Investasi Bodong Bukan Trading Forex Asli

Belum lama ini Anda mungkin pernah membaca di internet, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis semacam daftar yang berisi penyelenggara investasi yang tidak berizin atau tidak berada di bawah pengawasan OJK. Daftar tersebut cukup memancing keresahan mengingat ada beberapa pialang berjangka (yang memfasilitasi trading forex) turut menjadi “sasaran tembak” daftar ala OJK tersebut. Keresahan meningkat oleh judul berita media yang terkesan menyamaratakan bahwa semua nama yang ada di daftar tersebut adalah “investasi bodong” alias penipuan berkedok investasi.

Padahal, OJK sendiri telah dengan gamblang menyatakan: “Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar daftar perusahaan atau kegiatan yang tidak mendapatkan izin dan produk atau layanannya tak diawasi OJK.” Bagian yang dicetak tebal sebenarnya mempertegas bahwa tidak semua nama yang ada dalam daftar tersebut ilegal, melainkan bisa jadi memang tidak berada di bawah pengawasan OJK. Perdagangan berjangka, dalam hal ini diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Badan tersebut hingga saat ini masih berdiri dan memiliki otoritas sendiri, tidak dilebur ke dalam OJK seperti halnya BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan).

Maka jelaslah, pialang berjangka tidak ada urusannya dengan OJK sama sekali, kecuali jika suatu saat nanti BAPPEBTI pun dilebur ke OJK. Hingga saat ini pialang berjangka tak harus meminta izin apa pun dari OJK untuk beroperasi, melainkan cukup berbekal izin dari BAPPEBTI.

Trading forex

“Investasi Bodong” Kembali Marak?

Sialnya, memang cukup banyak investasi bodong yang bermodus investasi forex (valas) dan emas, produk yang hingga saat ini masih menjadi primadona perdagangan berjangka di Indonesia. Dalam daftar yang dirilis OJK tersebut, memang ada beberapa nama yang bermasalah di masyarakat.

Masyarakat sering terjebak penipuan bermodus investasi ini lantaran tingginya imbal hasil yang dijanjikan. Tak jarang para penipu itu menghembuskan janji-janji semanis madu berupa keuntungan puluhan bahkan ratusan kali lipat dari modal yang disetorkan. Tak ayal, impian untuk cepat kaya pun membuat para korban rela menyerahkan uang simpanan mereka dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda.

Jangan Lupakan Resiko

Ada satu hal yang dilupakan kebanyakan masyarakat kita: RESIKO. Dunia bisnis – termasuk investasi – selalu berjalan bersama resiko. Kerugian bisa terjadi kapan saja. Sayangnya para penipu lebih lihai merangkai kata dan mengumbar pesona demi mengeruk setiap rupiah dari calon-calon korbannya. Tak sekalipun mereka menyinggung resiko yang mungkin bisa terjadi. Semua yang disampaikan hanyalah untung, untung dan untung.

Padahal tidak ada satu pun bentuk bisnis yang bebas dari resiko kerugian. Dalam bisnis, berlaku konsep “high risk-high return”. Peluang selalu berbandung lurus dengan resiko. Dengan kata lain, semakin tinggi peluang keuntungan yang ditawarkan, maka semakin tinggi jugalah resiko yang menyertainya. Sadarilah hal ini, agar Anda tidak menjadi sasaran empuk para penipu.

Investasi Bukan Trading, Vise Versa

Ini topik klasik yang sepertinya sudah menjadi salah kaprah di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap setiap kegiatan yang melibatkan perputaran uang/modal adalah investasi, padahal tidak selalu demikian.

Investasi adalah ketika Anda mengalokasikan uang Anda ke suatu aset tertentu, misalnya rumah. Kemudian rumah tersebut Anda sewakan. Setiap tahun (atau bulan) Anda akan mendapatkan uang dari hasil menyewakan rumah tersebut. Rumah yang Anda beli (atau bangun) memberikan penghasilan untuk Anda dan status rumah tersebut tetap menjadi milik Anda.

Berbeda ceritanya jika Anda membeli satu unit rumah untuk Anda jual kembali. Selama rumah tersebut belum terjual kembali, Anda tidak akan memperoleh keuntungan apa pun secara finansial. Anda baru akan memperoleh keuntungan jika rumah tersebut Anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya. Keuntungan yang Anda peroleh adalah dari selisih harga jual dan harga belinya. Dalam kasus ini, rumah tersebut Anda perdagangkan alias Anda perjualbelikan. Dengan kata lain, Anda melakukan aktivitas trading, bukannya investasi.

Banyak orang yang tidak menyadari perbedaan kedua hal tersebut. Maka ketika Anda berbicara “investasi forex”, sebenarnya yang dimaksud adalah “trading forex”. Forex (valas) diperdagangkan dan keuntungan bisa diperoleh dari selisih pergerakan harga mata uang tersebut terhadap mata uang yang lain.

Trading Forex Bukan Skema Cepat Kaya

Trading forex adalah bisnis. Layaknya bisnis, tentu membutuhkan tahapan-tahapan dan waktu untuk bisa mencapai puncak kesuksesan.

Nilai mata uang (kurs) tidak pernah tetap. Penguatan atau pelemahan bisa terjadi setiap saat dan seringkali ekstrim. Resiko yang menyertai sangatlah tinggi. Oleh karena itu waspadalah Anda jika dijanjikan keuntungan tetap (fix income) dari trading forex hingga puluhan atau bahkan ratusan kali lipat dari modal awal seperti yang dilakukan pelaku investasi abal-abal itu. Saran saya, buang saja penawaran seperti itu ke tempat sampah, kecuali orang yang menawarkan hal itu berani berkata jujur, “Peluang keuntungan bisa ratusan persen, tapi resikonya adalah Anda bisa kehilangan seluruh modal Anda.”  Jika itu yang dikatakannya, bolehlah Anda berpikir untuk menitipkan modal Anda padanya.

Lebih daripada itu, dibutuhkan pengetahuan yang memadai untuk bisa memanfaatkan pergerakan pasar uang yang luar biasa dinamis. Tanpa pengetahuan itu, mustahil bagi siapa pun untuk bisa sukses di dunia trading forex.

Kekuatan modal pun turut menentukan. Potensi keuntungan yang Anda peroleh berbanding lurus dengan kekuatan modal Anda. Maka, berhati-hatilah jika misalnya ada seseorang yang datang kepada Anda dan berkata, “Berikan saya dua setengah juta, akan saya jadikan seratus dua puluh lima juta dalam sebulan.” Itu mimpi di siang bolong. Segeralah bangun. :)

6 Comments

Strategi Lepas Dari “Kegalauan” Trading Forex

Syahdan, tersebutlah seorang trader forex pendatang baru yang bernama Rudy. Ia mulai mencoba menginjakkan kakinya di dunia trading setelah mendengar gegap gempita yang tampaknya menarik baginya. Ia pun ingin merasakan manisnya keuntungan spektakuler menggunakan strategi forex yang canggih, seperti yang sering menjadi topik obrolan di antara teman-temannya.

Ternyata kenyataan tak semanis impiannya. Transaksi demi transaksi berakhir dengan kerugian dan Rudy merasa kecewa. Ia tak habis pikir mengapa orang lain bisa berkali-kali memperoleh keuntungan besar sementara dirinya tak bisa mendapatkan hal yang serupa. Kalaupun dapat, keuntungan yang diperoleh jauh lebih kecil daripada kerugian yang diderita.

strategi forex

Petualangan Bermula

Kekecewaan Rudy mengantarkannya ke Google. Ia mengetikkan kata kunci “strategi forex”. Ia mengunduh dan mempelajari berpuluh-puluh artikel dan e-book tentang strategi forex. Namun, bukannya menjadi semakin paham, ia justru menjadi semakin bingung.

