Belajar forex di FOREXimf Blog. Pelajari bagaimana belajar forex dengan baik dan benar. Artikel kami akan membantu Anda menemukan ilmu tutorial forex yang berguna.

Mengulas Sistem Trading Forex “3 LITTLE PIGS“

Berbicara mengenai sistem trading, tidak ada sistem trading forex yang sempurna dalam dunia trading. Saya telah sering berkunjung ke berbagai forum untuk mencari-cari sistem terbaik dan akhirnya saya menemukan “ 3 Little Pigs Trading System “. Sistem ini sangatlah sederhana namun luar biasa efektif. Bagaimana sistemnya ? Berikut ini saya akan memberikan langkah – langkah untuk menggunakan sistem ini. Yuk mari kita bahas satu persatu.

  1. Ringkasan Sistem

    Sistem ini berdasarkan 3 kerangka waktu ( time frame ) yakni mingguan, harian dan 4 jam. Berikut ini ketentuan jika anda ingin menggunakan sistem ini :

    • Menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 55 pada time frame mingguan

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 21 pada time frame harian

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 34 pada time frame 4 Jam

  1. Mata Uang

    Anda bisa menggunakan sistem ini untuk pair – pair berikut yakni AUD/USD, EUR/GBP, EUR/JPY, EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/CHF, USD/JPY

  1. Entry Buy / Sell

    Berikut ini ketentuan untuk mengambil posisi :

    • Posisi BUY

      • Harga berada di atas SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di atas SMA periode 21 pada time frame harian

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di atas SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi buy.

    • Posisi SELL

      • Harga berada di bawah SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di bawah SMA periode 21 pada time frame harian, saya akan masuk

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di bawah SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi sell

    Berikut ini contoh pengambilan posisi sell pada pair EUR/USD :

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

Stoploss

Stoploss diperlukan untuk membatasi kerugian. Pertama, periksa indikator Average True Range (ATR) periode 14 dan ditambahkan ke semua grafik 4 jam. Kedua, tambahkan level tertinggi dan level rendah yang ada pada ATR (ditampilkan di sebelah kanan) dan kalikan dengan 25%, lalu saya menempatkan stoplossnya di atas / bawah 34 SMA pada jangka waktu 4 Jam. Untuk memperjelas saya akan lampirkan contoh langsung untuk Anda :

 trading forex, forex indonesia, forex

Gambar diatas adalah gambar EUR/USD untuk time frame 4 Jam dan mengasumsikan bahwa harga berada di bawah SMA 55 pada time frame mingguan dan SMA 21 pada time frame harian. Harga telah menyentuh 34 SMA dan telah ditutup di bawah itu. Tinggi dan Rendah dari ATR (14) adalah 28 dan 12 yang jika ditambah menjadi 40. Lalu saya ambil 25% dari nilai tersebut menjadi 10 point. Untuk mendapatkan Stop lossnya, saya tambahkan ini dari saat closing value SMA 34 menjadi 1.33846 (1.33746 + 100).

TARGET

Di sesuaikan dengan risk dan reward ratio minimal 1: 1 atau menggunakan trailing stop.

Informasi Tambahan

  1. Jangan pernah entry, jika salah satu timeframe tidak sesuai dengan ketentuan
  2. Jangan lupa tempatkan stoploss

Kelemahan

  1. Tidak cocok untuk trader agresif
  2. Diperlukan kesabaran untuk entry ke pasar

Silakan coba sistem trading forex ini di demo akun kami. Jika Anda cocok dengan sistem trading ini, Anda bisa mencoba di akun real FOREXIMF.com. Selamat mencoba, happy trading

0 Comments

Stress Bisa Berguna Dalam Forex Trading?

Forex trading pada gilirannya akan “memaksa” Anda untuk berhadap-hadapan dengan potensi resiko setiap hari. Karena ketidakpastian yang ada, Anda sering kali harus mengantisipasi kejadian yang sangat bisa jadi akan membuat Anda merasa stress. Secara psikologis, terserang stress merupakan reaksi normal yang terjadi selama trading. Sama normalnya seperti seekor elang yang memangsa seekor kelinci.

Lho, tunggu dulu… bukankah stress itu selalu buruk? Hal baik apa yang bisa dimanfaatkan dari stress?

Stress, dalam kadar tertentu, bisa bermanfaat jika bisa memberikan jalan untuk mengambil keputusan apakah akan “bertahan” atau “menghindar” jika Anda telah menjadi semakin waspada dan siap secara mental untuk menghadapi setiap kemungkinan. Jika diibaratkan, kondisi seperti itu seperti ketika seorang pendekar yang mendapatkan lecutan adrenalin ke otaknya dan kemudian pikirannya akan memberi perintah kepada tubuhnya untuk bereaksi secara spontan atas serangan lawannya. Dalam hal ini, stress justru berfungsi untuk melindungi diri.

Namun jika seorang trader yang tidak memiliki kemampuan untuk bereaksi secara positif terhadap stress, justru hal tersebut akan memperburuk performanya. Alih-alih meningkatkan kewaspadaan dan bereaksi pada sebuah situasi, ia justru akan tenggelam dalam ketakutan dan menjadi gugup atau bahkan diam terpaku. Pada situasi seperti itu ia tidak akan mampu membuat keputusan yang baik karena ia kehilangan kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus.

Bayangkan jika ketika Anda sedang menyeberang jalan kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil – atau lebih besar lagi: truk – melaju ke arah Anda dengan kecepatan tinggi. Bagaimana kira-kira Anda akan bereaksi?

Normalnya, ketika itu terjadi Anda akan berada dalam tingkat stress yang cukup tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk “bereaksi positif” terhadap stress yang muncul saat itu, Anda akan berlari untuk menyelamatkan diri. Jika tidak, Anda hanya akan terpaku di tengah jalan dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pada akhirnya, kemampuan dan kualitas reaksi Andalah yang akan membedakan hasil yang akan Anda terima. Dalam situasi kritis, kemampuan Anda mengatasi stress adalah hal yang menentukan apakah Anda akan selamat atau sekarat.

OK, lalu bagaimana agar hal tersebut bisa diaplikasikan dalam trading?

Langkah pertama adalah menyadari benar bahwa resiko adalah bagian yang tak terpisahkan dengan trading forex. Kerugian yang diderita dari sebuah transaksi, atau bahkan beberapa kali transaksi, bukanlah merupakan akhir dunia. Tentu saja jika Anda melakukan trading dengan manajemen resiko yang benar dan tepat. Sekali Anda menyadari fakta ini, Anda akan bisa fokus pada hal-hal yang mampu Anda lakukan.

