Poundsterling, GBPUSD, Trading forex, forex indonesia

Sterling Jatuh Karena Rencana Keluar Dari Uni Eropa

Sterling jatuh ke posisi terendah tiga bulan di perdagangan sesi Asia pada hari Senin pagi, setelah laporan media bahwa pemerintah Inggris bersiap akan membuat aturan “kuat ” jika keluar dari Uni Eropa sehingga menghidupkan kembali kekhawatiran investor terhadap dampak dari langkah yang akan diambil.

Sterling berada di bawah tekanan pada sesi terakhir karena investor menilai apa yang akan dilakukan dari kebijakan ekonomi Presiden terpilih Donald Trump setelah berkantor pada hari Jumat.

Pound merosot ke level $ 1,1983, ke level terbawah yang tidak terlihat sejak awal Oktober.

Dealer mengatakan pasar bereaksi dari sebagian laporan di surat kabar The Sunday Times bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan memberikan sinyal rencana “Brexit”pada minggu ini dengan mengatakan dia bersedia untuk berhenti dari pasar tunggal Uni Eropa untuk mendapatkan kembali kontrol perbatasan Inggris .

Investor telah khawatir dari pasar tunggal akan merugikan ekspor Inggris dan mendorong investasi asing lari ke luar negeri.

May mengatakan dia akan memicu Pasal 50, dan memulai keluar secara resmi dari Uni Eropa, pada akhir Maret. Sejauh ini, ia telah mengungkapkan beberapa rincian tentang kesepakatan yang akan dilakukan dan membuat frustrasi beberapa investor, bisnisman dan anggota parlemen.