Mungkinkah Harga Minyak Mentah Rebound?

Harga minyak mentah jenis US West Texas Intermediate telah mengalami koreksi cukup dalam sejak menyentuh level tertinggi tahun ini di kisaran $75.25 per barrel. Saat ini, harga terpantau bergerak di kisaran $67.75 per barrel. Yang menarik adalah bahwa secara teknikal harga bergerak di area support yang dibentuk oleh MA 50 dan MA 100 yang terlihat di chart Daily. Jika diperhatikan, area support saat ini adalah kisaran $66.35 hingga $69.42 per barrel.

Harga Minyak Mentah

Kondisi pasar saat ini berdasarkan stochastic oscillator di chart yang sama hampir memperlihatkan indikasi jenuh jual (overold). Ini adalah momen yang krusial, karena konfirmasi sinyal bullish di area support saat ini berpotensi akan memberikan sinyal beli yang cukup kuat. Apalagi kalau kita coba melihat chart Weekly, di mana kita bisa melihat trend naik yang cukup baik ditandai dengan trendline. Harga juga sudah semakin mendekati trendline tersebut.

Kita tahu, bahwa trendline juga bisa berfungsi sebagai area support. Stochastic juga semakin mendekati kondisi oversold di chart Weekly.

Harga Minyak Mentah

Berdasarkan analisa teknikal tersebut, kita bisa menarik kesimpulan sementara bahwa secara umum ada peluang rebound pada minyak mentah.

Yang perlu kita lakukan adalah mengunggu konfirmasi sinyal bullish di area support. Untuk konfirmasinya, kami akan mengacu ke chart Daily, tepatnya di kisaran $66.35 hingga $69.42. Potensi rebound-nya sendiri adalah hingga kisaran $70.80 hingga $72.50. Jika Anda membuka posisi 1 lot di kontrak oil, maka peluang keuntungan yang bisa Anda peroleh adalah sekitar 300 hingga 500 pips, atau setara 30 hingga 50 juta rupiah.

Area yang perlu diwaspadai adalah area support $63.60, karena skenario bullish ini kemungkinan tidak akan berhasil jika harga berhasil tembus ke bawah level tersebut. Jika harga minyak tembus ke bawah $63.60 per barrel, ada kemungkinan harga minyak mentah akan terus melemah ke area support selanjutnya yaitu kisaran $60.84 hingga $57.75 per barrel.

Kesimpulan

Minyak mentah saat ini masih bergerak dalam uptrend. Area entry­-nya adalah kisaran $66.35 hingga $69.42, di mana Anda bisa mencoba mencari konfirmasi sinyal beli. Target rebound adalah kisaran $70.80 hingga $72.50.

Area antisipasi adalah $63.60, karena skenario bullish ini bisa gagal jika harga tembus ke bawah support tersebut dan membuka peluang bearish hingga kisaran  $60.84 hingga $57.75 per barrel.

Selamat “berburu”.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Mengapa Pengumuman Suku Bunga Penting Bagi Trader Forex?

Tingkat suku bunga merupakan salah satu data ekonomi yang bisa menggerakkan pasar. Bahkan mungkin bisa dikatakan bahwa pengumuman tingkat suku bungalah yang sebenarnya menjadi “primadona” pasar. Mungkin merupakan faktor terbesar dalam menentukan nilai sebuah mata uang.

Jadi, dengan mengetahui bagaimana bank sentral sebuah negara menetapkan kebijakan moneter, seperti tingkat suku bunga, merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui.

Salah satu hal yang paling mempengaruhi tingkat suku bunga bank sentral adalah stabilitas harga, atau “inflasi”. Secara sederhana, inflasi bisa diterjemahkan sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang konstan.

Gampangnya, inflasi adalah hal yang menyebabkan harga barang yang biasa kita konsumsi mengalami kenaikan dari waktu waktu. Lima tahun yang lalu mungkin Anda hanya membutuhkan uang sebesar Rp 15.000,- untuk membeli sebungkus rokok, tetapi sekarang mungkin Anda harus mengeluarkan uang setidaknya sebesar Rp 20.000,- untuk rokok yang sama.

Sebenarnya laju inflasi yang tidak terlalu tinggi bisa dimaklumi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika laju inflasi menjadi terlalu tinggi, bisa-bisa perekonomian negara yang bersangkutan akan terganggu. Itulah mengapa bank sentral selalu mengawasi berbagai indikator yang terkait dengan inflasi seperti CPI dan PPI.

Negara Bank Sentral
Amerika Serikat The Federal Reserve System (The Fed)
Australia Reserve Bank of Australia (RBA)
Inggris Bank of England (BoE)
Jepang Bank of Japan (BOJ)
Kanada Bank of Canada (BOC)
New Zealand Reserve Bank of New Zealand (RBNZ)
Swiss Swiss National Bank (SNB)
Uni Eropa European Central Bank (ECB)

Sebagai upaya untuk menjaga agar laju inflasi tetap berada di angka yang “nyaman”, bank-bank sentral biasanya mengatur tingkat suku bunga acuan. Jika suku bunga dinaikkan, biasanya inflasi melambat, demikian pula pertumbuhan ekonomi secara umum.

Hal ini terjadi karena dengan menerapkan suku bunga yang lebih tinggi, biasanya akan mengurangi minat konsumen dan pebisnis untuk mengajukan kredit pinjaman dan sebaliknya akan menaikkan minat menabung, sehingga ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

Mengapa orang jadi kurang suka mengajukan kredit? Karena biaya (bunga) untuk pinjaman akan menjadi lebih tinggi, sementara bunga untuk simpanan menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, apabila suku bunga berkurang alias diturunkan, konsumen dan pebisnis cenderung mengajukan kredit pinjaman karena bunganya akan menjadi lebih murah, sehingga akan mendorong belanja masyarakat dan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi.

suku bunga fed

Jadi apa hubungannya dengan pasar forex?

