Dollar AS Rebound Terhadap Yen

Dollar rebound terhadap yen pada perdagangan hari Kamis setelah kekhawatiran pasar terhadap berita pemerintah China akan menghentikan pembelian obligasi AS tampak mereda.

USD/JPY naik 0.36% menjadi 111.84 menjauh dari level terendah satu setengah bulan di 111.26.

Regulator valuta asing China mengatakan pada hari Kamis bahwa laporan pemerintah China yang menghentikan pembelian obligasi AS mungkin didasarkan pada informasi yang salah dan bisa jadi “palsu”. Konfirmasi ini mendorong investor kembali mengoleksi obligasi AS sehingga yield kembali naik. Dollar AS merosot pada hari Rabu, turun lebih dari 1% terhadap yen setelah Bloomberg melaporkan berita bahwa pejabat China telah merekomendasikan pelambatan atau penghentian pembelian obligasi AS.

Dollar AS sudah berada dalam posisi defensif setelah Bank of Japan memangkas ukuran pembelian obligasi pada hari Selasa, memicu spekulasi bahwa hal itu bisa memulai mengurangi stimulus moneter akhir tahun ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0.18% menjadi 92.28. Dollar AS menguat terhadap euro, dengan EUR / USD meluncur 0.14% menjadi 1,1930. Dolar juga menguat terhadap pound dan franc Swiss, dengan GBP / USD kehilangan 0.23% dan diperdagangkan pada 1,3476 lalu USD / CHF naik 0,34% menjadi 0,9813.

Sementara itu, dolar Australia menguat setelah data pada hari Kamis menunjukkan bahwa penjualan ritel mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam empat tahun di bulan November.

AUD / USD naik 0.31% menjadi 0,7866, sementara dolar Selandia Baru sedikit berubah untuk hari ini, dengan NZD / USD di 0.7195.