Kumpulan artikel berbagai strategi forex dari blog FOREXimf. Membahas berbagai strategi yang bisa Anda gunakan untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading forex.

Strategi Trading Forex: Double Bollinger Bands

Anda mungkin sering mendengar – atau bahkan menggunakan – salah satu indikator teknikal yang bernama Bollinger Bands (selanjutnya kita sebut BB).

Wajar jika Anda sering mendengarnya, karena indikator yang dinamai dengan nama penciptanya ini (John Bollinger) memang salah satu indikator teknikal yang cukup terkenal di kalangan forex trader.

Kebanyakan trader hanya memasang satu BB saja di chart mereka.

Nah, kali ini kita akan mencoba membahas salah satu strategi trading yang memanfaatkan DUA BB sekaligus dalam satu chart.

Strategi ini biasa dikenal dengan nama Strategi Double Bollinger Bands. Agar lebih mudah, kita sebut saja strategi trading Double-BB.

Mechanical Trading System

Sebagaimana strategi trading yang mempergunakan indikator teknikal, maka Double-BB ini juga merupakan mechanical trading system, yaitu sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal untuk memproduksi sinyal trading.

Disebut mechanical karena trader yang menggunakan sistem trading seperti ini seharusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apapun yang berkembang di pasar.

Sebenarnya mechanical trading system lebih “ringan” daripada analisa teknikal forex yang kompleks, semisal mempergunakan price pattern atau candlestick pattern.

Itulah sebabnya metode ini cukup bersahabat bagi trader yang “kurang sabar” dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan analisa dengan mempergunakan analisa teknikal yang lebih kompleks. Jadi, metode trading ini lebih sederhana.

Tetapi ingat, karena itulah metode trading seperti ini terkadang memiliki tingkat kesuksesan yang cukup rendah. Ada kelebihan (sederhana), ada pula kelemahannya.

Intinya, Anda harus menyadari bahwa dalam dunia analisa teknikal tidak ada yang namanya “holy grail”, yaitu suatu sistem yang dipercaya “anti-loss”. Tetap saja ada peluang untuk kerugian.

Bagaimana Sebenarnya Double-BB Ini?

Seperti yang disebutkan di atas, Double-BB mempergunakan dua Bollinger Bands sekaligus dalam satu chart.

Strategi ini sangat sederhana, karena meskipun nanti akan ada candlestick yang terlibat – namun pada dasarnya Anda tidak perlu pusing menghafalkan nama-nama candlestick pattern.

Strategi ini tidak mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu di depan chart. Bahkan Anda hanya perlu melongok chart daily (D1) beberapa menit saja setiap harinya.

Jika Anda melihat ada peluang trading berdasarkan sistem ini, maka Anda bisa membuka posisi. Jika tidak, Anda tinggal kembali melihat chart di ke esokan harinya.

Tidak perlu melihat time-frame lain, indikator teknikal lain, dan sebagainya.

Cara Menerapkan Double-BB

Seperti yang saya janjikan, metode ini sangat sederhana. Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Itu saja.

Pasang indikator BB di chart Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period: 20
Deviations: 2
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, karena deviations yang dimasukkan bernilai 2 (dua), maka untuk selanjutnya BB yang ini kita sebut sebagai BB-2.

Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi kali ini di kotak deviations masukkan angka 1 (satu). BB yang ini selanjutnya kita namakan BB-1. Jadi pengaturannya adalah:

Period: 20
Deviations: 1
Shift: 0

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Dalam contoh ini, saya menggunakan dua warna yang berbeda untuk masing-masing BB, yaitu warna merah untuk BB-2 dan biru untuk BB-1. Tentu saja Anda bebas memilih warna favorit.

Sudah, itu saja yang perlu Anda pasang di chart Anda. Oh ya, jangan lupa: pasang di chart DAILY (D1). Di bawah ini adalah contoh penampakannya.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Nah, kalau Anda perhatikan chart di atas, Anda akan bisa melihat bahwa BB-2 berada di luar sementara BB-1 berada di dalam.

Perhatikan bahwa middle band BB-1 dan BB-2 letaknya sama persis, karena memang perbedaan deviasi (deviations) tidak akan mempengaruhi letak middle band.

OK, sekarang kita masuk ke bagian yang agak rumit. Jangan panik dulu, yang rumit sebenarnya adalah cara menjelaskannya, bukan menggunakannya.

Itu karena saya tidak bisa menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjelaskan cara kerja strategi ini. Jadi mungkin ada baiknya Anda siapkan dulu secangkir cappuccino dan beberapa cemilan.

Cappuccino Anda sudah siap? Kalau begitu, mari kita lanjutkan.

Aturan BUY

Untuk membuka posisi buy:

  • Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi di masih bawah upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini. Chart di bawah ini adalah screen capture pergerakan USDJPY di chart D1. Bagian yang di-highlight merupakan candlestick tanggal 15, 18 dan 19 Agustus 2014.

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Aturan SELL

Untuk membuka posisi sell:

  • Pastikan ada candlestick yang close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
  • Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
  • Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
  • Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut ini:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Perhatikan pergerakan harga selanjutnya:

Strategi Trading Forex,Double Bollinger Bands,Strategi Trading Forex Double Bollinger Bands

Kesimpulan

Sekarang Anda sudah mengetahui bahwa Anda bisa mempergunakan dua BB sekaligus dalam satu chart sebagai salah satu strategi trading forex yang sederhana.

Ini adalah salah satu contoh mechanical trading system yang sederhana.

Ingat selalu bahwa tidak ada jaminan bahwa akurasi strategi trading ini adalah 100%, maka dari itu selalu perhatikan pembatasan resiko dan pengaturan modal Anda.

Jika ada yang ingin Anda konsultasikan terkait strategi ini, silakan hubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat.

Selamat mencoba.

Strategi Trading Forex dengan Price Action: Mungkinkah?

Dalam analisa teknikal, muncul banyak sekali metode cara melakukan analisa. Salah satunya menggunakan metode strategi trading forex dengan price action.

Mungkin di suatu ketika Anda tanpa sengaja melihat seorang trader forex melakukan analisa tanpa mempergunakan indikator teknikal apa pun.

Ia hanya mempergunakan garis-garis horizontal, diagonal atau mungkin bahkan vertikal. Betul-betul tidak ada satu pun indikator teknikal di chart yang ia perhatikan.

Kira-kira apa reaksi Anda ketika melihatnya?

Kagum?
Heran?
Atau justru menganggapnya aneh?

Jika Anda merasa heran atau menganggapnya aneh, mungkin itu karena Anda terbiasa dengan model analisa yang mempergunakan banyak warna-warni indikator teknikal.

Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa sebenarnya memang ada metode analisa yang tidak memanfaatkan indikator teknikal sama sekali yang biasa disebut dengan naked trading.

Para penganut naked trading hanya mempergunakan grafik pergerakan harga (candlestick atau bar chart) sebagai acuan analisa mereka, atau yang biasa disebut dengan price action.

Nah, tulisan kali ini mencoba untuk memperkenalkan naked trading mempergunakan price action, sebagai salah satu metode yang (sebenarnya) cukup popular di kalangan trader forex.

Price Action

Kita mulai dari definisi price action trading itu sendiri.

Dengan bahasa yang disederhanakan, price action trading adalah teknik trading yang memungkinkan Anda untuk membaca potensi pergerakan pasar dan membuat keputusan berdasarkan pergerakan harga saja.

Jadi tidak mengandalkan indikator teknikal.

Aliran ini berkembang karena menganggap bahwa (kebanyakan) indikator teknikal itu bersifat lagging, alias telat.

Itu karena output dari mayoritas indikator teknikal merupakan produk dari perhitungan berdasarkan pergerakan harga yang telah terjadi.

Dengan kata lain, indikator teknikal memberikan informasi berdasarkan pergerakan harga di masa lalu.

Nah, mungkin ada pertanyaan, mengapa melakukan analisa berdasarkan informasi dari masa lalu, sementara faktor terpenting dalam trading adalah apa yang dilakukan pasar saat ini dan apa yang kemungkinan besar akan mereka lakukan dalam waktu dekat?

Jawabannya adalah bahwa dengan mempergunakan strategi tertentu, informasi pergerakan harga dari masa lalu bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan kemungkinan arah pergerakan harga selanjutnya dalam waktu dekat.

Hanya saja, metode price action tidak mempergunakan indikator teknikal yang dianggap lagging.

Metode ini hanya memanfaatkan chart pergerakan harga, biasanya dengan mempelajari pola-pola candlestick atau pola yang terbentuk dari sekumpulan candlestick atau bar chart.

Selengkapnya: Pelajari pola-pola pergerakan harga disini

Contoh Strategi Forex

Di atas sudah disebutkan bahwa pola candlestick merupakan salah satu implementasi price action trading.

Nah, sekarang saya mencoba untuk memberikan contoh penggunaan candlestick pattern sebagai strategi trading.

Kita ambil contoh penggunaan pola morning star sebagai strategi buy.

Morning star adalah pola candlestick (candlestick pattern) yang terbentuk oleh tiga buah candlestick chart.

Morning star dapat Anda kenali memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari sebuah downtrend.
  2. Candlestick ke-dua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa merupakan candlestick bullish ataupun bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada “keragu-raguan” di pasar.
  3. Candlestick ke-tiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola morning star.

Bentuk polanya lebih kurang seperti berikut ini:

Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Contoh strategi yang bisa diterapkan adalah strategi “agresif” dan “konservatif”. Bagaimana penerapannya?

  • Strategi agresif

    Anda bisa membuka posisi buy segera setelah candlestick yang ke-3 selesai (closed). Stop loss ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

  • Strategi konservatif

    Posisi buy dibuka hanya apabila pergerakan harga telah tembus ke atas harga tertinggi yang dibentuk oleh pola tersebut. Stop loss bisa ditempatkan di bawah harga low candlestick ke-3 atau ke-2.

     Strategi Forex Trading Dengan Price Action

Metode ini hanyalah salah satu dari sekian banyak metode analisa yang bisa Anda pelajari dan pergunakan.

Tentu saja tidak ada metode analisa atau strategi trading forex yang sempurna. Demikian juga dengan metode price action.

Tetap ada ruang untuk kesalahan, atau kemungkinan pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan.

Oleh karena itu, tetaplah pergunakan manajemen resiko dan manajamen modal yang baik dan pastikan metode yang Anda pilih benar-benar sesuai dengan karakter Anda sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

Cara Melakukan Backtest Strategi Trading Menggunakan Simulator

Anggaplah Anda memiliki sebuah strategi forex trading dan ingin menguji seberapa akurat strategi tersebut.

Anda bisa mengujinya dengan beberapa cara, salah satunya metode forward testing yang menggunakan demo account.

Tetapi, sebelum melakukan forward testing ada baiknya mengujinya terlebih dahulu dengan mempergunakan backtesting ini.

Mengapa Backtesting?

Salah satu keuntungan dalam melakukan backtesting adalah, Anda bisa mencoba sebuah strategi trading lebih cepat daripada forward testing.

Tetapi jangan salah, meskipun Anda telah melakukan backtesting, tetap saja harus diikuti oleh forward testing karena kualitas hasil backtest sangat tergantung pada kualitas data historis pergerakan harga yang Anda miliki. Untuk mengantisipasinya, perlu dilakukan forward testing setelahnya.

Saya pernah menulis tentang backtesting, yang bisa Anda baca kembali. Tetapi artikel tersebut adalah cara melakukan backtesting untuk sebuah Expert Advisor (EA) atau robot trading yang sudah jadi.

Nah, kali ini saya akan mencoba membahas melakukan backtesting untuk trading manual.

Sebenarnya cara ini juga-lah yang saya pergunakan untuk belajar trading di masa lampau.

Jika Anda mempelajari – katakanlah – sebuah indikator teknikal dengan cara men-scroll chart ke belakang dan mengamati pola yang telah terjadi, pola indikator yang terbentuk memang sudah “jadi”, sehingga peluang kesalahan pembacaan sinyal sangat kecil, bahkan hampir nihil.

Hal tersebut tentu berpotensi menjadi masalah jika Anda mulai mengamati indikator tersebut secara live.

Itu karena seringkali bentuk atau warna indikator teknikal tertentu berubah-ubah mengikuti naik-turunnya harga. Kondisi tersebut biasa disebut dengan repaint.

Nah, backtesting dengan mempergunakan simulator merupakan salah satu solusi untuk mempelajari indikator, atau bahkan sistem trading tertentu.

Daftar Akun Demo Trading Forex

Dengan simulator trading, Anda seolah-olah bisa kembali ke masa lampau dan merasakan pergerakan di masa itu.

Indikator teknikal yang Anda pergunakan juga akan bergerak dinamis sesuai dengan pergerakan harga pada saat itu.

Trading Simulator

Anda bisa mencari program simulator trading yang bisa dipasang ke MT4 di internet atau dari Market yang terintegrasi dengan MT4. Salah satu simulator yang kami pergunakan adalah MNZ Trading Sim.

Cara mendapatkan simulator ini adalah dengan masuk ke Market yang bisa Anda temui di Terminal MT4 Anda. Di kotak “search” Anda tinggal mengetikkan MNZ Trading Sim, maka Anda akan melihat simulator yang dimaksud lalu klik ikon-nya.

