang tinggi (fokus)
  9. Memiliki daya tahan tubuh yang tinggi
  10. Jangan lupa: koneksi internet yang cepat dan stabil.

Selamat mencoba.

Sukses Trading Forex Dalam 5 Langkah

Salah satu pertanyaan yang paling banyak dilontarkan para pemula adalah bagaimana sebenarnya cara yang tepat memulai trading forex. Banyak sekali orang yang memulai trading hanya berbekal langganan sinyal trading, atau bahkan membayar mahal untuk training/workshop yang membahas strategi trading padahal mereka sebenarnya belum mengenal forex. Bahkan istilah “lot” atau “pip” pun mungkin belum mereka pahami.

Trader yang memulai trading tanpa pengetahuan yang cukup itu ibarat orang yang nekad terjun ke dalam danau padahal dia tidak bisa berenang. Hasilnya? Maut. Ya sih, memang ada beberapa yang selamat. Beberapa lho ya, hanya b-e-b-e-r-a-p-a. Itu pun karena mereka beruntung bisa segera bertemu dengan orang yang dengan sigap “melemparkan pelampung” ke arah mereka. Yang kurang beruntung? Lewat.

Anda perlu tahu bahwa trading itu bukan sekedar memelototi chart dan mencampuradukkan berbagai macam indikator. Trading itu adalah skill yang harus senantiasa diasah dengan konsisten tiap kali Anda melakukan transaksi.

Oh ya, perlu saya ingatkan lagi bahwa tidak ada yang namanya holy grail dalam trading. Bagi Anda yang baru mengenal istilah tersebut, “holy grail” adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebut suatu sistem atau strategi trading yang menjamin akurasinya. Dengan kata lain: tidak mungkin loss. Sekali lagi: hal seperti itu tidak ada!

Jadi, sebelum Anda terjebak dalam pencarian tak berujung untuk “holy grail”, izinkan saya untuk berbagi sedikit pengalaman untuk Anda yang baru ingin memulai forex trading.

  1. Pelajari dulu dasar-dasar trading

    Tidak ada seorang karateka pun yang menyandang sabuk hitam dalam semalam. Ia tentu harus memulai dari sabuk putih, mempelajari kuda-kuda, kihon, kata, kumite dan lain sebagainya. Butuh proses dan waktu yang tidak singkat untuk setidaknya menjadi karateka sabuk hitam.

    Trading pun demikian. Jangan mimpi bisa jadi trader dahsyat hanya karena Anda telah mengikuti sehari atau dua hari workshop tanpa sebelumnya memiliki dasar pengetahuan tentang trading. Setidaknya Anda harus tahu dulu apa itu lot, contract size, leverage, margin, risk management dan trading plan. Anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu trend, support dan resistance. Barulah Anda layak mempelajari teknik-teknik trading yang lebih kompleks.

  1. Berlatih mengenali pola

    Anda pernah melihat bagaimana atlet tenis meja dengan mudah melakukan servis dan memainkan bola yang bergerak demikian cepat? Mereka tidak mendapatkan keahlian itu hanya dalam sehari. Dibutuhkan banyak latihan dan memperhatikan arah pergerakan bola.

    Dalam analisa (teknikal) ada konsep “history repeats itself”. Sejarah selalu berulang. Dalam konteks ini yang berulang sebenarnya adalah pola, baik itu pola pergerakan harga ataupun pola indikator teknikal. Dengan mengenali pola-pola tertentu, Anda akan bisa memperkirakan ke mana kira-kira harga akan bergerak dengan mengacu pada “perilakunya” dari masa ke masa.

  1. Kembangkan trading plan

    Ini tahap yang akan menentukan akan jadi trader seperti apa Anda nanti. Di tahap ini Anda akan mendesain strategi yang akan Anda pergunakan dan tentu saja untuk bisa melaksanakan tahapan ini Anda harus sudah sukses menjalani dua tahap sebelumnya.

    Di tahap ini Anda bisa melakukan eksperimen dengan beberapa indikator teknikal yang berbeda, beberapa currency pair yang berbeda dan nantinya Anda akan menemukan strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda sebagai trader.

