Ternyata, Tiga Hal Ini Membuat Trader Forex Gagal

Anda perlu mengetahui bahwa seperti halnya sekian banyak bisnis lain yang menjanjikan potensi keuntungan yang besar, forex trading juga membutuhkan pengetahuan, waktu, kesabaran dan kesungguhan dalam berlatih memahami serta menjalankannya. Inilah mungkin sebabnya mengapa tidak terlalu banyak pemula yang benar-benar bisa menguasai bisnis ini pada percobaan pertama.

Setelah belasan tahun mengamati dunia forex, ternyata ada setidaknya tiga alasan mengapa sedikit sekali orang yang mampu bertahan di forex trading. Nah, jika Anda pemula, ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai agar tidak terjerumus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama.

1. Menyepelekan resiko

Ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa forex trading – sebagaimana bisnis lain – menyimpan potensi resiko yang tidak boleh diremehkan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan trader pemula adalah mereka terlalu malas untuk mempelajari cara mengelola resiko dan menghindari kerugian yang terlalu besar.

Para pemula pada umumnya hanya membayangkan peluang keuntungan yang super-besar tanpa cukup peduli untuk mempelajari cara menyiasati resiko. Akibatnya, kurangnya pengetahuan mereka dalam manajemen resiko menyebabkan kerugian-kerugian yang diderita terakumulasi menjadi jauh lebih besar daripada keuntungan yang mereka peroleh. Bahkan banyak di antara mereka yang melakukan transaksi dalam volume yang terlalu besar dengan harapan bisa langsung memperoleh keuntungan yang besar pula, tanpa berpikir (atau setidaknya menyepelekan) bahwa bisa saja pasar bergerak berlawanan dengan keinginan mereka.

Memang benar bahwa jika pasar bergerak sesuai harapan maka keuntungan yang akan diperoleh pun  berlipat ganda; namun apa jadinya ketika pasar benar-benar melawan keinginan mereka? Anda tentu tahu jawabannya: mereka akan rugi besar. Inilah sebabnya manajemen resiko dan manajemen modal sangat penting!

2. Rugi

Sebenarnya ini berkaitan dengan poin satu di atas. Ketika para pemula mengalami kerugian, maka kebanyakan dari mereka akan kecewa dan memutuskan untuk berhenti trading.

Untuk bisa menjadi trader sukses, Anda harus betul-betul memahami bahwa kerugian adalah bagian tak terpisahkan dari trading, seperti halnya keuntungan. Tidak ada holy grail dalam forex trading, jadi Anda harus senantiasa berhadapan dengan potensi kerugian, bahkan sekali dua kali mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu.

Masalahnya adalah tidak semua orang berani mengambil resiko. Sebagian besar pemula justru tidak cukup gagah untuk mengakui bahwa mereka sudah mengalami kerugian, sementara sebagian lagi malah tidak suka melihat ada catatan loss dalam sejarah transaksi mereka. Yang ada di pikiran mereka dan yang ingin mereka lihat hanyalah: untung, untung dan untung.

Padahal semua trader sukses sepakat bahwa ada kalanya mereka harus berani membuang transaksi yang memang menyebabkan kerugian. Jika misalnya mereka membuka transaksi “buy” namun ternyata harga bergerak turun, mereka tidak akan ragu melakukan cut loss demi menyelamatkan modal mereka dari resiko kerugian yang lebih besar lagi.

Seorang trader kelas dunia bernama Ed Seykota pernah berkata, “The elements of good trading are: 1. cutting losses, 2. cutting losses, and 3. cutting losses. If you can follow these three rules, you may have a chance.”

3. Harapan tak terpenuhi

Untuk hal yang satu ini mungkin Anda bisa menyalahkan “para pembual” yang berhasil membujuk Anda masuk ke dunia trading dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa hingga membuat air liur Anda menetes. Namun ketika kenyataan tak semanis harapan, kebanyakan pemula memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan trading mereka.

Ngomong-ngomong, siapa saja “para pembual” yang dimaksud?

Di antaranya mungkin adalah para tenaga penjual dari pialang tertentu yang hanya memikirkan omset dan target penjualan mereka. Cukup sering mereka menabur janji-janji manis agar calon nasabah tertarik dan mau membuka akun trading pada mereka. Sama sekali mereka tidak menyebutkan faktor resiko.

Tentu saja tidak semua tenaga penjual senista itu. Ada juga tenaga penjual yang baik dan benar, yaitu mereka yang dengan jujur menyampaikan bahwa ada resiko yang perlu dikelola dengan baik dan tentu saja hal itu membutuhkan pengetahuan yang cukup. Bahkan pialang tempat mereka bernaung memang khusus menyediakan sarana dan prasarana untuk Anda yang ingin belajar trading dengan serius sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia trading sesungguhnya. Nah, jika Anda menemukan tenaga penjual seperti ini, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung bersama mereka, karena mereka peduli pada kelangsungan investasi Anda.

Apakah ada pialang yang peduli pada kelangsungan nasib trading Anda?

Ada. Ciri-cirinya adalah:

  • mereka menyediakan materi pembelajaran yang komprehensif didukung oleh tenaga pengajar yang senantiasa siap membantu Anda
  • ada dukungan analisa untuk nasabah, termasuk layanan konsultasi di mana Anda bisa berkomunikasi langsung dengan tim analis
  • ada program edukasi dan analisa yang berkesinambungan
  • Anda dibantu untuk menemukan strategi yang sesuai dengan karakter dan kekuatan modal Anda
  • Anda bisa bebas bertanya apa saja seputar masalah trading

Beruntung, Anda bisa menemukan semua hal itu di FOREXimf.com.

Nah, sekarang mudah-mudahan Anda sudah bisa mengetahui apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang trader yang sukses dalam forex trading.

Salam.

0 Comments

Penasaran Cara Mudah Membuat Robot Trading? Pakai Tradeworks!

Bagi kebanyakan trader forex, istilah “robot” mungkin sudah bukan istilah yang asing lagi. Robot, yang nama “resmi”-nya adalah Expert Advisor, adalah sebuah program komputer yang memungkinkan terjadinya transaksi secara otomatis sesuai dengan logika (algoritma) yang dimasukkan. Dengan robot, seorang trader tak perlu terus menerus memantau pergerakan pasar untuk mencari peluang.

Untuk membuat sebuah robot trading, seseorang harus memahami alur logika strategi trading yang akan diotomatisasi tersebut. Ingatlah bahwa tingkat keberhasilan sebuah robot trading sangat tergantung pada strategi yang dimasukkan ke dalamnya.

Kemudian Anda harus “menerjemahkan” alur strategi tersebut ke dalam bahasa pemrograman. Pada umumnya, robot untuk forex menggunakan bahasa MQL yang terintegrasi dengan platform trading MetaTrader. Menurut para programmer, bahasa MQL mirip dengan bahasa C dalam pemrograman.

Masalahnya tidak semua trader mengerti bahasa pemrograman. Bisa dikatakan sangat sedikit trader forex yang kebetulan memahami pemrograman komputer. Walhasil hanya sedikit pula yang bisa membuat robot trading khusus untuk forex. Akhirnya para trader yang ingin memiliki robot trading biasanya akan mempergunakan jasa programmer untuk membuatkan robot untuk mereka dan biasanya tarif jasanya tidak murah.

Bagaimana Cara Memperoleh Robot Trading?

Jika Anda menguasai bahasa pemrograman, Anda bisa membuat robot trading sendiri. Yang Anda perlukan hanyalah sebuah strategi trading yang telah teruji akurasi dan profitabilitasnya.

