US Dollar Menguat, Menyentuh Level Tertinggi 2 Bulan

Penguatan US dolar berlanjut mencapai level tertinggi dalam dua bulan terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa, karena harapan untuk kenaikan suku bunga AS sebelum akhir tahun terus memberikan dukungan luas bagi greenback.

EUR / USD turun 0,50% ke posisi terendah dua bulan dikisaran 1,1079. Permintaan dolar AS tetap didukung meski data pekerjaan AS yang mengecewakan Jumat tidak mampu mencegah sentimen Federal Reserve dari menaikkan suku bunga akhir tahun ini.

Di zona euro, ZEW Pusat Riset Ekonomi mengatakan bahwa indeks sentimen ekonomi Jerman naik menjadi 6,2 bulan ini dari membaca bulan September dari 0,5. Para analis telah memperkirakan indeks meningkat menjadi 4,3 pada bulan Oktober. Selain itu, indeks sentimen ekonomi zona euro meningkat menjadi 12,3 pada Oktober dari 5,4 bulan sebelumnya. Konsensus mencari peningkatan menjadi 6,3.

GBP / USD turun 0,64% diperdagangkan pada level terendah 31 tahun dikisaran 1,2283. Pound masih di bawah tekanan jual yang luas di tengah kekhawatiran yang berkelanjutan atas ‘Brexit keras’ untuk Inggris.

Di tempat lain, USD / JPY naik tipis 0,15% ke 103,76, sementara USD / CHF naik 0,45% ke 0,9870. Dolar Australia dan Selandia Baru yang lemah, dengan AUD / USD turun 0,78% di 0,7549 dan dengan NZD / USD mundur 0,81% ke 0,7077.

Sebelumnya Selasa, National Australia Bank mengatakan indeks kepercayaan bisnis tetap tidak berubah pada 6 September. Sementara itu, USD / CAD naik 0,30% diperdagangkan pada 1,3214. Melemahnya dolar kanada terkait komoditas yang melemah karena harga minyak bergerak kembali lebih rendah pada hari Selasa, meskipun harapan untuk penurunan produksi yang dipimpin OPEC masih memberikan dukungan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,50% pada 97,39, tertinggi sejak 27 Juli.