    Boleh saja Anda mencoba mengadopsi strategi trader lain yang telah sukses, tetapi Anda harus ingat bahwa satu strategi yang sukses dipakai orang lain belum tentu akan sukses juga di tangan Anda. Ini karena salah satu syarat strategi yang baik – seperti yang saya sebutkan di paragraph sebelum ini – adalah strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda.

  1. Coba strategi di akun demo

    Ya… ya… memang ada trader yang melewatkan tahapan demo dan langsung trading dengan live account karena ingin segera mendapatkan hasil dari trading. Memang ada pula yang bisa sukses tanpa melalui demo. Ada. Tidak semua.

    Demo memungkinkan Anda untuk menguji profitabilitas strategi trading Anda. Tidak hanya itu, demo juga bisa mengasah skill Anda.

    Di tahapan inilah Anda akan bisa mempelajari di mana kekuatan dan – yang lebih penting – kelemahan Anda dan strategi trading Anda. Jika Anda belum bisa profit konsisten di akun demo, saya tidak sarankan untuk buru-buru menggunakan live account.

    Konsisten profit di akun demo, barulah kemudian pergunakan real money.

  1. Lakukan evaluasi

    Ini tahap yang paling penting sekaligus paling berat untuk dilakukan. Di tahapan ini Anda harus menguji apakah strategi yang Anda pergunakan benar-benar bisa menghasilkan profit yang konsisten atau tidak. Jika tidak, maka itu saatnya Anda melakukan perbaikan atas strategi tersebut.

    Dalam melakukan evaluasi Anda harus fair. Ada kalanya kesalahan bukan terletak pada strategi trading Anda melainkan pada ketidakdisiplinan Anda menjalankan trading plan. Terkadang orang tidak mau mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dan ini fatal bagi seorang trader.

Forex trading bukanlah jalan untuk menjadi kaya mendadak. Pun bukan game computer yang bisa Anda menangkan dengan mengetikkan beberapa kode curang (cheat code). Trading itu bisnis dan seperti bisnis pada umumnya butuh waktu, tenaga dan – tentu saja – modal yang cukup untuk “memenangkan permainan”-nya.

Semoga beruntung.

3 Alasan Fed Mungkin Naikkan Suku Bunga

Federal Reserve (Fed) dijadwalkan akan mengumumkan tingkat suku bunga mereka tanggal 15 Juni 2017 pukul 01.00 WIB. Diperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari 1 persen menjadi 1,25 persen.

Sementara itu di awal bulan kita telah mengetahui bahwa data US Non-Farm Payrolls (US NFP) untuk bulan Mei 2017 memperlihatkan kenaikan hanya sebesar 138.000 di bulan Mei, jauh di bawah perkiraan para ekonom yaitu 181.000. Kendati demikian, menurut laporan U.S. Bureau of Labour Statistics tingkat pengangguran mengalami sedikit perbaikan menjadi 4,3%.

Meskipun demikian, ada pendapat bahwa data US NFP yang mengecewakan tersebut tidak akan menjadi penghalang bagi Fed untuk menaikkan suku bunga di bulan Juni ini. Memang data yang negatif itu bisa saja akan menimbulkan keraguan, tetapi setidaknya tiga alasan di bawah ini bisa dipertimbangkan mengapa Fed kemungkinan akan tetap menaikkan suku bunga pada pertemuan di Kamis mendatang.

1.Fed bukanlah trader eceran, mereka itu adalah bank sentral

Ya, Fed adalah bank sentral yang merupakan pembuat kebijakan. Mereka bukanlah trader kecil seperti kita.

Setelah rilis data US NFP di awal bulan ini, USD mengalami pelemahan. Pasar sepertinya agak meragukan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga di bulan ini. Tetapi sepertinya agak naif jika kita berpikir bahwa Fed akan bereaksi hanya pada satu data ekonomi saja. Bank sentral sebesar Fed pastilah akan melihat trend suatu data ekonomi.