MNZ Trading Sistem Forex

Setelah itu Anda tinggal mengklik tombol “Download” dan tunggu hingga muncul tulisan “Installation completed”.

Download Strategi Tester Trading Forex

Jika simulator ini sudah terpasang dengan benar di MT4, maka Anda akan melihat muncul folder “Market” di “Navigation Panel” MT4. MNZ Trading Sim ini akan bisa Anda temui di folder tersebut.

Mempergunakan Simulator

Untuk melakukan backtesting dengan simulator yang sudah Anda download tadi, pergunakan fasilitas Strategy Tester yang ada di MT4.

Cara mengaktifkan Strategy Tester ini adalah dengan meng-klik tombol “View”, kemudian pilih “Strategy Tester”.

Kalau Anda terbiasa mempergunakan shortcut, bisa juga dengan menekan tombol Ctrl-R pada papan ketik Anda.

Cara Backtest Strategi Forex di MT4-1

Kemudian pilih MNZ Trading Sim di bar Expert Advisor. Jika Anda tidak melihatnya, coba klik folder “Market”.

Cara Backtest Strategi Forex di MT4-2

Langkah selanjutnya adalah memilih currency pair yang ingin Anda transaksikan menggunakan robot tersebut. Anda juga harus memilih “time frame” atau “periode” waktu yang Anda inginkan.

Anda juga bisa memilih rentang waktu yang ingin Anda gunakan untuk melakukan simulasi. Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mencentang terlebih dahulu kotak pilihan “Use Date”, baru kemudian Anda bisa memilih tanggal, bulan dan tahun berapa di pilihan yang ada di sebelah kotak “Use Date” tersebut.

Misalnya jika Anda memilih “From: 2010.01.01 To: 2016.10.07”, itu artinya Anda akan menggunakan data yang terekam di rentang waktu tersebut (mulai 1 Januari 2010 hingga 10 Juli 2016).

Karena akan melakukan simulasi trading manual, jangan lupa klik juga kotak ceklis “Visual mode” agar nanti Anda bisa melihat pergerakan harga seperti pergerakan sesungguhnya.

Setelah semua parameter ditetapkan, Anda tinggal meng-klik “Start” dan nanti akan muncul chart yang menampilkan pergerakan harga selama rentang waktu yang telah Anda tentukan tadi.

Chart yang bergerak itu sebenarnya menampilkan “rekaman” pergerakan harga yang telah terjadi, tetapi di-“play back” sehingga Anda seolah melakukan transaksi di masa itu.

Anda bisa memasang indikator-indikator yang Anda inginkan di chart tersebut, sesuai dengan pengaturan indikator strategi forex trading yang akan Anda simulasikan.

Menjalankan Simulasi

Karena ini hanya rekaman, maka Anda bisa mempercepat atau memperlambat pergerakan chart simulasi tersebut.

Caranya adalah dengan menggeser-geser “speed bar” yang ada di Visual Mode.

Anda juga bisa menghentikan simulasi sementara dan kemudian menjalankannya lagi dengan tombol “Pause” yang tersedia.

Cara Backtest Strategi Forex di MT4-3

Anda tinggal melakukan transaksi (simulasi tentunya) sesuai dengan sinyal yang diberikan sistem trading yang Anda pergunakan.

Untuk melakukan transaksi simulasi tersebut, Anda tinggal memanfaatkan fitur yang tersedia di MNZ Trading Sim. Anda bisa melakukan simulasi Instant/Market Execution atau Pending Order.

Cara Backtest Strategi Forex di MT4-4

Nah, dengan cara ini Anda bisa berlatih mempergunakan strategi forex trading Anda, seolah berada di pasar yang sesungguhnya.

Semoga berguna.

Mengenal Indikator Trading Forex: Awesome Oscillator

Salah satu fungsi indikator teknikal dalam trading forex adalah timing, atau memberikan informasi kepada kita mengenai kapan kira-kira kita bisa mulai membuka posisi (buy atau sell).

Indikator yang difungsikan untuk keperluan ini biasanya adalah indikator yang tergolong osilator, meskipun dalam beberapa teknik; indikator trend pun bisa dipergunakan sebagai entry signal, misalnya teknik MA cross.

Kali ini, kita akan membahas indikator teknikal yang berada dalam golongan osilator, tepatnya keluarga indikator Bill Williams yang bernama Awesome Oscillator.

Apakah indikator ini benar-benar mengagumkan seperti namanya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu saja harus melalui serangkaian penelitian yang tidak singkat.

Kali ini, kita hanya akan membahas apa dan bagaimana cara mempergunakan indikator ini.

Mengenai uji cobanya, mudah-mudahan akan bisa kita bahas di kesempatan lain.

Pengertian Indikator Awesome Oscillator

Awesome Oscillator (selanjutnya kita singkat dengan AO), sebenarnya merupakan indikator yang dikembangkan dari simple moving average.

Jadi, akarnya sebenarnya adalah MA yang merupakan indikator trend. Akan tetapi, pada AO, dengan algoritma tertentu, pembuatnya memodifikasi dan memfungsikannya sebagai osilator.

Berikut ini adalah contoh penampakan AO pada chart:

trading-forex-indonesia-awesome-oscillator

AO hanya memiliki dua komponen, yaitu histogram dan garis nol (nought line).

Pada gambar di atas Anda bisa melihat angka nol koma nol (0.0) yang ditandai dengan lingkaran merah, itulah garis nol yang dimaksud.

Signal Trading Forex

Pada AO, ada beberapa metode yang bisa dipergunakan untuk mendapatkan signal trading forex untuk buy atau sell. Berikut ini akan dibahas satu per satu metode-metode yang biasa dipergunakan pada AO.

Metode 1: Saucer

Signal trading berdasarkan metode saucer bisa dikenali ketika histogram berada di atas garis nol. Syarat-syarat sebuah sinyal saucer adalah sebagai berikut:

1. Sinyal Buy

Dengan metode saucer, sinyal buy akan terkonfirmasi jika Anda melihat ada tiga batang histogram yang memenuhi kondisi berikut:

  • Semua histogram berada di atas garis nol.
  • Histogram ke-2 harus lebih rendah daripada histogram pertama dan harus berwarna merah.
  • Histogram ke-3 harus lebih tinggi daripada histogram ke-2 dan harus berwarna hijau.

Agar lebih jelas, gambar di bawah ini adalah contoh buy saucer:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

2. Sinyal Sell

Dengan metode saucer, sinyal sell akan terkonfirmasi jika Anda melihat ada tiga batang histogram yang memenuhi kondisi berikut:

  • Semua histogram berada di bawah garis nol.
  • Histogram ke-2 harus lebih tinggi daripada histogram pertama dan harus berwarna hijau.
  • Histogram ke-3 harus lebih rendah daripada histogram ke-2 dan harus berwarna merah.