Jadi begini. Mata uang itu bergantung pada suku bunga karena menentukan aliran dana secara global, masuk dan keluar dari negara tertentu. Suku bunga merupakan salah satu pertimbangan investor asing untuk memutuskan apakah mereka akan berinvestasi di negara tersebut, atau tidak.

Sederhananya begini: jika Anda dihadapkan pada pilihan antara menabung di bank yang menawarkan jasa/bunga sebesar 1%, sementara bank yang lain menawarkan bunga 0,25%; bank mana yang Anda pilih?

Ya, memang bisa saja Anda memilih untuk menyimpan uang di bawah kasur… tetapi normalnya orang akan memilih opsi pertama: 1%, karena 1 jelas lebih besar daripada 0,25.

Nah, di mata uang pun berlaku hal seperti itu.

Semakin tinggi tingkat suku bunga sebuah negara, semakin besar potensi mata uangnya akan menguat. Sebaliknya mata uang negara yang memiliki tingkat suku bunga rendah akan rentan mengalami pelemahan. Tentu saja, ini bukan satu-satunya alasan mata uang menguat atau melemah, tetapi suku bunga adalah salah satu hal yang bisa memicu penguatan atau pelemahan mata uang tertentu.

Sederhana kan?

Rencana Kenaikan Suku Bunga Fed

Hari Kamis mendatang (2/8/2018) pukul 01.00 WIB, atau di hari Rabu (1/8/2018) pukul 14.00 waktu New York, Federal Reserve (Fed) akan mengumumkan tingkat suku bunga. Diperkirakan Fed kali ini akan menahan suku bunga di angka 2 persen.

Kalau kita pantau perkembangan berita terkait suku bunga Fed, ada peluang kenaikan suku bunga sebanyak dua kali lagi di tahun ini. Tetapi masih segar dalam ingatan ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam wawancaranya dengan CNBC tanggal 19 Juli 2018 mengatakan bahwa ia khawatir penguatan USD akan mengganggu eskpor AS. Ia juga kkhawatir Fed akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Pernyataan tersebut melemahkan USD saat itu, kendati kemudian juru bicara Gedung Putih memberikan “klarifikasi” bahwa Presiden tidak akan mengintervensi kebijakan Fed.

Seperti telah disampaikan, kali ini Fed diperkirakan akan menahan suku bunga di 2 persen. Ada kemungkinan USD akan melemah jika suku bunga Fed kali ini bertahan di angka tersebut, karena ekspektasi pasar sebenarnya adalah kenaikan suku bunga setidaknya dua kali lagi di tahun ini.

Bagaimana Peluang Pasar?

Secara umum hingga saat ini USD masih berada dalam trend penguatan untuk jangka panjang meskipun terjadi koreksi-koreksi merespon kondisi pasar dan fundamental terkini.

Kalaupun Fed memutuskan untuk menahan suku bunga kali ini, pelemahan yang terjadi pada USD kemungkinan hanya berupa koreksi (untuk view jangka panjang).

Untuk memanfaatkan hal tersebut, kami tertarik pada USDJPY yang menurut view jangka menengah sedang bergerak di area support. Jika yang terjadi adalah skenario pelemahan USD, maka penembusan ke bawah 110.575 kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan turun dengan potensi sasaran di kisaran 109.964-109.

Sebaliknya, jika ternyata USD tidak jadi melemah, penembusan ke atas 111.564 kemungkinan akan membawa USDJPY naik menuju kisaran 112.174-112.552.

suku bunga fed pada USDJPY

KEMANA HARGA EMAS BERIKUTNYA ?

Di awal tahun 2018, emas sempat mencatatkan level tertingginya di $1366 per troy ounce, merespon situasi yang terus memanas antara Korea Utara dan Amerika Serikat, meningkatnya kekhawatiran perang dagang yang dapat terjadi antara AS dan China, dan kurang agresifnya The Fed terhadap kenaikan suku bunga. Hal tersebut cukup membebani dollar AS dan pasar ekuitas yang berakibat para pelaku pasar pun melarikan aset mereka ke emas sebagai safe haven yang dikenal dengan istilah risk aversion.

Namun seiring berjalannya waktu, situasi pun sedikit mereda setelah diadakannya pertemuan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Pulau Sentosa, Singapura. Hasil penting dalam pertemuan bersejarah itu Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan bagi Korut. Sementara Kim berkomitmen untuk menuntaskan denuklirisasi Semenanjung Korea. Selain itu, pada pertemuan The Fed bulan Juni, bank sentral cenderung hawkish dengan kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2 persen, sekaligus menunjukkan prospek bahwa akan ada dua kenaikan suku bunga lagi untuk dieksekusi sepanjang tahun ini, yang jika ditotalkan ada empat kenaikan suku bunga sejak bulan Maret 2018. Hal tersebut melampaui ekspektasi pasar yang hanya memperhitungkan 3 kali kenaikan suku bunga. Inilah yang menjadi pendorong emas terjun bebas, menyentuh level terendah di tahun 2018, yang saat artikel ini dibuat emas berada dikisaran $1261 per troy ounce.

google-review-foreximf

Meskipun demikian, untuk pandangan jangka panjang harga emas secara umum masih bisa bergerak dalam tren naik seiring secara fundamental pun situasi perang dagang antara AS dan China yang masih terus berlanjut, ditambah dengan AS yang belum menemukan kesepakatan mengenai permasalahan perdagangan North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan Uni Eropa. Area yang perlu diperhatikan untuk mencari peluang beli di sekitar trendline naik yang berada di area kisaran $1244/troy ounce. Hanya saja masih diperlukan konfirmasi peluang tersebut berdasarkan analisa teknikal. Jika peluang beli sudah benar-benar terkonfirmasi, maka harga emas akan kembali berpeluang untuk mengalami rebound dengan sasaran hingga kisaran $1308-1366/troy ounce.

