Fed Mungkin Naikkan Bunga Lebih Cepat, Dollar Menguat

Dollar AS menguat terhadap mata uang utama dunia kemarin setelah pejabat Federal Reserve mengeluarkan pernyataan yang hawkish, sementara para pelaku pasar masih ragu bahwa pidato presiden Donald Trump, yang dijadwalkan di hari Selasa waktu setempat, akan memberikan petunjuk yang jelas dan detil mengenai agenda kebijakan ekonominya.

Presiden Fed Dallas, Robert Kaplan, dalam wawancara dengan wartawan setelah memberikan ceramah untuk mahasiswa di Norman, Oklahoma, menegaskan bahwa ia berpandangan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan dilakukan lebih cepat untuk mengimbangi laju inflasi.

USD menguat 0,04 persen terhadap enam mata uang utama dunia, dengan indeks dollar bergerak ke kisaran 101.13. Indeks dollar sempat menguat ke 103.82 pada tanggal 3 Januari lalu karena spekulasi para pelaku pasar yang memperkirakan bahwa Trump akan menjalankan kebijakan yang bisa memicu percepatan laju inflasi.

Sementara itu USD melemah 0,26 persen terhadap euro ke kisaran 1.0585 dan sedikit berubah terhadap yen di kisaran 112.80. Euro berhasil mendapatkan sentimen positif dari polling yang memperlihatkan bahwa Marine Le Pen, yang merupakan pentolan kubu anti-Uni Eropa mengalami penurunan elektabilitas sebagai kandidat presiden Perancis.

Sterling merosot ke level terendah 12 hari menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Skotlandia bersiap untuk melakukan referendum kemerdekaan untuk yang ke-2 kalinya, sementara Inggris bersiap untuk melakukan negosiasi Brexit secara formal di bulan Maret.