Dollar AS Menunggu Kebijakan Trump

Dollar AS memulai minggu ini dengan pelemahan pada perdagangan Asia di Senin pagi, dengan euro naik tipis ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan karena investor mengunci keuntungan pada saat naiknya dolar dan mereka menunggu Presiden AS Donald Trump menginformasikan rincian dari stimulus yang dijanjikan-nya.

Euro menguat 0.2 persen di $ 1.07270 setelah sempat naik ke $ 1.07300, tertinggi sejak 8 Desember Sementara indeks dollar terpantau turun 0.2 persen pada 100.52. Terhadap yen, dollar AS merosot 0.7 persen ke 113.83, setelah minggu lalu sempat menyentuh ¥ 112.57.

Pelantikan Trump sebagai presiden pada hari Jumat menyoroti sedikitnya informasi dan investor berharap adanya rincian tentang rencana untuk mendorong pertumbuhan, infrastruktur dan mengurangi pajak. Pelantikannya sempat memicu protes yang menarik ratusan ribu demonstran.

Trump mengatakan pada hari Minggu ia berencana untuk mengadakan pembicaraan segera dengan para pemimpin Kanada dan Meksiko untuk memulai negosiasi ulang the North American Free Trade Agreement, dan juga mengatakan mereka berniat untuk menarik diri dari perjanjian perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP).

“Trump tidak mengatakan sesuatu yang baru dan belum melakukan apa pun, sehingga orang-orang menunggu dan melihat,” kata Kaneo Ogino, direktur perusahaan riset valuta asing global di Tokyo.

Trading forex Asia minggu ini kemungkinan akan berkurang karena beberapa investor mempersiapkan diri untuk liburan Tahun Baru Imlek yang panjang, tambahnya.