Pound Inggris Terus Tertekan

Pound Inggris terus berada di level rendah tiga bulan pada hari Selasa, dilanda kekhawatiran bahwa pidato Perdana Menteri Theresa May berpotensi akan membuat Inggris kehilangan akses ke pasar tunggal Uni Eropa.

Kekhawatiran atas kebijakan proteksionis AS Presiden terpilih Donald Trump juga merusak sentimen risiko, dan membantu mendorong yen kembali ke level tertinggi dalam lebih dari lima minggu.

Pound berada di area defensif di $ 1,2038, setelah merosot ke level terendah tiga bulan di kisaran $ 1,1983 pada hari Senin, yang merupakan titik terlemah dalam lebih dari tiga dekade.

Inggris kemungkinan tidak akan mencari kesepakatan terkait Brexit dengabn mengtakan tidak akan “setengah – setengah keluar” dari Uni Eropa, menurut kantornya, dalam pidato yang berisi 12 prioritas ketika keluar dari Uni Eropa.

Prioritas tersebut akan mencakup meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa dan mendapatkan kembali kontrol penuh perbatasan Inggris, menurut laporan beberapa surat kabar sejak akhir pekan.