Akurasi analisa teknikal forex kami sampai 75%. Tunggu apa lagi, buktikan ke akuratannya di website FOREXimf.com.

ANALISA FOREX MINGGUAN : 4-8 JANUARI 2016

Dolar mampu menguat terhadap mata uang Eropa dalam beberapa hari terakhir tahun 2015 meskipun beberapa data yang dirilis cukup mengecewakan. Data penting AS yang akan dirilis selama seminggu ke depan, secara keseluruhan akan sangat penting untuk melihat arah dolar AS pada kuartal pertama tahun 2016. Mengingat ekonomi non-manufaktur AS masih terlihat menguat sehingga aksi beli mata uang AS akan menjadi pilihan.

Awal tahun 2016 akan dimulai dengan kalender ekonomi yang cukup sibuk: PMI AS, Neraca Perdagangan AS, FOMC Meeting Minutes dan data ketenagakerjaan yang berpuncak pada Non-farm payrolls akan menjadi penggerak pasar. Selain itu, likuiditas uang akan kembali masuk ke pasar setelah sempat hilang pada musim liburan.

Berikut ini adalah beberapa data penting yang perlu diperhatikan pada pekan ini:

  1. ISM Manufacturing PMI AS : Senin, 22:00 WIB. Aktivitas manufaktur AS jatuh pada bulan November ke level terburuk sejak Juni 2009. Indeks aktivitas pabrik nasional menurun menjadi 48,6 menembus garis 50 untuk pertama kalinya sejak November 2012.

  1. ADP Non-Farm Employment Change AS : Rabu, 20:15 WIB. Laporan data pekerjaan dari sektor swasta dilaporkan meningkat sebesar 217.000 pada bulan November menurut Laporan ADP. Peningkatan ini terutama didorong oleh rebound pada tenaga kerja profesional / layanan bisnis. Pertumbuhan pekerjaan tetap kuat dengan laju penciptaan lapangan kerja adalah dua kali yang dibutuhkan untuk menyerap pertumbuhan penduduk usia kerja.

  1. Trade Balance AS : Rabu, 20:30 WIB. Defisit perdagangan AS dilaporkan melebar secara tak terduga pada bulan Oktober di tengah penurunan ekspor. Kesenjangan perdagangan terlihat meningkat sebanyak 3,4% menjadi $ 43900000000, yang dihasilkan oleh penguatan dolar. Defisit perdagangan September direvisi naik ke $ 42500000000 dari sebelumnya yang dilaporkan pada $ 40800000000. Defisit diperkirakan akan menyentuh $ 44 miliar.

  1. ISM Non-Manufacturing PMI AS : Rabu, 22:00 WIB. Sektor jasa AS yang tercermin pada aktivitas bisnis terlihat melambat pada bulan November dengan turun menjadi 55,9 dibanding bulan Oktober yang dirilis 59,1 tetapi masih membukukan bacaan di atas 55.

  1. FOMC Meeting Minutes AS : Kamis, 02:00 WIB. Keputusan kenaikan suku bunga bersejarah yang akan menjadi penting untuk dicatat terhadap sentimen kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun 2016. The Fed akan memutuskan untuk menempatkan penekanan pada inflasi.

  1. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 20:30 WIB. Klaim pengangguran awal di AS meningkat sebesar 20.000 pada minggu lalu dengan disesuaikan revisi musiman di kisaran 287.000. Peningkatan ini lebih besar dari 274.000 awalnya diharapkan. Sementara itu, pergerakan 4 week’s average meningkat sebesar 4.500 ke 272.500. Klaim pengangguran diperkirakan akan mengalami penurunan ke 271K.

  1. US Non-Farm Employment Payrolls: Jumat, 20:30 WIB. Laporan NFP bulan lalu hanya memperoleh 211.000 pekerjaan pada bulan November dengan mengalahkan perkiraan sebanyak 201.000. Tingkat pengangguran masih stabil di kisaran 5%. Keuntungan pada sektor pekerjaan sesuai dengan kebutuhan Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember. Sektor upah tahunan meningkat 2,3% pada bulan November sedikit lebih rendah dari kenaikan 2,5% yang diposting pada bulan Oktober.

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.71501 – 0.71838 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.71838, 0.71501, 0.70956

Resistance: 0.72720, 0.73265, 0.73893

ANALISA TEKNIKAL AUDUSD 4 JAN 2016

Komentar:

AUD/USD terlihat bergerak dalam tekanan bearish pada grafik 4 jam-an dan secara umum harga masih dalam kondisi bullish. Jika diperhatikan, harga sedang melakukan fase koreksi ke area support dimana anda dapat mencari konfirmasi sinyal buy di area acuan. AUD/USD akan berpotensi bergerak hingga ke atas hingga kisaran 0.72720 – 0.73265 jika sinyal tersebut muncul. Tetapi, hati-hati jika support 0.71501 ditembus berpotensi akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan membawa Aussie bergerak ke bawah hingga kisaran 0.70956.

USD/CHF

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: 0.99179 – 0.99385 (cari sinyal BULLISH)

Support: 0.99385, 0.99179, 0.98514

Resistance: 1.00255, 1.00729, 1.01331

ANALISA TEKNIKAL USDCHF 4 JAN 2016

USD/CHF pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bullish. Harga bergerak di atas MA 20 dan MA 50. Indikator stochastic berpotensi berada dalam kondisi bearish dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah menuju area acuan di kisaran 0.99385 – 0.99179. Anda dapat mencari konfirmasi sinyal buy di area acuan tersebut dimana ada potensi harga akan kembali bergerak ke atas hingga kisaran 1.00255 – 1.00729. Tetapi hati-hati, jika support 0.99179 ditembus karena bias mingguan akan berubah menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga hingga kisaran 0.98514.

GBP/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.48207 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.46916, 1.45428

Resistance: 1.48207, 1.49650

ANALISA TEKNIKAL GBPUSD 4 JAN 2016

Komentar:

GBP/USD pada grafik 4 jam-an terlihat bergerak di bawah MA 20 dan MA 50. Indikator stochastic berada dalam kondisi jenuh jual dimana ada kecenderungan harga akan rebound dengan bergerak menuju area acuan di kisaran 1.48207. Awasi area acuan dengan mencari konfirmasi sinyal sell yang valid dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju kisaran 1.46916 – 1.45428. Tetapi jika resistan 1.48207 ditembus maka bias mingguan akan berubah menjadi bullish dan akan membawa harga ke kisaran 1.49650.

EUR/USD

Preferensi: BEARISH

Area Acuan: 1.0.9300 – 1.09603 (cari sinyal BEARISH)

Support: 1.08621, 1.08014, 1.07315

Resistance: 1.09300, 1.09603, 1.10585

ANALISA TEKNIKAL EURUSD 4 JAN 2016

Komentar:

EUR/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish dan harga bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 dan saat ini harga sedang rebound ke area acuan di kisaran 1.09300 – 1.09603. Indikator stochastic berpotensi bullish. Perhatikan area acuan dengan mencari sinyal sell yang valid dimana ada potensi harga bergerak ke bawah hingga 1.1.08621 – 1.08014. Waspada jika resistan 1.09603 ditembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi membawa euro bergerak ke atas hingga kisaran 1.10585.

NZD/USD

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: -

Support: 0.67270, 0.66793

Resistance: 0.67803, 0.68336

ANALISA TEKNIKAL NZDUSD 4 JAN 2016

Komentar:

NZD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam bias bullish dan jika diperhatikan harga sedang terkoreksi ke bawah. Perhatikan area di kisaran 0.67803 dimana ada potensi harga akan rebound ke kisaran 0.68336. Sebaliknya waspada jika support 0.67270 ditembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan membawa harga bergerak ke bawah menuju kisaran 0.66793.

