Dollar AS Tetap Defensif, Euro Sentuh Level Tertinggi 6-Minggu

Dollar AS masih tampak mengalami pelemahan pada perdagangan hari Selasa di tengah pandangan bahwa Federal Reserve tidak akan mempercepat laju pengetatan moneter, sementara euro mencapai level tertinggi enam minggu karena kekhawatiran atas pemilihan presiden Perancis mereda.

Indeks dollar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0.27% pada 99.89.

Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan pada hari Senin bahwa Fed berada di trek untuk menaikkan suku bunga dua kali di tahun ini, yang mengecewakan beberapa investor yang berharap lebih dari itu.

The Fed menaikkan suku bunga minggu lalu, dan menegaskan bahwa langkah kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap.

Euro mencapai level tertinggi enam minggu, dengan EUR / USD maju 0.5% ke 1.0792, level tertinggi sejak 3 Februari.

Penguatan euro didorong oleh jajak pendapat yang menunjukkan keunggulan Emmanuel Macron dari para pesaingnya. Hasil polling menunjukkan responden menganggap performa Macron lebih unggul dibandingkan Le Pen, dan tiga Capres lainnya. Le Pen telah berjanji untuk memimpin Perancis keluar dari euro dan mengadakan referendum tentang keanggotaan Uni Eropa.

GBP/USD menguat 0.8% ke 1.2462 pada perdagangan Eropa hari Selasa setelah rilis data Inggris, dimana laju inflasi bulan Februari menunjukkan tumbuh pada kecepatan tahunan 2.3% di bulan Februari, yang merupakan kenaikan tercepat sejak September 2013. Angka tersebut juga melampaui estimasi kenaikan 2.1%.