Langkah ke dua adalah menyadari bahwa memang ada potensi Anda akan berada dalam tekanan. Anda harus bisa belajar bagaimana caranya bertindak dengan tenang, fokus dan rasional dalam situasi seperti itu. Anda harus berlatih untuk mengenali “potensi bahaya” kemudian menghindari situasi tersebut seperti halnya Anda menyelamatkan diri dari truk yang hampir menabrak Anda.

Menerima kekalahan juga adalah merupakan salah satu cara membangun respon positif. Anda akan bisa bersikap positif jika dan hanya jika anda berlatih sungguh-sungguh untuk itu. Dengan berlatih (Anda bisa mempergunakan akun demo lalu mengevaluasi respon Anda terhadap stress), reaksi negatif dengan sendirinya akan berkurang dan Anda bahkan bisa mempertajam intuisi Anda untuk menghindari “lubang-lubang jebakan” dalam trading, yang bisa muncul karena ketidakpastian pasar.

Cara termudah untuk bisa mencapai tahap “rileks” dalam trading forex tentu saja adalah dengan memiliki modal yang kuat, yang didukung oleh trading plan yang matang.

Jika Anda bisa berlatih dengan benar di akun demo, maka ketika dihadapkan pada situasi real Anda tidak lagi akan gugup, lalu terpaku, yang bisa menyebabkan kehancuran modal Anda.

Selamat berlatih mengendalikan stress. 

0 Comments

Ke Mana Harga Minyak Mentah Setelah Ini?

Saat artikel ini ditulis, harga minyak mentah light sweet diperdagangkan di kisaran $39/barrel, setelah sempat terkoreksi ke area $36/barrel dua hari yang lalu.

Ketika harga minyak masih berada di kisaran $30.70/barrel, kami mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?” pada tanggal 13 Januari 2016. Pada intinya, di artikel tersebut kami memaparkan bahwa ada kemungkinan harga minyak akan mengalami rebound karena rata-rata ongkos produksi minyak mentah dunia saat itu berada di kisaran $27/barrel. Selain itu, disajikan juga analisa teknikal yang menyebutkan bahwa support teknikal jangka panjang berada di kisaran $33.20/barrel (harga terendah tahun 2009) hingga $16.79/barrel (harga terendah tahun 2001).

Bicara analisa teknikal, area support merupakan area yang baik untuk mencari sinyal beli, karena dalam analisa teknikal area support berarti area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Dalam analisa teknikal di artikel tersebut, kami mengemukakan pendapat bahwa potensi rebound harga minyak dunia di tahun 2016 ini adalah hingga kisaran $38-40 per barrel. Jika pun ternyata harga minyak mampu tembus ke atas $40/barrel, maka target penguatan selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Kira-kira sebulan kemudian, masih terkait pergerakan harga minyak mentah kami mempublikasikan artikel lagi berjudul “Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?” pada tanggal 16 Februari 2016. Dalam artikel tersebut kami menjelaskan bahwa ada potensi rebound harga minyak mentah berdasarkan data fundamental yang berhasil kami kumpulkan, termasuk mengutip pernyataan dari beberapa pembesar perusahaan minyak terkemuka dunia seperti Robert Warren “Bob” Dudley (bos BP) dan Patrick Pouyanné (CEO Total).

Meskipun persediaan minyak dunia saat itu masih mengalami oversupply, pada kenyataannya para spekulan secara eksplisit memperlihatkan bahwa mereka bersiap untuk menghadapi rebound harga minyak, terlihat dari banyaknya posisi long (beli) untuk kontrak minyak WTI.

Selanjutnya pada tanggal 23 Februari 2016 kami kembali meng-update analisa teknikal untuk pergerakan harga minyak mentah dalam artikel berjudul “Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading”. Secara teknikal, saat itu kami menyampaikan bahwa kendati harga minyak saat itu masih berada dalam downtrend, untuk jangka menengah harga minyak mentah berpotensi menguat ke kisaran $38.35/barrel jika mampu tembus ke atas $34.80/barrel.

Bagaimana sekarang?

Saat ini (17/3/2016), harga minyak mentah light sweet bergerak di kisaran $39/barrel, sejalan dengan perkiraan yang disampaikan sekitar dua bulan sebelumnya. Tentu saja ini adalah kabar gembira bagi Anda yang sempat membuka posisi beli di kontrak minyak mentah ketika harga masih bergerak di kisaran $30/barrel.

Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana proyeksi harga minyak mentah selanjutnya? Apakah akan mencapai target di $40/barrel?

Ada alasan mengapa kami menyebutkan angka $38-40/barrel sebagai target penguatan harga minyak di tahun 2016. Secara teknikal, angka tersebut muncul karena memang itu adalah area resistance jangka menengah, sehingga wajar kami menargetkan area tersebut sebagai target penguatan harga minyak.

Ketika harga minyak sudah berada di $39/barrel, maka secara teknikal kita bisa beranggapan bahwa target telah tercapai karena angka 39 berada tepat di tengah antara 38 dan 40. Secara teknikal, untuk saat ini kurang tepat jika Anda ngotot ingin mengejar ketertinggalan dengan turut membuka posisi beli di harga sekarang. Ini karena menurut analisa teknikal area resistance merupakan area yang diperkirakan mampu menahan laju penguatan harga dan ada kemungkinan harga akan turun dari situ.

Secara teknikal, ada kemungkinan harga minyak terkoreksi ke area support jangka menengah di kisaran $34.26-31.12/barrel.

OIL DAILY 17 mar 2016

Untuk outlook jangka menengah, harga minyak mentah dunia baru akan berpeluang melanjutkan penguatan jika berhasil tembus ke atas $40/barrel. Kemungkinan sasaran pergerakan harga selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Lalu apa yang bisa dilakukan saat ini?

Bagi Anda yang telah memiliki posisi buy di harga yang lebih rendah, ada setidaknya dua pilihan yang bisa Anda lakukan:

-          Tahan posisi beli tersebut hingga harga mencapai $40/barrel.

-          Tutup posisi beli tersebut (profit taking) dan tunggu lagi peluang beli jika terjadi koreksi.