Suatu ketika ia melihat iklan training dan pelatihan trading. Rudy penasaran lagi dan ia memutuskan untuk mengikuti pelatihan yang berbiaya cukup mahal itu. Asal tahu saja, ada orang yang bersedia memberikan pelatihan dengan biaya berkisar hingga 10 juta rupiah untuk beberapa kali pertemuan. Tak masalah bagi Rudy, yang penting nanti ia bisa untung besar.

Namun apa yang didapatkannya? Nihil. Tragedi berulang. Ia kembali kehilangan uangnya. Kali ini rasa sakitnya dua kali lipat, karena ia merasa telah membuang-buang uang untuk pelatihan yang mahal namun menurutnya tak ada gunanya.

Jangan Serakah!

Hingga suatu ketika Rudy bertemu dengan seorang trader, sebut saja namanya Bobby. Kepada Bobby ia ceritakan semuanya. Bagi Bobby, ini bukan pertama kalinya ia dijadikan tempat “curhat” pada desperate traders. Bahkan sebelum Rudy menyelesaikan cerita pun, Bobby sudah memiliki jawaban yang sudah sangat sering ia ucapkan.

“Anda terlalu banyak penasaran,” kata Bobby. “Rasa penasaran memang perlu, namun Anda harus bisa mengendalikannya dan menyalurkannya dengan benar. Di luar sana, ada sangat banyak teori tentang trading. Trik-trik trading pun tak kalah melimpah. Tahukah Anda, bahwa Anda sebenarnya tak wajib mempelajari semuanya?”

“Tapi bukankah kita harus selalu menyempurnakan teknik trading kita?” tanya Rudy.

“Lalu apa definisi ‘teknik yang sempurna’ itu bagi Anda?” tanya Bobby.

“Yaitu teknik yang bisa menciptakan keuntungan ratusan bahkan ribuan kali lipat daripada modal kita. Itu kan prinsip ekonomi yang sangat dasar? Anda tentu tahu itu,” jawab Rudy ketus.

Bobby tersenyum dan berkata, “Tidakkah itu terdengar terlalu serakah? Dalam trading, yang perlu Anda lakukan adalah mengelola modal sebaik-baiknya agar mampu menghasilkan keuntungan yang optimal. Silakan pasang target, namun target haruslah realistis. Anda pun harus mengukur kekuatan sendiri. Bisakah Anda mengeruk sebuah gunung kapur hanya berbekal sebuah sekop, lalu mengantar hasil kerukan Anda ke kota dengan sebuah gerobak dorong?”

Rudy terdiam. Egonya ingin menjawab “bisa” untuk pertanyaan terakhir Bobby yang sesungguhnya retoris itu, namun ia sadar bahwa jawaban itu akan menjadi jawaban yang tidak realistis.

“Bung Rudy, cobalah untuk sedikit menurunkan standar ‘kesempurnaan’ Anda itu. Jangan memasang target hanya berdasarkan nominal rupiah semata namun coba lihat perkembangan modal Anda. Tak perlu muluk-muluk. 10 persen saja per bulan, misalnya. Bukankah itu artinya sama dengan 120% setahun?” lanjut Bobby.

Speed Is NOT The Key

“Lalu apakah saya harus puas dan pasrah dengan kemampuan saya yang payah ini?” tanya Rudy kesal.

“Tentu tidak. Anda tetap harus meningkatkan kemampuan Anda, namun tentu tidak instan. Tetaplah belajar, namun belajarlah dengan cara yang benar. Tak perlu terburu-buru. Pelajari satu per satu.”

Bobby melanjutkan perkataannya, “Trading forex itu ibarat bisnis, Bung. Untuk bisa sukses, yang pertama kali harus Anda miliki adalah dasar yang kuat, baru melangkah ke trik-trik yang lebih canggih. Semua harus dijalani tahap demi tahap dan butuh waktu, tidak instan. Kuncinya bukan di kecepatan, melainkan di konsistensi.Tujuan seorang trader semestinya bukan mencari keuntungan besar dalam waktu singkat, melainkan mempertahankan konsistensi dalam meraih keuntungan.”

Rudy kembali terdiam. Selama ini ia berpikir untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya melalui trading forex. Pemikiran itulah yang membuatnya “kalap” dalam mencoba berbagai macam strategi forex, namun ia tak pernah mencoba memperkuat pengetahuan dasar mengenai analisa. Ia bahkan tak pernah mengerti konsep trend yang benar, atau cara membaca support atau resistance. Tak heran ia selalu bingung dan menjalankan semua trik yang pernah ia baca secara acak. Terlalu banyak informasi yang ada di kepalanya, sehingga ia justru menjadi bingung mana yang harus ia pilih dan jalankan.

Tak Ada Yang Sempurna

“Tak akan pernah ada sistem trading yang sempurna,” kata Bobby, seolah bisa membaca pikiran Rudy. “Semakin keras Anda mencoba mencari sistem yang ‘loss-free’, Anda justru akan semakin stress. Semakin jauh pula jalan Anda menuju sukses dalam trading. Yang perlu Anda lakukan adalah memilih sistem trading yang paling Anda pahami dan paling sesuai dengan gaya trading Anda. Ingat, tak perlu mencoba ‘menggapai matahari’ dengan mengharapkan keuntungan ratusan persen. Tangan Anda akan ‘terbakar’ nanti. Perlahan saja, namun konsisten. Itu sudah cukup,” lanjut Bobby.

“Anda pun tak perlu merasa iri seandainya orang lain memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada Anda. Rezeki sudah diatur. Bersyukur sajalah. Mungkin saat ini giliran dia, namun jika Anda melakukan semuanya dengan benar, giliran Anda akan segera tiba,” kata Bobby lagi.

“Lalu di mana saya bisa belajar dengan benar?” tanya Rudy setengah putus asa.

FOREXimf.com menyediakan webinar bagi Anda yang sungguh-sungguh ingin belajar. Manfaatkanlah. Gali ilmu sebanyak mungkin dari mereka yang murah hati itu. Selamat belajar,” ujar Bobby menutup pembicaraan.

Entah mengapa Rudy merasa dadanya lega setelah obrolan bersama Bobby. Saat ini, ia menjadi salah satu peserta aktif dalam setiap webinar yang diadakan FOREXimf.com. Ia kini tak lagi galau.

*Terinspirasi kisah nyata, nama pelaku disamarkan demi alasan privasi

1 Comment

Rahasia Mengamankan Keuntungan Dalam Trading Forex

Rahasia Mengamankan Posisi Terbuka Dalam Trading Forex

Dalam trading forex, Anda harus mempersiapkan semua hal dengan baik. Trading plan adalah hal yang mutlak harus Anda miliki. Itu adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Saya selalu mengatakan bahwa Anda harus memiliki rencana yang matang. Apakah trading plan saja sudah cukup?

Sebentar, apakah Anda barusan menjawab “YA”? Enak saja…. :)

Jawabannya adalah: TIDAK. Trading plan saja tidak akan mengantarkan Anda ke mana-mana. “Plan your trade, trade your plan,” begitu pemeo yang terkenal di dunia trading. Jadi, secanggih dan sedetail apa pun trading plan Anda tidak akan berguna jika Anda tidak menjalankannya. Setuju?

Namun ternyata trading tidak semata berhenti pada mengeksekusi trading plan dengan baik. Anda pun harus secara aktif memantau posisi (transaksi) terbuka yang telah Anda buat. Ingatlah bahwa pasar sangat dinamis sehingga Anda pun harus bisa mengikuti dinamika pasar. Dengan demikian, Anda tidak boleh dengan kaku berkata, “Saya sudah jalankan trading plan saya. Tugas saya sudah selesai.” Bayangkan Anda mengatakan itu dengan suara robot. :)

Jadi, apa yang selanjutnya harus Anda lakukan ketika Anda sudah mengeksekusi trading plan Anda? Ini tips-tipsnya.

