Jika Angela Merkel Kalah

Liputan Khusus Pemilu Jerman: “Jika Merkel Kalah….”

Rakyat Jerman akan mengadakan pemilu. Calon kanselir incumbent Angela Merkel saat ini masih memimpin dalam berbagai polling. Bahkan isu yang dihembuskan oleh rivalnya, Martin Schulz, tentang imigrasi sepertinya tidak terlalu mempengaruhi popularitas Merkel di antara pada pendukungnya.

Di belahan dunia lain sebelumnya ada fenomena menarik bagaimana pemimpin politik yang telah “mapan” dikalahkan oleh pendatang baru di dunia politik. Sebut saja Donald Trump di Amerika Serikat dan Emmanuel Macron di Perancis. Maka meskipun Merkel sampai dengan saat ini masih memiliki benteng pertahanan politis yang kuat, bukan tidak mungkin fenomena yang terjadi di Amerika Serikat dan Perancis akan menyentuh Jerman juga. Saat ini rakyat Jerman memiliki alternatif pilihan yang mengusung semangat nasionalisme, anti imigrasi serta sentimen anti Islam yang akan menguasai parlemen.

Sistem pemerintahan Jerman memungkinan semua partai yang ada direpresentasikan dalam pemerintahan yang baru nanti, tetapi perubahan yang besar hampir bisa dipastikan akan terjadi jika Merkel tidak mampu meraih suara mayoritas.

Schulz Sang Penantang

Martin Schulz, pemimpin partai Sosial Demokrat, merupakan penantang utama Merkel. Schulz terus berupaya untuk menyusul popularitas Merkel meskipun polling memperlihatkan bahwa upaya itu sepertinya tidak terlalu berarti. Namun ada hal yang cukup bermakna karena penelitian terkini memperlihatkan bahwa isu-isu sosial mulai menjadi hal yang sangat penting bagi rakyat Jerman. Sosial Demokrat semestinya bisa bermain dan mengambil keuntungan di area ini sesuai dengan slogan Schulz, “Zeit für mehr Gerechtigkeit”, yang artinya adalah “Waktunya untuk menjadi lebih berkeadilan.”

Schulz telah berusaha keras untuk mengemukakan isu-isu kontroversial terkait imigrasi sepanjang debat yang disiarkan di televise dan masih berusaha untuk mengejar ketertinggalan melalui polling. Ia mengklaim bahwa masih ada 46% pemilih yang masih belum memutuskan akan memilih siapa.

Bagaimana Jika Merkel Kalah?

Apa yang akan terjadi di Uni Eropa jika seandainya Angela Merkel kalah dalam pertarungan politik Jerman ini?

Presiden Perancis Emmanuel Macron akan menjadi kekuatan politik yang dominan di Uni Eropa dan akan dengan leluasa memasukkan agenda integrasi. Meskipun demikian, kekhawatiran utama adalah ketidakpastian yang sangat mungkin akan muncul mengingat pemimpin yang masih “hijau” dan baru saja menyelaraskan koalisi dengan Jerman.

Selain itu juga ada kekhawatiran mengenai prospek ekonomi Jerman  dan kepercayaan di level Uni Eropa. Saat ini perekonomian Jerman sedang bertumbuh seiring dengan menurunnya tingkat pengangguran. Perubahan radikal yang terjadi di peta perpolitikan Jerman – kendati ada juga pendapat bahwa pesatnya perekonomian Jerman tidak berhubungan dengan Merkel – dikhawatirkan akan menghentikan laju pertumbuhan ekonomi tersebut.

Berkaca dari pengalaman sterling sepanjang proses Brexit, pasar tidak menyukai ketidakpastian seperti ini.

Jika terjadi kekecewaan di Jerman, meskipun kecil kemungkinannnya, akan menjadi berita baik bagi poundsterling dan menekan euro. Tetapi Macron mungkin telah membuat langkah-langkah pencegahan untuk menstabulkan euro.

Kita tunggu saja.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − one =