Setiap pilihan tentu memiliki resiko. Jika Anda memilih opsi pertama, ada kemungkinan harga justru akan turun. Sementara jika ternyata harga melanjutkan penguatan, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk membukukan keuntungan lebih besar jika Anda memilih opsi ke-2.

Akan tetapi, memang secara teknikal posisi beli sebaiknya ditutup (profit taking) ketika harga sudah bergerak di area resistance. Namun semua itu tergantung pilihan Anda dan tentunya Anda harus siap dengan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

Jika Anda belum membuka posisi beli dan ingin membuka posisi beli, sebaiknya tunggu konfirmasi sinyal bullish ketika harga minyak terkoreksi ke area support, atau tunggu konfirmasi breakout seperti yang disampaikan di atas.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui strategi lebih detail untuk memanfaatkan pergerakan harga minyak mentah dunia, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui Live Chat. Bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai nasabah aktif FOREXimf.com dan telah memenuhi persyaratan tertentu, silakan berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami melalui aplikasi WhatsApp.

Tunggu terus update dari kami.

Selamat trading.

0 Comments

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Mungkin saat ini Anda – atau bahkan trader sedunia – bertanya-tanya kapankah penurunan harga minyak mentah akan berakhir? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan langkah dalam bertransaksi minyak mentah.

Venezuela darurat ekonomi

Di antara semua negara produsen minyak, Venezuela merupakan yang paling giat untuk melobi para pemimpin negara lain untuk menyesuaikan tingkat produksi minyak. Menteri perminyakan Venezuela yang baru, Eulogio del Pino, telah terbang dari Moskow ke Riyadh dan dilanjutkan ke Doha untuk mencoba meyakinkan para pejabat di sana untuk melakukan sesuatu demi menstabilkan harga minyak dunia.

Jika kita lihat perekonomian Venezuela secara umum, kita akan bisa memahami mengapa Venezuela begitu bersemangat untuk mencapai kesepakatan tersebut. Minyak mentah memegang porsi 95% dari sektor ekspor Venezuela dan 25% dari keseluruhan PDB (GDP) mereka. Ini artinya, Venezuela akan merasa aman dan bahagia jika harga minyak dunia diperdagangkan di atas $100 per barrel dan – tentu saja – tidak jika harga minyak berada di kisaran harga sekarang ($26-30/barrel).

Di awal tahun ini, presiden Venezuela telah menyatakan status darurat ekonomi, karena perekonomian negara tersebut telah mengalami penyusutan dalam delapan kuartal berturut-turut. Para ekonom memperkirakan bahwa Venezuela baru akan tenang jika setidaknya harga minyak kembali ke kisaran $111/barrel, itu pun baru level impas saja.

Empat negara memutuskan untuk mempertahankan produksi

Upaya Venezuela tersebut membuahkan hasil, meskipun tidak seperti yang diharapkan. Setidaknya, kegigihan Venezuela direspon dengan bertemunya negara anggota OPEC dan non-OPEC dalam sebuah perundingan. Pertemuan yang bersifat darurat tersebut dihadiri oleh Iran, Aljazair, Nigeria, dan Ekuador di akhir pekan yang lain. Kemudian tiga hari yang lalu Rusia, Venezuela dan Qatar juga turut serta ke meja perundingan. Sayangnya perundingan tersebut tidak berhasil membuahkan kesepakatan yang solid.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai “raja minyak” masih bersikap keras kepala dengan menolak pemangkasan produksi. Sebagian analis berpendapat bahwa Saudi sepertinya lebih tertarik untuk meraih kembali pasar mereka dari para pesaing. Bisa dipahami karena harga minyak dunia saat ini masih jauh berada di atas ongkos produksi minyak mereka. Kejatuhan harga minyak sangat memungkinkan para pesaing untuk keluar dari gelanggang. Sayangnya, fakta yang terjadi tidak seperti itu.

Lalu muncul kabar yang kembali membuat harga minyak sempat terkoreksi pada tanggal 16 Februari 2016. Qatar, Venezuela, Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk mempertahankan produksi minyak mereka di angka yang sama dengan jumlah produksi di bulan Januari. Hal ini tentu meredupkan harapan akan pemangkasan produksi yang masif.

Iran memutuskan untuk tidak ikut serta dalam kesepakatan itu, sehingga masih sedikit memberikan harapan meredanya oversupply minyak mentah dunia. Saat ini, dunia masih mengalami kelebihan persediaan antara 1 hingga 2 juta barrel per hari.

Secara teknikal, harga minyak masih dalam downtrend

Sementara pertemuan-pertemuan dan spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan di antara para produsen minyak masih berlangsung, secara teknikal harga minyak masih berada dalam downtrend untuk jangka menengah.

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Grafik di atas merupakan pergerakan harga minyak per barrel dalam time-frame H4. Sejak Oktober 2015 hingga hari ini (19 Februari 2016) harga minyak terlihat bergerak dalam downtrend. Memang harga telah berhasil tembus ke atas trendline turun yang terlihat, namun masih terlihat ada resistance teknikal di area kisaran $34.80. Ada kemungkinan penguatan harga minyak dunia akan tertahan dulu di area tersebut.

Harga minyak mentah kemungkinan baru akan melanjutkan penguatan jika resistance di 34.80 tersebut tembus, dengan target penguatan lanjutan hingga ke kisran 38.35 untuk jangka menengah.

0 Comments

Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?

Sebenarnya, tidak ada satu ahli minyak atau analis ternama pun yang benar-benar bisa mengetahui kapan persisnya harga minyak akan berbalik arah dari terjun bebas menjadi menanjak. Akan tetapi, cepat atau lambat kita akan mengetahui ketika hal itu terjadi. Jumat lalu (12/2/2016), harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berhasil menguat sekitar 12 persen ke kisaran $29 per barrel, namun prestasi tersebut memang belum terlalu memuaskan jika dibandingkan dengan kejatuhan harga minyak yang terjadi.

Posisi long (beli) untuk kontrak oil WTI mencapai volume tertinggi dalam delapan bulan terakhir meskipun harga minyak mentah masih bergerak dalam downtrend.

Kamis lalu (11/2/2016), harga minyak mentah WTI menyentuh kisaran $26.05 per barrel yang merupakan level terendah sejak tahun 2003. Di hari berikutnya, harga mengalami rally sejauh 12 persen. Akan tetapi harga masih ditutup melemah sebesar 4,7 persen untuk perdagangan pekan itu.

Persediaan minyak mentah dunia masih mengalami oversupply. Tidak tanggung-tanggung, persediaan minyak global mencapai angka tertinggi dalam 86 tahun.