EMAS

Preferensi: BULLISH

Area Acuan: -

Support: 1064.63, 1055.63

Resistance: 1073.62, 1081.67

ANALISA TEKNIKAL XAUUSD 4 JAN 2016

Komentar:

Pergerakan emas pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bullish. Jika resistance 1073.62 ditembus maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke kisaran 1081.67. Perhatikan indicator stochastic dan CCI yang saat ini sedang jenuh beli dimana ada potensi harga akan terkoreksi. Waspadai jika support 1064.63 ditembus karena akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi membawa emas bergerak bawah ke kisaran 1055.63

0 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN: 28 SEPTEMBER – 2 OKTOBER 2015

Minggu ini akan menjadi hari-hari yang akan membuat pasar cukup bergerak volatile setelah dolar kembali berhasil pulih. Data Consumer Confidence AS, data pekerjaan ADP AS, pidato Janet Yellen, dan data non farm payrolls AS merupakan data bulanan yang sangat penting yang akan menjadi highlights pada minggu ini. Berikut ini adalah prospek di penggerak pasar pada kalender Forex.

Pada saat dolar menderita untuk sementara waktu dikarenakan hasil pertemuan the Fed untuk bulan September. Janet Yellen secara mengejutkan membalikkan kondisi pasar dengan memberikan pernyataan dengan nada hawkish yang menekankan bahwa pada tahun 2015 kenaikan suku bunga masih dapat dilakukan. Estimasi data GDP akhir untuk kuartal kedua di AS dirlis dengan mengalahkan perkiraan pertumbuhan tahunan sebanyak 3,9%. Di tempat lain, Aussie sedang berjuangketika pertumbuhan ekonomi Cina melemah dan membuat Aussie terdeperesiasi.

Berikut adalah ulasan data ekonomi penting minggu ini yang berhasil dirangkum oleh tim Market Analyst FOREXimf.com :

  1. Pidato William Dudley: Senin, 19:30 WIB. William Dudley, Presiden New York Federal Reserve akan memberikan sebuah wawancara untuk Wall Street Journal dan berbicara tentang isu kenaikan suku bunga dan sekitar ekspektasi inflasi. Dalam pembicaraan sebelumnya, Dudley menentang kenaikan suku bunga pada bulan September di tengah perkembangan pasar internasional dan keuangan, tetapi ia berharap The Fed masih akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.

  1. CB Consumer Confidence AS : Selasa, 21:00 WIB. Kepercayaan konsumen AS naik tipis pada bulan Agustus, setelah mengalami penurunan tajam pada bulan Juli. Indeks kepercayaan konsumen naik ke 101,5 dari 91 setelah mengalami revisi pada bulan sebelumnya terutama karena peningkatan pasar tenaga kerja. Pasar percaya data yang kuat akan mendukung sector belanja konsumen yang menguat di bulan-bulan berikutnya.

  1. ADP Non-Farm Payrolls AS : Rabu, 21:15 WIB. Data pekerja AS dari sektor swasta terus meningkatpada bulan Agustus, meskipun ada gejolak di pasar keuangan global. Laporan ADP telah menunjukkan bahwa sector gaji swasta meningkat 190.000 dari 177.000 pada bulan Juli. Tetapi angka tersebut masih di bawah ekspektasi ekonom. Para ekonom memperkirakan data pekerja ADP akan naik.

  1. Pidato Janet Yellen: Kamis, 02:00 WIB. Chair’s Federal Reserve, Janet Yellen dijadwalkan untuk berbicara di St Louis. Setelah pertemuan Fed bulan September yang menunda kenaikan suku bunga. Janet Yellen mengatakan bank sentral AS masih bersiap untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. Yellen mengatakan bahwa pelemahan inflasi baru-baru ini hanya bersifat sementara, yang disebabkan oleh dolar menguat dan harga minyak yang. Dia mengatakan prospek ekonomi AS masih solid.

  1. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 19:30 WIB. Jumlah aplikasi untuk tunjangan pengangguran, yang diajukan pekan lalu, naik kurang dari perkiraan dengan mencapai 267.000 aplikasi ketika tren pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan naik tipis. Para ekonom memperkirakan jumlah klaim mencapai 268.000. 4 week’s average turun 750 ke level terendah dalam lebih dari sebulan dengan menyentuh 271.750. Jumlah klaim baru diperkirakan naik pada minggu ini.

  1. ISM Manufacturing PMI AS : Kamis, 21:00 WIB. Sektor manufaktur AS tumbuh di laju yang paling lambat sejak Mei 2013 dengan mencapai 51,1. Pesanan baru juga ikut turun 4,8% menjadi 51,7, yang merupakan tingkat terendah sejak Mei 2013. Indeks pekerja turun menjadi 51,2 dari 52,7 pada bulan Juli. Para ekonom memperkirakan PMI manufaktur akan naik tipis pada bulan September.

  1. Non-farm payrolls AS : Jumat, 19:30 WIB. Pertumbuhan pekerjaan AS naik moderat pada bulan Agustus, dan tingkat pengangguranturun ke dekat level 7½tahun terendah, sementarasector upah meningkat. Nonfarm payrolls bulan Agustus meningkat 173.000 setelah direvisi dengan naik 245.000 pekerjaan pada bulan Juli. Meskipun laporan pekerjaan tercampur tetapi masih dalam kecenderungan positifdan menunjukkan ekonomi AS masih kuat. Analis memperkirakan non farm payrolls AS akan naik pada bulan Septemberdan tingkat pengangguran masih tetap tetapi upah bulanan diperkirakan akan meningkat.

 

Tinjauan Teknikal

AUD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY AUDUSD 28 SEP 2015

Secara umum, bias mingguan harga AUD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam tekanan bearish dan saat ini harga mencoba untuk melakukan rebound dengan bergerak ke atas. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BEARISH.

Waspadai jika Aussie masih melemah terhadap dollar maka perhatikan resistan di kisaran 0.70677 – 0.71079 dengan mencari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada kemungkinan Aussie kembali tertekan dengan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 0.69373.

Perhatikan juga, jika aussie menguat terhadap dollar menembus resistan 0.71079 maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan kemunginan besar akan membawa Aussie bergerak ke atas hingga kisaran 0.70981.

NZD/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY NZDUSD 28 SEP 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan NZD/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi NETRAL. Preferensi minggu ini, harga kemungkinan akan bergerak BEARISH. Waspadai karena secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan, Jika harga tertahan kuat di sekitar area resistan 0.64031 maka cari sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada peluang harga akan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 0.63448 – 0.62866.

Sebaliknya, waspadai jika resistance 0.64031 ditembus karena momen tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat NZD/USD dengan bergerak ke atas menujua resistan pada kisaran 0.64552.

 

USD/CHF

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDCHF 28 SEP 2015

Secara umum, bias mingguan pergerakan USD/CHF pada grafik 4 jam-an terlihat berada dalam kondisi BULLISH. Preferensi harga pada minggu ini, harga masih akan bergerak BULLISH. Perhatikan, secara teknikal indicator stochastic dan CCI berpotensi berada akan bergerak bullish.

Wasapdai, pergerakan bullish kemungkinan akan terjadi dengan mencari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar support 0.97675 dimana ada kemungkinan USD/CHF akan kembali bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 0.98420 – 0.99279.

Tetapi sebaliknya jika ternyata support 0.97675 ditembus maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi kembali bearish dan kemungkinan akan membawa harga dengan bergerak ke bawah menuju support pada kisaran 0.96841.

USD/JPY

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY USDJPY 28 SEP 2015

Bias mingguan pergerakan USD/JPY pada grafik 1 jam-an berada dalam kondisi NETRAL dan saat ini harga sedang terkoreksi dengan bergerak ke bawah. Preferensi hari ini, harga kemungkinan akan bergerak BULLISH.