Jika Anda tidak memahami pemrograman, Anda bisa mencari robot trading di internet ataupun di Market yang ada di MetaTrader. Ada yang gratis, ada pula yang harus dibeli. Kalau Anda mencari di internet, biasanya robot-robot tersebut dijual dengan harga tinggi juga.

Agar robot tetap aktif, Anda pun harus memastikan bahwa MetaTrader Anda tetap dalam kondisi online. Kalau MetaTrader Anda mati, robot tersebut juga akan ikut nonaktif sehingga tidak bisa mengeksekusi transaksi jika ada peluang yang muncul berdasarkan strategi yang di-input.

Padahal salah satu alasan orang mempergunakan robot – selain untuk mereduksi faktor psikologis – adalah untuk mencari peluang sebanyak mungkin bahkan saat Anda tidur sekalipun. Untuk itulah kebanyakan orang yang mempergunakan robot trading menyewa VPS (Virtual Private Server) untuk menjalankan MetaTrader plus robot mereka. Penyedia VPS “menjamin” bahwa MetaTrader Anda akan selalu online agar robot trading tersebut juga selalu aktif.

Bagi sebagian orang, hal ini dianggap kurang ekonomis, apalagi kalau ternyata ia juga harus membayar untuk memperoleh robot tradingnya. Sudah harus bayar untuk robotnya, harus bayar pula untuk sewa VPS per bulan.

EA Builder

Dewasa ini sudah bermunculan beberapa situs internet yang memungkinkan Anda untuk mengotomatisasi strategi trading Anda dengan cara yang lebih mudah tanpa perlu melakukan coding (menulis program komputer), yang biasa disebut “EA builder”. Dengan EA builder ini Anda bisa memasukkan perintah-perintah sederhana sesuai dengan alur logika strategi trading Anda.

Kebanyakan EA builder bisa dipergunakan dengan gratis dan memang cara ini lebih mudah daripada pemrograman biasa. Hanya saja Anda masih harus memasukkan banyak perintah dan hasil akhir dari EA builder ini masih tetap berupa script program yang masih harus Anda unduh dan compile. Setelah itu Anda masih harus meng-install robot tersebut di MetaTrader Anda.

Tradeworks

Lalu hadirlah Tradeworks yang bermarkas di Copenhagen, Denmark. Tradeworks bukanlah robot, melainkan penyedia “alat” untuk mengotomatiskan strategi trading Anda. Mirip dengan EA builder, namun lebih mudah dan lebih lengkap. Fitur-fitur yang disediakan jauh lebih lengkap dan lebih user-friendly dibandingkan dengan EA builder biasa, sehingga lebih memudahkan pengguna – bahkan yang sangat awam akan pemrograman – untuk mengotomatisasikan strategi trading yang mereka miliki.

Dari beberapa pelatihan yang dilakukan oleh tim Market Analyst & Education FOREXimf.com, ternyata mayoritas peserta pelatihan mampu melakukan otomatisasi strategi trading dengan waktu yang singkat, tentunya jika dibandingkan dengan melakukan pemrograman manual dengan bahasa MQL.

Dalam waktu kurang dari setengah jam (termasuk penjelasan penggunaan Tradeworks itu sendiri), peserta pelatihan mampu mengotomatiskan strategi trading yang mempergunakan cross MA sebagai dasarnya. Bahkan untuk mengotomatiskan strategi MA itu sendiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit, lengkap dengan pengaturan money management dan risk management.

Padahal, hanya satu dari 20 peserta pelatihan yang memiliki pengetahuan tentang pemrograman. Hal ini memperlihatkan bahwa Tradeworks memang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan metode pemrograman manual maupun EA builder biasa.

Tidak hanya itu, strategi yang telah diotomatisasi melalui Tradeworks bisa langsung dihubungkan dengan akun trading MT4 pengguna. Anda tidak perlu lagi mengunduh strategi yang sudah diotomatisasi, karena akan langsung terhubung dengan akun trading Anda. Anda juga tidak perlu lagi menyewa VPS.

Dukungan Pelatihan

Tim Market Analyst & Education FOREXimf.com menyediakan paket dan program pelatihan bagi Anda yang ingin mengetahui dan mempergunakan Tradeworks. Mulai dari webinar, kelas offline, workshop special hingga private coaching.

Masih banyak keunikan Tradeworks yang belum diungkap di sini. Jika Anda tertarik untuk mengetahui Tradeworks lebih jauh, Anda bisa mendaftar melalui link ini.

0 Comments

Bagaimana Menyusun Trading Plan Yang Baik?

Forex trading merupakan salah satu sektor di mana pasar bisa berubah dengan signifikan dalam waktu yang singkat. Pasar sangat dinamis, bahkan pada beberapa kesempatan bisa dikatakan “liar”. Jika Anda tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pasar yang super-dinamis itu, Anda akan kewalahan.

Untuk mengantisipasinya Anda memerlukan trading plan yang baik. Anda harus merancang sedemikian rupa sehingga dengan berbekal trading plan tersebut Anda akan tetap bisa tenang bahkan ketika menghadapi perubahan situasi yang ekstrim.

Perhatikan Detil

Trading plan yang Anda miliki sebaiknya dibuat serinci mungkin.

Jika selama ini trading plan Anda hanya berisi (misalnya) seperti ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : $500

maka ada baiknya Anda lengkapi sedikit lagi menjadi seperti ini:

Modal : $10,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($5,000)
Resiko per transaksi : 5% dari modal awal
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Dengan demikian setiap tindakan yang akan Anda ambil memiliki dasar yang jelas. Anda tahu berapa besar resiko yang akan Anda hadapi, berapa besar potensi keuntungan, berapa besar lot yang harus dibuka, hingga apa dasar pengambilan keputusan (buy, sell, atau close posisi).

Semakin detail trading plan Anda, semakin mudah Anda mengambil keputusan dalam forex trading.

Nah, contoh kasusnya misalnya Anda melakukan analisa seperti ini:

“Harga bergerak dalam uptrend. Bias intraday bullish. Koreksi telah terjadi ke area Fibonacci Retracement kisaran 38.2-61.8. Sinyal bullish terlihat dari stochastic dan CCI 1 jam. Area SL 450 pips dari harga sekarang.”

Dengan trading plan yang lebih rinci seperti contoh di atas, Anda tidak perlu berpikir panjang untuk memutuskan membuka posisi BUY sebesar 1.1 LOT dan memasang SL dan TP sesuai dengan trading plan tersebut.

(Angka 1.1 lot diperoleh dengan perhitungan tertentu, silakan baca artikel mengenai position sizing)

Perhatikan Fleksibilitas

Meskipun kita telah menyusun trading plan dengan rinci, bukan berarti trading plan tersebut harus kita jalankan dengan kaku. Disiplin memang perlu, namun di sisi lain fleksibilitas juga perlu.

Menjadi fleksibel tidak sama dengan menjadi tidak disiplin. Di sisi lain, disiplin juga tidak berarti kaku. Dalam hal menjalankan trading plan, ada beberapa hal yang bisa Anda beri kelonggaran.

Misalnya adalah ketika harga belum menyentuh level SL atau TP namun secara teknikal Anda melihat bahwa sudah saatnya menutup posisi Anda. Pada situasi seperti itu, sah-sah saja jika Anda menutup posisi Anda meskipun resiko belum tersentuh atau keuntungan belum mencapai target.

Namun tentu saja keputusan tersebut harus didasari oleh analisa teknikal yang obyektif, bukan hanya karena ketakutan semata (faktor psikologi); misalnya takut keuntungan yang telah diperoleh berubah menjadi kerugian.

