Belajar forex di FOREXimf Blog. Pelajari bagaimana belajar forex dengan baik dan benar. Artikel kami akan membantu Anda menemukan ilmu tutorial forex yang berguna.

Belajar Trading Forex Dengan Benar

Halo, para Trader. Kali ini saya akan berceritera tentang perilaku trading saya di masa lampau. Masa ketika saya masih berstatus newbie (meskipun saat ini belum bisa dikatakan expert) di dunia trading forex yang penuh dengan gelora ini.

Saya mengenal forex di tahun 2005. Saya menghabiskan waktu mempelajari berbagai macam teknik analisa dan trading dalam waktu lebih kurang setahun. Saya tidak peduli meskipun saat itu saya masih berstatus sebagai tenaga pemasar di sebuah pialang berjangka. Bagi saya, yang penting belajar dulu. Cari nasabah belakangan saja. Toh waktu itu saya tidak digaji, hanya mendapatkan komisi dari transaksi nasabah saya, itu pun jika saya berhasil memperoleh nasabah.

google-review-foreximf

Bisa ditebak, perilaku itu berbuah ceramah dan nasihat panjang lebar dari supervisor saya dulu. Beliau pun semakin yakin kalau ia salah merekrut orang. Tetapi beliau rupanya melihat potensi lain pada diri saya, sehingga akhirnya pada tahun 2008 beliau merekomendasikan saya untuk menjadi staf market analyst di pialang tersebut. But thats another story.

Tahun 2006, saya memberanikan diri untuk trading dengan modal patungan bersama tiga orang teman. Di beberapa bulan pertama saya trading real account, saya menganggap performa trading saya “luar biasa”. Mengapa? Di tiga bulan pertama, saya berhasil membukukan keuntungan berturut-turut sekitar 30% dari modal awal. Meskipun sudah dibagi empat, sebagai fresh graduate kala itu perolehan sebesar itu cukup besar bagi saya.

Kepercayaan diri saya bertambah, bahkan cenderung jumawa. Saya merasa sudah berada di puncak dunia. Bayangkan, dalam tiga bulan trading itu saya tidak pernah sekalipun melakukan cut-loss. Catat ya: TIDAK PERNAH. Itu artinya 100% dari transaksi yang saya lakukan dalam tiga bulan tersebut membuahkan profit.

Nahas, di bulan ke-4 saya tak mampu mempertahankan prestasi. Floating loss berlarut-larut hingga akhirnya saya menyatakan diri tidak mampu lagi mengelola modal kami. Untungnya sempat profit, sehingga jika ditotal kerugian kami “hanya” sekitar 50% dari modal awal (bandingkan dengan kebanyakan trader yang harus sampai terkena margin call).

Waktu itu saya menarik kesimpulan ilmu yang saya peroleh kurang lengkap. Tetapi ternyata kesalahan saya lebih dari itu. Kesalahan utama saya adalah mindset yang salah dan cara belajar yang tidak tepat.

Seperti kebanyakan trader pemula, waktu itu saya terlalu fokus untuk mendapatkan hasil yang cepat dan – tentu saja – banyak. Waktu itu forex digambarkan sebagai salah satu bentuk bisnis yang menawarkan hasil yang cepat. Bahkan mungkin hingga saat ini pun mindset masyarakat masih sama tentang forex.

Betul bahwa pergerakan harga mata uang jauh lebih volatile dibandingkan dengan saham, misalnya, sehingga peluang yang tercipta memang jauh lebih besar. Di sinilah “racun”-nya. Ambisi untuk mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu singkat seringkali membuat seorang trader membuka transaksi yang terlalu besar. Padahal di balik potensi keuntungan yang besar itu tersimpan pula resiko yang tak kalah besarnya. Itulah sebabnya mengapa sangat dianjurkan untuk membatasi resiko melalui pengaturan penggunaan modal yang tepat (mengatur jumlah lot) serta pembatasan resiko yang sesuai (manajemen resiko). Sayangnya, keinginan untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat membuat banyak trader melupakan hal yang sangat mendasar dalam trading ini.

Itu juga “dosa” yang saya lakukan dulu. Dalam pikiran saya hanya ada “untung, untung dan untung”. Seperti yang saya sampaikan di atas, dalam tiga bulan pertama pengalaman trading saya tidak pernah melakukan cut-loss sekalipun. Tidak pernah membatasi resiko dengan stop loss. Padahal tidak ada seorang pun yang bisa tahu persis ke mana harga akan bergerak. Artinya, kita bisa mengalami kerugian kapan saja. Antisipasi akan hal tersebut adalah manajemen resiko, yang banyak dilupakan trader.

Selain mindset, banyak juga trader yang melewati proses pembelajaran trading forex yang benar. Kebanyakan ingin langsung bisa melakukan trading dengan strategi atau sistem yang siap pakai. Itu pun dulu merupakan dosa saya.

Saya dulu terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mempelajari berbagai strategi atau sistem trading tanpa meluangkan cukup waktu untuk mempelajari dasar-dasar trading. Saya bahkan baru memahami konsep dasar trend setelah dua tahun terjun ke dunia trading, yang sialnya baru saya pelajari setelah sempat “terjungkal”. Bayangkan, ada trader yang berani trading bahkan sebelum ia paham apa itu trend yang merupakan “nyawa” dari pergerakan harga.

Saya sering menganalogikan belajar trading forex seperti mempelajari beladiri. Tidak mungkin ada seorang karateka yang langsung menyandang sabuk hitam tanpa melalui proses berlatih yang panjang mulai dari sabuk putih, kuning dan seterusnya, kecuali jika ia adalah orang penting yang diangkat sebagai anggota kehormatan perguruan tertentu.

Belajar trading pun demikian. Seseorang sebaiknya mempelajari ilmu tentang trading dari sumber yang kompeten dan dengan cara yang benar juga. Pelajarilah dasar-dasar trading terlebih dahulu, yaitu trend, support dan resistance. Setelah Anda menguasai ketiga elemen tersebut, barulah Anda bisa melanjutkan ke materi lain seperti indikator teknikal, pola harga (price pattern) dan lain-lain.

Kebanyakan kesalahan yang dilakukan trader adalah langsung “loncat” ke sistem atau strategi trading. Padahal untuk bisa mengetahui pada kondisi seperti apa sebuah sistem trading bisa dipergunakan atau tidak, kita harus mengetahui apa yang menjadi dasar sistem trading tersebut. Nah, untuk mengetahui dasar sistem trading tersebut, mau tidak mau kita harus memahami dulu dasar-dasar trading.

