Dollar AS Pulih Dari Posisi Terendah Dua Minggu

Dollar AS terpantau pulih dari level terendah dua minggu terhadap enam mata uang utama pada perdagangan hari Senin, meskipun perdagangan masih tipis karena banyak pasar yang ditutup karena liburan Tahun Baru.

Greenback sempat melonjak ke level tertinggi 14-tahun pada bulan Desember, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku sebanyak tiga kali tahun ini, dan Presiden terpilih Donald Trump akan memicu pertumbuhan dan inflasi dengan program ekspansi fiskal.

Dollar AS mengakhiri tahun dengan kenaikan tahunan hampir 4 persen, tahun keempat berturut-turut mencatatkan penguatan.

Tetapi indeks yang mengukur dollar AS terhadap enam rival utama kehilangan lebih dari 1 persen selama tiga hari terakhir pekan lalu.

Mata uang euro sempat melonjak setinggi $ 1.07, sebelum akhirnya bergerak turun. Euro turun tipis pada hari Senin di $ 1.0513, sementara indeks dolar naik seperempat persen menjadi 102.43, masih dekat dengan puncak tertinggi14-tahun di 103.65.

Fokus data utama untuk minggu akan laporan non-farm payrolls AS hari Jumat.

“Angka NFP minggu ini kemungkinan akan mengkonfirmasi asumsi bahwa FOMC setidaknya akan melakukan dua kenaikan di sepanjang tahun, salah satunya di tengah tahun ini, ” tulis kepala investasi FXPRIMUS, Marshall Gittler.

Sebuah serangan di Istanbul yang menewaskan 39 orang itu terlihat memiliki dampak kecil pada pasar mata uang.