Bentuk fleksibilitas lain adalah “memperbesar” toleransi resiko per transaksi. Jika awalnya Anda menetapkan resiko 5% dari modal untuk setiap transaksi (seperti dalam contoh trading plan di atas), maka untuk selanjutnya Anda bisa menetapkan resiko 5% per transaksi dari equity terakhir.

Misalnya dari modal $10,000 ternyata bisa berkembang menjadi $15,000. Nah, jika sebelumnya Anda menetapkan toleransi resiko per transaksi adalah sebesar $500 (5% dari $10,000), maka setelah equity menjadi $15,000 toleransi resiko per transaksi berubah menjadi $750.

Semua hal itu adalah bentuk-bentuk fleksibilitas yang tidak melanggar kedisiplinan Anda menjalankan trading plan.

Backup Plan

Ingatlah bahwa kita hanya bisa membuat rencana namun tidak bisa mengatur ke arah mana pasar akan bergerak. Resiko mungkin bisa terjadi dan kerugian mungkin menghampiri Anda setiap saat.

Untungnya, trading plan telah memberikan panduan mengenai apa yang harus dilakukan bilamana resiko terjadi.

Sebagaimana contoh trading plan di atas, resiko maksimum telah dibatasi sebesar 50% dari modal awal. Pertanyaannya kemudian adalah: bagaimana seandainya Anda benar-benar merugi hingga 50% dari modal awal?

Jika Anda memang tidak mau lagi melakukan trading ketika sudah merugi sebesar 50% dari modal awal, maka pembahasan akan selesai sampai di sini.

Namun ketika Anda memutuskan untuk membuka akun dengan modal sejumlah dana awal yang Anda setorkan, sejatinya Anda sudah siap menghadapi resiko sebesar itu. Artinya, ketika Anda membuka akun trading dengan modal – misalnya – sebesar $10,000, semestinya Anda sudah mempersiapkan uang itu untuk berinvestasi dengan segala resiko yang menyertainya.

Kita tidak menyiapkan 50% dari modal itu tanpa alasan. Sisa modal itulah – kalau resiko memang terjadi – yang sejak awal memang dipersiapkan sebagai backup plan. Artinya, Anda tidak mengirim semua “pasukan” Anda ke medan pertempuran. Ada separuh yang memang dipersiapkan di “markas” untuk dikirim lagi seandainya “pasukan pertama” gagal meraih kemenangan.

Jika Anda ingin melanjutkan perjuangan dengan modal yang tersisa, maka Anda harus menyiapkan kembali trading plan yang sesuai. Dalam contoh di atas, modal yang tersisa menjadi tinggal $5,000. Dengan demikian, Anda bisa kembali menyusun “strategi pertempuran” misalnya seperti contoh berikut:

Modal : $5,000
Resiko Maksimum : 50% dari modal ($2,500)
Resiko per transaksi : 5% dari modal awal
Risk-to-reward ratio (RRR) : 1:1
Strategi : Swing trading
Sistem trading : Fibonacci Retracement + Stochastic + CCI, time-frame H1
Entry : Tunggu koreksi ke area 38.2-61.8, cari sinyal di stochastic + CCI
Exit : Stop Loss (SL) di area 61.8-76.4 Fibonacci Retracement (cut loss)Take Profit (TP) di area 23.6-0.0 Fibonacci Retracement(sesuaikan dengan resiko per transaksi 5% dan RRR)

Anda bisa melihat bahwa dari $5,000 yang tersisa pun tidak semuanya “dikirim ke medan pertempuran”. Kita masih menyiapkan separuh dari mereka sebagai “pasukan cadangan”. Begitu seterusnya.

Mungkin trading plan seperti ini relatif baru bagi Anda. Mungkin juga tidak. Bagi Anda yang ingin mencoba trading plan seperti ini, silakan coba di demo account terlebih dahulu. Begitu Anda bisa mengendalikan modal Anda dengan baik, barulah Anda bisa segera membuka real account.

Selamat mencoba.

0 Comments

5 Langkah Mudah Melakukan Analisa Teknikal

“Analisa teknikal itu sulit!”

Pernahkah Anda mendengar kalimat seperti itu? Sering? Baiklah. Pada kesempatan ini biarlah saya tegaskan; diketik dengan huruf kapital nan tebal: ITU BOHONG!

Analisa teknikal tidak serumit seperti yang terlihat. Tidak percaya?

Begini saja. Coba lihat gambar berikut dan katakan ke mana arah pergerakan harga pada umumnya. Naik, atau turun?

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal TRENDLINE

Apakah jawaban Anda? Turun? Hei, Anda baru saja melakukan analisa teknikal dan jawaban Anda BENAR. Jadi, tidak sulit kan?

Yang baru saja Anda lakukan adalah aplikasi dasar analisa teknikal, yaitu menentukan arah atau TREND. Anda sudah melakukannya dengan baik. Artinya, Anda sudah memiliki dasar yang cukup kuat untuk bisa melakukan analisa teknikal yang lebih canggih. Apa yang Anda butuhkan? Salah satu yang paling penting adalah: KESABARAN. Ke dua: sumber belajar yang tepat. Dan selamat, Anda sudah menemukannya sejak pertama kali masuk ke website FOREXimf.com.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal LEARNING

Sekarang, Anda mungkin justru sudah tak sabar untuk mengetahui apa saja langkah dalam melakukan analisa teknikal. Sebelumnya, Anda harus mengetahui dulu tiga hal penting dalam analisa teknikal, yaitu konsep dasar analisa teknikal, konsep mengenai trend, serta konsep support dan resistance. Artikel sebelumnya membahas mengenai hal tersebut. Silakan Anda baca-baca dulu sebentar.

Kemudian, barulah Anda bisa melakukan lima langkah sederhana berikut untuk melakukan analisa teknikal dengan baik. Mari kita kupas satu per satu.

1. Buka chart dan kenali trend yang tengah berlangsung

Langkah pertama yang harus Anda lakukan tentu saja adalah membuka chart, kemudian lihat trend yang sedang berlangsung. Anda bisa memilih, trend yang mana yang ingin Anda ikuti dan manfaatkan. Kenalilah trend yang sedang berlangsung, mulai dari trend jangka panjang, baru kemudian mundur ke trend jangka menengah atau jangka pendek.

Meskipun Anda boleh memilih trend mana yang akan Anda manfaatkan, disarankan untuk mencari trend jangka panjang (major trend) dan mengikutinya. Ingat, “the trend is your friend”.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal TREND IS YOUR FRIEND

Jika Anda telah mengenali trend-nya, maka strategi yang terbaik bagi Anda adalah mengambil posisi (transaksi) yang searah dengan trend yang sedang berlangsung. Jika trend saat itu adalah naik (uptrend), maka sebaiknya Anda mencari peluang “buy”. Sebaliknya, jika trend-nya adalah turun (downtrend), maka carilah peluang “sell”.

2. Tentukan support dan resistance

Setelah Anda bisa mengenali trend yang sedang berlangsung, langkah selanjutnya adalah menentukan di mana level support dan resistance. Anda bisa mencari peluang “buy” di area support atau “sell” di area resistance. Tentu saja Anda tak boleh melupakan langkah pertama di atas, yaitu mengambil posisi yang searah dengan trend.

Dengan kata lain, jika Anda melihat trend saat itu adalah uptrend, maka carilah posisi “buy” di area support, demikian sebaliknya.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal BUY SELL

Level-level support dan resistance juga bisa Anda manfaatkan sebagai “peringatan” jika ternyata harga tidak bergerak seperti yang Anda harapkan. Jika misalnya support tembus padahal Anda sebelumnya sudah membuka posisi “buy”, maka tembusnya support tersebut seharusnya menjadi peringatan untuk melakukan cut-loss.