Jadi, sekali lagi: belajarlah dari sumber yang reliable dan dengan cara yang benar pula. FOREXimf.com bisa menjadi salah satu rujukan Anda.

Selamat belajar.

8 Hal Yang Bisa Ditiru Trader Forex Dari Ahli Beladiri

Saya sangat suka menganalogikan seorang trader forex dengan seorang ahli bela diri. Setiap ahli bela diri sangat paham bagaimana rasanya digembleng secara mental, fisik dan emosi. Entah itu dari latihan yang berat yang hampir membuat putus asa, kalah dalam pertandingan atau gagal masuk seleksi tim kompetisi. Seorang praktisi bela diri harus mampu melewati semua tantangan itu dalam perjalanannya menjadi seorang ahli bela diri.

Memang tidak mudah. Kemampuan untuk terus melanjutkan proses meskipun di saat-saat terberat memang sangat bergantung pada kekuatan mental seseorang yang hanya bisa diperoleh melalui latihan dan kerja keras bertahun-tahun.

Demikian pula trader yang berpengalaman, mereka tahu persis bagaimana rasanya menghadapi setiap resiko dan mencoba untuk bangkit setiap saat mereka jatuh. Tidak ada trader yang tiba-tiba muncul sebagai seorang ahli trading tanpa pernah melalui proses belajar, berlatih dan – tentu saja – bergelut dengan kondisi pasar yang kerap tak menentu dan stressful.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Kali ini saya akan mengajak Anda untuk mencoba melihat, kebiasaan apa saja yang bisa kita tiru dari seorang ahli bela diri untuk bisa menjadi trader yang tangguh.

  1. Kemampuan untuk bertahan

Menyerah bukanlah sebuah pilihan. Tak peduli betapa melelahkannya, betapa menyakitkannya proses yang dijalani, tidak boleh menjadi penghalang antara Anda dan tujuan Anda. Jika suatu saat Anda merasa akan menyerah, coba pikirkan, “Seberapa besar keinginan saya untuk berhasil? Apakah saya nanti akan menyesal jika saya berhenti sekarang?” Kalaupuan Anda tak mampu menjawabnya, jangan menyerah. Anda sudah hampir mencapai tujuan Anda.

  1. Kemauan untuk berubah

Tentu saja yang dimaksud di sini adalah berubah untuk menjadi lebih baik. Semakin kuat mental seseorang, sebenarnya akan semakin mudah mereka untuk beradaptasi. Mempelajari teknik baru dan menyempurnakan teknik yang telah dikuasai merupakan hal penting untuk tetap bisa bergerak maju. Mereka yang keras kepala dan ragu untuk mempelajari hal-hal baru akan tertinggal.

Tetapi perlu diingat, semangat mempelajari hal-hal baru bukan berarti Anda secara membabi-buta mempercayai setiap informasi yang Anda terima. Pastikan bahwa hal-hal baru yang Anda pelajari itu datang dari sumber yang kompeten, yang luas pengetahuannya dan memiliki jejak rekam yang baik di bidangnya.

Di bidang trading forex ini, tidak bisa dipungkiri bahwa jam terbang sangat mempengaruhi kompetensi seseorang. Mengapa? Karena pengalaman yang membentuknya.

  1. Kemampuan mengendalikan diri

Salah satu butir “Sumpah Karate” berbunyi “sanggup menguasai diri”. Karateka – dan pasti juga ahli bela diri lain – yang bermental baik selalu bisa mengontrol emosi mereka dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pertandingan. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak akan mudah terpancing untuk melayani tantangan seorang berandalan, sebab mereka sadar dengan kemampuan yang mereka miliki, berkelahi dengan seorang berandalan justru bisa berakibat fatal bagi si berandal tersebut.

Ketika dalam pertandingan, mereka tahu persis apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Dengan mengetahui apa yang tidak boleh mereka lakukan, mereka tidak akan membuang-buang waktu untuk itu. Mereka hanya akan fokus pada peluang mana yang benar-benar bisa mereka menangkan, bukannya memaksakan diri melakukan semua serangan tanpa perhitungan.

Sebagai trader forex, kuasai emosi Anda. Jangan mudah terpancing untuk melakukan aksi kecuali jika Anda benar-benar yakin peluang untuk berhasil cukup besar.

  1. Keberanian mengambil resiko

Sekilas mungkin bertentangan dengan poin nomor 3 di atas, tetapi sebenarnya tidak. Mengambil resiko pun tentu dengan perhitungan yang matang. Tanpa perhitungan yang matang, akan konyol akibatnya.

Sematang apa pun strategi pertandingan yang sudah dilatih, akan percuma jika sang ahli bela diri tidak berani membuat serangan. Demikian juga dalam trading. Secanggih apa pun strategi trading Anda, akan percuma jika Anda tak berani membuka transaksi berdasarkan strategi tersebut.

  1. Kemampuan untuk move on

Tidak setiap pertandingan bisa dimenangkan, pasti ada waktunya mengecap kekalahan. Banyak orang yang suka larut dalam masa lalu dan menyesali kejadian yang telah lampau, berharap seandainya mereka mengambil langkah yang berbeda saat itu.

Daripada larut dalam lamunan masa lalu, mengapa Anda tidak memfokuskan pikiran untuk masa depan? Mengakui bahwa telah melakukan kesalahan di masa lalu itu penting, tetapi lebih penting lagi jika Anda mengambil pelajaran dari situ dan bersiap untuk menyongsong masa depan.

  1. Mampu belajar dari kesalahan

Ini berkaitan dengan poin nomor 5 di atas, tetapi “move on” dan belajar dari kesalahan itu adalah dua hal yang berbeda. Setelah mengakui bahwa Anda telah melakukan kesalahan, Anda harus bisa memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan itu. Sayangnya, untuk bisa belajar dari kesalahan, Anda memang harus mampu betul-betul “move on” dulu.

  1. Percaya diri

Salah satu output dari mempelajari bela diri adalah meningkatnya kepercayaan diri. Tidak mungkin – setidaknya kecil peluangnya – seorang atlet bela diri bisa memenangkan sebuah pertandingan jika ia tidak percaya diri. Kepercayaan diri ini bisa didapat dari latihan rutin – dan tentu saja serius – selama bertahun-tahun.

