Waspada Broker Forex Bodong

Kemajuan teknologi informasi membuat bisnis forex trading semakin populer. Dimanapun Anda berada,  akses untuk mendapatkan informasi tentang forex melalui Google, sangatlah mudah. Dengan mencari kata kunci “forex”, Anda pasti akan mendapatkan berbagai macam informasi seperti broker forex/pialang, strategi trading, hingga penawaran jasa dari orang – orang tertentu untuk mengelola dana Anda.

Informasi mengenai broker/pialang, biasanya selalu muncul di  pencarian Google. Apa itu pialang atau broker? Pialang atau broker adalah pihak yang bisa memfasilitasi masyarakat untuk melakukan transaksi forex secara online. Di Indonesia lebih di kenal dengan istilah Pialang Berjangka. Di Indonesia perdagangan forex secara derivatif dan komoditi berjangka difasilitasi oleh bursa berjangka. Hingga saat ini, hanya ada dua bursa berjangka di Indonesia. Kesatu adalah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan kedua adalah Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Kedua bursa tersebut beroperasi di bawah pemantauan dan dengan izin pemerintah Republik Indonesia.

Hati – Hati Penipuan

Ketertarikan terhadap bisnis trading forex belum di imbangi dengan pemahaman bisnis ini dengan baik.  Di Indonesia masih banyak masyarakat yang belum memahami mengenai bagaimana sebenarnya trading forex ini. Celakanya, hal ini menjadi celah bagi orang – orang yang tidak bertanggung jawab.  Ketidatahuan masyarakat ini dimanfaatkan dengan berpura-pura menyediakan jasa untuk mengelola dana investasi forex dengan janji keuntungan yang mengiurkan.

Nah, apa sebenarnya yang harus Anda waspadai sebelum memutuskan untuk bergelut dalam trading forex? Mari kita ulas satu per satu.

Cek Legalitas Broker

Mengapa harus yang jelas legalitasnya? Pastinya adalah untuk melindungi Anda dari penipuan – penipuan yang marak di bisnis ini. Bayangkan saja Anda melakukan trading melalui pialang yang tidak jelas legalitasnya, atau bisa dikatakan tidak memiliki legalitas lalu broker tersebut kabur atau bangkrut. Siapa yang akan bertanggung jawab jika hal tersebut terjadi? Kemana Anda akan mengadu? Bisa dipastikan pemerintah pun tidak akan mau bertanggung jawab, karena pemerintah tidak menjamin perusahaan atau perorangan yang tidak terdaftar secara resmi di badan regulasi Indonesia.

Di Indonesia, bisnis trading forex diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Salah satu hal yang dijelaskan dalam Undang-Undang tersebut adalah bahwa setiap broker (Pialang Berjangka) yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Jadi, jika Anda sudah berniat untuk terjun di bisnis ini ini, pastikan Anda melakukannya bersama Pialang Berjangka yang sudah terdaftar dan mengantongi izin dari Bappebti. Salah satunya adalah FOREXimf.com yang sudah memperoleh izin dengan nomor 736/BAPPEBTI/SI/6/2005 atas nama PT International Mitra Futures.

Cek Rekening Perusahaan

Ketika Anda telah memilih Pialang Berjangka untuk anda bertransaksi, Anda pasti akan diminta untuk menyetorkan sejumlah dana yang digunakan sebagai modal melakukan transaksi. Anda harus waspada ketika melihat rekening yang menggunakan nama pribadi atau peseorangan. Seharusnya Anda melakukan penyetoran dana ke rekening khusus yang disebut segregated account atau “rekening terpisah” dengan rekening perusahaan. Rekening terpisah ini diawasi secara ketat oleh Lembaga Kliring Berjangka Indonesia.

Dana yang tertampung dalam rekening terpisah hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan kewajiban yang timbul dari transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Apa maksudnya? Salah satu contohnya adalah ketika nasabah mengalami kerugian, maka kerugian itu akan dibebankan ke dana nasabah yang tersimpan di rekening terpisah. Dan begitupun sebaliknya jika nasabah mengalami keuntungan, maka dana nasabah yang ada di rekening terpisah itu akan bertambah.

Rekening terpisah ini juga merupakan salah satu “pengaman” bagi dana nasabah, karena pialang berjangka tidak bisa mempergunakan dana tersebut untuk kepentingan lain selain yang telah disebutkan diatas. Kesimpulannya, hanya nasabah saja yang bisa mengakses dana yang tersimpan di rekening terpisah itu.

Tetap waspada, jika ada pialang yang sudah mendapatkan izin dari Bappebti, namun mereka tetap  menggiring nasabah untuk menyetorkan dana ke rekening yang bukan rekening terpisah dan tidak terdaftar di Bappebti. Jangan harap dana Anda akan selamat.

Jadi, jika Anda yakin ingin membuka akun trading, sebaiknya cek terlebih dahulu nomor rekening tujuan penyetoran dana Anda. Anda bisa mengeceknya di link website resmi Bappebti: http://www.bappebti.go.id/. Jika rekeningnya tidak terdaftar, sebaiknya urungkan niat Anda untuk menyetorkan dana Anda.

Cek Pelayanannya

Pelayanan adalah hak harus di dapatkan oleh nasabah. Waspadai jika pilang tersebut tidak memberikan pelayanan yang seharusnya diberikan. Lebih penting lagi: apakah pialang tersebut menyediakan pelayanan khusus untuk edukasi?

Edukasi sangatlah penting bagi nasabah yang ingin terjun dalam bisnis ini. Perlu dipahami bahwa bisnis ini menawarkan potensi keuntungan yang besar dan cepat, namun juga memiliki tingkat resiko yang tinggi. Oleh karena itu, pendampingan untuk bisnis ini sangatlah di perlukan.

Bayangkan jika Anda melakukan bertransaksi tanpa mengetahui seluk beluk bisnisnya. Lebih parah lagi, jika Anda tidak tahu bagaimana cara melakukan analisa yang benar, mengatur modal dan meminimalkan resiko. Pelajarilah terlebih dahulu bisnis ini dengan seksama.

Kami, FOREXimf.com siap membantu Anda. Silakan coba dan buktikan manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan membuka akun di tempat kami dengan simulasi di sini

Selamat bergabung trader !!

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang tips terhindar broker forex bodong di kolom komentar.

Berapa Akurasi Signal Trading Yang Bagus?

Pertanyaan yang saya jadikan judul di atas adalah pertanyaan yang paling sering diajukan kepada saya, di samping pertanyaan senada seperti, “Berapa persen akurasi signal trading Bapak?”.

Banyak trader (biasanya pemula) sangat mendewakan akurasi. Begitu mendewakannya sehingga mereka beranggapan bahwa strategi trading yang baik adalah yang akurasinya adalah 100%.

Pertanyaannya, mungkinkah akurasi dari analisa seorang trader (atau analis) mencapai angka 100%?

Bisa.

Lho, kok bisa? Bukankah selama ini saya mengatakan bahwa tidak mungkin akurasi bisa 100%, karena manusia tidak mungkin maha benar?

“Bisa” di sini tentu bukan tanpa syarat dan yang pasti: tidak SELAMANYA benar.

Bagaimana ceritanya?

Mari kita ambil contoh kasus. Ini kisah nyata.

Ada seorang trader (pemula, tentu saja), sebut saja bernama Budi, datang kepada kami dan mengabarkan bahwa ia pernah mengikuti signal trading yang disediakan seseorang dengan akurasi hampir 99%. Kabar itu menjadi lebih menarik ketika ia bersaksi bahwa modalnya bisa berkembang sebesar lebih dari 100% hanya dalam waktu seminggu.