3. Manfaatkan Moving Average

Anda juga bisa memanfaatkan indikator moving average (MA) untuk mengenali trend yang berlangsung. Jika sulit untuk menggambar trendline, Anda bisa melihat pergerakan MA untuk membantu Anda mengidentifikasi trend. Sederhananya, jika Anda melihat MA bergerak turun dan harga bergerak di bawah MA, maka trend saat itu adalah downtrend. Sebaliknya, jika Anda melihat MA bergerak naik dan harga bergerak di atas MA, maka trend saat itu adalah uptrend.

Selain itu, MA juga bisa berfungsi sebagai support dan resistance. Jika MA berada di atas pergerakan harga, ia berfungsi sebagai resistance. Jika MA berada di bawah pergerakan harga, fungsinya adalah sebagai support.

4. Filter dengan indikator osilator

Indikator osilator bisa memberikan gambaran apakah pasar sedang berada dalam keadaan jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Kondisi overbought artinya adalah keadaan ketika harga dianggap sudah cukup tinggi pada saat itu. Kondisi ini seringkali diikuti oleh penurunan harga. Sebaliknya, kondisi oversold berarti harga dianggap sudah cukup rendah pada saat itu, dan seringkali diikuti oleh naiknya harga.

Ketika indikator osilator sudah memperlihatkan indikasi overbought, maka yang perlu Anda lakukan adalah menunggu konfirmasi sinyal sell. Sebaliknya, jika osilator memperlihatkan indikasi oversold, tunggulah konfirmasi sinyal buy.

Namun perlu Anda catat bahwa tidak selalu kondisi overbought atau oversold diikuti oleh pembalikan arah pergerakan harga. Ada kalanya indikator terus berada di area overbought atau oversold untuk beberapa waktu namun harga terus bergerak melanjutkan arah sebelumnya. Untuk menyiasatinya, Anda harus menyesuaikan sinyal yang diberikan oleh indikator dengan trend yang sedang berlangsung. Dalam kondisi uptrend, carilah hanya sinyal buy saja, sebaliknya dalam kondisi downtrend carilah hanya sinyal sell saja. Cara ini relatif lebih aman.

5 Langkah Mudah Analisa Teknikal SIMPLEIndikator yang bisa Anda gunakan di antaranya adalah stochastic dan CCI. Oh ya, ada hal penting yang perlu Anda ingat: JANGAN TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN INDIKATOR, sebab justru “kelatahan” itulah yang membuat analisa teknikal menjadi rumit. Gunakanlah satu atau dua indikator teknikal saja, maksimal tiga. Di blog ini, sudah ada artikel yang membahas teknik analisa sederhana dengan hanya menggunakan trendline, stochastic dan CCI. Silakan Anda baca di sini.

5. Tentukan stop loss dan target profit

Langkah terakhir, tentukanlah level stop loss dan target profit dari transaksi yang Anda lakukan. Dalam menentukan stop loss dan target profit, Anda tidak boleh lupa pada aturan risk-reward-ratio, di mana stop loss (resiko kerugian) tidak boleh lebih besar daripada target profit. Ini aturan yang tak boleh dilanggar.

Anda pun harus menentukan seberapa besar volume transaksi yang Anda lakukan. Sesuaikan dengan trading plan Anda, sehingga seandainya Anda mengalami kerugian maka resiko yang Anda terima tidak melebihi toleransi resiko Anda. Lebih lengkap mengenai hal ini, silakan baca mengenai manajemen modal di halaman edukasi kami.

Nah, setelah Anda mengikuti lima langkah mudah di atas, mudah-mudahan Anda tak lagi akan berpikir bahwa analisa teknikal itu sulit. Justru sebenarnya para trader sendirilah yang membuat analisa yang dilakukannya semakin rumit, karena tidak mengikuti lima langkah mudah seperti yang dipaparkan dalam artikel ini.

Jadi, selamat melakukan analisa teknikal dengan gembira. :)

27 Comments

Tanpa Ini, Bahkan SOROS Pun Akan Gagal

Crystal ballAnalisa teknikal seringkali memukau para trader pemula. Seringkali angka-angka yang disebutkan sebagai target pergerakan harga tercapai. Kalaupun tak persis mencapai angka yang diperkirakan, setidaknya hanya berjarak 5-10 pips saja. Bagi para pemula, ini adalah sesuatu yang ajaib.

Tentu saja analisa teknikal bukanlah “ilmu terawangan” ala paranormal. Tidak ada kepulan asap kemenyan atau dupa. Analisa teknikal tidak membutuhkan “lelaku” atau ritual mistis semisal bertapa di puncak gunung yang sunyi atau dalam gua yang gelap. Tidak ada.

Faktanya: analisa teknikal adalah ilmu yang bisa dipelajari siapa saja dengan MUDAH.

MUDAH?

(Saya bisa melihat dahi Anda berkerut. Beberapa di antara Anda bahkan menyeringai sinis. Bukan, bukan Anda. Yang saya maksud adalah orang lain.) :)

Jika memang semudah itu, mengapa banyak sekali trader yang mengalami kerugian demi kerugian sehingga menguras habis modalnya?

Jawabnya adalah karena mereka menempuh cara yang salah dalam mempelajari analisa teknikal. Hampir semua trader pemula melompat terlalu jauh langsung ke ranah praktis, tanpa pernah mau mempelajari dasar-dasar yang harus dimiliki dalam melakukan analisa teknikal. Ibarat belajar silat, mau tidak mau Anda harus berlatih fisik terlebih dahulu, mempelajari kuda-kuda, memahami langkah, baru kemudian menerapkan jurus. Di samping itu, Anda juga memerlukan latihan yang rutin dan berkesinambungan. Mustahil Anda bisa menjadi pendekar silat pilih tanding tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Dalam trading pun demikian. Sebelum menerapkan analisa teknikal dalam trading, Anda harus memahami dan menguasai dasar-dasarnya dahulu. Nah, kali ini kami akan memberikan tips kepada Anda, bagaimana cara mempelajari analisa teknikal dengan benar. Tanpa menguasai 3 hal ini, bahkan GEORGE SOROS pun akan gagal dalam trading. :)

konsep analisa teknikal

1. Pahami dulu konsep analisa teknikal

Ada tiga hal yang menjadi fondasi analisa teknikal. Ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah Dow Theory.

trolleyYang pertama: “market action discounts everything”. 
Para wanita, kendalikan diri Anda. Ini bukan semacam discount yang ada di mall. :)

Menurut para penganut aliran analisa teknikal murni, perubahan pergerakan harga yang kita lihat di grafik merupakan cerminan dari semua informasi yang beredar di pasar. Yang penting adalah hendak ke mana harga bergerak, bukan mengapa harga bisa begini atau begitu. Intinya, para analis teknikal tidak terlalu peduli pada berita-berita yang beredar sebagaimana para analis fundamental.

Yang ke-2: “price moves in trend”.
Harga selalu bergerak dalam trend. Setidaknya ada tiga jenis trend yang perlu Anda ketahui, yaitu: uptrend, downtrend dan sideways. Begitu Anda bisa mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung, Anda akan bisa manfaatkan peluang yang ada.

Yang ke-3: “history repeats itself”.fossil
Bung Karno pernah berkata, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Dalam analisa teknikal pun prinsip ini dijadikan pedoman. Perilaku pasar tercermin dalam pola pergerakan harga yang cenderung berulang dari waktu ke waktu. Di halaman edukasi kami, Anda bisa mempelajari pelbagai pola candlestick (candlestick pattern) maupun price pattern. Jika Anda bisa mengenali suatu pola, maka Anda bisa memperkirakan ke mana harga akan bergerak. Dengan demikian, besar kemungkinan Anda akan bisa memperoleh keuntungan dari pergerakan harga selanjutnya.