Jika seorang trader sudah berlatih dengan waktu yang cukup sehingga mendapat pengalaman trading yang cukup, kepercayaan dirinya akan terbentuk. Tidak ada alasan untuk tidak mengambil peluang karena pengalaman mendukungnya untuk mengambil keputusan tersebut. Hanya saja, tingkat kepercayaan diri ini harus diatur sehingga tidak menyebabkan kesombongan. Ini erat kaitannya dengan poin nomor 3 di atas.

  1. Mampu bersabar

Semakin lama Anda belajar bela diri, Anda akan semakin menyadari bahwa kesabaran adalah kunci. Tidak ada hasil yang instan. Semua membutuhkan waktu dan proses seperti pengulangan-pengulangan gerak dan jurus secara rutin, berjam-jam latihan, serta latih tanding. Anda tidak akan berhenti berlatih hingga Anda bisa melakukannya dengan benar. Bahkan setelah itu pun Anda tak boleh berhenti berlatih.

Trading forex pun demikian. Seperti yang sudah disinggung di awal, tidak ada trader yang menjadi legend hanya dalam waktu semalam. Semua butuh proses.

Selamat berlatih. Kita akan bertemu di gelanggang pertandingan dan saya harap Anda akan menjadi juara.

Apa Sih Pentingnya Belajar Trading Forex?

Apa sih pentingnya belajar trading forex? Sekarang zaman internet. Informasi apa pun bisa Anda peroleh hanya dengan meng-klik tombol search di Google, termasuk informasi mengenai betapa forex bisa menjanjikan keuntungan besar bagi Anda. Informasi semacam itu biasanya datang dari mereka yang menjual jasa berupa sinyal trading yang katanya sangat akurat dengan tingkat pengembalian puluhan hingga ratusan persen per bulan, komplit dengan screenshot transaksi dan testimoni penuh kepuasan yang konon datang dari para pelanggannya.

Penawaran seperti itu biasanya sangat menggoda, terutama bagi para pemula yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang trading. Apalagi mereka yang pernah “berdarah-darah” dalam trading.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Perlu Anda ketahui bahwa berharap profit besar dari forex tanpa edukasi yang memadai ibarat mengharapkan bayi bisa berlari tanpa perlu belajar merangkak dulu. Ketahuilah bahwa forex bukanlah skema cepat kaya. Forex adalah bisnis serius yang selayaknya dijalankan dengan serius pula. Mungkin di luar sana memang ada trader yang bisa berhasil tanpa belajar trading dengan benar, tetapi tentu saja mereka ada “kasus khusus”, yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Sangat penting bagi siapa pun, terutama pemula, yang ingin sukses dalam forex trading untuk meluangkan waktu untuk mendapatkan edukasi forex yang memadai. Belajar tak hanya membuat Anda menjadi trader yang semakin baik, tetapi juga akan menyelamatkan uang Anda di masa mendatang.

Mengapa Harus Belajar Sebelum Trading Forex?

Forex selalu mempesona. Setiap hari selalu ada yang tertarik untuk mencari peluang dari pasar uang. Semua berharap untuk bisa mendapatkan profit dengan mudah. Tetapi benarkah memang “mudah”?

Sebelum memulai trading, sangat penting untuk mengenal bagaimana pasar bekerja. Mungkin saja Anda merasa sudah mengetahui bagaimana pasar bergerak, tetapi tetap penting untuk mendapatkan edukasi yang sebaik mungkin. Tak peduli Anda sudah berpengalaman, atau pemula, knowledge upgrading bukanlah hal yang boleh diabaikan begitu saja, karena pasar sangat dinamis dan senantiasa berubah sehingga kemampuan trading Anda harus senantiasa diperbaiki.

Dengan semakin mudah dan murahnya internet, seharusnya akan semakin mudah pula mendapatkan edukasi trading.

Apa Keuntungan Belajar Trading Forex?

Ada banyak.

Yang jelas Anda harus memahami dasar-dasar trading, mulai dari istilah hingga kemampuan melakukan analisa.

Forex memiliki konsep dan terminologinya sendiri dan terkadang sulit untuk dimengerti. Bahkan jika sebelumnya Anda sudah memiliki pengalaman trading saham, Anda harus menyadari bahwa forex adalah “permainan” yang memiliki aturannya sendiri. Dengan edukasi yang memadai, Anda akan terbiasa dengan pip, stop loss, take profit, margin, equity, free margin, margin level, leverage, spread, atau margin call.

Anda juga akan bisa membuat trading plan Anda sendiri. Seperti halnya bisnis lain, siapa pun yang memutuskan untuk terjun ke bidang forex harus memahami dasar-dasar bisnisnya dan – tentu saja – wajib memiliki perencanaan. Trading plan dan strategi yang Anda terapkan merupakan pemandu Anda untuk menjelajah pasar dengan jauh lebih aman, sekaligus menjadi tameng pelindung Anda dari emosi yang terlalu menggebu.

Anda akan mengetahui cara mengantisipasi resiko sekaligus mengoptimalkan peluang dengan mempelajari risk management. Anda juga akan berkesempatan didampingi oleh para trader yang berpengalaman yang membantu Anda untuk menciptakan strategi Anda sendiri.

Dengan demikian, potensi Anda untuk menjadi sukses akan menjadi jauh lebih besar.

Edukasi Bersama FOREXimf.com

FOREXimf.com menyediakan program edukasi untuk membantu Anda memulai karir trading Anda dengan benar. Tujuannya adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk melakukan trading dengan sukses. Bersama FOREXimf.com, Anda akan memiliki akses ke sumber yang Anda butuhkan.

FOREXimf.com merupakan pialang berjangka Indonesia yang menjadi pionir edukasi online melalui webinar (reguler untuk umum dua kali seminggu ditambah webinar eksklusif untuk nasabah), seminar dan workshop. Jika Anda mau, bahkan Anda bisa datang ke kantor FOREXimf.com untuk menjadwalkan kelas khusus untuk Anda. Semua itu bisa Anda peroleh dengan gratis, tanpa biaya tambahan.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera bekali diri Anda dengan belajar trading forex yang tepat. Jangan sampai terlambat.

Liputan Khusus Pemilu Jerman: “Jika Merkel Kalah….”

Rakyat Jerman akan mengadakan pemilu. Calon kanselir incumbent Angela Merkel saat ini masih memimpin dalam berbagai polling. Bahkan isu yang dihembuskan oleh rivalnya, Martin Schulz, tentang imigrasi sepertinya tidak terlalu mempengaruhi popularitas Merkel di antara pada pendukungnya.