Analisa Emas, Trading Emas, Investasi Emas, Cara Investasi Emas, Investasi Emas Online, Grafik Harga Emas, XAU/USD

Potensi rebound harga emas ini kemungkinan besar akan terhambat jika harga emas justru jatuh ke bawah $1244/troy ounce atau dengan kata lain trendline naik pecah. Dengan demikian justru akan terbuka peluang pelemahan lebih jauh ke kisaran $1215-1122.72/troy ounce jika hal tersebut terjadi.

Jika Anda membutuhkan analisa untuk pergerakan harga emas ini bisa berkonsultasi dengan tim Market Analyst FOREXimf.com yang berkantor di Jalan Sunda no. 57 Bandung, atau melalui Live Chat dari website www.FOREXimf.com.

Paul Tudor Jones Prediksi Inflasi Naik, Obligasi Jatuh

FOREXimf Review – Paul Tudor Jones, nama yang cukup terkenal di dunia finansial sekaligus manajer hedge fund yang pernah memprediksi terjadinya crash di tahun 1987, memberikan peringatan serius tentang pasar finansial.

“Kita (Amerika Serikat) memiliki ekonomi terkuat dalam 40 tahun terakhir, penuh dengan tenaga kerja. Suasana saat ini menggembirakan. Tetapi kondisi ini tidak berkelanjutan dan memunculkan biaya seperti bubble di sektor saham dan kredit,” demikian menurut Jones dalam wawancara dengan Goldman Sachs. Jones juga mengatakan bahwa obligasi saat ini sangat mahal dan mengalami overvaluasi.

Jones mengecam undang-undang reformasi pajak dan rencana anggaran belanja Kongres AS.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Usulan penyesuaian pajak yang disodorkan kubu Republik, yang kemudian disahkan oleh Presiden Donald Trump menjadi undang-undang pada Desember 2017 lalu, menurunkan pajak korporasi menjadi 21 persen dari 35 persen. Jones memperkirakan langkah ini akan menghasilkan kenaikan tingkat inflasi.

“Saya kira pemangkasan pajak dan kenaikan pengeluaran akhir-akhir ini akan menjadi sesuatu yang akan kita sesali. Hal tersebut akan menyebabkan defisit anggaran sebesar 5% dari GDP, yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa damai kecuali saat resesi,” kata Jones. “Hal ini mengingatkan saya pada era akhir 1960-an ketika kita bereksperimen dengan suku bunga rendah dan stimulus fiskal untuk tetap mempertahankan lapangan pekerjaan dan membiayai perang Vietnam,” lanjutnya.

Untuk melakukan transaksi dalam kondisi seperti ini, Jones merekomendasikan untuk tetap memegang mata uang dan membeli komoditi.

Ini bukan kali pertama Jones memberikan peringatan tentang investasi di sektor obligasi. Dalam catatannya untuk para nasabahnya di awal Februari lalu, ia menulis, “Kita sedang berada dalam resiko bubble keuangan yang sedang berkembang. Jika saya diminta untuk memilih apakah harus memegang obligasi US Treasury atau batubara yang sedang menyala di tangan saya, saya akan memilih batubara.”

Nama besar lain yang juga menyuarakan overvaluasi di pasar fixed-income dan resiko peningkatan inflasi adalah investor terkaya dunia, Warren Buffet. Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway yang dirilis tanggal 24 Februari lalu, sang “Oracle of Omaha” merekomendasikan para investor untuk tetap memegang saham untuk mengantisipasi efek negatif inflasi karena daya beli dari kepemilikan fixed-income.

Kenaikan inflasi ini sepertinya sudah diantisipasi oleh Federal Reserve. Dalam pernyataan resmi perdananya sebagai Ketua Fed, Jerome Powell memberikan sinyal bahwa Fed kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali di tahun 2018 ini. Ekspektasi ini biasanya akan diikuti oleh penguatan USD yang signifikan.

Kita tunggu saja, sembari memperhatikan peluang yang akan muncul di pasar.

Menelisik US NFP Desember 2017

Investor menunggu laporan nonfarm payrolls pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi lapangan kerja menjelang pertemuan Federal Reserve selama dua hari yang akan dimulai pada hari Rabu tanggal 13 Desember.

Pasar secara luas memperkirakan bahwa suku bunga AS akan dinaikkan pada pertemuan tersebut dengan mengharapkan bahwa data gaji nonfarm payroll dirilis membaik sehingga akan “memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin”

program referral, program afiliasi, afiliate program

Perekonomian AS telah mengalami pasang surut pada tahun ini, kegelisahan politik telah menjadi perhatian utama di seluruh dunia, ketika kondisi inflasi masih tetap “misterius” dengan berada di level rendah sepanjang tahun. Namun, hampir tidak ada yang meragukan bahwa bank sentral AS akan menaikan suku bunga pada bulan ini.