2. Pahami dulu konsep trend

Kaum hawa biasanya fasih bicara mengenai trend fashion. Mayoritas mereka beranggapan mengenakan pakaian yang sudah out of date alias “nggak nge-tren lagi” adalah sebuah pantangan.

Bukan hanya fashion yang mengenal trend; pasar forex juga mengenalnya. Agar selamat dalam trading maka Anda perlu mengikuti trend yang sedang berlangsung. Tentu saja bukan trend berpakaian, melainkan “trend” pergerakan harga. Maksudnya adalah arah pergerakan harga secara umum dalam rentang waktu tertentu.

trendBerdasarkan arahnya, trend dibagi menjadi tiga, yaitu trend naik (uptrend), turun (downtrend) dan sideway (sering disebut juga “flat”). Nah, bagaimana caranya agar selamat? Ikuti trend yang berlangsung saat itu. Jika trend-nya adalah naik (uptrend), maka plan yang paling masuk akal adalah mencari posisi buy (beli). Sebaliknya jika trend-nya adalah turun (downtrend), maka strategi yang paling aman adalah mencari posisi sell (jual).

Kalau sideway bagaimana? Ada dua pilihan: tunggu hingga trend-nya jelas (ini paling aman), atau “bermain tik-tok”, yaitu sell dekat resistance atau buy dekat support.

3. Pahami konsep support dan resistance

Jika Anda mengamati pergerakan harga, Anda akan menemukan bahwa harga tidak pernah bergerak dalam garis lurus. Selalu ada waktu ketika harga berhenti bergerak naik, untuk kemudian kembali bergerak turun. Sebaliknya ada juga masa ketika harga berhenti turun dan lalu kembali naik.

Tempat-tempat “berhentinya” harga itu kita sebut saja dengan nama “penahan” atau “tahanan”. Nah, selanjutnya kita akan mengenali dua macam “penahan” pergerakan harga itu, yaitu yang disebut dengan support dan resistance.

Ada cara sederhana dalam menjelaskan support dan resistance ini. Bayangkan Anda sedang berada dalam sebuah ruangan yang tentu memiliki lantai dan langit-langit. Di tangan Anda ada sebuah benda, misalnya bola. Jika Anda melemparkan bola tersebut ke arah langit-langit, besar kemungkinan bola tersebut akan kembali turun karena tertahan oleh langit-langit. Sebaliknya, jika bola tersebut Anda jatuhkan ke lantai, besar kemungkinan bola tersebut akan memantul karena ditahan oleh lantai.

Playing ball

Support bekerja seperti lantai. Level support menahan jatuhnya harga. Sedangkan resistance bekerja seperti langit-langit ruangan tersebut, yang menahan naiknya pergerakan harga. Itulah sebabnya level terbaik untuk mengambil posisi beli (buy) adalah di area support, karena besar kemungkinan harga akan kembali bergerak naik dari sana. Sebaliknya, level terbaik untuk mengambil posisi jual (sell) adalah area resistance, karena besar kemungkinan harga akan kembali bergerak turun setelah tertahan oleh resistance.

Meskipun demikian, support dan resistance ini tak selamanya bisa menahan pergerakan harga. Ada kalanya pergerakan harga begitu hebatnya sehingga bisa menembus pertahanan support atau resistance. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai support dan resistance ini, silakan kunjungi halaman edukasi kami.

Nah, tiga hal inilah yang setidaknya perlu Anda pahami jika ingin mempelajari analisa teknikal. Di tulisan selanjutnya akan kami bahas 5 langkah mudah melakukan analisa teknikal. Ikuti saja terus blog kami.

Sampai jumpa. :)

2 Comments

Kapan Sebaiknya Anda Membeli Emas?

harga+emas

Emas, siapa yang tak mengenalnya? Selain biasa dipergunakan sebagai bahan untuk membuat perhiasan, logam mulia tersebut juga dipergunakan sebagai standar keuangan di seluruh dunia. Di bidang investasi, emas kerap dianggap sebagai aset aman (safe-haven), karena terbukti mampu mengantisipasi inflasi.

Berinvestasi emas memang menggiurkan. Pertanyaannya: kapan sebaiknya Anda membeli atau menjual emas?

Sebelum berbicara mengenai timing dalam bertransaksi emas, Anda perlu mengetahui 2 cara berinvestasi emas, yaitu:

  1. Jual-beli emas fisik, berupa emas batangan atau koin
  2. Trading emas online, jual beli kontrak emas melalui broker

Anda bebas memilih cara yang Anda sukai. Namun ada baiknya Anda mengetahui bahwa cara nomor 2 memberikan beberapa kemudahan bagi Anda. Di antara kemudahan-kemudahan tersebut adalah:

  • Anda bisa melakukan transaksi dari mana pun dan kapan pun (24 jam sehari, 5 hari seminggu) karena Anda hanya membutuhkan seperangkat komputer/smartphone yang terkoneksi ke internet.
  • Anda tidak perlu memusingkan cara dan tempat penyimpanan emas karena semuanya dilakukan secara online
  • Modal yang jauh lebih murah (di bawah akan dijelaskan)

Harga emas pada umumnya mengikuti harga emas global dari bursa New York Merchantile Exchange (pasar komoditas emas terbesar di dunia) di Amerika atau LOCO London. Harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika dalam satuan “troy ounce”. 1 troy ounce emas setara dengan 31,1 gram emas.

Untuk berinvestasi secara online, Anda perlu mengetahui tips-tips berikut:

1. Gunakan MetaTrader

MetaTrader adalah platform trading berupa program komputer yang bisa membantu Anda dalam memantau harga emas sekaligus mentransaksikannya secara online.

MetaTrader sangat mudah untuk dipergunakan. Program ini bisa dipasang (di-install) di komputer, laptop, bahkan smartphone Anda, sehingga akan lebih memudahkan Anda untuk memantau pergerakan harga serta melakukan transaksi online di mana pun.

Anda bisa memperoleh program ini di  melalui registrasi demo account kami.

2. Tentukan Level “Support” dan “Resistance”

Level “support” dan “resistance” merupakan kunci yang bisa membantu Anda untuk menentukan waktu dan level harga yang tepat dalam membeli atau menjual emas.

“Support” merupakan suatu area di mana harga diperkirakan akan berhenti bergerak turun. Di area support, harga cenderung akan kembali naik. Di area inilah Anda sebaiknya membeli emas.

Sedangkan “resistance” merupakan suatu area di mana harga diperkirakan akan berhenti bergerak naik. Di area tersebut, harga cenderung akan kembali bergerak turun lagi. Nah, di area itulah Anda sebaiknya menjual emas.

Anda bisa mempelajari lebih jauh mengenai “support” dan “resistance” ini di halaman edukasi kami. Di halaman edukasi tersebut, Anda juga bisa mempelajari trik-trik analisis lain yang bisa Anda manfaatkan untuk bertransaksi emas. Anda tinggal menelusuri konten yang tersedia mulai dari Kelas Pemula, Dasar, Lanjutan hingga Mahir.

Berikut ini adalah aplikasi salah satu strategi yang bisa Anda pergunakan untuk bertransaksi emas secara online melalui platform MetaTrader:

a. Jalankan MetaTrader di komputer atau laptop Anda.

b. Jika seandainya Anda ingin melakukan transaksi jangka panjang, Anda bisa meng-klik timeframe W1 (Weekly) yang bisa Anda lihat di MetaTrader Anda. Contohnya adalah seperti yang terlihat di gambar berikut:

Time Frame Artikel Emas Weekly

c. Klik pilihan Line Chart (Anda juga bisa menggunakan candlesticks)

Tombol Chart Artikel Emas

d. Lalu tarik garis di titik-titik yang dapat berlaku sebagai support dan resistance.