Jika diperhatikan, angka US NFP konsisten berada di kisaran 100.000 hingga 300.000 dalam beberapa tahun terakhir, sementara tingkat pengangguran berada di kisaran relatif rendah.

suku bunga fed, trading forex, strategi forex

2. Harga komoditi berpotensi terus menyumbang laju inflasi AS

Pasar komoditi seperti emas dan logam mulia akhir-akhir ini bergerak sangat volatile. Ada banyak faktor yang mempengaruhi harga komoditi, salah satunya adalah inflasi. Pasca berakhirnya kebijakan longgar China, para investor tampaknya mulai khawatir akan meningkatnya inflasi. Namun banyak juga investor yang sepertinya lupa bahwa salah satu faktor kunci yang bisa meningkatkan laju inflasi adalah pelemahan dollar. Kita tahu bahwa mayoritas harga komoditi adalah dalam dollar. Dengan kata lain, pelemahan dollar akan meningkatkan harga komoditi.

Rencana kebijakan ekonomi Donald Trump seperti pemangkasan pajak, penyederhanaan peraturan dan peningkatan pembangunan infrastruktur berhasil mendongkrak USD pasca pemilu. Ini karena ada pemikiran bahwa hal-hal tersebut akan mampu memberikan tenaga bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Tetapi agenda ekonomi Trump sepertinya tersendat. Belum terlihat tanda-tanda Trump akan merealisasikan stimulus dalam waktu dekat, sehingga kita mungkin belum akan melihat penguatan tajam pada USD dalam waktu dekat.

3. Data ADP Non-farm payrolls tak akan diabaikan

Sektor swasta AS menambah pekerja dalam jumlah yang signifikan bulan lalu. Di bulan Mei, sektor swasta merekrut 253.000 pekerja, jauh melebihi perkiraan ekonom yaitu 180.000.

Aktivitas sektor swasta ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja AS sebenarnya masih berada dalam kondisi yang baik dan dalam trend yang positif. Pelambatan yang terjadi pada angka US NFP bisa jadi karena memang pemerintah AS tidak terlalu banyak merekrut pegawai di tengah naiknya pemerintahan Trump.

Bagaimana Peluangnya?

Untuk peluang trading forex jangka pendek, saat ini pilihan kami jatuh pada GBPUSD karena berdasarkan data yang kami miliki volatilitas pair ini paling tinggi di antara major currency pair yang lain setidaknya dalam satu tahun terakhir.

Untuk trading jangka menengah, pilihan kami juga jatuh pada GBPUSD sejauh ini faktor fundamental dan teknikal masih bisa dikatakan sejalan. Kita tahu bahwa kisar-kira sepekan yang lalu Inggris baru saja melaksanakan pemilu dan hasilnya memberikan sentimen negatif bagi GBPUSD. Hingga saat ini, outlook jangka menengah untuk GBPUSD masih bearish.

Jika sentimen yang masih negatif ini diperkuat oleh naiknya suku bunga Fed – yang berarti penguatan USD – maka outlook bearish bagi GBPUSD diperkirakan akan bertambah kuat. Kombinasi faktor fundamental dan teknikal ini kemungkinan akan membawa GBPUSD semakin rendah untuk jangka menengah.

suku bunga fed, trading forex, strategi forex

Apa pun strategi forex yang akan Anda terapkan, pastikan Anda memiliki trading plan dan mempergunakan manajemen modal serta manajemen resiko yang tepat.

Happy hunting.

Tips Trading Forex Saat Market Sideways (Bag-2)

Dalam artikel di bagian pertama kita sudah membahas “anatomi” pasar sideways dan choppy; bagaimana bentuknya, apa yang membedakan kedua kondisi tersebut dan kondisi yang seperti apa yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuka posisi dalam forex trading. Sebagai penyegar, saya ingatkan kembali bahwa di artikel terdahulu dijelaskan bahwa kita masih bisa melakukan trading jika pasar masih dalam kondisi sideways, bukan choppy.

Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya yang berjudul Tips Trading Forex Saat Market Sideways bagian yang pertama. Anda siap? Mari kita selesaikan urusan trik trading sideways market ini.

