Paul Tudor Jones Prediksi Inflasi Naik, Obligasi Jatuh

FOREXimf Review – Paul Tudor Jones, nama yang cukup terkenal di dunia finansial sekaligus manajer hedge fund yang pernah memprediksi terjadinya crash di tahun 1987, memberikan peringatan serius tentang pasar finansial.

“Kita (Amerika Serikat) memiliki ekonomi terkuat dalam 40 tahun terakhir, penuh dengan tenaga kerja. Suasana saat ini menggembirakan. Tetapi kondisi ini tidak berkelanjutan dan memunculkan biaya seperti bubble di sektor saham dan kredit,” demikian menurut Jones dalam wawancara dengan Goldman Sachs. Jones juga mengatakan bahwa obligasi saat ini sangat mahal dan mengalami overvaluasi.

Jones mengecam undang-undang reformasi pajak dan rencana anggaran belanja Kongres AS.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Usulan penyesuaian pajak yang disodorkan kubu Republik, yang kemudian disahkan oleh Presiden Donald Trump menjadi undang-undang pada Desember 2017 lalu, menurunkan pajak korporasi menjadi 21 persen dari 35 persen. Jones memperkirakan langkah ini akan menghasilkan kenaikan tingkat inflasi.

“Saya kira pemangkasan pajak dan kenaikan pengeluaran akhir-akhir ini akan menjadi sesuatu yang akan kita sesali. Hal tersebut akan menyebabkan defisit anggaran sebesar 5% dari GDP, yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa damai kecuali saat resesi,” kata Jones. “Hal ini mengingatkan saya pada era akhir 1960-an ketika kita bereksperimen dengan suku bunga rendah dan stimulus fiskal untuk tetap mempertahankan lapangan pekerjaan dan membiayai perang Vietnam,” lanjutnya.

Untuk melakukan transaksi dalam kondisi seperti ini, Jones merekomendasikan untuk tetap memegang mata uang dan membeli komoditi.

Ini bukan kali pertama Jones memberikan peringatan tentang investasi di sektor obligasi. Dalam catatannya untuk para nasabahnya di awal Februari lalu, ia menulis, “Kita sedang berada dalam resiko bubble keuangan yang sedang berkembang. Jika saya diminta untuk memilih apakah harus memegang obligasi US Treasury atau batubara yang sedang menyala di tangan saya, saya akan memilih batubara.”

Nama besar lain yang juga menyuarakan overvaluasi di pasar fixed-income dan resiko peningkatan inflasi adalah investor terkaya dunia, Warren Buffet. Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway yang dirilis tanggal 24 Februari lalu, sang “Oracle of Omaha” merekomendasikan para investor untuk tetap memegang saham untuk mengantisipasi efek negatif inflasi karena daya beli dari kepemilikan fixed-income.

Kenaikan inflasi ini sepertinya sudah diantisipasi oleh Federal Reserve. Dalam pernyataan resmi perdananya sebagai Ketua Fed, Jerome Powell memberikan sinyal bahwa Fed kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali di tahun 2018 ini. Ekspektasi ini biasanya akan diikuti oleh penguatan USD yang signifikan.

Kita tunggu saja, sembari memperhatikan peluang yang akan muncul di pasar.

Menelisik US NFP Desember 2017

Investor menunggu laporan nonfarm payrolls pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi lapangan kerja menjelang pertemuan Federal Reserve selama dua hari yang akan dimulai pada hari Rabu tanggal 13 Desember.

Pasar secara luas memperkirakan bahwa suku bunga AS akan dinaikkan pada pertemuan tersebut dengan mengharapkan bahwa data gaji nonfarm payroll dirilis membaik sehingga akan “memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebanyak 25 basis poin”

program referral, program afiliasi, afiliate program

Perekonomian AS telah mengalami pasang surut pada tahun ini, kegelisahan politik telah menjadi perhatian utama di seluruh dunia, ketika kondisi inflasi masih tetap “misterius” dengan berada di level rendah sepanjang tahun. Namun, hampir tidak ada yang meragukan bahwa bank sentral AS akan menaikan suku bunga pada bulan ini.

Data Pendukung

Perusahaaan swasta AS berhasil menambahkan 190.000 pekerjaan di bulan November, sedikit di atas ekspektasi ekonom, menurut rilis sebuah laporan dari ADP employment pada hari Rabu. Para ekonom memperkirakan bahwa laporan gaji ADP hanya menunjukkan keuntungan sebanyak 185.000 pekerjaan ketika sektor swasta di AS berhasil meningkat sebesar 235.000 di bulan Oktober.

Data penggajian ADP dirilis menjelang laporan gaji non-farm payroll dari Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat karena mencakup lapangan kerja sektor publik dan swasta.

Perekonomian AS diperkirakan akan memperoleh 200 ribu pekerjaan di bulan November. Setelah pada dua data sebelumnya tertekan oleh kejadian alam angin topan dan akibatnya.

Suku Bunga

Laporan Non-Farm Payrolls akan dirilis sebelum the Fed membuat keputusan kebijakan moneter pada tahun 2017. Jika mendapat kejutan data yang signifikan maka sulit bagi the Fed untuk menahan diri agar menaikkan suku bunga.

