Dollar AS Menguat; Sterling Terjungkal Akibat Brexit

Dollar menguat pada hari Rabu, menjauhi dari level terendahnya yang disentuh awal pekan ini. Sementara sterling merosot lebih rendah karena pasar bersiap untuk Inggris yang akan memulai proses keluarnya dari Uni Eropa.

Indeks dollar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0.2% ke 99.74. Dollar AS sempat berada pada 98.67 pada hari Senin, terendah sejak 11 November setelah gagalnya mengesahkan program kesehatan Presiden Donald Trump.

Penguatan dollar AS saat ini menjadi fokus investor setelah adanya prospek untuk kenaikan suku bunga AS lanjutan di tahun ini.

Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer mengatakan pada hari Selasa bahwa dua kenaikan suku bunga atau lebih di tahun ini tampak “benar.”

The Fed menaikkan suku bunga awal bulan ini dan menunjukkan bahwa ia melihat dua kenaikan atau lebih berpotensi terjadi di tahun ini.

USD / JPY berada di 111,05, naik ke atas setelah menyentuh level 110.10, terendah sejak 18 November. Euro melemah, dengan EUR / USD turun 0.27% menjadi 1.0784.

Sterling juga melemah, dengan GBP / USD meluncur 0.34% ke 1,2403 karena investor menunggu langkah Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Rabu untuk memicu Pasal 50 Perjanjian Lisbon dan secara resmi memulai proses dua tahun menarik diri dari Uni Eropa.

Euro sedikit lebih tinggi terhadap pound, dengan EUR / GBP berdetak naik 0.1% menjadi 0.8691.