Data Pendukung

Perusahaaan swasta AS berhasil menambahkan 190.000 pekerjaan di bulan November, sedikit di atas ekspektasi ekonom, menurut rilis sebuah laporan dari ADP employment pada hari Rabu. Para ekonom memperkirakan bahwa laporan gaji ADP hanya menunjukkan keuntungan sebanyak 185.000 pekerjaan ketika sektor swasta di AS berhasil meningkat sebesar 235.000 di bulan Oktober.

Data penggajian ADP dirilis menjelang laporan gaji non-farm payroll dari Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat karena mencakup lapangan kerja sektor publik dan swasta.

Perekonomian AS diperkirakan akan memperoleh 200 ribu pekerjaan di bulan November. Setelah pada dua data sebelumnya tertekan oleh kejadian alam angin topan dan akibatnya.

Suku Bunga

Laporan Non-Farm Payrolls akan dirilis sebelum the Fed membuat keputusan kebijakan moneter pada tahun 2017. Jika mendapat kejutan data yang signifikan maka sulit bagi the Fed untuk menahan diri agar menaikkan suku bunga.

Meskipun demikian, data ini masih merupakan data tingkat atas yang akan mengguncang dollar dan sektor upah akan memainkan peran kunci. Mengapa sektor upah menjadi lebih penting ? karena meningkatnya kekhawatiran kondisi inflasi yang masih rendah. Upah yang lebih tinggi merupakan kunci untuk mengangkat inflasi inti. Oleh karena itu, perubahan gaji kemungkinan akan memiliki dampak terbesar pada dollar.

Arah Dollar

Investor khawatir bahwa Inggris tidak akan dapat memenuhi batas waktu pra-KTT Uni Eropa namun karena pembicaraan dengan masih terus berlanjut ketika Komisi Eropa mengatakan pada hari Kamis bahwa batas akhir kepastian selanjutnya adalah pada hari Minggu, Perdana Menteri May akan berlomba melawan waktu. Kecuali kesepakatan diumumkan pada hari Jumat, kami memperkirakan sterling akan melanjutkan penurunannya walaupun saat ini sedang melakukan rebound ke atas.

Pasar tidak mengharapkan banyak dari surplus perdagangan dan keuangan Jerman dan arah pergerakan EUR / USD akan ditentukan secara eksklusif oleh reaksi pasar terhadap laporan pekerjaan AS sehingga ada cakupan untuk pergerakan naik atau turun bergantung pada hasil rilis data.

Strategi Trading NFP

  • Disarankan untuk menunggu data dirilis dengan tetap tidak membuka posisi perdagangan, walaupun rilis data terbaru berada di (270K sampai 130K). Tunggu kemungkinan revisi dari data bulan sebelumnya. Pasar biasanya akan bereaksi berlebihan ketika data aktual direvisi dengan kemungkinan data aktual yang dirilis tidak bertentangan dengan data revisi. Pada titik ini, kita masih harus melihat rilis data berikutnya.
  • Langkah selanjutnya adalah menunggu rilis data tingkat pengangguran dengan perkiraan masih akan berada di 4,1%. Jika rilis tingkat pengangguran cukup mengejutkan maka kita harus mengambil keputusan berdasarkan sentimen pasar yang terjadi dan terlihat … Tentu saja, jika tingkat pengangguran sampai di bawah 4,0% maka kita akan melihat lonjakan dalam pergerakan USD karena trader sedang berspekulasi.
  • Setelah semua data dirilis maka tunggulah harga hingga bergerak dengan jelas dan sabar menunggu hingga harga melakukan retracement sebelum kita membuka posisi. Carilah area support / resistance terbaru untuk membuka posisi ketika data berdampak tinggi dengan berbagai komponen sangat tidak stabil, dan sabar untuk mendapat kesempatan membuka posisi.

 

Apakah Dukungan Trump ke Israel Akan Dongkrak Harga Emas?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang mengguncang pasar global dengan menyatakan dukungan bagi Israel untuk memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Bahkan Presiden Trump disebut-sebut akan memulai proses pemindahan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerusalem.

USD sempat terkoreksi terhadap yen setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang disampaikan pada hari Rabu (6/12/2017) tersebut. Pernyataan Trump tersebut dinilai membahayakan proses perdamaian yang sedang diupayakan di Timur Tengah sekaligus membuat para sekutu – terlebih musuh – Washington kecewa.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Pernyataan Trump tersebut disikapi oleh pasar dengan sikap “risk off yang memperlemah USD dan juga memberikan sedikit dukungan bagi harga emas meskipun hanya sementara. Masih ada kemungkinan – meskipun mungkin untuk jangka pendek – sentimen risk off ini masih akan berlanjut untuk sementara waktu. Akan tetapi tetap ada kemungkinan para pelaku pasar akan mencoba untuk mengincar peluang untuk menjalankan strategi “buy on dips, sehingga bisa saja USD akan kembali rebound dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sentimen risk off biasanya memang diikuti oleh penguatan harga emas, karena isu-isu geopolitik cenderung akan menimbulkan ketidakpastian (uncertainty) pasar yang sangat tidak disukai oleh para pelaku pasar. Jika sentimen risk off meningkat maka para pelaku pasar biasa membidik yen dan emas sebagai tempat “pelarian” sementara. Inilah yang menyebabkan USD melemah terhadap yen dan harga emas sedikit menguat kemarin.

Pertanyaannya adalah, “Apakah sentimen risk off ini akan mampu mendongkrak harga emas lebih lanjut?”

