trading oil, komoditi minyak, harga minyak

Ke Mana Harga Minyak Mentah Setelah Ini?

Saat artikel ini ditulis, harga minyak mentah light sweet diperdagangkan di kisaran $39/barrel, setelah sempat terkoreksi ke area $36/barrel dua hari yang lalu.

Ketika harga minyak masih berada di kisaran $30.70/barrel, kami mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?” pada tanggal 13 Januari 2016. Pada intinya, di artikel tersebut kami memaparkan bahwa ada kemungkinan harga minyak akan mengalami rebound karena rata-rata ongkos produksi minyak mentah dunia saat itu berada di kisaran $27/barrel. Selain itu, disajikan juga analisa teknikal yang menyebutkan bahwa support teknikal jangka panjang berada di kisaran $33.20/barrel (harga terendah tahun 2009) hingga $16.79/barrel (harga terendah tahun 2001).

Bicara analisa teknikal, area support merupakan area yang baik untuk mencari sinyal beli, karena dalam analisa teknikal area support berarti area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Dalam analisa teknikal di artikel tersebut, kami mengemukakan pendapat bahwa potensi rebound harga minyak dunia di tahun 2016 ini adalah hingga kisaran $38-40 per barrel. Jika pun ternyata harga minyak mampu tembus ke atas $40/barrel, maka target penguatan selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Kira-kira sebulan kemudian, masih terkait pergerakan harga minyak mentah kami mempublikasikan artikel lagi berjudul “Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?” pada tanggal 16 Februari 2016. Dalam artikel tersebut kami menjelaskan bahwa ada potensi rebound harga minyak mentah berdasarkan data fundamental yang berhasil kami kumpulkan, termasuk mengutip pernyataan dari beberapa pembesar perusahaan minyak terkemuka dunia seperti Robert Warren “Bob” Dudley (bos BP) dan Patrick Pouyanné (CEO Total).

Meskipun persediaan minyak dunia saat itu masih mengalami oversupply, pada kenyataannya para spekulan secara eksplisit memperlihatkan bahwa mereka bersiap untuk menghadapi rebound harga minyak, terlihat dari banyaknya posisi long (beli) untuk kontrak minyak WTI.

Selanjutnya pada tanggal 23 Februari 2016 kami kembali meng-update analisa teknikal untuk pergerakan harga minyak mentah dalam artikel berjudul “Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading”. Secara teknikal, saat itu kami menyampaikan bahwa kendati harga minyak saat itu masih berada dalam downtrend, untuk jangka menengah harga minyak mentah berpotensi menguat ke kisaran $38.35/barrel jika mampu tembus ke atas $34.80/barrel.

Bagaimana sekarang?

Saat ini (17/3/2016), harga minyak mentah light sweet bergerak di kisaran $39/barrel, sejalan dengan perkiraan yang disampaikan sekitar dua bulan sebelumnya. Tentu saja ini adalah kabar gembira bagi Anda yang sempat membuka posisi beli di kontrak minyak mentah ketika harga masih bergerak di kisaran $30/barrel.

Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana proyeksi harga minyak mentah selanjutnya? Apakah akan mencapai target di $40/barrel?

Ada alasan mengapa kami menyebutkan angka $38-40/barrel sebagai target penguatan harga minyak di tahun 2016. Secara teknikal, angka tersebut muncul karena memang itu adalah area resistance jangka menengah, sehingga wajar kami menargetkan area tersebut sebagai target penguatan harga minyak.

Ketika harga minyak sudah berada di $39/barrel, maka secara teknikal kita bisa beranggapan bahwa target telah tercapai karena angka 39 berada tepat di tengah antara 38 dan 40. Secara teknikal, untuk saat ini kurang tepat jika Anda ngotot ingin mengejar ketertinggalan dengan turut membuka posisi beli di harga sekarang. Ini karena menurut analisa teknikal area resistance merupakan area yang diperkirakan mampu menahan laju penguatan harga dan ada kemungkinan harga akan turun dari situ.

Secara teknikal, ada kemungkinan harga minyak terkoreksi ke area support jangka menengah di kisaran $34.26-31.12/barrel.

OIL DAILY 17 mar 2016

Untuk outlook jangka menengah, harga minyak mentah dunia baru akan berpeluang melanjutkan penguatan jika berhasil tembus ke atas $40/barrel. Kemungkinan sasaran pergerakan harga selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Lalu apa yang bisa dilakukan saat ini?

Bagi Anda yang telah memiliki posisi buy di harga yang lebih rendah, ada setidaknya dua pilihan yang bisa Anda lakukan:

–          Tahan posisi beli tersebut hingga harga mencapai $40/barrel.

–          Tutup posisi beli tersebut (profit taking) dan tunggu lagi peluang beli jika terjadi koreksi.

Setiap pilihan tentu memiliki resiko. Jika Anda memilih opsi pertama, ada kemungkinan harga justru akan turun. Sementara jika ternyata harga melanjutkan penguatan, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk membukukan keuntungan lebih besar jika Anda memilih opsi ke-2.

Akan tetapi, memang secara teknikal posisi beli sebaiknya ditutup (profit taking) ketika harga sudah bergerak di area resistance. Namun semua itu tergantung pilihan Anda dan tentunya Anda harus siap dengan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

Jika Anda belum membuka posisi beli dan ingin membuka posisi beli, sebaiknya tunggu konfirmasi sinyal bullish ketika harga minyak terkoreksi ke area support, atau tunggu konfirmasi breakout seperti yang disampaikan di atas.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui strategi lebih detail untuk memanfaatkan pergerakan harga minyak mentah dunia, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui Live Chat. Bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai nasabah aktif FOREXimf.com dan telah memenuhi persyaratan tertentu, silakan berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami melalui aplikasi WhatsApp.

Tunggu terus update dari kami.

Selamat trading.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − eight =