Minyak Mengalami Pelemahan

Minyak terpantau mengalami pelemahan di tengah perdagangan yang cukup volatile ditengah pasar yang menimbang pernyataan Rusia mengenai kemungkinan akan bertemu dengan Arab Saudi, serta peningkatan stok minyal AS yang melebihi perkiraan.

Pada hari Selasa, minyak sempat mengalami penguatan hampir 6% merespon kabar OPEC akan mengambil langkah baru untuk membatasi produksinya.

Rusia sebelumya mengatakan siap mendukung langkah OPEC untuk membatasi produksi. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak melihat kemungkinan besar kartel minyak tersebut akan mencapai kesepakatan pada pertemuan 30 November mendatang.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak AS bertambah sebanyak 5.3 juta barel sepanjang pekan lalu, lebih banyak dari perkiraan penambahan 1.5 juta barel oleh para analis yang disurvei oleh Reuters.

“Fundamental membebani harga minyak setelah rilis laporan persediaan minyak mingguan AS,” kata Abhishek Kumar, analis senior di Interfax Energy’s Global Gas Analytics London.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan ia akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo di Caracas pada Rabu untuk membahas pembekuan.

Minyak pada perdagangan Rabu berakhir di level 45.33.