Dalam Trading Forex Harus Tetap Amati Pasar

Anda mungkin adalah trader yang sangat menggilai analisa teknikal forex . Anda mungkin juga memiliki teman yang sangat mengandalkan analisa fundamental. Di luar sana, mungkin ada juga trader yang berdiri di tengah-tengah: menggabungkan analisa teknikal dan fundamental sekaligus.

Yang mana pun Anda, tetap saja Anda tak bisa mengingkari fakta bahwa berita atau data ekonomi bisa mempengaruhi pergerakan harga. Pasar bisa berubah arah dengan sangat cepat dan signifikan dalam hitungan detik dalam rangka merespon berita yang mungkin baru saja dirilis. Anda tidak bisa mengatakan, “Saya analis teknikal, tak peduli berita”, atau “Data ekonomi AS sedang dalam performa puncak, tak mungkin USD melemah”. (Pakai suara robot lagi… bibip… bibop….)

Apa pun bisa terjadi. Itulah sebabnya Anda tetap harus tetap mengamati perkembangan pasar.

Trading Plan adalah salah satu kunci sukses di Trading Forex

Memang dalam analisa teknikal forex lebih penting mengamati reaksi pasar daripada repot-repot mencari tahu berita apa yang beredar. Namun bagaimana Anda bisa mengetahui reaksi pasar terkini jika Anda sama sekali tak melihat pergerakan harga?

Tetaplah “terhubung” dengan pasar. Jika Anda adalah orang yang sangat mobile, tak ada salahnya melengkapi diri Anda dengan smartphone yang terinstal Mobile Trader. Dengan demikian, Anda akan bisa segera mengambil keputusan begitu melihat ada “gelagat” yang bisa mengancam transaksi Anda.

Trading plan tak harus kaku

Ayolah, jangan kaku. Bahkan dalam aturan militer pun, seorang sersan boleh melawan perintah letnannya jika ia menilai perintah itu akan membahayakan keselamatan pasukannya dan ia punya opsi lain. Aturan militer pun ternyata bisa fleskibel juga.

Dalam trading forex, Anda pun harus berupaya selugas mungkin dalam membuat dan menerapkan trading plan Anda. Namun ini bukan berarti Anda bebas melabrak semua aturan yang telah Anda buat dalam rencana trading Anda itu. Tidak pula lantas meniadakan trading plan. Menjadi fleksibel itu tidak sama dengan menjadi ceroboh.

Ingin Sukses Trading Forex ? Gunakan Trading Plan Yang Baik

Anda harus bisa membuat beberapa penyesuaian jika pasar berubah dan tentu saja tetap berada dalam kerangka trading plan Anda. Contoh mudahnya, katakanlah Anda membuka posisi sell karena Anda melihat ada pola symmetrical triangle yang telah terkonfimasi di chart. Harga kemudian turun namun belum menyentuh target profit berdasarkan pola tersebut. Setelah beberapa waktu ternyata harga bergerak sideway, tak kunjung mencapai target Anda. Indikasi oversold pun mulai terlihat. Apa yang kemudian akan Anda lakukan? Menunggu target tercapai, atau menutup transaksi tersebut meskipun keuntungannya belum sesuai dengan target Anda?

Ingatlah bahwa semakin lama Anda membiarkan posisi Anda terbuka maka semakin besar peluang posisi Anda akan menghadapi resiko. Maka, dalam kasus di atas, sah-sah saja jika Anda memutuskan untuk menutup transaksi tersebut. Mengapa? Karena Anda memiliki pertimbangan yang obyektif, bukan semata karena takut keuntungan Anda berubah menjadi kerugian.

Sesuaikan transaksi dengan situasi pasar

Dalam trading forex, tentu Anda ingin selalu meminimalisir resiko. Salah satu cara yang Anda gunakan adalah menerapkan kebijakan “risk-to-reward ratio” yang baik, di mana resiko (stop loss) selalu lebih kecil daripada reward (target profit).

Begitupun, bukan berarti Anda tak boleh memodifikasi transaksi Anda. Meskipun resiko yang akan Anda hadapi sudah pasti akan lebih kecil daripada target keuntungan, Anda masih diizinkan untuk memperkecil volume transaksi yang telah Anda buat.

Seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan harapan Anda, namun Anda masih meyakini bahwa posisi Anda masih berpotensi mencapai target, Anda boleh mengurangi besaran transaksi Anda. Misalnya, dari 5 lot dikurangi menjadi 2 atau 3 lot.

Sukses Trading Forex, perhatikan risk-to-reward ratio

Sebaliknya, jika ternyata harga bergerak sesuai dengan analisa Anda, cobalah untuk mengaktifkan trailing stop, yaitu mengubah level stop loss menjadi “stop profit”.

Dalam Trading Forex, memang sebaiknya hal-hal di atas sudah Anda persiapkan dalam trading plan Anda. Namun seandainya belum, tidak ada salahnya untuk mengaplikasikannya segera pada posisi terbuka yang Anda miliki.

Mudah-mudahan tips-tips ini bisa membantu Anda mempertahankan keuntungan pada transaksi yang Anda buat, sehingga trading plan yang sudah Anda susun dengan susah payah tak berakhir dengan kerugian yang tak terduga. Cobalah untuk menerapkannya.

Selamat trading.

0 Comments

Rahasia Mengoptimalkan SAR Dengan ADX

Anda mungkin pernah mendengar indikator yang bernama Parabolic SAR. Benar?

Kali ini, saya akan mencoba mengulas trik trading menggunakan SAR dan dipadukan dengan indikator yang bernama ADX. Baiklah tanpa perlu berpanjang-panjang, kita mulai saja.

Apa itu SAR?

SAR merupakan singkatan dari “stop and reverse” dan merupakan trend following indicator yang didesain untuk mengenali “turning point” pada pergerakan harga.

Parabolic SAR bisa digunakan untuk:

-          Mengenali trend

-          Strategi entry dan exit

-          Trailing stop

Parabolic SAR terlihat sebagai deretan titik yang terlihat di atas atau di bawah harga. Ketika trend cenderung naik, titik-titik tersebut berada di bawah pergerakan harga. Sebaliknya ketika trend cenderung turun, titik-titik tersebut berada di atas pergerakan harga. Titik-titik tersebut mengikuti pergerakan harga hingga pada suatu saat trend mulai berubah.

Ketika suatu trend hampir berakhir, biasanya parabolic SAR bergerak stabil mendekati hrga hingga harga menyentuh titik SAR tersebut. Kemudian titik SAR mulai terbentuk di sisi lain pergerakan harga. Itulah indikasi awal bahwa harga kemungkinan akan berubah arah.

Berikut ini adalah gambar chart dengan parabolic SAR yang difungsikan untuk mengidentifikasi trend.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM

Label 1 adalah ketika SAR mulai terbentuk di bawah harga. Ini adalah indikasi awal bahwa harga kemungkinan akan berbalik arah.

Label 2 adalah ketika SAR mulai mengikuti pergerakan naik.

Contoh gambar di bawah ini adalah kebalikan dari contoh di atas. Ketika harga tadinya naik, kemudian berubah arah menjadi turun.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 2

Kita juga bisa memanfaatkan SAR sebagai trailing stop, yaitu dengan memindahkan level SL di atas titik SAR yang terakhir muncul (jika harga turun) atau di bawah titik SAR yang terakhir muncul (jika harga naik).

Mengombinasikan SAR dengan indikator lain

Parabolic SAR bisa dikombinasikan dengan banyak indikator. Meskipun demikian, ingatlah bahwa pada prinsipnya fungsi SAR adalah mengidentifikasi trend dan mengindentifikasi kemungkinan perubahan arah harga.

Mengingat bahwa SAR adalah indikator trend following, maka sebaiknya SAR dikombinasikan dengan indikator yang bisa memberikan informasi mengenai “KEKUATAN trend”. Sebaiknya tidak mengombinasikan SAR dengan indikator ARAH trend yang lain (misal: MA, Bollinger Band, dsb), karena hal itu hanya akan memberikan output yang sama, yaitu arah trend. Padahal dengan maksud mengombinasikan indikator adalah untuk mencari konfirmasi sinyal.