Di belahan dunia lain sebelumnya ada fenomena menarik bagaimana pemimpin politik yang telah “mapan” dikalahkan oleh pendatang baru di dunia politik. Sebut saja Donald Trump di Amerika Serikat dan Emmanuel Macron di Perancis. Maka meskipun Merkel sampai dengan saat ini masih memiliki benteng pertahanan politis yang kuat, bukan tidak mungkin fenomena yang terjadi di Amerika Serikat dan Perancis akan menyentuh Jerman juga. Saat ini rakyat Jerman memiliki alternatif pilihan yang mengusung semangat nasionalisme, anti imigrasi serta sentimen anti Islam yang akan menguasai parlemen.

Sistem pemerintahan Jerman memungkinan semua partai yang ada direpresentasikan dalam pemerintahan yang baru nanti, tetapi perubahan yang besar hampir bisa dipastikan akan terjadi jika Merkel tidak mampu meraih suara mayoritas.

Schulz Sang Penantang

Martin Schulz, pemimpin partai Sosial Demokrat, merupakan penantang utama Merkel. Schulz terus berupaya untuk menyusul popularitas Merkel meskipun polling memperlihatkan bahwa upaya itu sepertinya tidak terlalu berarti. Namun ada hal yang cukup bermakna karena penelitian terkini memperlihatkan bahwa isu-isu sosial mulai menjadi hal yang sangat penting bagi rakyat Jerman. Sosial Demokrat semestinya bisa bermain dan mengambil keuntungan di area ini sesuai dengan slogan Schulz, “Zeit für mehr Gerechtigkeit”, yang artinya adalah “Waktunya untuk menjadi lebih berkeadilan.”

Schulz telah berusaha keras untuk mengemukakan isu-isu kontroversial terkait imigrasi sepanjang debat yang disiarkan di televise dan masih berusaha untuk mengejar ketertinggalan melalui polling. Ia mengklaim bahwa masih ada 46% pemilih yang masih belum memutuskan akan memilih siapa.

Bagaimana Jika Merkel Kalah?

Apa yang akan terjadi di Uni Eropa jika seandainya Angela Merkel kalah dalam pertarungan politik Jerman ini?

Presiden Perancis Emmanuel Macron akan menjadi kekuatan politik yang dominan di Uni Eropa dan akan dengan leluasa memasukkan agenda integrasi. Meskipun demikian, kekhawatiran utama adalah ketidakpastian yang sangat mungkin akan muncul mengingat pemimpin yang masih “hijau” dan baru saja menyelaraskan koalisi dengan Jerman.

Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai prospek ekonomi Jerman  dan kepercayaan di level Uni Eropa. Saat ini perekonomian Jerman sedang bertumbuh seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran. Perubahan radikal yang terjadi di peta perpolitikan Jerman – kendati ada juga pendapat bahwa pesatnya perekonomian Jerman tidak berhubungan dengan Merkel – dikhawatirkan akan menghentikan laju pertumbuhan ekonomi tersebut.

Berkaca dari pengalaman sterling sepanjang proses Brexit, pasar tidak menyukai ketidakpastian seperti ini.

Jika terjadi kekecewaan di Jerman, meskipun kecil kemungkinannnya, akan menjadi berita baik bagi poundsterling dan menekan euro. Tetapi Macron mungkin telah membuat langkah-langkah pencegahan untuk menstabulkan euro.

Kita tunggu saja.

Sukses Trading Forex Dalam 5 Langkah

Salah satu pertanyaan yang paling banyak dilontarkan para pemula adalah bagaimana sebenarnya cara yang tepat memulai trading forex. Banyak sekali orang yang memulai trading hanya berbekal langganan sinyal trading, atau bahkan membayar mahal untuk training/workshop yang membahas strategi trading padahal mereka sebenarnya belum mengenal forex. Bahkan istilah “lot” atau “pip” pun mungkin belum mereka pahami.

Trader yang memulai trading tanpa pengetahuan yang cukup itu ibarat orang yang nekad terjun ke dalam danau padahal dia tidak bisa berenang. Hasilnya? Maut. Ya sih, memang ada beberapa yang selamat. Beberapa lho ya, hanya b-e-b-e-r-a-p-a. Itu pun karena mereka beruntung bisa segera bertemu dengan orang yang dengan sigap “melemparkan pelampung” ke arah mereka. Yang kurang beruntung? Lewat.

Anda perlu tahu bahwa trading itu bukan sekedar memelototi chart dan mencampuradukkan berbagai macam indikator. Trading itu adalah skill yang harus senantiasa diasah dengan konsisten tiap kali Anda melakukan transaksi.

Oh ya, perlu saya ingatkan lagi bahwa tidak ada yang namanya holy grail dalam trading. Bagi Anda yang baru mengenal istilah tersebut, “holy grail” adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebut suatu sistem atau strategi trading yang menjamin akurasinya. Dengan kata lain: tidak mungkin loss. Sekali lagi: hal seperti itu tidak ada!

Jadi, sebelum Anda terjebak dalam pencarian tak berujung untuk “holy grail”, izinkan saya untuk berbagi sedikit pengalaman untuk Anda yang baru ingin memulai forex trading.

  1. Pelajari dulu dasar-dasar trading

    Tidak ada seorang karateka pun yang menyandang sabuk hitam dalam semalam. Ia tentu harus memulai dari sabuk putih, mempelajari kuda-kuda, kihon, kata, kumite dan lain sebagainya. Butuh proses dan waktu yang tidak singkat untuk setidaknya menjadi karateka sabuk hitam.

    Trading pun demikian. Jangan mimpi bisa jadi trader dahsyat hanya karena Anda telah mengikuti sehari atau dua hari workshop tanpa sebelumnya memiliki dasar pengetahuan tentang trading. Setidaknya Anda harus tahu dulu apa itu lot, contract size, leverage, margin, risk management dan trading plan. Anda harus mengerti terlebih dahulu apa itu trend, support dan resistance. Barulah Anda layak mempelajari teknik-teknik trading yang lebih kompleks.

  1. Berlatih mengenali pola

    Anda pernah melihat bagaimana atlet tenis meja dengan mudah melakukan servis dan memainkan bola yang bergerak demikian cepat? Mereka tidak mendapatkan keahlian itu hanya dalam sehari. Dibutuhkan banyak latihan dan memperhatikan arah pergerakan bola.

