Dollar Tertekan Terhadap Sterling

Dolar merosot di awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu, tertekan oleh rebound parsial dari pergerakan sterling setelah mendapatkan kerugian dramatis di sesi sebelumnya.

Pound naik 1,4 persen pada $ 1,2287, setelah jatuh serendah $ 1,2086 pada hari Selasa, dengan bergerak menuju kisaran terendah Jumat lalu yang merupakan level terendah 31-tahun di kisaran $ 1,1450 ketika investor khawatir terhadap dampak Inggris keluar dari Uni Eropa.

Sterling menguat ketika Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapat “acceptable” dari Parlemen untuk diizinkan melanjutkan rencana Brexit berikutnya.

Dolar turun tipis 0,1 persen menjadi ¥ 103,40, sementara euro stabil di $ 1,1054, pulih dari level terendah $ 1,1049, nadir terdalam sejak awal Agustus.

Tampaknya pelemahan dolar terhadap sterling saat ini dipengaruhi oleh pasangan mata uang dolar lain yang bergerak alami.

Dolar telah mendapatkan penguatan karena meningkatnya harapan bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada awal tahun ini, ketika pasar melihat kesempatan kenaikan sebanyak 70 persen pada bulan Desember.