Jika dilihat hanya dari sudut pandang analisa teknikal semata, maka jawaban untuk pertanyaan di atas akan relatif lebih mudah. Kita bisa melihat bahwa saat ini harga emas masih bergerak di area support jangka menengah di kisaran $1,260 per troy ounce. Kondisi oversold pun masih terlihat di stochastic daily. Meskipun misalnya nanti terjadi breakout ke bawah area support tersebut, untuk outlook jangka panjang masih ada potensi rebound apabila breakout yang terjadi dianggap tidak signifikan. Apalagi jika nanti terjadi false breakout, yaitu kondisi ketika harga emas berhasil naik ke atas kisaran $1,260 per troy ounce.

Tetapi mau tidak mau saat ini kita menghadapi setidaknya dua isu fundamental, yang pertama tentu adalah dukungan Donald Trump untuk Jerusalem sebagai ibukota Israel sebagaimana yang dibahas di atas. Yang ke dua adalah ekspektasi kenaikan suku bunga AS oleh Federal Reserve yang akan diputuskan di bulan Desember ini.

Federal Reserve (Fed) diduga kuat akan menaikkan suku bunga pada pertemuan yang akan diumumkan tanggal 13 Desember 2017 (14 Desember 2017 pukul 02.00 WIB) sebesar 25 basis poin dari 1,25% menjadi 1,50%. Kantor berita Reuters melaporkan bahwa hampir bisa dipastikan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga di bulan ini, menurut polling yang dilakukan oleh Reuters sendiri terhadap sejumlah ekonom. Bahkan mayoritas memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali lagi di tahun 2018.

Fed sendiri di tahun telah menyatakan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Sejauh ini, Fed telah menaikkan suku bunga mereka sebanyak dua kali di tahun 2017, yaitu di bulan Maret dan Juni lalu masing-masing sebesar 25 basis poin. Itu artinya masih tersisa satu kali lagi kesempatan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dan itu adalah di bulan ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga ini – ditambah dengan ekpektasi tiga kali kenaikan lagi di tahun 2018 – berpotensi memberikan dukungan bagi USD, dengan kata lain mungkin akan memiliki kekuatan untuk memunculkan kembali sentimen risk on. Jika memang itu yang terjadi, bukan tidak mungkin harga emas akan kembali mendapatkan tekanan dan bisa saja akan merosot hingga ke level support teknikal di kisaran $1,240.72 per troy ounce.

Ke Mana Harga Emas Setelah Ini?

Harga emas sempat melambung ke kisaran $1357 per troy ounce merespon situasi yang terjadi di Semenanjung Korea menyusul peluncuran rudal oleh Korea Utara (Korut) yang akhirnya mendarat di wilayah laut Jepang pada bulan Agustus lalu. Hubungan Korut-Amerika Serikat (AS) yang memang sejak lama tidak harmonis sontak memanas dengan respon keras dari Presiden Amerika Donald Trump.

Terlepas dari kekhawatiran akan benar-benar terjadinya konflik terbuka antara Korut-AS, yang jelas respon Presiden Trump berhasil menimbulkan kekhawatiran di pasar global, ditandai dengan perpindahan modal dari aset-aset beresiko tinggi ke aset safe-haven yang dikenal dengan istilah risk aversion. Salah satu aset safe-haven yang paling populer adalah emas, maka sebenarnya tidak mengherankan apabila harga emas melonjak sebagai akibatnya.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Sebelumnya kami telah melontarkan wacana bahwa ada kemungkinan harga emas akan terkoreksi dari kisaran $1337/troy ounce ke kisaran $1299-$1263/troy ounce (1 troy ounce sekitar kira-kira 31,1 gram). Ternyata memang kemudian harga emas berhasil terkoreksi ke area support tersebut ($1299-$1263/troy ounce), bahkan sempat mencapai area $1260.42/troy ounce.

Kami juga sempat memaparkan strategi bahwa area support di kisaran $1299-$1263/troy ounce merupakan area yang baik untuk mencari peluang beli dan memang sempat terjadi rebound hingga ke kisaran $1305/troy ounce, kendati kemudian momentum bullish berkurang dan harga emas kembali terkoreksi dan saat tulisan ini dibuat berada di kisaran $1277/troy ounce.

Meskipun demikian, untuk pandangan jangka panjang harga emas secara umum masih bergerak dalam tren naik. Area yang perlu diperhatikan untuk mencari peluang beli masih tetap di area kisaran $1299-$1263/troy ounce. Hanya saja masih diperlukan konfirmasi peluang tersebut berdasarkan analisa teknikal. Jika peluang beli sudah benar-benar terkonfirmasi, maka harga emas akan kembali berpeluang untuk mengalami rebound dengan sasaran hingga kisaran $1321-1357/troy ounce.

harga emas, grafik harga emas, trading emas, investasi emas

Potensi rebound harga emas ini kemungkinan besar akan terhambat jika harga emas justru jatuh ke bawah kisaran $1260/troy ounce, karena dengan demikian justru akan terbuka peluang pelemahan lebih jauh ke kisaran $1240/troy ounce.

Jika Anda membutuhkan analisa untuk pergerakan harga emas ini bisa berkonsultasi dengan tim Market Analyst FOREXimf.com yang berkantor di Jalan Sunda no. 57 Bandung, atau melalui Live Chat dari website www.FOREXimf.com.

Liputan Khusus Pemilu Jerman: “Jika Merkel Kalah….”

Rakyat Jerman akan mengadakan pemilu. Calon kanselir incumbent Angela Merkel saat ini masih memimpin dalam berbagai polling. Bahkan isu yang dihembuskan oleh rivalnya, Martin Schulz, tentang imigrasi sepertinya tidak terlalu mempengaruhi popularitas Merkel di antara pada pendukungnya.