Jika kita perhatikan indicator stochastic yang berada berada dalam kondisi jenuh jual maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 121.22.

Sebaliknya perhatikan juga jika support 120.22 ditembus sebab hal tersebut akan mengubah bias mingguan dalam tekanan dan berpotensi akan membawa USD/JPY bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 119.69 – 119.21.

GBP/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY GBPUSD 28 SEP 2015

Secara umum bias mingguan, GBP/USD pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga sedang berkonsolidasi di area support. Preferensi minggu ini, harga masih akan bergerak BEARISH. Perhatikan, indikator stochastic berada dalam kondisi bullish minor.

Waspadai jika harga bergerak ke atas dan tertahan kuat di area resistan 1.525796 – 1.53340 maka carilah sinyal bearish yang terkonfirmasi di sekitar area tersebut dimana ada potensi harga akan bergerak ke bawah menuju support terdekatnya pada kisaran 1.51341 – 1.49918.

Sebaliknya, perhatikan jika poundsterling menguat terhadap dollar dan menembus resistan 1.53340 maka berhati-hatilah sebab hal tersebut berpotensi akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan dimana harga akan bergerak atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 1.54575.

EUR/USD

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY EURUSD 28 SEP 2015

Bias mingguan pergerakan EUR/USD pada grafik 4 jam-an bergerak dalam kondisi bearish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BEARISH. Secara teknikal indicator stochastic berada dalam kondisi jenuh beli.

Perhatikan jika harga tertahan kuat di sekitar resistan 1.12397 maka ada kemungkinan harga akan bergerak ke bawah untuk menguji support berikutnya pada kisaran 1.11041 – 1.10075.

Sebaliknya waspadai, jika EUR/USD bergerak ke atas dan menembus area resistan 1.12397 maka hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan akan membawa harga bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 1.13235.

EMAS

ANALISA TEKNIKAL FOREXIMF WEEKLY XAUUSD 28 SEP 2015

Bias mingguan pergerakan XAU/USD pada grafik 4 jam-an bergerak dalam kondisi bullish. Preferensi harga pada minggu ini masih akan bergerak BULLISH. Secaar teknikal indicator stochastic berpotensi dalam kondisi bullish

Waspadai jika harga emas tertahan kuat di sekitar support 1134.49 – 1142.95 maka cari sinyal beli yang terkonfirmasi di sekitar area terserbut dimana ada kemungkinan harga akan kembali bergerak ke atas menuju resistan pada kisaran 1156.62 – 1172.38.

Sebaliknya waspadai juga jika support 1134.49 ditembus maka ada kemungkinan harga emas akan melemah terhadap dollar dan akan bergerak ke bawah menuju support berikutnya pada kisaran 1120.81.

2 Comments

Tanpa Ini, Bahkan SOROS Pun Akan Gagal

Crystal ballAnalisa teknikal seringkali memukau para trader pemula. Seringkali angka-angka yang disebutkan sebagai target pergerakan harga tercapai. Kalaupun tak persis mencapai angka yang diperkirakan, setidaknya hanya berjarak 5-10 pips saja. Bagi para pemula, ini adalah sesuatu yang ajaib.

Tentu saja analisa teknikal bukanlah “ilmu terawangan” ala paranormal. Tidak ada kepulan asap kemenyan atau dupa. Analisa teknikal tidak membutuhkan “lelaku” atau ritual mistis semisal bertapa di puncak gunung yang sunyi atau dalam gua yang gelap. Tidak ada.

Faktanya: analisa teknikal adalah ilmu yang bisa dipelajari siapa saja dengan MUDAH.

MUDAH?

(Saya bisa melihat dahi Anda berkerut. Beberapa di antara Anda bahkan menyeringai sinis. Bukan, bukan Anda. Yang saya maksud adalah orang lain.) :)

Jika memang semudah itu, mengapa banyak sekali trader yang mengalami kerugian demi kerugian sehingga menguras habis modalnya?

Jawabnya adalah karena mereka menempuh cara yang salah dalam mempelajari analisa teknikal. Hampir semua trader pemula melompat terlalu jauh langsung ke ranah praktis, tanpa pernah mau mempelajari dasar-dasar yang harus dimiliki dalam melakukan analisa teknikal. Ibarat belajar silat, mau tidak mau Anda harus berlatih fisik terlebih dahulu, mempelajari kuda-kuda, memahami langkah, baru kemudian menerapkan jurus. Di samping itu, Anda juga memerlukan latihan yang rutin dan berkesinambungan. Mustahil Anda bisa menjadi pendekar silat pilih tanding tanpa melalui tahapan-tahapan tersebut.

Dalam trading pun demikian. Sebelum menerapkan analisa teknikal dalam trading, Anda harus memahami dan menguasai dasar-dasarnya dahulu. Nah, kali ini kami akan memberikan tips kepada Anda, bagaimana cara mempelajari analisa teknikal dengan benar. Tanpa menguasai 3 hal ini, bahkan GEORGE SOROS pun akan gagal dalam trading. :)

konsep analisa teknikal

1. Pahami dulu konsep analisa teknikal

Ada tiga hal yang menjadi fondasi analisa teknikal. Ketiga hal tersebut dikenal dengan istilah Dow Theory.

trolleyYang pertama: “market action discounts everything”. 
Para wanita, kendalikan diri Anda. Ini bukan semacam discount yang ada di mall. :)

Menurut para penganut aliran analisa teknikal murni, perubahan pergerakan harga yang kita lihat di grafik merupakan cerminan dari semua informasi yang beredar di pasar. Yang penting adalah hendak ke mana harga bergerak, bukan mengapa harga bisa begini atau begitu. Intinya, para analis teknikal tidak terlalu peduli pada berita-berita yang beredar sebagaimana para analis fundamental.

Yang ke-2: “price moves in trend”.
Harga selalu bergerak dalam trend. Setidaknya ada tiga jenis trend yang perlu Anda ketahui, yaitu: uptrend, downtrend dan sideways. Begitu Anda bisa mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung, Anda akan bisa manfaatkan peluang yang ada.

Yang ke-3: “history repeats itself”.fossil
Bung Karno pernah berkata, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Dalam analisa teknikal pun prinsip ini dijadikan pedoman. Perilaku pasar tercermin dalam pola pergerakan harga yang cenderung berulang dari waktu ke waktu. Di halaman edukasi kami, Anda bisa mempelajari pelbagai pola candlestick (candlestick pattern) maupun price pattern. Jika Anda bisa mengenali suatu pola, maka Anda bisa memperkirakan ke mana harga akan bergerak. Dengan demikian, besar kemungkinan Anda akan bisa memperoleh keuntungan dari pergerakan harga selanjutnya.

2. Pahami dulu konsep trend

Kaum hawa biasanya fasih bicara mengenai trend fashion. Mayoritas mereka beranggapan mengenakan pakaian yang sudah out of date alias “nggak nge-tren lagi” adalah sebuah pantangan.

Bukan hanya fashion yang mengenal trend; pasar forex juga mengenalnya. Agar selamat dalam trading maka Anda perlu mengikuti trend yang sedang berlangsung. Tentu saja bukan trend berpakaian, melainkan “trend” pergerakan harga. Maksudnya adalah arah pergerakan harga secara umum dalam rentang waktu tertentu.

trendBerdasarkan arahnya, trend dibagi menjadi tiga, yaitu trend naik (uptrend), turun (downtrend) dan sideway (sering disebut juga “flat”). Nah, bagaimana caranya agar selamat? Ikuti trend yang berlangsung saat itu. Jika trend-nya adalah naik (uptrend), maka plan yang paling masuk akal adalah mencari posisi buy (beli). Sebaliknya jika trend-nya adalah turun (downtrend), maka strategi yang paling aman adalah mencari posisi sell (jual).