Agar lebih jelas, gambar di bawah ini adalah contoh sell saucer:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Metode 2: Nought Line Crossing

Yang dianggap sebagai sinyal pada metode ini adalah ketika histogram “menyeberang” dari area negatif (di bawah nol) ke area positif (di atas nol) atau sebaliknya.

Untuk metode ini, kita hanya memerlukan konfirmasi dua batang histogram.

Sinyal buy diperoleh ketika histogram naik dari area negatif ke area positif. Histogram pertama berada di area negatif, sedangkan histogram ke dua berada di area positif.

Ini contohnya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Sinyal sell diperoleh ketika histogram turun dari area positif ke area negatif. Histogram pertama berada di area positif, sedangkan histogram ke dua berada di area negatif.

Ini contohnya:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Metode 3: Two Pikes

Metode ini memiliki beberapa nama. Ada yang menyebutnya dengan nama Twin Pikes, ada juga yang menyebutnya dengan nama Twin Peaks.

Dengan metode ini, Anda bisa mendapatkan sinyal trading dengan mengamati puncak dan lembah yang terbentuk oleh histogram.

Perhatikan gambar berikut ini untuk contoh sinyal buy berdasarkan metode two pikes.

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Perhatikan bahwa Pike 1 dan Pike 2 harus berada di bawah garis nol. Pike 2 harus lebih tinggi daripada Pike 1 dan diikuti oleh histogram hijau. Itulah konfirmasi sinyal buy-nya.

Nah, untuk contoh sinyal sell berdasarkan metode two pikes, Anda bisa memperhatikan gambar berikut ini:

Trading forex indonesia, strategi trading forex

Perhatikan bahwa Pike 1 dan Pike 2 harus berada di atas garis nol. Pike 2 harus lebih rendah daripada Pike 1 dan diikuti oleh histogram merah. Itulah konfirmasi sinyal sell-nya.

Di lain kesempatan, kita akan mencoba membahas strategi trading forex yang melibatkan AO.

Sampai jumpa. 🙂

Strategi Trading Forex Short-Term: Reversal Bollinger

Anda mungkin sudah sangat mengenal Bollinger Band. Mungkin juga sudah mempergunakannya dalam melakukan forex trading.

Kali ini saya akan membahas salah satu strategi trading forex yang mempergunakan Bollinger Band dalam sebuah mechanical trading system yang sederhana untuk transaksi jangka pendek.

Dalam strategi sederhana ini, Bollinger Band bekerja untuk mencari titik balik (reversal) dalam sebuah trend.

Anda mungkin telah mengetahui bahwa garis-garis pada Bollinger Band bisa dimanfaatkan sebagai area support dan resistance dinamis.

Tidak seperti indikator berbasis trend lainnya, keberadaan upper dan lower band pada Bollinger Band membuat indikator ini bisa dimanfaatkan saat market sideway, tentunya dengan teknitk tertentu yang akan dibahas dalam artilkel kali ini.

Menariknya, teknik yang akan saya paparkan kali ini cukup efektif dipergunakan saat sideway, atau kondisi trending yang tidak terlalu curam.

Tetapi waspadalah karena kondisi sideway biasanya diikuti oleh penyempitan Bollinger Band (Bollinger squeeze). Squeeze cukup sering diikuti oleh rally pasca penembusan upper atau lower band.

Untuk memperkecil resiko, maka teknik ini juga mengikutsertakan salah satu indikator osilator, yaitu RSI yang bisa memberikan informasi dini mengenai kondisi jenuh beli atau jenuh jual.

Penggunaan RSI diharapkan akan bisa memberikan filter yang lebih baik.

Sebagai signal trading forex untuk melakukan transaksi, strategi ini memanfaatkan kemunculan pola candlestick yang memperlihatkan terjadinya false-break keatas upper band, atau kebawah lower band.

Tentu saja teknik ini hanya bisa menjanjikan potensi rebound jangka pendek saja. Dengan demikian, penempatan target profit (TP) tidak bisa terlalu jauh.

OK, tanpa perlu panjang-lebar, pemaparan berikut ini adalah aturan penggunaan strategi ini.

Pair: currency pair yang tidak terlau fluktuatif, disarankan di USDCAD.

Time frame: H1 ke atas

Indikator Teknikal:

  • Bollinger Band:
    • Period: 50
    • Deviations: 2
    • Apply to: close
  • RSI:
    • Period: 5
    • Apply to: close

Sinyal Trading:

  • Sinyal sell:
    • Jika harga high dari candlestick yang dijadikan acuan lebih tinggi daripada upper band dan harga close-nya berada di bawah upper band.
    • RSI sudah crossing dari atas 75 (ke bawah).
Strategi Trading Forex Bolinger Band

Entry sell setelah candlestick acuan close di bawah upper band

  • Sinyal buy:
    • Jika harga low dari candlestick yang dijadikan acuan lebih rendah daripada lower band dan harga close-nya berada di atas lower band.
    • RSI sudah crossing dari bawah 25 (ke atas).
Strategi Trading Forex Bolinger Band

Entry buy setelah candlestick acuan close di atas lower band

Strategi exit:

  • Tempatkan SL sejauh 50 pips di atas high candlestick acuan
  • Penempatan TP:
    • Target I: middle band
    • Target II: lower band (untuk posisi sell)/upper band (untuk posisi buy)
    • Tips: jika harga sudah menyentuh target pertama, disarankan untuk mengaktifkan trailing stop atau menutup sebagian posisi (partial close).
Strategi Trading Forex Bolinger Band

Close sebagian posisi atau aktifkan trailing stop ketika harga mencapai target I (middle band)

Strategi Trading Forex Bolinger Band

Close semua posisi ketika harga mencapai target II (lower band)

 

Peringatan!

Sebagaimana mechanical trading system sederhana lainnya, tidak ada jaminan bahwa strategi ini akan selalu menghasilkan keuntungan.

Dalam trading, Anda harus memadukan sistem trading forex dengan risk management dan money management yang baik, dan sesuai dengan kekuatan modal Anda.

Selamat mencoba.

Strategi Trading Forex London Breakout

Strategi trading forex London breakout merupakan salah satu strategi yang cukup populer dalam forex.

Dalam perkembangannya, masing-masing trader atau analis yang mengembangkan strategi ini memberikan nama yang berbeda-beda tetapi konsepnya sama, yaitu memanfaatkan pergerakan menjelang pembukaan market London.