Meskipun demikian, data ini masih merupakan data tingkat atas yang akan mengguncang dollar dan sektor upah akan memainkan peran kunci. Mengapa sektor upah menjadi lebih penting ? karena meningkatnya kekhawatiran kondisi inflasi yang masih rendah. Upah yang lebih tinggi merupakan kunci untuk mengangkat inflasi inti. Oleh karena itu, perubahan gaji kemungkinan akan memiliki dampak terbesar pada dollar.

Arah Dollar

Investor khawatir bahwa Inggris tidak akan dapat memenuhi batas waktu pra-KTT Uni Eropa namun karena pembicaraan dengan masih terus berlanjut ketika Komisi Eropa mengatakan pada hari Kamis bahwa batas akhir kepastian selanjutnya adalah pada hari Minggu, Perdana Menteri May akan berlomba melawan waktu. Kecuali kesepakatan diumumkan pada hari Jumat, kami memperkirakan sterling akan melanjutkan penurunannya walaupun saat ini sedang melakukan rebound ke atas.

Pasar tidak mengharapkan banyak dari surplus perdagangan dan keuangan Jerman dan arah pergerakan EUR / USD akan ditentukan secara eksklusif oleh reaksi pasar terhadap laporan pekerjaan AS sehingga ada cakupan untuk pergerakan naik atau turun bergantung pada hasil rilis data.

Strategi Trading NFP

  • Disarankan untuk menunggu data dirilis dengan tetap tidak membuka posisi perdagangan, walaupun rilis data terbaru berada di (270K sampai 130K). Tunggu kemungkinan revisi dari data bulan sebelumnya. Pasar biasanya akan bereaksi berlebihan ketika data aktual direvisi dengan kemungkinan data aktual yang dirilis tidak bertentangan dengan data revisi. Pada titik ini, kita masih harus melihat rilis data berikutnya.
  • Langkah selanjutnya adalah menunggu rilis data tingkat pengangguran dengan perkiraan masih akan berada di 4,1%. Jika rilis tingkat pengangguran cukup mengejutkan maka kita harus mengambil keputusan berdasarkan sentimen pasar yang terjadi dan terlihat … Tentu saja, jika tingkat pengangguran sampai di bawah 4,0% maka kita akan melihat lonjakan dalam pergerakan USD karena trader sedang berspekulasi.
  • Setelah semua data dirilis maka tunggulah harga hingga bergerak dengan jelas dan sabar menunggu hingga harga melakukan retracement sebelum kita membuka posisi. Carilah area support / resistance terbaru untuk membuka posisi ketika data berdampak tinggi dengan berbagai komponen sangat tidak stabil, dan sabar untuk mendapat kesempatan membuka posisi.

 

Apakah Dukungan Trump ke Israel Akan Dongkrak Harga Emas?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan yang mengguncang pasar global dengan menyatakan dukungan bagi Israel untuk memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Bahkan Presiden Trump disebut-sebut akan memulai proses pemindahan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Jerusalem.

USD sempat terkoreksi terhadap yen setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang disampaikan pada hari Rabu (6/12/2017) tersebut. Pernyataan Trump tersebut dinilai membahayakan proses perdamaian yang sedang diupayakan di Timur Tengah sekaligus membuat para sekutu – terlebih musuh – Washington kecewa.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Pernyataan Trump tersebut disikapi oleh pasar dengan sikap “risk off yang memperlemah USD dan juga memberikan sedikit dukungan bagi harga emas meskipun hanya sementara. Masih ada kemungkinan – meskipun mungkin untuk jangka pendek – sentimen risk off ini masih akan berlanjut untuk sementara waktu. Akan tetapi tetap ada kemungkinan para pelaku pasar akan mencoba untuk mengincar peluang untuk menjalankan strategi “buy on dips, sehingga bisa saja USD akan kembali rebound dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sentimen risk off biasanya memang diikuti oleh penguatan harga emas, karena isu-isu geopolitik cenderung akan menimbulkan ketidakpastian (uncertainty) pasar yang sangat tidak disukai oleh para pelaku pasar. Jika sentimen risk off meningkat maka para pelaku pasar biasa membidik yen dan emas sebagai tempat “pelarian” sementara. Inilah yang menyebabkan USD melemah terhadap yen dan harga emas sedikit menguat kemarin.

Pertanyaannya adalah, “Apakah sentimen risk off ini akan mampu mendongkrak harga emas lebih lanjut?”

Jika dilihat hanya dari sudut pandang analisa teknikal semata, maka jawaban untuk pertanyaan di atas akan relatif lebih mudah. Kita bisa melihat bahwa saat ini harga emas masih bergerak di area support jangka menengah di kisaran $1,260 per troy ounce. Kondisi oversold pun masih terlihat di stochastic daily. Meskipun misalnya nanti terjadi breakout ke bawah area support tersebut, untuk outlook jangka panjang masih ada potensi rebound apabila breakout yang terjadi dianggap tidak signifikan. Apalagi jika nanti terjadi false breakout, yaitu kondisi ketika harga emas berhasil naik ke atas kisaran $1,260 per troy ounce.

Tetapi mau tidak mau saat ini kita menghadapi setidaknya dua isu fundamental, yang pertama tentu adalah dukungan Donald Trump untuk Jerusalem sebagai ibukota Israel sebagaimana yang dibahas di atas. Yang ke dua adalah ekspektasi kenaikan suku bunga AS oleh Federal Reserve yang akan diputuskan di bulan Desember ini.