Kalau sideway bagaimana? Ada dua pilihan: tunggu hingga trend-nya jelas (ini paling aman), atau “bermain tik-tok”, yaitu sell dekat resistance atau buy dekat support.

3. Pahami konsep support dan resistance

Jika Anda mengamati pergerakan harga, Anda akan menemukan bahwa harga tidak pernah bergerak dalam garis lurus. Selalu ada waktu ketika harga berhenti bergerak naik, untuk kemudian kembali bergerak turun. Sebaliknya ada juga masa ketika harga berhenti turun dan lalu kembali naik.

Tempat-tempat “berhentinya” harga itu kita sebut saja dengan nama “penahan” atau “tahanan”. Nah, selanjutnya kita akan mengenali dua macam “penahan” pergerakan harga itu, yaitu yang disebut dengan support dan resistance.

Ada cara sederhana dalam menjelaskan support dan resistance ini. Bayangkan Anda sedang berada dalam sebuah ruangan yang tentu memiliki lantai dan langit-langit. Di tangan Anda ada sebuah benda, misalnya bola. Jika Anda melemparkan bola tersebut ke arah langit-langit, besar kemungkinan bola tersebut akan kembali turun karena tertahan oleh langit-langit. Sebaliknya, jika bola tersebut Anda jatuhkan ke lantai, besar kemungkinan bola tersebut akan memantul karena ditahan oleh lantai.

Playing ball

Support bekerja seperti lantai. Level support menahan jatuhnya harga. Sedangkan resistance bekerja seperti langit-langit ruangan tersebut, yang menahan naiknya pergerakan harga. Itulah sebabnya level terbaik untuk mengambil posisi beli (buy) adalah di area support, karena besar kemungkinan harga akan kembali bergerak naik dari sana. Sebaliknya, level terbaik untuk mengambil posisi jual (sell) adalah area resistance, karena besar kemungkinan harga akan kembali bergerak turun setelah tertahan oleh resistance.

Meskipun demikian, support dan resistance ini tak selamanya bisa menahan pergerakan harga. Ada kalanya pergerakan harga begitu hebatnya sehingga bisa menembus pertahanan support atau resistance. Untuk mempelajari lebih dalam mengenai support dan resistance ini, silakan kunjungi halaman edukasi kami.

Nah, tiga hal inilah yang setidaknya perlu Anda pahami jika ingin mempelajari analisa teknikal. Di tulisan selanjutnya akan kami bahas 5 langkah mudah melakukan analisa teknikal. Ikuti saja terus blog kami.

Sampai jumpa. :)

2 Comments

ANALISA FOREX MINGGUAN : 31 MARET – 04 APRIL 2014

FUNDAMENTAL ISSUES

Analisa Forex - Dollar AS menguat terhadap euro dan yen, namun melemah terhadap mata uang utama lainnya. Data Final US GDP untuk kuartal terakhir 2013 direvisi menguat, menyentuh 2,6%. Sementara itu. Data klaim pengangguran mingguan secara mengejutkan turun sebesar 10.000 menjadi 311.000, jauh lebih baik daripada perkiraan yaitu 326.000. Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor tenaga kerja AS semakin membaik. Apakah tren ini akan berlanjut? Kita tunggu. Di kawasan euro, komentar negatif dari ECB menekan euro, sementara itu penjualan eceran Inggris memberi tenaga bagi pound.

Keputusan suku bunga ECB, pidato Janet Yellen, serta data non-farm payrolls merupakan data-data penting di pekan ini.

1.     Eurozone CPI Flash Estimate: Senin, 16.00 WIB Inflasi di kawasan euro hanya meningkat 0,7%. Data CPI inti, yang tidak mengikutsertakan energi,  makanan, alkohol dan tembakau, naik 1% di bulan Februari, menyusul kenaikan 0,8% di bulan sebelumnya. Pasar telah memperkirakan laju inflasi akan stabil di bulan sebelumnya. Selanjutnya, inflasi kawasan euro diperkirakan akan menyentuh 0,6%. Rendahnya perkiraan ini akibat lemahnya angka inflasi Jerman.

2.     Pidato Janet Yellen: Senin, 20.55 WIB Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, dijadwalkan akan berpidato di Chicago. Yellen kemungkinan akan menjelaskan keputusan terkini Fed terkait berlanjutnya tapering, yang kembali memangkas stimulus sebanyak $10 milyar. Ketua Fed terebut mungkin juga akan membicarakan kemungkinan kenaikan suku bunga di tahun 2015. Pasar kemungkinan akan bergerak volatile.

3.     Keputusan Suku Bunga RBA: Selasa, 10.30 WIB Bank sentral Australia telah mempertahankan suku bunga acuan di level rendah 2,5% di bulan Maret, sesuai dengan perkiraan. Melemahnya dollar Australia akan membantu pertumbuhan ekonomi. Permintaan domestik memperlihatkan tanda-tanda perbaikan dan sektor tenaga kerja diperkirakan akan meningkat di bulan mendatang. Suku bunga RBA diperkirakan akan bertahan di 2,5%.

4.     US ISM Manufacturing PMI: Selasa, 21.00 WIB Aktivitas manufaktur menungkat lebih cepat daripada perkiraan di bulan Februari. Ekspansi yang terjadi kemungkinan akan lebih luas jika saja tidak ada masalah kekurangan suku cadang. Meskipun demikian, tingkat pemesanan telah meningkat, sehingga hampir bisa dipastikan peningkatan akan terjadi di bulan mendatang. Saat ini, diperkirakan akan ada kenaikan menjadi 54,2.

5.     US ADP Non-Farm Employment Change: Rabu, 19.15 WIB Sektor swasta menambah 139.000 lapangan pekerjaan di bulan Februari, lebih rendah daripada perkiraan pasar yaitu pertambahan sebesar 159.000. Angka yang kurang baik ini ditengarai akibat cuaca musim dingin yang buruk. Para ekonom memperkirakan akan terjadi peningkatan di musim semi mendatang. Data ADP ini bisa dijadikan perkiraan awal untuk data non-farm payrolls yang dikeluarkan oleh pemerintah di Jumat mendatang. Data ADP ini diperkirakan akan mengalami peningkatan 192.000 lapangan pekerjaan.

6.     Keputusan Suku Bunga ECB: Kamis, 18.45 WIB, konferensi pers pukul 20.30 WIB Jika CPI dan Core CPI tidak jatuh ke bawah 5% di bulan Maret, maka kemungkinan besar ECB tidak akan meluncurkan stimulus lagi di bulan Maret. Apalagi data terkini dari Perancis memperlihatkan bahwa pemulihan ekonomi berlanjut.

7.     US Trade Balance: Kamis, 19.30 WIB Di bulan Januari, defisit perdagangan AS menyentuh $39,1 milyar. Rilis data tersebut sejalan dengan perkiraan pasar. Ekspor meningkat 0,6% menjadi $192,5 milyar sementara impor naik 0,6% menjadi 231,6 milyar. Data selanjutnya diperkirakan defisit $38,3 milyar.

8.     US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB Jumlah warga negara AS yang mengajukan klaim pengangguran berkurang sebanyak 10.000 di pekan lalu. Hal ini menjadi pertanda bahwa pemulihan di sektor tenaga kerja AS bertlanjut. Di pekan ini, data tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 319.000.

9.     US Non-Farm Payrolls & Unemployment rate: Jumat, 19.30 WIB Di bulan Februari, sektor tenaga kerja AS mengalami peningkatan di luar dugaan. Meskipun demikian, tingkat pengangguran naik menjadi 6,7% dibandingkan di bulan Januari, yaitu 6,6%. Lapangan pekerjaan diperkirakan akan bertambah 196.000, dan tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 6.6%.

