USD Melemah Terhadap Yen Seiring Ketegangan Korut

USD melemah terhadap yen di awal sesi perdagangan hari ini (Jumat, 22/9) dilatarbelakangi oleh meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Perbedaan yang tajam antara kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dengan Jepang turut memperparah pelemahan tersebut.

Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong Ho mengatakan bahwa ia yakin Korut akan mempertimbangkan untuk menguji coba bom hydrogen di Samudera Pasifik dalam skala yang “belum pernah dilakukan sebelumnya”, demikian sebagaimana yang dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Di samping itu, para investor juga mengamati bagaimana pasar finansial China akan bereaksi terhadap downgrade rating kredit China oleh S&P.

Indeks dollar melemah sekitar 0,1 persen ke kisaran 92.156 namun naik 0,4 persen dan bertahan di atas titik terendah dua setengah tahun di 91.011 yang tercatat pada tanggal 8 September lalu. USD sendiri melemah 0,2 persen terhadap yen ke kisaran 112.28 yen, namun masih menguat 1,3 persen di pekan ini dan mencatat level tertinggi dua bulan di kisaran 112.725.

Pada hari Kamis kemarin (21/9) Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan melanjutkan program stimulus sebesar 80 trilyun yen ($717.7 milyar). Secara mengejutkan seorang anggota dewan gubernur BOJ berargumen menentang pandangan umum BOJ yang mengatakan bahwa kebijakan moneter masih cukup baik untuk memicu inflasi agar mencapai target.

Hal ini bertentangan dengan rencana Federal Reserve (Fed) yang diumumkan beberapa jam sebelumnya, yang mana mereka akan mulai mengurangi stimulus. Ini mengindikasikan bahwa masih akan ada kemungkinan kenaikan suku bunga satu kali lagi sebelum tahun 2017 berakhir.