Federal Reserve (Fed) diduga kuat akan menaikkan suku bunga pada pertemuan yang akan diumumkan tanggal 13 Desember 2017 (14 Desember 2017 pukul 02.00 WIB) sebesar 25 basis poin dari 1,25% menjadi 1,50%. Kantor berita Reuters melaporkan bahwa hampir bisa dipastikan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga di bulan ini, menurut polling yang dilakukan oleh Reuters sendiri terhadap sejumlah ekonom. Bahkan mayoritas memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali lagi di tahun 2018.

Fed sendiri di tahun telah menyatakan bahwa mereka akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini. Sejauh ini, Fed telah menaikkan suku bunga mereka sebanyak dua kali di tahun 2017, yaitu di bulan Maret dan Juni lalu masing-masing sebesar 25 basis poin. Itu artinya masih tersisa satu kali lagi kesempatan bagi Fed untuk menaikkan suku bunga di tahun ini dan itu adalah di bulan ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga ini – ditambah dengan ekpektasi tiga kali kenaikan lagi di tahun 2018 – berpotensi memberikan dukungan bagi USD, dengan kata lain mungkin akan memiliki kekuatan untuk memunculkan kembali sentimen risk on. Jika memang itu yang terjadi, bukan tidak mungkin harga emas akan kembali mendapatkan tekanan dan bisa saja akan merosot hingga ke level support teknikal di kisaran $1,240.72 per troy ounce.

Ke Mana Harga Emas Setelah Ini?

Harga emas sempat melambung ke kisaran $1357 per troy ounce merespon situasi yang terjadi di Semenanjung Korea menyusul peluncuran rudal oleh Korea Utara (Korut) yang akhirnya mendarat di wilayah laut Jepang pada bulan Agustus lalu. Hubungan Korut-Amerika Serikat (AS) yang memang sejak lama tidak harmonis sontak memanas dengan respon keras dari Presiden Amerika Donald Trump.

Terlepas dari kekhawatiran akan benar-benar terjadinya konflik terbuka antara Korut-AS, yang jelas respon Presiden Trump berhasil menimbulkan kekhawatiran di pasar global, ditandai dengan perpindahan modal dari aset-aset beresiko tinggi ke aset safe-haven yang dikenal dengan istilah risk aversion. Salah satu aset safe-haven yang paling populer adalah emas, maka sebenarnya tidak mengherankan apabila harga emas melonjak sebagai akibatnya.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Sebelumnya kami telah melontarkan wacana bahwa ada kemungkinan harga emas akan terkoreksi dari kisaran $1337/troy ounce ke kisaran $1299-$1263/troy ounce (1 troy ounce sekitar kira-kira 31,1 gram). Ternyata memang kemudian harga emas berhasil terkoreksi ke area support tersebut ($1299-$1263/troy ounce), bahkan sempat mencapai area $1260.42/troy ounce.

Kami juga sempat memaparkan strategi bahwa area support di kisaran $1299-$1263/troy ounce merupakan area yang baik untuk mencari peluang beli dan memang sempat terjadi rebound hingga ke kisaran $1305/troy ounce, kendati kemudian momentum bullish berkurang dan harga emas kembali terkoreksi dan saat tulisan ini dibuat berada di kisaran $1277/troy ounce.

Meskipun demikian, untuk pandangan jangka panjang harga emas secara umum masih bergerak dalam tren naik. Area yang perlu diperhatikan untuk mencari peluang beli masih tetap di area kisaran $1299-$1263/troy ounce. Hanya saja masih diperlukan konfirmasi peluang tersebut berdasarkan analisa teknikal. Jika peluang beli sudah benar-benar terkonfirmasi, maka harga emas akan kembali berpeluang untuk mengalami rebound dengan sasaran hingga kisaran $1321-1357/troy ounce.

harga emas, grafik harga emas, trading emas, investasi emas

Potensi rebound harga emas ini kemungkinan besar akan terhambat jika harga emas justru jatuh ke bawah kisaran $1260/troy ounce, karena dengan demikian justru akan terbuka peluang pelemahan lebih jauh ke kisaran $1240/troy ounce.

Jika Anda membutuhkan analisa untuk pergerakan harga emas ini bisa berkonsultasi dengan tim Market Analyst FOREXimf.com yang berkantor di Jalan Sunda no. 57 Bandung, atau melalui Live Chat dari website www.FOREXimf.com.

Liputan Khusus Pemilu Jerman: “Jika Merkel Kalah….”

Rakyat Jerman akan mengadakan pemilu. Calon kanselir incumbent Angela Merkel saat ini masih memimpin dalam berbagai polling. Bahkan isu yang dihembuskan oleh rivalnya, Martin Schulz, tentang imigrasi sepertinya tidak terlalu mempengaruhi popularitas Merkel di antara pada pendukungnya.

Di belahan dunia lain sebelumnya ada fenomena menarik bagaimana pemimpin politik yang telah “mapan” dikalahkan oleh pendatang baru di dunia politik. Sebut saja Donald Trump di Amerika Serikat dan Emmanuel Macron di Perancis. Maka meskipun Merkel sampai dengan saat ini masih memiliki benteng pertahanan politis yang kuat, bukan tidak mungkin fenomena yang terjadi di Amerika Serikat dan Perancis akan menyentuh Jerman juga. Saat ini rakyat Jerman memiliki alternatif pilihan yang mengusung semangat nasionalisme, anti imigrasi serta sentimen anti Islam yang akan menguasai parlemen.