    Dalam analisa (teknikal) ada konsep “history repeats itself”. Sejarah selalu berulang. Dalam konteks ini yang berulang sebenarnya adalah pola, baik itu pola pergerakan harga ataupun pola indikator teknikal. Dengan mengenali pola-pola tertentu, Anda akan bisa memperkirakan ke mana kira-kira harga akan bergerak dengan mengacu pada “perilakunya” dari masa ke masa.

  1. Kembangkan trading plan

    Ini tahap yang akan menentukan akan jadi trader seperti apa Anda nanti. Di tahap ini Anda akan mendesain strategi yang akan Anda pergunakan dan tentu saja untuk bisa melaksanakan tahapan ini Anda harus sudah sukses menjalani dua tahap sebelumnya.

    Di tahap ini Anda bisa melakukan eksperimen dengan beberapa indikator teknikal yang berbeda, beberapa currency pair yang berbeda dan nantinya Anda akan menemukan strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda sebagai trader.

    Boleh saja Anda mencoba mengadopsi strategi trader lain yang telah sukses, tetapi Anda harus ingat bahwa satu strategi yang sukses dipakai orang lain belum tentu akan sukses juga di tangan Anda. Ini karena salah satu syarat strategi yang baik – seperti yang saya sebutkan di paragraph sebelum ini – adalah strategi yang sesuai dengan kepribadian Anda.

  1. Coba strategi di akun demo

    Ya… ya… memang ada trader yang melewatkan tahapan demo dan langsung trading dengan live account karena ingin segera mendapatkan hasil dari trading. Memang ada pula yang bisa sukses tanpa melalui demo. Ada. Tidak semua.

    Demo memungkinkan Anda untuk menguji profitabilitas strategi trading Anda. Tidak hanya itu, demo juga bisa mengasah skill Anda.

    Di tahapan inilah Anda akan bisa mempelajari di mana kekuatan dan – yang lebih penting – kelemahan Anda dan strategi trading Anda. Jika Anda belum bisa profit konsisten di akun demo, saya tidak sarankan untuk buru-buru menggunakan live account.

    Konsisten profit di akun demo, barulah kemudian pergunakan real money.

  1. Lakukan evaluasi

    Ini tahap yang paling penting sekaligus paling berat untuk dilakukan. Di tahapan ini Anda harus menguji apakah strategi yang Anda pergunakan benar-benar bisa menghasilkan profit yang konsisten atau tidak. Jika tidak, maka itu saatnya Anda melakukan perbaikan atas strategi tersebut.

    Dalam melakukan evaluasi Anda harus fair. Ada kalanya kesalahan bukan terletak pada strategi trading Anda melainkan pada ketidakdisiplinan Anda menjalankan trading plan. Terkadang orang tidak mau mengakui bahwa ia melakukan kesalahan dan ini fatal bagi seorang trader.

Forex trading bukanlah jalan untuk menjadi kaya mendadak. Pun bukan game computer yang bisa Anda menangkan dengan mengetikkan beberapa kode curang (cheat code). Trading itu bisnis dan seperti bisnis pada umumnya butuh waktu, tenaga dan – tentu saja – modal yang cukup untuk “memenangkan permainan”-nya.

Semoga beruntung.

Mengulas Sistem Trading Forex “3 LITTLE PIGS“

Berbicara mengenai sistem trading, tidak ada sistem trading forex yang sempurna dalam dunia trading. Saya telah sering berkunjung ke berbagai forum untuk mencari-cari sistem terbaik dan akhirnya saya menemukan “ 3 Little Pigs Trading System “. Sistem ini sangatlah sederhana namun luar biasa efektif. Bagaimana sistemnya ? Berikut ini saya akan memberikan langkah – langkah untuk menggunakan sistem ini. Yuk mari kita bahas satu persatu.

  1. Ringkasan Sistem

    Sistem ini berdasarkan 3 kerangka waktu ( time frame ) yakni mingguan, harian dan 4 jam. Berikut ini ketentuan jika anda ingin menggunakan sistem ini :

    • Menggunakan Simple Moving Average (SMA) periode 55 pada time frame mingguan

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 21 pada time frame harian

    • Menggunakan Moving Average (SMA) periode 34 pada time frame 4 Jam

  1. Mata Uang

    Anda bisa menggunakan sistem ini untuk pair – pair berikut yakni AUD/USD, EUR/GBP, EUR/JPY, EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD, USD/CHF, USD/JPY

  1. Entry Buy / Sell

    Berikut ini ketentuan untuk mengambil posisi :

    • Posisi BUY

      • Harga berada di atas SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di atas SMA periode 21 pada time frame harian

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di atas SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi buy.

    • Posisi SELL

      • Harga berada di bawah SMA periode 55 pada time frame mingguan

      • Harga berada di bawah SMA periode 21 pada time frame harian, saya akan masuk

      • Pada penutupan candle berikutnya, candle menyentuh dan kemudian menutup di bawah SMA periode 34 pada time frame 4 Jam, maka anda bisa mengambil posisi sell

    Berikut ini contoh pengambilan posisi sell pada pair EUR/USD :

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

    trading forex, forex indonesia, forex

Stoploss

Stoploss diperlukan untuk membatasi kerugian. Pertama, periksa indikator Average True Range (ATR) periode 14 dan ditambahkan ke semua grafik 4 jam. Kedua, tambahkan level tertinggi dan level rendah yang ada pada ATR (ditampilkan di sebelah kanan) dan kalikan dengan 25%, lalu saya menempatkan stoplossnya di atas / bawah 34 SMA pada jangka waktu 4 Jam. Untuk memperjelas saya akan lampirkan contoh langsung untuk Anda :

 trading forex, forex indonesia, forex

Gambar diatas adalah gambar EUR/USD untuk time frame 4 Jam dan mengasumsikan bahwa harga berada di bawah SMA 55 pada time frame mingguan dan SMA 21 pada time frame harian. Harga telah menyentuh 34 SMA dan telah ditutup di bawah itu. Tinggi dan Rendah dari ATR (14) adalah 28 dan 12 yang jika ditambah menjadi 40. Lalu saya ambil 25% dari nilai tersebut menjadi 10 point. Untuk mendapatkan Stop lossnya, saya tambahkan ini dari saat closing value SMA 34 menjadi 1.33846 (1.33746 + 100).