Pertanyaannya kemudian adalah: mengapa para spekulan justru bersiap untuk menghadapi kenaikan harga minyak?

Tampaknya, ada pertumbuhan jumlah yang signifikan di kalangan para investor yang memperkirakan bahwa produksi minyak akan melambat karena banyak perusahaan minyak terkemuka menurunkan skala operasi mereka agar masih bisa memperoleh keuntungan. Sangat mungkin bahwa para spekulan berpikir bahwa krisis harga minyak akan segera berakhir.

Mengapa para spekulan bisa berpikiran seperti itu?

Berikut ini adalah data yang bisa Anda pikirkan:

  • Perusahaan minyak terkemuka termasuk Chevron dan Anadarko telah mengemukakan rencana mereka untuk menekan pengeluaran.
  • Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya ada 44 perusahaan eksplorasi dan produksi minyak di Amerika Utara hanya menganggarkan biaya sekitar $78 milyar tahun ini, sementara di tahun sebelumnya mereka mengeluarkan biaya sebesar $101 milyar.
  • Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail bin Muhammad al-Mazroui mengatakan bahwa OPEC bersedia untuk membicarakan kemungkinan pemangkasan produksi dengan eksportir minyak lainnya.

Ini secara tidak langsung menjadi indikasi bahwa produksi minyak di tahun ini kemungkinan besar akan berkurang dan diperkirakan akan mengatasi masalah oversupply sehingga menciptakan titik keseimbangan (equilibrium) baru antara supply dan demand untuk minyak.

Meningkatnya volume transaksi beli di kontrak harga minyak WTI terjadi ketika perusahaan-perusahaan minyak raksasa berkumpul di London dalam acara International Petroleum Week, dan memberikan peringatan bahwa prospek perminyakan saat ini sangat suram.

Patrick Pouyanné, CEO Total yang merupakan perusahaan kilang minyak terbesar di Eropa, mengatakan bahwa industri perminyakan sedang “menghadapi krisis”. Sementara itu boss BP (dahulu bernama British Petroleum), Robert Warren “Bob” Dudley, menggambarkan bahwa dirinya “sangat bearish”.

Meskipun demikian, Bob Dudley, berpendapat bahwa harga minyak dunia akan naik di semester ke-2 tahun 2016 karena diperkirakan akan ada kenaikan demand dari Amerika Serikat (AS) dan China sedangkan supply atau persediaan minyak dunia akan berkurang karena AS kemungkinan besar akan menghentikan produksi minyak. Hal itu ia kemukakan dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Harga minyak dunia telah jatuh ke level terendah baru dalam 1 tahun terakhir. Dudley berpendapat bahwa harga minyak kemungkinan akan naik dalam satu atau dua setengah tahun dengan tingkat volatilitas yang tinggi dalam enam bulan pertama.

Para spekulan telah bersiap menanti naiknya harga minyak dunia, bagaimana dengan Anda?

0 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (3)

Pada artikel sebelumnya Anda telah mengetahui langkah-langkah yang harus dilalui dalam membangun sebuah sistem trading forex, dalam hal ini adalah mechanical trading system. Ada setidaknya tujuh langkah yang harus dilakukan mulai dari perencanaan hingga pengujian sistem trading tersebut.

Di artikel penutup ini saya akan mencoba untuk memberikan contoh mudah sebuah sistem trading yang sederhana berdasarkan pemaparan yang telah dijabarkan di artikel sebelumnya.

Setup:

  • Time frame: Daily (D1)
  • Indikator trend:
  1. Simple Moving Average (SMA), periode: 20
  2. Simple Moving Average (SMA), periode: 50
  • Indikator konfirmator:
  1. Stochastic (5,3,3)
  2. RSI (14)

Aturan Trading:

Entry Rule:

  • Aturan BUY:
  1. SMA 20 telah memotong ke atas SMA 50 (golden cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke atas
  3. Tunggu hingga koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bullish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bullish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di atas 50 tetapi belum overbought
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi buy
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP
  • Aturan SELL:
  1. SMA 20 telah memotong ke bawah SMA 50 (death cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke bawah
  3. Tunggu hingga pull-back terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bearish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bearish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di bawah 50 tetapi belum oversold
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi sell
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP

Exit Rule:

  • Tutup posisi buy jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk death cross, atau jika nilai RSI jatuh ke bawah 50, atau jika Stop Loss tersentuh.
  • Tutup posisi sell jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk golden cross, atau jika nilai RSI naik ke atas 50, atau jika Stop Loss tersentuh.

Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana ilustrasi penerapannya.

Gambar-gambar di bawah ini akan menjelaskan contoh penerapan strategi buy berdasarkan sistem trading forex yang baru kita bangun ini.

Pada gambar berikut ini, Anda bisa melihat telah terjadi golden cross di chart daily pair USD/CAD.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Saat itu harga telah berada di atas SMA 20 dan SMA 50 namun stochastic telah memperlihatkan indikasi bearish sedangkan CCI berada dalam kondisi overbought. Nah, selanjutnya kita tinggal menunggu akan terjadi pull-back/koreksi ke area di antara kedua SMA tersebut.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Setelah pull-back/koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic. Ketika sinyal bullish terkonfirmasi di stochastic, pastikan nilai RSI telah berada di atas 50. Perlu diingat bahwa sinyal tersebut sebaiknya harus terkonfirmasi setelah candlestick closed.

Gambar berikut ini memperlihatkan pergerakan harga selanjutnya setelah sinyal buy terkonfirmasi berdasarkan sistem trading tersebut. Terlihat bahwa harga telah bergerak sejauh 2278 pips setelah buka posisi.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Pada saat itu Anda mungkin akan menutup posisi jika merasa sudah puas, namun sebenarnya berdasarkan sistem trading forex yang telah disusun di atas, sebaiknya posisi tersebut baru ditutup jika terjadi death cross atau nilai RSI jatuh ke bawah 50.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Perlu diingat bahwa sistem trading ini mempergunakan time-frame daily, sehingga sebenarnya lebih condong kepada gaya trading long-term. Oleh karena itu, wajar jika dalam contoh di atas transaksi yang dilakukan bisa mencapai keuntungan hingga lebih dari 13.000 pips!

Kesabaran adalah kunci. Kembali kepada konsep mechanical trading system, memang faktor emosi sebaiknya tidak terlalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Buy, sell dan close posisi Anda hanya jika ada sinyal valid yang telah terkofirmasi.