 

TECHNICAL OUTLOOK EUR/USD

EURUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-03-16

Euro masih terus melemah  terhadap USD hingga mencapai area 1.3704 pekan lalu. Level tersebut menjadi support kunci mingguan yang jika tembus diperkirakan akan menekan euro lebih rendah lagi hingga kisaran 1.3663-1.3618. Perhatikan bahwa stochastic telah mendekati area overbought di chart 4 jam, namun CCI masih bergerak flat. Sebagai skenario bearish alternatif, perhatikan area resistance di kisaran level 1.3769-1.3809 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1.3744-1.3704. Namun berhati-hatilah jika pekan ini resistance 1.3809 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat euro setidaknya hingga kisaran 1.3834-1.3875.

AUD/USD

AUDUSD IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-04-03

Aussie terus menguat hingga mencapai level 0.9294 pekan lalu. Level tersebut saat ini menjadi resistance kunci mingguan. Jika tembus, berpotensi akan diikuti oleh rally bullish lanjutan hingga kisaran 0.9365-0.9444. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support yang berada di kisaran level 0.9144 seandainya koreksi terjadi ke area tersebut, untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga ke kisaran 0.9223-0.9294. Namun berhati-hatilah jika support 0.9144 tersebut tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Aussie setidaknya hingga kisaran 0.9065-0.8994.  

GOLD

GOLD IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-05-13

Harga emas masih terus tertekan dan sempat mencapai level 1285.56 yang saat ini menjadi support kunci mingguan. Saat analisis ini ditulis, harga emas bergerak di kisaran support tersebut. Jika tembus, maka harga emas berpotensi akan terus melemah dengan sasaran hingga kisaran 1272.12-1257.19. Sebagai skenario bearish alternatif, perhatikan area area resistance di kisaran level 1313.93 (Fibonacci 50%) untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 1298.95-1285.56. Namun berhati-hatilah jika resistance 1313.93 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat harga emas hingga kisaran 1328.91-1342.30 pekan ini.

NIKKEI

NIKKEI IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-05-35

Nikkei mulai bergerak bullish dan bergerak menguji ressitance 14870. Untuk pekan ini, bias Nikkei adalah bullish terutama jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 15066-15285. Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi yang bisa saja terjadi hingga area support di kisaran 14455. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14674-14870. Berhati-hatilah jika support 14455 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 14236-14040.

 

KOSPI

KOPSI IMF WEEKLY OUTLOOK 31-03-2014 9-06-16

Kospi mulai bergerak bullish dan bergerak menguji resistance 259.55. Untuk pekan ini, bias Nikkei adalah bullish terutama jika resistance tersebut tembus dengan sasaran hingga kisaran 262.03-264.80. Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi yang bisa saja terjadi hingga area support di kisaran 254.30. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 257.07-259.55. Berhati-hatilah jika support 254.30 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bearish mengincar area 251.53-249.05.

0 Comments

WEEKLY OUTLOOK ForexIMF 24- 28 MARET 2014

weekly_outlook

FUNDAMENTAL ISSUES

Pekan lalu merupakan pekan yang luar biasa bagi USD. Mata uang Amerika Serikat tersebut berhasil menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia lainnya berkat langkah hawkish dari Federal Reserve yang memutuskan untuk kembali memangkas stimulus. Ketua Fed Janet Yellen, mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di musim semi 2015. Ini memberikan tenaga tambahan bagi penguatan USD, didukung pola oleh positifnya data-data ekonomi AS di akhir pekan lalu.

Namun poundsterling melemah pekan lalu. Euro juga terpukul oleh buruknya data Jerman.

Berikut ini adalah data-data besar di pekan ini yang bisa menjadi penggerak pasar.

1. German IFO Business Climate: Selasa, 16.00 WIB

Sentimen bisnis Jerman naik tipis di bulan Februari menjadi 111,3, lebih tinggi daripada data bulan Januari yaitu 110,6. Rilis ini lebih tinggi daripada perkiraan analis yaitu 110,7. Naiknya data ini mencerminkan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Di hari Selasa ini, data sentimen bisnis Jerman diperkirakan akan dirilis dengan penurunan kecil menjadi 110,9.

2. UK Consumer Price Index (CPI): Selasa, 16.30 WIB

Tingkat inflasi Inggris jatuh di bulan bulan Januari menjadi 1,9%, turun dari data bulan sebelumnya yaitu 2,0% akibat turunnya harga tembakau. Tingkat inflasi ini turun ke bawah target Bank of Englad (yaitu 2%) untuk pertama kalinya sejak lebih dari empat tahun terakhir. Perdana Menteri David Cameron berkomentar bahwa tingkat inflasi ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa rencana ekonomi Inggris berhasil. Data inflasi ini diperkirakan akan turun lagi menjadi 1,7%.

3. US CB Consumer Confidence: Selasa, 21.00 WIB

Menurut survei Conference Board, tingkat kepercayaan konsumen turun menjadi 78,1 dari 79,4 pada bulan Januari. Responden khawatir atas prospek jangka pendek untuk kondisi bisnis, pekerjaan, dan penghasilan. Sementara itu, penilaian kondisi saat ini telah membaik. Tingkat kepercayaan konsumen diperkirakan akan membaik menjadi 78,7.

4. US New Home Sales: Selasa, 21.00 WIB

Penjualan rumah baru tahunan di AS naik tipis ke 468.000 di bulan Januari, melebihi perkiraan yaitu 406.000. Peningkatan yang terjadi sejak Desember menjadi indikasi bahwa sektor perumahan tetap kuat meskipun sempat menurun baru-baru ini, bahkan di tengah-tengah musim dingin yang parah. Jika sektor tenaga kerja terus membaik, maka pertumbuhan sektor perumahan pun akan semakin membaik. Data penjualan rumah baru yang akan dirilis Selasa ini diperkirakan akan menjadi 447.000.

5. US Core Durable Goods Orders: Rabu, 19.30 WIB

Di bulan Januari, pesanan untuk barang tahan lama AS di luar sektor transportasi secara mengejutkan naik 1,1% setelah sebelumnya sempat turun 1,9% pada bulan Desember. Kondisi cuaca yang buruk mempengaruhi penurunan industri tersebut. Sektor manufaktur diharapkan akan membaik dalam beberapa bulan mendatang. Data selanjutnya diperkirakan hanya akan bertambah 0,3%.

6. US Unemployment Claims: Kamis, 19.30 WIB

Membaiknya data klaim pengangguran AS mencerminkan bahwa turunnya data non-farm payrolls memang lebih disebabkan oleh cuaca dingin yang parah. Kamis ini, jumlah warga negara AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran diperkirakan akan mencapai 326.000 orang.

7. US Pending Home Sales: Kamis, 21.00 WIB

Kontrak pembelian rumah AS naik tipis 0,1% pada bulan Januari setelah sempat turun 5,8% akibat buruknya cuaca musim dingin serta keterbatasan jumlah rumah yang dijual. Kenaikan yang tipis ini lebih rendah daripada perkiraan analis yaitu 2,9%. Meskipun demikian, dalam beberapa bulan mendatang para analis memperkirakan akan terjadi peningkatan kendati kondisi kredit saat ini cukup ketat. Data berikutnya diperkirakan akan ada peningkatan sebesar 0,2%.

 

TECHNICAL OUTLOOK

EUR/USD

EURUSD

 

Euro berhasil menguat terhadap USD hingga mencapai area 1.3966 Kamis lalu. Level tersebut menjadi resistance kunci mingguan yang jika tembus diperkirakan akan mampu memicu momentum bullish lanjutan yang berpotensi akan memperpanjang uptrend hingga kisaran 1.4027- 1.4096.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic hampir overbought di chart 4 jam. Maka dari itu, waspadai kemungkinan koreksi pekan ini. Sebagai skenario bullish alternatif, perhatikan area support di kisaran level 1.3836 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1.3905-1.3966. Namun berhati-hatilah jika pekan ini harga tembus ke bawah 1.3836 karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan euro setidaknya hingga kisaran 1.3767-1.3706.