Perhatikan gambar berikut ini sebagai contoh:

Support Resistance Artikel Emas Line Chart

Apakah Anda bisa melihat garis-garis merah di hijau pada gambar di atas? Nah, garis-garis merah tersebut adalah area support, sementara garis-garis hijau adalah area resistance. Anda bisa membeli emas di area support atau menjual emas ketika harga sudah berada di area resistance (perhatikan area kuning pada gambar).

Begitulah caranya. Mudah, bukan?

Tentu saja Anda harus menyesuaikan besaran transaksi yang Anda lakukan dengan modal yang Anda miliki. Ini erat kaitannya dengan manajemen resiko dan manajemen modal, yang juga bisa Anda pelajari di halaman edukasi kami.

3. Segera Lakukan Transaksi!

Setelah Anda mengetahui saat yang tepat untuk berinvestasi emas, sekarang anda sudah bisa memulai transaksi.

Jika Anda ingin bermain emas fisik, Anda perlu memikirkan seberapa besar dana yang Anda perlukan.

Berdasarkan contoh di atas, bisa Anda lihat bahwa area $1,200 per troy ounce merupakan area yang baik untuk membeli emas. Karena 1 troy ounce = 31,1 gram, itu artinya harga emas per gram adalah 1200 dibagi 31,1, yaitu sekitar $38.58. Dengan asumsi 1 USD = Rp 11.000,- maka harga per gram emas saat itu adalah sekitar Rp 424.380,-

Dalam trading online, satuan transaksinya adalah “LOT”, di mana 1 lot sama dengan 100 troy ounce (3,11 kilogram). Jika Anda membeli 1 lot emas di harga $1,200, berarti transaksi Anda senilai $120 ribu. Dengan asumsi 1 dollar sama dengan 11.000 rupiah, artinya seharusnya Anda menyediakan modal sebesar 1,32 milyar rupiah untuk bisa melakukan transaksi tersebut di atas!

Tetapi tenanglah, karena dalam online trading Anda tidak perlu menyediakan modal sebesar itu karena adanya leverage. Anda cukup menyediakan modal sebesar $1,000 saja untuk melakukan transaksi tersebut. Tidak, Anda tidak salah baca. Memang hanya seribu dollar saja! Dengan modal yang jauh lebih kecil, Anda bisa memperoleh keuntungan dengan persentase yang jauh lebih besar daripada modal awal.

Perhatikan tabel berikut sebagai ilustrasi pembanding transaksi emas fisik dengan online trading.

Tabel Perbandingan Trading Emas Fisik vs Online

Jadi, cara mana yang akan Anda akan pilih? Jual-beli emas secara fisik atau online? [icon color="#94d800" size="18px" target="_blank" name="awesome-smile"]

Untuk mencoba transaksi emas online, Anda bisa segera membuka demo account. Atau, jika Anda memang sudah tertarik untuk langsung bertransaksi, silakan buka real account sekarang juga. Tim edukasi FOREXimf.com selalu siap membantu Anda.

10 Comments

Rahasia Menggunakan Berita Fundamental Dalam Trading Forex

Analisa fundamental adalah hal-hal yang mewakili ekonomi suatu negara secara umum. Biasanya analisa ini diwakili oleh berita (news) yang berulang secara periodik dan mampu mengerakan pasar pada saat itu. Pengaruh dari fundamental ini pada umumnya bersifat sementara walau kadang bisa mempengaruhi trend secara makro di waktu mendatang.

Berbeda dengan analisa teknikal yang memanfaatkan “history” pergerakan harga, dalam analisa fundamental Anda justru akan mencoba untuk “menangkap” peluang yang mungkin akan muncul mengiringi berita atau data ekonomi terkait negara tertentu yang tentu akan mempengaruhi mata uang negara tersebut.  Dengan mengamati dan mempelajari data-data ekonomi tersebut, seakan-akan Anda mencoba untuk “mengintip” kemungkinan pergerakan harga selanjutnya.

Sebenarnya bagaimana caranya?

Sebenarnya Anda bisa memanfaatkan sumber seperti www.forexfactory.com. Website tersebut menyajikan data-data ekonomi dari beberapa negara penting yang dianggap bisa menggerakkan pasar.

Namun Anda harus ingat bahwa hal tersebut bukan berarti tanpa resiko. Anda harus tetap ingat bahwa tingkat pergerakan volatilitas harga meningkat saat berita di rilis dan cukup sulit untuk menduga kemana harga akan bergerak. Untuk itulah Anda memerlukan strategi yang juga akan dipaparkan dalam artikel ini.

Oke. Anda pasti sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui trik-triknya. Kita mulai saja.

Mengenal Forexfactory.com

1. Menyamakan Zona Waktu

a.Klik link untuk angka jam di sebelah tombol “Login”. Anda bisa melihat link tersebut dalam bentuk jam yang terletak dekat dengan date & today calendar.

6-2-2014 2-41-16 PM

b. Pada bagian “Time Zone”, pilih “(GMT+7:00 ) Bangkok, Hanoi, Jakarta”. Sedangkan pada bagian DST, pilih “DST Off”. Lalu klik “Save Settings”.

6-2-2014 2-45-41 PM2. Penyaringan Berita

Secara default www.forexfactory.com akan menampilkan semua berita dari beberapa mata uang utama yang cukup panjang dan rumit. Agar bisa fokus terhadap mata uang yang sedang di-trading-kan, berikut tips-tipsnya :

a. Klik menu “Filter” di bagian kanan website

6-2-2014 2-47-20 PMb. Pilih mata uang yang ingin diamati

c. Pilih tingkat pengaruh dari berita ( Merah : High Impact, Orange : Medium Impact, Kuning : Low Impact, Putih : Non Economic)

d. Pilih Type Berita

e. Klik tombol “ Apply Filter “

6-2-2014 2-49-08 PM3. Analisis Berita

Setelah melakukan langkah penyaringan diatas, maka daftar berita seminggu yang ditampilkan akan lebih jauh lebih pendek dan mudah untuk diamati. Berikut penjelasan dari menu-menunya :

a.Date dan time: Tanggal dan waktu dari berita

b.Currency: Mata uang yang dipengaruhi berita

c.Impact: Tingkat pengaruh berita

d.Detail: Tombol ini dapat ditekan untuk mendapatkan penjelasan lebih detail atas berita. Pengaruh berita ini dapat dipelajari dari informasi “usual  impact“

e.Actual: angka yang akan dirilis

f. Forecast: Prediksi berdasarkan analisis para ahli

g.Previous: Angka periode sebelumnya untuk data yang sama

6-2-2014 2-52-06 PM

4. Arti Berita dan Dampaknya

Untuk dapat mengerti arti dari berita tersebut dan dampaknya, Anda dapat melakukan hal berikut :

a. Klik gambar folder (kolom “Detail”)

5-29-2014 7-22-36 PM 1

b. Kolom “Specs” untuk mengetahui detail berita dan kolom history untuk melihat hasil rilis data sebelumnya. Bagian “Usual Effect” merupakan dampak berita terhadap pergerakan mata uang negara yang bersangkutan. Jika data rilis berwarna hijau berarti bagus untuk mata uang tersebut, jika data rilis berwarna merah berarti buruk untuk mata uang tersebut.

new 5-29-2014 7-23-31 PM

Strategi Trading

Nah, sekarang kita akan membahas mengenai strategi memanfaatkan berita. Perlu diingat bahwa sebaiknya Anda hanya memanfaatkan data-data ekonomi yang mempunyai dampak besar terhadap pergerakan harga, yaitu data yang memiliki ikon yang berwarna merah seperti ini:6-2-2014 3-04-51 PM , karena data data seperti itulah yang tergolong “data penting”, atau istilahnya “big figure”. Contoh yang paling populer adalah data non-farm payrolls Amerika Serikat (di Forexfactory.com namanya adalah Non-Farm Employment Change).