Sistem pemerintahan Jerman memungkinan semua partai yang ada direpresentasikan dalam pemerintahan yang baru nanti, tetapi perubahan yang besar hampir bisa dipastikan akan terjadi jika Merkel tidak mampu meraih suara mayoritas.

Schulz Sang Penantang

Martin Schulz, pemimpin partai Sosial Demokrat, merupakan penantang utama Merkel. Schulz terus berupaya untuk menyusul popularitas Merkel meskipun polling memperlihatkan bahwa upaya itu sepertinya tidak terlalu berarti. Namun ada hal yang cukup bermakna karena penelitian terkini memperlihatkan bahwa isu-isu sosial mulai menjadi hal yang sangat penting bagi rakyat Jerman. Sosial Demokrat semestinya bisa bermain dan mengambil keuntungan di area ini sesuai dengan slogan Schulz, “Zeit für mehr Gerechtigkeit”, yang artinya adalah “Waktunya untuk menjadi lebih berkeadilan.”

Schulz telah berusaha keras untuk mengemukakan isu-isu kontroversial terkait imigrasi sepanjang debat yang disiarkan di televise dan masih berusaha untuk mengejar ketertinggalan melalui polling. Ia mengklaim bahwa masih ada 46% pemilih yang masih belum memutuskan akan memilih siapa.

Bagaimana Jika Merkel Kalah?

Apa yang akan terjadi di Uni Eropa jika seandainya Angela Merkel kalah dalam pertarungan politik Jerman ini?

Presiden Perancis Emmanuel Macron akan menjadi kekuatan politik yang dominan di Uni Eropa dan akan dengan leluasa memasukkan agenda integrasi. Meskipun demikian, kekhawatiran utama adalah ketidakpastian yang sangat mungkin akan muncul mengingat pemimpin yang masih “hijau” dan baru saja menyelaraskan koalisi dengan Jerman.

Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai prospek ekonomi Jerman  dan kepercayaan di level Uni Eropa. Saat ini perekonomian Jerman sedang bertumbuh seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran. Perubahan radikal yang terjadi di peta perpolitikan Jerman – kendati ada juga pendapat bahwa pesatnya perekonomian Jerman tidak berhubungan dengan Merkel – dikhawatirkan akan menghentikan laju pertumbuhan ekonomi tersebut.

Berkaca dari pengalaman sterling sepanjang proses Brexit, pasar tidak menyukai ketidakpastian seperti ini.

Jika terjadi kekecewaan di Jerman, meskipun kecil kemungkinannnya, akan menjadi berita baik bagi poundsterling dan menekan euro. Tetapi Macron mungkin telah membuat langkah-langkah pencegahan untuk menstabulkan euro.

Kita tunggu saja.

Antara Skema PONZI, MLM DAN RGM

Anda mungkin pernah mendengar istilah “skema Ponzi” atau “skema piramida”. Yang disebutkan belakangan sebenarnya merupakan “turunan” dari skema Ponzi. Anda juga mungkin tidak asing dengan istilah “Multi-Level Marketing” atau MLM. Tetapi Anda sangat mungkin tidak mengenal istilah baru ini: RGM (Refer & Get Money). Apa sih sebenarnya ketiga istilah tersebut? Mari kita bahas Bersama.

Skema Ponzi (Ponzi Scheme)

Skema model ini diberi nama sesuai dengan nama “penciptanya”, yaitu Charles Ponzi. Ponzi lahir di Italia pada tanggal 3 Maret 1882 dengan nama Carlo Ponzi. Ia juga memiliki nama alias, di antaranya Charles Ponci, Carlo dan Charles P. Bianchi. “Penerusnya” cukup banyak di Indonesia. Cara mengenalinya cukup mudah: mereka biasa menawarkan keuntungan yang “bombastis”, meminta Anda merekrut nasabah dan tentu tidak terdaftar di OJK atau Bappebti.

RGM, refer get money, afiliasi forex, affiliate program, program kemitraan
Charles Ponzi alias Charles Bianchi alias Carlo Ponzi alias Carlo ketika difoto pihak kepolisian pasca penyerahan dirinya

Namanya mulai terkenal di awal era 1920-an setelah ia hijrah ke Amerika Serikat, tetapi sialnya ia terkenal karena skema penipuan yang dijalankannya. Kalau sekarang biasa kita kenal dengan nama skema “investasi bodong”. Yang ia tawarkan adalah produk filateli yang bernama International Reply Coupon (IRC), yang dikenal juga dengan nama postal reply coupon.

IRC sendiri merupakan kupon yang diterbitkan oleh dinas pos anggota UPU (Universal Postal Union) untuk mempermudah pengiriman perangko balasan ke luar negeri. Kupon tersebut nantinya akan ditukar dengan perangko di kantor pos negara tujuan penerima surat.

Entah bagaimana, Ponzi merasa bisa mencari peluang dari IRC ini. Ia menyampaikan ide bahwa ia bisa mengambil keuntungan dari perbedaan nilai IRC di berbagai negara. Ponzi menjanjikan keuntungan kepada kliennya sebesar 50% dalam 45 hari. Itu sama dengan 100% dalam 90 hari.