USD/JPY

USDJPY

 

Penguatan yen terjadi hingga mencapai level 101.20. Level tersebut merupakan support kunci pekan ini. Penguatan yen diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, berpotensi hingga kisaran 100.56-99.92.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic mulai bergerak naik diikuti CCI. Berdasarkan penampakan tersebut maka waspadailah kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario bearish alternatif, Anda bisa memperhatikan area support acuan Fibonacci di kisaran 102.17-102.78 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target hingga kisaran 101.80-101.20. Namun berhati-hatilah jika resistance 102.78 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat USD/JPY setidaknya hingga kisaran 103.15-103.75.

GOLD

GOLD

 

Harga emas berhasil menguat hingga menyentuh level 1391.97 yang saat ini menjadi resistance kunci mingguan. Saat analisis ini ditulis, harga emas masih bergerak menguji resistance tersebut. Jika tembus, maka harga emas berpotensi akan melanjutkan penguatan dengan sasaran di kisaran 1407.20-1424.24.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 4 jam. Maka dari itu waspadailah kemungkinan koreksi di pekan ini. Sebagai skenario bullish alternatif, perhatikan area support acuan Fibonacci di kisaran 1367.31-1352.08 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 1376.74-1391.97. Namun berhati-hatilah jika support 1391.97 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bearish dan berpotensi akan menekan harga emas hingga kisaran 1342.65-1327.42 pekan ini.

NIKKEI

NIKKEI

 

Nikkei tertekan hingga level support 14040 seiring penguatan yen. Jika level support tersebut tembus, Nikkei diperkirakan akan melanjutkan pelemahan di pekan ini dengan sasaran hingga kisaran 13850-13638.

Meskipun demikian, perhatikan bahwa indikasi bullish telah terlihat di stochastic dan CCI 4 jam. Maka dari itu, waspadai kemungkinan pullback di pekan ini. Sebagai skenario alternatif, perhatikan juga area resistance yang berada di kisaran level 14443 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 14230-14040. Sebaliknya, berhati-hatilah jika resistance 14443 tembus sebab bisa jadi hal tersebut akan diikuti oleh pergerakan bullish mengincar area 14655-14845.

KOSPI

KOSPI

 

Kospi tertekan hingga area 249.05 yang menjadi level support mingguan. Pelemahan Kospi ini diperkirakan akan berlanjut jika support tersebut tembus, dengan sasaran hingga kisaran 246.74-245.25.

Sebagai strategi alternatif, perhatikan juga area resistance di kisaran level 253.95 untuk mencari konfirmasi sinyal bearish dengan potensi target di kisaran 251.36-249.05. Namun berhati-hatilah jika resistance 253.95 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias mingguan menjadi bullish dan berpotensi akan mengangkat Kospi hingga kisaran 256.54-258.85.

0 Comments

Strategi Sederhana Menghadapi Market Sideway

Banyak yang mengatakan bahwa satu aturan yang harus diikuti oleh setiap trader yaitu mempunyai dan menentukan suatu trading plan atau rencana trading dan harus disiplin dengan rencana trading yang sudah disusun, meski bagaimanapun juga kita tidak bisa menutup mata bahwa kita harus selalu fleksible dengan rencana trading yang sudah kita susun bukan dalam artian menggantinya akan tetapi lebih tepat memodifikasinya karena keadaan pasar itu sendiri yang selalu berubah tidak selalu bergerak hanya dalam satu arah trend.

Jadi apabila kita ibaratkan perang, medan perang yang kita hadapi tidak akan selalu sama dan diperlukan strategi yang berbeda pula. Kalau dalam dunia trading kondisi pasar yang trending dan sideway tentu saja diperlukan strategi atau rencana trading yang berbeda pula.

Nah, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi salah satu strategi untuk menghadapi pasar yang sideways atau ranging seperti kata bijak “when the market gives you range, trade range”. Saat pasar bergerak sideways banyak indikator yang bisa kita manfaatkan untuk menganalisanya, banyak para trader yang menggunakan indikator CCI, RSI, Stochastic Oscilator, MACD yang digabungkan dengan garis support resistance untuk bertransaksi di pasar yang ranging

Perhatikan grafik di bawah ini :

sideways

Dari grafik GBPUSD diatas bisa kita lihat dari awal bulan mei Poundsterling berada dalam kondisi downtrend dan dari awal bulan Juni sampai Juli Poundsterling berada dalam ranging market atau sideways lalu bulan agustus mulai mengalami kondisi uptrend.

Ciri ciri pergerakan harga yang normal yaitu apabila harga bergerak dalam suatu trend yang kuat seperti contoh diatas Poundsterling yang berada dalam kondisi downtrend, tidak akan selamanya harga turun biasanya ada waktunya harga mengalami koreksi dalam beberapa waktu atau yang biasa di kenal dengan istilah konsolidasi, nah dari konsolidasi inilah market biasanya akan bergerak dalam rentang waktu tertentu atau sideways yang ditandai dengan membentuk harga high dan harga low yang cenderung berada dalam level yang sama. Apabila harga high ini kita hubungkan akan membentuk garis lurus yang kemudian kita kenal dengan area resistance lalu harga low kalau kita hubungkan akan membentuk garis lurus yang kemudian kita kenal dengan area support.

Kemudian pada saat konsolidasi inilah kita akan lihat harga akan bergerak kemana apabila harga tembus resistance maka harga akan mengalami reversal atau pembalikan trend namun apabila harga tembus support maka harga akan meneruskan downtrendnya.

Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengambil keuntungan saat pasar berada dalam kondisi sideways atau biasa disebut pelaku pasar berada dalam kebingungan karena tidak ada fundamental yang mampu menggerakkan pasar, jadi strategi yang bisa kita manfaatkan yaitu saat harga berada di area resistance kita bisa mengambil posisi Sell atau jika harga berada di area support kita bisa mengambil posisi Buy, begitu seterusnya sampai harga bergerak menembus resistance atau support karena jika itu terjadi maka pasar sudah tidak lagi berada dalam situasi ranging atau sideways.

Dari chart diatas yang digabungkan dengan indikator CCI, saat pasar berada dalam range trading, kita bisa menggunakan CCI untuk mengetahui level level dimana harga berada dalam area overbought atau oversold untuk menentukan masuk posisi. Tidak seperti trader yang memanfaatkan trend, trader yang memanfaatkan range trading bisa mempunyai kesempatan bertransaksi di dua arah, ini artinya bisa mendapatkan peluang untuk mengambil posisi Buy atau Sell.

Untuk mengambil posisi sell kita bisa melihat saat harga bergerak di area resistance dan CCI berada diarea overbought atau berbalik arah menembus level 100 dari atas dan untuk targetnya jika harga mendekati area support. Dan saat harga berada di area support dan CCI berada di area oversold atau berbalik arah menembus level -100 dari bawah itu menunjukkan sinyal Buy dan untuk targetnya saat harga berada di area resistance, demikian bolak balik seterusnya.

Manajemen resiko

Setiap strategy memerlukan manajemen resiko sebagai satu kesatuan dari sebuh trading plan, sama halnya seperti trend, kondisi sideways bisa juga berakhir yaitu harga akan reversal atau harga akan meneruskan trendnya dan kita harus menyiapkan semua kemungkinan yang bisa terjadi. Jika kita mengambil posisi Sell dan ternyata harga tembus resistance itu saatnya kita harus keluar dari market dan membatasi kerugian kita karena analisa kita salah demikian juga saat kita mengambil posisi Buy dan harga tembus area support itu artinya saatnya kita membatasi resiko kita dan mengakui bahwa analisa kita salah.