Strategi yang termasuk dalam kategori mechanical trading system ini didesain untuk menangkap pergerakan cepat yang terjadi menjelang pembukaan pasar London.

Untuk bisa mempergunakan strategi ini Anda membutuhkan kemampuan dasar mempergunakan MetaTrader, minimal menggambar kotak dan garis horizontal di chart, plus beberapa jam memantau sesi London.

Saya kira tidak perlu saya beritahu lagi bahwa sebelum pasar London buka sudah ada pasar di sesi Asia yang telah berjalan.

Biasanya memang aktivitas pasar yang paling tinggi terlihat pada sesi Eropa, maka dengan strategi ini kita akan mencoba untuk mencari peluang dengan berpatokan pada range harga yang tercipta pada saat sesi Asia.

Sebenarnya Anda tidak perlu mempergunakan indikator apa pun untuk menjalankan strategi trading forex London Breakout ini.

Meskipun demikian, kalau Anda bisa menemukan indikator market hour di internet atau marketplace MetaTrader, itu akan cukup membantu.

Tetapi, indikator itu sifatnya opsional, tak ada pun tidak masalah. Yang penting Anda tahu bagaimana cara membuat kotak dan garis horizontal di MetaTrader.

Strategi

Jadi, menjelang memasuki sesi London, Anda telah memiliki range harga sebagai acuan yang terbentuk dari pergerakan di sesi Asia.

Adapun range yang dimaksud sebenarnya bukanlah range sesi Asia secara keseluruhan, melainkan tiga jam terakhir saja.

Currency pair yang paling cocok untuk strategi ini adalah GBPUSD, EURUSD dan NZDUSD.

Agar penjelasannya lebih mudah, strateginya akan saya rangkum sebagai berikut:

  1. Pergunakan time frame
  2. Buat kotak di chart dengan tiga candlestick terakhir yang muncul sebelum sesi London dimulai. Jika Anda mempergunakan FOREXimf Trader berplatform MetaTrader, maka candlestick yang menjadi acuan adalah candlestick dari pukul 07:00 sampai 09:00 waktu MetaTrader.
  3. Berdasarkan “kotak” tersebut di atas, gambarlah dua garis horizontal yang masing-masing berfungsi sebagai support dan resistance. Artinya Anda harus menggambar satu garis horizontal di sisi atas “kotak” tersebut dan satu garis horizontal lainnya di sisi bawah “kotak”.
  4. Tempatkan Stop Order:
    1. Buy Stop kira-kira 5 pips di atas resistance, tempatkan SL di level Sell Stop
    2. Sell Stop kira-kira 5 pips di bawah support, tempatkan SL di level Buy Stop
  5. Jika salah satu Stop Order tereksekusi (done), Anda harus segera menghapus (cancel) Stop Order yang menjadi lawannya. Artinya jika Buy Stop yang tereksekusi maka segeralah batalkan oder Sell Stop dan sebaliknya.

Gambar di bawah ini bisa memperjelas strategi yang saya paparkan di atas:

strategi trading forex, strategi london breakout

Kelebihan dan Kekurangan Strategi London Breakout

Sebagaimana mechanical trading system lain, strategi trading forex London Breakout ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya adalah:

  • Tidak memerlukan indikator teknikal yang rumit
  • Relatif mudah untuk dimengerti dan diterapkan
  • Murni mempergunakan price action, sehingga mengurangi resiko terlambat masuk posisi

Kelemahannya adalah:

  • Ada potensi terjebak oleh bull trap atau bear trap
  • Pada hari Senin atau Jumat sering muncul pergerakan yang tidak biasa, sehingga peluang yang muncul di hari tersebut cenderung kurang akurat.

Seperti biasa, saya menyarankan Anda untuk mempelajari dan melatih strategi ini terlebih dahulu di demo account sebelum menjalankannya di real account Anda karena belum tentu strategi ini cocok untuk Anda.

Jangan lupa, meskipun mempergunakan demo account Anda tetap harus memperlakukannya seperti real account, terutama dalam hal penempatan SL.

Pembiasaan melalui demo account akan membentuk habit yang baik sebagai seorang trader.

Selamat mencoba.

Strategi Trading Forex 100% Berhasil, Mungkinkah?

Sebentar. Sebelum Anda melanjutkan membaca artikel ini, saya mau bertanya. Siapa diantara Anda yang menafsirkan bahwa strategi yang akan saya paparkan kali ini adalah strategi trading forex tanpa loss?

Jika Anda menafsirkan demikian, bersiaplah untuk kecewa.

Eits, tunggu dulu. Anda perlu tahu bahwa meskipun ada transaksi yang mengalami loss, strategi yang akan saya paparkan kali ini tetap sering dipergunakan untuk meraih potensi keuntungan.

Apa nama strategi itu?

Namanya adalah martingale.

Apa Itu Martingale?

Sebenarnya strategi ini sangat sering dipraktekkan di meja judi semacam kasino (tempat judi) di Las Vegas.

Konon, strategi inilah yang menyebabkan kasino-kasino jaman now menerapkan aturan berupa pembatasan jumlah taruhan maksimun dan minimum.

Masalah utama dalam menerapkan strategi ini adalah bahwa Anda mutlak memerlukan dana yang sangat – sangat besar.

Bahkan saya sendiri sering mengatakan bahwa untuk menerapkan strategi ini agar bisa bekerja 100%, Anda membutuhkan sumber dana yang tak terhingga.

Strategi martingale dibangun di atas teori (setidaknya hipotesa) bahwa harga akan selalu mengalami koreksi.

Saya ingatkan sekali lagi, tanpa sokongan modal yang cukup besar, penerapan strategi ini hanya akan membawa Anda menuju kegagalan.

Strategi ini sendiri mulai dipopulerkan di abad ke-18. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli matematika Perancis bernama Paul Pierre Levy. Aslinya, strategi ini berasal dari teknik bertaruh doubling down.

Di meja judi, dengan sistem doubling down, jumlah taruhan justru akan digandakan tiap kali mengalami kekalahan. Dengan demikian pada suatu saat semua kekalahan akan tertutup oleh satu kali kemenangan.

Mari kita ambil contoh.

Anggaplah Anda sedang bertaruh dengan saya.
Kita bertaruh lempar koin, yang memiliki dua sisi, yaitu sisi gambar dan sisi angka.

Anggaplah besar taruhan kita adalah $1 untuk tiap kali tos (lempar koin).

Ingat, tiap kali kalah, Anda akan menggandakan taruhan Anda. Ingat juga bahwa Anda akan konsisten bertaruh hanya untuk kemunculan sisi angka.

Meskipun Anda bisa jadi akan beberapa kali kalah, tetapi pada suatu waktu semua kekalahan Anda itu akan terbayar.