Pada kenyataannya bisnis yang ia tawarkan tidak berjalan seperti yang ia presentasikan kepada para kliennya, padahal modal sudah terpakai dan ia harus merealisasikan janjinya. Akhirnya ia menemukan ide untuk membayar klien-kliennya dengan siasat “gali lobang-tutup lobang”.

Dalam siasatnya tersebut ia membayar keuntungan kliennya dengan modal yang diperolehnya dari klien lain. Polanya, ia membayar investor A dengan uang yang ia peroleh dari investor B yang bergabung setelah investor A. Ia terus melakukan itu sambil mencari cara agar uang para investornya bisa ia kembangkan dan mengembalikan semua “pinjaman” modal tersebut.

Skema pembayaran inilah yang kemudian disebut dengan “skema Ponzi”. Dalam istilah lain biasa juga disebut money game.

Skema tersebut menemui kegagalan ketika Ponzi mulai kesulitan merekrut investor baru, yang menyebabkan ia tidak mampu mengembalikan modal para kliennya. Akhirnya para investor menyatakan untuk menarik modal mereka, yang kala itu mencapai 40.000 orang dan dana hingga $15 juta.

Dalam perkembangannya skema ini mengalami modifikasi, misalnya menjadi “skema piramida” yang menjadi modus investasi bodong dewasa ini. Biasanya investor justru diminta untuk mencari investor baru dengan iming-iming sejumlah bonus tertentu bila ia berhasil merekrut investor baru.

Sama seperti yang dialami Ponzi, skema Ponzi gaya baru ini pun menemui kegagalan ketika perekrutan investor baru mengalami kemacetan. Bedanya, Ponzi dulu berusaha mengembalikan modal nasabahnya meskipun akhirnya gagal dan ia menyerahkan diri ke pihak kepolisian lalu dipenjara. Ia bahkan membeli perusahaan makaroni dan wine untuk mencoba mencari keuntungan guna membayar para investornya.

Sementara, pelaku investasi bodong masa kini kebanyakan melarikan diri dan “menghilang” bersama modal para nasabahnya. Mereka tidak “semulia” Ponzi, sang kreator skema investasi bodong.

Multi-Level Marketing (MLM)

Terjemahan bebas untuk MLM adalah pemasaran berjenjang. Jika dilihat sekilas memang kita bisa melihat kemiripan antara skema penghasilan MLM dengan skema piramida money game, terutama jika kita hanya melihat skema pendapatan berdasarkan perekrutan “downline”.

Tetapi jangan salah, sebenarnya ada perbedaan yang cukup nyata antara MLM dengan money game.

Pertama, kita bisa melihat dari sisi biaya pendaftaran. Money game alias investasi bodong biasanya menjanjikan bonus dari “investasi” downline Anda. Bisa jadi, misalnya Anda mendapatkan bonus 10% dari jumlah deposit downline Anda. Hal ini tidak akan Anda temui pada bisnis MLM yang asli. Perusahaan tidak akan memberikan bonus kepada Anda dari biaya pendaftaran downline Anda.

Ke dua, dari sisi bonus. MLM yang asli biasanya hanya akan memberikan bonus berdasarkan jumlah omset penjualan produk oleh downline Anda. Sementara kalau money game – seperti disebutkan di atas – biasanya memberikan bonus berdasarkan perekrutan anggota baru, yang diperoleh dari uang yang disetorkan oleh downline Anda.

Ke tiga, tentu dari sisi produk yang dijual. Pada setiap bisnis MLM yang asli, selalu ada produk yang dijual. Produknya pun – selain perusahaannya tentu saja – jelas legalitas dan mutunya. Kualitas barang yang dijual bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan ada garansi dari barang yang dijual tersebut, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan pada money game, tidak ada produk yang dijual. Bahkan memang tidak membutuhkan penjualan produk apa pun karena keuntungan yang Anda dapatkan hanya dari pengembangan jaringan Anda. Kalaupun ada beberapa investasi bodong yang ”melibatkan” barang tertentu, biasanya hanya sebagai kedok. Kualitasnya seringkali tidak sebanding dengan harganya yang seringkali terlampau tinggi.

Ke empat, investasi bodong seringkali menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal. Persis seperti yang dilakukan Ponzi di masa lalu. Anda tinggal rekrut, semakin banyak semakin ciamik.

Kalau MLM, meskipun seringkali leader-leadernya terdengar terlalu optimistis dalam setiap seminar (kalau tidak boleh dikatakan lebay), tetap saja perhitungan keuntungan Anda peroleh masih masuk akal karena berdasar kepada berapa banyak produk yang berhasil Anda jual. Bonus yang akan Anda dapatkan pun akan tergantung pada seberapa besar omset jualan jaringan Anda, BUKAN pada berapa banyak orang yang berhasil Anda rekrut. Pada kenyataannya, untuk bisa mencapai level tertentu yang berpenghasilan besar, dibutuhkan kemampuan berjualan yang baik dan itu tidak bisa dikatakan mudah.

Refer & Get Money (RGM)

Yang satu ini jelas bukan skema Ponzi, money game, apalagi investasi bodong. Anda tidak akan menemukan program ini di mana pun kecuali di FOREXimf.com.

Bisa dikatakan RGM ini merupakan suatu terobosan baru dalam dunia per-forex-an. Program ini bisa Anda jadikan alternatif bisnis dalam industri forex. Yang menarik adalah pengetahuan tentang forex bahkan sebenarnya tidak diperlukan dalam menjalankan program ini. Anda cukup mereferensikan teman Anda, selanjutnya biar diurus oleh FOREXimf. Bahkan, berbeda dengan MLM, Anda tak perlu menyetorkan dana sama sekali!