Happy Trading….

 

0 Comments

Mengenal Teori Elliot Wave

Prinsip Elliott Wave dikembangkan oleh Ralph Nelson Elliott pada 1930-an hingga 1940-an dan merupakan alat bantu analisis yang masih popular digunakan untuk forecasting perilaku pasar. Konsep dasar pada prinsip ini adalah bahwa harga di pasar akan naik dan turun dalam pola yang berbeda dan bahwa pola-pola tersebut dapat dihubungkan bersama-sama menjadi satu gelombang.

Sejak pertama kali dipakai, panduan klasik Elliott Wave Principle telah memperoleh status pengkultusan global di kalangan para analis teknikal.

Elliott Wave dapat disimpulkan sebagai berikut :

 eliot wave

Wave 1 biasanya merupakan pergerakan yang paling lemah dari gelombang impuls. Hal ini didasarkan pada short-covering dari pergerakan bearish dari gerakan sebelumnya.

Wave 2 dibuat pada akhir Wave pertama dan setelah pasangan mata uang tersebut masuk ke dalam fase jual akan berakhir ketika pasar gagal membuat harga terendah baru.

Wave 3 adalah wave yang paling panjang dan paling kuat dari gelombang impuls. Hal ini menyebabkan pasar sedang dalam keadaan atau posisi membeli atau menjual mata uang pada arah tren yang biasanya dimulai dengan pergerakan perlahan, tetapi cenderung akan cepat ketika berhenti di harga tertinggi baru di atas puncak wave 1.

Wave 4 dimana fase koreksi akan terjadi, terutama setelah tren bergerak kuat. Para trader kemudian akan mulai mengambil aksi ambil untung, dengan membuka jalan agar harga masuk ke dalam Wave 4.

Wave 5 terjadi ketika pasangan mata uang akan bergerak rally untuk masuk ke dalam pergerakan rally pada Wave 5. Gelombang ini biasanya didukung oleh trader kecil dan bukan pembeli institusi serta cenderung kurang memberikan momentum seperti yang dihasilkan dalam wave ketiga.

Singkatnya pengunaan analisis Elliott Wave dapat digunakan untuk evaluasi para trader forex dalam meningkatkan perdagangan. Jika kita melihat lebih dekat ke dalam teori Elliott Wave dan strategi lainnya maka Elliot wave dapat berguna bagi para trader dan memungkinkan mereka untuk menggunakan alat ini untuk meningkatkan peluang pada perdagangan forex.

Ketika mengevaluasi peluang ayunan perdagangan di pasar pasar Forex, fokus harus ditempatkan pada forecasting pada perubahan arah pada pasangan mata uang tertentu, yang bergantung pada analisis teknikal.

Elliott sangat percaya bahwa pergerakan pasar adalah akibat langsung dari pergerakan psikologi pada satu massa waktu serta pasar adalah fraktal yang merupakan objek yang sama dalam bentuk, tetapi pada skala yang berbeda. Sebuah contoh dari fraktal alami adalah tangkai brokoli. Tangkai dan cabang terlihat sangat sama karena cabang-cabang yang lebih kecil dalam skala. Menurut Elliott langkah ini merupakan fase psikologis massa yang akan mempunyai dan menyerupai satu kecenderungan yang sama.

Market Price Actions bukan penyebab dari pertumbuhan ekonomi atau perlambatan ekonomi, tetapi refleksi dari psikologi dari pasar. Jika suasana hati publik investasi terlihat optimis maka akan tercermin pada pasar yang bullish yang akan terjadi kemudian. Demikian juga sebaliknya, jika suasana hati publik investasi terlihat pesimis maka akan tercermin pada pasar yang bearish yang akan terjadi kemudian. Artinya penggunaan Elliot wave dapat digunakan untuk memperkirakan arah pergerakan harga selanjutnya.

0 Comments

Tunggu Apa lagi? Sekarang Waktunya

Alkisah menceritakan tentang seorang kawan bernama Toni yang merupakan seorang pedagang komputer di salah satu mall di Bandung. Toni menceritakan ketika mendengar issue mengenai melemahnya nilai tukar rupiah, ia dengan sigap melakukan pembelian komputer dalam jumlah besar agar nanti ia bisa menjualnya dengan harga yang tinggi. Ketika nilai tukar rupiah benar-benar melemah, Toni kebanjiran pembeli karena ia masih bisa menjual komputer dengan harga yang lebih murah dengan pedagang lain yang telanjur membeli komputer ketika nilai tukar rupiah sudah anjlok. Melihat kenyataan itu, Toni mulai menaikkan harga jual komputernya sedikit demi sedikit.

 

Kisah lain menceritakan seorang kawan yang menjalankan bisnis roti disalah satu mall ternama di Bandung. Ketika usahanya pertama kali dibuka, ia melakukan promosi dengan melakukan penjualan di bawah rata-rata roti pada umumnya dan menyebabkan meningkatnya permintaan terhadap roti tersebut. Namun ketika promosi tersebut dihentikan dan harga roti kembali dinaikkan ternyata permintaan roti tersebut tidak sebanyak sebelumnya. Karena berkurangnya permintaan atas roti produksinya, maka kawan tersebut mau-tidak-mau menurunkan harga rotinya agar tetap bisa menutupi ongkos produksi.

 

Setelah membaca kedua kisah diatas, adakah korelasi dari kedua kisah tersebut? Apabila Anda jeli, pasti Anda akan menyadarinya. Sadarkah bahwa mereka sebetulnya sedang melakukan kegiatan trading? Membeli barang saat murah dan menjualnya saat harga tinggi. Lalu harga tersebut dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran juga bukan? Begitupun dalam trading forex, trading forex pun dipengaruhi oleh faktor-faktor yang telah diutarakan diatas. Dalam trading forex dikenal dengan istilah support dan resistance.

 

  1. 1.    Support

Support adalah suatu level yang dapat menghentikan pergerakan harga turun. Pada saat itu, permintaan lebih tinggi daripada penawaran. Atau dengan kata lain, bisa dikatakan jumlah pembeli lebih banyak daripada penjual. Efeknya, harga akan berhenti turun dan kembali bergerak naik. Logikanya begini, apabila harganya murah, tentunya akan banyak orang yang membeli barang tersebut.

Dalam analisis teknikal, level support bisa dijelaskan dengan gambar berikut:

 

Support

Support

  1. 2.    Resistance

Resistance merupakan kebalikan dari support. Resistance adalah suatu level yang mampu menghentikan pergerakan harga pada saat naik. Pada saat itu, penawaran lebih tinggi daripada pemintaan. Dengan kata lain, lebih banyak penjual daripada pembeli. Efeknya, harga akan berhenti naik dan akan bergerak turun.

Dalam analisis teknikal, level support bisa dijelaskan dengan gambar berikut:

 

Resistance

Resistance

 

Bagaimana? Setelah membaca artikel ini apakah anda tercerahkan? Trading forex sama dengan bisnis konvensional pada umumnya bukan? Yang penting adalah kita harus jeli dalam memperhatikan di mana level support dan resistance-nya. Kita beli pada saat harga murah (di dekat support) dan kita jual pada saat harga mahal (di dekat resistance).