Terus terang, cerita seperti itu bukan kisah baru bagi saya. Saya teramat sering mendengar kisah yang bahkan lebih fantastis daripada itu.

Lalu apakah itu berarti tidak mungkin modal berkembang sampai 100% dalam seminggu? Saya tidak bilang begitu. Mungkin saja, bahkan sangat mungkin.

Hanya saja, ada satu hal yang sering dilupakan (atau mungkin bahkan tidak diketahui) para trader, yaitu bahwa performa strategi/signal trading di masa kini tidak mencerminkan performa di masa lampau maupun di masa depan. Artinya, tetap ada kemungkinan starategi/signal trading tersebut akan mengalami “masa kelam” di masa mendatang. Nothing on this earth is perfectly perfect.

Trader Top Dunia Pun Pernah Loss

Pada kenyataannya, bahkan trader-trader kelas dunia pun pernah mengalami kerugian. Mereka bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang sangat berdedikasi di bidang trading serta kualitas mereka pun sudah dibuktikan oleh dunia. Sebut saja nama seperti Ed Seykota, trader kawakan yang sudah berkecimpung di dunia trading sejak tahun 1970. Simak petuahnya yang paling terkenal, “The elements of good trading are: 1) cutting losses, 2) cutting losses, and 3) cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.

Jadi, menurut Ed Seykota, ada tiga elemen trading yang baik, yaitu cut loss, cut loss dan cut loss. Kita akan berkesempatan sukses dalam trading, menurut Seykota, jika kita mengikuti tiga aturan tersebut.

Artinya, bahkan trader sekaliber Ed Seykota pun mengakui bahwa tidak mungkin ia senantiasa benar. Ada kalanya analisanya salah dan ia harus melakukan cut loss.

Dan Ed Seykota masih survive sampai sekarang sebagai trader yang bukan trader biasa. Bahkan Jack D. Schwager, pakar trading lain yang juga merupakan penulis buku best seller “Market Wizards, menyebut bahwa “pencapaiannya (Seykota) sudah semestinya menempatkannya sebagai salah satu trader terbaik di masa kita.”

Bukan hanya Ed Seykota yang menegaskan bahwa mereka pernah “salah”. Sebut saja nama-nama seperti Victor “Trader Vic” Sperandeo, Marty Schwartz, Paul Tudor Jones, Randy McKay. Mereka secara implisit maupun eksplisit mengakui bahwa mereka pernah merugi.

Mengapa saya paparkan hal ini? Karena ini berhubungan dengan judul artikel ini. Yang ingin saya sampaikan adalah, bahkan trader top kelas dunia pun pernah rugi dan kerugian yang mereka alami tak mempengaruhi kesuksesan mereka sebagai trader top.

Lalu harus bagaimana, dong?

Di atas sudah saya ceritakan tentang kesaksian pak Andi. Lalu apakah kesaksian pak Andi di atas itu bohong?

Tidak begitu juga.

Bahkan saya tertarik untuk mencoba signal yang diceritakan pak Andi itu. Kita harus terbuka pada hal-hal baru, tetapi ingatlah apa yang akan saya tuliskan di paragraf selanjutnya.

Silakan Anda meyakini bahwa sebuah strategi/signal trading benar-benar bagus, tetapi Anda tetap harus menyadari bahwa strategi/signal trading itu adalah buatan manusia. Manusia memiliki keterbatasan, sehingga strategi yang ia hasilkan mungkin saja – seperti yang saya sebut di atas – suatu saat akan menemui kegagalan.

Untuk itu, pergunakanlah risk management dan money management yang sesuai dengan modal Anda. Batasi resiko, pergunakan modal dengan bijak. Jika dua hal ini Anda terapkan dengan baik, Anda akan menemukan bahwa akurasi bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kesuksesan trading.

Beberapa pekan terakhir ini saya menguji sebuah strategi trading secara live, mempergunakan real account, yang katanya memiliki akurasi tinggi. Ternyata betul, akurasinya tinggi. Tetapi sayangnya, penerapan risk management-nya tidak terlalu bagus. Akhirnya? Minus, Saudara-Saudara.

Di bawah ini saya tunjukkan sebagian penting dari Detailed Statement-nya.

signal trading, signal trading forex

Dengan akurasi mencapai 81,4 persen, bisa disimpulkan bahwa kira-kira 8 dari 10 transaksi yang dilakukan berdasarkan strategi tersebut membuahkan profit, tetapi dua transaksi yang lain (yang berakhir loss) mampu MENGHAPUS semua keuntungan dari 8 transaksi sebelumnya.

Itu adalah bukti bahwa akurasi bukanlah segalanya. Dari Detailed Statement di atas, bisa kita lihat bahwa dari 43 transaksi yang dilakukan, hanya 8 yang merugi. Tetapi hasil keseluruhan masih rugi.

Tetapi bukan berarti akurasi tidak penting lho. Tetap penting, tetapi tidak akan bermakna jika tidak diimbangi dengan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik.

Jadi, menjawab pertanyaan judul di atas mungkin bisa saya sampaikan seperti ini:

Strategi atau signal trading yang bagus tidak dilihat dari akurasinya, melainkan dari akumulasi hasil semua transaksi yang dilakukan. Kalau akumulasi hasil transaksinya positif, berarti strategi/signal tersebut cocok untuk Anda. Jika sebaliknya, mungkin tidak cocok untuk Anda.

Tetapi pertanyaan seperti judul artikel ini tidak pernah berhenti saya terima. Baiklah. Saya sebutkan saja, bahwa asalkan akurasi signal dari strategi trading Anda tidak kurang dari 50%, itu sudah cukup baik. Asalkan – sekali lagi – diperkuat dengan risk management dan money management yang tepat.

Selamat berburu signal trading.

Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Mengapa Pengumuman Suku Bunga Penting Bagi Trader Forex?

Tingkat suku bunga merupakan salah satu data ekonomi yang bisa menggerakkan pasar. Bahkan mungkin bisa dikatakan bahwa pengumuman tingkat suku bungalah yang sebenarnya menjadi “primadona” pasar. Mungkin merupakan faktor terbesar dalam menentukan nilai sebuah mata uang.

Jadi, dengan mengetahui bagaimana bank sentral sebuah negara menetapkan kebijakan moneter, seperti tingkat suku bunga, merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui.

Salah satu hal yang paling mempengaruhi tingkat suku bunga bank sentral adalah stabilitas harga, atau “inflasi”. Secara sederhana, inflasi bisa diterjemahkan sebagai kenaikan harga barang dan jasa yang konstan.

Gampangnya, inflasi adalah hal yang menyebabkan harga barang yang biasa kita konsumsi mengalami kenaikan dari waktu waktu. Lima tahun yang lalu mungkin Anda hanya membutuhkan uang sebesar Rp 15.000,- untuk membeli sebungkus rokok, tetapi sekarang mungkin Anda harus mengeluarkan uang setidaknya sebesar Rp 20.000,- untuk rokok yang sama.

Sebenarnya laju inflasi yang tidak terlalu tinggi bisa dimaklumi seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi jika laju inflasi menjadi terlalu tinggi, bisa-bisa perekonomian negara yang bersangkutan akan terganggu. Itulah mengapa bank sentral selalu mengawasi berbagai indikator yang terkait dengan inflasi seperti CPI dan PPI.