Salah satu indikator yang biasa dikombinasikan dengan SAR adalah Average Directional Index (ADX). Indikator ini bisa mengukut apakah suatu trend kuat atau lemah. Jika dalam pembacaan ADX terlihat bahwa trend-nya lemah maka harga cenderung akan bergerak sideway.

Lalu bagaimana mengombinasikan SAR dengan ADX?

Ini dia “rahasianya”. :)

Jika nilai ADX terlihat berada di antara 0-25, maka trend dianggap lemah dan biasanya harga akan bergerak sideway (ranging). Jika ADX terbaca di atas 25, maka trend dianggap cukup kuat.

Jika nilai ADX di atas 30, maka trend dianggap lebih kuat lagi dan inilah kondisi yang ideal untuk dikombinasikan dengan SAR.

Namun hati-hati. Jika pembacaan ADX mencapai 50 atau lebih, justru ada kemungkinan bahwa harga akan berhenti rally, bahkan ada kemungkinan akan berubah arah. Jadi hati-hati jika pembacaan ADX menjadi terlalu kuat.

Di gambar berikut ini, ADX terlihat di bawah 25. Artinya trend terbilang lemah dan ada resiko yang cukup besar jika kita memaksa untuk membuka posisi dengan ADX dan SAR. Perhatikan bahwa harga bergerak ranging dan dalam kondisi ini tidak disarankan untuk buka posisi berdasarkan SAR.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 3

Di gambar berikutnya akan saya berikan contoh di mana ADX berada di atas 25. Perhatikan bahwa pasar bergerak trending dan inilah kondisi yang baik untuk trading menggunakan SAR.

PARABOLIC SAR FXTREET LIVE SESSION FEAT FOREXIMF.COM 4

Jika Anda ingin mencoba menggunakan sistem ini, maka saya sarankan untuk memulainya dengan setting default untuk SAR maupun ADX. Saya juga menyarankan untuk mencobanya dalam jangka waktu yang agak panjang. Jika menggunakan backtest, disarankan untuk menggunakan data setidaknya 1 atau 2 tahun terakhir.

Selamat mencoba. :)

0 Comments

Trader Yang Hebat Itu Seperti Apa?

Trader mana sih yang tidak ingin menjadi trader yang hebat? Sepertinya tidak ada. Setiap trader tentu menginginkan mendapatkan hasil yang maksimal. Tidak ada satu pun yang menginginkan berakhir di dasar jurang kehancuran akibat modal yang tergerus habis dimakan gejolak pasar.

Namun tahukah Anda, seperti apakah sebenarnya trader yang hebat itu? Apakah ia yang selalu bisa memetik keuntungan dari setiap transaksi yang dijalankannya? Tidak pernah loss? Atau mereka yang bisa melipatgandakan keuntungan hingga (konon) ratusan persen per bulan? Trader yang mengenal puluhan atau ratusan teori trading?

Trader yang hebat itu seperti apa 1

Mungkin Anda akan terkejut bahwa sebenarnya trader hebat itu justru tidak perlu memenuhi kriteria-kriteria di atas. Tidak ada – saya tegaskan: tidak ada! – trader hebat yang tak pernah mengalami loss. Mungkin pernah ada trader yang bisa meraup keuntungan hingga seratus persen (atau lebih) dalam sebulan, namun hal itu tidak terjadi setiap bulan. Hal seperti itu – jika tak boleh dikatakan tidak mungkin – amat-sangat jarang terjadi dalam dunia trading.

Mungkin Anda pernah bertemu dengan seseorang yang begitu mempesona memaparkan teori-teorinya tentang trading. Anda pun mungkin pernah beranggapan, “Oh, ia sungguh seorang trader yang hebat.” Padahal, seorang trader yang hebat pun belum tentu adalah trader yang hafal puluhan atau ratusan teori trading.

Jadi, sebenarnya trader hebat itu yang seperti apa?

Punya Trading Plan dan Disiplin

Trader hebat adalah trader yang memiliki perencanaan yang matang akan setiap langkah yang akan ia ambil dan melaksanakan rencana itu dengan konsekuen. Ia tidak akan mengambil keputusan tanpa dilatarbelakangi trading plan. Trader hebat itu adalah trader yang menghayati makna “plan your trade, trade your plan.”

Trader yang hebat itu seperti apa 2

Terkait dengan trading plan, trader yang hebat adalah juga ia yang memiliki kedisiplinan menegakkan rule yang telah ia buat sendiri untuk sistem tradingnya, dan dengan jantan mampu memangkas setiap kerugian sesuai dengan rule yang telah ia buat sendiri. Adapun mereka yang selalu menunda-nunda melakukan cut loss (atau strategi manajemen resiko lain) hanya karena berharap pasar akan berbalik arah bukanlah trader hebat meskipun (misalnya) mereka terselamatkan oleh berbaliknya arah pasar. Mereka hanyalah trader keras kepala yang tak menyadari bahwa mereka hanyalah ibarat segumpal buih yang terombang-ambing di samudera, tak mampu berbuat apa-apa selain mengikuti arus.

Trader yang hebat itu seperti apa 3

“Panjang Umur”

Trader hebat adalah trader yang “panjang umur”. Akun tradingnya panjang umur karena equity senantiasa bertambah.

Tidak ada gunanya mampu mencetak keuntungan yang fantastis namun hanya bertahan satu-dua bulan saja, namun selanjutnya hanya diwarnai oleh kemuramdurjaan akibat kerugian yang luar biasa pula, apalagi jika hingga berujung pada habisnya modal Anda. Trader hebat adalah trader yang mampu meningkatkan equity-nya secara konsisten meskipun penambahan yang terjadi tidak mencapai angka yang fantastis. Kemampuan membukukan keuntungan meskipun “hanya” 10-20% per bulan – bahkan mungkin hanya 5% per bulan – asal konsisten dan bertahan lama, sudah cukup membuat seorang trader menyandang predikat hebat.

Trader yang hebat itu seperti apa 4

Teori Penting, Tetapi Yang Lebih Penting Prakteknya

Trader yang hebat tak perlu ngotot menghafal atau mempelajari ratusan teori trading. Trader yang hebat mampu menghasilkan profit yang konsisten dengan satu atau dua sistem trading yang mereka miliki dan benar-benar kuasai. Bisa jadi mereka tak mengerti tentang Elliot Wave Theory, tak paham apa itu intermarket analysis, atau tak pernah mendengar teori-teori trading yang semakin berkembang dan canggih, namun hasil keuntungan trading mereka begitu nyata. Itu karena mereka merasa cukup memahami satu atau dua trik sederhana, namun dengan tekun dan sabar mempraktekkannya hingga mereka benar-benar menguasainya. Pada gilirannya, keuntungan datang menghampiri mereka.

Trader yang hebat itu seperti apa 5

Memang tak ada salahnya berupaya mencetak keuntungan sebesar mungkin, namun pada intinya trader hebat itu dinilai dari bagaimana proses ia memperoleh keuntungan itu, bukan dari berapa besar keuntungan yang ia peroleh.

Semoga tercerahkan. Semoga kita bisa menjadi trader hebat.

16 Comments

Tips “Mengawinkan” Analisa Fundamental Dengan Teknikal

Mengawinkan Analisa Fundamental Dengan Teknikal 1Ada dua teknik analisa yang dikenal di kalangan trader, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental melakukan pendekatan melalui data-data ekonomi memiliki jadwal rilis secara berkala, sementara itu analisa teknikal memanfaatkan data pergerakan harga.