Hasil dari permainan kita akan saya ilustrasikan dalam tabel berikut:

Dari tabel di atas bisa Anda lihat bahwa dari tos ke-2 hingga ke-6 Anda selalu kalah. Tetapi pada tos ke-7 pilihan Anda muncul, dan Anda memenangkan $32.

Ketika ditotal, semua kekalahan Anda langsung terbayar, dan hasilnya Anda untung sebesar $2.

Tetapi itu asumsinya adalah pada tos ke-10 Anda menang.

Jika ternyata sisi angka tak kunjung muncul, maka pertanyaannya adalah, “Masih cukupkah uang Anda untuk melanjutkan permainan?”

Aplikasi Martingale Sebagai Strategi Trading

Contoh di atas adalah ilustrasi hasil yang mungkin muncul jika Anda berjudi. Kemunculan sisi angka atau gambar murni karena keberuntungan (atau kesialan) semata.

Tetapi ketika trading, Anda akan melihat bahwa pergerakan harga mata uang cenderung bergerak dalam trend tertentu (price moves in trend) dan trend tersebut bisa berlangsung cukup panjang.

Kunci pertama Anda adalah menentukan posisi pertama yang benar (buy atau sell). Selain itu, trend juga memiliki koreksi.

Jadi meskipun posisi pertama Anda salah, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar kesalahan tersebut ketika terjadi koreksi.

Trend dan koreksi sendiri merupakan sebuah keniscayaan dalam pergerakan harga.

Dengan demikian, unsur spekulatif dalam penerapan martingale dalam trading bisa dihilangkan, atau setidaknya diminimalisir.

Apalagi jika dikombinasikan dengan analisa teknikal dalam menentukan pembukaan posisi.

Coba Anda simak ilustrasi berikut ini:

strategi trading forex, martingale

Anda bisa melihat bahwa ketika harga naik ke 1.50500 maka si Trader sudah mengalami kerugian sebesar 500 pips (-$500).

Dengan sistem martingale, di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar dua lot, digandakan dari  posisi sebelumnya yang hanya 1 lot.

Ketika harga naik lagi ke 1.51000, si Trader sudah mengalami kerugian sebesar -$2,000 dan di level tersebut si Trader kembali membuka posisi sell sebesar 4 lot.

Ketika harga kembali ke 1.50500, barulah kerugiannya berubah menjadi keuntungan sebesar 1500 pips atau $1,500.

Pertanyaan yang sama kembali muncul, “Sampai sejauh mana modal Anda kuat menahan pergerakan harga?”

Saya lantas membuat hitung-hitungan sederhana.

Jika Anda ingin menerapkan martingale dengan memulai transaksi dengan besaran 0.1 lot dengan multiplier (pengali) dua, kira-kira modal yang Anda butuhkan akan seperti ilustrasi di bawah ini:

Interval (jarak) antar posisi:500 pips
Lot awal:0.1
Multiplier (pengali):2
Deposit awal:USD 50,000
Posisi:Sell

Output:

Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa dengan modal $50,000 Anda bisa menahan pergerakan harga hingga 3500 pips. Jika harga tak mengalami koreksi dan terus naik, maka modal sebesar itu bisa habis.

Maka jika Anda ingin menjalankan strategi trading forex ini, modal yang Anda butuhkan sangatlah besar.

Bahkan mungkin Anda harus menyiapkan sumber dana yang tak terbatas, seperti yang saya sampaikan di awal.

Artinya, resikonya pun mungkin unlimited.

So, the choice is yours.
Choose wisely.

Strategi Trading Forex Scalping 1-Minute

Istilah scalping dalam trading forex mungkin sudah menjadi istilah umum, bahkan mungkin di kalangan trader pemula.

Lalu, apa sebenarnya scalping itu?

Scalping merupakan salah satu metode trading forex yang bersandar pada analisa teknikal forex.

Metode ini bertujuan untuk mencoba meraih peluang profit dengan cara melakukan transaksi dalam waktu singkat dengan target yang tidak terlalu besar.

Itulah sebabnya mengapa kebanyakan pelaku scalping (biasa disebut dengan scalper) cenderung melakukan banyak transaksi dalam sehari.

Tanpa berpanjang lebar, mari kita pelajari bersama salah satu strategi scalping yang cukup populer.

Strategi Scalping 1-Minute

Strategi ini merupakan strategi scalping yang populer dan relatif cocok digunakan di kalangan trader pemula.

Meskipun demikian, itu bukan berarti bahwa metode ini tidak membutuhkan disiplin dan konsentrasi yang tinggi.

Srategi scalping ini menuntut Anda untuk menyediakan waktu khusus untuk trading, setidaknya beberapa jam dalam sehari tanpa distraksi.

Melakukan puluhan transaksi dalam sehari merupakan hal yang lazim dalam scalping.

Karena itulah, jika akan menerapkan metode ini sebaiknya Anda memilih broker dengan spread dan komisi yang cukup rendah.

Konsep Strategi Scalping 1-Minute ini sebagai berikut:

  • Dipergunakan untuk semua currency pair yang memiliki spread kecil
  • Time-frame: M1 (1 Minute)
  • Indikator:
    • Stochastic (5,3,3)
    • Exponential Moving Average (EMA) periode 50 dan 100
  • Waktu terbaik: sesi perdagangan London dan New York

Practice!

Sebelum kita lanjutkan, seperti biasa, saya menyarankan Anda untuk melakukan uji coba terlebih dahulu pada strategi ini sebelum dipraktekkan.

Daftar Akun Demo Trading Forex

Cara yang terbaik melakukan uji coba tanpa khawatir beresiko rugi adalah dengan mempergunakan demo account yang kami sediakan.

Mengapa perlu berlatih?

Alasan pertama adalah bahwa penting bagi Anda untuk mengenali pergerakan pasar. Dengan berlatih melalui demo account Anda akan mendapatkan pengalaman pergerakan pasar yang real time.

Anda akan bisa mengenali kekurangan dan kelemahan strategi yang akan Anda jalankan. Anda juga akan tahu apakah strategi tersebut cocok dengan karakter Anda sebagai trader.

Nah, alasan ke-2, kalaupun ternyata strategi tersebut tidak cocok dengan karakter Anda dan hasilnya negative (rugi), tidak ada risiko finansial yang menimpa Anda.

Aturan Strategi Scalping 1-Minute

Sekarang kita akan membahas strategi entry dan exit.

