Dollar Menguat Tipis Ketika Kekhawatiran Brexit

Dolar bergerak menjauh dari level 5 minggu terendah terhadap sekeranjang mata uang pada hari Rabu, karena data yang solid mendukung harapan untuk lebih kenaikan suku bunga AS pada tahun ini, sementara sterling tertekan karena kekhawatiran yang akan datang ketika Inggris keluar dari Uni Eropa.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,1 persen menjadi 99,754 bergerak menjauhi level terendah pada kisaran 98,858 yang merupakan level terlemah sejak 11 November, setelah Presiden AS Donald Trump gagal mereformasi RUU kesehatan.

Tersandung RUU kesehatan menimbulkan keraguan bahwa Trump akan mampu melaksanakan fiskal stimulus dan pemotongan pajak, sehingga menekan dolar terhadap 110,11 yen yang merupakan level terendah sejak 18 November.

Wakil Ketua Federal Reserve AS Stanley Fischer juga memberikan support bagi pergerakan dolar dengan mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa ada dua kali kemungkinan suku bunga dinaikkan pada tahun.

The Fed menaikkan suku pada bulan Maret, dan mayoritas pembuat kebijakan bank sentral memperkirakan setidaknya dua kali meningkat pada tahun ini.