Negara Bank Sentral
Amerika Serikat The Federal Reserve System (The Fed)
Australia Reserve Bank of Australia (RBA)
Inggris Bank of England (BoE)
Jepang Bank of Japan (BOJ)
Kanada Bank of Canada (BOC)
New Zealand Reserve Bank of New Zealand (RBNZ)
Swiss Swiss National Bank (SNB)
Uni Eropa European Central Bank (ECB)

Sebagai upaya untuk menjaga agar laju inflasi tetap berada di angka yang “nyaman”, bank-bank sentral biasanya mengatur tingkat suku bunga acuan. Jika suku bunga dinaikkan, biasanya inflasi melambat, demikian pula pertumbuhan ekonomi secara umum.

Hal ini terjadi karena dengan menerapkan suku bunga yang lebih tinggi, biasanya akan mengurangi minat konsumen dan pebisnis untuk mengajukan kredit pinjaman dan sebaliknya akan menaikkan minat menabung, sehingga ini akan berdampak pada aktivitas ekonomi.

Mengapa orang jadi kurang suka mengajukan kredit? Karena biaya (bunga) untuk pinjaman akan menjadi lebih tinggi, sementara bunga untuk simpanan menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, apabila suku bunga berkurang alias diturunkan, konsumen dan pebisnis cenderung mengajukan kredit pinjaman karena bunganya akan menjadi lebih murah, sehingga akan mendorong belanja masyarakat dan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi.

suku bunga fed

Jadi apa hubungannya dengan pasar forex?

Jadi begini. Mata uang itu bergantung pada suku bunga karena menentukan aliran dana secara global, masuk dan keluar dari negara tertentu. Suku bunga merupakan salah satu pertimbangan investor asing untuk memutuskan apakah mereka akan berinvestasi di negara tersebut, atau tidak.

Sederhananya begini: jika Anda dihadapkan pada pilihan antara menabung di bank yang menawarkan jasa/bunga sebesar 1%, sementara bank yang lain menawarkan bunga 0,25%; bank mana yang Anda pilih?

Ya, memang bisa saja Anda memilih untuk menyimpan uang di bawah kasur… tetapi normalnya orang akan memilih opsi pertama: 1%, karena 1 jelas lebih besar daripada 0,25.

Nah, di mata uang pun berlaku hal seperti itu.

Semakin tinggi tingkat suku bunga sebuah negara, semakin besar potensi mata uangnya akan menguat. Sebaliknya mata uang negara yang memiliki tingkat suku bunga rendah akan rentan mengalami pelemahan. Tentu saja, ini bukan satu-satunya alasan mata uang menguat atau melemah, tetapi suku bunga adalah salah satu hal yang bisa memicu penguatan atau pelemahan mata uang tertentu.

Sederhana kan?

Rencana Kenaikan Suku Bunga Fed

Hari Kamis mendatang (2/8/2018) pukul 01.00 WIB, atau di hari Rabu (1/8/2018) pukul 14.00 waktu New York, Federal Reserve (Fed) akan mengumumkan tingkat suku bunga. Diperkirakan Fed kali ini akan menahan suku bunga di angka 2 persen.

Kalau kita pantau perkembangan berita terkait suku bunga Fed, ada peluang kenaikan suku bunga sebanyak dua kali lagi di tahun ini. Tetapi masih segar dalam ingatan ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam wawancaranya dengan CNBC tanggal 19 Juli 2018 mengatakan bahwa ia khawatir penguatan USD akan mengganggu eskpor AS. Ia juga kkhawatir Fed akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS.

Pernyataan tersebut melemahkan USD saat itu, kendati kemudian juru bicara Gedung Putih memberikan “klarifikasi” bahwa Presiden tidak akan mengintervensi kebijakan Fed.

Seperti telah disampaikan, kali ini Fed diperkirakan akan menahan suku bunga di 2 persen. Ada kemungkinan USD akan melemah jika suku bunga Fed kali ini bertahan di angka tersebut, karena ekspektasi pasar sebenarnya adalah kenaikan suku bunga setidaknya dua kali lagi di tahun ini.

Bagaimana Peluang Pasar?

Secara umum hingga saat ini USD masih berada dalam trend penguatan untuk jangka panjang meskipun terjadi koreksi-koreksi merespon kondisi pasar dan fundamental terkini.

Kalaupun Fed memutuskan untuk menahan suku bunga kali ini, pelemahan yang terjadi pada USD kemungkinan hanya berupa koreksi (untuk view jangka panjang).

Untuk memanfaatkan hal tersebut, kami tertarik pada USDJPY yang menurut view jangka menengah sedang bergerak di area support. Jika yang terjadi adalah skenario pelemahan USD, maka penembusan ke bawah 110.575 kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan turun dengan potensi sasaran di kisaran 109.964-109.

Sebaliknya, jika ternyata USD tidak jadi melemah, penembusan ke atas 111.564 kemungkinan akan membawa USDJPY naik menuju kisaran 112.174-112.552.

suku bunga fed pada USDJPY

Bagaimana Cara Membaca Hasil Backtest Strategi Forex?

Menguji sebuah sistem atau strategi trading forex, atau Expert Advisor (EA) yang biasa dikenal dengan “robot trading”, bisa sangat memakan waktu. Tetapi untunglah ada sebuah alat yang bernama Strategy Tester di MetaTrader, sehingga kita bisa menguji sebuah sistem trading dengan mempergunakan data rekaman pergerakan harga dari beberapa tahun sebelumnya. Dengan demikian kita tidak perlu menguji sebuah sistem trading secara real time. Metode pengujian seperti ini disebut “backtesting”, yang bisa mempercepat proses pengujian sebuah sistem trading secara signfikan.

Kami biasa merekomendasikan pengujian dengan metode backtesting sebelum melakukan pengujian secara real time (biasa disebut forward testing). Tentu saja, setelah backtesting dijalankan, kita tetap memerlukan forward testing di pasar yang sesungguhnya, tetapi tujuan backtesting adalah untuk memberikan “informasi awal” mengenai sebuah sistem trading yang akan kita uji dan kemudian – jika hasilnya cukup memuaskan – kita pergunakan.

Perlu diingat bahwa untuk mendapatkan hasil backtesting yang berkualitas, kita memerlukan rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya baik pula untuk menghindari overfitting. Overfitting adalah sebuah “kesalahan” yang disebabkan olah terbatasnya data yang dipergunakan. Oleh karena itu, untuk melakukan backtesting sebaiknya kita memiliki rekaman data pergerakan harag setidaknya tiga atau empat tahun.

Setelah melakukan backtesting, kita harus menganalisa hasil pengujian tersebut agar kita tahu apakah sistem trading atau EA tersebut sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak. Ada beberapa parameter yang harus kita lihat dan pahami dari hasil backtest tersebut.

Sekarang mari kita coba cermati contoh hasil backtest berikut ini:

strategi trading forex

Tenang, Anda tidak perlu mengetahui makna setiap angka dari hasil ini. Yang perlu Anda perhatikan adalah beberapa parameter kunci yang bisa dipergunakan apakah strategi ini adalah strategi pemenang atau bukan.

Berikut ini adalah beberapa parameter kunci dan apa yang bisa kita ketahui dari sistem trading tersebut.

Total net profit

Ini merupakan hasil total dari semua transaksi yang dilakukan oleh sistem trading yang kita uji. Sebuah strategi pemenang seharusnya menghasilkan keuntungan, bukannya kerugian. Parameter ini memberi tahu kita apa yang bisa terjadi jika Anda mempergunakan sistem ini sesuai dengan aturan yang melekat padanya. Ingat, ini bukanlah sebuah jaminan bahwa di masa datang sistem ini akan bekerja persis seperti hasil pengujiannya. Meskipun demikian, setidaknya parameter ini bisa memperlihatkan berapa besar keuntungan yang mungkin bisa kita dapatkan dengan mempergunakan sistem ini.