Aturan Buy

  1. EMA 50 harus berada di atas EMA 100
  2. Tunggu koreksi ke area EMA
  3. Tunggu konfirmasi sinyal buy dari stochastic
  4. Tempatkan SL sekitar 20-30 pips di bawah level swing low terdekat
  5. Tempatkan TP sekitar 80-120 pips dari level entry

Aturan Sell

  1. EMA 50 harus berada di bawah EMA 100
  2. Tunggu koreksi ke area EMA
  3. Tunggu konfirmasi sinyal sell dari stochastic
  4. Tempatkan SL sekitar 20-30 pips di atas level swing high terdekat
  5. Tempatkan TP sekitar 80-120 pips dari level entry

Kelebihan dan Kelemahan Scalping 1-Minute

Setiap strategi pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Kita mulai dari kelebihannya dulu.

Kelebihan strategi ini adalah:

  • Resiko cukup kecil dari sisi kapital
  • Target yang diincar relatif kecil sehingga relatif lebih cepat untuk mencapai target
  • Bisa memanfaatkan pergerakan range yang sempit
  • Peluang lebih banyak, karena pergerakan kecil tercipta lebih sering daripada pergerakan yang besar

Nah, sekarang kita bahas juga kelemahannya:

  • Membutuhkan modal yang tidak kecil, karena semakin banyak peluang yang tercipta berarti juga semakin besar kemungkinan untuk mengalami kerugian.
  • Membutuhkan reaksi yang cepat, intuisi yang terasah dengan baik dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat. Hal-hal ini jarang ditemui pada trader pemula.
  • Terkadang cukup sulit untuk melakukan transaksi dengan risk to reward ratio yang baik.
  • Membutuhkan konsentrasi tinggi tanpa gangguan.
  • Trader yang kurang berpengalaman mungkin akan mudah mengalami stress.

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan di atas, maka bisa disimpulan bahwa jika Anda memutuskan untuk menjadi scalper, Anda harus memenuhi 10 kualifikasi berikut:

  1. Sabar
  2. Teliti
  3. Tidak mudah stress
  4. Bisa dengan cepat mengambil keputusan yang efektif di situasi genting
  5. Tidak emosional dalam trading
  6. Memiliki pengetahuan memadai tentang beragam metode trading
  7. Memiliki “jam terbang” tinggi
  8. Memiliki daya konsentrasi yang tinggi (fokus)
  9. Memiliki daya tahan tubuh yang tinggi
  10. Jangan lupa: koneksi internet yang cepat dan stabil.

Selamat mencoba.

Siasat Take Profit Trading Forex Menggunakan Strategi Locking

Salah satu strategi manajemen risiko dalam trading forex adalah locking. Namun ada juga yang menyebutnya sebagai position hedge/hedging.

Sebelumnya, dalam blog ini juga pernah dimuat artikel yang membahas tentang strategi locking, namun dilihat dari sisi negatifnya.

Selengkapnya: Mengupas Strategi Locking dalam Forex Trading

Jika dalam artikel tersebut penulis membeberkan “kemubaziran” strategi locking yang biasa dilakukan trader, kali ini –  akan dibahas bagaimana penggunaan strategi locking yang lebih aman.

Menyiasati Ketidakpastian

Semua trader tentu maklum bahwa, ada ketidakpastian dalam pergerakan pasar.

Biasanya kita menerapkan penggunaan stop loss (SL) untuk menyiasati ketidakpastian dengan tujuan untuk meminimalisir risiko sehingga dengan sendirinya kita sudah membatasi risiko itu.

Tetapi tidak cukup banyak yang menyadari bahwa, ketika transaksi kita dalam keadaan untung pun, bisa saja dengan cepat berubah menjadi kerugian, terutama ketika ada rilis data ekonomi penting (big figures).

Anda mungkin cukup sering menemui keadaan ketika harga berbalik arah sedemikian cepatnya bahkan hingga menghajar level stop loss yang telah dipasang sebelumnya, padahal tadinya posisi Anda sedang dalam keadaan untung (floating profit).

Itu karena pasar merespon data yang dirilis. Data big figure memang biasanya (tidak selalu) memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga, sehingga pergerakan yang volatile sering terjadi setidaknya 20 menit pertama setelah data tersebut diumumkan.

Kejadian tersebut tentu mengesalkan. Untuk mengantisipasinya ada setidaknya tiga pilihan strategi yang bisa Anda lakukan:

  1. Menutup posisi menjelang rilis data penting
  2. Menerapkan trailing stop
  3. Menerapkan strategi locking

Yang akan kita bahas di artikel kali ini adalah menerapkan strategi locking  tersebut.

Locking Profit

Lho, mengapa di-locking?
Bukankah kondisi transaksi sedang untung?
Bukankah itu berarti membatasi keuntungan?
Mengapa tidak membiarkannya hingga mencapai level take profit (TP)?

Memang benar. Saya tidak sedang menganjurkan Anda untuk menganggap bahwa, strategi ini sebagai satu-satunya pilihan.

Melainkan, saya sedang membagikan pandangan bahwa, justru pada kondisi seperti inilah locking boleh dilakukan.

Adapun keputusan, itu pilihan Anda, dan tentu terserah Anda.

Konsep dasarnya adalah menyiasati ketidakpastian akibat efek pengumuman data penting tadi.

Anggaplah saat menjelang rilis data penting posisi Anda sedang floating profit. Biasanya, menjelang rilis data penting, harga cenderung akan bergerak sideways.

Secara teknikal, sistem trading Anda mengatakan bahwa masih ada potensi harga akan bergerak sesuai dengan posisi Anda, namun kondisi pasar yang sideway menjelang data cukup menyebalkan.

Nah, dalam kondisi seperti itu tidak ada salahnya Anda mengunci keuntungan yang telah didapatkan dengan melakukan locking profit.

Ketika kemudian data dirilis dan harga bergerak searah dengan posisi sebelumnya, Anda tinggal buka kuncian dengan membuang posisi yang berlawanan dengan pasar.

Setelah itu Anda tinggal membiarkan pasar menentukan ending posisi yang masih terbuka. Ini tidak bertentangan dengan konsep let your profits run.

Contohnya seperti ini:

Anda telah memiliki posisi terbuka yaitu buy GBP/USD sebanyak 1 lot, misalkan di level 1.50000.

SL dipasang di 1.49000 dan TP di 1.52000.

Kemudian harga bergerak naik dan mencapai area 1.51000.

Pada saat itu, kondisi transaksi Anda adalah floating profit 1000 pips.

Beberapa waktu menjelang rilis data penting, harga bergerak sideway, padahal TP Anda belum tercapai.

Dengan menggunakan strategi locking profit, Anda membuka satu lot posisi sell di 1.51000.

Dengan demikian, kondisi transaksi Anda adalah terkunci dengan keuntungan 1000 pips.

Ingat bahwa ketika harga bergerak sideway, pada dasarnya terbentuk resistance di pasar. Perhatikan level resistance tersebut. Misalnya di kisaran 1.51200.

