US Dollar Menguat Jelang Meeting FOMC

Relatif tidak adanya data dari Eropa selain data survei PMI UK. Berita yang dirilis cenderung lebih rendah dari perkiraan sejak pertengahan Februari, membuka pintu bagi kekecewaan yang mungkin berat pada Pound. Seperti data PMI manufaktur yang rendah yang dirilis pada awal pekan ini.

Kemudian pada hari ini, risalah dari pertemuan FOMC bulan Maret akan mendominasi sorotan pelaku pasar. US Dolar kemungkinan akan menguat jika muncul pernyataan pejabat bank sentral tidak bergantung pada harapan kebijakan fiskal inflasi yang diperjuangkan oleh Trump untuk membuat kenaikan suku bunga masih berlanjut.

Data ADP pertumbuhan pekerjaan AS dan survei ISM sektor jasa juga menjadi perhatian. Keduanya terlihat memburuk di Maret dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meskipun hal ini mungkin pertanda pelemahan untuk US dollar yang telah menemukan kembali kepekaan terhadap data yang dirilis.

Yen sedikit lebih tinggi di perdagangan di sesi Asia. Indeks saham Nikkei Jepang jatuh setelah gapping lebih tinggi di sesi pembukaan, mendorong permintaan untuk mata uang anti-risiko.