Memang, dalam analisa teknikal berlaku ungkapan “price action discounts everything”. Para technicians/teknikalis (orang-orang yang murni hanya melakukan analisa teknikal) mempercayai hal itu dan mampu melakukan analisa dengan baik tanpa menghiraukan data fundamental sama sekali. Namun ternyata tidak semua trader cukup percaya diri untuk menerima dan mengaplikasikan konsep itu secara utuh. Karena alasan tertentu, mereka tetap tidak mampu lepas dari memantau dan mencermati data-data ekonomi dan sangat berhati-hati menyikapinya. Mereka memilih untuk menkonfirmasi analisa fundamental dan teknikal dengan harapan bisa mendapatkan petunjuk yang lebih jelas ke mana arah pasar selanjutnya.

Tidak ada salahnya menjadi teknikalis sejati. Itu adalah kelebihan tersendiri. Namun, bagi Anda yang tak terlalu yakin, tak ada salahnya untuk memadukan analisa fundamental dengan analisa teknikal.

Nah, tanpa bermaksud untuk menafikan konsep “price action discounts everything”, kali ini kita akan membahas mengenai cara mengombinasikan analisa fundamental dan teknikal sebagai salah satu alternatif trik melakukan analisa.

1. Perhatikan dulu faktor teknikalnya

Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah tentu saja melihat trend harga terkini. Apakah harga bergerak dalam uptrend? Downtrend? Atau sideway?

Kita tahu bahwa posisi teraman dalam trading adalah posisi/transaksi yang searah dengan pasar. Maka jika kita melihat pasar sedang bergerak dalam keadaan – misalnya – uptrend, maka sebaiknya kita bersiap mengambil posisi buy. Demikian sebaliknya.

2. Amati faktor fundamental lalu cocokkan dengan faktor teknikal

Perhatikan data-data ekonomi penting atau yang biasa disebut dengan “big figures”. Data-data itu bisa Anda dapatkan di kalender ekonomi yang ada website kami ini.

Mengawinkan Analisa Fundamental Dengan Teknikal 2

Jika Anda melihat ada data ekonomi yang diperkirakan akan memperkuat mata uang tertentu, cocokkanlah dengan tinjauan teknikalnya: apakah mata uang tersebut pun berada dalam trend penguatan? Jika ya, maka Anda bisa bersiap untuk membeli mata uang tersebut ketika rilis data ekonomi tersebut memang positif sesuai perkiraan.

Contohnya: ada data “Retail Sales” dari Inggris yang akan dirilis. Diperkirakan data tersebut akan naik (positif bagi GBP). Secara teknikal, GBP/USD juga berada dalam uptrend. Maka ketika data Retail Sales tersebut dirilis sesuai dengan perkiraan (naik), Anda bisa segera mengambil posisi buy GBP/USD.

3. Kenali sinyal “bahaya” untuk segera keluar dari pasar

Tidak semua analisa berakhir dengan “happy ending”. Ada kalanya pasar justru tidak merespon data yang dirilis, atau bahkan responnya justru berkebalikan dengan teorinya (harusnya mata uang menguat namun justru melemah). Nah, pada keadaan seperti itu Anda harus jeli melihat tanda-tanda melalui analisa teknikal: kapan harus keluar?

Mengawinkan Analisa Fundamental Dengan Teknikal 3

Prinsipnya sebenarnya sederhana. Dalam analisa teknikal Anda akan bisa mengenali level-level support dan resistance. Jika Anda mengambil posisi buy, maka waspadalah jika support tembus. Sebaliknya, jika Anda mengambil posisi sell, hati-hati jika ternyata kemudian resistance tembus. Pada saat seperti itulah Anda sebaiknya berpikir untuk menutup posisi Anda demi menghindari resiko kerugian yang makin besar.

2 Comments

3 Cara Meningkatkan “Pede” Dalam Trading

3 Cara Meningkatkan Pede Dalam Trading 1Sudah bukan rahasia lagi bahwa faktor psikologi adalah hal yang sangat memegang peranan penting dalam trading. Lebih spesifik lagi, rasa percaya diri alias “pede” mutlak dimiliki oleh seorang trader.

Dalam trading, pada dasarnya rasa percaya diri bisa dilihat dari performa trading seseorang. Bicara performa bukan berarti fokusnya ada pada hasil trading semata, namun juga pada kemampuan seseorang dalam menjalankan proses yang benar dalam setiap transaksi yang dilakukannya. Contoh yang paling mudah adalah kemampuannya melawan rasa takut dan mengendalikan keserakahan.

Permasalahan yang sering ditemui adalah sulitnya mempertahankan rasa percaya diri ketika pasar berubah drastis yang menyebabkan loss.  Lalu bagaimana cara menyiasatinya?

Beruntung sekali Anda menemukan artikel ini. Di sini, kita akan membahas cara mempertahankan dan meningkatkan rasa percaya diri ketika melakukan aktivitas trading, apa pun situasi pasarnya.

1. Fokuslah pada proses, bukan pada hasil

Setiap trader tentu ingin menghasilkan uang sebanyak mungkin dari pergerakan pasar. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya bukan itu yang menjadi fokus Anda?

3 Cara Meningkatkan Pede Dalam Trading 2

Pada dasarnya pasar itu tidak bisa ditebak. Tidak ada jaminan bahwa Anda akan tahu persis apakah transaksi yang Anda lakukan akan menghasilkan keuntungan berlipat atau kerugian yang menyakitkan. Maka daripada Anda fokus pada peluang keuntungan atau resiko kerugian, sebaiknya curahkan konsentrasi Anda pada melaksanakan trading plan Anda dengan baik.

Dalam trading plan ada batasan resiko, ada pengaturan modal, juga ada sistem yang telah Anda yakini tingkat probabilitasnya dalam menghasilkan keuntungan. Itu sudah cukup lengkap, maka pikirkanlah bagaimana cara menjalankan semua  rencana itu dengan baik. Tak usah pikirkan bagaimana nanti hasilnya, karena proses yang baik dan benar tentu akan diikuti oleh hasil yang memuaskan juga.

Latihlah kedisiplinan Anda dalam menjalankan trading plan, misalnya dengan sabar menunggu konfirmasi sinyal jual atau beli sebelum membuka posisi trading. Kesabaran mungkin tidak akan memberikan hasil yang instan, namun percayalah pada akhirnya Anda akan menikmati buah kesabaran itu dengan senyum yang lebar.

2. Berlatih, teruslah berlatih!

Seorang karateka pemegang sabuk hitam tidak mendapatkan sabuk hitam tersebut tanpa latihan yang serius dan konsisten. Tidak mungkin seorang karateka langsung berada di level sabuk hitam hanya dalam waktu semalam. Ia tentu telah melalui bertahun-tahun latihan yang serius, melelahkan bahkan seringkali menyakitkan.

Demikian juga dengan trader. Kebanyakan orang hanya melihat dampak kesuksesan seorang trader saja, namun mereka malas menelisik proses apa yang telah dilalui trader tersebut. Padahal bisa dipastikan bahwa trader tersukses di dunia ini pun pernah merasakan pahitnya loss. Namun pengalaman bertahun-tahun, jatuh-bangun dan tak henti mengembangkan kemampuannya bisa mengantarkannya ke jenjang tertinggi kemampuan seorang trader; yaitu profit yang konsisten.

3 Cara Meningkatkan Pede Dalam Trading 3

Sebagai trader, Anda tak akan pernah tahu apa yang akan Anda hadapi bahkan dalam lima menit ke depan, namun latihan yang serius dan konsisten akan membantu kesiapan mental Anda dalam menghadapi kemungkinan yang terburuk sekalipun. Anda akan dengan percaya diri mengambil keputusan-keputusan yang penting bahkan di saat yang genting.

3. Selalu berpikir positif

Anda tentu pernah mendengar ungkapan ini: “Selalu ada sisi positif dari setiap hal”. Percayalah bahwa itu benar adanya, setidaknya dalam dunia trading.

3 Cara Meningkatkan Pede Dalam Trading 4

Arah pembicaraan ini sebenarnya adalah cara menyikapi loss yang tentu sering dialami oleh trader mana pun. Di  sini, kita sedang membicarakan cut loss yang telah menjadi bagian dari trading plan, yaitu manajemen resiko, bukannya loss yang terjadi berlarut-larut karena seseorang enggan memasang Stoploss.