Siapa pun bisa mengikuti program ini. Mahasiswa, pengusaha, profesional seperti perawat kesehatan, penulis, musisi, akuntan, ahli IT, arsitek, dokter, bahkan blogger. Sebutkan saja.

Skema penghasilan dari program ini juga cukup menarik, tetapi tentu tetap berbeda dengan skema Ponzi. Anda memperoleh income dari setiap transaksi yang dibuat oleh orang yang Anda referensikan.

Contoh sederhana, jika Anda mereferensikan A sehingga ia menjadi nasabah FOREXimf.com, maka Anda akan mendapatkan $2 dari tiap lot yang ia transaksikan. Jika ternyata A juga mereferensikan orang lain menjadi nasabah FOREXimf (misalnya B), Anda juga bisa mendapatkan pendapatan sebesar $1 dari tiap lot yang ditransaksikan oleh B.

Ilustrasi skema selengkapnya bisa Anda lihat di gambar berikut ini:

RGM, refer get money, afiliasi forex, affiliate program, program kemitraan

Penjelasannnya:

  • Anda akan mendapatkan INCOME dari SETIAP TRANSAKSI NASABAH di masing-masing level referral.
  • Anda akan mendapatkan INCOME $2 dari transaksi nasabah Anda.
  • Income akan Anda dapatkan sampai referral di LEVEL KE-3.

Pembeda dengan skema Ponzi tentu saja dari bagaimana Anda memperoleh income. Kalau skema Ponzi, Anda akan mendapatkan komisi berdasarkan besarnya modal yang disetor nasabah. Berbeda dengan program RGM ini, di mana Anda hanya akan bisa mendapatkan income jika nasabah referensi Anda melakukan transaksi. Semakin banyak transaksi yang ia lakukan, akan semakin besar pula penghasilan Anda.

Informasi lebih lengkap mengenai program RGM ini bisa Anda dapatkan di link berikut: http://partner.foreximf.com/rgm

Jadi, setelah tahu apa itu skema Ponzi dan bedanya dengan RGM, mudah-mudahan Anda tidak akan gampang tertipu rayuan investasi bodong.

Minyak Mentah Berpotensi Turun (Lagi)?

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami penurunan sekitar 13 persen dalam satu tahun terakhir ini, masih dilatarbelakangi oleh kekhawatiran kelebihan pasokan minyak dunia. Ini juga berarti bahwa upaya OPEC untuk mendongkrak kembali harga minyak melalui program pemangkasan produksi belum terlalu berhasil.

Menurut data COT (Commitments of Traders) yang disediakan oleh CFTC (Commodity Futures Trading Commission), posisi short di bulan Juni telah meningkat hampir dua kali lipat. Dengan demikian posisi net long atas kontrak berjangka minyak mentah mencapai angka terkecil sejak Agustus 2016. Nah, data market positioning seperti ini sering dipergunakan sebagai “indikator” bahwa ada kemungkinan banyak pelaku pasar yang akan “tergoda” untuk membuka posisi long alias beli.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Memang harga minyak kemudian sempat mengalami rebound dari kisaran $43/barrel yang dicapai di tanggal 10 di bulan ini, sejalan dengan data COT tersebut di atas. Akan tetapi penguatan tersebut juga dilatarbelakangi oleh menurunnya jumlah produksi dari beberapa titik pengaboran minyak. Meskipun demikian, ternyata produksi minyak Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan yang berpotensi akan menahan penguatan harga minyak.

Dalam survey terakhir yang diadakan CNBC, sekitar setengah (lebih sedikit) dari jumlah responden yang berpendapat bahwa Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) telah kehilangan kemampuan untuk mengontrol pasar. Mereka juga berpendapat bahwa ada kemungkinan harga minyak mentah akan kembali ke kisaran $40 per barrel. Sementara itu ada 60 persen responden berpendapat bahwa OPEC sepertinya akan terus berupaya untuk mendongkrak harga minyak.

Tinjauan Teknikal

minyak mentah, crude oil

Sekarang mari kita lihat fakta teknikalnya.

Dari chart (daily) yang saya tampilkan di atas, kita bisa melihat bahwa sejak Januari 2017 harga minyak cenderung bergerak dalam downtrend. Beberapa kali harga sempat “piknik” ke atas MA 20 dan 50 di chart daily, namun tidak bertahan terlalu lama dan kembali turun.

Sementara itu harga sudah melakukan pull-back ke area resistance yang berada di kisaran 45.84-48.18 (perhatikan area yang diberi highlight kuning pada chart). Terlihat pula pola bearish divergence pada stochastic daily.

Jadi, fakta-fakta teknikalnya adalah sebagai berikut:

  1. Harga minyak mentah dalam downtrend sejak Januari 2017
  2. Harga minyak saat ini berada di area resistance
  3. Bearish divergence terlihat

Maka berdasarkan penampakan teknikal tersebut, ada kemungkinan harga minyak mentah akan kembali mengalami penurunan menuju kisaran $44.39 per barrel hingga $42.04 per barrel.

