Minyak Mentah Menguat di Sesi Asia

Harga minyak mentah menguat tajam di awal sesi Asia hari ini (19/9). Di New York Merchantile Exchange, harga minyak mentah untuk pengiriman Oktober menguat sejauh 1,44% ke kisaran $44.25 per barrel.

Pekan lalu, harga minyak mentah masih melemah di hari Jumat, ketika minyak mentah AS menyentuh level terendah dalam lebih dari lima pekan seiring membaiknya aktivitas pengeboran di AS serta meningkatnya ekspor dari OPEC sehingga menambah kekhawatiran akan kembali bertambahnya kelebihan suplai.

Membengkaknya angka ekspor Iran semakin memperbesar kekhawatiran kelebihan suplai minyak. Produsen OPEC terbesar ke-3 ini menaikkan angka ekspor minyak mentah mereka menjadi lebih dari dua juga barrel per haril di bulan Agustus, semakin mendekati angka yang pernah mereka capai sebelum mendapatkan sanksi ekonomi.

Perhatian pasar sekarang mulai bergeser ke pertemuan yang akan dilaksanakan di antara para produsen minyak di akhir September, yang direncanakan akan membahas masalah kemungkinan pembatasan produksi.

Para anggota OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan para eksporter besar asal Timur Tengah lainnya, akan mengadakan pertemuan dengan para produsen minyak non-anggota OPEC yang dimotori oleh Rusia dalam pembicaraan informal yang akan diselenggarakan di Aljazair antara tanggal 26 hingga 28 September. Menurut para ahli, kecil kemungkinannya pertemuan itu akan bermuara pada kesepakatan untuk melakukan sesuatu guna mengatasi masalah kelebihan suplai global. Malah sebagian besar meyakini bahwa para produsen akan terus memantau pasar dan akan menunda pembahasan tersebut hingga pertemuan resmi OPEC yang akan digelar di Wina tanggal 30 November mendatang.