  1. Apa yang bisa dilakukan?

Ketika Anda bisa mengenali kondisi sideways – di mana Anda bisa melihat jarak yang jelas antar masing-masing gelombang dan ada jarak yang cukup lebar antara support dan resistance – langkah selanjutnya adalah mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy dan sell di antara support dan resistance tersebut.

Salah satu teknik yang bisa Anda pilih adalah bounce trading, atau biasa juga disebut range-bound trading. Konsep dasarnya adalah Anda menunggu hingga harga mencapai area support atau resistance, baru kemudian mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal buy (jika harga berada dekat area support) atau sinyal sell (jika harga berada di dekat area resistance).

Tetapi jangan salah sangka, teknik range-bound ini terkadang juga diwarnai oleh kejadian penembusan support atau resistance, tetapi breakout yang terjadi tidak boleh merupakan “valid breakout”. Kalaupun terjadi beberapa kali breakout, maka yang terjadi haruslah “false breakout”. Dalam kondisi sideways biasanya terjadi setidaknya satu kali false break dan kerap pula kemudian diikuti oleh pergerakan signifikan ke arah sebaliknya. Dengan kata lain, pemanfaatan false break sering memperbesar potensi keuntungan dalam range-bound trading.

Untuk mempelajari teknik range-bound trading (atau bounce trading), Anda bisa membaca salah satu bagian dari artikel di EduSpot yang berjudul Strategi Menggunakan Trendline.

Ilustrasi dari penjelasan di atas kira-kira seperti gambar berikut ini:

trading forex, forex trading, tips trading forex

Para trader biasanya juga memanfaatkan sinyal dari oscillator seperti stochastic atau CCI untuk membantu memberikan sinyal buy atau sell ketika harga berada di area support atau resistance. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa penggunaan oscillator seperti itu bukanlah satu-satunya metode, karena cukup banyak trader yang melakukan “blind entry”, yaitu masuk posisi ketika harga sudah menyentuh support (buy) atau resistance (sell) tanpa mempergunakan indikator teknikal lain.

trading forex, forex trading, tips trading forex

  1. Jangan Trading Saat Choppy Market

Jika pasar sedang bergerak choppy dan Anda tidak bisa melihat range trading yang jelas, maka pilihan yang terbaik biasanya adalah tidak melakukan trading. Yang perlu Anda lakukan adalah duduk manis dan mengamati pasar dan baru mencoba mencari peluang lagi jika Anda sudah bisa melihat ada range jelas yang terbentuk oleh pergerakan harga.

Jika Anda melihat sebuah pair bergerak choppy, maka pilihan terbaik adalah menghindar dari pair tersebut dan mencoba untuk mencari peluang di pair lain, sebab bisa jadi justru banyak peluang yang tercipta di pair lain. Jangan fanatik pada satu currency pair saja, karena itu sama saja dengan menyia-nyiakan potensi pasar yang memberikan akses ke banyak pair.

Semoga bermanfaat.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Strategi Trading Forex: Double Bollinger Bands

Anda mungkin sering mendengar – atau bahkan menggunakan – salah satu indikator teknikal yang bernama “Bollinger Bands”(selanjutnya kita sebut BB). Wajar jika Anda sering mendengarnya, karena indikator yang dinamai dengan nama penciptanya ini (John Bollinger) memang salah satu indikator teknikal yang cukup terkenal di kalangan forex trader.

Kebanyakan trader hanya memasang satu BB saja di chart mereka. Nah, kali ini kita akan mencoba membahas salah satu strategi trading yang memanfaatkan DUA BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini biasa dikenal dengan nama Strategi Trading Forex dengan Double Bollinger Bands. Agar lebih mudah, kita sebut saja strategi trading “Double-BB”.