Nah, sistem trading yang saya paparkan ini hanya contoh saja. Anda bebas memodifikasi atau bahkan menciptakan sendiri sistem trading yang kira-kira sesuai dengan karakter dan gaya trading Anda dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dipaparkan mulai dari tulisan bagian pertama, bagian ke-2 hingga ke-3 ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

5 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (2)

Pada artikel sebelumnya, Anda telah mempelajari mengenai apa itu mechanical trading system. Nah, fokus utama artikel ini adalah untuk memandu Anda dalam step-by-step proses pembuatan sistem trading forex Anda sendiri. Meskipun tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuat sebuah sistem, namun untuk menguji sistem trading tersebut mutlak membutuhkan waktu. Maka dalam hal ini kesabaran Anda diperlukan.

Ada tujuh langkah yang harus Anda jalankan dalam membangun sebuah mechanical trading system.

Langkah 1: Tentukan time-frame

Hal pertama yang harus Anda tetapkan ketika membangun sistem trading Anda adalah menentukan tipe trader seperti apa Anda ini. Apakah Anda seorang day trader? Swing trader? Apakah Anda suka memantau chart setiap hari, sekali seminggu, atau mungkin sebulan sekali? Ketika Anda melakukan trading, berapa lama biasanya Anda menahan posisi terbuka?

Unsur-unsur tersebut di atas akan membantu Anda untuk menentukan time frame berapa yang akan Anda pergunakan. Meskipun misalnya Anda ingin bertransaksi menggunakan metode multiple time-frame analysis, tentukan time-frame utama mana yang biasanya Anda pergunakan untuk mencari entry signal.

Langkah 2: Tentukan indikator trend

Karena tujuan utama sistem trading adalah mengidentifikasi trend sedini mungkin, Anda selayaknya memanfaatkan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut. Misalnya moving average (MA), yang  merupakan salah satu indikator trend yang cukup populer.

Para trader biasanya mempergunakan dua buah MA dengan periode yang berbeda dan menunggu hingga terjadi perpotongan antara kedua MA tersebut. Metode ini merupakan metode dasar yang dikenal dengan metode “MA crossover”. Teknik yang paling sederhana dari metode ini merupakan cara tercepat dan termudah dalam mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Memang ada banyak metode lain dalam forex trading untuk mengenali trend, namun MA merupakan salah satu yang paling mudah untuk dipergunakan.

Langkah 3: Pergunakan indikator yang bisa mengonfirmasi trend

Target ke dua dari sebuah sistem trading adalah mampu menghindari whipsaw. Anda tentu tidak mau terjebak oleh sinyal palsu. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memastikan sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang berlangsung. Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator yang termasuk golongan momentum atau oscillator.

Ada banyak indikator teknikal yang bisa dipergunakan sebagai sinyal yang mengonfirmasi trend. Tim Market Analyst FOREXimf.com biasa mempergunakan stochastic dan CCI. Selain itu Anda juga bisa mempergunakan MACD atau RSI. Silakan Anda mencoba beberapa jenis indikator. Jika Anda sudah terbiasa maka Anda akan menemukan indikator mana yang sekiranya cocok dengan gaya trading Anda lalu masukkan ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

Langkah 4: Tetapkan batasan resiko

Dalam membangun sistem trading, sangat penting menentukan tingkat toleransi atau batasan resiko. Memang tidak banyak orang yang suka membicarakan kerugian, namun pada kenyataannya trader forex yang baik adalah trader yang mampu berpikir untuk membatasi berapa besar kerugian yang mungkin bisa ia derita. Mereka selalu memikirkan resiko terlebih dahulu sebelum membayangkan berapa besar keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Tingkat toleransi resiko pada masing-masing orang tentu berbeda-beda. Anda memang harus menentukan batasan resiko namun tetap harus dalam batas “kenyamanan” Anda sendiri. Jadi jangan bulat-bulat meniru trader lain yang toleransi resikonya lebih tinggi daripada Anda.

Ini erat kaitannya dengan money management,yang memegang peranan sangat penting dalam trading forex. Anda bisa membaca banyak topik tentang money management di website ini.

Langkah 5: Tentukan aturan entry dan exit

Setelah Anda menetapkan batasan resiko, langkah selanjutnya adalah menetapkan aturan entry (membuka posisi) dan exit (menutup transaksi).

Ada trader yang membuka posisi setelah semua indikator yang dipergunakan terlihat memberikan sinyal meskipun candlestick belum close.  Ada pula yang lebih suka menunggu hingga candlestick close.

Kami sendiri mengikuti pendapat yang ke-2, yaitu menunggu hingga candlestick close, karena seringkali ternyata indikator teknikal berubah setelah candlestick close dan sinyal yang tadinya tampak telah terkonfirmasi ternyata “menghilang”.

Namun sebenarnya itu hanya masalah gaya trading saja. Trader yang tidak merasa perlu menunggu konfirmasi candlestick biasanya adalah tipe trader yang agresif.

Sementara itu ada beberapa opsi untuk aturan exit. Salah satu cara adalah menggunakan trailing stop. Cara lain adalah menetapkan target dan hanya akan menutup transaksi ketika target telah tercapai. Banyak yang menggunakan support dan resistance sebagai acuan target, sementara ada pula yang hanya menetapkan target dalam bentuk sekian pip.

Anda juga bisa menggunakan “sinyal-kontra” sebagai aturan exit. Misalnya jika Anda masuk posisi buy berdasarkan MA golden cross (MA memotong dari bawah ke atas), maka Anda hanya akan menutup posisi tersebut jika terjadi MA death cross (MA memotong dari atas ke bawah) dan sebaliknya.

Oh ya, ingat bahwa aturan exit tidak hanya berlaku saat profit saja. Anda juga harus menerapkan aturan exit saat terjadi loss.

Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda akan selalu menjalankannya. Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu cepat sebelum kondisi atau aturan yang telah Anda tetapkan terpenuhi. Apa pun yang terjadi – ya, APA PUN YANG TERJADIstick to the plan!

Langkah 6: Tulis aturan sistem trading Anda dan PATUHI!

Inilah langkah paling penting dalam menciptakan sistem trading. Tuliskanlah aturan sistem trading Anda dan selalu patuhi. Sekali lagi: SELALU PATUHI. No matter what!