Maximal drawdown

Maximal drawdown memperlihatkan kerugian terbesar yang mungkin bisa terjadi. Angka ini sebaiknya tidak terlalu besar. Tentu saja, besar atau kecil itu relatif, tergantung pada berapa besar modal kita dan berapa besar toleransi resiko kita. Sebagai contoh, jika modal kita adalah $10,000 dan toleransi resiko kita hanya 20% dari modal tersebut, maka maximal drawdown-nya sebaiknya tidak lebih dari $2,000. Sederhananya, semakin kecil maximal drawdown-nya, semakin bagus.

Total trades

Ini adalah total transaksi yang dilakukan. Kita bisa menganalisa apakah sistem ini agresif atau tidak dengan membandingkan angka ini dengan jangka waktu yang kita pergunakan.

Contohnya, jika total transaksi yang terjadi adalah 200 transaksi dalam tiga bulan, artinya sistem trading ini menghasilkan rata-rata tiga transaksi per hari (dengan asumsi bahwa ada dua puluh hari kerja dalam sebulan). Artinya, strategi ini tidak terlalu agresif dan mungkin cocok untuk strategi trading intraday. Jika angkanya semakin kecil, maka mungkin akan lebih cocok untuk strategi trading jangka menengah atau mungkin jangka panjang.

Profit trades

Parameter ini menunjukkan jumlah transaksi yang menghasilkan keuntungan dan berapa persen porsinya dari seluruh transaksi yang dilakukan. Sederhananya, parameter ini memperlihatkan win ratio dari sistem yang kita uji. Semakin besar angkanya, semakin baik.

Bottomline

Seperti yang disebutkan di atas, backtesting sebaiknya diikuti dengan forward testing di pasar sesungguhnya. Hal ini perlu untuk memvalidasi semua hasil yang kita peroleh dari backtesting, juga penting untuk memperoleh bukti nyata bahwa kita berhasil menghindari overfitting selama proses backtest.

Metode backtest bisa membantu kita untuk mempercepat proses pengujian, tetapi pastikan Anda memiliki rekaman data pergerakan harga yang kualitasnya cukup baik.

Demikian cara membaca backtest strategi trading forex. Selamat mencoba dan silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.

Amankah Strategi Forex Anda?

Judul artikel ini sebenarnya sudah terjawab jika ternyata Anda sudah memiliki pengalaman dalam dunia trading forex, entah itu pengalaman baik maupun buruk. Sederhananya begini untuk menjawab pertanyaan Amankah Strategi Forex Anda? : jika Anda menderita banyak kerugian hingga modal Anda terkuras habis, berarti strategi trading Anda selama ini tidak aman. Tetapi jika ternyata modal Anda mengalami pertumbuhan yang konsisten, berarti strategi Anda (setidaknya sampai saat ini) bisa dikatakan relatif aman.

Tetapi jangan senang dulu. Meskipun modal Anda mengalami pertumbuhan, tetap saja harus dilihat sudah berapa lama Anda menjalankan strategi tersebut. Jika baru beberapa bulan saja maka belum bisa dinilai apakah memang strategi tersebut benar-benar aman atau tidak. Percaya atau tidak, ada semacam “kepercayaan” di kalangan trader bahwa ada yang namanya beginners luck, yaitu ketika seorang trader pemula bisa mengumpulkan profit-demi-profit dalam beberapa bulan pertama trading. Setelah itu? Tamat.

Begini saja, terlepas dari apakah Anda senantiasa loss atau masih berhasil mendulang profit, coba cek saja apakah dua poin kunci ini sudah ada dalam strategi trading Anda.

Poin Kunci #1: Strategi Sudah Teruji Oleh Waktu

Pastikan strategi yang Anda pergunakan adalah strategi trading yang memang sudah teruji oleh waktu. Maksudnya bagaimana?

Kita tidak bisa memberi penilaian atas sebuah strategi trading (atau sering juga disebut sistem trading) hanya dari beberapa kali transaksi atau dua-tiga bulan uji coba saja. Itu karena pasar sangatlah dinamis dan perilakunya bisa berubah-ubah ddengan cepat.

Ujilah terlebih dahulu strategi yang akan Anda pergunakan. Untuk keperluan itu, setidaknya ada dua tahap yang harus dilewati.

Tahap pertama adalah backtesting, yaitu melakukan simulasi trading dengan mempergunakan pergerakan harga di masa lampau (historical price). Dengan cara ini, Anda akan bisa menguji akurasi strategi trading tertentu seolah sedang berada di masa itu, karena Anda akan melihat grafik harga bergerak naik dan turun sesuai dengan kejadian saat itu.

Dalam melakukan backtesting, sebaiknya pergunakan data historical price sebanyak mungkin. Saya biasa mempergunakan data selama tiga tahun. Anda bisa mempelajari cara melakukan backtesting di sini.

Tahap ke-2 adalah forward testing, di mana Anda akan melakukan uji coba strategi tersebut di secara real time, alias di pasar sesungguhnya. Sebagai langkah awal forward testing, Anda bisa mempergunakan demo account, tetapi pastikan Anda melakukan simulasi trading ini sesuai dengan rule. Intinya lakukan simulasi ini seperti halnya Anda trading dengan real account. Tahap forward testing ini sebaiknya dilakukan jika hasil backtesting sudah memperlihatkan hasil yang bagus. Lakukan forward testing ini setidaknya selama tiga bulan berturut-turut.

Tahap ke-3 adalah melakukan forward testing dengan real account. Lakukan setidaknya selama dua bulan.

Jika Anda berhasil melalui seluruh rangkaian testing itu dengan hasil yang positif, maka strategi Anda memang sudah layak dijalankan.

Poin Kunci #2: Strategi Memiliki Trading Plan Yang Jelas dan Rinci

Trading plan mengatur dos & donts dalam trading Anda. Artinya mengatur apa yang harus Anda lakukan dan mengatur apa yang tidak boleh Anda lakukan.

Yang harus ada dalam trading plan di antaranya adalah money management, sementara money management erat kaitannya dengan risk management. Tentu harus ada pula strategi yang akan Anda terapkan. Contohnya seperti berikut ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari resiko maksimum
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan trading plan yang rinci seperti contoh di atas, maka setiap keputusan yang Anda ambil akan memiliki dasar dan arah yang jelas. Anda akan tahu persis seberapa besar resiko yang akan Anda hadapi, juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternyata resiko datang menghampiri.

Nah, itulah dua poin kunci yang harus ada dalam strategi trading Anda. Jika satu saja tidak Anda miliki, besar kemungkinan strategi yang Anda jalankan selama ini tidaklah seaman yang Anda kira.

Semoga sukses.

Investasi Bodong Bukan Trading Forex Asli

Belum lama ini Anda mungkin pernah membaca di internet, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis semacam daftar yang berisi penyelenggara investasi yang tidak berizin atau tidak berada di bawah pengawasan OJK. Daftar tersebut cukup memancing keresahan mengingat ada beberapa pialang berjangka (yang memfasilitasi trading forex) turut menjadi “sasaran tembak” daftar ala OJK tersebut. Keresahan meningkat oleh judul berita media yang terkesan menyamaratakan bahwa semua nama yang ada di daftar tersebut adalah “investasi bodong” alias penipuan berkedok investasi.

