analisa tenikal emas

Harga Emas Menguat Seiring Meningkatnya Risk Aversion

Harga emas naik karena imbal hasil obligasi Treasury jatuh di tengah risk aversion menyusul data ekonomi AS yang relatif kurang bagus. Survei ISM aktivitas manufaktur sektor menunjukkan perlambatan pertumbuhan, meskipun tidak lebih dari yang diharapkan. 

Sebagian besar pasar ekuitas Eropa mengikuti bursa Asia ke bawah dan indeks saham berjangka AS yang mengisyaratkan lebih sama. Yang mungkin mengetatkan akan kebijakan kenaikkan suku bunga, meningkatkan daya tarik terhadap aset yang lebih aman dan menawarkan dukungan lebih lanjut bagi logam kuning.

Sementara harga minyak mentah merosot, menutup kenaikkan beruntun dalam empat hari dan mengalami penurunan terbesar dalam sebulan. Adanya berita yang dikaitkan aksi jual setelah output dari Libya telah melonjak ke 660k barel per hari dari level 500k pekan lalu setelah ladanag Sharara – dibuka kembali untuk operasi.

sorotan sekarang beralih ke laporan persediaan API mingguan. Yang akan dilengkapi dengan data Biro Sensus pada ekspor minyak mentah AS sampai Februari. Secara bersama-sama, angka akan membantu menginformasikan pasokan tren spekulasi investor menimbang pembengkakan output terhadap pemotongan produksi OPEC.