Disiplin adalah salah satu sikap yang HARUS dimiliki seorang trader. Tidak ada sistem trading yang bisa berhasil dengan baik jika Anda tidak disiplin dalam mematuhi aturan sistem trading tersebut.

Langkah 7: Uji Sistem Trading Anda

Cara termudah untuk menguji sistem trading yang baru Anda buat adalah mempergunakan Strategy Tester yang tersedia di MetaTrader. Cara ini biasa disebut backtesting. Terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin. Ini penting. Sangat penting.

Pergunakan data harga yang cukup. Minimal pergunakan data pergerakan harga dua atau tiga tahun ke belakang agar Anda tahu apakah sistem Anda bisa mengikuti dinamika pasar atau tidak. Jika hasil backtesting Anda cukup memuaskan, lanjutkan ke tahap pengujian ke-2, yaitu forward testing dengan menggunakan demo account.

Lakukan forward testing setidaknya dua bulan. Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk “merasakan” kinerja sistem trading Anda secara live. Selain itu, kesabaran dan kedisiplinan Anda akan kembali diuji dengan pergerakan market secara real time.

Setelah dua bulan, Anda akan mengetahui apakah sistem tersebut benar-benar bisa Anda pergunakan. Jika hasil demo account masih memuaskan dan Anda sudah cukup percaya diri dengan sistem trading yang Anda ciptakan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam real account.

Selamat! Anda telah berhasil menciptakan sistem trading forex Anda sendiri.

6 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (1)

Sejauh ini, Anda mungkin telah banyak mempelajari mengenai cara membuat trading plan dari FOREXimf.com. Anda mungkin telah mengetahui betapa pentingnya trading plan dalam trading forex. Anda juga telah mengetahui bahwa gaya trading setiap trader berbeda-beda, untuk itulah Anda perlu memiliki sistem trading yang sesuai dengan gaya trading Anda.

Nah, kali ini kami akan membagikan tips untuk Anda tentang bagaimana cara menciptakan sistem trading sendiri, khususnya sistem trading ala analisa teknikal, atau yang sering disebut dengan “mechanical trading system”.

Apakah mechanical trading system itu?

Mechanical trading system adalah sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal dan memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena semestinya trader yang menggunakan sistem trading seperti ini harusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Teorinya, sistem trading seperti ini semestinya akan mengeliminasi (atau setidaknya menekan hingga ke titik terendah) subyektivitas dan faktor emosi seorang trader, karena yang dilakukan hanyalah mengikuti aturan dari sistem tersebut APA PUN YANG TERJADI.

Anda mungkin pernah melakukan pencarian sistem trading di internet. Jika Anda mengetikkan kata kunci “sistem trading forex” atau “forex trading system”, bisa kami pastikan Anda akan menemukan banyak orang (bahkan terlalu banyak!) yang menawarkan sistem trading yang mereka  klaim sebagai “holy grail” dengan harga “hanya” beberapa juta rupiah saja.

Holy grail? Apa itu?

Dalam dunia trading, holy grail adalah istilah yang diberikan untuk sistem trading yang tak pernah salah dan tak pernah kalah. Sistem trading seperti itu diklaim akan menghasilkan keuntungan ribuan pips per minggu (bahkan konon per hari!) dan tak akan pernah menghasilkan transaksi yang merugi. Mereka – para penjual sistem tersebut – akan menampilkan semacam “hasil trading” berdasarkan sistem trading yang “sempurna” itu dan dijamin akan membuat mata Anda terbelalak kagum. Ada kemungkinan Anda akan segera melakukan transaksi internet banking dan mentransfer uang sejumlah “beberapa juta saja” ke penjual sistem tersebut, karena Anda berpikir harga itu sangat murah dibandingkan dengan apa yang akan Anda dapatkan.

Eh… tunggu dulu. Sebelum Anda telanjur membuang uang Anda, coba pikirkan kalimat terakhir di paragraf di atas. Pernahkah Anda mendengar peribahasa “ada harga, ada rupa”? Jika sistem trading tersebut memang SEHEBAT ITU, wajarkah dijual dengan harga yang murah?

Fakta pertama, ya memang mungkin ada sistem trading yang sangat luar biasa yang bisa menghasilkan keuntungan yang cukup mengundang decak kagum. Masalahnya, justru sistem seperti itu biasanya disimpan rapat-rapat oleh pembuatnya. Kalaupun ia “membagikannya”, biasanya ada “kompensasi” yang setimpal yang harus Anda keluarkan.

Fakta ke dua adalah, daripada Anda harus mengeluarkan beberapa juta rupiah untuk sistem trading yang belum tentu cocok dengan Anda, sebenarnya Anda bisa membuat sistem trading Anda sendiri dengan GRATIS. Jika Anda membuat sendiri, tentu cocok dengan karakteristik Anda sebagai trader. Inilah yang ingin kami bagikan pada Anda. Ada banyak orang di dunia maya ataupun dunia nyata yang menjual sistem trading, namun kami belum pernah melihat ada yang mau membantu Anda membuat sistem trading sendiri.

Sebenarnya membuat sistem trading sendiri tidaklah terlalu sulit. Yang sulit adalah bagaimana benar-benar disiplin mengikuti aturan yang telah Anda terapkan ketika membangun sistem trading tersebut.

Bagian pertama ini akan memberikan informasi yang Anda perlukan untuk mulai mengembangkan sistem trading yang tepat untuk Anda. Pada akhir tulisa, kami akan memberikan contoh sistem trading.

Tentukan Target Sistem Trading Anda

Mungkin Anda berpikiran untuk membuat sistem trading yang bisa mencetak profit ribuan (atau bahkan jutaan) dollar. Ya, itu pemikiran yang sangat luar biasa, namun sebenarnya bukan itu target yang benar.

Ketika Anda membangun sistem trading, target sistem tersebut sebenarnya hanya dua:

-          Mampu mengindentifikasi tren sedini mungkin

-          Mampu menghindari whipsaw (pergerakan harga naik-turun yang cepat dan ekstrim)

Jika sistem trading Anda mampu memenuhi dua target tersebut, peluang Anda untuk menjadi trader yang sukses akan menjadi semakin besar. Namun masalahnya, kedua hal tersebut seringkali bertolak belakang.

Jika Anda memiliki sistem yang target utamanya adalah mengidentifikasi perubahan tren sedini mungkin, ada kemungkinan Anda akan sering mendapatkan sinyal palsu. Sebaliknya, jika Anda memiliki sistem trading yang fokus menghindari whipsaw, ada kemungkinan Anda akan terlambat untuk mengambil posisi dan kehilangan kesempatan.