Cut loss tentu adalah hal yang sangat negatif, namun apakah Anda pernah menyadari bahwa cut loss itu justru menyelamatkan “hidup” Anda dari kemungkinan kerugian yang semakin besar, bahkan seringkali tak terhingga? Nah, sekarang Anda bisa melihat sisi positif dari loss yang baru saja tercatat dalam sejarah transaksi Anda.

Hal yang bisa Anda latih adalah selalu fokus pada hal-hal yang harus Anda lakukan DENGAN BENAR dalam setiap transaksi, bahkan terutama pada saat Anda sedang mengalami kerugian. Anda bisa membuat semacam “checklist” sebelum melakukan transaksi. Misalnya: “Apakah akan ada rilis data penting? Apakah saya sudah mencermati chart dan melihat konfirmasi sinyal jual atau beli? Apakah saya sudah memperhitungkan batasan resiko sesuai dengan kekuatan modal saya?” Dan sebagainya.

3 Cara Meningkatkan Pede Dalam Trading 5

Jika semua daftar dalam checklist Anda sudah terjawab dengan jawaban “ya”, maka tak perlu ragu lagi untuk mengambil keputusan untuk segera membuka posisi, sebab tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Sinyal sudah terkonfirmasi, batasan resiko sudah jelas, potensi keuntungan pun telah terlihat. Jadi, tunggu apa lagi?

2 Comments

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal FOREXimf.com

Topik kali ini mungkin adalah juga pertanyaan yang sering berseliweran dalam pikiran Anda tiap kali membaca analisa teknikal di internet. Khususnya mungkin analisa teknikal yang setiap hari di-update oleh tim analis FOREXimf.com.

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal 1

Sebenarnya patut disayangkan jika Anda sampai mengalami kesulitan dalam memahami analisa teknikal yang kami sajikan, sebab sangat sering harga bergerak sejalan dengan analisa tersebut. Bahkan kami sudah membuat jalan bagi Anda yang ingin bertanya lewat fasilitas Live Chat, di mana Anda bisa “curhat” langsung kepada tim analis kami mengenai apa pun terkait analisa dan peluang pasar.

Kami menyadari bahwa “bahasa analisa teknikal” sebenarnya bukanlah “bahasa manusia” yang bisa dengan mudah dimengerti oleh setiap orang. Itulah sebabnya kami senantiasa berusaha untuk “memanusiakan” setiap analisa teknikal yang kami sajikan untuk Anda, agar bisa membantu Anda dalam mengenali peluang yang ada di pasar. Untuk itulah kali ini kami akan mencoba untuk membantu menerjemahkan “bahasa analisa teknikal” ke dalam bahasa yang lebih “manusiawi”. Harapannya, Anda akan bisa memanfaatkan setiap peluang yang bisa Anda kenali setelah membaca analisa teknikal kami.

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal 2

OK, kita mulai.

Bullish? Bearish? Maksudnya banteng dan beruang?

“Bullish” dan “bearish” adalah istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan situasi pergerakan harga. Memang istilah-istilah tersebut terinspirasi oleh banteng (bull) dan beruang (bear). Istilah bullish terinspirasi dari pergerakan banteng yang mengangkat tanduknya jika ingin menyerang musuhnya. Dalam menyerang, sang banteng akan menundukkan kepalanya terlebih dahulu, baru menanduk musuhnya. Serangannya selalu bergerak dari bawah ke atas, alias NAIK.

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal 3

Sebaliknya, seekor beruang mengandalkan cakarnya untuk menyerang musuhnya. Ia biasanya akan berdiri dahulu di atas dua kaki, baru kemudian mengayunkan cakarnya yang besar itu dari atas ke bawah, alias TURUN. Itulah cara beruang menyerang musuhnya. Maka lahirlah istilah bearish.

Untuk gampangnya, Anda tinggal menghafalkan ini saja: “BULL” berarti naik, sementara “BEAR” artinya turun.

Apa artinya “intraday”?

Intraday berarti “di dalam satu hari perdagangan”. Kebanyakan analisa teknikal yang di-update oleh tim analis FOREXimf.com adalah analisa teknikan untuk outlook intraday, artinya analisa tersebut memang dimaksudkan untuk perdagangan short-term. Meskipun demikian, stiap hari Senin kami juga meng-update analisa mingguan.

Apa itu “bias”? Apa itu “preferensi”?

“Bias” adalah istilah yang dipergunakan dalam analisa teknikal untuk menggambarkan “kecenderungan pergerakan harga” pada saat itu. Jadi, jika dalam analisa teknikal Anda membaca “bias intraday adalah bullish”, maka itu artinya sang analis berpendapat bahwa “pada hari itu harga cenderung akan bergerak bullish alias naik”.

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal 4

Lalu, apa itu “preferensi”? Sebenarnya maksudnya sama saja, yaitu “kecenderungan”. Jadi Anda tak perlu bingung lagi ya? J

OK, lalu bagaimana membaca analisanya sendiri?

Sebenarnya untuk membaca analisanya cukup mudah. Baca saja dengan perlahan dan teliti dari atas hingga selesai, lalu buat garis besarnya. Jika perlu catat satu per satu.

Oke, lebih untuk lebih jelasnya mari kita ambil contoh analisa AUD/USD tanggal 4 September 2014.  Dari analisa tersebut bisa kita ambil kalimat-kalimat utama dari setiap paragraf:

“Bias intraday untuk AUD/USD telah berubah menjadi bullish.”

Ini artinya preferensi hari itu adalah bullish. Berarti kita sebaiknya bersiap-siap mencari sinyal beli.

“Penguatan aussie diperkirakan akan berlanjut jika resistance tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 0.93870-0.94318.”

Berarti, skenario utamanya adalah bullish jika resistance 0.93631 tembus. Nah, jika Anda ingin menerapkan strategi breakout, bisa mencoba untuk mengambil posisi beli jika resistance 0.9361 telah benar-benar tembus (valid breakout). Targetnya di 0.93870 hingga 0.94318.

“Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran 0.93244-0.93004 untuk mencari konfirmasi sinyal beli potensi rebound hingga kisaran 0.93392-0.93631.”

Artinya, kalau terjadi koreksi ke area 0.93244-0.93004, kita bisa mencari sinyal beli. Targetnya di 0.93392 sampai 0.93631. Sinyalnya bisa kita cari dari stochastic atau CCI.

- “Berhati-hatilah jika support 0.93004 tembus sebab hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie hingga kisaran 0.92856-0.92617.”

Nah, ini antisipasinya. Penganalisa tidak menyarankan untuk tetap mempertahankan posisi beli jika harga tembus ke bawah support 0.93004. Dengan kata lain, Anda bisa menempatkan stop loss sedikit di bawah level support tersebut. Atau Anda bisa melakukan teknik manajemen resiko yang lain seandainya tak mau melakukan cut loss. Misalnya jika Anda ingin melakukan “switching”, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk open sell jika harga tembus ke bawah 0.93004. Targetnya di antara 0.92856 hingga 0.92617.

Hasil analisa tersebut bisa Anda lihat di analisa selanjutnya (5 September 2014). Ternyata harga bergerak sesuai dengan analisa, bahkan melampaui target yang diperkirakan.

Tentu saja, ada resiko yang menyertai setiap transaksi. Itulah sebabnya dalam setiap analisa kami selalu menyertakan “warning” seandainya support atau resistance yang bisa mengakibatkan perubahan bias tembus. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mempersiapkan antisipasi seandainya harga tidak bergerak sesuai keinginan Anda.

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal 5

Bagaimana, mudah kan? Jadi, manfaatkan segera analisa teknikal kami!

2 Comments

5 Langkah Mudah Melakukan Analisa Teknikal

“Analisa teknikal itu sulit!”

