dollar, USD

Dollar Tetap Turun di Bawah Tekanan Politik A.S.

Dolar A.S. tetap melemah terhadap mata uang utama lainnya pada hari Senin, karena penghentian pemerintah A.S. pada hari Jumat terus membebani permintaan untuk greenback.

Shutdown pemerintah A.S. mulai berlaku pada tengah malam pada hari Jumat setelah juru runding Senat gagal mencapai kesepakatan kesepakatan di menit terakhir untuk menjaga agar pemerintah tetap mendapatkan dana di tengah perselisihan mengenai keamanan imigrasi dan perbatasan.

Senat tersebut dijadwalkan mengadakan pemungutan suara pada pukul 12:00 ET (17:00 GMT) pada hari Senin mengenai tindakan sementara untuk mendanai pemerintah tersebut sampai 8 Februari, namun ketidakpastian mengenai apakah suara tersebut cukup untuk diloloskan.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama, turun 0,25% pada 90,26 tidak jauh dari titik terendah tiga tahun di hari Jumat di 89,96. .

Euro dan pound lebih tinggi, dengan EUR / USD naik 0,25% pada 1,2253 dan dengan GBP / USD menguat 0,31% menjadi 1,3902.

Mata uang tunggal tersebut menemukan dukungan menyusul berita bahwa Partai Sosial Demokrat Jerman pada hari Minggu memilih untuk memulai perundingan koalisi formal dengan konservatif Kanselir Angela Merkel, meredakan kebuntuan politik di ekonomi terbesar wilayah euro.

Yen stabil, dengan USD / JPY di 110.69, sementara USD / CHF turun 0,30% menjadi 0,9597. Di tempat lain, dolar Australia dan Selandia Baru menguat, dengan AUD / USD naik 0,15% pada 0,8010 dan dengan NZD / USD meningkat 0,48% menjadi 0,7306.

source : investing