US Dollar Di Kisaran Menguatnya, Efek Trumph

US Dolar rally hingga sempat mencetak level tertinggi dalam enam bulan di awal perdagangan Asia pada Senin, karena investor terus memberikan sentimen positif bahwa pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump akan memulai kebijakan fiskal ekspansif dan meningkatkan pertumbuhan.

Dolar naik menjadi ¥ 111,125, tertinggi sejak Mei 31. Terakhir turun 0,1 persen pada 110,82 karena investor diposisikan menjelang liburan AS Thanksgiving akhir pekan ini. Data dari Commodity Futures Trading Commission dirilis pada Jumat menunjukkan bahwa spekulan mengurangi spekulasi terhadap dolar dalam seminggu sejaka 15 November, sebagai profit taking mengurangi posisi beli setelah bangkit dalam tujuh minggu berturut-turut.

Imbal hasil Treasury dari semua jatuh tempo mengalami kenaikkan terbesar dalam lebih dari lima tahun karena investor membuang utang pemerintah AS setelah pemilihan presiden 8 November AS.

Hasil pada AS patokan 10-tahun catatan Treasury (US10YT = RR) naik ke tertinggi satu tahun dari 2,364 persen pada Jumat, terakhir sebesar 2,344 persen. Yang juga mendasari penguatan greenback, yaitu sebagian besar pelaku pasar mengharapkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 13-14 Desember mendatang.

Dan harapan bahwa presiden Trump akan mengantar pertumbuhan yang lebih tinggi dan menyebabkan kenaikan Fed lebih cepat dari yang diperkirakan telah membantu penguatan dolar ke level tertinggi 13 1/2 tahun terhadap major currencies.

Indeks dolar, yang mengukur pergerakan us dollar terhadap enam rival, naik 0,1 persen menjadi 101,34, setelah naik lebih dari 4 persen pekan lalu yang menandai kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2015. Indeks dollar sempat mencetak level 101,48 pada Jumat, tertinggi sejak Maret 2003. Pada hari Kamis, Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada panel kongres bahwa kenaikan suku bunga bisa segera dilakukan