Pound Inggris Terpeleset Tajam

Risiko yang terjadi pada mata uang pound terjadi pada saat perekonomian Inggris terlihat terluka ketika negosiasi Brexit semakin dekat.

Sterling jatuh untuk hari ketiga pada hari Senin, memperpanjang kejatuhan terbesar pada pekan lalu karena referendum untuk meninggalkan Uni Eropa yang dilakukan pada bulan Juni. Pelemahan mata uang telah membantu meringankan perekonomian.

Pound turun 0,3 persen menjadi $ 1,2398 di Sydney. Sterling turun 1,4 persen menjadi $ 1,2434 pada hari Jumat setelah dengan menyentuh level terendah 31-tahun $ 1,1841. Penurunan 4,2 persen dalam seminggu adalah yang paling tajam sejak 24 Juni yang merupakan hasil referendum Brexit diterbitkan.

Penurunan ini akan menyebabkan perusahaan untuk menurunkan perkiraan laba, yang berpotensi akan mengancam inflasi, dan isyarat penurunan lebih lanjut akan membuat mata uang cadangan global semakin terpuruk.

Pelemahan yang terjadi akan memberikan eksportir semakin giat melakukan ekspor. Jatuhnya Pound sebanyak 16 persen terhadap dolar sejak Brexit merupakan bagian dari dasar pergeseran dalam kondisi ekonomi Inggris bahwa kebijakan moneter saja belum dapat mengatasi tekanan, ujar mantan pembuat kebijakan Bank of England Adam Posen.