Mechanical Trading System

Sebagaimana strategi trading yang mempergunakan indikator teknikal, maka Double-BB ini juga merupakan mechanical trading system, yaitu sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal untuk memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena trader yang menggunakan sistem trading seperti ini seharusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Sebenarnya mechanical trading system lebih “ringan” daripada analisa teknikal yang kompleks, semisal mempergunakan price pattern atau candlestick pattern. Itulah sebabnya metode ini cukup bersahabat bagi trader yang “kurang sabar” dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisa dengan mempergunakan analisa teknikal yang lebih kompleks. Jadi, metode trading ini lebih sederhana.  Tetapi ingat, karena itulah metode trading seperti ini terkadang memiliki tingkat kesuksesan yang cukup rendah. Ada kelebihan (sederhana), ada pula kelemahannya.

Intinya, Anda harus menyadari bahwa dalam dunia analisa teknikal tidak ada yang namanya “holy grail”, yaitu suatu sistem yang dipercaya “anti-loss”. Tetap saja ada peluang untuk kerugian.

Bagaimana Sebenarnya Double-BB Ini?

Seperti yang disebutkan di atas, Double-BB mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart. Strategi ini sangat sederhana, karena meskipun nanti akan ada candlestick yang terlibat namun pada dasarnya Anda tidak perlu pusing menghafalkan nama-nama candlestick pattern.

Strategi ini tidak mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu di depan chart. Bahkan Anda hanya perlu melongok chart daily (D1) beberapa menit saja setiap harinya.  Jika Anda melihat ada peluang trading berdasarkan sistem ini, maka Anda bisa membuka posisi. Jika tidak, Anda tinggal kembali melihat chart di keesokan harinya. Tidak perlu melihat time-frame lain, indikator teknikal lain, dan sebagainya.

Cara Menerapkan Double-BB

Seperti yang saya janjikan, metode ini sangat sederhana. Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Itu saja.

Pasang indikator BB di chart Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period: 20
Deviations: 2
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, karena deviations yang dimasukkan bernilai 2 (dua), maka untuk selanjutnya BB yang ini kita sebut sebagai BB-2.

Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi kali ini di kotak deviations masukkan angka 1 (satu). BB yang ini selanjutnya kita namakan BB-1. Jadi pengaturannya adalah:

Period: 20
Deviations: 1
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Dalam contoh ini, saya menggunakan dua warna yang berbeda untuk masing-masing BB, yaitu warna merah untuk BB-2 dan biru untuk BB-1. Tentu saja Anda bebas memilih warna favorit.

Sudah, itu saja yang perlu Anda pasang di chart Anda. Oh ya, jangan lupa: pasang di chart DAILY (D1). Di bawah ini adalah contoh penampakannya.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, kalau Anda perhatikan chart di atas, Anda akan bisa melihat bahwa BB-2 berada di luar sementara BB-1 berada di dalam. Perhatikan bahwa middle band BB-1 dan BB-2 letaknya sama persis, karena memang perbedaan deviasi (deviations) tidak akan mempengaruhi letak middle band.

OK, sekarang kita masuk ke bagian yang agak “rumit”.

Jangan panik dulu. Yang “rumit” sebenarnya adalah cara menjelaskannya, bukan menggunakannya. Itu karena saya tidak bisa menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjelaskan cara kerja strategi ini. Jadi mungkin ada baiknya Anda siapkan dulu secangkir cappuccino dan beberapa cemilan.

Cappuccino Anda sudah siap? Kalau begitu, mari kita lanjutkan.

Aturan BUY

Untuk membuka posisi buy:

  • Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi di masih bawah upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini. Chart di bawah ini adalah screen capture pergerakan USDJPY di chart D1. Bagian yang di-highlight merupakan candlestick tanggal 15, 18 dan 19 Agustus 2014.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Aturan SELL

Untuk membuka posisi sell:

  • Pastikan ada candlestick yang close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Penutup

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Anda bisa mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart sebagai salah satu strategi trading forex yang sederhana. Ini adalah salah satu contoh mechanical trading system yang sederhana.

Ingat selalu bahwa tidak ada jaminan bahwa akurasi strategi trading ini adalah 100%, maka dari itu selalu perhatikan pembatasan resiko dan pengaturan modal Anda.

Jika ada yang ingin Anda konsultasikan terkait strategi ini, silakan hubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Selamat mencoba.