GDP Jepang Tumbuh Untuk Kuartal Ke Empat

Ekonomi Jepang tumbuh untuk kuartal keempat pada periode Oktober-Desember karena permintaan perdagangan yang kuat dan pickup di belanja modal menggarisbawahi pemulihan ekspor yang stabil.

Data Kantor Kabinet pada hari Senin menunjukkan ekonomi terbesar ketiga dunia itu tumbuh 1,0 persen dalam tiga bulan terakhir pada tahun 2016, kira-kira sejalan dengan peningkatan pasar 1,1 persen yang diperkirakan, menyusul ekspansi revisi 1,4 persen pada Juli-September.

Data yang dirilis sejalan dengan kebijakan pemerintah dan Bank of Japan yang bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan dan menarik ekonomi keluar dari deflasi dan stagnasi. Namun, ketidakpastian atas kebijakan Presiden AS Donald Trump memberikan kekuatiran tersendiri bagi ekspor Jepang yang bergantung karena permintaan domestik tetap kurang bertenaga.

Hasil untuk kuartal keempat produk domestik bruto (PDB) menunjukkan pertumbuhan 0,2 persen pada basis kuartal-ke-kuartal, dibandingkan kenaikan 0,3 persen yang diperkirakan oleh analis. Permintaan eksternal – atau ekspor dikurangi impor – berkontribusi 0,2 persen terhadap PDB, karena kenaikan pengiriman mobil atas permintaan dari China dan Amerika Serikat, dan komponen elektronik dari Asia.

Konsumsi swasta, yang menyumbang sekitar 60 persen dari PDB, menunjukkan tidak ada pertumbuhan, sebagian besar sejalan dengan pembacaan datar perkiraan para ekonom. Naiknya harga makanan segar dan sayuran cenderung telah menekan daya beli rumah tangga.