Tugas Anda ketika membangun sistem trading adalah menemukan “jalan tengah” antara kedua target tersebut. Anda harus mencari cara untuk bisa mengidentifikasi tren sedini mungkin namun juga bisa mereduksi kemunculan sinyal palsu.

Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas langkah-langkah menyusun sistem trading forex yang sederhana.

Sampai jumpa.

0 Comments

Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (4)

Bagi Anda yang telah membaca artikel-artikel sebelumnya tentang harmonic pattern, mungkin bertanya-tanya bagaimana penerapannya dalam forex trading sesungguhnya. Dengan kata lain, bagaimana mengaplikasikan rasio-rasio Fibonacci yang disajikan dalam gambar-gambar/ilustrasi pola yang ada. Ini juga adalah pertanyaan yang sering muncul dari para trader yang baru memulai mempelajari harmonic pattern.

Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya terkait harmonic pattern ini, silakan baca di tautan-tautan berikut ini: bagian pertama, bagian ke-2 dan bagian ke-3.

Sebagai contoh kasus, kita akan membahas aplikasi pola ABCD (ABCD pattern) di grafik candlestick.  Pola ini merupakan pola yang paling sederhana dalam keluarga harmonic pattern. Meskipun demikian, pola inilah sebenarnya yang menjadi dasar dari semua pengembangan harmonic pattern. Dengan demikian, jika Anda sudah bisa mengaplikasikan pola ini dalam analisa forex trading Anda, diharapkan akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan analisa mempergunakan harmonic pattern turunannya.

Baik, kita mulai saja.

Contoh yang saya sajikan adalah penerapan pola Bearish ABCD. Sekedar penyegaran ingatan, ada dua jenis ABCD pattern, yaitu Bullish ABCD dan Bearish ABCD.

Bearish ABCD - Harmonic Pattern Bullish ABCD - Harmonic Pattern

Pertanyaan yang biasa muncul – seperti yang disinggung di awal tulisan ini – biasanya adalah, “Apa maksudnya .618 dan 1.272 itu??

Kedua angka tersebut merupakan rasio Fibonacci. Dalam tool Fibonacci retracement yang biasa kita pergunakan, .618 adalah level retracement 61.8% sementara 1.272 merupakan level ekspansi 127.2%.

OK, tetapi bagaimana mempergunakannya? Mari baca artikel ini sampai selesai karena selanjutnya akan saya bahas penerapannya.

LANGKAH PERTAMA

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengidentifikasi trend (tentu saja!). Setelah itu Anda aplikasikan Fibonacci retracement di swing terakhir yang signifikan. Lihat gambar di bawah ini:

ABCD Pattern practice 1

Jika Anda perhatikan, titik A merupakan swing low sementara titik B merupakan swing high yang dipakai sebagai acuan menarik Fibonacci retracement. Sebagai langkah awal mengidentifikasi pola ABCD ini Anda harus melihat ada koreksi yang terjadi hingga ke area retracement 61.8%. Jika Ada koreksi dimaksud, maka Anda kemudian bisa menetapkan titik C.

Dengan demikian Anda sudah memiliki leg (kaki) pertama dari pola ABCD, yaitu pergerakan A ke B (selanjutnya kita mempergunakan istilah pergerakan AB). Anda juga sudah memiliki retracement yang merupakan pergerakan BC.

LANGKAH KE-2

Langkah ke-2 adalah mengidentifikasi potensi letak titik D alias leg ke-2. Bagaimana caranya? Coba perhatikan gambar berikut ini:

ABCD Pattern practice 2

Anda telah memiliki retracement CD dari langkah pertama di atas. Nah, untuk mengetahui di mana letak titik D, Anda perlu menarik Fibonacci retracement dari titik B ke C. Letak titik D ada di perpanjangan sejauh 127.2% (1.272) dari BC.

Selamat, Anda sudah menemukan leg ke-2! Sebagaimana yang telah Anda ketahui, Anda bisa membuka posisi sell di titik D tersebut. Dalam contoh di atas, memang titik D tidak persis berada di level 127.2%. Tetapi ingat bawah level tersebut sejatinya adalah level resistance. Sedikit penembusan ke atas level tersebut tidak menjadi masalah selama penembusan yang terjadi tidak signifikan.

Di samping itu, ingat bahwa dalam pola ABCD, panjang leg pertama (AB) lebih kurang sama dengan panjang leg ke-2 (CD). Jadi, selain level 127.2% perhatikan juga panjang CD-nya.

Sayangnya, pada Fibonacci retracement standar yang biasa dipergunakan dalam forex trading kita tidak bisa menemukan level 127.2%. Untuk itu Anda perlu menambahkan sendiri level tersebut. Trik menambahkan level baru di Fibonacci retracement bisa Anda pelajari dalam video YouTube ini.

LANGKAH KE-3

Pertanyaan selanjutnya biasanya adalah, “OK, saya sudah sell di titik D. Lalu bagaimana dengan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit)-nya?”

Untuk menjawabnya, perhatikan gambar berikut ini:

ABCD Pattern practice 3

Anda bisa mempergunakan titik D sebagai acuan menempatkan SL. Dalam contoh ini, Anda membuka posisi sell, sehingga SL bisa ditempatkan di atas titik D. Perhitungan yang umum dipergunakan adalah dua hingga tiga kali spread, atau diberi jarak 100-200 pips (5 desimal).

Atau, Anda bisa mempergunakan area TP sebagai acuan memperhitungkan risk-to-reward ratio. Beri rasio yang rasional antara resko dengan target keuntungan Anda.

Berbicara TP, Anda perlu melakukan langkah yang ke-3, yaitu menarik Fibonacci retracement sekali lagi. Kali ini, tarik Fibonacci retracement dari C ke D. Area TP yang rasional berdasarkan pengalaman kami adalah area 38.2-61.8%. Mengapa? Karena di area tersebut berpotensi kembali terjadi rebound.

Tips

Jika Anda perhatikan, dari langkah pertama hingga ke-3 ada tiga kali penarikan Fibonacci retracement. Jika ada tiga Fibonacci retracement tumpang- tindih maka kemungkinan besar akan membuat Anda kebingungan. Maka sebaiknya setelah masuk ke langkah selanjutnya, hapus saja Fibonacci retracement yang telah ditarik di langkah sebelumnya.

