Dollar AS Menguat Menjelang Data Inflasi

Dollar AS bergerak menguat terhadap mata uang utama pada perdagangan hari Selasa di tengah investor yang berfokus untuk data inflasi AS yang akan dirilis hari ini yang dapat menginformasikan tentang laju kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Indeks dolar AS. yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0.19% menjadi 90.06.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis data CPI AS hari ini yang diharapkan dapat memastikan bahwa inflasi tetap kuat meski pasar tenaga kerja terus diperketat.

Pembacaan yang lebih tinggi dapat memicu ekspektasi bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga empat kali, bukan tiga kali, tahun ini. Kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan hampir sepenuhnya sudah diperkirakan oleh pasar.

Data minggu lalu menunjukkan perlambatan dalam pertumbuhan upah bulan lalu meskipun pertumbuhan pekerjaan yang kuat telah membuat harapan bahwa bank sentral AS mungkin akan memproyeksikan empat kenaikan untuk tahun ini, dan bukan tiga.

Euro tergelincir lebih rendah, dengan EUR / USD turun 0.11% menjadi 1,2325. Dollar menguat terhadap yen, dengan USD / JPY naik 0.5% menjadi 106.94, naik dari level terendah semalam di 106.25.

Yen pada awalnya bangkit semalam di tengah skandal kronisme yang berkembang terkait dengan perdana menteri Jepang dan istrinya yang melibatkan penjualan tanah publik. Safe haven yen cenderung naik di saat ketidakpastian pasar.

Sterling lebih rendah terhadap dolar, dengan GBP / USD turun 0.08% menjadi 1.3894. Dolar Australia menyentuh angka terendah, dengan AUD / USD tergelincir ke 0.7866 sementara dolar Selandia Baru bergerak menguat, dengan NZD / USD naik 0.38% menjadi 0.7323.