 

Jadi, tunggu apa lagi? Sekarang waktunya. Mari kita trading forex. J

0 Comments

Cara Memilih Periode Indikator yang Tepat

Ketika kita fokus pada satu indikator dalam satu perdagangan, ada pertanyaan yang sering muncul mengenai berapa jumlah periode indikator yang harus ditetapkan atau digunakan pada setiap pair. Dua pertanyaan yang sering muncul periode indikator yang digunakan mengunakan pengaturan default atau para trader harus menggunakan pengaturan “tweak “?
Sebagai aturan umum, yang harus diketahui dan di pahami dengan mudah ketika jumlah periode indikator yang diatur membesar dari harga default, maka indikator akan menjadi kurang sensitif terhadap pergerakan harga seperti yang digunakan pada sejumlah besar waktu untuk menghitung (rata-rata) pergerakan harga. Akibatnya, kita sering melihat harga “terlambat bergerak turun atau naik”.
Sebaliknya ketika jumlah periode menurun dari harga default maka indikator akan menjadi lebih sensitif terhadap pergerakan harga karena menggunakan waktu periode yang lebih sedikit, rentang waktu yang digunakan lebih singkat untuk menghitung data. Dalam hal ini kita akan melihat harga akan semakin “cepat bergerak ke atas atau ke bawah”.
Mari kita coba dengan menggunakan indikator RSI pada grafik harian dari EURCAD di bawah ini sebagai contoh…
periode-indikator

periode-indikator

Seperti yang sudah kita ketahui cara me-review indikator RSI dengan cepat,
indikator RSI akan memberikan sinyal beli ketika telah berada di bawah level 30 dan kemudian indikator bergerak dan menutup ke atas 30. Sinyal jual terjadi dari indiaktor RSI ketika harga telah berada di atas 70 dan kemudian bergerak dan menutup di bawah level 70.
Indikator RSI pertama pada grafik di bawah ini adalah standar dengan menggunkan periode standar 14. Berdasarkan kriteria di atas, sinyal beli atau jual dihasilkan di masing-masing lingkaran hijau dengan total 6 sinyal.
Pada versi kedua periode indikator di bawah ini kami telah memperpendek jumlah periode sampai menjadi 9. Seperti dapat dilihat, indikator menjadi jauh lebih sensitif dan perbedaan jumlah sinyal yang dihasilkan dengan mudah terlihat dengan total pada versi ini adalah 10 sinyal yang diberikan.
Jika kita bandingkan sinyal tersebut pada pergerakan harga di grafik, kita dapat
melihat bahwa beberapa sinyal yang valid akan menghasilkan pips sementara
sinyal yang lain hanya berumur pendek atau sering disebut sinyal entri palsu dapat kita lihat pada grafik.
Versi terakhir dari indikator RSI ditetapkan adalah periode 25. Kita bisa melihat efek smoothing bahwa peningkatan jumlah periode yang dimiliki. Terlihat, kami mencatat bahwa tidak satu sinyal yang dihasilkan selama dengan waktu yang dicakup oleh grafik. Ketika sinyal tidak muncul, bagaimanapun juga, itu akan memiliki tingkat yang lebih besar di balik keandalan baik periode 9 atau 14.
Sesudah semua hal di atas, maka seorang trader dapat mengatur periode berapa pun yang mereka temukan dan terbaik untuk menjadi gaya trading dan strategi mereka masing. Hal ini dapat dicapai melalui eksperimen dengan berbagai time frame dan hasil forward.
Untuk perdagangan jangka panjang jumlah periodenya mungkin akan semakin
meningkat. Sinyal perdagangan sedikit akan tetap sinyal yang dihasilkan akan
memiliki tingkat kehandalan yang lebih besar. (Sama seperti menggunakan grafik jangka panjang versus grafik jangka pendek). Sebaliknya, jika Anda mengurangi jumlah periode maka sinyal perdagangan yang akan dihasilkan lebih banyak tetapi mereka akan memiliki tidak memiliki keandalan yang cukup atau tingkat keandalan lebih rendah.
Jadi semuanya dikembalikan ke masing masing trader, periode yang mana akan
anda pilih?
0 Comments

Mengenal GAP

Apakah itu GAP?

Kala tabir surya terbuka, yakni di mana matahari terbit di ufuk timur, pertanda perdagangan di awal minggu di pasar keuangan telah dibuka. Penulis terkejut, ketika hampir di semua pair yang berhubungan dengan dollar AS, dibuka dengan “gap”. Rasa penasaran berkecamuk untuk mencari penyebab gap tersebut, yang menyebabkan loncatan harga pasca pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama lainnya. Ternyata, penyebab gap tersebut adalah berita mantan Menteri Keuangan Lawrence Summers yang merupakan kandidat kuat untuk menggantikan pemimpin the Fed Ben Bernanke, mengundurkan diri dari bursa pencalonan ketua Federal Reserve.

Gap memang seringkali muncul diantara penutupan dan pembukaan pasar. Apalagi di antara jeda pasar tersebut terdapat kejadian besar yang dapat mengerakan harga disaat pasar sedang tertidur. Sehingga ketika pasar dibuka, akan timbul suatu loncatan harga yang signifikan.

Apakah “GAP“ itu sebenarnya? Gap harga adalah ruang kosong yang bisa kita lihat di chart yang tercipta karena harga pembukaan pada sebuah candle/bar tidak sama dengan harga penutupan pada candle/bar sebelumnya. Biasanya gap tersebut, akan terisi lagi oleh pergerakan harga. Namun faktanya tidak semua gap terisi kembali dan kadang bertindak sebagai area support atau resistance.

Jenis GAP

Berdasarkan jenisnya, gap dibagi menjadi tiga bagian yaitu breakaway, runaway dan exhaustion gap. Berikut penjelasan dari 3 gap tersebut :

  1. Breakaway Gap

Breakaway Gap adalah Gap yang terjadi bersamaan dengan sebuah reversal atau pembalikan trend. Oleh karena itu, breakaway gap berada di awal sebuah trend. Tipe gap ini tidak selalu terisi kembali dan sering bertindak sebagai area support atau resistance

  1. Runaway Gap

Runaway Gap adalah gap yang terjadi di pertengahan sebuah trend. Tipe gap ini menunjukkan penguatan trend dan bertindak sebagai support pada kondisi trend naik, dan sebagai resistance pada kondisi trend turun. Maka dari itu, tipe gap ini tidak selalu terisi. Tipe gap ini juga disebut sebagai measuring gap karena sering terjadi di 50 % perjalanan sebuah trend. Artinya, pada saat runaway gap terbentuk, kita sudah dapat memperkirakan bahwa harga kemungkinan akan bergerak dengan jarak yang sama dengan jarak dari pergerakan sebelumnya.

  1. Exhaustion Gap

Exhaustion Gap adalah gap yang terjadi sebelum trend berakhir. Namun, pada kondisi sebenarnya, exhaustion gap dapat kita indentifikasi setelah sebuah trend berakhir atau reversal.
Dalam pembahasan mengenai gap, kita juga akan mengenal istilah island reversal top dan island reversal bottom. Island reversal adalah kumpulan bar/ candle yang terpisah dari kumpulan bar/ candle lainnya. Kombinasi antara exhaustion dan breakaway gap membentuk pola island reversal. Island reversal dapat terbentuk di puncak maupun di lembah. Apabila terbentuk di puncak, pola ini disebut island reversal top, dan apabila terbentuk dilembah, pola ini disebut island reversal bottom.

Mengenal GAP

Pembahasan tentang gap sesungguhnya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan konsep trend. Dengan menambahkan analisa tentang gap dalam analisa trend, kita akan dapat melakukan cross check untuk mengkonfirmasi satu sama lain. Namun, frekuensi terjadinya gap tidak selalu sama pada seluruh instrument. Sebagai contoh, gap cukup jarang terjadi pada instrument mata uang. Sebaliknya, gap sering terjadi pada instrument indeks saham, komoditi, maupun instrumen derivatif lainnya.

Semoga bermanfaat untuk anda yang ingin memahami gap. Jika Anda ingin coba aplikasi dan melihat langsung terjadinya gap di real market dunia, bisa coba Demo Account kami.

0 Comments