TARGET

Di sesuaikan dengan risk dan reward ratio minimal 1: 1 atau menggunakan trailing stop.

Informasi Tambahan

  1. Jangan pernah entry, jika salah satu timeframe tidak sesuai dengan ketentuan
  2. Jangan lupa tempatkan stoploss

Kelemahan

  1. Tidak cocok untuk trader agresif
  2. Diperlukan kesabaran untuk entry ke pasar

Silakan coba sistem trading forex ini di demo akun kami. Jika Anda cocok dengan sistem trading ini, Anda bisa mencoba di akun real FOREXIMF.com. Selamat mencoba, happy trading

Stress Bisa Berguna Dalam Forex Trading?

Forex trading pada gilirannya akan “memaksa” Anda untuk berhadap-hadapan dengan potensi resiko setiap hari. Karena ketidakpastian yang ada, Anda sering kali harus mengantisipasi kejadian yang sangat bisa jadi akan membuat Anda merasa stress. Secara psikologis, terserang stress merupakan reaksi normal yang terjadi selama trading. Sama normalnya seperti seekor elang yang memangsa seekor kelinci.

Lho, tunggu dulu… bukankah stress itu selalu buruk? Hal baik apa yang bisa dimanfaatkan dari stress?

Stress, dalam kadar tertentu, bisa bermanfaat jika bisa memberikan jalan untuk mengambil keputusan apakah akan “bertahan” atau “menghindar” jika Anda telah menjadi semakin waspada dan siap secara mental untuk menghadapi setiap kemungkinan. Jika diibaratkan, kondisi seperti itu seperti ketika seorang pendekar yang mendapatkan lecutan adrenalin ke otaknya dan kemudian pikirannya akan memberi perintah kepada tubuhnya untuk bereaksi secara spontan atas serangan lawannya. Dalam hal ini, stress justru berfungsi untuk melindungi diri.

Namun jika seorang trader yang tidak memiliki kemampuan untuk bereaksi secara positif terhadap stress, justru hal tersebut akan memperburuk performanya. Alih-alih meningkatkan kewaspadaan dan bereaksi pada sebuah situasi, ia justru akan tenggelam dalam ketakutan dan menjadi gugup atau bahkan diam terpaku. Pada situasi seperti itu ia tidak akan mampu membuat keputusan yang baik karena ia kehilangan kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus.

Bayangkan jika ketika Anda sedang menyeberang jalan kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil – atau lebih besar lagi: truk – melaju ke arah Anda dengan kecepatan tinggi. Bagaimana kira-kira Anda akan bereaksi?

Normalnya, ketika itu terjadi Anda akan berada dalam tingkat stress yang cukup tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk “bereaksi positif” terhadap stress yang muncul saat itu, Anda akan berlari untuk menyelamatkan diri. Jika tidak, Anda hanya akan terpaku di tengah jalan dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pada akhirnya, kemampuan dan kualitas reaksi Andalah yang akan membedakan hasil yang akan Anda terima. Dalam situasi kritis, kemampuan Anda mengatasi stress adalah hal yang menentukan apakah Anda akan selamat atau sekarat.

OK, lalu bagaimana agar hal tersebut bisa diaplikasikan dalam trading?

Langkah pertama adalah menyadari benar bahwa resiko adalah bagian yang tak terpisahkan dengan trading forex. Kerugian yang diderita dari sebuah transaksi, atau bahkan beberapa kali transaksi, bukanlah merupakan akhir dunia. Tentu saja jika Anda melakukan trading dengan manajemen resiko yang benar dan tepat. Sekali Anda menyadari fakta ini, Anda akan bisa fokus pada hal-hal yang mampu Anda lakukan.

Langkah ke dua adalah menyadari bahwa memang ada potensi Anda akan berada dalam tekanan. Anda harus bisa belajar bagaimana caranya bertindak dengan tenang, fokus dan rasional dalam situasi seperti itu. Anda harus berlatih untuk mengenali “potensi bahaya” kemudian menghindari situasi tersebut seperti halnya Anda menyelamatkan diri dari truk yang hampir menabrak Anda.

Menerima kekalahan juga adalah merupakan salah satu cara membangun respon positif. Anda akan bisa bersikap positif jika dan hanya jika anda berlatih sungguh-sungguh untuk itu. Dengan berlatih (Anda bisa mempergunakan akun demo lalu mengevaluasi respon Anda terhadap stress), reaksi negatif dengan sendirinya akan berkurang dan Anda bahkan bisa mempertajam intuisi Anda untuk menghindari “lubang-lubang jebakan” dalam trading, yang bisa muncul karena ketidakpastian pasar.

Cara termudah untuk bisa mencapai tahap “rileks” dalam trading forex tentu saja adalah dengan memiliki modal yang kuat, yang didukung oleh trading plan yang matang.

Jika Anda bisa berlatih dengan benar di akun demo, maka ketika dihadapkan pada situasi real Anda tidak lagi akan gugup, lalu terpaku, yang bisa menyebabkan kehancuran modal Anda.

Selamat berlatih mengendalikan stress. 

Ke Mana Harga Minyak Mentah Setelah Ini?

Saat artikel ini ditulis, harga minyak mentah light sweet diperdagangkan di kisaran $39/barrel, setelah sempat terkoreksi ke area $36/barrel dua hari yang lalu.

Ketika harga minyak masih berada di kisaran $30.70/barrel, kami mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?” pada tanggal 13 Januari 2016. Pada intinya, di artikel tersebut kami memaparkan bahwa ada kemungkinan harga minyak akan mengalami rebound karena rata-rata ongkos produksi minyak mentah dunia saat itu berada di kisaran $27/barrel. Selain itu, disajikan juga analisa teknikal yang menyebutkan bahwa support teknikal jangka panjang berada di kisaran $33.20/barrel (harga terendah tahun 2009) hingga $16.79/barrel (harga terendah tahun 2001).

Bicara analisa teknikal, area support merupakan area yang baik untuk mencari sinyal beli, karena dalam analisa teknikal area support berarti area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Dalam analisa teknikal di artikel tersebut, kami mengemukakan pendapat bahwa potensi rebound harga minyak dunia di tahun 2016 ini adalah hingga kisaran $38-40 per barrel. Jika pun ternyata harga minyak mampu tembus ke atas $40/barrel, maka target penguatan selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Kira-kira sebulan kemudian, masih terkait pergerakan harga minyak mentah kami mempublikasikan artikel lagi berjudul “Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?” pada tanggal 16 Februari 2016. Dalam artikel tersebut kami menjelaskan bahwa ada potensi rebound harga minyak mentah berdasarkan data fundamental yang berhasil kami kumpulkan, termasuk mengutip pernyataan dari beberapa pembesar perusahaan minyak terkemuka dunia seperti Robert Warren “Bob” Dudley (bos BP) dan Patrick Pouyanné (CEO Total).