Pernahkah Anda mendengar kalimat seperti itu? Sering? Baiklah. Pada kesempatan ini biarlah saya tegaskan; diketik dengan huruf kapital nan tebal: ITU BOHONG!

Analisa teknikal tidak serumit seperti yang terlihat. Tidak percaya?

Begini saja. Coba lihat gambar berikut dan katakan ke mana arah pergerakan harga pada umumnya. Naik, atau turun?

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal TRENDLINE

Apakah jawaban Anda? Turun? Hei, Anda baru saja melakukan analisa teknikal dan jawaban Anda BENAR. Jadi, tidak sulit kan?

Yang baru saja Anda lakukan adalah aplikasi dasar analisa teknikal, yaitu menentukan arah atau TREND. Anda sudah melakukannya dengan baik. Artinya, Anda sudah memiliki dasar yang cukup kuat untuk bisa melakukan analisa teknikal yang lebih canggih. Apa yang Anda butuhkan? Salah satu yang paling penting adalah: KESABARAN. Ke dua: sumber belajar yang tepat. Dan selamat, Anda sudah menemukannya sejak pertama kali masuk ke website FOREXimf.com.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal LEARNING

Sekarang, Anda mungkin justru sudah tak sabar untuk mengetahui apa saja langkah dalam melakukan analisa teknikal. Sebelumnya, Anda harus mengetahui dulu tiga hal penting dalam analisa teknikal, yaitu konsep dasar analisa teknikal, konsep mengenai trend, serta konsep support dan resistance. Artikel sebelumnya membahas mengenai hal tersebut. Silakan Anda baca-baca dulu sebentar.

Kemudian, barulah Anda bisa melakukan lima langkah sederhana berikut untuk melakukan analisa teknikal dengan baik. Mari kita kupas satu per satu.

1. Buka chart dan kenali trend yang tengah berlangsung

Langkah pertama yang harus Anda lakukan tentu saja adalah membuka chart, kemudian lihat trend yang sedang berlangsung. Anda bisa memilih, trend yang mana yang ingin Anda ikuti dan manfaatkan. Kenalilah trend yang sedang berlangsung, mulai dari trend jangka panjang, baru kemudian mundur ke trend jangka menengah atau jangka pendek.

Meskipun Anda boleh memilih trend mana yang akan Anda manfaatkan, disarankan untuk mencari trend jangka panjang (major trend) dan mengikutinya. Ingat, “the trend is your friend”.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal TREND IS YOUR FRIEND

Jika Anda telah mengenali trend-nya, maka strategi yang terbaik bagi Anda adalah mengambil posisi (transaksi) yang searah dengan trend yang sedang berlangsung. Jika trend saat itu adalah naik (uptrend), maka sebaiknya Anda mencari peluang “buy”. Sebaliknya, jika trend-nya adalah turun (downtrend), maka carilah peluang “sell”.

2. Tentukan support dan resistance

Setelah Anda bisa mengenali trend yang sedang berlangsung, langkah selanjutnya adalah menentukan di mana level support dan resistance. Anda bisa mencari peluang “buy” di area support atau “sell” di area resistance. Tentu saja Anda tak boleh melupakan langkah pertama di atas, yaitu mengambil posisi yang searah dengan trend.

Dengan kata lain, jika Anda melihat trend saat itu adalah uptrend, maka carilah posisi “buy” di area support, demikian sebaliknya.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal BUY SELL

Level-level support dan resistance juga bisa Anda manfaatkan sebagai “peringatan” jika ternyata harga tidak bergerak seperti yang Anda harapkan. Jika misalnya support tembus padahal Anda sebelumnya sudah membuka posisi “buy”, maka tembusnya support tersebut seharusnya menjadi peringatan untuk melakukan cut-loss.

3. Manfaatkan Moving Average

Anda juga bisa memanfaatkan indikator moving average (MA) untuk mengenali trend yang berlangsung. Jika sulit untuk menggambar trendline, Anda bisa melihat pergerakan MA untuk membantu Anda mengidentifikasi trend. Sederhananya, jika Anda melihat MA bergerak turun dan harga bergerak di bawah MA, maka trend saat itu adalah downtrend. Sebaliknya, jika Anda melihat MA bergerak naik dan harga bergerak di atas MA, maka trend saat itu adalah uptrend.

Selain itu, MA juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Jika MA berada di atas pergerakan harga, ia berfungsi sebagai resistance. Jika MA berada di bawah pergerakan harga, fungsinya adalah sebagai support.

4. Filter dengan indikator osilator

Indikator osilator bisa memberikan gambaran apakah pasar sedang berada dalam keadaan jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Kondisi overbought artinya adalah keadaan ketika harga dianggap sudah cukup tinggi pada saat itu. Kondisi ini seringkali diikuti oleh penurunan harga. Sebaliknya, kondisi oversold berarti harga dianggap sudah cukup rendah pada saat itu, dan seringkali diikuti oleh naiknya harga.

Ketika indikator osilator sudah memperlihatkan indikasi overbought, maka yang perlu Anda lakukan adalah menunggu konfirmasi sinyal sell. Sebaliknya, jika osilator memperlihatkan indikasi oversold, tunggulah konfirmasi sinyal buy.

Namun perlu Anda catat bahwa tidak selalu kondisi overbought atau oversold diikuti oleh pembalikan arah pergerakan harga. Ada kalanya indikator terus berada di area overbought atau oversold untuk beberapa waktu namun harga terus bergerak melanjutkan arah sebelumnya. Untuk menyiasatinya, Anda harus menyesuaikan sinyal yang diberikan oleh indikator dengan trend yang sedang berlangsung. Dalam kondisi uptrend, carilah hanya sinyal buy saja, sebaliknya dalam kondisi downtrend carilah hanya sinyal sell saja. Cara ini relatif lebih aman.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal SIMPLEIndikator yang bisa Anda gunakan di antaranya adalah stochastic dan CCI. Oh ya, ada hal penting yang perlu Anda ingat: JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN INDIKATOR, sebab justru “kelatahan” itulah yang membuat analisa teknikal menjadi rumit. Gunakanlah satu atau dua indikator teknikal saja, maksimal tiga. Di blog ini, sudah ada artikel yang membahas teknik analisa sederhana dengan hanya menggunakan trendline, stochastic dan CCI. Silakan Anda baca di sini.

5. Tentukan stop loss dan target profit

Langkah terakhir, tentukanlah level stop loss dan target profit dari transaksi yang Anda lakukan. Dalam menentukan stop loss dan target profit, Anda tidak boleh lupa pada aturan risk-reward-ratio, di mana stop loss (resiko kerugian) tidak boleh lebih besar daripada target profit. Ini aturan yang tak boleh dilanggar.

Anda pun harus menentukan seberapa besar volume transaksi yang Anda lakukan. Sesuaikan dengan trading plan Anda, sehingga seandainya Anda mengalami kerugian maka resiko yang Anda terima tidak melebihi toleransi resiko Anda. Lebih lengkap mengenai hal ini, silakan baca mengenai manajemen modal di halaman edukasi kami.

Nah, setelah Anda mengikuti lima langkah mudah di atas, mudah-mudahan Anda tak lagi akan berpikir bahwa analisa teknikal itu sulit. Justru sebenarnya para trader sendirilah yang membuat analisa yang dilakukannya semakin rumit, karena tidak mengikuti lima langkah mudah seperti yang dipaparkan dalam artikel ini.

Jadi, selamat melakukan analisa teknikal dengan gembira. :)

29 Comments

Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading

Fail trader 1Dunia trading Indonesia sedang berada dalam “masa suram”!

Mengapa? Karena mayoritas “karir” trader Indonesia (terutama pemula) berhenti secara prematur sebelum mereka mampu menghasilkan apa pun. Padahal banyak sekali yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk meraih peluang yang ada di pasar, namun tak mampu memperoleh hasil yang berarti.