123 5-29-2014 9-13-01 PM

Berikut ini contoh strategi yang bisa Anda manfaatkan saat data non-farm payrolls akan dirilis. Perhatikan grafik USD/JPY di bawah ini sebelum data di rilis :

5-30-2014 4-25-40 PM

1. Tentukan harga tertinggi dan harga terendah dari candle – candle pada hari bersangkutan. (sangat baik jika kondisi harga dalam keadaan sideways sebelum data di rilis)

12345 5-30-2014 4-25-40 PM

2. Pasang Pending Order Buy Stop di harga 103.157 dengan take profit dan stop loss masing – masing 30 point (risk and reward 1 : 1)

3. Pasang Pending Order Sell Stop di harga 102.828 dengan take profit dan stop loss masing – masing 30 point (risk and reward 1 : 1)

4. Jika salah satu pending order kena, maka tutuplah pending order lawannya.

5. Ternyata hasil data rilis bagus untuk USD (berwarna hijau) dan USD menguat dratis sekitar 50 point. Dalam contoh di bawah terlihat datanya naik dari 129K menjadi 175K, padahal “forecast”-nya hanya 151K.

new123  5-29-2014 9-13-01 PM

1asd 5-30-2014 4-25-40 PM

Efek data Non-farm Payrolls AS yang dirilis pada tanggal 9 Maret 2014 pukul 20.30 WIB terhadap pergerakan USD/JPY

Jika Anda ingin mencoba strategi ini, Silahkan Anda dapat mencobanya di demo account kami dengan mengunjungi website kami di www.foreximf.com atau menghubungi tim kami di 0821-1505-1612. Semoga informasi diatas berguna bagi semua yang membacanya.

Selamat menganalisa.

 

Article by Garry Adrian

Editing & proofreading by Eko Trijuni

 

31 Comments

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian II – Selesai)

strategy

Dalam artikel sebelumnya (Bagian I) kita telah membahas mengenai tipe “day trading” serta beberapa alternatif strategi yang bisa diaplikasikan untuk tipe trading tersebut.

Kali ini, kita akan membicarakan dua tipe lain, yaitu “Swing Trading” dan “Position Trading”.

Swing Trading

Seperti halnya day trading, tipe swing trading ini juga adalah tipe trading jangka pendek. Perbedaan mendasar antara kedua tipe tersebut ada di time frame yang digunakan. Day trading terbatas pada satu hari perdagangan saja, namun swing trading bisa “melar” hingga lebih dari satu hari perdagangan. Ini karena para swing trader mencoba untuk memanfaatkan peluang yang bisa diperoleh dari peregerakan “swing”, yang berarti “ayunan” harga atau sering juga disebut dengan “koreksi”.

Mirip dengan day trading, para swing trader tidak pernah menahan posisi (transaksinya) untuk jangka waktu panjang dan tidak pernah menggunakan skenario jangka panjang. Rentang waktu yang mereka pergunakan antara hitungan jam, satu hari, hingga dua atau tiga hari.

Para swing trader biasanya menargetkan keuntungan yang lebih besar daripada para day trader. Dengan demikian – terutama bagi mereka yang menahan posisi hingga lebih dari satu hari perdagangan – tentu saja toleransi resikonya juga akan semakin besar.

Pada umumnya, ada tiga alternatif strategi swing trading yang bisa Anda pilih, yaitu breakout trading, retracement trading dan reversal trading. 

Breakout trading

Strategi ini memanfaatkan penembusan (breakout) atas support atau resistance (baca: Support dan Resistance). Penembusan yang terjadi bisa kecil (seperti yang bisa terjadi di chart intraday) ataupun lebar/jauh (seperti yang bisa terjadi di chart daily, weekly, atau monthly).

Untuk menjadi seorang breakout trader, Anda senantiasa harus mencari  titik breakout. Anda juga harus mencermati kapan dan dalma kondisi seperti apa breakout itu terjadi, baru kemudian mengambil posisi jual atau beli.

breakout

Anda bisa mengambil posisi beli (buy) jika sebuah resistance tembus, kemudian tempatkanlah target profit di dekat resistance selanjutnya. Sebaliknya ambillah posisi jual (sell) jika sebuah support tembus dan tempatkanlah target profit di dekat support selanjutnya.

Anda juga harus menempatkan level stop-loss di dekat titik breakout guna memperkecil resiko seandainya harga berbalik arah.

Retracement trading

Strategi ini memanfaatkan koreksi pergerakan harga. Alat analisis yang dipergunakan biasanya adalah Fibonacci Retracement, yang menggunakan perhitungan matematis berdasarkan rasio Fibonacci 0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%.

Level-level rasio Fibonacci tersebut digambarkan sebagai garis-garis horizontal yang berfungsi juga sebagai support atau resistance dari pergerakan harga saat itu.

Pada saat harga berada dalam trend naik, tariklah Fibonacci retracement dari “swing low” ke “swing high”, contohnya seperti gambar di bawah ini:

swing buy

Sebaliknya, jika harga bergerak dalam trend turun, tariklah Fibonacci retracement dari “swing high” ke “swing low”.

retracement sell

Kemudian perhatikan level-level retracement 38.2%, 50.0% dan 61.8%. Di area tersebut, carilah sinyal buy (jika harga dalam trend naik) atau sinyal sell (jika harga dalam trend turun).

reversal strategy

Reversal trading

Strategi ini bisa bekerja dengan baik jika pasar bergerak “ranging”, maksudnya hanya bergerak dalam range/rentang harga tertentu. Contohnya, jika harga terlihat mulai tertekan setelah beberapa waktu menguji resistance, maka ada kemungkinan ia akan kembali bergerak turun. Dalam keadaan itu, para reversal trader akan mengambil posisi sell dan level resistance tersebut akan menjadi level stop-loss. Sebaliknya, jika harga terlihat mulai memantul dari area support, maka para reversal trader akan mengambil posisi buy.

Position Trading

Ini adalah tipe terakhir yang akan kita bahas. Para “position trader” mencoba mencari keuntungan dari pergerakan harga dalam jangka waktu yang jauh lebih panjang daripada day trader ataupun swing trader. Mereka biasanya akan menahan posisi mereka hingga berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Mereka juga menargetkan profit yang jauh lebih besar dan konsekuensinya siap menghadapi total kerugian yang lebih besar pula.

Salah satu kunci untuk melakukan position trading adalah mengidentifikasi currency pair mana yang menjanjikan pergerakan yang panjang dan besar. Untuk itu mereka selalu memadukan antara analisis teknikal dan fundamental.

Jika Anda ingin menjadi position trader, Anda sebaiknya mencari data fundamental yang memiliki efek jangka panjang dan kemudian menggunakan analisis teknikal untuk menetapkan level entry dan exit.

Position trader memang terlihat jauh lebih “santai” dalam melakukan transaksi, namun ingat bahwa di balik kesantaian itu mereka sudah siap menghadapi resiko yang jauh lebih besar.

Nah, tipe trading yang mana kira-kira yang sesuai dengan karakter Anda? Yang jelas, tipe atau strategi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda melakukan latihan yang cukup dan memahami semua hal yang diperlukan sebelum mempraktekkannya.

