Dollar AS Menguat Tajam

Dollar AS terpantau mengalami penguatan pada perdagangan Asia di Jumat, berada di jalur kenaikan mingguan terhadap enam mata uang utama, ditengah pelemahan euro yang mendekati ke posisi terendah empat bulan pasca Bank Sentral Eropa mempertahankan kebijakannya.

Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0.1 persen pada 98.369, naik 0.4 persen selama seminggu dan tidak jauh dari level tertinggi semalam di 98.404, puncaknya paling tinggi sejak 10 Maret. Euro sedikit lebih rendah pada $ 1.0925, bersiap untuk penurunan 0.4 persen untuk mingguan setelah menyentuh $ 1.0914 pada hari Kamis, terendah sejak 24 Juni.

Presiden ECB Mario Draghi masih mempertahankan kebijakan sebelumnya dan mengatakan “kami berharap pembahasan lebih lanjut untuk masalah ini pada pertemuan di Desember”. Hal ini mengirimkan sinyal relatif dovish.

Data AS pada hari Kamis, menunjukkan bahwa penjualan rumah AS melonjak pada bulan September setelah dua bulan berturut – turut menurun, yang memberi investor alasan lagi untuk bertaruh bahwa AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada awal pertemuan 13-14 Desember.

Data terpisah menunjukkan bahwa pertama kali pengajuan untuk tunjangan pengangguran naik lebih dari yang diharapkan untuk 260.000 pekan lalu, namun tren menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat.