dollar, USD

Eskalasi Perang Dagang Meningkat, USD Stabil

Berita forex hari ini, USD terpantau stabil hari ini (19/9/2018), berada di dekat level terendah tiga pekan terhadap euro, seiring meningkatnya eskalasi perang dagang antara Beijing dan Washington.

Beijing kembali menegaskan bahwa mereka menentang penerapan tarif impor kurang dari 24 jam sebelum Presiden Donald Trump menerapkan tarif tambahann sebesar 10 persen untuk barang impor China senilai $200 miliar.

USD telah mendapatkan keuntungan besar dari meningkatnya konflik dagang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Itu karena para pelaku pasar beranggapan bahwa USD akan menguat karena pasar tidak akan tertarik pada mata uang yang beresiko sehingga lebih memilih USD.

Indeks dollar menguat sekitar 5 persen sejak pertengahan April lalu. Meskipun demikian, rally yang terjadi mulai melampat dalam beberapa pekan terakhir karena sebagian pelaku pasar melakukan profit-taking karena khawatir akan dampak jangka panjang dari perang dagang yang berkepanjangan.

Minh Trang, analis mata uang senior pada Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, mengatakan, “Pasar agak khawatir dan lelah melihat berita. Untuk jangka pendek mungkin agak bagus, tetapi untuk jangka panjang ada ketakutan yang terbentuk akan dampak negatif (perang dagang) untuk ekonomi.”

Bank asal Belanda, ING, memperkirakan bahwa sekitar 2,5 persen perdagangan dunia saat ini akan terdampak oleh tarif impor baru dan bisa mencapai 4 persen jika Trump tetap melancarkan pperang dagang terhadap China.

Jika Anda menginginkan berita fundamental real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang update berita fundamental kami di kolom komentar.