Akan tetapi kami sarankan untuk berhati-hati jika ternyata harga minyak mampu tembus ke atas $49.63 per barrel, sebab hal tersebut berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish untuk jangka panjang dengan potensi menuju kisaran $51.98 hingga $54.33 per barrel.

Laporan Khusus: Sampai di Mana Penguatan Euro?

Sejak awal tahun 2017 kita bisa melihat bahwa euro berhasil menguat terhadap USD bahkan hingga menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan. Apakah penguatan euro ini akan berlanjut? Bagaimana peluang yang bisa Anda manfaatkan dalam forex trading?

Rally harian EUR/USD yang terakhir terjadi pada tanggal 11 Juli 2017, dilatarbelakangi oleh pelemahan USD yang salah satunya disebabkan oleh skandal email putra sulung Presiden Donald Trump yang memperlihatkan bahwa ia berterima kasih pada bantuan Rusia saat kampanye presiden ayahnya di tahun lalu.

Pantauan Teknikal

euro, EUR/USD

Rally EURUSD telah terjadi bahkan sejak pekan pertama tahun 2017. Penguatan euro terus terjadi hingga kembali mencapai area resistance di kisaran 1.14600-1.17150. Secara teknikal, area resistance tersebut terbentuk dari pergerakan sebelumnya yang tercatat mulai Mei 2015, Agustus 2015 hingga pergerakan antara Maret-April 2016.

Kita bisa melihat juga bahwa pergerakan chart mingguan (weekly) secara umum berada dalam kondisi sideways sejak Maret 2015. Berdasarkan pergerakan tersebut, rally terakhir terjadi dari area support di kisaran 1.05200-1.03400 sejak permulaan tahun 20117.

Saat ini EURUSD berada di area resistance seperti yang disebutkan di atas. Jika saat ini kita memperhatikan chart weekly, terlihat bahwa indikasi jenuh beli (overbought) telah diperlihatkan oleh stochastic dan CCI.

Jadi, fakta-fakta teknikalnya adalah:

  1. EURUSD berada di area resistance tahunan
  2. Indikasi overbought terlihat dari stochastic dan CCI chart weekly

Maka dari itu secara teknikal ada kemungkinan euro akan melemah terhadap USD apabila stochastic dan CCI mingguan berhasil mengonfirmasi sinyal jual. Dengan kata lain, ada kemungkinan EURUSD akan bergerak bearish untuk jangka panjang.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Ke Mana Targetnya?

Secara teknikal, target penurunan EURUSD untuk jangka panjang berdasarkan analisa teknikal di atas adalah kisaran 1.10250, dengan catatan jika sinyal bearish terkonfirmasi di chart weekly.

Euro bahkan berpotensi terus melemah ke kisaran 1.05200 jika berhasil tembus ke bawah 1.10250.

Meskipun demikian, skenario bearish ini akan gagal jika harga justru berhasil tembus ke atas 1.17150. Jika penembusan yang terjadi valid, hal tersebut akan membuka peluang bagi pergerakan bullish hingga kisaran 1.20350-1.24000.

Waktunya Beli Emas (Lagi)?

Harga emas mungkin memang sedang berada di bawah tekanan seiring sentimen “risk-on” di sektor pasar modal dan naiknya suku bunga. Meskipun demikian, cukup banyak analis yang berpendapat bahwa ada kemungkinan harga emas akan mengalami recovery karena logam mulia tersebutlah yang benar-benar bisa memberikan “perlindungan” terhadap resiko.

Saat artikel ini mulai ditulis, harga emas saat diperdagangkan di kisaran $1217 per troy ounce. Sejak 6 Juni 2017, harga emas terlihat mengalami penurunan hingga kisaran $1204 per troy ounce, yang merupakan level terendah sejak 16 Maret 2017. Dari sudut pandang analisa fundamental, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan tersebut, salah satunya adalah kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve yang kemudian ternyata menambah sentimen positif untuk USD. Akibatnya, harga logam mulia yang nota bene dalam denominasi USD pun mendapat tekanan.

Meskipun demikian, laju inflasi Amerika Serikat  (AS) berpotensi memberikan keuntungan tersendiri bagi harga emas, mengingat emas hingga saat ini masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.

Nitesh Shah, seorang analis komoditi di ETF Securities, berpendapat bahwa inflasi AS berpotensi terus melaju hingga ke atas dua persen. Plus, ketegangan AS-Korea Utara masih berlangsung. Hal ini akan memberikan peluang bagi harga emas untuk kembali pulih setidaknya hingga akhir tahun 2017.

Posisi Para Investor

Menurut UBS, posisi transaksi para pelaku pasar saat ini mendukung untuk recovery harga emas. Posisi Net long – yang artinya para investor masih berkeyakinan bahwa harga emas masih akan bergerak naik – pada emas telah mengalami penurunan sebesar 53%, atau 12 juta troy ounce, dalam empat pekan terakhir. Sementara posisi net short – yang mana investor berkeyakinan harga akan turun – telah mengalami peningkatan.

Jangan tertipu, kondisi ini justru berpotensi membatasi “kekuatan jual” pasar. Kondisi ini berpotensi membuat pasar beranggapan bahwa harga telah mengalami penurunan yang signifikan dan berpikir bahwa mungkin inilah saat yang tepat untuk membeli.

Waktunya Beli?