Meskipun persediaan minyak dunia saat itu masih mengalami oversupply, pada kenyataannya para spekulan secara eksplisit memperlihatkan bahwa mereka bersiap untuk menghadapi rebound harga minyak, terlihat dari banyaknya posisi long (beli) untuk kontrak minyak WTI.

Selanjutnya pada tanggal 23 Februari 2016 kami kembali meng-update analisa teknikal untuk pergerakan harga minyak mentah dalam artikel berjudul “Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading”. Secara teknikal, saat itu kami menyampaikan bahwa kendati harga minyak saat itu masih berada dalam downtrend, untuk jangka menengah harga minyak mentah berpotensi menguat ke kisaran $38.35/barrel jika mampu tembus ke atas $34.80/barrel.

Bagaimana sekarang?

Saat ini (17/3/2016), harga minyak mentah light sweet bergerak di kisaran $39/barrel, sejalan dengan perkiraan yang disampaikan sekitar dua bulan sebelumnya. Tentu saja ini adalah kabar gembira bagi Anda yang sempat membuka posisi beli di kontrak minyak mentah ketika harga masih bergerak di kisaran $30/barrel.

Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana proyeksi harga minyak mentah selanjutnya? Apakah akan mencapai target di $40/barrel?

Ada alasan mengapa kami menyebutkan angka $38-40/barrel sebagai target penguatan harga minyak di tahun 2016. Secara teknikal, angka tersebut muncul karena memang itu adalah area resistance jangka menengah, sehingga wajar kami menargetkan area tersebut sebagai target penguatan harga minyak.

Ketika harga minyak sudah berada di $39/barrel, maka secara teknikal kita bisa beranggapan bahwa target telah tercapai karena angka 39 berada tepat di tengah antara 38 dan 40. Secara teknikal, untuk saat ini kurang tepat jika Anda ngotot ingin mengejar ketertinggalan dengan turut membuka posisi beli di harga sekarang. Ini karena menurut analisa teknikal area resistance merupakan area yang diperkirakan mampu menahan laju penguatan harga dan ada kemungkinan harga akan turun dari situ.

Secara teknikal, ada kemungkinan harga minyak terkoreksi ke area support jangka menengah di kisaran $34.26-31.12/barrel.

OIL DAILY 17 mar 2016

Untuk outlook jangka menengah, harga minyak mentah dunia baru akan berpeluang melanjutkan penguatan jika berhasil tembus ke atas $40/barrel. Kemungkinan sasaran pergerakan harga selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Lalu apa yang bisa dilakukan saat ini?

Bagi Anda yang telah memiliki posisi buy di harga yang lebih rendah, ada setidaknya dua pilihan yang bisa Anda lakukan:

–          Tahan posisi beli tersebut hingga harga mencapai $40/barrel.

–          Tutup posisi beli tersebut (profit taking) dan tunggu lagi peluang beli jika terjadi koreksi.

Setiap pilihan tentu memiliki resiko. Jika Anda memilih opsi pertama, ada kemungkinan harga justru akan turun. Sementara jika ternyata harga melanjutkan penguatan, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk membukukan keuntungan lebih besar jika Anda memilih opsi ke-2.

Akan tetapi, memang secara teknikal posisi beli sebaiknya ditutup (profit taking) ketika harga sudah bergerak di area resistance. Namun semua itu tergantung pilihan Anda dan tentunya Anda harus siap dengan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

Jika Anda belum membuka posisi beli dan ingin membuka posisi beli, sebaiknya tunggu konfirmasi sinyal bullish ketika harga minyak terkoreksi ke area support, atau tunggu konfirmasi breakout seperti yang disampaikan di atas.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui strategi lebih detail untuk memanfaatkan pergerakan harga minyak mentah dunia, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui Live Chat. Bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai nasabah aktif FOREXimf.com dan telah memenuhi persyaratan tertentu, silakan berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami melalui aplikasi WhatsApp.

Tunggu terus update dari kami.

Selamat trading.

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Mungkin saat ini Anda – atau bahkan trader sedunia – bertanya-tanya kapankah penurunan harga minyak mentah akan berakhir? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan langkah dalam bertransaksi minyak mentah.

Venezuela darurat ekonomi

Di antara semua negara produsen minyak, Venezuela merupakan yang paling giat untuk melobi para pemimpin negara lain untuk menyesuaikan tingkat produksi minyak. Menteri perminyakan Venezuela yang baru, Eulogio del Pino, telah terbang dari Moskow ke Riyadh dan dilanjutkan ke Doha untuk mencoba meyakinkan para pejabat di sana untuk melakukan sesuatu demi menstabilkan harga minyak dunia.

Jika kita lihat perekonomian Venezuela secara umum, kita akan bisa memahami mengapa Venezuela begitu bersemangat untuk mencapai kesepakatan tersebut. Minyak mentah memegang porsi 95% dari sektor ekspor Venezuela dan 25% dari keseluruhan PDB (GDP) mereka. Ini artinya, Venezuela akan merasa aman dan bahagia jika harga minyak dunia diperdagangkan di atas $100 per barrel dan – tentu saja – tidak jika harga minyak berada di kisaran harga sekarang ($26-30/barrel).

Di awal tahun ini, presiden Venezuela telah menyatakan status darurat ekonomi, karena perekonomian negara tersebut telah mengalami penyusutan dalam delapan kuartal berturut-turut. Para ekonom memperkirakan bahwa Venezuela baru akan tenang jika setidaknya harga minyak kembali ke kisaran $111/barrel, itu pun baru level impas saja.