Ada banyak hal yang menyebabkan perjalanan trading para trader forex di Indonesia berhenti  dengan cepat ibarat bunga yang layu sebelum berkembang. Kali ini, kita akan mencoba untuk membahas setidaknya 6 penyebab kegagalan dalam trading berikut cara mengatasinya.

Penyebab #1: Belum menjadikan trading sebagai kebiasaan

Pernahkah Anda melihat pekerja di pabrik rokok kretek yang bisa melinting 350 batang rokok per jam dengan sangat rapi? Atau juru ketik yang bisa mengetik 80 kata per menit tanpa kesalahan, bahkan tanpa perlu melihat papan ketik?

Rahasianya adalah latihan yang kemudian menjadi kebiasaan. Itulah mengapa mereka terlihat sangat lihai melakukan hal-hal tersebut.

typist

Dalam trading pun demikian. Selama Anda masih belum terbiasa melakukan analisa dan mengambil keputusan, maka Anda akan tetap “gagap”. “Langkah” Anda akan tersendat-sendat dan Anda akan bosan karena menganggap trading forex bukanlah pilihan yang tepat. Padahal masalahnya bukan pada forex-nya, melainkan pada ketidakbiasaan Anda.

Solusinya: jadikan aktivitas trading sebagai kebiasaan. Luangkan waktu setiap hari untuk memantau, menganalisa dan melakukan transaksi. Nah, dalam proses “pembiasaan” ini, Anda bisa menggunakan demo account terlebih dahulu.

Penyebab #2: Masalah  kepercayaan diri

Ada dua masalah tentang kepercayaan diri:

-          Kurang percaya diri

-          Terlalu percaya diri (Oh, ya! Ini juga masalah!)

Kurang percaya diri diakibatkan kurangnya pengetahuan. Terlalu banyak hal-hal negatif yang memenuhi pikiran. Takut salah perkiraan, takut rugi, dan sebagainya. Ketakutan-ketakutan itu mencegah Anda untuk melakukan transaksi dan akhirnya justru banyak kesempatan emas terlewatkan.

confident 1

Solusinya: perbanyaklah belajar. Lengkapi  pengetahuan dengan teknik trading serta manajemen modal dan manajemen resiko, sehingga beberapa kali loss tidak akan mempengaruhi hasil trading Anda, karena secara keseluruhan Anda masih tetap bisa menikmati profit yang manis.

Sebaliknya, percaya diri yang terlalu tinggi pun bisa menjadi masalah. Terlalu percaya diri akan menyebabkan Anda tidak disiplin pada trading plan. Alih-alih mendapat keuntungan, justru kerugian yang besar akan senantiasa menghantui Anda hingga suat saat akan “membunuh” akun Anda.

Solusinya:Ingat bahwa Anda tidak mungkin bisa mengendalikan pasar. Pasarlah yang selalu benar. Maka patuhi sistem trading, manajemen modal dan manajemen resiko Anda. Ketika semua parameter itu mengatakan Anda harus keluar dari pasar, maka keluarlah. Dengan kata lain, patuhi trading plan Anda!

Penyebab #3: Terlalu banyak mempelajari teori trading

Banyak sekali trader pemula “kalap” dalam melahap berbagai macam teori, trik dan strategi sehingga mereka lupa bahwa semua itu tak akan membuahkan apa-apa tanpa praktek di pasar yang sesungguhnya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka tidak membutuhkan teori yang terlalu rumit atau canggih untuk bisa menangkap peluang yang ada di pasar. Akhirnya mereka menjadi bingung, teori mana yang harus mereka pakai.

overlearning

Solusinya: Pelajari satu atau paling banyak dua sistem trading saja. Kuncinya adalah: pilih sistem trading yang paling sesuai dengan karakter/style trading Anda. Kenyataannya, para trader profesional hanya menggunakan satu atau dua strategi sederhana dengan konsisten.

Belajar memang perlu, namun terlalu banyak mempelajari teori trading hanya akan membuat Anda bingung.  Semua yang serba “terlalu” memang tak baik. :)

Penyebab #4: Terlalu mudah menyerah

Seringkali para trader pemula menyerah kalah setelah didera beberapa kali kerugian. “Ini bukan dunia saya,” kata mereka. Padahal beberapa kali kerugian adalah hal yang wajar dalam bisnis.

Yang membuat mereka “angkat tangan” biasanya adalah besarnya kerugian yang diderita. Ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen modal dan manajemen resiko.

give up

Solusinya: sadari bahwa kerugian hanyalah resiko yang memang merupakan bagian dari bisnis mana pun, termasuk trading. Agar bisa meminimalkan resiko, pelajari dan terapkan manajemen resiko yang baik dan benar, sehingga Anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk memanfaatkan pergerakan pasar.

Penyebab #5: Tidak memiliki plan

If you failed to plan, you planned to fail.” Apa pun yang dilakukan tanpa perencanaan – terutama bisnis – hampir pasti tidak akan berjalan dengan baik, bahkan berakhir dengan kegagalan.

plan

Trader yang melakukan transaksi hanya secara sporadis, tanpa perencanaan yang matang, tak pernah bisa bertahan lama di kancah per-trading-an. Mungkin pada beberapa kasus ada pemula yang bisa memperoleh keuntungan di awal-awal perjalanan trading mereka, namun tidak pernah ada yang bisa mempertahankan prestasi itu. Justru mereka biasanya “selesai” hanya dalam hitungan minggu.

Solusinya: milikilah trading plan, yang di dalamnya ada aturan-aturan yang harus Anda ikuti termasuk batasan resiko, sistem yang harus diikuti, hingga aturan menggunakan modal. Jangan lupa: disiplanlah menjalankan trading plan tersebut. Dalam trading, ada pemeo yang berbunyi, “Plan your trade, trade your plan.”

Penyebab #6: Tidak fokus

Kebanyakan trader pemula – terutama part-timer – tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa dan transaksi karena kesibukan mereka. Akhirnya mereka hanya melakukan transaksi di waktu-waktu senggang saja. Sayangnya kebanyakan waktu senggang yang mereka miliki justru adalah waktu-waktu yang “sepi”, ketika tidak banyak pergerakan yang signifikan di pasar.

focus

Kalaupun ternyata waktu senggang tersebut bertepatan dengan “jam sibuk” pasar (ketika banyak peluang yang tercipta), namun tidak diimbangi dengan konsentrasi yang cukup baik. Terkadang perhatian mereka teralihkan oleh tayangan di televisi, topik obrolan yang menarik, atau mungkin rengekan sang anak yang mengajak bermain. Akibatnya, banyak sekali peluang yang terlewatkan. Trading pun menjadi tidak maksimal, tidak bisa memberikan hasil yang diharapkan, dan pada gilirannya hanya akan membuat Anda meninggalkan peluang yang sangat luar biasa.

Solusinya: sediakan waktu khusus untuk trading. Pasar biasanya akan ramai pada pukul 14.00-21.00 WIB. Pilihlah waktu di antara jam-jam tersebut. Tidak perlu terlalu lama, cukup satu atau dua jam saja sehari, seandainya aktivitas Anda sudah cukup padat. Jika waktu Anda bisa lebih panjang, tetaplah selingi dengan istirahat sekitar setengah hingga satu jam tiap dua jam sekali. Ini penting untuk menjaga kebugaran Anda.

Seandainya memungkinkan, sediakan juga tempat khusus untuk melakukan aktivitas trading, di mana gangguan bisa Anda minimalkan. Jika tidak memungkinkan, buat kesepakatan dengan teman atau anggota keluarga yang lain bahwa Anda tidak ingin diganggu pada jam-jam trading Anda tersebut.

Mudah-mudahan pemaparan ini bisa mencegah Anda menjadi trader yang “layu sebelum berkembang”, dan dunia trading Indonesia akan segera keluar dari “masa suram” ini.

Apakah Artikel ini bermanfaat? Yuk Sampaikan komentar Anda

 

 

 

26 Comments