Padahal, OJK sendiri telah dengan gamblang menyatakan: “Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar daftar perusahaan atau kegiatan yang tidak mendapatkan izin dan produk atau layanannya tak diawasi OJK.” Bagian yang dicetak tebal sebenarnya mempertegas bahwa tidak semua nama yang ada dalam daftar tersebut ilegal, melainkan bisa jadi memang tidak berada di bawah pengawasan OJK. Perdagangan berjangka, dalam hal ini diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Badan tersebut hingga saat ini masih berdiri dan memiliki otoritas sendiri, tidak dilebur ke dalam OJK seperti halnya BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan).

Maka jelaslah, pialang berjangka tidak ada urusannya dengan OJK sama sekali, kecuali jika suatu saat nanti BAPPEBTI pun dilebur ke OJK. Hingga saat ini pialang berjangka tak harus meminta izin apa pun dari OJK untuk beroperasi, melainkan cukup berbekal izin dari BAPPEBTI.

Trading forex

“Investasi Bodong” Kembali Marak?

Sialnya, memang cukup banyak investasi bodong yang bermodus investasi forex (valas) dan emas, produk yang hingga saat ini masih menjadi primadona perdagangan berjangka di Indonesia. Dalam daftar yang dirilis OJK tersebut, memang ada beberapa nama yang bermasalah di masyarakat.

Masyarakat sering terjebak penipuan bermodus investasi ini lantaran tingginya imbal hasil yang dijanjikan. Tak jarang para penipu itu menghembuskan janji-janji semanis madu berupa keuntungan puluhan bahkan ratusan kali lipat dari modal yang disetorkan. Tak ayal, impian untuk cepat kaya pun membuat para korban rela menyerahkan uang simpanan mereka dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda.

Jangan Lupakan Resiko

Ada satu hal yang dilupakan kebanyakan masyarakat kita: RESIKO. Dunia bisnis – termasuk investasi – selalu berjalan bersama resiko. Kerugian bisa terjadi kapan saja. Sayangnya para penipu lebih lihai merangkai kata dan mengumbar pesona demi mengeruk setiap rupiah dari calon-calon korbannya. Tak sekalipun mereka menyinggung resiko yang mungkin bisa terjadi. Semua yang disampaikan hanyalah untung, untung dan untung.

Padahal tidak ada satu pun bentuk bisnis yang bebas dari resiko kerugian. Dalam bisnis, berlaku konsep “high risk-high return”. Peluang selalu berbandung lurus dengan resiko. Dengan kata lain, semakin tinggi peluang keuntungan yang ditawarkan, maka semakin tinggi jugalah resiko yang menyertainya. Sadarilah hal ini, agar Anda tidak menjadi sasaran empuk para penipu.

Investasi Bukan Trading, Vise Versa

Ini topik klasik yang sepertinya sudah menjadi salah kaprah di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap setiap kegiatan yang melibatkan perputaran uang/modal adalah investasi, padahal tidak selalu demikian.

Investasi adalah ketika Anda mengalokasikan uang Anda ke suatu aset tertentu, misalnya rumah. Kemudian rumah tersebut Anda sewakan. Setiap tahun (atau bulan) Anda akan mendapatkan uang dari hasil menyewakan rumah tersebut. Rumah yang Anda beli (atau bangun) memberikan penghasilan untuk Anda dan status rumah tersebut tetap menjadi milik Anda.

Berbeda ceritanya jika Anda membeli satu unit rumah untuk Anda jual kembali. Selama rumah tersebut belum terjual kembali, Anda tidak akan memperoleh keuntungan apa pun secara finansial. Anda baru akan memperoleh keuntungan jika rumah tersebut Anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya. Keuntungan yang Anda peroleh adalah dari selisih harga jual dan harga belinya. Dalam kasus ini, rumah tersebut Anda perdagangkan alias Anda perjualbelikan. Dengan kata lain, Anda melakukan aktivitas trading, bukannya investasi.

Banyak orang yang tidak menyadari perbedaan kedua hal tersebut. Maka ketika Anda berbicara “investasi forex”, sebenarnya yang dimaksud adalah “trading forex”. Forex (valas) diperdagangkan dan keuntungan bisa diperoleh dari selisih pergerakan harga mata uang tersebut terhadap mata uang yang lain.

Trading Forex Bukan Skema Cepat Kaya

Trading forex adalah bisnis. Layaknya bisnis, tentu membutuhkan tahapan-tahapan dan waktu untuk bisa mencapai puncak kesuksesan.

Nilai mata uang (kurs) tidak pernah tetap. Penguatan atau pelemahan bisa terjadi setiap saat dan seringkali ekstrim. Resiko yang menyertai sangatlah tinggi. Oleh karena itu waspadalah Anda jika dijanjikan keuntungan tetap (fix income) dari trading forex hingga puluhan atau bahkan ratusan kali lipat dari modal awal seperti yang dilakukan pelaku investasi abal-abal itu. Saran saya, buang saja penawaran seperti itu ke tempat sampah, kecuali orang yang menawarkan hal itu berani berkata jujur, “Peluang keuntungan bisa ratusan persen, tapi resikonya adalah Anda bisa kehilangan seluruh modal Anda.”  Jika itu yang dikatakannya, bolehlah Anda berpikir untuk menitipkan modal Anda padanya.

Lebih daripada itu, dibutuhkan pengetahuan yang memadai untuk bisa memanfaatkan pergerakan pasar uang yang luar biasa dinamis. Tanpa pengetahuan itu, mustahil bagi siapa pun untuk bisa sukses di dunia trading forex.

Kekuatan modal pun turut menentukan. Potensi keuntungan yang Anda peroleh berbanding lurus dengan kekuatan modal Anda. Maka, berhati-hatilah jika misalnya ada seseorang yang datang kepada Anda dan berkata, “Berikan saya dua setengah juta, akan saya jadikan seratus dua puluh lima juta dalam sebulan.” Itu mimpi di siang bolong. Segeralah bangun. 🙂

Strategi Lepas Dari “Kegalauan” Trading Forex

Syahdan, tersebutlah seorang trader forex pendatang baru yang bernama Rudy. Ia mulai mencoba menginjakkan kakinya di dunia trading setelah mendengar gegap gempita yang tampaknya menarik baginya. Ia pun ingin merasakan manisnya keuntungan spektakuler menggunakan strategi forex yang canggih, seperti yang sering menjadi topik obrolan di antara teman-temannya.

Ternyata kenyataan tak semanis impiannya. Transaksi demi transaksi berakhir dengan kerugian dan Rudy merasa kecewa. Ia tak habis pikir mengapa orang lain bisa berkali-kali memperoleh keuntungan besar sementara dirinya tak bisa mendapatkan hal yang serupa. Kalaupun dapat, keuntungan yang diperoleh jauh lebih kecil daripada kerugian yang diderita.

strategi forex

Petualangan Bermula

Kekecewaan Rudy mengantarkannya ke Google. Ia mengetikkan kata kunci “strategi forex”. Ia mengunduh dan mempelajari berpuluh-puluh artikel dan e-book tentang strategi forex. Namun, bukannya menjadi semakin paham, ia justru menjadi semakin bingung.

Suatu ketika ia melihat iklan training dan pelatihan trading. Rudy penasaran lagi dan ia memutuskan untuk mengikuti pelatihan yang berbiaya cukup mahal itu. Asal tahu saja, ada orang yang bersedia memberikan pelatihan dengan biaya berkisar hingga 10 juta rupiah untuk beberapa kali pertemuan. Tak masalah bagi Rudy, yang penting nanti ia bisa untung besar.