Harga emas cenderung akan kembali naik ketika sektor lain dianggap buruk. Performa terbaik harga emas biasanya adalah ketika bank-bank sentral kehilangan kepercayaan dari para investor (pelaku pasar) atas langkah-langkah kebijakan yang mereka ambil.

Sebagai contoh, harga emas dan perak (terlepas dari flash crash yang terjadi baru-baru ini) kemungkinan akan mengalami peningkatan signifikan jika European Central Bank (ECB) dan bahkan mungkin Bank of England (BoE) mengikuti langkah Federal Reserve (Fed) memangkas stimulus.

Bagaimana potensi pergerakan harga emas dari sudut pandang analisa teknikal?

Harga Emas, trading emas, investasi emas

Dari sisi analisa teknikal kita bisa melihat bahwa harga emas saat ini berada di area support jangka panjang di kisaran 1194.88-1218.73. Kita bisa melihat di chart Daily (D1) bahwa stochastic dan CCI cenderung memperlihatkan indikasi bullish. Ini berarti ada peluang bagi harga emas untuk mengalami rebound untuk jangka panjang.

Secara teknikal, selama harga emas bertahan di atas 1194.88 maka ada potensi rebound ke area resistance yang berada di kisaran $1245 hingga 1272.02 per troy ounce. Seandainya Anda membuka posisi sebesar 1 lot pada kontrak XAUUSD saat ini (harga berada di kisaran $1217 per troy ounce) maka resiko kerugian yang akan Anda hadapi hanya sebesar $2500 per lot, sedangkan potensi keuntungan Anda adalah sekitar $3000 hingga $5000 per lot.

Perbandingan potensi resiko dengan keuntungan (risk to reward ratio) saat ini cukup baik, asalkan Anda benar-benar memperhitungkan kekuatan modal dan menerapkan strategi risk management yang tepat. Untuk hal itu, tim Market Analyst FOREXimf.com siap membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda membutuhkan analisa dan strategi lebih detil terkait peluang ini.

Misteri Jatuhnya Harga Perak

Tanggal 7 Juli 2017 ketika pasar Jepang belum lama dibuka, harga perak mengalami kejatuhan – yang disebut “flash crash– sejauh kira-kira 7 hingga 10 persen sebelum kemudian berhasil pulih dan mengalami rebound tajam mendekati harga sebelum tragedi itu terjadi. Ditengarai, ada yang melakukan transaksi jual pada kontrak futures perak senilai lebih dari $450 juta.

Harga perak sempat tertekan ke kisaran $14.34 sebelum kembali mengalami rebound.

Pernyataan tidak resmi dari sumber terkait mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah “kesalahan” dan mereka sedang “mengerahkan semua tenaga” untuk menyelesaikannya. Jika memang benar demikian, maka dugaan fat finger syndrome mungkin bisa dikesampingkan.

Ada pula kemungkinan bahwa aksi jual yang agresif tersebut – senilai $450 juta – dilakukan oleh pihak yang memang menginginkan harga perak jatuh. Mungkin ada hedge fund atau siapa pun yang memiliki posisi short pada kontrak perak sehingga posisi mereka itu berhasil meraup keuntungan yang besar.

Apa saja kemungkinannya?

Jatuhnya harga perak telah menjadi topik perdebatan yang hangat dalam beberapa hari terakhir pasca flash crash yang terjadi. Seperti biasa, muncul berbagai spekulasi – bahkan tuduhan – mengenai apa sebenarnya penyebab kejatuhan tersebut.

harga perak

Dugaan pertama adalah kemungkinan “fat finger syndrome sebagai penyebab. Fat finger adalah istilah yang dipergunakan ketika seseorang melakukan kesalahan input yang kemudian menyebabkan terjadinya transaksi yang keliru dalam jumlah besar. Biasanya kesalahan yang terjadi adalah memasukkan angka nol terlalu banyak.

Dugaan lain adalah terjadinya penurunan likuiditas yang terjadi secara tiba-tiba hingga memicu kepanikan (panic selling). Jika kita perhatikan, harga memang telah bergerak dalam range yang relatif tipis sejak tanggal 4 hingga 6 Juli. Hal ini dianggap bisa memupuk kekhawatiran bahwa perak telah menjadi aset yang tidak likuid sejak akuisisi JP Morgan baru-baru ini. Konon, ada yang mencurigai JP Morgan melakukan praktek yang melanggar undang-undang antimonopoli.

Teori stop loss order juga diajukan oleh sementara pihak sebagai pemicu kejadian luar biasa tersebut. Secara spesifik, tercapainya stop loss order secara cepat dalam beberapa kali dapat dengan mudah memperbesar efek sell-off, meskipun awalnya mungkin tidak memicu terjadinya pelemahan. Apalagi banyak trader komiditas di Amerika Serikat yang saat itu sedang berlibur saat itu, maka sangat mungkin mereka menerapkan strategi “set and forgetpada transaksi yang mereka lakukan.

Sebenarnya ada banyak kemungkinan yang berpotensi menjadi penyebab terhantamnya harga perak Jumat lalu, namun mungkin kita tidak akan bisa membahasnya satu per satu. Bahkan mungkin saja kejadian tersebut merupakan akibat dari kombinasi beberapa kemungkinan yang dibahas di atas.

Meskipin demikian, setidaknya saat ini harga perak terlihat mulai bergerak stabil sehingga akan menjadi lebih mudah dalam melakukan analisa terhadap pergerakan harga perak secara teknikal.