Di belahan dunia lain sebelumnya ada fenomena menarik bagaimana pemimpin politik yang telah “mapan” dikalahkan oleh pendatang baru di dunia politik. Sebut saja Donald Trump di Amerika Serikat dan Emmanuel Macron di Perancis. Maka meskipun Merkel sampai dengan saat ini masih memiliki benteng pertahanan politis yang kuat, bukan tidak mungkin fenomena yang terjadi di Amerika Serikat dan Perancis akan menyentuh Jerman juga. Saat ini rakyat Jerman memiliki alternatif pilihan yang mengusung semangat nasionalisme, anti imigrasi serta sentimen anti Islam yang akan menguasai parlemen.

Sistem pemerintahan Jerman memungkinan semua partai yang ada direpresentasikan dalam pemerintahan yang baru nanti, tetapi perubahan yang besar hampir bisa dipastikan akan terjadi jika Merkel tidak mampu meraih suara mayoritas.

Schulz Sang Penantang

Martin Schulz, pemimpin partai Sosial Demokrat, merupakan penantang utama Merkel. Schulz terus berupaya untuk menyusul popularitas Merkel meskipun polling memperlihatkan bahwa upaya itu sepertinya tidak terlalu berarti. Namun ada hal yang cukup bermakna karena penelitian terkini memperlihatkan bahwa isu-isu sosial mulai menjadi hal yang sangat penting bagi rakyat Jerman. Sosial Demokrat semestinya bisa bermain dan mengambil keuntungan di area ini sesuai dengan slogan Schulz, “Zeit für mehr Gerechtigkeit”, yang artinya adalah “Waktunya untuk menjadi lebih berkeadilan.”

Schulz telah berusaha keras untuk mengemukakan isu-isu kontroversial terkait imigrasi sepanjang debat yang disiarkan di televise dan masih berusaha untuk mengejar ketertinggalan melalui polling. Ia mengklaim bahwa masih ada 46% pemilih yang masih belum memutuskan akan memilih siapa.

Bagaimana Jika Merkel Kalah?

Apa yang akan terjadi di Uni Eropa jika seandainya Angela Merkel kalah dalam pertarungan politik Jerman ini?

Presiden Perancis Emmanuel Macron akan menjadi kekuatan politik yang dominan di Uni Eropa dan akan dengan leluasa memasukkan agenda integrasi. Meskipun demikian, kekhawatiran utama adalah ketidakpastian yang sangat mungkin akan muncul mengingat pemimpin yang masih “hijau” dan baru saja menyelaraskan koalisi dengan Jerman.

Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai prospek ekonomi Jerman  dan kepercayaan di level Uni Eropa. Saat ini perekonomian Jerman sedang bertumbuh seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran. Perubahan radikal yang terjadi di peta perpolitikan Jerman – kendati ada juga pendapat bahwa pesatnya perekonomian Jerman tidak berhubungan dengan Merkel – dikhawatirkan akan menghentikan laju pertumbuhan ekonomi tersebut.

Berkaca dari pengalaman sterling sepanjang proses Brexit, pasar tidak menyukai ketidakpastian seperti ini.

Jika terjadi kekecewaan di Jerman, meskipun kecil kemungkinannnya, akan menjadi berita baik bagi poundsterling dan menekan euro. Tetapi Macron mungkin telah membuat langkah-langkah pencegahan untuk menstabulkan euro.

Kita tunggu saja.

Antara Skema PONZI, MLM DAN RGM

Anda mungkin pernah mendengar istilah “skema Ponzi” atau “skema piramida”. Yang disebutkan belakangan sebenarnya merupakan “turunan” dari skema Ponzi. Anda juga mungkin tidak asing dengan istilah “Multi-Level Marketing” atau MLM. Tetapi Anda sangat mungkin tidak mengenal istilah baru ini: RGM (Refer & Get Money). Apa sih sebenarnya ketiga istilah tersebut? Mari kita bahas Bersama.

Skema Ponzi (Ponzi Scheme)

Skema model ini diberi nama sesuai dengan nama “penciptanya”, yaitu Charles Ponzi. Ponzi lahir di Italia pada tanggal 3 Maret 1882 dengan nama Carlo Ponzi. Ia juga memiliki nama alias, di antaranya Charles Ponci, Carlo dan Charles P. Bianchi. “Penerusnya” cukup banyak di Indonesia. Cara mengenalinya cukup mudah: mereka biasa menawarkan keuntungan yang “bombastis”, meminta Anda merekrut nasabah dan tentu tidak terdaftar di OJK atau Bappebti.

RGM, refer get money, afiliasi forex, affiliate program, program kemitraan
Charles Ponzi alias Charles Bianchi alias Carlo Ponzi alias Carlo ketika difoto pihak kepolisian pasca penyerahan dirinya

Namanya mulai terkenal di awal era 1920-an setelah ia hijrah ke Amerika Serikat, tetapi sialnya ia terkenal karena skema penipuan yang dijalankannya. Kalau sekarang biasa kita kenal dengan nama skema “investasi bodong”. Yang ia tawarkan adalah produk filateli yang bernama International Reply Coupon (IRC), yang dikenal juga dengan nama postal reply coupon.

IRC sendiri merupakan kupon yang diterbitkan oleh dinas pos anggota UPU (Universal Postal Union) untuk mempermudah pengiriman perangko balasan ke luar negeri. Kupon tersebut nantinya akan ditukar dengan perangko di kantor pos negara tujuan penerima surat.