Kemudian, untuk benar-benar bisa memanfaatkan harmonic pattern, Anda harus memiliki kejelian dalam mengamati pasar plus pemahaman mengenai Fibonacci retracement yang memadai. Pada kenyataannya, harmonic pattern merupakan pola yang cukup jarang bisa ditemui, terlebih jika Anda kurang jeli dan kurang menguasai teknik Fibonacci retracement.

Maka dari itu ada baiknya Anda memperkuat pemahaman mengenai Fibonacci retracement terlebih dahulu.

Tertarik mencoba? Kami sarankan untuk mencobanya dulu dalam simulasi. Lakukan dengan menggunakan demo account yang bisa Anda dapatkan di sini. Jika Anda ingin mendapatkan panduan yang lebih detail, dapatkan fasilitas tersebut dari tim edukasi dan Market Analyst kami dengan membuka real account di sini.

Selamat mencoba.

0 Comments

Strategi Forex Trading: Kunci Sukses Paham Harmonic Pattern (3)

Dalam tulisan sebelumnya telah dibahas salah satu pola “turunan” harmonic pattern yaitu Gartley pattern. Pola tersebut bisa dimanfaatkan sebagai salah satu referensi untuk melakukan analisa teknikal dalam forex trading.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas pula “turunan” harmonic pattern yang lebih jauh lagi.

Sebenarnya yang akan dipaparkan kali ini adalah pengembangan dari pola Gartley. Uniknya, pola-pola tersebut dinamai dengan nama hewan.

Di antaranya adalah:

  • Crab (kepiting)
  • Bat (kelelawar)
  • Butterfly (kupu-kupu)

Mari kita sebut saja ketiga model pola tersebut sebagai “mutasi” dari pola Gartley yang telah kita pelajari dalam artikel sebelumnya.

Pada dasarnya bentuk ketiga pola yang akan dibahas ini tidak jauh berbeda dengan pola Gartley itu sendiri. Yang membedakan satu sama lain (nanti akan bisa Anda lihat sendiri) adalah rasio Fibonacci yang dipergunakan pada masing-masing pola.

Kita mulai saja.

The Crab

bearish crab bullish crab

Pola ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2000 oleh salah seorang fans berat harmonic pattern bernama Scott Carney. Ia memberi nama pola ini: Crab.

Scott Carney berpendapat bahwa pola ini merupakan yang paling akurat di antara semua varian harmonic pattern karena ekstrimnya area potensi reversal (Potential Reversal Zone) jika menggunakan pergerakan XA sebagai acuan.

Pola ini memiliki risk-to-reward ratio yang bagus karena Anda bisa menempatkan stop loss dengan jarak yang sesempit mungkin. Namun untuk bisa mempergunakannya, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa saja persyaratan sebuah pola Crab yang baik.

Sebuah pola Crab harus memiliki persyaratan sebagai berikut:

  1. Pergerakan AB haruslah merupakan koreksi (retracement) sejauh 38.2%atau 61.8%dengan mempergunakan XA sebagai acuan.
  2. Pergerakan BC merupakan retracementsejauh 38.2%atau 88.6% denganmempergunakan AB sebagai acuan.
  3. Jika Anda mempergunakan koreksi 38.2% untuk mengukur BC (dengan AB sebagai acuan), maka pergerakan CD harus merupakan perpanjangan (ekstensi) sejauh 224%dengan BC sebagai acuan. Namun jika Anda mempergunakan rasio 88.6%, maka CD harus merupakan ekstensi sejauh 361.8%.
  4. CD merupakan perpanjangan 161.8%dari XA.

 

The Bat

bearish bat bullish bat

Sang Kelelawar muncul setahun setelah Sang Kepiting. Pola Bat ini diperkenalkan oleh Scott Carney pada tahun 2001. Pola Bat ini memiliki ciri yaitu “kaki” terakhir (sejauh ini kita sebut CD) merupakan koreksi (retracement) sejauh 88.6% dari XA.

Pola Bat memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. AB merupakan retracement sejauh 38.2% atau 50% dari XA.
  2. BC bisa merupakan retracement sejauh 38.2% atau 88.6% dari AB.
  3. Jika retracement BC adalah 38.2%dari AB, maka CD harus merupakan ekstensi sejauh 161.8%dari BC. Namun jika retracement BC adalah 88.6% dari AB, maka CD adalah ekstensi 261.8%dari BC.
  4. CD merupakan retracement sejauh 88.6%dari XA.

The Butterfly

bearish butterfly bullish butterfly

Lalu muncullah Sang Kupu-Kupu dari kepompongnya. Pola Butterfly ini diperkenalkan oleh Bryce Gilmore. Ciri pola ini adalah koreksi AB merupakan retracement sejauh 78.6% dari XA.

Berikut ini adalah pemaparan ciri-ciri pola Butterfly:

  1. AB merupakan retracement sejauh 78.6% dari XA.
  2. BC bisa merupakan retracement sejauh 38.2% atau 88.6% dari AB.
  3. Jika retracement BC adalah sejauh 38.2%dari AB, maka CD merupakan ekstensi 161.8% dari BC. Namun jika retracement BC adalah 88.6%dari AB, maka CD merupakan ekstensi 261.8%dari BC.
  4. CD merupakan ekstensi 127%atau 161.8%dari XA.

Pola-pola ini jelas sudah tidak sesederhana ABCD atau Three-Drive Pattern. Maka dari itu disarankan untuk benar-benar mempelajarinya sebelum menerapkannya sebagai salah satu strategi forex trading Anda. Metode ini bisa membantu Anda untuk memaksimalkan setiap peluang yang ada yang seringkali sulit untuk bisa dikenali tanpa pengetahuan mengenai harmonic pattern.

Tips untuk Anda: mulailah mempelajari dan mempraktekkannya dalam simulasi terlebih dahulu. Pergunakan demo account (FOREXimf menyediakan GRATIS untuk Anda, dapatkan di sini), diskusikan dengan orang yang memang telah memahami metode analisa ini. Anda bisa mendiskusikannya dengan lebih dalam lagi dengan tim Market Analyst FOREXimf jika Anda sudah terdaftar sebagai nasabah aktif FOREXimf.

Tertarik untuk mendapatkan lebih? Silakan daftar di sini.

Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya, di mana kita akan membahas cara sederhana menerapkan analisa dengan mempergunakan harmonic pattern.

Salam,

3 Comments