Namun apa yang didapatkannya? Nihil. Tragedi berulang. Ia kembali kehilangan uangnya. Kali ini rasa sakitnya dua kali lipat, karena ia merasa telah membuang-buang uang untuk pelatihan yang mahal namun menurutnya tak ada gunanya.

Jangan Serakah!

Hingga suatu ketika Rudy bertemu dengan seorang trader, sebut saja namanya Bobby. Kepada Bobby ia ceritakan semuanya. Bagi Bobby, ini bukan pertama kalinya ia dijadikan tempat “curhat” pada desperate traders. Bahkan sebelum Rudy menyelesaikan cerita pun, Bobby sudah memiliki jawaban yang sudah sangat sering ia ucapkan.

“Anda terlalu banyak penasaran,” kata Bobby. “Rasa penasaran memang perlu, namun Anda harus bisa mengendalikannya dan menyalurkannya dengan benar. Di luar sana, ada sangat banyak teori tentang trading. Trik-trik trading pun tak kalah melimpah. Tahukah Anda, bahwa Anda sebenarnya tak wajib mempelajari semuanya?”

“Tapi bukankah kita harus selalu menyempurnakan teknik trading kita?” tanya Rudy.

“Lalu apa definisi ‘teknik yang sempurna’ itu bagi Anda?” tanya Bobby.

“Yaitu teknik yang bisa menciptakan keuntungan ratusan bahkan ribuan kali lipat daripada modal kita. Itu kan prinsip ekonomi yang sangat dasar? Anda tentu tahu itu,” jawab Rudy ketus.

Bobby tersenyum dan berkata, “Tidakkah itu terdengar terlalu serakah? Dalam trading, yang perlu Anda lakukan adalah mengelola modal sebaik-baiknya agar mampu menghasilkan keuntungan yang optimal. Silakan pasang target, namun target haruslah realistis. Anda pun harus mengukur kekuatan sendiri. Bisakah Anda mengeruk sebuah gunung kapur hanya berbekal sebuah sekop, lalu mengantar hasil kerukan Anda ke kota dengan sebuah gerobak dorong?”

Rudy terdiam. Egonya ingin menjawab “bisa” untuk pertanyaan terakhir Bobby yang sesungguhnya retoris itu, namun ia sadar bahwa jawaban itu akan menjadi jawaban yang tidak realistis.

“Bung Rudy, cobalah untuk sedikit menurunkan standar ‘kesempurnaan’ Anda itu. Jangan memasang target hanya berdasarkan nominal rupiah semata namun coba lihat perkembangan modal Anda. Tak perlu muluk-muluk. 10 persen saja per bulan, misalnya. Bukankah itu artinya sama dengan 120% setahun?” lanjut Bobby.

Speed Is NOT The Key

“Lalu apakah saya harus puas dan pasrah dengan kemampuan saya yang payah ini?” tanya Rudy kesal.

“Tentu tidak. Anda tetap harus meningkatkan kemampuan Anda, namun tentu tidak instan. Tetaplah belajar, namun belajarlah dengan cara yang benar. Tak perlu terburu-buru. Pelajari satu per satu.”

Bobby melanjutkan perkataannya, “Trading forex itu ibarat bisnis, Bung. Untuk bisa sukses, yang pertama kali harus Anda miliki adalah dasar yang kuat, baru melangkah ke trik-trik yang lebih canggih. Semua harus dijalani tahap demi tahap dan butuh waktu, tidak instan. Kuncinya bukan di kecepatan, melainkan di konsistensi.Tujuan seorang trader semestinya bukan mencari keuntungan besar dalam waktu singkat, melainkan mempertahankan konsistensi dalam meraih keuntungan.”

Rudy kembali terdiam. Selama ini ia berpikir untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya melalui trading forex. Pemikiran itulah yang membuatnya “kalap” dalam mencoba berbagai macam strategi forex, namun ia tak pernah mencoba memperkuat pengetahuan dasar mengenai analisa. Ia bahkan tak pernah mengerti konsep trend yang benar, atau cara membaca support atau resistance. Tak heran ia selalu bingung dan menjalankan semua trik yang pernah ia baca secara acak. Terlalu banyak informasi yang ada di kepalanya, sehingga ia justru menjadi bingung mana yang harus ia pilih dan jalankan.

Tak Ada Yang Sempurna

“Tak akan pernah ada sistem trading yang sempurna,” kata Bobby, seolah bisa membaca pikiran Rudy. “Semakin keras Anda mencoba mencari sistem yang ‘loss-free’, Anda justru akan semakin stress. Semakin jauh pula jalan Anda menuju sukses dalam trading. Yang perlu Anda lakukan adalah memilih sistem trading yang paling Anda pahami dan paling sesuai dengan gaya trading Anda. Ingat, tak perlu mencoba ‘menggapai matahari’ dengan mengharapkan keuntungan ratusan persen. Tangan Anda akan ‘terbakar’ nanti. Perlahan saja, namun konsisten. Itu sudah cukup,” lanjut Bobby.

“Anda pun tak perlu merasa iri seandainya orang lain memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada Anda. Rezeki sudah diatur. Bersyukur sajalah. Mungkin saat ini giliran dia, namun jika Anda melakukan semuanya dengan benar, giliran Anda akan segera tiba,” kata Bobby lagi.

“Lalu di mana saya bisa belajar dengan benar?” tanya Rudy setengah putus asa.

FOREXimf.com menyediakan webinar bagi Anda yang sungguh-sungguh ingin belajar. Manfaatkanlah. Gali ilmu sebanyak mungkin dari mereka yang murah hati itu. Selamat belajar,” ujar Bobby menutup pembicaraan.

Entah mengapa Rudy merasa dadanya lega setelah obrolan bersama Bobby. Saat ini, ia menjadi salah satu peserta aktif dalam setiap webinar yang diadakan FOREXimf.com. Ia kini tak lagi galau.

*Terinspirasi kisah nyata, nama pelaku disamarkan demi alasan privasi

Rahasia Mengamankan Keuntungan Dalam Trading Forex

Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, Anda harus mempersiapkan semua hal dengan baik. Trading plan adalah hal yang mutlak harus Anda miliki. Itu adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus memiliki rencana yang matang. Apakah trading plan saja sudah cukup?

Sebentar, apakah Anda barusan menjawab “YA”? Enak saja…. 🙂

Jawabannya adalah: TIDAK. Trading plan saja tidak akan mengantarkan Anda ke mana-mana. “Plan your trade, trade your plan,” begitu pemeo yang terkenal di dunia trading. Jadi, secanggih dan sedetail apa pun trading plan Anda tidak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya. Setuju?

Namun ternyata trading tidak semata berhenti pada mengeksekusi trading plan dengan baik. Anda pun harus secara aktif memantau posisi (transaksi) terbuka yang telah Anda buat. Ingatlah bahwa pasar sangat dinamis sehingga Anda pun harus bisa mengikuti dinamika pasar. Dengan demikian, Anda tidak boleh dengan kaku berkata, “Saya sudah jalankan trading plan saya. Tugas saya sudah selesai.” Bayangkan Anda mengatakan itu dengan suara robot. 🙂

Jadi, apa yang selanjutnya harus Anda lakukan ketika Anda sudah mengeksekusi trading plan Anda? Ini tips-tipsnya.