Entah bagaimana, Ponzi merasa bisa mencari peluang dari IRC ini. Ia menyampaikan ide bahwa ia bisa mengambil keuntungan dari perbedaan nilai IRC di berbagai negara. Ponzi menjanjikan keuntungan kepada kliennya sebesar 50% dalam 45 hari. Itu sama dengan 100% dalam 90 hari.

Pada kenyataannya bisnis yang ia tawarkan tidak berjalan seperti yang ia presentasikan kepada para kliennya, padahal modal sudah terpakai dan ia harus merealisasikan janjinya. Akhirnya ia menemukan ide untuk membayar klien-kliennya dengan siasat “gali lobang-tutup lobang”.

Dalam siasatnya tersebut ia membayar keuntungan kliennya dengan modal yang diperolehnya dari klien lain. Polanya, ia membayar investor A dengan uang yang ia peroleh dari investor B yang bergabung setelah investor A. Ia terus melakukan itu sambil mencari cara agar uang para investornya bisa ia kembangkan dan mengembalikan semua “pinjaman” modal tersebut.

Skema pembayaran inilah yang kemudian disebut dengan “skema Ponzi”. Dalam istilah lain biasa juga disebut money game.

Skema tersebut menemui kegagalan ketika Ponzi mulai kesulitan merekrut investor baru, yang menyebabkan ia tidak mampu mengembalikan modal para kliennya. Akhirnya para investor menyatakan untuk menarik modal mereka, yang kala itu mencapai 40.000 orang dan dana hingga $15 juta.

Dalam perkembangannya skema ini mengalami modifikasi, misalnya menjadi “skema piramida” yang menjadi modus investasi bodong dewasa ini. Biasanya investor justru diminta untuk mencari investor baru dengan iming-iming sejumlah bonus tertentu bila ia berhasil merekrut investor baru.

Sama seperti yang dialami Ponzi, skema Ponzi gaya baru ini pun menemui kegagalan ketika perekrutan investor baru mengalami kemacetan. Bedanya, Ponzi dulu berusaha mengembalikan modal nasabahnya meskipun akhirnya gagal dan ia menyerahkan diri ke pihak kepolisian lalu dipenjara. Ia bahkan membeli perusahaan makaroni dan wine untuk mencoba mencari keuntungan guna membayar para investornya.

Sementara, pelaku investasi bodong masa kini kebanyakan melarikan diri dan “menghilang” bersama modal para nasabahnya. Mereka tidak “semulia” Ponzi, sang kreator skema investasi bodong.

Multi-Level Marketing (MLM)

Terjemahan bebas untuk MLM adalah pemasaran berjenjang. Jika dilihat sekilas memang kita bisa melihat kemiripan antara skema penghasilan MLM dengan skema piramida money game, terutama jika kita hanya melihat skema pendapatan berdasarkan perekrutan “downline”.

Tetapi jangan salah, sebenarnya ada perbedaan yang cukup nyata antara MLM dengan money game.

Pertama, kita bisa melihat dari sisi biaya pendaftaran. Money game alias investasi bodong biasanya menjanjikan bonus dari “investasi” downline Anda. Bisa jadi, misalnya Anda mendapatkan bonus 10% dari jumlah deposit downline Anda. Hal ini tidak akan Anda temui pada bisnis MLM yang asli. Perusahaan tidak akan memberikan bonus kepada Anda dari biaya pendaftaran downline Anda.

Ke dua, dari sisi bonus. MLM yang asli biasanya hanya akan memberikan bonus berdasarkan jumlah omset penjualan produk oleh downline Anda. Sementara kalau money game – seperti disebutkan di atas – biasanya memberikan bonus berdasarkan perekrutan anggota baru, yang diperoleh dari uang yang disetorkan oleh downline Anda.

Ke tiga, tentu dari sisi produk yang dijual. Pada setiap bisnis MLM yang asli, selalu ada produk yang dijual. Produknya pun – selain perusahaannya tentu saja – jelas legalitas dan mutunya. Kualitas barang yang dijual bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan ada garansi dari barang yang dijual tersebut, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan pada money game, tidak ada produk yang dijual. Bahkan memang tidak membutuhkan penjualan produk apa pun karena keuntungan yang Anda dapatkan hanya dari pengembangan jaringan Anda. Kalaupun ada beberapa investasi bodong yang ”melibatkan” barang tertentu, biasanya hanya sebagai kedok. Kualitasnya seringkali tidak sebanding dengan harganya yang seringkali terlampau tinggi.

Ke empat, investasi bodong seringkali menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal. Persis seperti yang dilakukan Ponzi di masa lalu. Anda tinggal rekrut, semakin banyak semakin ciamik.

Kalau MLM, meskipun seringkali leader-leadernya terdengar terlalu optimistis dalam setiap seminar (kalau tidak boleh dikatakan lebay), tetap saja perhitungan keuntungan Anda peroleh masih masuk akal karena berdasar kepada berapa banyak produk yang berhasil Anda jual. Bonus yang akan Anda dapatkan pun akan tergantung pada seberapa besar omset jualan jaringan Anda, BUKAN pada berapa banyak orang yang berhasil Anda rekrut. Pada kenyataannya, untuk bisa mencapai level tertentu yang berpenghasilan besar, dibutuhkan kemampuan berjualan yang baik dan itu tidak bisa dikatakan mudah.

Refer & Get Money (RGM)

Yang satu ini jelas bukan skema Ponzi, money game, apalagi investasi bodong. Anda tidak akan menemukan program ini di mana pun kecuali di FOREXimf.com.

