Minyak Mentah AS Melemah Seiring Penguatan USD

Harga minyak mentah melemah Senin kemarin seiring penguatan USD dan persediaan minyak mentah AS yang cukup membebani upaya OPEC untuk memangkas produksi. Meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran juga mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah.

Minyak mentah jenis Brent diperdagangkan melemah $1 atau sekitar 1,8 persen di kisaran $55.81 pada pukul 02.35 WIB, sementara WTI melemah 82 sen atau sekitar 1,5 persen ke kisaran $53.01.

USD menguat terhadap mata uang utama di tengak kekhawatiran atas ketidakpastian situasi politik di Eropa menjelang pemilu. Menguatnya USD membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi para investor yang memegang mata uang selain USD dan hal itu biasanya membebani harga minyak dunia.

Harga minyak mentah yang sedianya ditopang oleh kesepakatan pemangkasan produksi oleh OPEC dan non-OPEC dan ketegangan Iran-AS kembali harus berjuang untuk menemukan arahnya.

Sanksi yang baru dari pemerintahan Trump atas Iran, kendati tidak mempengaruhi produksi minyak, meningkatkan kekhawatiran tentang potensi perkembangan politik yang bisa jadi akan menghalangi pertumbuhan ekospor Iran, yang merupakan produsen minyak anggota OPEC terbesar ke-3. Iran telah meningkatkan produksi minyaknya sejak berakhirnya sanksi atas mereka tahun 2016, yang dijatuhkan karena program nuklir. Terkait pemangkasan produksi OPEC, Iran mendapatkan dispensasi untuk tidak turut serta melakukan pemangkasan produksi.

Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat sejak Iran melakukan uji misil balistik yang memicu AS untuk menerapkan sanksi.