Selamat bertransaksi.

Kendalikan Trading Anda Agar Fokus Tak Terpecah

fokus+berita+forex

 

Tidak semua peluang yang Anda lihat harus Anda ambil. Pilihan yang bijak justru adalah membatasi jumlah transaksi Anda pada satu waktu.

Jika seandainya Anda sudah memiliki satu posisi terbuka di currency pair EUR/USD dan satu posisi terbuka di GBP/USD, maka fokus Anda akan sangat mudah terpecah jika Anda menambah lagi posisi terbuka di currency pair yang lain. Kecuali jika Anda adalah seorang trader yang sudah memiliki puluhan ribu jam trading dan Anda memiliki kemampuan konsentrasi tingkat tinggi, jangan lakukan hal tersebut.

Anda sebaiknya memusatkan perhatian dan konsentrasi Anda ke peluang yang memang memiliki kemungkinan berhasil yang paling tinggi. Lakukanlah transaksi pada peluang yang paling besar tersebut, lalu berkonsentrasilah pada transaksi tersebut saja agar perhatian Anda tak mudah terpecah. Analoginya, jika Anda hendak membeli buah-buahan di sebuah kios buah, Anda tentu hanya akan mencari buah yang kondisinya paling baik, bukan?

Banyak trader yang mengira bahwa jika semakin banyak jumlah posisi (transaksi) yang mereka lakukan dalam satu waktu maka peluang untuk mendapatkan keuntungan akan semakin besar. Sebenarnya pendapat ini kurang tepat. Semakin banyak posisi terbuka justru semakin menyibukkan otak Anda. Jika otak Anda menjadi semakin “sibuk”, maka Anda akan semakin sulit untuk fokus pada trading plan Anda.

Sayangnya, itulah kesalahan yang umum dilakukan oleh para trader, terutama pemula. Mereka membuka beberapa transaksi sekaligus dalam satu waktu secara simultan. Latar belakangnya lagi-lagi adalah ketidaksabaran dan keserakahan. Padahal hal ini berbahaya, karena sekejap saja konsentrasi Anda buyar, maka ucapkanlah selamat tinggal pada uang Anda!

Sungguh disayangkan. Itulah yang terjadi.

Anda harus memahami bahwa Anda hanyalah seorang manusia biasa yang umumnya hanya bisa memusatkan perhatian Anda hanya pada satu atau dua hal pada saat yang bersamaan. Maka dari itu bersabarlah. Janganlah terlalu bernafsu untuk melakukan beberapa transaksi sekaligus. Lakukanlah satu per satu. Maksimal dua posisi terbuka dalam waktu yang bersamaan.

Memang, jika pun Anda melakukan saran di atas tidak akan menjamin bahwa Anda akan memperoleh keuntungan secara konsisten. Hal tersebut membutuhkan proses dan jalan yang tidak pendek. Namun yakinlah, saran ini menjamin bahwa Anda tidak akan mengalami kerugian terlalu banyak dan akan memperpanjang karir trading Anda. Cukup panjang hingga Anda mampu menghasilkan profit secara konsisten. Pada saat itulah Anda akan merasakan manfaatnya.

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex.  Kapan Anda ?

0 Comments

3 Kriteria Penting Memilih Broker Terbaik

Sadarkah Bahwa Anda Membutuhkan Yang Terbaik Demi Kenyamanan?

 

Genderang pemilihan umum 2014 sudah dimulai. Pemilu legistlatif baru berlalu, namun suasana pemilu 2014 masih belum sirna karena masih ada pemilu presiden sebentar lagi.

Dari banyaknya partai politik dan calon legislatif yang mencalonkan diri, tentunya Anda memilih partai yang terbaik yang dapat merealisasikan aspirasi Anda. Bagaimana tips-tips memilih anggota legislatif, calon presiden atau partai politik terbaik?

  1. Kenali calon pilihan Anda dengan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.
  2. Pelajari sepak terjang calon pilihan Anda.
  3. Kenali visi dan misinya.
  4. Pelajari cara Anda melakukan pencoblosan.

Berbicara mengenai trading forex, pada umumnya pasti berbicara mengenai broker yang merupakan sarana perantara untuk memudahkan Anda melakukan trading. Sadarkah Anda, memilih anggota legislatif, calon presiden atau partai politik terbaik memiliki kemiripan seperti Anda memilih broker terbaik. Seperti halnya memilih calon presiden, tentunya Anda memilih yang terbaik bukan? Begitupun dengan broker, Anda harus memilih yang terbaik agar trading Anda menjadi maksimal. Berikut ini tips-tips memilih broker terbaik.

1. Kenali Legalitas Broker Pilihan Anda

Legalitas broker merupakan hal yang amat penting dalam memilih broker forex. Pastikan perusahaan broker tersebut terdaftar dalam badan hukum Indonesia. Lacaklah legalitas dan keanggotaan perusahaan pialang berjangka tersebut melalui website-website www.bappebti.go.id (website Bappebti), www.jfx.co.id (website Bursa Berjangka Jakarta), www.icdx.com (website Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia) dan www.ptkbi.com (website Kliring Berjangka Indonesia). Sebagai contoh : ForexIMF yang merupakan pialang berjangka legal dan resmi di Indonesia. Foreximf terdaftar di :

  • Ijin Pialang Berjangka dari BAPPEBTI, No: 736/BAPPEBTI/SI/6/2005
  • Anggota Jakarta Futures Exchange dengan No. SPAB – 104/BBJ/12/04
  • Anggota Indonesia Commodity and Derivatives Exchange dengan No. 073/SPKB/ICDX/Dir/II/2012
  • Anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dengan No. 57/AK-KBI/IV/2007

Jadi, sebelum Anda berpikir untuk menyetor uang Anda pada salah satu broker forex, Anda harus memastikan bahwa broker tersebut terdaftar dalam badan hukum di Indonesia.

2. Pelajari Keamanan Dananya

Keamanan dana merupakan salah satu hal yang terpenting dalam Anda memilih broker terbaik. Jangan pernah Anda menyerahkan dana Anda dalam jumlah yang besar kepada seseorang yang hanya mengaku bahwa brokernya adalah sah/terdaftar secara legal. Pastikanlah bahwa nomor rekening tujuan transfer dana Anda adalah rekening terpisah atau yang biasa disebut segregated account, terdaftar di Kliring Berjangka Indonesia. Dana yang disimpan dalam rekening terpisah tidak akan bisa disalahgunakan oleh pialang berjangka, karena hanya Anda yang memiliki akses ke rekening tersebut. Broker ForexIMF pun menggunakan rekening terpisah, sehingga Anda bisa memastikan pilihan broker terbaik ada pada diri Foreximf.

3. Kenali surat perjanjian dan produk – produk yang diperdagangkan.

Setelah itu, Anda harus mempelajari dan menandatangani Surat Perjanjian dan Dokumen Pemberitahuan Adanya Resiko. Pastikan Anda mengerti dengan apa yang Anda tAnda tangani. Jika tidak mengerti jangan ragu bertanya kepada marketing Anda. Lalu sebelum Anda memulai trading, Anda harus mempelajari produk – produk apa yang ingin Anda tradingkan dan aturan – aturan yang terkait dari produk tersebut. Jangan pernah Anda mentradingkan salah satu dari produk tersebut tetapi tidak tidak mengerti aturan-aturan yang berlaku. Contohnya seperti ketentuan leverage, margin, margin call, rollover dan sebagainya.

Anda membutuhkan pelayanan dan edukasi yang baik agar bisa bertransaksi dengan nyaman. Untuk itu, pastikan Anda mendapatkan semua itu dari ForexIMF.com.

0 Comments