Dalam Trading Forex Harus Tetap Amati Pasar

Anda mungkin adalah trader yang sangat menggilai analisa teknikal forex . Anda mungkin juga memiliki teman yang sangat mengandalkan analisa fundamental. Di luar sana, mungkin ada juga trader yang berdiri di tengah-tengah: menggabungkan analisa teknikal dan fundamental sekaligus.

Yang mana pun Anda, tetap saja Anda tak bisa mengingkari fakta bahwa berita atau data ekonomi bisa mempengaruhi pergerakan harga. Pasar bisa berubah arah dengan sangat cepat dan signifikan dalam hitungan detik dalam rangka merespon berita yang mungkin baru saja dirilis. Anda tidak bisa mengatakan, “Saya analis teknikal, tak peduli berita”, atau “Data ekonomi AS sedang dalam performa puncak, tak mungkin USD melemah”. (Pakai suara robot lagi… bibip… bibop….)

Apa pun bisa terjadi. Itulah sebabnya Anda tetap harus tetap mengamati perkembangan pasar.

Trading Plan adalah salah satu kunci sukses di Trading Forex

Memang dalam analisa teknikal forex lebih penting mengamati reaksi pasar daripada repot-repot mencari tahu berita apa yang beredar. Namun bagaimana Anda bisa mengetahui reaksi pasar terkini jika Anda sama sekali tak melihat pergerakan harga?

Tetaplah “terhubung” dengan pasar. Jika Anda adalah orang yang sangat mobile, tak ada salahnya melengkapi diri Anda dengan smartphone yang terinstal Mobile Trader. Dengan demikian, Anda akan bisa segera mengambil keputusan begitu melihat ada “gelagat” yang bisa mengancam transaksi Anda.

Trading plan tak harus kaku

Ayolah, jangan kaku. Bahkan dalam aturan militer pun, seorang sersan boleh melawan perintah letnannya jika ia menilai perintah itu akan membahayakan keselamatan pasukannya dan ia punya opsi lain. Aturan militer pun ternyata bisa fleskibel juga.

Dalam trading forex, Anda pun harus berupaya selugas mungkin dalam membuat dan menerapkan trading plan Anda. Namun ini bukan berarti Anda bebas melabrak semua aturan yang telah Anda buat dalam rencana trading Anda itu. Tidak pula lantas meniadakan trading plan. Menjadi fleksibel itu tidak sama dengan menjadi ceroboh.

Ingin Sukses Trading Forex ? Gunakan Trading Plan Yang Baik

Anda harus bisa membuat beberapa penyesuaian jika pasar berubah dan tentu saja tetap berada dalam kerangka trading plan Anda. Contoh mudahnya, katakanlah Anda membuka posisi sell karena Anda melihat ada pola symmetrical triangle yang telah terkonfimasi di chart. Harga kemudian turun namun belum menyentuh target profit berdasarkan pola tersebut. Setelah beberapa waktu ternyata harga bergerak sideway, tak kunjung mencapai target Anda. Indikasi oversold pun mulai terlihat. Apa yang kemudian akan Anda lakukan? Menunggu target tercapai, atau menutup transaksi tersebut meskipun keuntungannya belum sesuai dengan target Anda?

Ingatlah bahwa semakin lama Anda membiarkan posisi Anda terbuka maka semakin besar peluang posisi Anda akan menghadapi resiko. Maka, dalam kasus di atas, sah-sah saja jika Anda memutuskan untuk menutup transaksi tersebut. Mengapa? Karena Anda memiliki pertimbangan yang obyektif, bukan semata karena takut keuntungan Anda berubah menjadi kerugian.

Sesuaikan transaksi dengan situasi pasar

Dalam trading forex, tentu Anda ingin selalu meminimalisir resiko. Salah satu cara yang Anda gunakan adalah menerapkan kebijakan “risk-to-reward ratio” yang baik, di mana resiko (stop loss) selalu lebih kecil daripada reward (target profit).

Begitupun, bukan berarti Anda tak boleh memodifikasi transaksi Anda. Meskipun resiko yang akan Anda hadapi sudah pasti akan lebih kecil daripada target keuntungan, Anda masih diizinkan untuk memperkecil volume transaksi yang telah Anda buat.

Seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan harapan Anda, namun Anda masih meyakini bahwa posisi Anda masih berpotensi mencapai target, Anda boleh mengurangi besaran transaksi Anda. Misalnya, dari 5 lot dikurangi menjadi 2 atau 3 lot.

Sukses Trading Forex, perhatikan risk-to-reward ratio

Sebaliknya, jika ternyata harga bergerak sesuai dengan analisa Anda, cobalah untuk mengaktifkan trailing stop, yaitu mengubah level stop loss menjadi “stop profit”.

Dalam Trading Forex, memang sebaiknya hal-hal di atas sudah Anda persiapkan dalam trading plan Anda. Namun seandainya belum, tidak ada salahnya untuk mengaplikasikannya segera pada posisi terbuka yang Anda miliki.

Mudah-mudahan tips-tips ini bisa membantu Anda mempertahankan keuntungan pada transaksi yang Anda buat, sehingga trading plan yang sudah Anda susun dengan susah payah tak berakhir dengan kerugian yang tak terduga. Cobalah untuk menerapkannya.

Selamat trading.

Rahasia Mengoptimalkan SAR Dengan ADX

Anda mungkin pernah mendengar indikator yang bernama Parabolic SAR. Benar?

Kali ini, saya akan mencoba mengulas trik trading menggunakan SAR dan dipadukan dengan indikator yang bernama ADX. Baiklah tanpa perlu berpanjang-panjang, kita mulai saja.

Apa itu SAR?

SAR merupakan singkatan dari “stop and reverse” dan merupakan trend following indicator yang didesain untuk mengenali “turning point” pada pergerakan harga.

Parabolic SAR bisa digunakan untuk:

–          Mengenali trend

–          Strategi entry dan exit

–          Trailing stop

Parabolic SAR terlihat sebagai deretan titik yang terlihat di atas atau di bawah harga. Ketika trend cenderung naik, titik-titik tersebut berada di bawah pergerakan harga. Sebaliknya ketika trend cenderung turun, titik-titik tersebut berada di atas pergerakan harga. Titik-titik tersebut mengikuti pergerakan harga hingga pada suatu saat trend mulai berubah.

Ketika suatu trend hampir berakhir, biasanya parabolic SAR bergerak stabil mendekati hrga hingga harga menyentuh titik SAR tersebut. Kemudian titik SAR mulai terbentuk di sisi lain pergerakan harga. Itulah indikasi awal bahwa harga kemungkinan akan berubah arah.

Berikut ini adalah gambar chart dengan parabolic SAR yang difungsikan untuk mengidentifikasi trend.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM

Label 1 adalah ketika SAR mulai terbentuk di bawah harga. Ini adalah indikasi awal bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah.

Label 2 adalah ketika SAR mulai mengikuti pergerakan naik.

Contoh gambar di bawah ini adalah kebalikan dari contoh di atas. Ketika harga tadinya naik, kemudian berubah arah menjadi turun.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 2

Kita juga bisa memanfaatkan SAR sebagai trailing stop, yaitu dengan memindahkan level SL di atas titik SAR yang terakhir muncul (jika harga turun) atau di bawah titik SAR yang terakhir muncul (jika harga naik).

Mengombinasikan SAR dengan indikator lain

Parabolic SAR bisa dikombinasikan dengan banyak indikator. Meskipun demikian, ingatlah bahwa pada prinsipnya fungsi SAR adalah mengidentifikasi trend dan mengindentifikasi kemungkinan perubahan arah harga.