Empat negara memutuskan untuk mempertahankan produksi

Upaya Venezuela tersebut membuahkan hasil, meskipun tidak seperti yang diharapkan. Setidaknya, kegigihan Venezuela direspon dengan bertemunya negara anggota OPEC dan non-OPEC dalam sebuah perundingan. Pertemuan yang bersifat darurat tersebut dihadiri oleh Iran, Aljazair, Nigeria, dan Ekuador di akhir pekan yang lain. Kemudian tiga hari yang lalu Rusia, Venezuela dan Qatar juga turut serta ke meja perundingan. Sayangnya perundingan tersebut tidak berhasil membuahkan kesepakatan yang solid.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai “raja minyak” masih bersikap keras kepala dengan menolak pemangkasan produksi. Sebagian analis berpendapat bahwa Saudi sepertinya lebih tertarik untuk meraih kembali pasar mereka dari para pesaing. Bisa dipahami karena harga minyak dunia saat ini masih jauh berada di atas ongkos produksi minyak mereka. Kejatuhan harga minyak sangat memungkinkan para pesaing untuk keluar dari gelanggang. Sayangnya, fakta yang terjadi tidak seperti itu.

Lalu muncul kabar yang kembali membuat harga minyak sempat terkoreksi pada tanggal 16 Februari 2016. Qatar, Venezuela, Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk mempertahankan produksi minyak mereka di angka yang sama dengan jumlah produksi di bulan Januari. Hal ini tentu meredupkan harapan akan pemangkasan produksi yang masif.

Iran memutuskan untuk tidak ikut serta dalam kesepakatan itu, sehingga masih sedikit memberikan harapan meredanya oversupply minyak mentah dunia. Saat ini, dunia masih mengalami kelebihan persediaan antara 1 hingga 2 juta barrel per hari.

Secara teknikal, harga minyak masih dalam downtrend

Sementara pertemuan-pertemuan dan spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan di antara para produsen minyak masih berlangsung, secara teknikal harga minyak masih berada dalam downtrend untuk jangka menengah.

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Grafik di atas merupakan pergerakan harga minyak per barrel dalam time-frame H4. Sejak Oktober 2015 hingga hari ini (19 Februari 2016) harga minyak terlihat bergerak dalam downtrend. Memang harga telah berhasil tembus ke atas trendline turun yang terlihat, namun masih terlihat ada resistance teknikal di area kisaran $34.80. Ada kemungkinan penguatan harga minyak dunia akan tertahan dulu di area tersebut.

Harga minyak mentah kemungkinan baru akan melanjutkan penguatan jika resistance di 34.80 tersebut tembus, dengan target penguatan lanjutan hingga ke kisran 38.35 untuk jangka menengah.

Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?

Sebenarnya, tidak ada satu ahli minyak atau analis ternama pun yang benar-benar bisa mengetahui kapan persisnya harga minyak akan berbalik arah dari terjun bebas menjadi menanjak. Akan tetapi, cepat atau lambat kita akan mengetahui ketika hal itu terjadi. Jumat lalu (12/2/2016), harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berhasil menguat sekitar 12 persen ke kisaran $29 per barrel, namun prestasi tersebut memang belum terlalu memuaskan jika dibandingkan dengan kejatuhan harga minyak yang terjadi.

Posisi long (beli) untuk kontrak oil WTI mencapai volume tertinggi dalam delapan bulan terakhir meskipun harga minyak mentah masih bergerak dalam downtrend.

Kamis lalu (11/2/2016), harga minyak mentah WTI menyentuh kisaran $26.05 per barrel yang merupakan level terendah sejak tahun 2003. Di hari berikutnya, harga mengalami rally sejauh 12 persen. Akan tetapi harga masih ditutup melemah sebesar 4,7 persen untuk perdagangan pekan itu.

Persediaan minyak mentah dunia masih mengalami oversupply. Tidak tanggung-tanggung, persediaan minyak global mencapai angka tertinggi dalam 86 tahun.

Pertanyaannya kemudian adalah: mengapa para spekulan justru bersiap untuk menghadapi kenaikan harga minyak?

Tampaknya, ada pertumbuhan jumlah yang signifikan di kalangan para investor yang memperkirakan bahwa produksi minyak akan melambat karena banyak perusahaan minyak terkemuka menurunkan skala operasi mereka agar masih bisa memperoleh keuntungan. Sangat mungkin bahwa para spekulan berpikir bahwa krisis harga minyak akan segera berakhir.

Mengapa para spekulan bisa berpikiran seperti itu?

Berikut ini adalah data yang bisa Anda pikirkan:

  • Perusahaan minyak terkemuka termasuk Chevron dan Anadarko telah mengemukakan rencana mereka untuk menekan pengeluaran.
  • Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya ada 44 perusahaan eksplorasi dan produksi minyak di Amerika Utara hanya menganggarkan biaya sekitar $78 milyar tahun ini, sementara di tahun sebelumnya mereka mengeluarkan biaya sebesar $101 milyar.
  • Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail bin Muhammad al-Mazroui mengatakan bahwa OPEC bersedia untuk membicarakan kemungkinan pemangkasan produksi dengan eksportir minyak lainnya.

Ini secara tidak langsung menjadi indikasi bahwa produksi minyak di tahun ini kemungkinan besar akan berkurang dan diperkirakan akan mengatasi masalah oversupply sehingga menciptakan titik keseimbangan (equilibrium) baru antara supply dan demand untuk minyak.

Meningkatnya volume transaksi beli di kontrak harga minyak WTI terjadi ketika perusahaan-perusahaan minyak raksasa berkumpul di London dalam acara International Petroleum Week, dan memberikan peringatan bahwa prospek perminyakan saat ini sangat suram.

Patrick Pouyanné, CEO Total yang merupakan perusahaan kilang minyak terbesar di Eropa, mengatakan bahwa industri perminyakan sedang “menghadapi krisis”. Sementara itu boss BP (dahulu bernama British Petroleum), Robert Warren “Bob” Dudley, menggambarkan bahwa dirinya “sangat bearish”.

Meskipun demikian, Bob Dudley, berpendapat bahwa harga minyak dunia akan naik di semester ke-2 tahun 2016 karena diperkirakan akan ada kenaikan demand dari Amerika Serikat (AS) dan China sedangkan supply atau persediaan minyak dunia akan berkurang karena AS kemungkinan besar akan menghentikan produksi minyak. Hal itu ia kemukakan dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Harga minyak dunia telah jatuh ke level terendah baru dalam 1 tahun terakhir. Dudley berpendapat bahwa harga minyak kemungkinan akan naik dalam satu atau dua setengah tahun dengan tingkat volatilitas yang tinggi dalam enam bulan pertama.

Para spekulan telah bersiap menanti naiknya harga minyak dunia, bagaimana dengan Anda?