Nah, ketika data penting diumumkan dan efeknya positif bagi poundsterling lalu diikuti oleh penembusan ke atas 1.51200, segera buang (tutup) posisi sell yang Anda buka tadi.

Posisi tersebut tentu mengalami kerugian sebesar 200 pips.

Namun ketika ternyata harga terus naik menyentuh level 1.52000, posisi Buy yang terbuka akan membukukan keuntungan sebesar 2000 pips. Keuntungan bersih Anda menjadi 2000-200 = 1800 pips.

Ini tentu lebih baik daripada – jika misalnya rilis data penting tersebut buruk dan memberikan sentimen negatif bagi poundsterling.

Katakanlah harga kemudian turun hingga 1.49900, maka seandainya Anda tidak mempersiapkan antisipasinya, Anda akan merugi sebesar 100 pips (padahal tadinya sempat untung 1000 pips).

Ilustrasinya seperti ini…

Sebelum data penting diumumkan:

Locking Profit Sebelum Data Dirilis

Strategi jika data penting sudah diumumkan dan hasilnya positif:

Buka Locking Profit Setelah Data Rilis

Bagaimana seandainya setelah menerapkan strategi locking profit di atas, ternyata rilis data penting itu buruk dan harga turun?

Mudah saja. Anda tinggal tutup semua transaksi tersebut di atas dengan keuntungan 1000 pips (brutto, sebelum komisi dan swap jika ada).

Nah, demikianlah salah satu cara mudah menggunakan strategi locking dalam trading forex.

Anda bisa mencoba mempraktikannya dengan menggunakan demo account untuk trading forex disini, sehingga Anda bisa menyesuaikan strategi tersebut dengan gaya trading Anda sendiri.

Bagi Anda yang masih belum mengerti, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim Market Analyst FOREXimf melalui Live Chat.

Strategi Trading Forex Menggunakan Camarilla Pivot

Teknik pivot points merupakan salah satu strategi trading forex yang banyak digunakan trader untuk mengidentifikasi level-level yang potensial sebagai support dan resistance.

Sederhananya, pivot point dan level-level support dan resistance yang dihasilkan melalui perhitungan tertentu dianggap merupakan area dimana harga berpotensi akan berubah arah.

Pivot point menjadi sangat menarik karena setidaknya salah satu penyebab; ia sangat obyektif.

Tidak seperti indikator teknikal lain yang memerlukan interpretasi yang tentu sangat dipengaruhi oleh “jam terbang” yang dimiliki seorang trader.

Bahkan tidak seperti Fibonacci retracements yang masih memerlukan preferensi trader dalam menentukan swing high dan swing low.

Penerapan Strategi Pivot

Strategi trading yang berdasar pada pivot points biasanya dipergunakan sebagai strategi trading jangka pendek.

Para trader yang mempergunakannya biasanya mencari pergerakan yang tidak terlalu besar, cocok dengan gaya trading intraday mereka.

Seperti halnya strategi trading yang memanfaatkan support dan resistance, para trader bisa memilih apakah mereka akan menerapkan strategi bounce/range-bound, breakout, atau bahkan keduanya.

Para trader yang menganut paham range-bound biasanya memanfaatkan pivot untuk mencari titik-titik reversal (balik arah). Mereka akan mencari peluang buy di area support dan mencari peluang sell di area resistane.

Sebaliknya, para trader yang bergaya breakout akan menunggu hingga support tembus untuk mencari peluang sell. Sebaliknya mereka akan menunggu tembusnya resistance untuk mencari peluang buy.

Mengenal Strategi Camarilla Pivot

Strategi Camarilla pivot (selanjutnya kita sebut Camarilla) merupakan salah satu turunan strategi pivot points.

Strategi ini mirip dengan nenek moyangnya, si pivot points itu sendiri, tetapi lebih komplit untuk dipergunakan sebagai sebuah strategi trading forex.

Strategi ini diciptakan oleh Nick Stott sekitar tahun 1989 dan masih populer hingga saat ini.

Pada dasarnya ada tujuh garis yang menjadi bagian penting dari strategi ini, yaitu:

  • H5 = long breakout target
  • H4 = long breakout
  • H3 = short pivot
  • Pivot Point (PP)
  • L3 = long pivot
  • L4 = short breakout
  • L5 = short breakout target

Level-level tersebut di atas diperoleh melalui rumus berikut:

H5 = (H/L) × C
H4 = C+ RANGE × 1,1/2
H3 = C+ RANGE × 1,1/4

PP = (H + L + C) / 3

L3 = C– RANGE × 1,1/4
L4 = C– RANGE × 1,1/2
L5 = C– (H5 – C)

dimana:

C = Closing Price (harga penutupan hari sebelumnya)
H = High (harga tertinggi hari sebelumnya)
L = Low (harga terendah hari sebelumnya)
RANGE = harga tertinggi – harga terendah hari sebelumnya

Kalau digambarkan di chart, kira-kira bentuknya akan seperti ini:

Strategi Trading Forex Camarilla

Strategi Camarilla

Sebenarnya ada banyak teknik yang bisa dikembangkan, tetapi tetap dasarnya adalah bounce dan breakout trading.

Berikut ini adalah beberapa teknik yang bisa Anda coba:

Teknik Bounce: Jika harga dibuka di antara H3 dan L3

Anda bisa membuka posisi buy, jika harga bergerak sedikit ke bawah L3 namun kemudian berhasil kembali bergerak naik ke atas garis L3.

Beberapa trader memilih untuk mengombinasikan dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Ada juga yang mengombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis H3. Target maksimal di H4 atau H5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan dibawah garis L4.

Anda bisa membuka posisi sell, jika harga bergerak sedikit ke atas H3 namun kemudian berhasil kembali bergerak turun ke bawah garis H3.

Anda bisa mengombinasikannya dengan konfirmasi dari sinyal trading semacam candlestick pattern. Bisa juga dikombinasikan dengan indikator teknikal seperti stochastic oscillator.

Tempatkan target di garis L3. Target maksimal di L4 atau L5. Sementara untuk stop loss bisa ditempatkan diatas garis H4.

Teknik Breakout

Anda bisa membuka posisi buy, jika harga bergerak naik dan tembus ke atas garis H4. Tempatkan target di garis H5 dan stop loss di bawah garis H3.

Anda bisa membuka posisi sell, jika harga bergerak turun dan tembus ke bawah garis L4. Tempatkan target di garis L5 dan stop loss di atas garis L3.

Demikian strategi dasar teknik Camarilla.

Jika ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi tim Market Analyst & Education FOREXimf.com.

Selamat mencoba.


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.