Mengingat bahwa SAR adalah indikator trend following, maka sebaiknya SAR dikombinasikan dengan indikator yang bisa memberikan informasi mengenai “KEKUATAN trend”. Sebaiknya tidak mengombinasikan SAR dengan indikator ARAH trend yang lain (misal: MA, Bollinger Band, dsb), karena hal itu hanya akan memberikan output yang sama, yaitu arah trend. Padahal dengan maksud mengombinasikan indikator adalah untuk mencari konfirmasi sinyal.

Salah satu indikator yang biasa dikombinasikan dengan SAR adalah Average Directional Index (ADX). Indikator ini bisa mengukut apakah suatu trend kuat atau lemah. Jika dalam pembacaan ADX terlihat bahwa trend-nya lemah maka harga cenderung akan bergerak sideway.

Lalu bagaimana mengombinasikan SAR dengan ADX?

Ini dia “rahasianya”. 🙂

Jika nilai ADX terlihat berada di antara 0-25, maka trend dianggap lemah dan biasanya harga akan bergerak sideway (ranging). Jika ADX terbaca di atas 25, maka trend dianggap cukup kuat.

Jika nilai ADX di atas 30, maka trend dianggap lebih kuat lagi dan inilah kondisi yang ideal untuk dikombinasikan dengan SAR.

Namun hati-hati. Jika pembacaan ADX mencapai 50 atau lebih, justru ada kemungkinan bahwa harga akan berhenti rally, bahkan ada kemungkinan akan berubah arah. Jadi hati-hati jika pembacaan ADX menjadi terlalu kuat.

Di gambar berikut ini, ADX terlihat di bawah 25. Artinya trend terbilang lemah dan ada resiko yang cukup besar jika kita memaksa untuk membuka posisi dengan ADX dan SAR. Perhatikan bahwa harga bergerak ranging dan dalam kondisi ini tidak disarankan untuk buka posisi berdasarkan SAR.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 3

Di gambar berikutnya akan saya berikan contoh di mana ADX berada di atas 25. Perhatikan bahwa pasar bergerak trending dan inilah kondisi yang baik untuk trading menggunakan SAR.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 4

Jika Anda ingin mencoba menggunakan sistem ini, maka saya sarankan untuk memulainya dengan setting default untuk SAR maupun ADX. Saya juga menyarankan untuk mencobanya dalam jangka waktu yang agak panjang. Jika menggunakan backtest, disarankan untuk menggunakan data setidaknya 1 atau 2 tahun terakhir.

Selamat mencoba. 🙂

Trader Yang Hebat Itu Seperti Apa?

Trader mana sih yang tidak ingin menjadi trader yang hebat? Sepertinya tidak ada. Setiap trader tentu menginginkan mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak ada satu pun yang menginginkan berakhir di dasar jurang kehancuran akibat modal yang tergerus habis dimakan gejolak pasar.

Namun tahukah Anda, seperti apakah sebenarnya trader yang hebat itu? Apakah ia yang selalu bisa memetik keuntungan dari setiap transaksi yang dijalankannya? Tidak pernah loss? Atau mereka yang bisa melipatgandakan keuntungan hingga (konon) ratusan persen per bulan? Trader yang mengenal puluhan atau ratusan teori trading?

Trader yang hebat itu seperti apa 1

Mungkin Anda akan terkejut bahwa sebenarnya trader hebat itu justru tidak perlu memenuhi kriteria-kriteria di atas. Tidak ada – saya tegaskan: tidak ada! – trader hebat yang tak pernah mengalami loss. Mungkin pernah ada trader yang bisa meraup keuntungan hingga seratus persen (atau lebih) dalam sebulan, namun hal itu tidak terjadi setiap bulan. Hal seperti itu – jika tak boleh dikatakan tidak mungkin – amat-sangat jarang terjadi dalam dunia trading.

Mungkin Anda pernah bertemu dengan seseorang yang begitu mempesona memaparkan teori-teorinya tentang trading. Anda pun mungkin pernah beranggapan, “Oh, ia sungguh seorang trader yang hebat.” Padahal, seorang trader yang hebat pun belum tentu adalah trader yang hafal puluhan atau ratusan teori trading.

Jadi, sebenarnya trader hebat itu yang seperti apa?

Punya Trading Plan dan Disiplin

Trader hebat adalah trader yang memiliki perencanaan yang matang akan setiap langkah yang akan ia ambil dan melaksanakan rencana itu dengan konsekuen. Ia tidak akan mengambil keputusan tanpa dilatarbelakangi trading plan. Trader hebat itu adalah trader yang menghayati makna “plan your trade, trade your plan.”

Trader yang hebat itu seperti apa 2

Terkait dengan trading plan, trader yang hebat adalah juga ia yang memiliki kedisiplinan menegakkan rule yang telah ia buat sendiri untuk sistem tradingnya, dan dengan jantan mampu memangkas setiap kerugian sesuai dengan rule yang telah ia buat sendiri. Adapun mereka yang selalu menunda-nunda melakukan cut loss (atau strategi manajemen resiko lain) hanya karena berharap pasar akan berbalik arah bukanlah trader hebat meskipun (misalnya) mereka terselamatkan oleh berbaliknya arah pasar. Mereka hanyalah trader keras kepala yang tak menyadari bahwa mereka hanyalah ibarat segumpal buih yang terombang-ambing di samudera, tak mampu berbuat apa-apa selain mengikuti arus.

Trader yang hebat itu seperti apa 3

“Panjang Umur”

Trader hebat adalah trader yang “panjang umur”. Akun tradingnya panjang umur karena equity senantiasa bertambah.

Tidak ada gunanya mampu mencetak keuntungan yang fantastis namun hanya bertahan satu-dua bulan saja, namun selanjutnya hanya diwarnai oleh kemuramdurjaan akibat kerugian yang luar biasa pula, apalagi jika hingga berujung pada habisnya modal Anda. Trader hebat adalah trader yang mampu meningkatkan equity-nya secara konsisten meskipun penambahan yang terjadi tidak mencapai angka yang fantastis. Kemampuan membukukan keuntungan meskipun “hanya” 10-20% per bulan – bahkan mungkin hanya 5% per bulan – asal konsisten dan bertahan lama, sudah cukup membuat seorang trader menyandang predikat hebat.

Trader yang hebat itu seperti apa 4

Teori Penting, Tetapi Yang Lebih Penting Prakteknya

Trader yang hebat tak perlu ngotot menghafal atau mempelajari ratusan teori trading. Trader yang hebat mampu menghasilkan profit yang konsisten dengan satu atau dua sistem trading yang mereka miliki dan benar-benar kuasai. Bisa jadi mereka tak mengerti tentang Elliot Wave Theory, tak paham apa itu intermarket analysis, atau tak pernah mendengar teori-teori trading yang semakin berkembang dan canggih, namun hasil keuntungan trading mereka begitu nyata. Itu karena mereka merasa cukup memahami satu atau dua trik sederhana, namun dengan tekun dan sabar mempraktekkannya hingga mereka benar-benar menguasainya. Pada gilirannya, keuntungan datang menghampiri mereka.

Trader yang hebat itu seperti apa 5

Memang tak ada salahnya berupaya mencetak keuntungan sebesar mungkin, namun pada intinya trader hebat itu dinilai dari bagaimana proses ia memperoleh keuntungan itu, bukan dari berapa besar keuntungan yang ia peroleh.

Semoga tercerahkan. Semoga kita bisa menjadi trader hebat.