Minyak Mentah Turun di Sesi Asia

Harga minyak mentah terpantau mengalami pelemahan di sesi Asia pada hari Selasa karena aksi ambil untung setelah kenaikan tajam pasca ketegangan geopolitik di Irak dan Iran.

Di New York Mercantile Exchange, minyak turun 0.19% menjadi $ 51,77 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent turun 0.02% menjadi $ 57,81 per barel.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Kemudian pada hari Selasa, American Petroleum Institute (API) akan merilis perkiraan stok minyak mentah dan produk olahan AS untuk diikuti oleh data resmi pada hari Rabu dari Energy Information Administration (EIA).

Semalam, harga minyak mentah melonjak tinggi karena konflik antara pasukan Irak dan Kurdi pecah di kota kaya minyak Kirkuk yang menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan di wilayah tersebut.

Harga minyak melonjak didukung kekhawatiran gangguan pasokan di Irak – produsen OPEC terbesar kedua – setelah pasukan Irak bergerak ke kota Kirkuk yang kaya minyak di tengah meningkatnya ketegangan antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG).

Juga yang mendukung kenaikan harga minyak mentah adalah kekhawatiran atas sanksi baru AS terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump pada hari Jumat menolak untuk menyatakan ke Kongres bahwa Teheran mematuhi perjanjian nuklir Iran 2015.