Bisa dikatakan RGM ini merupakan suatu terobosan baru dalam dunia per-forex-an. Program ini bisa Anda jadikan alternatif bisnis dalam industri forex. Yang menarik adalah pengetahuan tentang forex bahkan sebenarnya tidak diperlukan dalam menjalankan program ini. Anda cukup mereferensikan teman Anda, selanjutnya biar diurus oleh FOREXimf. Bahkan, berbeda dengan MLM, Anda tak perlu menyetorkan dana sama sekali!

Siapa pun bisa mengikuti program ini. Mahasiswa, pengusaha, profesional seperti perawat kesehatan, penulis, musisi, akuntan, ahli IT, arsitek, dokter, bahkan blogger. Sebutkan saja.

Skema penghasilan dari program ini juga cukup menarik, tetapi tentu tetap berbeda dengan skema Ponzi. Anda memperoleh income dari setiap transaksi yang dibuat oleh orang yang Anda referensikan.

Contoh sederhana, jika Anda mereferensikan A sehingga ia menjadi nasabah FOREXimf.com, maka Anda akan mendapatkan $2 dari tiap lot yang ia transaksikan. Jika ternyata A juga mereferensikan orang lain menjadi nasabah FOREXimf (misalnya B), Anda juga bisa mendapatkan pendapatan sebesar $1 dari tiap lot yang ditransaksikan oleh B.

Ilustrasi skema selengkapnya bisa Anda lihat di gambar berikut ini:

RGM, refer get money, afiliasi forex, affiliate program, program kemitraan

Penjelasannnya:

  • Anda akan mendapatkan INCOME dari SETIAP TRANSAKSI NASABAH di masing-masing level referral.
  • Anda akan mendapatkan INCOME $2 dari transaksi nasabah Anda.
  • Income akan Anda dapatkan sampai referral di LEVEL KE-3.

Pembeda dengan skema Ponzi tentu saja dari bagaimana Anda memperoleh income. Kalau skema Ponzi, Anda akan mendapatkan komisi berdasarkan besarnya modal yang disetor nasabah. Berbeda dengan program RGM ini, di mana Anda hanya akan bisa mendapatkan income jika nasabah referensi Anda melakukan transaksi. Semakin banyak transaksi yang ia lakukan, akan semakin besar pula penghasilan Anda.

Informasi lebih lengkap mengenai program RGM ini bisa Anda dapatkan di link berikut: http://partner.foreximf.com/rgm

Jadi, setelah tahu apa itu skema Ponzi dan bedanya dengan RGM, mudah-mudahan Anda tidak akan gampang tertipu rayuan investasi bodong.

Minyak Mentah Berpotensi Turun (Lagi)?

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami penurunan sekitar 13 persen dalam satu tahun terakhir ini, masih dilatarbelakangi oleh kekhawatiran kelebihan pasokan minyak dunia. Ini juga berarti bahwa upaya OPEC untuk mendongkrak kembali harga minyak melalui program pemangkasan produksi belum terlalu berhasil.

Menurut data COT (Commitments of Traders) yang disediakan oleh CFTC (Commodity Futures Trading Commission), posisi short di bulan Juni telah meningkat hampir dua kali lipat. Dengan demikian posisi net long atas kontrak berjangka minyak mentah mencapai angka terkecil sejak Agustus 2016. Nah, data market positioning seperti ini sering dipergunakan sebagai “indikator” bahwa ada kemungkinan banyak pelaku pasar yang akan “tergoda” untuk membuka posisi long alias beli.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Memang harga minyak kemudian sempat mengalami rebound dari kisaran $43/barrel yang dicapai di tanggal 10 di bulan ini, sejalan dengan data COT tersebut di atas. Akan tetapi penguatan tersebut juga dilatarbelakangi oleh menurunnya jumlah produksi dari beberapa titik pengaboran minyak. Meskipun demikian, ternyata produksi minyak Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan yang berpotensi akan menahan penguatan harga minyak.

Dalam survey terakhir yang diadakan CNBC, sekitar setengah (lebih sedikit) dari jumlah responden yang berpendapat bahwa Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) telah kehilangan kemampuan untuk mengontrol pasar. Mereka juga berpendapat bahwa ada kemungkinan harga minyak mentah akan kembali ke kisaran $40 per barrel. Sementara itu ada 60 persen responden berpendapat bahwa OPEC sepertinya akan terus berupaya untuk mendongkrak harga minyak.

Tinjauan Teknikal

minyak mentah, crude oil

Sekarang mari kita lihat fakta teknikalnya.

Dari chart (daily) yang saya tampilkan di atas, kita bisa melihat bahwa sejak Januari 2017 harga minyak cenderung bergerak dalam downtrend. Beberapa kali harga sempat “piknik” ke atas MA 20 dan 50 di chart daily, namun tidak bertahan terlalu lama dan kembali turun.

Sementara itu harga sudah melakukan pull-back ke area resistance yang berada di kisaran 45.84-48.18 (perhatikan area yang diberi highlight kuning pada chart). Terlihat pula pola bearish divergence pada stochastic daily.

Jadi, fakta-fakta teknikalnya adalah sebagai berikut:

  1. Harga minyak mentah dalam downtrend sejak Januari 2017
  2. Harga minyak saat ini berada di area resistance
  3. Bearish divergence terlihat

Maka berdasarkan penampakan teknikal tersebut, ada kemungkinan harga minyak mentah akan kembali mengalami penurunan menuju kisaran $44.39 per barrel hingga $42.04 per barrel.

Akan tetapi kami sarankan untuk berhati-hati jika ternyata harga minyak mampu tembus ke atas $49.63 per barrel, sebab hal tersebut berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish untuk jangka panjang dengan potensi menuju kisaran $51.98 hingga $54.33 per barrel.